October 7, 2016

Shopping King Louis Episode 4 - 2


Sambil berjalan turun, Jae Suk mengeluh kenapa dia harus diminta melakukan semua itu. hmmm.... sepertinya Tuan Baek yang menyuruhnya untuk melakukan semua itu.



Seperti biasa, kedua orang tua Joong Won datang ke rumahnya membawakan sesuatu untuk dia. Tanpa kedua orang tua Joong Won sadari, ada seseorang yang sepertinya mengintai rumah Joong Won, dia mengambil gambar kedua orang tua Joong Won, saat mereka hendak masuk rumah.





Young Ae kemudian melihat sebuah kotak yang berisi sepatu. Mengira kalau Joong Won membelikan untuknya, Young Ae pun mencobanya. Tapi tak muat, sepatu itu kekecilan untuk Young Ae. Karena sepatu itu tak muat untuk Young Ae, jadi Tuan Cha menebak kalau Joong Won pasti membelikan sepatu itu  untuk kekasihnya. Mendengar itu Young Ae langsung senang, dia bertanya-tanya wanita seperti apa yang menjadi kekasih Joong Won.


Kita kemudian dialihkan pada wanita yang Joong Won pikirkan saat melihat sepatu itu. Wanita itu adalah Bok Sil, dimana Bok Sil sekarang sedang memayungi Louis seperti yang In Sung lakukan sebelumnya. Dengan posisi seperti itu, Louis berusaha mengembalikan ingatannya, namun hal itu tak memberikan efek apapun. Tepat disaat itu, Bok Sil mendapat telepon dari perusahaan yang menawarkan pinjaman padanya, tentu saja Bok Sil langsung menutupnya karena dia memang tak butuh pinjaman.


Mendengar kalau Bok Sil ditelepon oleh perusahaan seperti itu, Louis pun menyebutnya telpin spam, jadi Bok Sil harus hati-hati, karena Louis sendiri sudah terkena tipuannya. Mendengar itu, Bok Sil langsung mentup payungnya dan berkata, “Setelah ditipu sekian banyakkau bisa ngomong begitu?”



“Iya, aku tak seharusnya menguliahimu. Padahal aku bego,” jawab Louis dengan perasaan bersalah. Tepat disaat itu Geum Ja dan In Sung datang membawa sekarung bawang putih. Semua bawang putih itu, Bok Sil yang minta dan Bok Sil menyuruh Louis yang mengupasnya. Louis akan mendapatkan 30 dolar jika dia berhasil mengupas 20 kg bawang. Semua itu harus Louis lakukan, karena Bok Sil sudah tak punya uang lagi, uangnya banyak di buang oleh Louis.



Di saat cucunya diberi kerjaan untuk mengupas bawang, Nyonya Choi sedang bersantai di sebuah restoran. Manager restoran datang menemuinya dan saat melihat Jung Ran, si manager langsung menyapanya dengan nama, “Busan Dokki.” Mendengar si manager menyebut nama panggilannya, Jung Ran langsung menyuruhnya diam, dia takut ada yang mendengar. Nyonya Choi pun tertawa mendengarnya, dia tau kalau dulu Jung Ran sangat terkenal di Busan. Si manager pun berkata kalau dia akan menyiapkan hidangan yang biasa nYonya Choi pesan dan Jung Ran berpesan agar menu dagingnya di ganti dengan ikan.


Louis sendirian, dia mengupas bawang putih dengan ekspresi malas. Mengupas bawang putih membuat mata Louis pedih. Hmm.... perasaan bawang putih gak bikin mata pedes dah, yang bikin mata pedes tuh bawang merah. Mungkin bawang putih di korea pedes kali yah. LOL


Karena matanya pedih, Louis pun langsung mengambil ponselnya dan membeli pelindung mata. Dalam sekejap, Louis pun sudah memakai alat tersebut. Dia menggunakan pelindung mata dan kembali mengupas bawang.


Merasa lelah, Louis pun membeli alat pemijat leher. Setelah menggunakan alat itu, Louis bukannya mengupas bawang, dia malah tidur.


Bok Sil yang mendapat pemberitahuan kalau uang direkeningnya sudah ditarik lagi, langsung pulang dan marah pada Louis. Louis yang tadinya lagi asik tidur langsung terbangun karena kaget.

“Yang kau pake di kepalamu itu. Itu goggle kan?Dengar ya. 70 ribu untuk goggledan 80 ribu untuk massager.Kusuruh kau ngupas bawang,bukan beli barang!” teriak Bok Sil.


“Anu... Kurasa itu kubutuhkan untuk ngupas bawang,” jawab Louis.

“Kau cuman dapat 30 ribu dari ngupas bawang 20 kg.Kau malah habisin 150 ribumasuk akal apa?Supaya impas kau harus ngupas 100 kg,” ucap Bok Sil kesal dan kemudian dia duduk di depan Louis yang menundukkan kepalanya. Melihat itu, Bok Sil pun menurunkan nada bicaranya, “Louie-ah.Sebelum beli sesuatu,benar-benar pikirkan dulu butuh atau tidak.Entah dulu apa yang kaulakukan sebelumnyatapi coba lihat gimana hidup kita sekarang,” pinta Bok Sil dan Louis pun mengiyakan. Ketika melihat ekspresi Louis yang memelas, Bok Sil memang selalu lunak padanya. Karena walaupun marah, Bok Sil tetap memasakan makanan untuk Louis.

Dengan perasaan bersalah, Louis menghampiri Bok Sil dan berkata kalau sebenarnya dia mendapat diskon 10 dolar dari massagernya. Mendengar itu, Bok Sil pun hanya menoleh dan melihat tolehan yang tak bersahabat itu, Louis pun langsung kembali ke tempat duduknya.


Selesai makan mereka berdua kemudian duduk berdua sambil minum kopi dibawah indahnya suasana  malam di Seoul. Louis mengaku kalau sepertinya dulu dia adalah orang kaya, yang tak pernah khawatir berapapun uang yang dia belanjakan.

“Kita lihat apa kau masih bisa bilang begitu setelah mengupas 100 kg bawang,” ucap Bok Sil dan Louis pun terdiam. “Mulai sekarang, sebelum beli barang benar-benar pikir dulu,” pesan Bok Sil dan Louis mengangguk iya.

Louis kemudian bertanya apa Bok Sil senang dengan tempat kerjanya dan Bok Sil pun menjawab kalau setiap hari dia selalu kena marah, semua itu karena Bok Sil belum baik dalam bekerja, bukan karena atasannya yang galak.

“Dia mungkin tak tahubetapa kerasnya kau belajar tiap malam.Haruskah kuberi dia pelajaran?” tanya Louis dan Bok Sil merasa senang karena ada yang berpihak padanya. Louis kemudian membahas tentang produk yang bisa digunakan untuk mempromosikan Goldline dan dia mengusulkan agar Bok Sil mengajukan produk sebuah botol

Beberapa tahun lalu...Tiap musim, perusahaanmengeluarkan botol desain baru, karena jadi it-itemyang bisa dibawa kemana-mana.Tahun lalu, BPA freedinamakan My Bottle, sangat populer,” jelas Louis.


“Tak mahal, jadi konsumen ingin membeli lagikalau ada desain yang unik.Itu sebabnya kita harus membuat botoldengan desain unikuntuk mempromosikan Goldline. Kita bisa cetak logo Goldline ke botolnya dan desain tutup botolnya seperti koin emas, yang merupakan lambang kita. Buka tutup koin emasdan meminum semangat Goldline.Oh ya, setelah minum dari botol Goldlineorang bisa kayagimana kalau menyebarkan rumor seperti itu?Seperti mitos kalau kita makan mochi bisa lulus ujian,” sambung Bok Sil yang melakukan presentase di depan Ma Ri dan ketika mendengarkan presentasi Bok Sil, Ma Ri seperti memikirkan sesuatu. Namun pada Bok Sil, Ma Ri mengatakan kalau ide Bok Sil tidak buruk.

Ma Ri masih berada di meja kerjanya dan dia masih memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian dia menelpon seseorang.


Esoknya adalah waktu presentase, semua pegawai melakukan presentase. Mi Young mengusulkan sebuah kacamata hitam dari Lury. Kyung Kook mengusulan perlengkapan camping untuk pasangan. Do Jin mengusulkan makanan  diet dan Hye Joo mengusulkan pemberian diskon untuk manicure. Dan semua ide itu di tolak oleh Joong Won.



Sekarang giliran Ma Ri dan dia kemudian mengeluarkan sebuah botol dengan nama Goldline. Melihat itu, Bok Sil pun terkejut, karena Ma Ri mengambil idenya.


Di rumah, In Sung bertanya dari mana Bok Sil mendapatkan semua pakaian brended itu? dan Louis menjawab kalau Bok Sil diberi oleh rekan kerjanya. Mendengar hal itu, In Sung pun berkomentar kalau wanita yang memberi baju mahal itu pada Bok Sil pasti seorang malaikat.


Malaikat dari Hongkong? Sekarang wanita yang In Sung sebut malaikat sedang mempresentase kan ide milik Bok Sil. Dia mencuri ide milik Bok Sil. Apa yang Ma Ri katakan dalam presentasenya sangat sama dengan apa  yang Bok Sil katakan dan itu membuat Bok Sil kebingungan karena dia tak punya produk lain untuk dipresentasekan selain ide botol yang sekarang sudah diambil oleh Ma Ri. Ma Ri hanya menambahkan kalau botol itu akan dijual seharga 5 ribuuntuk penjualan online. Selain itu produk eksklusif menarik initersedia di Goldline dan akan sangat mendukung dalam program promosi social commerce.


“ Stoknya bagaimana? Aman?” tanya Joong Won dan ma Ri pun  mengiyakan. Joong Won melihat ke arah Bok Sil yang tertunduk dan kemudian berkomentar kalau ide Ma Ri bagus. Mendengar Ma Ri di puji, Mi Young langsung menginteruksi pada teman-temannya untuk memberi tepuk tangan pada Ma Ri.


Kyung Kook kemudian menyuruh Bok Sil maju karena sekarang giliran Bok Sil, tapi karena Bok Sil hanya diam saja, jadi Kyung Kook pun mengambil kertas presentase Bok Sil yang diberi judul, “Proposal Botol Goldline”.

Melihat Kyung Kook melihat proposal Bok Sil yang sama persis dengan miliknya, Ma Ri pun langsung berkata kalau Bok Sil sudah banyak membantu dirinya dalam membuat proposal. Mendengar ucapan Ma Ri, semua orang jadi mengira kalau Bok Sil lah yang sudah mencuri ide Ma Ri. Tentu saja hal itu membuat Bok Sil menahan emosinya.


Selesai bekerja, semua staf mengadakan minum bersama dan mereka terus menyanjung Ma Ri yang mendapat pujian dari Joong Won. Karena selama ini, Joong Won tak pernah memuji. Ma Ri yang sok rendah hati berkata kalau mereka tak perlu menyanjungnya, karena semua ide mereka bagus juga. Untuk semakin membuat hati mereka senang, Ma Ri pun berkata kalau malam ini, dia yang mentraktir. Melihat tingkah dan ucapan Ma Ri, Bok Sil pun semakin sadar, orang seperti apa Ma Ri sebenarnya.


Flashback!
Selesai presentasi, Bok Sil membasuh wajahnya dengan marah. Tak lama kemudian Ma Ri datang menghampirinya dengan membawa proposal milik Bok Sil yang di tinggal di ruang rapat.

“Kau pikir aku mencuri idemu?Karena itukah kau terlihat kesal? Aku berterima kasih padamu,” ucap Ma Ri dan Bok Sil menjawab kalau seharusnya Ma Ri itu meminta maaf, bukannya berterima kasih.

“Bok Sil-ssi, berhentilah berkhayal.Botol Goldline.Kalau tetap jadi idemu,menurutmu akan secepat ini dikomersilkandi situs promosi kita?Akan tetap jadi lembaran kertas di tanganmu.Aku menyelamatkannyadari onggokan sampahdan mengaktualisasi idemu jadi produk.Bukankah harusnya kauyang berterima kasih padaku, Bok Sil-ssi,” ucap Ma Ri dan Bok Sil tak bisa berkata-kata lagi. Hmmm... itu adalah ide Louis kali.
Flashback End!


Merasa tak nyaman bergabung dengan mereka, Bok Sil pun izin pulang lebih dulu dengan alasan takut ketinggalan bus. Mendengar itu, Ma Ri langsung mengeluarkan dompetnya dan hendak memberikan uang untuk ongkos taksi Bok Sil. Namun Bok Sil dengan cepat menolaknya dengan alasan kalau dia lebih suka naik bis.


Setelah Bok Sil pergi, Hyun Joo berkata kalau Bok Sil pasti akan di pecat dalam waktu satu bulan dan Mi Young menambahkan kalau selama ini dia bersikap baik karena Bok Sil orang kampung, tapi menurutnya Bok Sil bersikap sok pekerja keras. Mendengar itu, Ma Ri kembali bersikap sok baik, dia meminta kedua rekan kerjanya untuk tidak membicarakan Bok Sil seperti itu.


Tepat disaat itu, Joong Won datang dan Kyung Kook langsung mempersilahkannya duduk. Joong Won kemudian melihat sekeliling dan kemudian bertanya apa Bok Sil sudah pergi? Ya, Bok Sil sekarang sudah berada di dalam bis. Bok Sil terlihat sedih karena apa yang terjadi padanya benar-benar menyakitkan. Tepat disaat itu hujanpun turun.

Kyung Kook menuangkan minum untuk Joong Won dan dia juga berkata kalau malam ini, Ma Ri yang mentraktir mereka semua. Dengan ekspresi tak senang, Joong Won kemudian berkata kalau dialah yang akan mentraktir malam ini. Ma Ri terus melihat ke arah Joong Won, saat Joong Won sedang bicara dengan Kyung Kook. Joong Won meminta Kyung Kook untuk memperbarui situs commerce Social mereka sekitar 1 – 2 minggu lagi.


Bok Sil sampai halte dan dia tak bisa kemana-mana karena hari masih hujan. Saat Bok Sil hendak hujan-hujanan, seseorang muncul dan memayungi Bok Sil. Orang itu adalah Louis. Karena hujan, Louis sengaja menjemput Bok Sil di halte.

“Hari ini semuanya lancar?” tanya Louis dan Bok Sil malah menangis. Tentu saja itu membuat Louis bingung dan bertanya ada apa? Kenapa? Apa terjadi sesuatu? Tapi Bok Sil langsung mengubah ekspresinya dengan senyum. Dia berkata kalau dia merasa terlalu senang.

“Kau menyatakan perasaanmu nih? Kau senang melihatku? Matamu sampai berkaca-kaca begitu,” ucap Louis.


“Jangan lebay ih. Aku senang jadi tahu ada orang yang ada di pihakku,” aku Bok Sil dan Louis pun tersenyum lalu memeluk Bok Sil.


“Bok Sil. Aku juga sangat senang. Aku bersyukur kau ada di sisiku,” ungkap Louis dan mereka kemudian pulang.



Baru saja akur, Bok Sil sudah kembali marah, karena Louis tak mengangkati bajunya sehingga bajunya basah semua. Bok Sil terus memukuli Louis, sampai-sampai In Sung merasa terganggu oleh suara mereka. In Sung berteriak menyuruh mereka diam, tapi Bok Sil tak perduli, di terus memarahi Louis. Karena Louis dan Bok Sil tetap berisik, In Sung menambah volume TV-nya dan kali ini Geum Ja yang mengeluh berisik.


Mendengar teriakan Geum Ja, In Sung langsung mematikan TV dan tidur. Louis dan Bok Sil ikut terdiam karena teriakan Geum Ja. Bok Sil yang tadinya marah, jadi tertawa dan mereka jadi basah kuyub karena tak mengenakan payung lagi.


Pagi tiba dan disaat Bok Sil bangun, Louis sudah tak ada lagi di tempat tidurnya. Kemana Louis? Ternyata dia ada di toilet, dia mengeringkan sepatu Bok Sil dengan menggunakan hair dyrayer.



Bok Sil masuk kerja dan melihat sebuah kotak hadiah di mejanya. Saat Bok Sil membukanya, Mi Young dan Hye Joo ikut melihatnya, ternyata isinya adalah sepasang sepatu. Itu adalah sepatu yang Joong Won beli, namun Hyun Joo menebak kalau sepatu itu pasti dari Ma Ri. Diberitahu kalau sepatu itu dari Ma Ri, Bok Sil pun langsung membungkusnya lagi dan membawanya keluar. Melihat Bok Sil membawa sepatu pemberiiannya keluar, Joong Won langsung keluar juga..

Di luar Bok Sil hendak membuang sepatu itu, tak lama kemudian Joong Won cepat datang dan menghampirinya. Dia bertanya apa Bok Sil mau membuang sepatu itu, Bok Sil menjawab tidak, dia hanya berfikir apa tidak masalah menerima kebaikan seperti itu. Karena Bok Sil tahu nantinya dia sakit hati lagi.

Flashback!
Joong Won keluar ruangan dan melihat Bok Sil masih di meja kerjanya, dia tertidur dengan catatan yang berisi penjabaran mengenai botol Goldline.

Flashback End!



Ternyata Joong Won tahu kalau ide botol itu dari Bok Sil, namun dia tak bisa melakukan apa-apa untuk membantunya, jadi dia hanya berpesan pada Bok Sil kalau tidak semua yang baik padanya akan menikam dia dari belakang, karena ada beberapa orang baik pada Bok Sil yang memang sungguh-sungguh menghargai kerja kerasnya.

“Itu dariku, jadi pakailah sepatu itu dan bekerjalah lebih giat. Mengerti?” ucap Joong Won dan menutup tempat sampah lalu pergii. Bok Sil tersenyum senang setelah mendengar semuanya.



Dengan senyum di wajahnya Bok Sil terus berjalan menggunakan sepatu pemberian Joong Won. Di jalan, hampir semua orang memakai botol minum Goldline. Bok Sil pun ikut senang karena botol yang dia buat banyak di gunakan orang. Dengan semangat Bok Sil pun memesan semua pesanan kopi dari pegawai lainnya.



Di kantor, Bok Sil juga bekerja dengan giat, dia bisa mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan padanya dan bisa bekerja sama dengan pegawai yang lainnya. Dari ruangannya, Joong Won terus melihat apa yang Bok Sil lakukan.


Jam istirahat, Bok Sil menggunakannnya untuk berlatih cara bicara atau logat orang-orang Seoul. Joong Won pun dari jauh melihat apa yang Bok Sil lakukan. Selesai berlatih logat, Bok Sil kembali memakan rotinya.


Tuan Kim merasa bahu pegal-pegal, jadi dia mencari “massager bahu” di online shop. Dia menemukan massager dengan harga 80 dolar dan sebelum membelinya, dia membaca ulasannya terlebih dahulu. Salah satu komentar dari massager bahu itu adalah, "Jelas tidak bisa dibandingkan dengan yang kursi, tapi setidaknya pijatannya cukup berasa meskipun kecil,” dan yang menulis komentar itu adalah Raja Belanja Louis.

Melihat nama yang sama dengan majikannya dan cara tulis yang salah, Tuan Kim pun langsung bergumam, “Apa mungkin Doryeon-nim?” setelah Tuan Kim mengatakan hal tersebut, tiba-tiba terdengar suara petir.



Louis baru selesai mandi dan melihat Bok Sil yang terlihat gelisah dalam tidurnya. Louis menghampirinya dan ternyata Bok Sil demam. Louis langsung menemui In Sung dan bertanya apa yang harus dia lakukan, In Sung pun menyuruh Louis pergi ke mini market dan beli obat demam. Dalam hujan lebat, Louis berlari ke mini market untuk membeli obat.



Louis kemudian merawat Bok Sil yang sakit. Dia menunggui Bok Sil dan mengompres dahinya. Bahkan Louis sampai tidur di lantai, dia tidur disamping Bok Sil.


Keesokanharinya, Geum Ja membuatkan bubur untuk Bok Sil. Melihat itu, In Sung terlihat heran, sampai-sampai dia bergumam apa matahari terbit dari barat, karena sang ibu begitu baiknya pada orang.

“Orang merasa sedih dan kasihan kalau sedang sakit. Si Bego Louis itu tak bisa ngapa-ngapain kecuali punya tampang ganteng. Jelas dia tak bakalan masak untuknya,” ucap Geum Ja.

“Benar. Aku yakin 100% dia akan... menyuruh Bok Sil masak meski sakit. Dasar blekok,” jawab In Sung dan duduk.

“Padahal dia lebih blekok. Andai aku bisa mengirimnya ke panti asuhan,” gumam Geum Ja dengan suara pelan. LOL



In Sung pergi ke rumah Bok Sil dengan membawa bubur dan ternyata Bok Sil suda berangkat kerja. Dia meninggalkan Louis yang masih tertidur.

“Sudah pasti. Bok Sil tipe orang... yang kerja meskipun dia sakit parah,” ucap In Sung dan bertanya apa yang akan mereka lakukan dengan bubur buatan Geum Ja.


Orang suruhan Tuan Baek pergi ke seorang dokter forensik dan dokter itu mengatakan kalau DNA dari darah dan gigi pada korban tidak cocok dengan DNA Louis.


Louis sendiri sudah berada di gedung Goldline, dia membawakan bubur untuk Bok Sil. Tepat disaat itu, Tuan Baek keluar bersama beberapa rekan kerjanya dari lift dan Tuan Baek mendapat telepon dari orang suruhannya. Orang suruhannya memberitahukan informasi tentang fakta kalau orang yang mati di lokasi kecelakaan bukanlah Louis. Mendengar itu, Tuan Baek terkejut dan langsung menghentikan langkahnya.

Louis yang ternyata tepat di depannya langsung menghentikan langkah karena mendengar suara Tuan Baek. Di tengah rasa kaget karena mendapat info kalau Louis masih hidup, Tuan Baek tambah di buat kaget lagi karena melihat pria berwajah sangat mirip dengan Louis sedang berjalan ke arahnya.


Saat berhadapan dengan Tuan Baek, Louis menyapanya dengan berkata, “anyonghaseo,” sedangkan Tuan Baek tak bisa berkata-kata. Mulutnya terbuka karena kaget dan tak bisa menjawab apa-apa.

Bersambung ke sinopsis Shopping King Louis Episode 5


No comments :

Post a Comment