October 1, 2016

Shopping King Louis Episode 4 - 1


Flashback

Louis kecil tidur di tenda-tendaannya sambil mendengarkan musik dari kotak musik. Karena dia menyukai kotak musik itu, dia kemudian memberinya nama “Koboshi” di bagian bawah kotak musik. Louis lalu menyimpannya disebuah kotak yang berisi barang-barangnya bersama kedua orang tuanya. Tak hanya menyimpannya ke dalam kotak, Louis juga menyimpannya ke dalam tempat rahasia. Di lantai yang bisa dibuka.

Flashback End


Tuan Kim masuk ke kamar Louis kecil dan dia seperti sedang mencari sesuatu. 



Louis kemudian bernarasi, “Ada rahasia dalam ingatan yang hilang,” dan kemudian diperlihatkan pada Bok Sil yang menangis sambil memegang jaket Bok Nam. Tanpa Bok Nam sadari, Louis melihatnya. 

Ada kebenaran dalam ingatan yang hilang,” sambung Louis dan menutup tirainya. 


Bok Sil menemukan Louis yang terus menyebut “Kobosi”, karena mengita Louis sedang memanggilnya, diapun langsung menghampiri Louis dengan ekspresi kesal. Hmm... sebenarnya Bok Sil salah paham, Louis sebenarnya tidak memanggilnya. Dia memanggil anjing yang mirip dengan anjingnya saat dia masih kecil. 



Melihat Bok Sil dan juga anjing yang dia panggil dengan  nama Kobosi, membuat Louis berkeinginan kuat agar ingatannya cepat kembali. Pada Bok Sil Louis mengatakan kalau dia sepertinya mengenal anjing itu, namun pernyataan itu langsung terpatahkan saat si pemilik anjing itu datang dan anjing itu bukan bernama Koboksi melainkan Mong Sil. Selain itu, pemilik anjing itu juga tidak mengenal Louis. Walau Louis merasa tak asing dengan panggilan “Kesayanganku” yang diucapkan si pemilik anjing pada Mong Sil.


In Sung menceritakan tentang apa yang di lakukan Louis pada Geum Ja dan tentu saja Geum Ja semakin mengejek Louis. Secara dia memang tak menyukai Louis dari awal. In Sung kemudian meminta sang ibu untuk tidak berkata jelek tentang Louis karena sepertinya, Louis adalah anak chaebol. Mendengar itu tentu saja Geum Ja tak percaya, dia berkata kalau In Sung terlalu banyak nonton drama jadi dia bisa punya pikiran seperti itu.



Dengan marah, Bok Sil bertanya kemana Louis mentrasfer uang sebanyak itu. Louis pun mengatakan yang sebenarnya, si penelpon berkata kalau dia tahu siapa Louis sebenarnya dan ingin memberikan KTP-nya, jadi Louis pun percaya saja karena Louis ingin mengetahui siapa dia sebenarnya. Setelah melihat KTP-nya, Louis pikir ingatannya akan segera kembali dan dia bisa mengingat Bok Nam. 

“Aku minta maaf tapi saat itu aku sedang tidak sepenuhnya sadar. Banyak hal yang muncul dalam pikiranku. Rasanya aku... Rasanya aku dulu adalah orang yang akan  menghabiskan 2 ribu dolar tanpa perlu pikir panjang. Begitulah perasaanku,” ucap Louis dan Bok Sil tak bisa berkata-kata lagi, dia langsung berjalan pergi. Baru beberapa langkah, Louis kembali memanggilnya dan Bok Sil menjawabinya dengan kesal. Saat Bok Sil menoleh, perut Louis bunyi dan dia mengeluh lapar. Mendengar itu, Bok Sil menghela nafas kesal.


Mereka kemudian pulang ke rumah dan dengan kesal, Bok Sil membanting pintu. Melihat itu, Louis pun merasa kalau Bok Sil benar-benar marah. Namun Louis tetap masuk rumah karena dia merasa lapar. Baru menutup pintu, Bok Sil langsung menatapnya dengan marah, melihat itu Louis pun bertanya apa dia harus pergi lagi. Tapi Bok Sil tak sejahat itu, dia mengizinkan Louis masuk ke dalam rumah karena Louis tidak punya tempat tujuan. 


Dengan kesal, Bok Sil mengambil handuk dan masuk kamar mandi. Saat sendirian, Louis langsung mengambil nasi dan makan. Baru satu kali suap, Bok Sil keluar dari kamar mandi dan Louis pun langsung terdiam. 


Louis tambah tak bisa berkata apa-apa lagi saat Bok Sil menemukan barang-barang yang Louis beli secara online dan notabane-nya barang-barang itu tidak terlalu berguna. Barang-barang yang Louis beli diantaranya, kemeja, alat cukur, jam tangan, tali pinggang dan earphone. Takut dengan kemarahan Bok Sil, Louis langsung keluar rumah.


Louis kemudian pergi ke rumah In Sung dan yang keluar malah Geum Ja. Melihat Louis, ne ahjumma memang bawaannya marah-marah mulu ya, dia gak pernah berkata lembut atau pelan pada Louis. Namun walaupun begitu, dia memperbolehkan Louis masuk rumahnya dan makan bersama In Sung. Sedangkan Geum Ja sendiri, pergi menemui Bok Sil.



Sambil makan, In Sung mengatakan kalau dulu ibunya itu sebaik Bok Sil, tapi karena kelakuan ayah In Sung, sang ibu pun jadi berubah galak seperti itu. In Sung mengetahui cerita tersebut dari bibi-nya. In Sung menambahkan kalau kelakuan ayahnya sangat mirip dengan Louis. 


Pada Bok Sil, Geum Ja mengatakan kalau Louis pasti berbohong tentang hilang ingatan, karena yang terjadi sekarang Louis begitu memanfaatkan Bok Sil. Dia menghabiskan uang Bok Sil dan menyuruh Bok Sil ini dan itu. Geum Ja menyebut kalau Louis sedikit tidak warasa dan Bok Sil tanpa alasan malah merawatnya. Namun Bok Sil tetap percaya Louis adalah pria yang baik.


“Kau sangat merepotkan. Mungkin saja dia secara tidak sengaja... menemukan jaket adikmu di tempat sampah dan memakainya. Apa yang akan kau lakukan kalau ingatannya belum juga kembali sampai usianya 80 tahun? Apa kau akan terus... menjaga anak yang hanya tahu cara menghabiskan uang...sampai kau tua?” ucap Geum Ja dan Bok Sil membayangkan dirinya dan Louis sudah tua. Bok Sil tetap melakukan tugasnya bersih-bersih rumah dan mencari uang, sedangkan Louis hanya duduk sambil berbelanja online. Saat melihat apartemen mewah, Louis pun mengajak Bok Sil untuk membeli apartemen tersebut. 

Membayangkan hal tersebut, Bok Sil jadi takut sendiri dan dia langsung berkata kalau ingatan Louis akan segera kembali. 


Di rumahnya, In Sung menyuruh Louis bersikap baik pada Bok Sil, sebelum Bok Sil berubah pikiran dan meninggalkan Louis sendiri. Namun Louis tetap beranggapan kalau Bok Sil tidak akan pernah meninggalkannya. In Sung pun kemudian memberi Louis contoh ibunya sendiri, dimana sang ibu yang dulunya sebaik Bok Sil sekarang jadi sangat menakutkan.

Mendengar hal itu, Louis jadi membayangkan Bok Sil berubah jadi seperti Geum Ja dan kerjanya hanya memarahi Louis. Membayangkan hal itu, Louis pun berharap agar ingatannya segera kembali. Namun sebelum hal itu terjadi, In Sung menyarankan pada Louis untuk bersikap dewasa lebih dulu. 



In Sung menyalakan TV dan tepat di saat itu Tuan Baek sedang diwawancarai karena dia menjadi salah satu pengusaha yang berpengaruh di ASIA. Melihat Tuan Baek, Louis berkata kalau dia tak merasa asing melihatnya.

In Sung kemudian menjelaskan kalau Tuan Baek adalah direktur di Gold Group dan menjadi bos semua orang termasuk Bok Sil. Tuan Baek juga tak akan lama lagi akan jadi Presdirnya karena ahli waris dari Presdir Gold Group tewas dalam kecelakaan. Mendengar penjelasakan In Sung, Louis lagi-lagi memujinya karena In Sung banyak tahu tentang semua hal. Dengan bangga, In Sung berkata kalau sebagai pencari kerja, dia juga harus tahu bagaimana perkembangan ekonomi di Korea. 

Melihat Tuan Baek, Louis benar-benar merasa tak asing padanya. Penasaran dengan Gold Departement Store, Louis pun kemudian mengajak In Sung untuk pergi kesana besok. Namun In Sung menolaknya.

Bok Sil ketemuan dengan detektif Nam disebuah cafe untuk mengadukan penipuan yang terjadi pada Louis. Namun Detektif Nam berkata kalau dia akan sulit mendapatkan uangnya kembali dan Bok Sil pun mengerti. 

“Ini sangat mengkhawatirkan... karena kalian sama sekali tidak tahu realitas kehidupan ini,” ucap detektif Nam dan kemudian menawari Bok Sil es kacang merah semangkuk lagi, karena Bok Sil terlihat sangat menyukainya. Mendapat tawaran itu, Bok Sil pun bertanya apa boleh dia bawa pulang saja, karena sepertinya Louis juga menyukai es itu. 


Di rumah, Bok Sil dan Louis makan es itu bersama. Melihat Bok Sil sangat menyukainya, Louis pun kembali berjanji akan membelikan Bok Sil 100 mangkuk ketika dia banyak uang nanti. Namun Bok Sil malah berkata, “Jangan mau kena tipu lagi.” Mendengar itu, Louis langsung mundur dan menutup tirai lalu mengucapkan maaf pada Bok Sil. 

Jae Suk sudah bersiap pergi dan Ma Ri bertanya dia mau kemana pagi-pagi begini. Jae Suk pun menjawab kalau dia mau kerja. Mendengar itu, Ma Ri kembali bertanya apa Jae Suk bisa berhasil menjual 1 buku dalam sehari? Dengan percaya diri Jae Suk mengiyakan.


Ma Ri kemudian melihat beberapa baju yang dikumpulkan oleh Jae Suk dan hendak di buang. Melihat itu, Ma Ri seperti kepikiran sesuatu dan kemudian berkata kalau dia sendiri yang akan membuangnya. 


Bok Sil berdiri menatap logo Gold Group yang di pajang di depan gedung kantor. Dia bertanya-tanya apa itu koin. Tepat disaat itu Joong Won muncul dan berkata kalau itu adalah koin emas. Sambil jalan, Joong Won bertanya apa Bok Sil sudah terbiasa di tempat kerjanya dan Bok Sil mengiyakan. Dengan bangganya, Bok Sil juga berkata kalau sekarang dia sudah mahir memakai komputer dan ponsel. Mendengar itu, Joong Won langsung berkata kalau dia merekrut Bok Sil bukan untuk belajar tapi untuk bekerja. Karena tim mereka tengah menyiapkan produk andalan untuk musim gugur, jadi Bok Sil juga harus memberikan idenya. 



Saat Bok Sil tengah bekerja, tiba-tiba Ma Ri meletakkan tas yang berisi pakaiannya. Dia memberikan baju-baju itu pada Bok Sil di hadapan semuanya, sehingga pegawai lainnya langsung memuji kebaikannya.


Bok Sil kemudian mengatakan pada Ma Ri kalau Joong Won memintanya ikutan memberi ide untuk produk mereka, jadi dia meminta bantuan Ma Ri saat dia punya pertanyaan. Melihat kalau Joong Won sedang melihat ke arah mereka, Ma Ri pun mengiyakan permintaan Bok Sil. 


Selesai Bok Sil bicara dengan Ma Ri, Do Jin meminta tolong padanya untuk mengambilkan paket di lobi atas namanya. Dengan senang hati Bok Sil pun pergi mengambilnya. Saat Bok Sil pergi, Hye Joo membahas tentang akun bernama Raja Belanja Louis yang muncul di website mereka dan berkomen negatif. Namun dari koment yang dia tulis, banyak bahasa yang salah eja, jadi mereka pun menganggap kalau si pengomen adalah anak kecil yang iseng. Mendengar itu, Ma Ri terlihat sedikit cemas dan Joong Won pun langsung pergi mengeceknya sendiri.

Kyung Kook kemudian muncul dan berkata kalau akun yang digunakan sama persis dengan akun milik cucu Nyonya Choi. Dia pun bertanya-tanya apa Louis sebenarnya masih hidup? Mendengar itu Ma Ri tambah terlihat cemas.

Joong Won membaca komentar-komentar yang Louis tulis dan itu membuatnya penasaran tentang siapa Raja Belanja Louis sebenarnya.

Louis sendiri sudah berada di Gold Store bersama In Sung. Berada di mall mewah, Louis berkata kalau dia berasa tak asing dengan suasanya, sedangkan In Sung berkata kalau dia merasa tak nyaman dengan suasananya. Jadi dia mengajak Louis untuk cepat pergi, namun Louis tak mau.  Disisi lain, Jae Suk sedang melihat-lihat tas. 


In Sung kemudian meninggalkan Louis sendirian, karena dia mau pergi ke toilet. Louis kemudian masuk ke salah satu butik dan bertanya apa si penjaga tahu dengan pembuat CD berlabel ‘Louis’. Karena Louis menunjukkan CD-nya secara langsung, sambil di pakainya, jadi si penjaga toko pun langsung berteriak dan memukul Louis. Penjaga itu juga langsung menyuruh temannya untuk memanggil sekuriti dan menangkap Louis karena Louis sudah berbuat tak sopan. Louis lagi-lagi disebut pria cabul. Hadeuh... lagian aneh-aneh aja di orang, nunjukkin kok sambil di pake.



Tak mau ditangkap, Louis pun memutuskan pergi. Louis berjalan dengan langkah lesu karena tak berhasil mencari tahu siapa dirinya. Kondisi yang terjadi pada Louis sekarang sangat berbeda dengan yang dulu. Dulu, dia memakai pakaian mewah dan belanja barang-barang limited edition.



Louis berdiri di depan sebuah toko, dimana Jae Suk sedang memilih tas. Ketika Jae Suk hendak mengambil sebuah tas, dia melihat Louis dan hal itu reflek membuat Jae Suk langsung teriak ketakutan. Tepat di saat itu, In Sung datang dan langsung membawa Louis pergi, sebelum terjadi masalah yang lebih besar. Setelah Louis pergi, Jae Suk malah berdiri dan keluar toko. Dia bertanya-tanya apa yang dia lihat tadi benar-benar Louis?

Di luar mall, In Sung memarahi Louis karena membuat wanita tadi ketakutan. Saking kesalnya, In Sung meninggalkan Louis bersama brosur pencarian Bok Nam. 


Waktunya makan siang dan Bok Sil mendapatkan sms dari Louis yang memintanya keluar karena dia lapar dan sekarang dia berada di depan kantor Bok Sil. Bok Sil kemudian mengatakan pada pegawai yang lain kalau dia akan makan di luar hari ini dan setelah mengatakan itu, Bok Sil pun langsung keluar.

Melihat Bok Sil pergi makan di luar, Kyung Kook pun menebak kalau Bok Sil punya pacar, namun Do Jin membantahnya karena Bok Sil baru tinggal di Seoul selama sebulan. Selain itu, Bok Sil selalu menghabiskan waktunya untuk kerja lembur dan belajar. Tepat disaat itu, Joong Won turun dari ruangannya dan langsung pergi. Sama seperti Bok Sil, dia tak ikut makan siang bersama pegawai yang lainnya. Melihat Joong Won juga pergi, Young Kook pun langsung bertanya-tanya apa Joong Won mengejar Bok Sil?



Tebakan Young Kook benar, karena Joong Won keluar kantor dan mencari keberadaan Bok Sil. Tak menemukan Bok Sil, Joong Won malah bertemu dengan Louis. Joong Won ingat kalau Louis adalah pria yang ditemuinya di toilet dan Louis pun juga mengingat Joong Won. Lagi-lagi, Joong Won bertanya Louis bekerj di bagian apa dan Louis bingung menjawabnya.

Jae Suk menceritakan apa yang baru saja dia lihat pada suaminya. Namun Tuan Baek tak percaya, dia malah menyuruh Jae Suk untuk tidak bicara ngawur dan pulang. Tepat disaat itu, dari dalam mobil Tuan Baek melihat Joong Won sedang berbicara dengan pria yang mirip Louis. Penasaran, Tuan Baek pun langsung menyuruh supirnya untuk putar balik. Namun disaat Tuan Baek mau menghampiri mereka, Louis keburu lari, karena dia tak bisa menjawab pertanyaan Joong Won. 


Tuan Baek bertanya kemana pria yang bicara dengan Joong Won tadi dan Joong Won menjawab kalau pria itu baru saja pergi dan saat ditanya apa Joong Won kenal dengan pria itu, Joong Won menjawab tidak. Melihat Tuan Baek yang begitu penasaran pada Louis, Joong Won pun bertanya kenapa, tapi Tuan Baek menjawab tidak apa-apa, jadi Joong Won pun memutuskan pergi. Menyadari kalau Joong Won bertemu dengan Louis, Tuan Baek pun terlihat khawatir. 


Tuan Baek kemudian menemui seseorang dan orang itu mengatakan kalau Kang Ji Sung ( Louis ) sudah mati karena kecelakaan itu. Tuan Baek pun bertanya bagaimana kalau mayat yang ditemukan itu bukan Louis tapi orang lain, karena bisa saja Joong Won mengetahui sesuatu dan menukar Louis dengan orang lain. Karena disaat Tuan Baek akan menjemput Louis di bandara, dia bertemu Joong Won berdiri didepan pintu ruangannya. Saat itu Joong Won hendak mengajak Tuan Baek berangkat bareng ke pesta penyambutan untuk Louis, tapi tUan Baek menyuruh Joong Won pergi duluan karena Tuan Baek mau menjemput Louis dulu.

Mendengar itu, pria yang Tuan Baek temui berkata kenapa Tuan Baek cemas pada Joong Won, bukankah Joong Won ada di pihaknya. Tuan Baek menjawab kalau Joong Won ada di pihaknya juga di pihak Nyonya Choi. Yang membuat Tuan Baek jadi curiga adalah Joong Won jelas-jelas melihat Louis dari dekat, tapi dia mengaku tak mengenalnya. Jadi untuk jaga-jaga, Tuan Baek menyuruh pria itu untuk mengawasi Joong Won dan  mencari tahu tempat-tempat yang biasa Joong Won kunjungi. 

Dengan wajah cemberut Jae Suk pergi ke Busan karena di perintah Tuan Baek untuk mencari tahu apa yang Nyonya Choi lakukan disana. Kalau ada yang aneh sedikitpun, Jae Suk diminta langsung menghubunginya. 


Dalam perjalanan pulang, Louis melihat sebuah sofa bekas di geletakan dijalan. Karena sofa itu ada hiasan seperti tempat raja, Louis pun merasa kalau sofa itu tak asing baginya. Dengan bantuan In Sung, Louis mengangkat sofa itu ke depan rumahnya. 

Sambil duduk di atas sofa, Louis menulis dan berusaha menghubungkan  semua yang dia rasa tak asing baginya dan juga dia ingat. Mulai dari ingatan tentang anak yang ketakutan, kotak musik, kobosi (anjing ) dan hydran. Dengan ekspresi kelelahan, In Sung bertanya apa sekarang Louis sudah ingat siapa dirinya? Karena tadi Louis berkata akan mengingat semuanya jika dia duduk di kursi itu. Tapi dasar Louis yang manja, bukannya berterima kasih sudah diangkatkan kursinya, dia malah meminta In Sung untuk memayunginya. Karena semua itu agar Louis kembali mendapatkan ingatannya dan bisa membantu Bok Sik, In Sung pun mau melakukannya. 


Sambil di payuingin In Sung, Louis menikmati alunan musik dari kotak musik dan mencoba untuk mendapatkan ingatannya lagi.



Malam tiba, Bok Sil pulang kerja dan menghela nafas ketika melihat jemuran bajunya belum diangkat oleh Louis dan Louis sendiri masih tertidur di kursinya. Bok Sil masuk rumah dan melihat rumah berantakan, Bok Sil pun menebak kalau Louis tidur di luar karena di dalam rumah sudah tak ada tempat lagi. 

Louis kemudian masuk rumah karena diluar dia digigit nyamuk. Sambil mencuci piring, Bok Sil langsung mengomeli Louis, dia bertanya kenapa rumah begitu berantakan dan berapa harga kursi barunya itu. 



“Apa kau tidak tahu sulitnya mencari uang? Aku ingin istirahat di rumah, tapi aku malah lebih lelah di rumah,” ucap Bok Sil marah dan Louis pun hanya bisa meminta maaf dengan wajah memelas. Melihat wajah tampan Louis, amarah Bok Sil pun hilang. “Aku membiarkan yang satu ini karena kau tampan,” ucap Bok Sil dan Louis tersenyum mendengarnya. Tapi Bok Sil langsung menyuruhnya untuk tidak kepedean karena sudah dibilang tampan. 


Bok Sil kemudian mengajari Louis mencuci piring dan Louis kemudian berkata kalau sepertinya selama ini dia tak pernah mencuci piring, karena dia sangat kesulitan melakukannya. Mendengar itu, Bok Sil menjawab kalau Louis memang tak pernah ngapa-ngapain. 


Selesai mencuci piring, Louis langsung tiduran di lantai karena capek. Melihat itu Bok Sil tersenyum dan memberikan 50 sen karena Louis sudah mencuci piring. Mulai sekarang Bok Sil akan memberi Louis 50 sen tiap kali dia mencuci piring. 

Bok Sil lalu bertanya dimana Louis digigit nyamuk, karena mau dia olesi dengan salep. Mendengar itu, Louis langsung mengangkat bajunya dan menunjukkan pinggangnya. Tentu saja Bok Sil reflek memukul Louis karena Louis sudah sembarangan menunjukkan bagian tubuhnya seperti itu. Saking kerasnya Bok Sil memukul, Louis sampai jatuh kelantai dan mengerang kesakitan.



Jae Suk masuk ke kamar Louis dan melihat tabung kecil yang berada di rak bagian atas. Tuan Kim menyajikan minuman untuk Nyonya Choi dan karena dia tak melihat keberadaan Jae Suk, jadi diapun menanyakan keberadaannya pada nYonya Choi. Nyonya Choi pun menjawab kalau Jae Suk sedang berada di kamar Louis. Mendengar itu, Tuan Kim sedikit merasa curiga.

Kembali ke kamar Louis, dimana Jae Suk dari tabung kecil itu. Hmmm... sepertinya itu adalah gigi Louis kecil. Saat hendak meletakkan kembali tabung itu ke tempatnya, Jae Suk tak bisa karena ketinggian, alhasil tabungnya terjatuh. 


Mendengar sesuatu jatuh, Tuan Kim pun merasa curiga dan langsung mempercepat langkahnya. Dia masuk ke kamar Louis dengan alasan untuk memberitahu kalau minumannya sudah siap. Karena ada Tuan Kim, Jae Suk pun beralasan masuk ke kamar Louis untuk mengambil jam Louis, karena dia akan memperbaikinya. 

Setelah Jae Suk keluar, Tuan Kim bisa menebak kalau Jae Suk sudah mengambil sesuatu dari dalam tabung itu karena, Tuan Kim tahu betul posisi kamar tidur Louis. Dia mengetahuinya dari posisi tabung dan kursi berubah dari tempatnya semula. 

Bersambung

1 comment :