September 28, 2016

The Good Wife Episode 13 - 2


Keluar dari ruang persidangan, Hye Kyung berkata kalau semua bukti memberatkan Tuan Koo karena itu mereka sekarang harus mengubah pembelaan mereka, yaitu dengan cara Tuan Koo mengaku kalau dia sudah membunuh dengan alasan ada keadaan khusus. Diminta mengaku Tuan Koo tidak keberatan. Tak lama kemudian Do Sub muncul dan menyuruh Hye Kyung menghadap hakim, karena hakim marah besar padanya.

Apa yang membuat hakim marah? Ternyata Tuan Ko mengunggah fotonya di sosmed dan dengan kalimat, “Kali pertama ku dipengadilan.”


Hye Kyung kemudian menemui Joong Won dan mengatakan kalau Tuan Koo sepertinya tidak serius dengan sidangnya. Ingin tahu alasan Tuan Koo melakukan semua itu, Hye Kyung dan Joong Won pun pergi ke rumah Tuan Koo. 




Saat ditanya alasannya, Tuan Koo mengaku kalau dia memang sengaja ditangkap agar istrinya muncul dan menyelamatkan dirinya, karena menurut Tuan Koo, istrinya itu belum mati, dia hanya bersembunyi disuatu tempat. 



Do Sub memberikan bukti alibi yang bisa menyelamatkan Tuan Koo pada Kim Dan, dengan alasan Do Sub kesal pada Joon Ho yang ingin menguasai kasusnya sendiri. Awalnya Dan tak terlalu percaya, jadi dia menelpon Joon Ho dengan bertanya apa benar pihak jaksa menutupi alibi Tuan Koo. Saat Joon Ho menjawab, “bagaimana dia bisa tahu,” Kim Dan langsung menutup teleponnya.



Hye Kyung baru akan masuk ruangan dan tepat disaat itu Kim Dan keluar ruangannya. Kim Dan kemudian berkata kalau dia sudah meletakkan alibi Tuan Koo di meja kerja hYe Kyung. Setelah mendapatkan bukti alibi itu, Hye Kyung langsung mengkonfirmasikannya pada Tuan Koo dan Tuan Koo mengaku kalau itu adalah mobilnya, namun dia berkata kalau bukan dia yang menggunakan mobilnya saat itu, itu adalah kurir kopi. Si kuris kopi motornya rusak, jadi dia meminjamkan mobilnya. Saat ditanya apa si kurir mau bersaksi di persidangan, Tuan Koo terlihat bingung menjawabnya. 


Persidangan dimulai dan Joong Won menyimpulkan kalau Tuan Koo berada di dalam studionya sedangkan mobilnya di bawa oleh orang lain. Tuan Koo pun berkata kalau dia sangat ingin kopi dan dia meyakinkan semua orang kalau dia tidak berbuat apa-apa, dia hanya minum kopi saja. Karena pernyataan Tuan Koo bisa merugikan dirinya sendiri, jadi Joong Won menyuruhnya untuk menjawab pertanyaannya saja. Joong Won kemudian memberikan kesaksian Lee Kyung Soo dari Kafe Haengwoon pada hakim dalam bentuk pernyataan tertulis. Menerima kesaksian itu, hakim pun langsung bertanya apa pihak jaksa penuntut mau memeriksa ulang.



Hye Kyung melihat Tae Joon datang ke persidangan dan dari ekspresinya, Hye Kyung merasa ada sesuatu yang salah, jadi dia pun mengajukan pada hakim untuk diberikan waktu sepuluh menit. Hye Kyung ingin bicara lagi dengan Tuan Koo. Namun pengajuannya di tolak oleh hakim, karena Do Sub sebagai jaksa penuntut berpendapat kalau pihak pembela tidak boleh istirahat tanpa alasan, mereka bisa istirahat setelah pemeriksaan ulang. Karena permintaan Hye Kyung di tolak, jadi Hye Kyung pun menanyai Tuan Koo di ruang persidangan, di depan jaksa dan hakim langsung. 


“Kemarin, kamu meminta maaf saat aku menuduhmu berbohong, Kamu ingat?” tanya Hye Kyung dan Tuan Koo menjawab kalau dia ingat. “Aku tahu kamu tidak begitu serius dengan sidang ini, Namun kamu harus berterus terang, Apa kamu keluar?” tanya Hye Kyung dengan tegas dan akhirnya Tuan Koo mengaku kalau dia memang sempat keluar dari studio, dia pergi ke sejenak ke Seyang karena dia punya masalah perjudian. Namun dia hanya sejenak disana, karena dia teringat pada istrinya. 

Mendengar pengakuan kalau Tuan Koo pergi ke Seyang, kedua jaksa penuntut itu pun jadi kebingungan karena mereka tak punya data tentang hal tersebut. Alhasil mereka meminta waktu pada hakim untuk melakukan pemeriksaan kembali. 



Keluar ruang sidang, Hye Kyung langsung menemui Taer Joon yang memang menunggunya di luar. Dia bertanya apa Tae Joon memang sengaja memberikan surat tilang untuk menjebak mereka? Tae Joon kemudian memuji kemampuan Hye Kyung yang memang luar biasa, dia tidak bisa dijebak. 

“Aku menyadari raut muka anehmu, Kenapa kamu melakukan itu?” tanya Hye Kyung dan belum sempat Tae Joon menjawab, muncul reporter menghampiri mereka dan bertanya bagaimana rasanya saling bertentangan di persidangan. 

Tae Joon menjawab kalau dia tidak mengambil kasus itu, kasusnya hanya diberikan pada departemennya, Tae Joon sendiri hanya fokus pada penyidikan kasus Dream UCT. Reporter itu kemudian bertanya apa Hye Kyung menerima petunjuk tentang kasus dari suaminya dan Hye Kyung menjawab tidak. 


“Kalian akan melihat selama sidang. Pengacara Kim Hye Gyeong dan jaksa kami bekerja keras. Tapi jaksa akan menang pada akhirnya. Maaf, Sayang,” ucap Tae Joon dan kemudian mengajak Hye Kyung berfoto bersama di depan wartawan. Dari jauh, Joong Won melihat apa yang mereka lakukan.


Mereka berdua kemudian mencari tempat yang sepi untuk bicara. Hye Kyung bertanya apa yang sebenarnya jaksa sembunyikan dan Tae Joon men jawab kalau mereka sudah menemukan potongan tubuh Nyonya Kwon di dekat studio Tuan Koo. 

Apa yang tae Joon katakan langsung disiarkan di TV dan Myung Hee menontonnya. Para polisi mulai menelusuri tempat-tempat di sekitar studio Tuan Koo untuk mencari potongan tubuh lainnya. Tentu saja penemuan potongan tubuh itu sangat amat merugikan pihak Tuan Koo. 

“Setelah bertelepon dengan putrinya, Kwon datang ke studio suaminya. Mungkin mereka bertengkar karena masalah uang. Dia menemui suaminya dan dibunuh. Koo menyembunyikan tubuhnya di sekitar studio dan berpura-pura baru tahu bahwa istrinya menghilang. Kami salah sudah mengira pembunuhannya terjadi di dalam pondok,” jelas Tae Joon dan Hye Kyung bertanya kenapa mereka bisa mengubah lokasi penyelidikan. Tae Joon pun menjawab kalau semua itu karena Min Chae yang mengatakan kalau kotak hitam di mobil ibunya hilang. Semua itu mengindikasikan kalau ada seseorang yang berniat menutupi tujuan Nyonya Kwon pergi dan orang itu adalah Tuan Koo, karena Nyonya Kwon pergi menemuinya di studio. 

“Maka itu, kamu memberi kami surat tilangnya. Kamu ingin kami terkecoh dan membuktikan bahwa Pak Koo terus tinggal di dalam studio,” tebak Hye Kyung. 

“Tapi aku lupa tentangmu. Kamu sangat mengenalku,” jawab Tae Joon kepedean. 

“Aku tidak mengenalmu. Kalau ya, aku tidak akan hidup denganmu selama 15 tahun. Apa yang akan kamu lakukan setelah kami punya alibi Pak Koo?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon menjawab kalau Tuan Koo adalah pria mata keranjang, penjudi dan koruptor. Tae Joon kemudian bertanya apa Hye Kyung percaya?

“Bagaimana denganmu? Bagaimana dengan ucapanmu? Kamu ingin aku memercayaimu, padahal kamu tidak memercayai orang lain,” tanya Hye Kyung balik dan Tae Joon bertanya kenapa Hye Kyung membalikkan pertanyaan ke Tae Joon, padahal mereka sedang membicarakan tentang pembunuh. Namun Hye Kyung balik bertanya kenapa Tae Joon harus menyembunyikan penemuan jasad Nyonya Kwon dan menjebak Tuan Koo? Kenapa Tae Joon menyidik kasus dengan cara seperti itu? Dan apakah Tae Joon sudah menyidiki orang lain sebelum Tuan Koo? 

“Mungkin kamu hanya melihat apa yang ingin kamu lihat. Jika merasa itu benar, kamu akan memastikan itu benar. Aku ingin kamu mendengarkan orang lain. Jangan berpikir hanya kamu yang benar,” pesan Hye Kyung dan kemudian berjalan pergi.


Hye Kyung dan Joong Won sudah bersama Tuan Koo dan memintanya berkata jujur. Namun Tuan Koo tetap mengaku kalau dia tak tau Nyonya Kwon sudah meninggal, yang ada di pikiran Tuan Koo selama ini adalah Nyonya Kwon akan muncul kalo dia di tangkap polisi. Mendengar pengakuan Tuan Koo, Joong Won berkomentar kalau Tuan Koo terlihat mencintai Nyonya Kwon, tapi dia tetap berselingkuh di belakangnya. Tuan Koo pun menjawab kalau dia adalah seorang seniman jadi dia butuh inspirasi untuk mengilhami. 

Joong Won berkata kalau dia sudah menemukan penjudi yang Tuan Koo katakan, namun dia ragu penjudi itu mau bersaksi atau tidak, karena kalau dia bersaksi maka dia akan di dakwa sebagai penjudi. Hye Kyung menambahkan kalau Tuan Koo akan dalam bahaya jika tidak ada yang bersaksi, jadi sebaiknya dia mengaku sekarang.


“Aku pria kotor. Aku sudah melakukan banyak hal dan membohongi istriku, tapi aku tidak pernah menyakitinya. Percayalah kepadaku,” aku Tuan Koo dengan ekspresi tulus. 

Myung Hee kemudian memanggil Hye Kyung dan Kim Dan, lalu menanyai mereka kenapa bisa terjadi hal seperti itu di persidanga, kenapa sampai mereka mendapat bukti yang hampir membuat mereka terjebak. Dan ingin menjelaskan, namun Hye Kyung langsung memotong dengan mengatakan kalau dialah yang bersalah. 

“Tanpa memeriksa laporan pemeriksa, aku menyerahkannya sebagai bukti karena kupikir alibi Pak Koo penting,” ucap Hye Kyung. 

“Kita mengambil kasus ini karena mengira kita bisa menang. Aku tahu hubungan kalian sedang renggang. Entah apa alasannya, tapi tolong bekerjalah dengan baik. Kalian tidak boleh terus seperti ini,” ucap Myung Hee memperingatkan keduanya.



Keluar dari ruangan Myung Hee, Kim Dan mengucapkan terima kasih pada Hye Kyung karena sudah membelanya, namun Hye Kyung menjawab kalau dia tidak membela Dan, dia hanya mengatakan yang sebenarnya. 



Berita tentang bertemunya Hye Kyung dan Tae Joon karena kasus Nyonya Kwon di tayangkan di TV dan Ji Hoon menontonnya. Di depan media, Hye Kyung dan Tae Joon bersikap baik-baik saja, seperti tak ada masalah di antara mereka. Ketika Ji Hoon sedang fokus menonton berita, Seo Yeon sendiri asik ngobrol di depan komputer dengan teman barunya. Tak lama kemudian Sae Byuk masuk untuk membawakan cemilan untuk Seo Yeon dan temannya. Sae Byuk kemudian melihat apa yang sedang kedua remaja itu buka di internet. Mereka sedang membuka situs, “Kebijakan Pencegahan Kejahatan, Sekolah Informasi Komunikasi Seyang.”

Penasaran, Sae Byuk pun bertanya apa yang sebenarnya mereka sedang lihat dan teman Seo Yeon menjawab kalau itu adalah tempat kakaknya bersekolah. “Dia pernah terkena masalah dan,,, Dia akan mempelajari kosmetologi dan menata rambut kami kelak,” tambah teman Seo Yeon dan Sae Byuk kemudian bertanya apa mereka berdua berteman. Seo Yeon menjawab kalau mereka bertemu di kamp latihan bahasa Inggris.


Sae Byuk keluar dan duduk disamping Ji Hoon. Dia bertanya apa Ji Hoon kenal dengan teman baru Seo Yeon, tapi bukannya menjawab Ji Hoon malah berkata kalau ayahnya berhubungan dengan wanita lain. Mendengar itu, Sae Byuk langsung bertanya, Ji Hoon tahu dari mana dan Ji Hoon menjawab kalau ayahnya sendiri yang memberitahunya. Itulah sebabnya sekarang kedua orang tuanya berpisah, Sae Byuk yang tak tahu apa-apa tentu saja kaget mendengarnya.



Tae Joon sedang bersantai dan merelaks-kan tubuhnya dengan kursi pemijat saat Pengacara Oh datang menemuinya. Pengacara Oh memberitahu Tae Joon kalau Komisi Chilyang memutuskan untuk mendukung Tae Joon walau  parlemen daerah tidak setuju, namun dia akan tetap mengikuti tindakan dewan kota. Selain itu Partai Demokrat Korea juga akan membuat komisi untuk reformasi kepolisian.

Tae Joon kemudian memberitahu Pengacara Oh, kalau dirinya sekarang masih menjadi Jaksa dan dia tak bisa memikirkan masa depan sambil bekerja. Karena Tae Joon berkata seperti itu, maka pengacara Oh yang akan mengurusnya, namun pengacara Oh sedikit mencemaskan tentang Hye Kyung dan diapun bertanya apa Tae Joon tak akan kembali ke rumah untuk tinggal bersama Hye Kyung lagi. 

“Itu bukan urusanmu,” jawab Tae Joon tegas.

“Saat pembebasanmu dibatalkan, Pengacara Seo Joong Won meninggalkan pesan suara tentang rasa sukanya kepadanya. Untung, aku menghapusnya sebelum dia mendengarnya. Maka itu, aku setuju untuk masuk firma hukum itu. Demi keberhasilanmu, kamu membutuhkan dia. Aku pun begitu,” aku Pengacara Oh.

“Pengacara Oh. Kamu khawatir aku akan bercerai dengan Hye Gyeong? Itu tidak akan terjadi. Dia akan kembali,” jawab Tae Joon dengan yakin.

Setelah Pengacara Oh pergi, Tae Joon seperti memikirkan sesuatu dan kemudian dia menelpon Joon Ho yang saat itu masih berada di kantor. Dia bertanya apa Joon Ho sudah menyelidiki orang lain selain Tuan Koo dan Joon Ho menjawab tidak karena mereka langsung menyurigai Tuan Koo sebagai pembunuhnya. 

“Kita belum tahu pasti. Periksa buku yang istrinya baca,” perintah Tae Joon yang tak perduli kalau Joon Ho belum pulang dari kantor Kejaksaan selama 4 hari. Hmmm... Joon Hoo memang pekerja keras. Karena itu adalah perintah atasan, Joon Ho pun melakukannya.


DI rumah Hye Kyung bertanya pada adiknya tentang apa yang terjadi hari ini dan Sae Byuk mengatakan kalau banyak yang terjadi hari ini. Pertama, Sae Yeon berteman dengan anak yang kakaknya masuk tahanan khusus anak-anak dan yang kedua, Ji Hoon bilang kalau Tae Joon berhubungan dengan wanita lain dan Ji Hoon tahu semua itu dari Tae Joon. Tahu kalau Ji Hoon sudah mengetahui semuanya, langsung membuat Hye Kyung cemas dan Sae Byuk pun menyuruhnya untuk tidak cemas pada Ji HOon, karena Ji Hoon lah yang lebih mencemaskan Hye Kyung. 


Selesai melakukan perintah Tae Joon, Joon Ho pun keluar dan ternyata di luar sudah ada Kim Dan yang menunggunya. Dan menyindir Joon Ho yang sudah berhasil melakukan sandiwara untuk menipunya dan Joon Ho menjawab kalau dia hanya mengerjakan tugasnya, yaitu menangkap penjahat dan memenangkan persidangan. 

“Ya, Kerjamu bagus. Kupikir kita sudah bersepakat. Tidak apa-apa, Aku senang kamu terbiasa dengan pekerjaan barumu. Aku pergi dahulu,” ucap Dan dengan perasaan kecewa.

“Maaf, Aku juga tidak ingin membohongimu,” jawab Joon Ho yang merasa bersalah, karena rasa bersalahnya itu, Joon Ho pun memberikan buku rekening dari kantor Nyonya Kwon pada Dan. “Jaksa Lee ingin aku memeriksanya, pasti ada sesuatu di dalam,” ucap Joon Ho dan Kim Dan pun berjalan pergi setelah menerima buku rekening tersebut. Karena rekeningnya sudah diberikan pada Kim Dan, Joon Ho pun membuat salinannya lagi. Ya, dia tersenyum sendiri karena menyadari dirinya harus lembur malam ini.

Setelah mendapatkan buku rekening itu, Kim Dan pun langsung segera memeriksanya. Di kantornya, Joon Ho pun membaca rekening itu lagi sembari membuat salinannya dan dia sepertinya menemukan sesuatu yang mencurigakan. 


Kim Dan memberitahu Joong Won tentang hal aneh yang dia temukan ketika memeriksa rekening Nyonya Kwon. Di kantor kejaksaan, Joon Ho juga memberitahu Tae Joon tentang angka-angka yang tidak sesuai di buku rekening, ternyata perusahaan benama Net Mark sudah mencuri dananya sebesar 5 juta dolar. 

Net Mark adalah perusahaan yang didirikan oleh Jeong Min  Chae, dia berbisnis selai stroberi organik. Itu perusahaan cangkang yang tidak benar-benar ada. Mereka mengekspor ke luar negeri, tapi tidak ada hasil penjualan. Mereka hanya memiliki kebun stroberi kecil.

Di Firma MJ, Joong Won bersama Hye Kyung dan juga Kim Dan sedang membahas hal yang sama dan Hye Kyung menyimpulakan kalau ternyata Nyonya Kwon bukannya marah pada Tuan Koo, melainkan marah pada Jeong Min Chae. Joong Won pun membenarkan kesimpulan Hye Kyung dan dia kemudian memberi kode pada Dan untuk menyelidiki hal tersebut lebih lanjut. 


Persidangan di mulai dan Hye Kyung bertanya tentang Net Mark pada Min Chae dan Min Chae menjelaskan kalau itu adalah perusahaan yang dia dirikan beberapa tahun lalu untuk menjual selai stroberi organik. Hye Kyung kemudian menunjukkan buku rekening Nyonya Kwon yang menunjukkan kalau Min Chae sudah menarik dana sebesar 5 juta dolar dari perusahaan Nyonya Kwon dan tentu saja Min Chae menjawab kalau ibunya tidak masalah dengan hal tersebut. 

“Namun kamu terus menarik dana setelah dia menghilang. Net Mart juga hanya memiliki kotak pos, bukan alamat. Selain buku rekening, bisnismu tidak memiliki aset,” ucap Hye Kyung dan Min Chae mulai terlihat cemas. 

“Bukan begitu. Aku baru memulainya, jadi,,, Itu,,,” jawab Min Chae bingung dan Hye Kyung kemudian bertanya apa Nyonya Kwon tahu? Dan Min Chae keceplosan menjawab “tidak”, tapi dia kemudian langsung meralatnya dengan berkata kalau awalnya sang ibu tidak tau, tapi...

“Dia menghubungimu setelah melihat buku rekeningnya, bukan? Hari itu, dia menghubungimu bukan karena Byung Ho, tapi karena kamu,” ucap Hye Kyung dan Min Chae hanya terdiam.



Kim Dan sudah berada di ruang otopsi dan si dokter forensik mengatakan kalau kondisi jasad korban masih terlihat bagus padahal dia sudah meninggal selama enam bulan. Saat diperiksa ternyata ada kandungan insektisida di dalam jasad korban. Tepat disaat itu, Joon Ho masuk dan kaget melihat Kim Dan sudah berada disana terlebih dahulu. Walaupun apa yang Kim Dan lakukan terbilang ilegal, tentu saja Joon Ho tak akan melaporkannya. 

“Kesimpulanku adalah jasadnya tidak rusak karena insektisida. Namun tanah di sekitar studio Koo Byung Ho tidak mengandung insektisida,” jelas si dokter pada keduanya dan Joon Ho kemudian bertanya insektisida jenis apa itu? Dan si dokter menjawab kalau itu adalah insektisida yang banyak dipakai diperkebunan. Mendengar itu, Joon Ho dan Kim Dan langsung pergi menuju perkebunan milik Min Chae. 



Penangkapan Min Chae langsung diberitakan di TV dan kedua anak Hye Kyung melihatnya. Seo Yeon kemudian memanggil Hye Kyung yang sedang mencuci piring dan bertanya, “Ibu.... Bukankah itu kasus Ibu?” mendengar itu, Hye Kyung pun langsung datang dan melihat Min Chae di tangkap di perkebunannya sendiri. 



Hye Kyung pergi ke gedung pengadilan dan disana dia bertemu dengan Joon Ho. Dia kemudian mengulurkan tangannya untuk memberi selamat pada Joon Ho, karena berhasil menangkap tersangka lain di tengah persidangan. Namun Joon Ho masih tak mau berjabat tangan dengan Hye Kyung, dia langsung pergi begitu saja setelah mengucapkan, “Sampai jumpa.”



Hye Kyung sudah berada di firma dan Tuan Koo berterima kasih pada hYe Kyung karena sudah membuktikan kalau dirinya tak bersalah. Hye Kyung menjawab kalau semua itu bukan karena dirinya, semua itu karena jaksa mencabut tuduhannya. Sebagai ucapan terima kasih, Tuan Koo kemudian memberikan hasil lukisannya pada Hye Kyung, Tuan Koo melukis wajah Hye Kyung. Tentu saja Hye Kyung merasa terkejut di beri hadiah seperti itu. 

“Boleh kutanya satu hal lagi?” tanya Hye Kyung dan Tuan Koo mempersilahkannya. “Kamu membunuh istrimu?” tanya Hye Kyung tiba-tiba. 

“Kukira ini sudah usai,” jawab Tuan Koo.

“Ya, Tapi aku penasaran apa semua ini direncanakan olehmu. Aku ingin tahu. Apa kamu membunuh istrimu?”

“Bukankah kamu sudah salah dimengerti sepanjang hidupmu? Kenapa kamu salah memahami hidup orang lain sekarang?” ucap Tuan Koo dan pergi.


Joong Won masuk ke ruang rapat dan ketika melihat lukisan besar yang Hye Kyung terima, Joong Won pun mengucapkan selamat, karena itu adalah hadiah mahal. 

“Ini mahal?” tanya Hye Kyung. 

“Harga lukisannya menanjak tajam sekarang. Jika kamu menunggu, harganya akan naik,” jawab Joong Won. 

“Aku ingin membuangnya, tapi sepertinya tidak perlu,” jawab Hye Kyung dan Joong Won pun bertanya apa Hye Kyung masih mencurigai Tuan Koo? Dan Hye Kyung menjawab kalau dia pikir dia akan tahu kebenarannya jika berusaha, tapi ternyata dia salah. “Aku merasa seperti Alice di "Alice di Negeri Ajaib", Yang kuyakini benar mungkin salah dan tidak ada yang pasti lagi.”

“Jangan merumitkan, Kamu hanya melakukan tugasmu,” ucap Joong Won agar Hye Kyung tidak berpikir macam-macam.



Malamnya, Hye Kyung masuk ke kamar Ji Hoon dan merapikan selimut Ji Hoon lalu menatapnya. Hal itu membuat Ji Hoon terbangun. Hye Kyung pun meminta maaf karena sudah membangunkan Ji Hoon, karena sebenarnya dia tadi hanya ingin melihat Ji Hoon tidur. 

“Bagaimana pekerjaan Ibu?” tanya Ji Hoon. 

“Baik. Sebenarnya, Ibu dilema,” aku Hye Kyung dan Ji Hoon berkata kalau ayahnya juga berkata demikian saat ditanya. JI Hoon kemudian bertanya pada Hye Kyung, apa dia mirip Tae Joon? Dan Hye Kyung langsung menjawab kalau JI Hoon tak sama dengan Tae Joon. Saat ditanya kenapa Ji Hoon bertanya seperti itu, Ji Hoon menjawab kalau dia hanya penasaran. Hye Kyung berkata kalau Ji Hoon adalah orang yang tak terduga. Hye Kyung kemudian memeluk Ji Hoon  dan mengucapkan selamat malam lalu pergi keluar. 


Hye Kyung kemudian menemui Sae Byuk dan Sae Byuk kemudian memberitahu Hye Kyung kalau Jung Min menghubunginya dan mengatakan kalau dia merindukan Sae Byuk. Mendengar itu, Sae Byuk langsung ingin menemuinya.

“Sejak kapan kita jadi seperti ini? Kamu berhubungan dengan pria lain,” ucap Sae Byuk dan dipotong Hye Kyung, tapi Sae Byuk terus melanjutkan kata-katanya. “Saat kekasihku bilang akan memaafkanku, aku langsung ingin kembali.”

“Tampaknya Jung Min orang baik,Sulit menemukan orang sepertinya,” ucap Hye Kyung dan Sae Byuk bertanya apa Hye Kyung bahagia. 

“Itu,,, Saat aku bersamanya, aku tidak merasa seperti istri orang lain atau seorang ibu. Aku merasa seperti diri sendiri tanpa memikirkan perkataan orang lain. Aku lupa kapan kali terakhir aku melakukan keinginanku. Aku tidak tahu bahwa memikirkan diri sendiri dan mengabaikan hal lain untuk sementara sungguh asyik dan menyenangkan,” aku Hye Kyung.

“Nunna...”

“Ya, Ini menyenangkan, Aku bahagia. Rasanya aku berada di langit ketujuh. Saat memutuskan, kupikir keadaan akan menjadi jelas, tapi itu tidak benar. Pekerjaan, kehidupan, dan hubungan semakin rumit. Entah apa yang kulakukan baik. Apa aku terlalu egois?” tanya Hye Kyung dan Sae Byuk berkata kalau semua itu karena Hye Kyung selalu menahan diri sejak kecil. 



Sae Byuk kemudian berkata kalau kedua anak Hye Kyung memang penting, tapi yang lebih Sae Byuk inginkan adalah Hye Kyung hidup bahagia. “Kuharap kamu akan memulai sekarang. Itu harapanku,” ucap Sae Byuk tulus dan Hye Kyung pun langsung memeluknya. 

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 14

1 comment :