September 21, 2016

The Good Wife Episode 13 - 1



Hye Kyung menyiapkan barang-barang Seo Yeon yang akan melakukan perjalanan dengan teman-temannya dan setelah melakukan perjalanan itu, kedua anaknya juga akan menginap di tempat ayah mereka. Dalam perjalanan ke kantor, Hye Kyung menelpon Tae Joon untuk memberitahu kalau kedua anak mereka akan menginap di tempatnya. Setelah memberitahu semua itu, Hye Kyung langsung mematikan teleponnya, dia tak mau bicara lama-lama dengan Tae Joon. Tentu saja Tae Joon merasa kecewa, namun dia tak bisa berbuat apa-apa lagi.




Do Sub datang dan memberitahu Tae Joon kalau dia ditugaskan untuk mengurus kasus pembunuhan, namun Do Sub ragu mereka akan menang, sebab dalam kasus ini, jasad si korban tidak ditemukan. Tae Joon melihat berkasnya dan di atas berkas tertulis, “Kasus Pembunuhan Kwon Yeo Seon.”

Seorang pembawa berita mengatakan kalau seniman bernama Koo Byung Ho, setelah menuai banyak perhatian karena seni popnya, tiba-tiba dia mengumumkan pernikahan keduanya dan pensiun dua tahun lalu, Kini Koo muncul kembali ke hadapan publik karena istrinya menghilang, Penyelidikan telah berlangsung selama enam bulan, Tidak ada saksi, bukti, atau jasad, Sulit untuk menyimpulkan bahwa ini kasus pembunuhan, Penyidikan dalam situasi kacau dan Min Chae frustrasi. 

Di depan media, Min Chae anak Kwon Yeo Seon berpendapat kalau Tuan Koo yang sudah membunuh Nyonya Kwon.



Joong Won dan Myung Hee menonton berita itu dan Joong Won menyarankan agar mereka mengambil kasus tersebut. Dia berpendapat untuk tetap mengambil kasus itu, walau kemungkinan besar Tuan Koo adalah pembunuhnya. Tepat disaat itu, Hye Kyung masuk dan memberikan kontrak kesepakatan untuk kasus pelanggaran hak cipta pada Myung Hee. Dia meminta Myung Hee untuk meninjaunya. 

Sambil menunggu Myung Hee meninjau, Hye Kyung melihat ke arah layar TV yang sudah dimatikan. Joong Won kemudian berkata kalau dia dan Myung Hee sedang berdiskusi, jadi dia mempersilahkan Hye Kyung keluar.

Setelah hye Kyung keluar, Myung Hee langsung menyuruh Joong Won untuk bersikap dewasa pada Hye Kyung. Dia tak seharusnya memperlakukan Hye Kyung dengan kasar seperti itu. Joong Won harus memperlakukan Hye Kyung seperti pegawai lainnya. Joong Won pun mengiyakan.


Keluar dari ruang rapat, Myung Hee mengajak Joong Won untuk makan malam bersama ayah mereka malam ini. Namun Joong Won menolak dengan berkata besok saja, karena malam ini ada yang harus dia siapkan. Tepat disaat itu Pengacara Oh muncul dan berkata kalau dia ingin menangani kasus Tuan Koo, karena menurutnya walau sepertinya Tuan Koo adalah pembunuhnya, dia yakin akan bisa memenangkan persidangan. Joong Won setuju dan dia memberikan kasus itu pada Pengacara Oh.


Joong Won menemui Hye Kyung di pinggir sungai Han dan memberinya sebuket bunga. Hmm... ternyata Joong Won sengaja bersikap dingin pada Hye Kyung di depan Myung Hee, agar Myung Hee tidak tahu kalau mereka berdua sudah berkencan.


Sambil jalan, mereka berdua membahas tentang kasus Tuan Koo dan menurut Hye Kyung ada kemungkinan kalau bukan Tuan Koo pembunuhnya. Bisa saja media salah paham dan terus menyudutkannya, karena Hye Kyung juga pernah merasa di sudutkan oleh media dan membuat semua orang salah paham. Hye Kyung berpikir kalau memang semua itu benar-benar kesalah pahaman, maka Tuan Koo pasti sekarang merasa menderita. Mendengar itu, Joong Won pun bertanya apa sekarang Hye Kyung merasa menderita dan Hye Kyung menjawab “tidak” sambil menggandeng tangan Joong Won.



Joong Won masuk ruangan Hye Kyung karena dia melihat ada seorang pria yang sedang duduk di kursi Hye Kyung. Pria itu pun kemudian memperkenalkan diri kalau dia adalah adik Hye Kyung, Kim Sae Byuk dan dia baru pulang ke Korea. Tepat disaat itu Hye Kyung muncul dan Sae Byuk langsung memeluknya. Dia mengadu kalau dia berpisah dengan Jung Min, jadi dia memutuskan untuk berlibur ke Korea agar Hye Kyung bisa menghiburnya. 

Tak mau mengganggu perbincangan antara adik dan kakak itu, Joong Won pun pamit pergi, tapi setelah Hye Kyung selesai ngobrol, dia ingin Hye Kyung datang ke ruangannya. 

Karena Hye Kyung harus melanjutkan pekerjaannya, jadi dia memberikan alamat dan pasword rumahnya, agar Sae Byuk bisa beristirahat disana.


Hye Kyung menemui Joong Won dan Joong Won mengatakan kalau Pengacara Oh tidak bisa mengambil kasus Tuan Koo karena alasan pribadi, jadi diapun mengajak Hye Kyung kerja sama untuk menangani kasus tersebut, karena menurut Myung Hee, mereka berdua sangat bagus ketika bekerja sama.

Tepat disaat itu Tuan Koo muncul dan ketika Joong Won hendak menyalaminya, dia malah tak menghiraukannya, dia langsung fokus pada Hye Kyung. Dia mengaku kalau dia senang menonton kasus Tae Joon dan ingin melukis Hye Kyung dan Tae Joon telanjang. Namun Hye Kyung tak menghiraukan ucapan Tuan Koo, dia langsung menunjukkan ruang rapatnya. 

Melihat sikap Tuan Koo yang tak sopan, Joong Won pun langsung berkata kalau dia sendiri yang akan menangani kasusnya, namun Hye Kyung menolak. Dia ingin tetap bekerja sama dengan Joong Won.


Pada Joong Won, Hye Kyung dan Kim Dan, Tuan Koo mengaku kalau dia berada di studionya selama liburan karena dia harus melukis potret sebab istrinya sebentar lagi berulang tahun. Studio yang Tuan Koo gunakan dulunya adalah sebuah pabrik yang terbengkalai di gunung jadi tak ada televisi ataupun signal ponsel. Oleh sebab itu, dia tak tahu kalau istrinya hilang. 

Hye Kyung lalu bertanya apa Tuan Koo tidak bertemu siapa pun saat melukis? dan Tuan Koo menjawab “tidak” karena dia tinggal di studio sepanjang waktu. Dengan santai Tuan Koo berkata kalau dia juga tidak tahu kemana istrinya pergi. 

Kim Dan kemudian memberikan gambar tali pada Tuan Koo dan berkata kalau tali itu ditemukan di rumahnya. Pada tali itu terdapat darah dan sel kulit yang sesuai dengan milik istrinya, Kwon Yeo Seon. Dia pun meminta Tuan Koo untuk menjelaskan. Setelah melihat gambar tali itu secara jelas, Tuan Koo kemudian berkata kalau ada perapian di rumahnya, saat dia membuat kayu bakar, istrinya mengikat dan menaruhnya di gudang, masi dengan santai Tuan Koo menebak kalau kemungkinan Nyonya Kwon terluka saat mengikat kayunya. 

Karena putri Nyonya Kwon ikut menuduh Tuan Koo, Hye Kyung pun bertanya apa diantara Tuan Koo dan Min Chae punya masalah. Tuan Koo mengaku kalau Min Chae memang tak pernah menyukai dirinya sejak awal, karena Min Chae pikir Tuan Koo menikahi Nyonya Kwon karena hartanya dan sekarang diapun berpikir kalau Tuan Koo sudah membunuh ibunya. Tuan Koo berusaha menenangkan dirinya sejenak kemudian berkata kalau dia benar-benar tidak membunuh siapapun. 

“Bagaimana menurutmu, Pengacara Kim? Kamu pikir aku membunuh istriku?” tanya Tuan Koo. 

“Sebagai pengacaramu, kurasa kamu tidak salah hingga dinyatakan salah,” jawab Hye Kyung.

“Berarti kamu bisa membelaku meskipun kamu curiga? Ini seperti tinggal dengan suamimu meskipun tahu dia berselingkuh,” komen Tuan Koo dan Hye Kyung langsung menunduk sambil berkata kalau dia akan membela Tuan Koo kalau Tuan Koo sendiri yang mau. Tanpa pikir panjang lagi, Tuan Koo langsung berkata kalau dia mau. Dia ingin Hye Kyung yang membelanya dan Hye Kyung menyanggupinya.


Ji Hoon dan Seo Yeon sudah berada di rumah Tae Joon. Ji Hoon membantu ayahnya mencuci piring, sedangkan Seo Yeon asik di depan komputer. Ji Hoon berkata kalau Seo Yeon mendapat teman baru di kamp latihan. 

Ji Hoon kemudian bertanya kenapa dengan Hye Kyung? Kenapa dia membuat Tae Joon tinggal terpisah dari mereka. Ji Hoon merasa tak mengerti karena dia pikir semuanya berakhir baik-baik saja. Mendengar Ji Hoon bertanya seperti itu, Tae Joon pun bertanya apa Hye Kyung mengatakan sesuatu dan Ji Hoon menjawab kalau ibunya hanya mengatakan kalau dia ingin menyelesaikan semuanya dengan baik tapi ternyata tidak bisa dan Ji Hoon mengaku tak mengerti dengan ucapan ibunya itu. 

“Itu karena Ayah tidak bersikap baik kepada ibumu,” jawab Tae Joon.

“Bukankah itu sudah berlalu? Dia memaafkan Ayah, Lalu kenapa dia melakukan ini?” tanya Ji Hoon masih tak mengerti. Tae Joon pun mengaku kalau dia sudah menyakiti Hye Kyung karena masalah lain dan Ji Hoon menebak apa itu karena ayahnya punya wanita lain.

“Ji Hoon, Saat kamu sedikit lebih dewasa, bisa Ayah membicarakannya denganmu saat itu? Bisakah kamu menunggu?” tanya Tae Joon dan Ji Hoon hanya diam. Tepat disaat itu Seo Yeon memanggil ayahnya karena komputernya tidak bisa untuk mengirim foto. Sebelum menghampiri Seo Yeon, Tae Joon memeluk Ji Hoon sejenak dan meminta maaf.



Tae Joon membantu Seo Yeon mengirim foto dan saat dia berbalik ke belakang, dia melihat Ji Hoon masih berdiri ditempatnya. Walaupun merasa bersalah, Tae Joon tetap belum bisa menceritakan semuanya pada Ji Hoon.


Di rumah Hye Kyung, Sae Byuk mencuci piring karena dia sudah terbiasa melakukannya di Amerika, sedangkan pasangannya, Jung Min adalah koki yang handal. Hye Kyung kemudian bertanya kenapa mereka berdua putus jika mereka sangat akur seperti itu. 

“Kukira kami saling mengerti tanpa perlu mengatakannya. Tapi ternyata dia hanya menahan diri,” jawab Sae Byuk dan Hye Kyung pun kemudian menyuruh Sae Byuk istirahat selagi dia berada di rumahnya. 

Sae Byuk kemudian meminta maaf pada Hye Kyung karena tak langsung datang ketika Hye Kyung menghadapi masalah. Dia hanya mengiriminya SMS sekali saat itu. Hye Kyung tak mempermasalahkannya, dia merasa Sae Byuk ada di sampingnya, saat dia membaca sms-nya. Namun Sae Byuk berpendapat kalau hal itu tentu saja berbeda, dia pun langsung merentangkan tangannya dan menyuruh Hye Kyung datang kepelukannya, tapi Hye Kyung tak mau. Hye Kyung lebih memilih mengangkat telepon dari Joong Won. Pada Joong Won, Hye Kyung berkata kalau dia akan langsung pergi ke kejaksaan.

“Apa sebaiknya mengaku tidak bersalah daripada memakai hak untuk mungkir?” tanya Joong Won.

“Ya, Sebaiknya kita mulai dengan teguh,” jawab Hye Kyung dan kemudian menutup telepon.


Mendengar Hye Kyung mendapat telepon dari Joong Won, Sae Byuk langsung menghampiri sang kakak dan bertanya apa Hye Kyung berhubungan dengan Joong Won, karena menurut Sae Byuk, Joong Won adalah pria yang seksi dan juga merupakan pria idamannya. 

“Kakak ingat saat aku menentang Kakak menikahi Tae Joon?” tanya Sae Byuk, namun Hye Kyung tak mau membahasnya. Dia menyuruh Sae Byuk menjemur baju lalu di lipat setelah kering. Sebelum pergi, Hye kYung memberitahu Sae Byuk kalau Tae Joon akan datang untuk mengantar anak-anak, jadi diapun berpesan pada adiknya untuk tidak bertengkar dengan Tae Joon ataupun dengan anak-anaknya. 



Hye Kyung sudah berada di depan gedung kejaksaan dan Joon Ho menyapanya. Ternyata Joon Ho sekarang sudah menjadi seorang jaksa, berkat Hye Kyung. Karena yang merekrut Joon Ho menjadi jaksa adalah Tae Joon. Tentu saja Hye Kyung sedikit terkejut mendengarnya, ditambah lagi Joon Ho lah jaksa yang akan Hye Kyung lawan di persidangan. 

“Aku tahu sehebat apa kamu, Jadi, aku gugup, Sampai jumpa di ruang interogasi,” ucap Joon Ho dan pergi. Tepat setelah Joon Ho pergi, Joong Won muncul dan bertanya, “Bukankah itu Joon Ho?” dan Hye Kyung membenarkan.


“Kamu ingin masuk ke ruang interogasi? Kurasa aku harus berbicara dengan Tae Joon,” ucap Hye Kyung dan Joong Won mengiyakan. 


Di ruang interogasi, Tuan Koo mengaku kalau dia pergi ke gubuk bersama istrinya untuk berlibur. Joon Ho berkata kalau Tuan Koo dan Nyonya Kwon bertengkar hebat di gubuk, jadi Tuan Koo memutuskan pergi ke studionya di hutan untuk bekerja. Tuan Koo menjawab kalau mereka tidak bertengkar, gaya bicara mereka memang seperti itu, seperti orang bertengkar. Dia juga mengaku kalau dia tidak pernah menyentuh istrinya. 

“Kamu mengaku tinggal di studiomu selama tiga hari, tapi kami tahu setidaknya ada dua orang yang datang, Seorang staf kantor wilayah dan orang dari balai lelang seni, Keduanya bersaksi bahwa kamu tidak ada di studio,” ucap Do Sub. 

“Aku tidak menemui siapa pun saat bekerja, Pintuku terkunci dan aku mengabaikan mereka, Itu saja,” jawab Tuan Koo dan Joon Ho lalu bertanya kapan orang-orang itu datang. Melihat Tuan Koo bingung, Joong Won langsung membela kliennya dengan berkata kalau si klien sedang fokus dengan pekerjaannya, jadi dia bingung kapan orang-orang itu datang, atau bahkan tak datang sama sekali. Joong Won menambahkan kalau pihaknya akan menjawab semua pertanyaannya secara tertulis. 

“Polisi menyidik sekitar pondok selagi kita berbicara, Tidak lama lagi mereka akan menemukan jasadnya, Dengan itu, aku yakin kita akan tahu  bahwa Pak Koo bersalah, Berterus teranglah dan serahkan dirimu,” ucap Do Sub dan Joong Won langsung berkata kalau kliennya bukan pembunuh, jadi jaksa jangan asal tuduh. 

“Kita lihat saja,” ucap Joon Ho dengan tersenyum mengejek. Wkkwkw... Joong Won dan Joon Ho dari dulu memang gak terlalu akur.

Kita beralih pada Hye Kyung dan Tae Joon yang bicara berdua. Tae Joon menyuruh Hye Kyung untuk menyerahkan kasusnya pada Joong Won saja, karena tidak akan bagus kalau Hye KYUng menangani kasus yang Tae Joon juga tangani. Selain itu, Hye Kyung juga tak bagus kalau harus membela pembunuh.  Hye Kyung kemudian menjawab kalau tidak ada bukti yang mengatakan kalau Tuan Koo adalah pembunuh, namun Tae Joon tetap mem

“Aku mengatakan ini demi kamu, Akan kuperlihatkan bahwa membuktikan seseorang bersalah tanpa ada jasad itu memungkinkan,” ucap Tae Joon. 

“Kamu berlagak memedulikanku, tapi kamu hanya ingin aku enyah, Apa Pengacara Oh tidak jadi mengurus kasus ini karena kamu?” tanya Hye Kyung 

“Kamu sungguh berpikir Koo tidak bersalah? Kupikir kamu memikirkan ketidakterlibatan klien, Apa itu sudah tidak berlaku?” tanya Tae Joon dan Hye Kyung menjawab kalau dia sudah berubah jika dia harus berurusan dengan orang seperti Tae Joon. 

“Kamu tidak akan bisa mengalahkanku,” ucap Tae Joon. 

“Bukankah kamu yang bilang? Katamu aku lebih hebat darimu dan menurutmu itu sayang, Apa itu bohong? Kamu berlagak baik saat hidup denganku, Kamu selalu memujiku dan bilang aku lebih pintar darimu, Sepertinya kamu tidak terlalu senang kita bertemu seperti ini, Kamu takut orang tidak berarti sepertiku merusak kariermu?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon hanya tersenyum mendengarnya.


“Kamu sudah menganggur selama 15 tahun. Maka itu, aku mengatakan ini. Jika itu membuatmu marah, uruslah kasus ini dengan baik. Kamu akan kalah jika gegabah karena tidak ada bukti,” pesan Tae Joon dan Hye Kyung berkata kalau dia akan berusaha melakukan yang terbaik. Hye Kyung kemudian bertanya tentang Joon Ho, apa Tae Joon sendiri yang merekrutnya dan Tae Joon menjawab kalau dia sudah tertarik sejak dia bekerja di MJ firma, jadi setelah Joon Ho di pecat, Tae Joon pun menyarankan pada Joon Ho untuk melamar di kejakasaan. 

Tepat disaat itu Joong Won muncul dan Hye Kyung hendak menghampirinya, namun Tae Joon mengajaknya bicara lagi. Di depan Joong Won, Tae Joon sengaja membahas tentang anak mereka. Sambil memegang pundak Hye Kyung, Tae Joon berkata kalau dia akan mengantar anak-anak pulang dan dia juga sekalian akan ke sana untuk mengambil beberapa barangnya. 

“Baiklah, Sae Byuk ada di rumah,” jawab Hye Kyung. 

“Adikmu?” 

“Ya. Jangan bertengkar,” pesan Hye Kyung pada Tae Joon dan kemudian pergi menghampiri Joong Won. 


Sambil jalan, Joong Won bertanya apa Hye Kyung baik-baik saja karena Tae Joon terlibat dalam kasus yang mereka tangani. Dengan yakin Hye kYUng menjawab tidak apa-apa. Dia akan tetap membela Tuan Koo yang sepertinya benar-benar membunuh dan juga akan melawan Tae Joon, bahkan Hye Kyung meminta pada Joong Won untuk memberikan kesempatan padanya memimpin sidang. 

Kim Dan menemui Joong Won di ruangannya dan bertanya apa interogasinya tidak berjalan lancar, karena raut wajah Joong Won menunjukkan rasa tidak senang. 

“Aku bertemu Lee Joon Ho di kantor kejaksaan. Dia dipekerjakan sebagai jaksa. Aku tidak begitu senang melihatnya sampai sekarang. Ternyata Jaksa Lee Tae Joon mempekerjakannya,” jawab Joong Won dan Kim Dan memperingatkan Joong Won untuk hati-hati karena Tae Joon sekarang sedang menyelidiki Joong Won. Joong Won pun menjawab kalau dia sudah tahu. 

“Jika jaksa kepala mencoba menangkapku, aku akan melawan. Aku tidak punya pilihan. Aku tidak akan mundur kali ini,” ucap Joong Won.


Kim Dan melihat Hye Kyung dari luar dan Hye Kyung juga melihat ke arahnya. Namun mereka hanya saling lihat sejenak dan kemudian memalingkan wajah mereka. Dan menelpon Joon Ho dan memberikan ucapan selamat atas diterimanya Joon Ho sebagai jaksa.


Tae Joon mengantarkan anak-anaknya, kedua anaknya senang bertemu dengan Sae Byuk, sedangkan Tae Joon hanya memberikan senyuman tipis padanya, lalu pergi ke kamar tempatnya dulu tidur. Tae Joon mengambil barang-barangnya yang masih tertinggal. Sae Byuk muncul dan mengajak Tae Joon bicara. Dia bertanya apa kesalahan Tae Joon sampai Hye Kyung ingin pisah. Namun Tae Joon tak mau menjawab, lagi pula Sae Byuk tak menyukai dirinya. Mendengar pernyataan itu, Sae Byuk langsung meralat dengan berkata kalau Tae Joon lah yang tak suka padanya. 

“Kamu terus mengaku menghormati orientasiku. Katamu, kamu berpikiran terbuka. Namun kamu tidak suka berbicara denganku atau menatapku seperti ini,” ucap Sae Byuk dan berdiri di depan Tae Joon lalu menatapnya. Dan ternyata yang membuat Tae Joon tak suka pada Sae Byuk karena Sae Byuk adalah pria penyukai pria.

“Kamu tahu, aku tidak pernah melanggar hukum atau menyelingkuhi orang yang kucinta. Jadi, jangan memandangku seperti itu,” ucap Sae Byuk dan menyentuh jas Tae Joon, tentu saja Tae Joon merasa tak nyaman dibuatnya. 

“Aku tidak bermaksud apa pun, Itu sekadar pertanyaan,” ucap Tae Joon sambil menepuk pundak Sae Byuk dan pergi. Namun Sae Byuk mengejarnya untuk memperingatkan Tae Joon agar tidak menyakiti Hye Kyung lagi, kalau sampai dia menyakiri Hye Kyung lagi maka SaeByuk akan membunuhnya. Tak mau di adili oleh Sae Byuk, Tae Joon pun berkata kalau Sae Byuk sendiri tak pernah peduli pada Hye Kyung selama ini, dia baru datang sekarang untuk menemui Hye Kyung dan sebelumnya hanya mengirimi sms dan menelpon Hye Kyung beberapa kali saja. 

“Kamu memarahiku? Kamu yang salah,” ucap Sae Byuk.



“Aku hanya menyakiti Hye Gyeong dan anak-anak kami. Jangan ikut campur urusan keluarga kami,” balas Tae Joon dan Sae Byuk menjawab kalau Hye Kyung adalah keluarganya, sedangkan Tae Joon sendiri bukan keluarga Hye Kyung setelah mereka bercerai. Karena itu, Tae Joon pun menyuruh Sae Byuk melakukan kewajibannya sebagai adik dan tidak mencari perkara dengan Tae Joon.

Sae Byuk lalu bertanya apa yang akan Tae Joon lakukan pada Hye Kyung, apa dia mau menceraikannya? Tae Joon menjawab tidak, karena dia akan menunggu Hye Kyung. 

Kim Dan dan Joon Ho ketemuan dan Kim Dan kembali memberi selamat pada Joon Ho karena berhasil menjadi jaksa. 

“Dahulu kamu bilang aku sudah bekerja keras dan kita akan berjumpa lagi. Itu menghiburku. Dahulu aku merasa seperti sampah. Ucapanmu menyemangatiku,” aku Joon Ho dan Kim Dan merasa senang akhirnya Joon Ho mendapat pekerjaan di tempat yang dia suka.



Kim Dan pun meminta Joon Ho untuk menghubunginya kalau dia punya informasi dan sebagai imbalannya, Dan akan memberikan apapun yang Joon Ho mau. Joon Ho pun setuju untuk di ajak Kim Dan kerja sama.



Hye Kyung bersama Tuan Koo pergi ke ruang sidang. Karena persidangan belum di mulai, Hye Kyung pun menyapa Joon Ho dan mengucapkan selamat padanya atas pekerjaan barunya. Tepat disaat itu Do Sub muncul dan bertanya apa Joon Ho akan menjual informasi dengan mantan koleganya, tentu saja Joon Ho menjawab tidak.


Hakim datang dan langsung menyita semua ponsel orang yang datang ke ruang sidang termasuk para jaksa dan pembela. Semua itu hakim lakukan karena dia ingin lebih fokus pada persidangan. Do Sub kemudian memberitahu Hye Kyung kalau hakim mereka sangat serius, jadi mereka harus hati-hati. 

“Kami pernah menjalankan sidang tanpa jaksa, jadi, kami kalah,” cerita Do Sub.

“Apa kamu kalah lagi?” tanya Hye Kyung mengejek dan tentu saja itu membuat Do Sub kesal. 

“Pengacara Kim, aku ingin bersikap baik kepadamu hari ini. Aku tahu Tae Joon suamimu, tapi aku bukan pecundang. Aku akan sangat kompetitif hari ini,” ucap Do Sub sedikit kesal dan dengan tersenyum Hye Kyung berkata kalau dia juga akan bekerja keras dalam kasus ini.


Saksi pertama yang di tanya di ruang sidang adalah orang yang bekerja di departemen akuntansi perusahaan Nyonya Kwon dan orang yang bertanggung jawab atas keuangan perusahaan adalah Tuan Koo, karena Nyonya Kwon yang memberinya tanggung jawab tersebut. Malam sebelum Nyonya Kwon hilang, dia meminta pria itu datang ke pondok untuk membawakan buku rekening dan saat itu Nyonya Kwon terlihat sangat marah. Saat ditanya, alasan Nyonya Kwon marah adalah karena ada seseorang yang sudah memakai dana perusahaan. Namun saat itu Nyonya Kwon tak menyebutkan siapa orangnya, dia hanya berkata akan membahasnya setelah orang itu pulang liburan. Karena Joon Ho belum terlalu pandai menjadi jaksa, jadi Do Sub pun memberi kode padanya untuk duduk dan dia yang bertanya pada saksi. 


Do Sub menunjukkan buku rekening yang saat itu saksi bawa pada Nyonya Kwon. Pada buku itu menunjukkan kalau setelah Tuan Koo mengelola perusahaan banyak sekali uang terbuang untuk hiburan. Hye Kyung mengatakan keberatan namun tak diterima hakim. Do Sub pun kemudian bertanya berapa jumlah tepatnya uang yang selalu Tuan Koo buang untuk hiburan. 

“Setiap tahun, jumlahnya lebih dari sejuta dolar,” jawab si saksi dan Do Sub kemudian kembali ke kursinya karena sudah mendapatkan apa yang dia mau.  

Tae Joon mendapat telepon dari seseorang dan menyuruhnya untuk menunda sejam, karena nanti dia yanga akan berbicara dengan mereka. Hmmm... Tae Joon menunda pertemuannya dengan orang yang penting karena ingin menyaksikan persidangan kasus Tuan Koo dulu.


Sekarang giliran Min Chae yang bersaksi dan pada Joon Ho, dia berkata kalau di hari ibunya menghilang, sang ibu memberitahunya kalau Tuan Koo sudah mencuri uang perusahaan, bahkan sang ibu juga merasa menyesal menikahinya, dia ketakukan karena merasa Tuan Koo akan membunuhnya. 

“Apa dia bilang bahwa dia diancam secara fisik?” tanya Joon Ho. 

“Ya, Ibu bilang ekspresi orang itu berubah dan dia melempar-lempar barang saat Ibu menyinggung tentang uang. Lalu dia bilang akan pergi ke studio untuk melukis. Aku terus melihat ibuku dalam mimpiku,” jawab Min Chae dengan mata berkaca-kaca.


Sekarang giliran Hye Kyung yang bertanya dan dia bertanya kenapa Min Chae tidak bertindak ketika ibunya merasa ketakutan pada Tuan Koo, misalnya seperti ikut pergi ke pondok atau memanggil polisi. Hye Kyung bertanya itu sambil melihat ke arah Tae Joon yang duduk di kursi pengunjung paling belakang. Min Chae pun menjawab kalau dia tidak tahu masalahnya akan jadi serius.



“Kupikir Ibu hanya marah karena merasa dikhianati. Ibu sangat menyukainya. Aku lega akhirnya Ibu sadar dan akan menceraikannya,” jawab Min Chae dan Hye Kyung kembali melihat ke arah Tae Joon yang sedikit menggelengkan kepalanya. Hye Kyung menunduk dan kemudian bertanya kenapa Min Chae berpikir ibunya sudah meninggal, padahal tidak ada bukti kalau dia sudah meninggal. Apa Min Chae berpikir kalau status sang ibu terus dinyatakan hilang, jadi warisannya tidak akan turun?

Mendengar pertanyaan itu, Joon Ho langsung mengatakan keberatannya dengan alasan Hye Kyung menyakiti hati saksi. Keberatan di terima dan Hye Kyung di minta lebih hati-hati lagi saat bertanya. Hakim pun menyuruh Min Chae tidak menjawab pertanyaan itu, namun Min Chae tetap ingin menjawabnya.


“Lalu menurutmu di mana ibuku saat ini? Dia meninggalkan keluarga dan pekerjaannya. Ke mana dia pergi sendirian? Memang kecil, tapi aku punya usaha sendiri. Bukan kekayaan Ibu yang kuinginkan. Aku hanya ingin menemukan ibuku,” jawab Min Chae dan menangis.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 13 - 2

No comments :

Post a Comment