September 18, 2016

The Good Wife Episode 12 - 2




Dan menemui Joong Won dan mengatakan kalau dia ingin berhenti, namun Dan tidak akan memberatkan firma, dia akan pergi setelah firma mendapatkan penggantinya. Saat ditanya alasannya, Dan hanya mengaku kalau semua itu karena masa lalu yang terus membayanginya. Dia menyembunyikan kesalahannya dan sekarang hal itu menghantuinya. Sebelum keluar ruangan, Dan mengatakan pada Joong Won kalau Hye Kyung dan Tae Joon akan berpisah dan tidak akan rujuk. Jadi Dan harap Joong Won tak punya penyesalan lagi kali ini. 




Myung Hee sedang memilih apel dan tiba-tiba pria yang menemuinya di galeri muncul. Pria itu kemudian memilihkan apel yang bagus untuk Myung Hee dan Myung Hee pun menerimanya, dia percaya dengan pilihan pria itu. Myung Hee lalu bertanya apa sekarang ada surat lain untuk dirinya. Si pria pun menjawab tidak, mereka bertemu hanya kebetulan kali ini. Dia lalu bertanya apa Myung Hee tinggal di daerah sini. Namun Myung Hee masih tak mau percaya, jadi dia tak mau menjawab pertanyaan si pria. 

Si pria pun membuktikan kalau mereka memang kebetulan bertemu, dia membuktikannya dengan cara memberikan surat panggilan dari pengadilan untuk Jeong Tae Seok yang di gugat cerai oleh istrinya. Apa yang dilakukan pria menjadi masalah untuk Tae Seok, karena si pria memberikan surat itu tepat disaat Tae Seok sedang bersama pacarnya dan pada si pacar, Tae Seok mengatakan kalau dia belum menikah. 

Melihat cara si pria memberikan surat panggilan, Myung Hee pun berkata kalau itu kah yang akan terjadi kalau Myung Hee saat itu tidak menerima surat panggilannya. 

“Dalam kasusmu, aku akan memohon dengan mengajakmu makan. Bagaimana dengan hari ini? Kamu sibuk?” tanya si pria dan Myung Hee menjawab kalau dia besok ada sidang. “Kalau begitu, jika kita kebetulan bertemu lagi saat kamu tidak sibuk, apa kamu akan senggang?” tanya si pria dan Myung Hee mengiyakan, kalau mereka benar-benar bertemu secara kebetulan. 


Dalam perjalanan menuju ruang persidangan, Hye Kyung membahas tentang ibu Han Na yang menemui psikiater dan mendengar fakta itu Han Na sendiri merasa tak percaya. Tapi dia tetap penasaran dengan apa yang ibunya ceritakan pada si psikiater, walaupun ada rasa takut yang dia rasakan. 


Persidangan di mulai dan psikiater yang menangani Bu Kang ( ibu Han Na ) menjadi saksi. Dia berkata kalau Bu Kang merasa takut pada Tuan Do yang seperti akan membunuhnya. Alasan ketakutan Bu Kang adalah karena sepertinya Tuan Do berselingkuh dengan wanita lain. Pengacara Son kemudian meminta pendapat si dokter psikiater tentang penggugat yang mengatakan kalau Tuan Do membunuh gara-gara mengkonsumsi Elvatil. 

“Sebagai psikiater, saya sering mengalami kejadian seperti itu. Menurut saya, pasangan itu memiliki konflik emosional mendalam. Semakin besar cintanya, semakin besar kebenciannya saat mereka mulai berjauhan,” ucap si dokter dan Myung Hee langsung mengajukan keberatan dengan alasan si dokter tak berhak menyimpulkan seperti itu. Sebelum hakim menerima atau menolak keberatan Myung Hee, pengacara Son langsung mengatakan kalau semua yang di katakan saksinya hanyalah berupa opini, tapi kalau pihak penuntut tak terima maka akan di hentikan. Hmm... pengacara Son memang sengaja melakukannya, karena tujuan dia hanyalah mengubah padangan dan pendapat semua juri sidang. 


Sekarang giliran pihak penuntut yang menanyakan dan Hye Kyung bersiap maju, tapi Han Na meminta untuk berhenti karena dia sudah tak tahan lagi mendengarnya. Hye Kyung pun meminta Han Na untuk tenang, karena juri sidang sedang melihat kearahnya, Han Na harus membuktikan kalau dia kuat. Myung Hee kemudian berdiri dan mengatakan pada hakim kalau saksi di panggil secara mendadak sehingga mereka belum menyiapkan pemeriksaan ulang. Jadi, dia meminta hakim memberi mereka waktu untuk menyiapkan pertanyaan. Hakim menghela nafas dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan sidang di lain hari dan pihak penggugat bisa menanyai saksi sebelum memberikan argumen terakhir. 



Pada Myung Hee dan yang lain, Han Na mengaku kalau dia tak tahu ibunya berpikiran seperti itu. Hye Kyung meminta Han Na tenang karena mereka belum bisa memastikan kebenaran dari kesaksian si dokter psikiater. Myung Hee lalu bertanya apa Han Na percaya kalau ayahnya berselingkuh. 

“Sejujurnya, aku mencurigai sesuatu. Dia kadang pulang malam dan mabuk. Terkadang, tubuhnya wangi parfum. Tapi dia sangat baik kepada ibuku, jadi, kupikir tidak ada masalah,” jawab Han Na dan Myung Hee bertanya apa Bu Kang juga mencurigai sesuatu. Han Na pun menjawab “Kurasa begitu. Sejak mereka menikah. Kurasa, aku memulai sesuatu yang tidak seharusnya. Tidak ada gunanya melakukan ini. Kalian bilang, mereka mau berdamai. Tidak bisakah kita melakukannya? Aku tidak tahan lagi.”

Hye Kyung lalu menjelaskan pada Han Na kalau mereka menyerah sekarang, maka mereka akan mendapat apa yang mereka inginkan dan Elvatil bisa membahayakan lebih banyak orang. Han Na berkata kalau dia tak bisa mengorbankan dirinya untuk menolong mereka semua, karena dia juga punya kehidupan. Sebelum pergi, Han Na berkata kalau dia sudah tak tahan lagi, dia ingin berhenti. Di luar, Dan melihat Han Na berjalan pergi. Hye Kyung kemudian menyusul Han Na dan akan membujuknnya. Myung Hee berharap Hye Kyung bisa membujuk Han Na karena kalau gagal, habislah mereka. Saat keluar, Hye Kyung melihat Dan tapi dia pura-pura tak melihatnya.



Dan menemui Joong Won dan berkata kalau dia akan mencari cara untuk mengecualikan kesaksian si psikiater. Walau berbahaya, Dan tetap akan melakukannya karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk firma sebelum dia berhenti. 


Hye Kyung mengejar Han Na dan meminta bertahan. Han Na bertanya apa akan ada yang berubah jika dia tetap bertahan melanjutkan persidangan dan Hye Kyung menjawab ada, yaitu perasaan Han Na. Jika berhenti sekarang, pendapat Han Na tentang orang tuanya akan sesuai dengan opini pihak pengacara Son. 

“Kamu memulai semua ini karena menurutmu hal ini tidak seharusnya terjadi,” ucap Hye Kyung dan mereka berdua sekarang duduk bersama di bangku taman. Di tempat santai seperti itu, Han Na mengaku kalau sebenarnya dia tidak tahu ayahnya meminum antidepresan. Dia hanya curiga kalau sang ayah selingkuh, namun dia tak mencari tahu kebenarannya, karena dia menyakini dirinya sendiri kalau kedua orang tuanya baik-baik saja dan hidup bahagia. 

“Aku tidak tahu apa pun tentang mereka dan mengira aku tahu segalanya,” aku Han Na dan Hye Kyung menjawab kalau bukan Han Na saja yang berpikir seperti itu, semua orang juga berpikiran seperti itu. 

“Kita ingin memercayai kebahagiaan daripada menghadapi kebenaran yang menakutkan. Tapi menghindari kebenaran tidak akan mengubahnya. Lihatlah bagaimana akhirnya. Kamu akan tumbuh dewasa dan mungkin mulai memahami orang tuamu. Tabahlah,” ucap Hye Kyung. 



Hye Kyung menemui Joong Won dan mengatakan kalau dia berhasil membujuk Han Na. Namun Hye Kyung masih ragu bisa memenangkan persidangan, dia berpikir untuk berdamai saja. Joong Won kemudian berkata kalau mereka tak perlu mengajukan perdamaian jika mereka bisa menang. 

“Aku iri dengan rasa percaya dirimu yang tidak ada habisnya,” ucap Hye Kyung. 

“Itu keutamaan yang bisa dimanfaatkan oleh semua pengacara. Kepercayaan diri tanpa dasar. Terkadang, itu saja cukup untuk bisa menang,” jawab Joong Won dan kemudian mengajak Hye Kyung minum anggur. Hye Kyung pun tak menolaknya. 


Hye Kyung kemudian bertanya tentang pertemuan Joong Won dan Tae Joon. Joong Won menjawab kalau Tae Joon hanya butuh kesaksiannya dengan menanyakan beberapa hal dan Joong Won menjawab tidak tahu. Hye Kyung lalu bertanya apa Tae Joon menanyakan tentang dia dan Joong Won menjawab kalau Tae Joon menanyakan kabar Hye Kyung lalu Joong Won pun menjawab kalau Hye Kyung baik-baik saja. 

“Han Na mengingatkanku kepada anak-anakku. Aku mendapat ganjaran karena memutuskannya. Tapi apa yang mereka lakukan? Andai aku melakukan hal yang kumau, itu akan menyakiti mereka selamanya. Setiap kali ingin kabur, aku mengingat ucapanku kepada klien. Aku tidak akan mundur lagi,” aku Hye Kyung dan kemudian meminta Joong Won untuk tidak memandangnya dengan tatapan kasihan, karena Hye Kyung merasa baik-baik saja. 

Joong Won menjawab kalau sebenarnya dia sedang mencemaskan dirinya sendiri, karena sementara waktu ini dia harus menjauhi Tae Joon. “Aku pun berpikir dia memang busuk. Kamu hebat,” ucap Joong Won dan menawari Hye Kyung anggur lagi. Hye Kyung berkomentar kalau anggurnya enak dan bertanya harganya. 

“Harganya sekitar 80 dolar?” jawab Joong Won dan Hye Kyung mengajaknya untuk minum bir dingin lain kali, Joong Won pun setuju. Tak ada yang mau di bahas lagi, Hye Kyung pun pergi. 


Setelah Hye Kyung keluar, Joong Won mendapat telepon dari Dan yang mengatakan kalau dia mendapat banyak bukti dan sidang besok akan berjalan lancar. Sebelum menutup telepon, Dan kembali mengingatkan Joong Won untuk tidak menyerah dulu.

Paginya, Joong Woon memberitahu Myung Hee kalau dia punya informasi, tapi informasi itu agak ilegal. Myung Hee langsung beranjak dari duduknya ketika mendengar hal tersebut. 


Persidangan dimulai, Hye Kyung bertanya kenapa si dokter psikiater baru muncul sebagai saksi setelah sidang hendak selesai. Si dokter menjawab kalau tadinya dia tidak tahu kalau korban adalah pasiennya. 



“Ada pasien yang berhenti terapi di tengah penanganan. Lalu, saya melihat berita tentang Elvatil dan menghubunginya. Saya menganggap penyebab kematiannya keliru, jadi, saya merasa bertanggung jawab sebagai dokternya,” jawab si dokter dan Hye Kyung kemudian membahas tentang si dokter yang tengah diselidiki atas tuduhan penyerangan seksual. Si dokter pun membenarkan kalau dia sedang diselidiki, namun dia menjamin kalau dia tidak bersalah. Karena Hye Kyung membahas tentang kasus hukum dokter yang tak ada kaitannya dengan persidangan, Pengacara Son pun mengajukan keberatan dan hakim menerima keberatan tersebut. 


Sekarang giliran Myung Hee yang bertanya dan dia bertanya apa si dokter merekam konsultasi dengan Kang Min Sun dan dokterpun mengiyakan. 

“Berdasarkan hidup pribadi saksi yang penuh tuduhan, saya ragu jika Kang Min Sun sungguh mengatakan itu. Sesuai dengan UU Kedokteran, saya meminta rekaman medis aslinya,” ucap Myung Hee.

“Kalau begitu, kita akan memutar rekamannya di depan juri. Tidak apa-apa?” tanya Hakim dan Myung Hee menjawab tidak apa-apa, jadi hakim pun menyuruh si dokter harus membawa rekaman tersebut. Dengan terbata-bata, si dokter menjelaskan kalau rekamannya sudah dicuri semalam, mendengar itu para juri mulai gusar karena si dokter tak bisa membuktikan kebenaran apa yang dia katakan. 



Pengacara Son kemudian berkata pada hakim kalau ada hal yang ingin di katakan. Dengan setengah hati, hakim pun menyuruh pengacara Son maju ke depan. Pengacara Son meminta agar persidangan di tunda sampai polisi menemukan identiitas orang yang sudah mencuri rekaman itu. 

“Sepanjang karierku, ini sidang terkacau yang pernah kulihat. Keberatan ditolak.Apa pun temuan polisi, ajukan itu sebagai perkara berbeda. Ada lagi yang ingin kalian katakan? Kalau tidak, sampaikan argumen terakhir kalian. Lalu, kami akan meminta juri untuk memberi putusan akhir,” ucap hakim dan pengacara Son melihat ke arah kliennya. 

Pengacara Son kemudian minta jedah waktu 30 menit, karena dia ingin membicarakan kesepakatan dengan pihak penggugat. Hakim pun mempersilahkan dan menunda sidang sampai pukul 16.30. 

Hye Kyung kemudian berbisik pada Myung Hee, dia bertanya apa mereka benar-benar menang kali ini dan dengan yakin Myung Hee mengiyakan. Myung Hee kemudian pergi untuk berbincang dengan pihak farmasi. Hye Kyung yang tak tahu tentang pencurian it, akhirnya bisa mengerti setelah melihat Dan ada di ruang persidangan. 


Myung Hee dan Hye Kyung sudah kembali ke firma dan mereka merasa sangat senang karena akhirnya berhasil dan menang. Pihak farmasi bersedia memberi ganti rugi sebesar 15 juta dolar untuk ganti rugi pada korban dan juga bersedia minta maaf di depan publik. Joong Won ikut senang karena berkat perusahaan farmasi itu, mereka berhasil mendapatkan banyak uang dan mereka bisa memanggil kembali pegawai mereka yang sudah mereka pecat. 



Pengacara Son datang untuk penandatanganan kontrak dan mengakhiri perselisihan antara mereka. Selesai menandatangani kontrak, Hye Kyung mengantar Pengacara Son keluar. Hye Kyung kemudian meminta agar Pengacara Son tidak kecewa atas apa yang terjadi hari ini, tapi sebenarnya Pengacara Son tidak beranggapan kalau dirinya kalah, dia merasa sudah menang dari Hye Kyung. 

“Elvatil akan menghentikan penjualan. Pada konferensi pers mendatang, antidepresan baru yang efek sampingnya dihilangkan akan diumumkan. Perusahaan farmasinya cemas jika tidak merilis obat bernilai miliaran dolar kalau citranya hancur. Mereka bersedia membayar 30 juta dolar. Kamu ingat saat aku datang untuk menanyakan penyelesaiannya? Aku hanya ingin tahu jumlah yang kalian inginkan. Pada akhirnya, kita berdamai dengan 15 juta dolar. Kamu kalah. Intinya, itu menyenangkan. Kulihat kemampuanmu bertambah. Semoga akan semakin menyenangkan lain kali,” ucap Pengacara Son dan pergi. Hye Kyung sendiri sudah tak bisa berkata-kata lagi.


Kim Dan mendapatkan tempat kerjaan baru dan tempatnya berada di ruang bawah tanah, tempat yang hanya cocok untuk gudang. Teman yang merekomendasikan tempat itu berkata kalau kantornya di letakkan di bawah tanah dengan alasan untuk keamanan. 

“Firma hukummu salah satu target untuk proses penyidikan,” ungkap wanita itu dan Kim Dan sedikit terkejut mendengarnya. Apalagi setelah temannya itu memberitahu kalau kejaksaan sedang menyelidiki tentang Seo Joong Won. Karena sudah tahu bagaimana cara kerja Dan, wanita itu pun mengatakan kalau Dan harus menyelesaikan kasus itu dulu jika dia nanti diterima. 


Kim Dan kemudian dipertemukan pada bos-nya dan ternyata orang itu adalah Tae Joon. Tanpa berkata sepatah katapun, Dan langsung pergi meninggalkan tempat itu. Dia menolak bekerja dengan Tae Joon lagi. 


Kim Dan kembali ke MJ Firma dan dia langsung menemui Hye Kyung untuk mengatakan kalau dia belum bisa berhenti dari firma karena ada yang harus dia kerjakan, jadi dia akan pergi setelah pekerjaan itu selesai. 

“Aku tidak pernah menyuruhmu untuk berhenti,” jawab Hye Kyung dan Kim Dan pun pergi.



Joong Won mendapat telepon dari Hui Su dan mengajak Joong Won menemui ayahnya. Namun Joong Won menolak dengan alasan punya janji dengan orang lain. Joong Won juga mengatakan kalau dia sudah meminum anggur yang Hui Su berikan bersama temannya, jadi dia berencana lain kali untuk minum bertiga dengan Hui Su. 


Ternyata Joong Won punya janji dengan Hye Kyung, mereka akan minum bir dingin bersama. Dari jauh, Dan melihat Joong Won pergi bersama Hye Kyung. Tepat disaat itu Myung Hee muncul dan Kim Dan bertanya tentang persidangan bebas bersyarat-nya. 



“Aku bersaksi dengan jujur. Meski pembebasannya hanya ditunda selama tiga tahun, kurasa itu keputusan yang tepat,” jawab Myung Hee dan Kim Dan senang dengan keputusannya. Tepat disaat itu pria yang selalu memberikan surat pengadilan datang menemui Myung Hee dengan membawa sebuket bunga. Dia datang untuk mengantar Myung Hee ke pengadilan bebas bersyarat demi keamanannya. Selain itu dia juga mengajak Myung Hee makan malam. 


Hye Kyung dan Joong Won sudah berada di bar dan minum bir dingin. Hye Kyung kemudian berkata kalau dia akan tetap mengambil pilihan yang sama walau dia kembali ke masa lalu. Karena memang seperti itulah dirinya, dia hanya akan menyesalinya lagi. 

“Syukurlah aku masih bisa memutuskan. Mulai sekarang, aku ingin mengikuti kata hatiku,” ucap Hye Kyung dan Joong Won setuju dengan keputusan itu. 

“Ada yang bilang kepadaku untuk melakukannya lebih dahulu. Kita tidak bisa menyembunyikannya. Kita bisa menyelesaikan atau menyesal setelah itu terjadi. Kita juga harus bertindak sesukanya. Jika ada masalah, aku akan menjadi penjaminmu,” ucap Joong Won dan Hye Kyung memberitahunya untuk tidak melakukannya semudah itu. 


Hye Kyung kemudian bertanya apa Joong Won masih berhubungan dengan Hui Su dan Joong Won pun menjawab tidak. Joong Won beralasan kalau untuk sekarang, tidak ada yang boleh masuk ke dalam hatinya. “Aku butuh lebih lama lagi untuk berhubungan dengan orang lain. Aku tidak bermaksud membuatmu merasa tidak nyaman,” aku Joong Won yang kemudian berkata kalau dia dan Hui Su tidak berkencan, mereka hanya pergi bersama karena Hui SU sudah berbuat salah padanya. Hui Su mentraktir Joong Won. 

“Lalu, kenapa melakukan itu kepadaku?” tanya Hye Kyung. 

“Apa maksudmu?” tanya Joong Won tak mengerti. 

“Saat aku menghubungimu, kenapa kamu meninggalkan pesan itu?” tanya Hye Kyung lagi. 

“Karena aku menyukaimu.”

“Kamu bilang, kita harus berpisah.”

“Maksudku, pesan lain yang kukirim setelah pesan itu,” jelas Joong Won dan Hye Kyung mengaku kalau dia tidak menerima pesan apapun lagi. “Kubilang, kita bisa merencanakannya secara langsung. Aku akan menunggu panggilanmu,” ulang Joong Won sama seperti yang dia ucapkan melalui pesan suara untuk Hye Kyung. 

“Terima kasih atas ucapanmu itu,” ucap Hye Kyung yang tak percaya kalau Joong Won benar-benar mengirim pesan suara itu. 
“Aku serius. Kamu tidak mendengarnya? Untuk apa aku berbohong?” tanya Joong Won dan Hye Kyung menjawab kalau anggap saja apa yang terjadi saat itu, waktunya tidak tepat. 

“Kita selalu begitu. Bagaimana jika kita kembali menyamakan waktunya?” ajak Joong Won dan dia kemudian menyalakan stopwath di ponselnya. Sebelum waktunya habis, Hye Kyung langsung mematikannya. Joong Won dengan lembut menggenggam tangan Hye Kyung.


Mereka berdua kemudian memesan kamar di hotel, karena semua kamar yang biasa penuh, Joong Won nekad memesan kamar Royal Suite yang harganya 4.350 dolar per malam. Saat naik lift, pintu lift pun harus terus terbuka sendiri dan membuat waktu mereka banyak terbuang. Semua itu karena sebelum mereka masuk lift, ada anak usil yang menekan semua tombol lift. 



Sudah tak sabar lagi untuk bercinta, Joong Won pun langsung mencuri cium bibir Hye Kyung sampai akhirnya mereka berciuman dengan sangat hot-nya sampai ke lantai di mana kamar mereka berada. Ntah gerogi atau sudah tak sabaran, Joong Won sampai tak bisa membuka pintu kamar. Tapi dengan penuh ketenangan, Hye Kyung membuka pintu kamar dan berhasil. Mereka berdua masuk kamar hotel dan episode 12 berakhir.

Bersambung ke Sinopsis The Good Wife Episode 13


No comments :

Post a Comment