September 16, 2016

The Good Wife Episode 12 - 1


Myung Hee sedang berada di sebuah pameran lukisan dan ketika dia sedang melihat sebuah lukisan, muncul seorang pria dan mencoba mendekatinya. Bahkan si pria berkata kalau dia sengaja berdiri di dekat Myung Hee, agar bisa mendengar suara Myung Hee lagi. Mereka berdua kemudian duduk bersama sambil menikmati minuman dingin.

Myung Hee mengaku datang ke galeri dan memandangi lukisan setiap kali dia ada masalah penting dan banyak pikiran. Sedangkan si pria mengaku ini untuk kali pertama dia datang ke galeri sejak dia SMP. Myung Hee kemudian bertanya pekerjaan si pria, namun di pria malah mengajaknya makan malam untuk berbincang-bicang lebih lanjut. Tentu saja Myung Hee tak mau, dia mau memberi jawaban mau di ajak makan malam atau tidak jika dia sudah tahu siapa pria itu dan profesinya apa.




“Sayang sekali. Silakan. Ini pekerjaanku,” ucap si pria dan memberikan sebuah panggilan khusus dari pengadilan untuk Myung Hee. Setelah memberikan surat itu, si pria langsung pamit pergi. Namun Myung Hee tak sempat meluapkan rasa keterkejutannya, karena dia keburu di telpon Joong Won yang memberitahu kalau Pengacara Son datang ke firma mereka. Mendengar itu, Myung Hee langsung buru-buru pergi, saking buru-burunya dia sampai tak menoleh si pria yang mengira Myung Hee ingin berkenalan dengannya.


Karena Myung Hee masih lama datang, jadi Joong Won dan Hye Kyung yang berdiskusi dengan pengacara Son tentang sidang yang mereka tangani. Pengacara Son datang dengan memberi pilihan pada mereka, mereka mau menerima penawaran darinya atau mereka harus bertempur sampai akhir. Penawaran yang Pengacara Son berikan adalah, jika pihak Han Na mencabut gugatan maka perusahaan farmasi akan menghimpun dana 10 juta dolar dan uang itu akan di gunakan sebagai ganti rugi bagi keluarga korban, juga untuk membantu mereka yang terkena efeksampingnya.

Hye Kyung kemudian membahas tentang kerusakan yang disebabkan olehy Elvatil, jadi seharusnya Elvatil di hentikan proses pembuatannya dan untuk efek samping yang sudah di sebabkan, seharusnya pihak farmasi meminta maaf secara resmi pada semua keluarga korban.



Tak mau tahu, Pengacara Son dengan santai berkata kalau dia mereka tak mau berdamai, kalau pihak Joong Won tak menerima penawarannya. Pengacara Son keluar dan Hye Kyung mengejarnya.

“Pengacara Son. Sikapmu benar-benar berubah dibanding kemarin. Apa ada sesuatu yang tidak kami ketahui?” tanya Hye Kyung.

“Sudah kubilang saat sidang. Tidak ada yang benar-benar tahu tentang masalah antara suami-istri. Bukankah hubunganmu dengan suamimu juga berbeda dari pemikiran orang lain?” tanya Pengacara Son dan kemudian pergi.



Nyonya Oh menemui Seo Yeon dan Ji Hoon di rumah dengan membawa makanan. Dia kemudian bercerita kalau Tae Joon sedang mengalami kesulitan akhir-akhir ini karena tak bisa bertemu dengan anak-anaknya. Bukan hanya itu, Nyonya Oh juga menjelek-jelekan Hye Kyung  didepan Seo Yeon dan Ji Hoon. Dia juga memberikan pertanyaan pada keduanya, diantara kedua orang tuanya, dengan siapa Seo Yeon dan Ji Hoon ingin tinggal. Mendapat pertanyaan itu, tentu saja membuat Seo Yeon dan Ji Hoon bingung.


Hye Kyung kembali menemui Joong Won dan berkata kalau mereka harus tahu tentang apa yang pengacara Son ketahui dulu sebelum mereka memberi jawaban untuk menerima atau menolak tawaran. Joong Won pun menjawab kalau dia sudah menyuruh Dan untuk mencaritahunya.

Joong Won melihat ada wine mahal  di meja kerjanya dan tentu saja itu adalah wine pemberian dari Hui Su, tapi pada Hye Kyung, Joong Won hanya berkata kalau wine itu dari calon klien mereka. Tepat disaat itu Dan datang bersama Myung Hee.


Dan memberitahu kalau Pengacara Son bertemu seorang psikiater semalam dan dia datang ke firma tepat setelah mengajukan saksi. Dokter yang Pengacara  Son ajukan sebagai saksi adalah dokternya Kang Min Sun.

“Dia mulai mengunjungi dokter sebulan sebelum meninggal,” tambah Dan dan Joong Won langsung bertanya pada Myung Hee, apa dia tahu tentang informasi tersebut dan Myung Hee menjawab tidak. Dan menambahkan kalau Kang Min Sun merahasiakannya dari keluarganya

“Kamu tahu pembicaraan mereka saat sesi kunjungannya?” tanya Joong Won.

“Tidak. Dokter bilang, tidak ada yang istimewa tentang mereka, tapi kita belum tahu detailnya,” jawab Dan.

“Itu menentang UU pelayanan medis. Dokter tidak boleh membocorkan informasi pasien. Dia tidak memenuhi syarat sebagai saksi, bukan?” tanya Joong Won pada Hye Kyung dan Hye Kyung hanya mengangguk lalu kembali menunduk. Dan juga langsung memalingkan wajahnya. Melihat kedua respon dua wanita itu, Joong Won pun merasa kalau ada sesuatu diantara mereka.


Keluar ruangan, Dan bertanya apa Hye Kyung tak nyaman berada di dekatnya, kalau Hye Kyung mau, Dan bisa meminta orang lain untuk mengurus kasus ini. Hye Kyung tak mengiyakan, dia hanya mengajak Dan untuk fokus pada tugas mereka masing-masing. Tapi dia akan meminta penyidik baru setelah kasus Elvatil selesai.


Tepat disaat itu, Seo Yeon datang dan Hye Kyung langsung menghampirinya. Dari ruangannya, ternyata Joong Won terus memperhatikan Hye Kyung dan Kim Dan, dari sana... dia benar-benar yakin kalau keduanya punya masalah.


Seo Yeon menemui Hye Kyung untuk bertanya apa kedua orang tuanya akan benar-benar berpisah, karena menurut temannya sekali berpisah, mereka akan berpisah selamanya. Hye Kyung tak membantah, namun dia menjelaskan pada Seo Yeon bahwa apapun keputusan yang nantinya diambil adalah keputusan yang sudah sangat dipertimbangkan secara matang. Seo Yeon lalu memberitahu Hye Kyung kalau Tae Joon sekarang merasa tertekan, jadi Seo Yeon menyarankan agar kedua orang tuanya bicara lagi. Mendengar itu, Hye Kyung pun bertanya apa Seo yeon bicara dengan Tae Joon dan Seo Yeon menjawab tidak, karena dia tahu hal tersebut dari neneknya.

“Nenek bilang, kami harus memilih mau hidup dengan Ibu atau Ayah,” ucap Seo Yeon.

“Begitu. Seo Yeon, Nenek tidak mengetahui masalah sebenarnya. Hubungi Ibu jika Nenek datang lagi. Itu harus. Paham?” pesan Hye Kyung yang terlihat tak senang dengan pertanyaan Nyonya Oh yang diajukan pada kedua anaknya. Seo Yeon pun mengiyakan. Hye Kyung kemudian mengantarkan Seo Yeon sampai di lift.



Hye Kyung menemui pengacara Lee untuk konsultasi mengenai pernikahannya. Pada pengacara Lee, Hye Kyung mengaku kalau dia dan Tae Joon sudah hidup terpisah.



Kita dialihkan sejenak pada Myung Hee yang meminta saran dari Dan atas panggilan sebagai saksi di persidangan bebas bersyarat untuk kasus pemerkosaan. 10 tahun yang lalu Myung Hee membela seorang pemerkosa, dia mengambil kasus itu karena si tersangka terus bersikeras kalau dia difitnah, tapi ternyata dia dibohongi. Si tersangka adalah pemerkosa kambuhan.

“Jadi, kamu berhenti membelanya?” tanya Dan.

“Tidak, aku terus mengurus kasusnya. Namun rasanya sulit membelanya dengan semangat. Akhirnya, dia dijatuhi hukuman 13 tahun penjara. Saat sidang berakhir, dia dibawa keluar ruang sidang sambil berteriak bahwa itu salahku. Sepuluh tahun sudah berlalu dan dia mengirimiku ini,” ungkap Myung Hee.

“Jadi, dia mengancammu. Bersaksilah dan bantu aku bebas dalam pembebasan bersyarat atau aku akan menemuimu tiga tahun lagi,” tebak Dan. Myung Hee membenarkan dan dia tak tahu lagi harus meminta saran pada siapa. Mendengar itu, Dan pun bisa menebak kalau Myung Hee sebenarnya tidak ingin terlibat lagi dengan pemerkosa itu, dia takut dan tak ingin membuat si pemerkosa bebas.

“Apa pun keputusanmu, kamu tidak akan tenang. Sekarang atau tiga tahun lagi, kamu harus menghadapinya. Baik dia muncul atau tidak di hadapanmu tiga tahun lagi, kamu akan tetap menderita. Keputusannya terserah kepadamu, tapi jangan menunda-nundanya. Itu bisa membuatmu menghadapi penderitaan yang lebih besar kelak,” ucap Dan dan Myung Hee pun berterima kasih atas saran yang Dan berikan.


Hye Kyung bertanya tentang hak asuh anak pada pengacara Lee dan pengacara Lee menjelaskan kalau kedua anak Hye Kyung bisa memutuskan sendiri siapa yang ingin mereka pilih, sebab mereka sudah remaja. Kesimpulannya, keinginan Hye Kyung tidak ada gunanya, kalau dia ingin kedua anaknya tinggal bersama dia, dia harus bersikap baik pada mereka.

Hye Kyung kemudian bertanya apa nenek mereka bisa mempengaruhi keputusannya dan pengacara Lee menjawab kalau orang tualah yang berhak memegang hak asuh anak.

“Pengacara Kim. Tahan pertengkaran selama mungkin,” saran pengacara Lee dan Hye Kyung menjawab kalau mereka berdua tidak bertengkar. “Apa pun itu, tunda saja. Bercerai itu langkah bodoh dalam situasimu. Cukup, jangan menemuinya. Aku mengatakan ini demi kamu. Kamu akan baik-baik saja jika wartawan itu mengganggumu lagi?” tambah Pengacara Lee.

“Terima kasih atas saranmu,” jawab Hye Kyung dan hendak pergi, tapi Pengacara Lee kembali memanggilnya.

“Pengacara Kim. Kamu suka merencanakan semuanya dan mengikutinya, bukan? Perceraian tidak seperti itu. Kamu harus mempercepatnya atau menundanya. Tidak ada pilihan lain. Sebenarnya, aku sudah lama menunda keputusan itu,” aku Pengacara Lee yang ternyata sudah menikah dan menunda perceraiannya selama 10 tahun. “Aku juga mengumpulkan banyak bukti. Pokoknya, cepat putuskan kamu ingin bercerai atau tidak.”

“Terima kasih atas saranmu,” ucap Hye Kyung dan hendak pergi, tapi Pengacara Lee kembali mengajaknya bicara dengan mengatakan kalau Hye Kyung harus membayar atas konsultasinya. Hye Kyung tersenyum dan mengiyakan.

Namun pengacara Lee akan membebaskan Hye Kyung dari membayar jika Hye Kyung  mau mencoba kursi relaksasinya dan memberi komentar. Walau Hye Kyung mengatakan dia sibuk, Hye Kyung tetap mau mencoba kursi tersebut.


Joong Won mengambil wine mahalnya dan tepat disaat itu Myung Hee masuk. Diapun mengajak sang kakak untuk mencicipi wine seharga 8.000 dolar, tapi Myung Hee menolak dengan alasan dia tak bisa meminum sesuatu yang seperti itu. Melihat Myung Hee yang terlihat tak bersemangat dan pucat, Joong Won pun bertanya apa dia sakit. Myung Hee mengaku kalau dia hanya merasa khawatir dengan sidangnya. Sebelum pergi, Myung Hee menyarankan agar Joong Won meminum wine itu dengan temannya, tapi jangan menyebut harganya.

Saat menyebut kata teman, hanya Hye Kyung yang muncul di kepala Joong Won. Namun dia ragu untuk menghubunginya, alhasil Joong Won menyimpan kembali wine-nya.


Nyonya Oh sedang bertemu teman-temannya dan dia menceritakan tentang Tae Joon yang super baik dan tak pernah berbuat kasar. Tepat disaat itu Hye Kyung muncul dan mengajak Nyonya Oh bicara berdua.



Hye Kyung memberitahu mertuanya untuk menghubungi dirinya jika dia ingin datang ke rumah dan menemui anak-anaknya. Kali ini, Hye Kyung benar-benar bersikap tegas pada Nyonya Oh, karena Nyonya Oh sudah membuat kedua anaknya bingung. Dia bahkan berkata kalau sampai Nyonya Oh berusaha merebut anak-anaknya lagi, maka Hye Kyung tidak akan tinggal diam, dia akan membeberkan semua kejahatan Tae Joon.



Tae Joon sendiri sedang sibuk bekerja di kantor barunya. Dia kemudian menelpon Joong Won dan mengajaknya bertemu. Di lorong, Joong Won berpapasan dengan Hye Kyung yang mengajaknya bertemu hakim Lee karena pengacara Son mengajukan saksi. Joong Won berkata kalau dia ingin ikut tapi tidak bisa karena dia harus bertemu dengan Tae Joon. Mendengar itu, Hye Kyung langsung terlihat panik dan mengajak Joong Won bicara berdua di dalam lift.


Di dalam lift, Hye Kyung meminta Joong Won untuk berhati-hati. Joong Won pun menjawab kalau Hye Kyung tidak perlu cemas, sebab dia kenal dengan orang yang dipanggil ke pengadilan. “Dia direktur utama perusahaan pengelolaan sampah. Aku membantunya mengambil alih perusahaan lain.Pekerjaan itu...”

Belum selesai Joong Won menjelaskan, Hye Kyung langsung memotong dengan mengatakan kalau dia dan Tae Joon sedang bertengkar dan memutuskan untuk berpisah. Hye Kyung hanya khawatir Tae Joon salah paham pada Joong Won dan akan menyusahkannya nanti.

“Semuanya salahku. Aku seharusnya menetapkan hatiku,” aku Hye Kyung.

“Baguslah,” ucap Joong Won.


Di luar lift, Hye Kyung bertanya apa Joong Won berbuat salah dan Joong Won menjawab tidak. “Kalau begitu, tidak apa-apa. Berhati-hatilah,” ucap Hye Kyung dan Joong Won pun berjalan pergi.


Hye Kyung kembali ke ruangannya dan dia kemudian menelpon Tae Joon. Dia bertanya kenapa Tae Joon menelpon Joong Won. Tae Joon hanya menjawab kalau dia ingin berubah dengan menjadi jaksa yang baik dan tugas seorang jaksa adalah menghukum penjahat.

“Ini masalah kita. Bukan orang lain,” ucap Hye Kyung dan langsung menutup teleponnya.



Hye Kyung dan Myung Hee sudah berada di ruangan hakim dan hakim Lee berkata pada pengacara Son, kalau dia tidak bisa memanggil saksi baru di tengah sidang yang sudah dijadwalkan. Namun Pengacara Son tetap ingin memanggil saksi tersebut dan saat ditanyakan bagaimana pendapat Myung Hee, jelas saja Myung Hee menolak karena menurut pasal yang berlaku, seorang dokter tidak boleh membeberkan  rahasia pasiennya. Tapi pendapat itu langsung dibantah Pengacara Son dengan mengatakan kalau ada pasal yang mengatur bahwa informasi itu bisa disebarkan untuk kepentingan publik.

Myung Hee kemudian membawa Han Na, mereka tidak boleh menyakiti Han Na dengan mengungkap apa yang terjadi pada orang tuanya. Hakim berpikir sejenak dan kemudian memutuskan kalau sidang akan tetap digelar, tapi dalam sidang tertutup.

“Tidak akan ada penonton dan akan kuperingkatkan para juri untuk tidak membicarakan hal yang mereka lihat atau dengar di pengadilan,” ucap si hakim.


Joong Won menemui Tae Joon di kantor barunya dan Tae Joon berkata kalau pertemuan ini bukan pertemuan resmi, karena dia hanya ingin bertanya-tanya saja. Tae Joon mengaku kalau dia sedang menyelidiki Dream UCT dan menemukan nama Joong Won. Walaupun tahu kalau hal tersebut tidak terlibat dengan kasusnya, tapi Tae Joon tetap akan melakukan pencegahan kejahatan, karena itulah tugasnya.

“Bisa katakan apa kejahatanku?” tanya Joong Won tak mengerti dan Tae Joon menjawab kalau Joong Won sudah melakukan penyuapan. Tae Joon berpendapat kalau Joong Won sudah menyuap hakim agar mendapatkan hukuman lebih ringan. Jadi, tujuan Tae Joon memanggil Joong Won adalah untuk mendengar keterangannya. Jika ada hakim korup maka mereka akan segera memberhentikannya.

“Itu tidak akan terjadi. Aku tidak pernah menyuap atau meminta suap,” jawab Joong Won.

“Meskipun begitu, jika memberitahuku hakim mana yang menerima suap, aku tidak akan menggugatmu,” ucap Tae Joon dan mengaku kalau dia ingin menangkap penjahat yang lebih besar.


“Ingatlah, pertemuan ini tidak resmi. Kamu bisa berbicara sebebasnya. Kamu menyuap hakim?” tanya Tae Joon dan Joong Won tetap pada jawaban pertamanya, dia tidak menyuap. Joong Won tidak tahu Tae Joon dapat informasi dari mana tapi hal tersebut tidaklah benar.

“Kurasa kamu berusaha keras untuk lolos dari penyidikanmu. Selidiki kasus yang pernah kuambil. Kamu tidak akan menemukan kesalahan,” ucap Joong Won dengan yakin dan Tae Joon berharap hal itu benar karena Joong Won adalah Presdir dari firma tempat Hye Kyung bekerja. Joong Won kemudian bertanya apa  alasan Tae Joon menuduhnya seperti itu? Apa karena ada  yang mengatakannya atau semua itu hanyalah pemikiran Tae Joon sendiri untuk menyerang Joong Won.

“Kenapa kamu bilang begitu? Apa ada yang mengusik suara hatimu?” tanya Tae Joon dengan santai dan Joong Won  pun memutuskan pergi. Baru beberapa langkah meninggalkan kursinya, Tae Joon langsung bertanya kabar Hye Kyung.  Dengan tersenyum Joong Won menjawab kalau Hye Kyung baik-baik saja.

Tae Joon lalu berkata kalau pasti akan menyenangkan saat mereka bertemu di pengadilan. Namun Joong Won tak sependapat, menurutnya hal tersebut tak menyenangkan.

Myung Hee dan Hye Kyung kembali ke firma dan sebelum masuk ruangannya, Hye Kyung meminta Dan untuk mencari tahu tentang apa kesaksian yang akan saksi pengacara Son katakan. Dan pikir Hye Kyun sudah memaafkannya, tapi ternyata Hye Kyung masih marah padanya, karena setelah Hye Kyung meminta hal itu, Hye Kyung langsung masuk ruangannya.


Dan masuk ruangan Hye Kyung dan menjelaskan semuanya. “Itu terjadi saat aku bekerja untuknya Pada saat itu, hal itu tidak berarti bagiku,” aku Dan.  “Itu sebelum aku bertemu denganmu. Aku bahkan tidak tahu wajahmu. Aku sudah melupakannya. Sekecil itulah artinya bagiku. Lalu, aku bertemu denganmu dan mulai menyukaimu. Aku suka bekerja denganmu dan mengobrol denganmu. Maka itu, aku merasa lebih buruk.”


“Kamu kira aku peduli dengan perasaanmu? Kamu hanya melihatku tanpa memutuskan,” ucap Hye Kyung dengan nada marah.  “Seharusnya kita tidak berteman. Seharusnya kamu tidak membantu dan menghiburku seperti teman.”

“Kita berteman. Aku tidak pernah punya teman. Tapi kupikir, kamu bisa menjadi temanku,” ucap Dan yang kemudian mengaku kalau selama ini dia tak pernah takut untuk di sakiti dan menyakiti orang, tapi semua itu berbeda pada Hye Kyung, Dan tak ingin Hye Kyung terluka karena dirinya. Walaupun begitu, Hye Kyung tetap tak bisa mengembalikan hubungan mereka jadi seperti sebelumnya. Tak bisa berkata-kata lagi, Dan pun akhirny berkata kalau dia akan mengundurkan diri.


Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 12 - 2

No comments :

Post a Comment