September 8, 2016

The Good Wife Episode 11 - 1



Dengan perasaan marah, Hye Kyung pergi dari pesta perayaan kemenangan Tae Joon. Dia pulang ke rumah dan setelah diam sejenak, dia langsung mengemasi barang-barang Tae Joon  dan menyimpannya di kardus. Tepat disaat itu, dia mendapat sms dari Tae Joon yang menanyakan keberadaan Hye Kyung. Tak membalas sms dari Tae Joon, Hye kYUng malah browsing rumah yang bisa disewa, bahkan Hye Kyung langsung datang ke rumah tersebut dan menandatangi kontrak sewa dengan si pemilik rumah.





Hye Kyung kemudian menelpon Tae Joon dan memintanya untuk datang ke rumah yang baru dia sewa. Tae Joon lalu memberitahu ibunya untuk pulang bersama anak-anak karena dia harus menemui Hye Kyung dulu. Sang ibupun mengiyakan. Tepat disaat itu Won Seo muncul dan mengajak  Tae Joon bicara. Karena ibu dan anak-anak memang sudah mau pulang, jadi mereka pun berpamitan terlebih dahulu denganTae Joon.


Saat hanya bertiga dengan pengacara Oh, Won Seo mengajak Tae Joon untuk melanjutkan obrolan mereka di tempat lain, karena Won Seo juga mengundang orang dari komisi kota yang bisa membantu mereka. Namun Tae Joon menolak ajakan tersebut karena dia harus menemui Hye Kyung. Won Seo pun coba mengerti karena Tae Joon adalah orang yang pernah selingkuh, jadi dia harus melakukan pendekatan dengan istrinya, karena disaat Tae Joon bersama sang istri, dia jadi jaksa bersih dan politikus yang berkuasa. Tapi disaat Tae Joon kembali bekerja, dia harus lebih fokus pada penyelidikannya.

Ji Hoon menelpon Hye Kyung dan mengatakan kalau dia dan Seo Yeon akan pergi ke rumah nenek. Mereka akan memberikan waktu berdua untuk Hye Kyung dan Tae Joon. Tanpa mengatakan apa alasan dia memanggil Tae Joon, Hye Kyung langsung menyuruh Ji Hoon tidur karena sudah malam.



Setelah menutup telepon Ji Hoon, Hye Kyung melepas cincin pernikahannya dengan Tae Joon. Tak lama kemudian Tae Joon datang dan dia terkejut ketika melihat barang-barangnya ada di rumah itu. Apalagi Hye Kyung langsung berkata kalau sisa barang-barang Tae Joon akan dia kirim besok. Tae Joon tentu saja jadi tak mengerti, karena sebelumnya Hye Kyung berkata kalau dia akan melupakan semuanya demi anak-anak mereka, jadi apalagi masalahnya sekarang.


“Kim Ji Young,” ucap Hye Kyung dan Tae Joon terdiam. Melihat ekspresi Tae Joon, Hye Kyung pun berkata kalau apa yang dia pikirkan tidak salah. Tae Joon pun jadi penasaran dengan orang yang mengatakan semua itu pada Hye Kyung. Mendengar Tae Joon malah memusingkan siapa yang memberitahunya dari pada perasaan Hye Kyung sendiri, Hye Kyung pun tambah tak senang.

Tae Joon beralasan tak memberitahu Hye Kyung karena takut Hye Kyung tambah bimbang dan semua itu terjadi sudah sangat lama, jadi diapun sudah melupakan semuanya. Tae Joon mengaku salah dan sekarang dia sudah berubah, lagi pula Hye Kyung sebelumnya sudah memaafkan dirinya.

Hye Kyung menjawab kalau tadinya dia memang mau memperbaiki hubungan mereka berdua, demi kebaikan anak-anak mereka, tapi sekarang Hye Kyung merasa salah. Tae Joon mengingatkan Hye Kyung kalau diluar sana masih banyak orang yang berniat menyerang mereka, ketika orang itu menemukan celah diantara mereka berdua, maka orang itu akan mulai menyerang. Jadi mereka berdua tidak boleh berpisang untuk menghentikan gunjingan, sebab orang-orang itu sedang mencoba menuduh Tae Joon lagi atas hal yang lainnya. Namun Hye Kyung sudah terlanjur marah, dia tetap tidak bergeminng walau Tae Joon membawa anak-anak mereka sebagai alasan tidak berpisah.


Pagi hari, Hye Kyung beres-beres rumah, menghias diri lalu berangkat kerja. Dia sepertinya berangkat lebih awal karena di kantor belum ada orang sama sekali. Hye Kyung bersama Myung Hee dan Joong Won kemudian melihat berita tentang kasus klaim kerusakan melawan Elvatil antidepresan. Para demonstran dan pengacaranya meminta pada perusahaan untuk menghentikan penjualan Elvatil antidepresan, karena menyebabkan seseorang membunuh dan juga bunuh diri.

“Ayah penggugat Do Han Na, Do Jae Cheol, membunuh istrinya dan bunuh diri setelah meminum obatnya,” ucap si reporter.


“Ada lebih dari 20 korban yang melakukan bunuh diri setelah meminum Elvatil. Selain harus membayar ganti rugi, pendistribusian obatnya juga harus dilarang. Ini sidang sipil pertama dalam sejarah yang melibatkan warga sipil,” ucap Myung Hee diTV sebagai perwakilan dari pengacara pendemo. Joong Won mematikan TV dan berkomentar kalau wajah Myung Hee terlihat tulus di TV. Namun Myung Hee menanggapi dengan serius, dia menyuruh Joong Won untuk tidak bercanda karena kasus ini memakan waktu sampai 2tahun untuk mempersiapkannya. Myung Hee tak ingin sampai kalah dalam persidangan nanti, karena kalau semua itu terjadi, dia takut akan ada korban-korban lagi.


Joong Won berpendapat kalau media pasti banyak yang tertarik karena ini adalah kasus medis besar. Jadi kalau mereka bisa memenangkan kasus ini, maka semua itu akan sangat bagus untuk firma mereka. Myung Hee pun setuju dan firma mereka memang mulai menanjak setelah menangani kasus Tae Joon. Jika mereka kali ini juga berhasil,maka mereka tidak akan perlu lagi memecat orang.

Karena sebelumnya, Hye Kyung sudah mempelajari tentang antidepresan bersama Joon Ho, jadi Myung Hee pun menunjuk Hye Kyung untuk menjadi asistennya nanti di persidangan.

“Ini ringkasan kasusnya. Kamu butuh informasi ini untuk dijelaskan kepada juri. Kamu harus membacanya,” ucap Myung Hee dan memberikan berkas kasus pada Hye Kyung karena mereka harus melakukan sidang pukul 14.00.

Myung Hee keluar duluan dan Joong Won memberitahu Hye Kyung, kalau kakaknya sekarang sedang gugup, jadi dia meminta Hye Kyung untuk membantunya, karena pengacara perusahaan farmasi tersebut kabarnya sangat hebat. Saking hebatnya, para juri persidangan sampai tak bisa berhenti memerhatikan pengacara itu. Walaupun begitu, Joong Won tetap menyuruh Hye Kyung untuk bersikap seperti biasanya.


Sambil berjalan keluar Joong Won berkata kalau pengacara yang banyak bicara akan lebih unggul daripada mereka yang pandai menulis. Walaupun Hye Kyung sadar kalau dia tak pandai bicara, tapi dia akan berusaha melakukan yang terbaik.

Di tangga Hye Kyung berpapasan dengan Dan, tapi disaat Dan menyapa dengan senyum dan anggukan, Hye Kyung terkesan tak peduli. Tentu saja melihat sikap cuek Hye Kyung,  membuat Dan sedikit heran.

Di ruangannya, Hye Kyung sedang mempelajari berkas yang Myung Hee berikan, tak lama kemudian, Myung Hee muncul dan mengajak Hye Kyung bicara. Myung Hee mempertemukan Hye Kyung dengan klien mereka, dia adalah anak dari Tuan Do, namanya Do Han Na. Myung Hee kemudian meninggalkan mereka berdua untuk mengobrol.


Han Na mengaku kalau keberaniannya untuk menuntut muncul karena Myung Hee terus membujuknya selama berbulan-bulan. Walaupun sampai sekarang, dia masih merasa khawatir dengan keputusannya. Dia bertanya apa foto orang tuanya nanti akan di tampilkan dipersidangan dan Hye Kyung pun mengiyaka. Hye Kyung juga mengingatkan Han Na, disaat dia nanti bersaksi, pasti dia akan pembicaraan yang memberatkan, namun jika mereka terus berunding dan berjuang, hasilnya pasti akan baik. Jadi yang Han Na harus lakukan hanyalah percaya pada pengacaranya.

“Aku takut, tapi akan kulakukan. Akan kulakukan demi mendiang orang tuaku. Mereka pasti ingin aku bersaksi untuk mereka,” ucap Han Na.


Myung Hee dan Hye Kyung pergi ke gedung pengadilan dan di sana mereka langsung diburu pertanyaan oleh awak media. Saat disinggung tentang Tae Joon, Hye Kyung menjawab kalau Tae Joon adalah orang yang paling mendukungnya dalam menangani kasus itu.

“Penggugat mengurangi uang ganti rugi dan meminta pelarangan Elvatil. Apa itu strategi untuk berdamai dengan perusahaan farmasinya?” tanya reporter yang lain.

“Tidak. Itu menunjukkan bahwa penggugat tidak melakukan ini demi uang. Gugatan ini untuk kehormatan mereka yang meninggal atau terluka karena efek samping Elvatil dan mencegah korban jiwa lagi,” jawab Hye Kyung dengan tegas.

“Jika perusahaan farmasinya mengakui efek sampingnya, meminta maaf, serta menyiapkan rencana pencegahan, mungkin kami bisa memikirkan tentang perdamaian,” tambah Myung Hee.


Myung Hee dan Hye Kyung sekarang sudah berada di ruang sidang. Sebelum persidangan dimulai, Myung Hee memberitahu Hye Kyung kalau lawan mereka sudah menyewa pengacara terbaik dalam sidang sipil. Jadi karena itulah, Myung Hee ingin Hye Kyung yang memimpin tuntutan ini. Hye Kyung kaget dengan permintaan itu, secara Hye Kyung belum pernah berbicara di hadapan para juri. Tapi karena Myung Hee sangat yakin, Hye Kyung bisa melakukannya, jadi tak ada alasan bagi Hye Kyung untuk menolaknya.



Merasa gerogi, Hye Kyung pun pergi ke toilet dulu. Di toilet, Hye Kyung berlatih mengenalkan diri dan bicara di depan para juri persidangan. Saat sedang fokus berlatih, tiba-tiba ada seorang wanita keluar dari WC dan itu membuat Hye Kyung terdiam karena malu. Tepat disaat itu, Ibu Tae Joon menelpon dan Hye Kyung langsung me-reject-nya.


Di tangga Hye Kyung bertemu dengan seorang ahjussi yang terlihat sulit berjalan. Hye Kyung pun hendak membantunya naik tangga, tapi ahjussi itu malah minta dia untuk mengambil tasnya di otomat pengecer. Karena sudah bilang ingin membantu, Hye Kyung pun tak bisa menolak permintaan itu. Hye Kyung sudah berada di otomat pengecer dan disana dia tak menemukan tas milik si ahjussi.

Ahjussi itu masuk ke ruang sidang dan ternyata dia adalah Pengacara Son Dong Wook, dia adalah pengacara dari pihak farmasi. Waduh, ternyata Hye Kyung tadi di kerjai.



Persidangan di mulai, namun Hye Kyung tak kunjung datang, alhasil yang memulai duluan adalah dari pihak pembela. Ternyata Pengacara Son tahu tentang Hye Kyung, dia sengaja mengerjai Hye Kyung agar dia bisa duluan membacakan pembelaan di depan juri persidangan. Dengan kondisi kakinya yang cacat, Pengacara Son berusaha menarik simpati parta juri. Bahkan Pengacara Son sampai menyebut kalau dia mengidap penyakit diskinesia tardif, dia tidak bisa mengendalikan semua otot-ototnya. Tujuan pengacara Son memberitahu juri semuanya, karena dia tak ingin para juri bertindak diskriminasi terhadap orang cacat.


Pengacara Son kemudian menunjukkan sebuah obat yang disaat dia minum tidak membawa efek apapun pada tubuhnya. Karena obat itu tidak membawa efek apapun, maka perusahaan  farmasinya mengalami kerugian jadi perusahaan itupun mulai memproduksi obat antodepresan Elvatil. Tak terima. Hye Kyung pun langsung mengajukan keberatan, keberatannya ditolak oleh hakim.

Pengacara Son lalu berkata kalau gejala penyakitnya semakin parah kalau dia gugup, jadi dia menjamin kalau dia tidak bisa berbohong atau mendengar orang lain berbohong. Mendengar pengakuan itu, Hye Kyung lagi-lagi mengajukan keberatan. Karena keberatan yang diajukan Hye Kyung, hakim pun memanggil Hye Kyung dan Pengacara Son untuk maju ke meja hakim.


“Yang Mulia. Saat menjelaskan kondisinya, pengacara tergugat mencoba memberi kesan yang positif kepada tergugat,” ucap Hye Kyung.

“Yang Mulia, saya hanya menjelaskan tentang kondisi saya agar tidak mengejutkan juri,” jawab Pengacara Son.

“Perkara sidang ini adalah jika antidepresan yang dibuat oleh terdakwa menyebabkan dorongan kekerasan dan bunuh diri. Pengacara terdakwa tidak boleh memuji perusahaannya sambil berpura-pura menjelaskan kondisinya,” ungkap Hye Kyung dan hakim setuju dengan pendapatnya.

“Pengacara Son. Tidak apa-apa menjelaskan kondisi Anda, tapi jangan mengaitkannya dengan perusahaan farmasi,” pesan hakim dan pengacara Son mengiyakan. “Selain itu, ini sidang demonstratif yang melibatkan warga. Mahkamah Agung juga mengawasi kita. Saya mohon, cobalah untuk rasional. Ikuti saja aturannya, paham?” ucap hakim pada Hye Kyung dan Hye Kyung menjawab akan berusaha selama pengacara Son tidak melakukan hal-hal konyol.


Selesai berbicara dengan hakim, pengacara Son sengaja memancing emosi Hye Kyung dengan berkata kalau tadi dia memang sengaja mengerjai Hye Kyung. Untung saja Hye Kyung masih bisa menahan emosinya.


Hye Kyung pulang ke kantor dan dia berpapasan dengan Dan yang bertanya tentang jalannya persidangan. Tak menjawab Hye Kyung hanya terus berjalan. Walaupun diacuhkan, Dan tetap memberitahu Hye Kyung kalau ibu Tae Joon sedang menunggu di ruangan Hye Kyung.


Ibu Tae Joon datang untuk bertanya kenapa Hye Kyung melakukan semua itu, kenapa Hye Kyung menempatkan Tae Joon di apartemen sendiri, padahal dia baru saja keluar penjara. Saat membahas alasan Hye Kyung melaku7kan semua itu, sang ibu menebak kalau Hye Kyung melakukannya karena ada pria lain. Mendengar tuduhan itu, Hye Kyung tak meralat ataupun membantah, sehingga membuat Ibu Tae Joon bingung dengan cara pikir Hye Kyung.


“Ibu bilang kepada Tae Joon bahwa kamu menakutkan karena tidak mengatakan pikiranmu,” ucap Ibu Tae Joon dan saat Hye Kyung berkata apa dia harus mengatakan alasannya, sang ibu malah menolak untuk tahu, karena apapun alasannya, dia tak mau mencegahnya.

“Namun, bagaimana dengan anak-anakmu? Ji Hoon dan Seo Yeon senang bisa hidup bahagia lagi dengan ayah mereka. Kamu mau bilang apa kepada mereka? Kamu akan berterus terang?” tanya ibu dan Hye Kyung mengiyakan, dia akan berterus terang pada anak-anaknya.

“Ibu mengerti perasaanmu, tapi keadaan tidak akan berjalan sesuai keinginanmu,” ucap sang ibu dan kemudian pergi.


Jaksa Choi dan Do Sub sudah berada di restoran. Jaksa Choi menelpon atasannya dan protes karena atasannya itu ingin Tae Joon kembali lagi ke kantor kejaksaan. Namun sepertinya, si atasan tak mau mendengarkan keluhan Jaksa Choi, dia tetap pada pendiriannya sendiri.

Do Sub bertanya apa yang atasan mereka katakan, tapi Jaksa Choi tak mau menjawab, dia hanya menyuruh Do Sub mencari wanita yang bernama Kim Ji Young. Jaksa Choi pikir kalai komite disiplin akan berubah pikiran jika mereka berhasil mengungkap tentang wanita itu.



Tepat disaat itu, Tae Joon masuk dan berkata kalau Jaksa Wilayah akan segera datang dan dia menyuruh Tae Joon datang lebih dulu. Melihat Tae Joon, tentu saja Jaksa Choi kaget. Tae Joon kemudian meminta Jaksa Choi untuk berhenti mengorek-orek masa lalunya, karena akan sangat tidak bagus kalau publik tahu tentang konflik internal di kantor kejaksaan. Jaksa Choi pun bertambah kaget saat tahu kalau selama ini Do Sub bekerja sama dengannya.

“Meskipun kita menyidiki ulang kasus Dream UCT, aku tidak akan menyentuhmu. Aku juga tidak berencana untuk menyakiti keluargamu. Akan kubiarkan kamu bekerja di kantor kejaksaan. Aku hanya memintamu diam. Jangan melakukan apa pun. Asal tahu saja, atasanmu merasa tertekan olehmu,” ucap Tae Joon dan sebelum Jaksa Choi sempat berkata-kata, atasa mereka datang. Sang atasan bertanya apa mereka semua sudah membicarakannya.

“Ya. Dia sangat pengertian. Terima kasih, Sunbaenim,” jawab Tae Joon dan Jaksa Choi pun tak bisa berkata-kata lagi. Dia pun menurut saja saat Tae Joon mengajak berjabat tangan.


Di rumah Hye Kyung mengaku pada kedua anaknya, kalau dia sudah memutuskan untuk menjaga jarak dari Tae Joon. Hye Kyung hanya beralasan kalau menurutnya berpisah adalah hal yang terbaik sementara waktu ini.

“Aku tidak mengerti. Kupikir semuanya sudah selesai. Dia sudah memenangi perkaranya. Ibu bilang akan mencoba lagi dengan Ayah,” ucap Seo Yeon dengan mata berkaca-kaca.

“Ya. Ibu sudah mencoba, tapi itu tidak berjalan lancar,” jawab Hye Kyung dan Seo Yeon bertanya apa orang tuanya akan berpisah selamanya. Kali ini Hye Kyung menjawab tidak, dia mengaku kalau sekatang mereka hanya butuh waktu untuk berpikir. Ji Hoon lalu bertanya apa selama waktu berpikir itu, mereka di larang bertemu dengan ayah mereka. Tentu saja Hye Kyung menjawab tidak. Dia memberitahu kedua anaknya, kalau apapun yang terjadi pada dia dan Tae Joon, mereka berdua tetap anak-anak mereka.

“Ibu mengerti ini berat, tapi tidak ada hal lain yang bisa Ibu lakukan. Selain itu, mari rahasiakan ini di antara kita,” ucap Hye Kyung dan kemudian menjelaskan kalau alasan dia minta dirahasiakan adalah untuk mencegah orang-orang menggunjing keluarga mereka.


“Aku akan menuruti apa pun kata Ibu. Aku tahu betul selama ini Ibu kesulitan. Aku hanya ingin Ibu berbahagia,” ucap Seo Yeon dan menangis. Hye Kyung sendiri tak bisa menahan air matanya juga ketika mendengar Seo Yeon berkata seperti itu.

bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 11 - 2

2 comments :

  1. Gumawo sinopsisnya.. Smngat buat nulis sampai episode akhir ya mba,,pnasaran bgt sm endingnyaa

    ReplyDelete
  2. Gumawo sinopsisnya.. Smngat buat nulis sampai episode akhir ya mba,,pnasaran bgt sm endingnyaa

    ReplyDelete