September 23, 2016

Sinopsis On The Way To Airport Episode 1



Kisah ini diawali dengan telpon Kapten Pilot Park Jin Seok (Shin Sung Rok) pada istrinya Pramugari Choi Soo Ah (Kim Ha Neul) yang meminta mengurus kepindahan Hyo Eun ke sekolah internasional di Malaysia.



Bukan keinginan Hyo Eun dan Soo Ah sebenarnya, tapi keinginan ayahnya yang ingin memasukkan Hyo Eun ke sekolah internasional agar Hyo Eun lebih siap ketika memasuki persaingan global. Tak diterima di sekolah internasional New Zealand, Hyo Eun diterima di sekolah internasional Malaysia yang menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin sebagai bahasa pengantar. Lagipula, sejak bibinya sakit, tak ada yang menemani Hyo Eun di rumah lagi jika ditinggal kerja.

Walau keduanya tak setuju dengan keputusan itu, tapi mereka tetap berangkat juga ke Malaysia dengan janji Soo Ah untuk mengunjungi Hyo Eun setiap Soo Ah terbang ke Malaysia.

Dan kita bertemu dengan keluarga kedua.


Seo Do Woo (Lee Sang Yoon), arsitek yang juga ayah tiri dari Annie, yang sudah cukup lama sekolah di Malaysia. Sepertinya keputusan bersekolah di Malaysia adalah keinginan istrinya –ibu kandung Annie-, tapi ia tak menentang keputusan itu. Untuk mengatasi homesick Annie, pagi itu -masih belum tidur dari lembur semalam- ia merekam pemandangan sungai Han saat fajar dengan otopet listrik.


Istrinya, Hye Won (Jang Hee Jin), seorang kurator seni, sangat sibuk mempersiapkan pameran. Saat Do Woo membicarakan kedatangan Annie ke Seoul untuk merayakan ulant tahun ibunya, Hye Won meminta Do Woo tak memberikan harapan pada ibu Do Woo karena Annie mungkin tak akan datang. Karena jadwal Do Woo kosong, Hye Won sudah memesankan tiket agar Do Woo bisa mengunjungi Annie.


Jin Seok, masih berseragam pilot, ikut mengantarkan Hyo Eun, yang akan berangkat ke Kuala Lumpur. Kalau dari saya lihat, Jin Seok agak terlalu ramah pada para wanita. Nggak genit, tapi terlalu ramah. Hyo Eun masih kesal pada ayahnya yang mengirimnya sekolah ke Malaysia.


Soo Ah dan Hyo Eun, berangkat malam itu, satu pesawat dengan Do Woo. 


Kedatangan mereka disambut oleh Marie, induk semang Hyo Eun. Mari mengatakan kalau teman sekamar Hyo Eun yang menghias rumah dan membersihkan kamarnya untuk menyambut Hyo Eun, teman sekamarnya yang baru.


Annie senang sekali melihat kedatangan ayahnya. Do Woo memberikan brosur, “Nenek dan pamanmu akan mengadakan pameran di sini. Datanglah ke pameran bersama temanmu.” Annie kemudian memberikan bola kelereng pada ayahnya, ia juga memiliki satu, pemberian dari nenek, yang selalu ia simpan di sakunya.


Annie membawa Do Woo ke jembatan atas sungai yang menurutnya mirip dengan pemandangan sungai Han. Kelihatan sekali Annie kangen dengan Seoul dan mengusulkan untuk membawanya pulang.


Annie menolak, “Malah bagus kalau merasa kangen. Aku hanya perlu menunggu menunggu dan menunggu. Dan setelah itu kita akan bertemu lagi. Pikiran seperti itu yang memberiku kekuatan.”Do Woo memuji cara berpikir Annie.


Soo Ah berat harus meninggalkan Hyo Eun. Begitu juga dengan Hyo Eun. Tapi ia berjanji akan mengunjungi Hyo Eun sesering mungkin.


Ia pulang, tetap dengan bekerja. Kali ini pun ia sepesawat dengan Do Woo. Untuk pertama kalinya, mereka bertatap muka, karena Soo Ah yang menyambut penumpang boarding. Do Woo menjadi penumpang terakhir yang datang.


Karena tak ada Hyo Eun di rumah, Mi Jin –sahabat dan rekan kerja Soo Ah- mengajak party. Walau enggan, Soo Ah mengiyakan dan memakai gaun pinjaman dari Mi Jin. Tak disangka, pesta ini diselenggarakan oleh Ji Eun di kantornya. Ji Eun adalah, teman Mi Jin, yang mengenalkan tempat kos Hyo Eun. Ji Eun juga rekan sekerja Do Woo.


Soo Ah tak percaya diri dengan gaun pendek yang dipakainya, apalagi bertemu dengan ayah teman sekamar anaknya. Ia memilih pulang. Mi Jin yang bertemu dengan Do Woo memberi nomor telepon Soo Ah.


Do Woo menelepon Soo Ah yang sedang berjalan pulang. Do Woo dapat melihat sosok wanita itu dari atas kantornya, walau tak bisa melihat wajahnya. Pernah mengalami kangen dan kekhawatiran setelah mengantar kepergian putrinya, Do Woo memberitahu kalau putrinya sangat senang tinggal di sana, bahkan malah jarang meneleponnya. Dan menurut laporan Marie, kedua anak itu ngobrol semalaman dan belum tidur sampai sekarang.


Soo Ah tak dapat menahan tangis, kangen sekaligus lega mendengar kabar itu. Ia berterima kasih dan memutus perbincangan dengan alasan taksinya sudah datang.


Dari atas Do Woo bisa melihat kalau tak ada taksi yang datang. Soo Ah menutup telepon karena menangis tersedu-sedu.

 

Hyo Eun dan Annie langsung menjadi sahabat akrab. Hyo Eun malah mengeluh kenapa ibunya terlalu sering datang, tak seperti ayahnya. Saat Soo Ah mengunjungi Hyo Eun dan menemaninya ke pameran perhiasan tradisonal Korea karya nenek dan paman Annie, Hyo Eun malah menyuruh ibunya pergi karena ia janjian ketemu dengan Annie di sini.

Itu jika Annie tidak pulang ke Korea untuk merayakan ulang tahun neneknya. Tapi Annie tak kunjung datang, membuat Hyo Eun cemas. Soo Ah pun menelepon Marie, bertanya apa Annie kembali ke Korea? Marie menjawab tidak berangkat.


Ternyata Annie memang berniat kembali ke Korea, hanya membawa ransel kecil saja. Pantas Marie menyangka Annie tidak pulang ke Korea.  Tapi saat ia baru masuk lobi bandara, ibunya menelepon dan memintanya, “Jangan pulang. Lakukan sesuai janjimu. Kenapa kau pikir ayahmu mengirimkanmu padaku?”


Telepon dari ibunya ini membuat Annie berbalik dan berlari meninggalkan bandara. Karena menangis, ia tak sadar menabrak Soo Ah –yang pulang ke Korea dengan bertugas-, dan kelereng pemberian neneknya terjatuh yang kemudian dipungut Soo Ah.


Air matanya semakin deras tapi ia terus berlari, menyeberang jalan tanpa menoleh kiri kanan. Tak melihat ada mobil melaju, Annie tertabrak mobil.


Sesampainya di Korea, Soo Ah menenangkan Hyo Eun yang menelepon, cemas karena sampai sekarang Annie belum pulang dan ada polisi yang menemui Marie. Soo Ah menenangkan Hyo Eun kalau Annie pasti sudah kembali ke Korea. Tapi ia sebenarnya juga cemas, apalagi baru sadar kalau ada anak di bawah umur bernama Seo Eun Woo yang no show di pesawatnya tadi.


Ia mencoba menghubungi Do Woo ataupun Marie, tapi tak diangkat. Karena khawatir, ia akhirnya ke loket untuk membeli tiket ke Kuala Lumpur. Masih ada satu seat yang tersisa. Di sampingnya ada pria yang juga akan membeli tiket ke Kuala Lumpur. Pria itu terlihat cemas, dan setelah menerima telepon, pria itu nampak lemas dan gemetar.


Akhirnya Soo Ah membatalkan keberangkatannya setelah memastikan kalau tiket yang ia batalkan diberikan pada pria itu.


Do Woo melihat sekilas wajah wanita yang pergi setelah membatalkan tiket demi dirinya.

Tapi Soo Ah masih merasa cemas. Akhirnya setelah berpikir kembali –kelereng yang terjatuh dari anak yang menabraknya, nama Seo Eun Woo di daftar penumpang, dan kehawatiran Hyo Eun-, ia memesan tiket untuk penerbangan berikutnya.


Annie telah meninggal dunia. Do Woo sekarang berada di kamar Annie, menyadari kalau Annie menempelkan foto dirinya yang sedang mengulurkan tangan di langit-langit. Ia menangis tersedu-sedu teringat ucapan Annie yang menikmati rasa kangen karena nanti akan bertemu juga.


Soo Ah tiba di rumah Marie dan menunggu Hyo Eun pulang. Di kamar ia melihat foto seorang pria tertempel di langit-langit. Merasa kalau itu adalah foto ayah Annie, ia menelepon Do Woo kembali. Tak disangka Do Woo mengangkat telepon.


Ia bertanya apakah Annie baik-baik saja dan apakah sekarang sudah ada di Seoul? Do Woo tak bisa menjelaskan lewat telepon dan berjanji akan menjawab lewat SMS. Hyo Eun datang dan bertepatan dengan itu dua SMS Do Woo muncul. Bagaimana kabar Hyo Eun. Annie sudah tidak bersama kita lagi.


Soo Ah lemas dan tanpa menjelaskan, ia mengajak Hyo Eun untuk kembali ke Seoul. Ketika bertemu Marie, ia marah karena Marie menyembunyikan kenyataan kalau Annie meninggal. Apa Marie takut kehilangan konsumen?


Hyo Eun histeris dan menangis, menghambur ke pelukan Marie. Marie menatap Soo Ah, menegur, “Kau mengira aku menganggap anak-anak ini konsumen? Karena inilah kenapa aku tak memberitahu kematian Annie pada Hyo Eun. Aku sebenarnya ingin kalian lebih peduli, tak hanya menanyakan nilai pelajaran Hyo Eun saja.”

Hyo Eun dipulangkan ke Seoul lebih dulu karena Soo Ah harus bekerja di penerbangan malam. Do Woo juga pulang di penerbangan yang sama dengan Soo Ah yang bertugas.

Do Woo kembali dengan membawa abu Annie. Tapi Hye Won meminta untuk tidak membawa Annie kembali dan memohon Do Woo untuk mengubur Annie di Malaysia.


Saat masuk pesawat, Do Woo mengenali Soo Ah sebagai pramugari yang memberikan kursi ke Malaysia padanya. Ia menyapa dan berterima kasih pada Soo Ah. Melihat betapa capeknya Soo Ah karena harus menenangkan bayi yang menangis, ia menghampiri Soo Ah di belakang dan berterima kasih karena telah memberikan kursi untuknya.


Ia juga memberi gelang karet yang selalu ia pakai. Gelang itu sepertinya pemberian Annie, karena Annie juga memakai gelang yang sama. Soo Ah berterima kasih.

Setelah itu, Soo Ah baru menyadari kalau pria yang memberinya karet gelang itu adalah pria yang sama di foto atas tempat tidur Annie.


Ketika pesawat akan mendarat, Soo Ah duduk kursi pramugari di hadapan Do Woo. Mereka berdua saling bertatapan, dan Soo Ah menyapa, “Suh Do Woo-ssi? Apa kau ayah Annie?”


Mata Do Woo melebar, heran bagaimana pramugari di depannya ini tahu? Perlahan Soo Ah menjawab, “Halo, aku adalah ibu Hyo Eun.”


Komentar :

Pertama kali nonton, saya bingung karena permulaan drama yang cepat sekali. Papa Hyo Eun menyuruh Soo Ah dan Hyo Eun ke Malaysia dan seterusnya-seterusnya..

Setelah itu kita diperkenalkan dengan keluarga kedua, yang saya tak tahu kalau ternyata anaknya ada di Malaysia. Perpindahan lokasi yang cepat, membuat saya bingung. Ini bandara mana? Ini travelator Kuala Lumpur atau Seoul?

Saya baru mulai menangkap setelah pertengahan episode. Tapi saya masih belum menangkap semua informasi di awal episode karena sibuk menebak-nebak. Tapi setelah saya nonton untuk kedua kalinya –untuk ngerecap, tentu saja- semua jadi make sense. Saya lebih memahami, oh.. ternyata begini, ternyata begitu.

Moral of the story, kalau kesan pertama drama yang sedang tayang itu ga dapet, tapi masih pingin nerusin nonton, coba di-rerun lagi, dan biasanya semua make sense.




Pikiran setiap orang tua pasti sama. Ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Persaingan global yang sudah mulai muncul sekarang, dan menjadi hal biasa di masa dewasa anak-anak kita, harus disiapkan secara benar-benar oleh orang tua.

Dan kedua keluarga ini tak terkecuali.

Note : kenapa Malaysia? Sepertinya karena Air Asia adalah salah satu sponsor utama drama ini, sehingga lumrah jika Do Woo menggunakan Air Asia dan bukannya maskapai lokal, karena tujuannya adalah Malaysia yang merupakan base Air Asia.


Dua keluarga ini sama-sama sibuk. Saking sibuknya, di awal episode kita melihat Jin Seok dan Soo Ah hanya bertukar pandang di travelator dan berkomunikasi lewat handphone.

Saat Soo Ah ada di rumah, Jin Seok sedang dinas terbang. Ketika Jin Seok pulang, Soo Ah yang malah terbang. Setelah Hyo Eun sekolah di Malaysia, Jin Seok disambut oleh rumah yang gelap dan beberapa jenis makanan dalam porsi kecil yang tersimpan di lemari es, sehingga ia berkomentar, “Ini makanan buatan sendiri atau dari pesawat?”


Hahaha.. pas pertama dengernya, saya tertawa melihat ekspresi Jin Seok. Tapi setelah dipikir-pikir, miris rasanya. Tentu saja Jin Seok tahu kalau itu masakan istrinya, Tapi pulang ke rumah, mendapatkan makanan yang porsinya sama seperti makanan di pesawat, membuat dia berkomentar seperti itu.

Apa Soo Ah bisa disalahkan? Saya pikir tidak, karena mereka berdua pasti sudah tahu konsekuensinya memiliki pasangan yang masih bekerja dan tak mengenal tanggal merah. Masih untung Soo Ah sempat menyiapkan makanan untuk suaminya.


Keluarga Park ini super super sibuk. Ditambah saya melihat sekelumit sikap terlalu ramah dari Kapten Pilot Park.

Keluarga Do Woo yang agak aneh. Ternyata Annie bukanlah anak kandung Do Woo. Dari pembicaraan Ji Eun dan Mi Jin, Do Woo belum menikah 5 tahun yang lalu. Jadi pernikahan Do Woo dan Hye Won maksimal sekitar 4 tahun yang lalu, yang berarti ketika Annie berumur sekitar 6 tahun-an. Dan malah Annie jauh lebih sayang pada ayah tirinya. Pada ibu kandungnya, ia menunjukkan kepatuhan. Buktinya, ia mau dikirim ke luar negeri.

Tapi ucapan (atau ancaman?) ibunya yang meminta untuk memegang janjinya dan bertanya : kenapa kau pikir ayahmu mengirimkanmu padaku?


Sebenarnya bagaimana cerita di antara keluarga ini? Saya merasa Hye Won menyayangi Annie. Dia menangis di rumah, tapi memohon agar tak membawa jasad Annie kembali ke Korea.
Hye Won melarang Annie untuk pulang ke Korea merayakan ulang tahun nenek tirinya. Okee… Tapi setelah Annie sudah meninggal, kenapa Hye Won tetap tak mau Annie kembali ke Korea walau berupa jasad?


Saya sebenarnya agak ragu dengan drama ini, karena tema perselingkuhan adalah a big no no untuk saya. Tapi lagi-lagi karena Lee Sang Yoon..

Haduh.. mas.. mas. Mbok ya milih drama yang biasa-biasa aja, kayak si pacar aja kenapa toh? Kok milih kayak gini lagi? Pas di Twenty Again, suami Nora dulu yang berselingkuh dan kamu kan ga ngambil langkah dulu buat ngerebut Nora.

Moga-moga yang ini juga nggak, ya..? 

3 comments :

  1. Lsy ga mau ngelepas imej menantu idamannya kan? Haha...
    Saya jg ngarep mereka cerai dulu deh mbak
    Itu soo ah kayaknya jg mikir berulang kali buat ngelakuin itu demi sang anak
    Btw komennya panjang bener. Emang ahjumma kalo ngomongin kehidupan nikah pengalaman banget *kabur

    ReplyDelete
  2. sejenak, aku lupa klo Lee Sang Yoon pacaran sm Uee dan Kim Hae Neul udah nikah XDDD

    mereka terlalu cocok :))

    ReplyDelete
  3. Asyeekkk....mbak dee akhirnya bkn sinopsis ini....tdnya aku ragu jg mbak krn plot nya,tp the power of lee sang yoon sulit untuk diabaikan....hihihi
    Semangat ya mbak dee....semoga ceritanya sesuai harapan kita.....

    ReplyDelete