September 27, 2016

Moonlight Drawn By Clouds Episode 11 - 2

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 11 - 2

Ratu menyambar pita baju Ra On dan dengan kasar hendak membukanya. Tapi terdengar suara dari luar. “Paduka, Kasim Han datang untuk menemui Paduka Ratu.”



Ratu terkejut mendengarn kedatangan Kasim Kepala. Kasim Han memberi hormat pada Ratu dan Yeong. Kasim Han berkata kalau ia tak keberatan jika Ratu menelanjangi kasimnya, tapi ia minta Ratu melakukannya tanpa merusak martabat Departemen Kasim. “Kasim ini telah lolos ujian Kasim. Dan Kasim Sung, bukankah kau sendiri telah memeriksa kasim ini?”


Kasim Sung hanya bisa mengangguk, tak berani mengatakan kalau ia menyerahkan pemeriksaan itu pada Kasim Ma. Ratu kaget melihatnya. Kasim Han mengerti kalau Ratu ingin memberi pelajaran pada Kasim Hong, tapi bagaimana mungkin Ratu yang menjadi ibu dari kerajaan ini, yang sedang hamil, melihat tubuh telanjang seorang pria? “Jika Raja mendengar hal ini..”


Yeong menatap dingin pada Ratu yang masih mencengkeram baju Ra On. Ia berkata, “Kasim Kepala, Aku dan Ratu akan tetap bertentangan jika kami belum memenuhi rasa penasaran kami. Jadi biarkanlah. Paduka Ratu, kenapa ragu? Silahkan periksa sendiri!”


Ratu gentar dengan tantangan itu. Ia pun melepaskan baju Ra On dan berdiri dan menyuruh kasim Han membawa Ra On pergi. Ra On berseru pelan, lega.


Di Jahyeondang, Yeong menemani Ra On hingga tertidur. Byung Yun yang baru saja datang bertanya apakah ada yang terjadi. Tanpa melepaskan pandangan dari Ra On, Yeong berkata, “Yang kuinginkan hanyalah bersama dengan dengan orang yang aku sayangi. Aku tak tahu kenapa malah terus terjadi hal-hal yang membuatku merasa bersalah.”


Yeong menoleh pada Byung Yun dan tersenyum lemah, “Karena itulah aku berterima kasih padamu.” Ia menepuk punggung Byung Yun sebelum pergi. Byung Yun semakin merasa bersalah.


Yoon Sung terkejut karena mendadak Byung Yun ingin menemuinya. Byung Yun berkata kalau ia ingat dengan masa-masa kecil mereka dulu. Yoon Sung pun masih mengingatnya masa-masa mereka di Jahyeondang. Ia juga mendengar tentang kejadian yang menimpa Ra On tadi dan bertanya apakah Ra On baik-baik saja? Byung Yun menjawab kalau Yeong sekarang sedang menemani Ra On.


Yoon Sung menghela nafas. Ia ingat saat kecil dulu betapa inginnya ia menjadi sahabat Yeong, tapi ia malah menjadi orang yang membuat Yeong merasa tak nyaman. Dan sekarang ia menemukan seorang gadis yang pertama kalinya membuatnya ingin terus selalu bersama.


Byung Yun dapat memahami arah pembicaraan Yoon Sung dan melarang Yoon Sung untuk meneruskan ucapannya dan tetap menyimpannya dalam hati. Tapi Yoon Sung tak mau. “Aku tak akan menyimpannya lebih lama lagi. Ini pertama kalinya aku benar-benar menginginkan sesuatu.”


Guru Dasan berpapasan dengan Ra On di istana. Keduanya terbelalak memandang satu sama lain, dan sama-sama berkata, “Kakekku dulu pernah berkata…”


Kalimat itu seperti kode mereka berdua, karena setelah itu wajah mereka berbinar. Ra On berseru, “Kakek?” Sementara Guru Dasan menyebut namanya, “Ra On-i?” Ra On mengangguk tapi kemudian berbisik kalau ia di sini dipanggil dengan Hong Sam Nom.

Guru Dasan terbelalak, “Kau ini! Dan sudah kularang kau terus memanggil ‘Kakek’ ‘kakek’.” Ia memandangi Ra On dari atas ke bawah dan menyadari kalau Ra On memakai baju kasim. Bagaimana mungkin? Ra On tersipu dan berkata ceritanya panjang, tapi pokoknya ia menjadi seperti sekarang ini dan ia dikenal sebagai kasim yang baik. Jadi jangan khawatir.


Guru Dasan memandangi Ra On, masih belum tampak lega. Tapi Ra On memeluk Guru Dasan erat, senang bertemu dengannya lagi. Guru Dasannya pun juga senang karena setelah bertahun-tahun akhirnya ia bisa bertemu dengan Ra On lagi.

Ra On berkata kalau kakeknya dulu pernah berkata kalau orang yang berjodoh pasti akan bertemu lagi bagaimanapun caranya.


Guru Dasan menepuk-nepuk punggung Ra On. Ia teringat pertama kali mereka bertemu adalah ketika ia menyembunyikan Ra On dan ibunya di gudang saat dicari-cari oleh tentara kerajaan. Guru Dasan menyadari kalau Ra On pasti terpisah dengan ibunya setelah itu.


Mereka dikejutkan oleh suara Yeong yang bertanya apakah Ra On dan Guru Dasan saling mengenal. Ketiganya berpandangan. Menyadari kalau Guru Dasan ke istana untuk menemui Yeong, ia pun ternganga, “Kakek, jadi maksudnya kau adalah Dasan …”

“Kakek?” Giliran Yeong yang ternganga mendengar Ra On memanggil orang yang ia sebut Guru dengan sebutan Kakek.  


Guru Dasan memeriksa jenis makanan yang dihidangkan pada Raja saat itu. Ia mengambil satu jenis makanan, allium hookeri, jenis bawang yang memiliki 3 rasa –manis, pedas, pahit- yang akan membuat sumpit perak berubah warna karena makanan ini mengandung sedikit sulfur tapi jumlahnya tak membahayakan dan sayuran ini tak beracun.


Yeong heran mendengar kalau makanan ini tak beracun. Guru Dasan membuktikan dengan memakannya. Ia heran dengan para dokter kerajaan. Walau makanan ini berasal dari luar kerajaan para dokter pasti tahu mengenai hal ini. Yeong mengerutkan kening curiga.


Kedua antek Perdana Menteri Kim senang karena Yeong pasti sekarang sedang cemas. Mereka merasa kasihan karena tak ada satupun dokter yang memberitahukan yang sebenarnya kepada Yeong. Siapa juga yang mau memberitahu dan membuat Perdana Menteri Kim marah? Yeong akan menyadari kalau tak ada siapapun di istana ini yang ada di pihaknya.


Tapi Yeong berhasil melepaskan ayah dan anak penjual lentera dengan bukti yang ia dapatkan. Keduanya langsung berlutut melihat kedatangan Putra Mahkota. Anak perempuan itu terkejut melihat Tuan Muda yang membeli lenteranya sebenarnya adalah Putra Mahkota.  Ia bertanya apa itu berarti harapannya untuk bisa menemui Raja telah terkabul?


Yeong berlutut, mensejajarkan diri dengan anak itu dan mengiyakan. Ia meminta anak itu untuk terus mengawasinya, apakah ia bisa membuat kerajaan ini menjadi kerajaan yang lebih baik.


Yeong berterima kasih atas bantuan Guru Dasan dan bertanya kapan Guru Dasan akan menerima tawarannya. Guru Dasan merendah dan berkata kalau ia sudah tua, sudah tak mampu lagi.


Ra On pun bertanya apakah Guru Dasan pernah bertemu dengan ibunya? Guru Dasan menjawab kalau ia harap bisa memberi berita baik ketika mereka bertemu lagi.


Raja memberitahu kalau ia akan mempercepat pernikahan Yeong. Melihat wajah muram Yeong, ia tahu kalau keputusannya ini membuatnya tampak lemah dan pengecut di mata Yeong. Tapi Yeong tak menganggap seperti itu. Ia tak ingin menikah karena tak ingin menikahi wanita yang tak pernah ia cintai.  


Raja memahami perasaan Yeong. Sejak ia menjadi Raja ketika berumur 10 tahun, setiap hari ia lalui dengan rasa takut atau bingung dan seperti berjalan di atas air yang mengalir deras. “Ketika kau merasa sudah mengambil 10 langkah, kau baru sadar kalau ternyata kau hanya berjalan di tempat. Kau harus meraih dahan agar bisa membuatmu berjalan ke air yang lebih tenang. Menikahlah dengan putri Menteri Jo.”


Ketika Ra On sedang menata buku, ia terus memikirkan ucapan Kasim Jang yang sedih memikirkan Yeong. Yeong harus menikah dengan seseorang yang berasal dari keluarga yang berpengaruh untuk menguatkan posisinya dan membuat orang-orang untuk berpihak padanya.


Yeong senang melihat Ra On ada di ruangannya. Melihat Ra On termenung, ia mendekat dan berbisik, “Ra On-ah..”


Ra On terperanjat kaget dan berbalik. Ia tersenyum melihat Yeong. Yeong bertanya apa yang sedang dipikirkan Ra On sehingga terlihat melamun? Ra On tak menjawab, malah meminta Yeong untuk mengantarkannya pulang ke Jahyeondang.


Yeong menuruti permintaan Ra On. Yeong menyenggol Ra On, geli karena mereka terus berjalan bolak-balik dari Jahyeondang ke istananya. Apa Ra On memang tak ingin berpisah dengannya?
Ra On bertanya apakah Yeong ingin tahu saat-saat yang paling membahagiakannya? “Saat dimana kau memanggilku ‘Ra On-ah..’

Yeong setuju. Saat itu juga merupakan saat yang paling membahagiakan. “Saat dimana aku bisa memanggil namamu dan kau muncul di hadapanku.”


Ra On berkata kalau ia tak ingin meminta lebih. Tapi Yeong menggeleng, karena ia akan meminta lebih dari yang sekarang. “Saat kau jatuh cinta, otomatis kau akan menjadi serakah.”

Ra On tersenyum, “Aku telah menjadi orangmu, jadi lakukanlah sesuai keinginanmu.” Wajah Yeong berbinar mendengarnya. Mereka melanjutkan berjalan saat Ra On meneruskan, “Tapi aku tak ingin kau berada dalam bahaya karenaku.”


Langkah Yeong terhenti dan menoleh pada Ra On yang berkata, “Walau aku tak dapat bersamamu sebagai wanita, bukan berarti aku akan berhenti mencintaimu. Jadi kumohon..”


“Berhentilah bicara.”

“.. Kumohon berhentilah menolak untuk menikah, Yang Mulia,” lanjut Ra On.

“Sudah kubilang berhenti!” Yeong menatap Ra On marah dan meninggalkan Ra On.

Ra On berbalik dan menangis pelan.


Di ruangan, Yeong termenung memikirkan apa yang pernah dikatakan Guru Dasan. Saat itu ia memberitahu kalau Ra On adalah gadis yang pernah ia bicarakan sebelumnya. Ia ingin gadis itu bisa mendapatkan tempat tinggal dan orang tuanya.


Guru Dasan kaget mendengar Yeong mau bersusah payah hanya demi seorang kasim. Yeong menjawab kalau Ra On adalah memang seorang kasim, tapi ia adalah orang yang ia cintai.

Guru Dasan berkata kalau Yeong memintanya untuk menghilangkan penghalang seperti staus sosial dan takdir yang bertabrakan. “Tapi yang sebenarnya ia membutuhkan orang lain, dan bukan Paduka, Putra Mahkota.”


Keesokan paginya, Yeong pergi ke rumah Guru Dasan untuk memberitahu suatu hal. Kita tak mengetahui apa yang ingin diberitahu Yeong.


Hari telah sore saat Yeong mengajak Ra On duduk-duduk.  Yeong menceritakan tentang ucapan anak penjual lentera yang mengatakan kalau Raja pasti tahu lebih baik bagaimana membuat sebuah kerajaan menjadi hebat. Ra On bertanya apa bagaimana kerajaan hebat yang diimpikan Yeong.


Yeong menjawab, “Aku ingin anak bisa hidup sebagai seorang anak. Wanita bisa hidup sebagai seorang wanita.” Yeong meraih dan menggenggam tangan Ra On yang memakai gelang pemberiannya. “Dapatkah kau menungguku sampai aku membuat kerajaan seperti itu? Kau akan menjadi orang yang pertama di Joseon baru yang aku ciptakan itu.”

Ra On tersenyum. Yeong teringat pertanyaan Guru Dasan pagi itu. Apa yang akan ia lakukan jika mempertemukan Ra On dengan ibunya malah akan membuatnya terluka? Jika Yeong menyembunyikan kebenaran, maka Ra On dan Yeong bisa berbahagia bersama selamanya.


Yeong meminta Ra On berjanji, “Jika kau menghadapi kesulitan dan kau harus melepaskan sesuatu, pastikan kalau bukan aku yang kau lepaskan. Bisakah kau berjanji itu padaku?”


Ra On tersenyum dan menggenggam tangan Yeong, berjanji memenuhi permintaan Yeong. Yeong tersenyum. “Baik. Sepertinya harapanku telah terwujud.” Ra On tak mengerti apa harapan Yeong? Yeong menjawab, “Harapanku adalah mewujudkan harapanmu. Aku telah menemukan ibumu.”


Ra On terkejut. Ia menoleh, mengikuti arah pandangan Yeong. Ia menahan nafas melihat ibunya muncul dari balik pagar. Matanya berkaca-kaca.


Ibu Ra On berjalan menghampiri Ra On. Ra On memandangi ibunya dari ujung rambut ke ujung kaki, menangis, “Ibu..”


“Ra On, maafkan ibumu yang terlambat,” sahut Ibu. Ra On berlari menghambur ke pelukan ibunya, menangis tersedu-sedu.


Yeong melihat mereka berdua berpelukan. Matanya pun berkaca-kaca.

Komentar :

Entah karena kebanyakan nonton drama yang banyak reinkarnasinya, jadinya saya berpikir Moonlight juga akan lompat ke masa depan, dimana seorang anak akan dianggap sebagai anak dan seorang wanita akan dianggap sebagai wanita. Dan Yeong beneran akan mati. Huaaa…

Tapi kataya sih ending novelnya gak kayak gitu. Ending novel Moonlight sih happy ending dengan punya anak kembar pula. Katanyaaa…

Jadi ya percaya aja deh kalau drama ini nantinya pasti happy ending.

Lima menit terakhir episode ini kayaknya akan menjadi 10 atau 15 menit di episode 12 deh. Soalnya banyak sekali lobang yang harus diisi.

Seperti, bagaimana Yeong menemukan ibu Ra On? Apakah diberitahu oleh Guru Dasan atau Yeong menyadari ketika berpapasan dengan ibu Ra On di tempat pengobatan?

Permintaan apa yang diminta oleh Yeong? Apakah berkaitan dengan ibunya atau hal lain? Atau mungkin Yeong sudah bisa menebak anak siapa Ra On sebenarnya? Mungkin Byung Yun sudah mengakui semuanya dan mereka merencanakan sesuatu untuk menguak perkumpulan rahasia Kasim Han itu.

Entahlah.. yang pasti masih ada satu episode lagi malam ini untuk memuaskan rasa penasaran kita…
.. hingga bersambung lagi ke minggu depan.


Aishh… pengen cepet tamat biar tahu endingnya tapi juga ga pengen tamat biar ga cepet pisah sama Young On couple. *recapper labil*

4 comments :

  1. Suka banget sama aktingnya bo gum, so sweet banget.....
    Bener banget ih, pengin tau endingnya tapi gamau pisah sama couple yang satu ini

    ReplyDelete
  2. Walaupun udah nonton drama ini duluan..tpi tetap aja selalu singgah k blog ini...cuma mw melihat komentar unnie...😄😃

    ReplyDelete
  3. Walaupun udah nonton drama ini duluan..tpi tetap aja selalu singgah k blog ini...cuma mw melihat komentar unnie...😄😃

    ReplyDelete