September 28, 2016

Moonlight Drawn By Clouds Episode 12 - 1

Love in Moonlight Bab 12 : Kepercayaan Yang Menjadi Takdir

Sinopsis Moonlight Drawn By Clouds Episode 12 - 1

Yeong pertama kali bertemu dengan ibu Ra On adalah ketika ia mengunjungi tempat pengobatan Guru Dasan. Saat melihat kedatangan wanita itu, Guru Dasan menanyai apakah wanita itu lagi-lagi pergi ke jembatan Supyo. Wanita itu mengiyakan karena ia tadi seperti melihat orang yang mirip dengan putrinya yang ia tinggalkan saat festival lentera dulu.

Pengetahuan itu ia simpan hingga pagi ini ia mengkonfrontasi pada Guru Dasan. Guru Dasan ternyata mengenal Ra On, maka ia bisa menyimpulkan kalau wanita itu mungkin adalah Ibu Ra On. Tapi mengapa Guru Dasan menyembunyikan keberadaan ibu Ra On padahal Guru Dasan tahu kalau Ra On dan ibunya saling mencari?



Guru Dasan bertanya apa Yeong masih tetap akan mempertemukan keduanya walau nanti akan membahayakan jiwa Yeong. “Kalau Paduka menyembunyikan kebenaran ini, Paduka dan Ra On akan bisa hidup bahagia.”


Yeong tak mengerti dimana bahayanya, tapi ia tak mau memisahkan sebuah keluarga hanya demi kepentingannya sendiri.


Dan melihat Ra On dan ibunya berpelukan, Yeong merasa sangat bahagia karena bisa mempertemukan mereka. Ia melihat Guru Dasan memandang mereka dari kejauhan. Ia tersenyum padanya.


Ra On dan ibunya masih melepas rindu walau sudah sampai di rumah Guru Dasan. Ibu sadar kalau hidup Ra On pasti sangat berat setelah berpisah dengannya. Ia juga heran bagaimana Ra On bisa menjadi kasim di istana?

Ra On berkata ia akan cerita lain kali karena panjang ceritanya. Ia juga menenangkan ibunya kalau ia dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan ia juga bekerja dengan baik. “Putra Mahkota juga baik kepadaku.” Ibu kaget mendengar kalau pria yang bersama Ra On adalah Putra Mahkota.


Yeong akan memegang janjinya pada Guru Dasan untuk tak bertanya lebih jauh lagi. Walau ia penasaran dan khawatir pada apa yang telah Guru Dasan katakan padanya, tapi ia berterima kasih karena membiarkannya untuk memilih lebih dulu.

Guru Dasan mengingatkan kalau terjadi atau tidaknya sebuah takdir bukan karena dari harapan kita. Yeong pun juga setuju dengan ucapan Guru Dasan.

Ra On dan ibunya muncul. Ibu membungkuk pada Yeong. Yeong meminta Ibu untuk tak khawatir. Ia berjanji akan mengembalikan Ra On secara resmi segera. Ibu berterima kasih pada Yeong. Ra On menggenggam tangan ibunya, memintanya untuk tak khawatir karena ia akan menemui Ibu dalam waktu dekat.


Pada Guru Dasan, ia mengingatkan agar kakeknya agar tak terlalu banyak minum karena ia menitipkan ibu pada Guru Dasan. Guru Dasan kesal dengan sebutan kakek. Apa ia kelihatan seperti kakek Ra On? Ra On hanya nyengir.


Yeong membawa Ra On pulang dengan kuda. Ibu menatap kepergian mereka yang menunggang satu kuda dengan khawatir. Guru Dasan berkata kalau keputusan sekarang ada di tangan Ra On.


Tapi Ibu tahu kalau ini bukan masalah Ra On yang memutuskan. Ia kaget mengetahui kalau Ra On ada di istana, bahkan berada di sisi Putra Mahkota. Hal yang tak boleh terjadi, dan Guru Dasan pun juga mengetahui alasannya dengan jelas.


Yeong dan Ra On tiba di istana, tapi belum juga sampai di Istana Timur, hujan turun dengan derasnya. Mereka berlindung di bawah pohon dan Yeong berkata kalau hujan sepertinya akan lama redanya. Ra On membenarkan dan berkata kalau ia akan pergi untuk mengambil payung dahulu.

Pergilah,” jawab Yeong. Ra On mengangguk dan melangkah pergi, tapi Yeong berkata, “Apa kau berharap aku mengatakan itu padamua? Aku?”


Wajah Yeong menunjukkan ekspresi tak mungkiin.. Ia kemudian meraih tangan Ra On dan mengajaknya berjalan menembus hujan. Tapi langkahnya tak tergesa, membuat Ra On berkomentar, “Bisakah kau berjalan lebih cepat?”


Yeong malah semakin memperlambat jalannya. Ra On menyindir kalau Putra Mahkota pasti tak pernah lari seumur hidupnya. Yeong menjawab santai, “Tak pernah.” Ra On mencibir, tahu kalau Yeong pasti menjawab seperti itu. Yeong menoleh dan bertanya, “Memang kenapa? Apa kau pikir ada Putra Mahkota yang pernah menyukai seorang kasim? Semuanya ini hanya terjadi sekarang.”


Ra On tersenyum mendengar jawaban Yeong. Betapa kagetnya ia saat Yeong mendadak menarik tangannya dan menggunakan tangan satunya untuk menutupi kepalanya, mengajaknya berlari menembus hujan. Ra On tersenyum bahagia melihat Putra Mahkota yang bersamanya ini bukan Putra Mahkota kebanyakan.


Byung Yun menaruh sebuah buku transaksi ke tumpukan buku yang dibaca Yeong. 


Saat hendak keluar ruangan, ia kaget karena ada Yeong dan Ra On masuk dengan berpegangan tangan. Ia segera bersembunyi di balik pintu.


Yeong sudah melepas topinya saat Ra On mengambil kain dari dalam lemari. Ra On menyeka baju dan wajah Yeong dengan kain, khawatir Yeong terkena demam karena hujan-hujanan. Yeong juga khawatir. Ia memandangi Ra On yang hanya menyeka wajahnya tanpa mempedulikan diri sendiri.


Ia pun meraih tangan Ra On, menghentikannya. Ganti ia yang melepas topi Ra On. Perlahan ia membuka ikatan talinya dan meletakkannya di meja. Ra On terbelalak mendapat perlakuan lembut dari Yeong. Ia menjerit kecil karena Yeong mendadak menggendong tubuhnya dan membawanya ke kursi.


Yeong duduk dan menaruh Ra On di pangkuannya. Ra On tersipu malu saat Yeong mengambil kain dari tangannya dan mulai menyeka sisa air hujan dari wajahnya. Ia mengaku kalau sekarang ia merasa takut. Yeong bertanya kenapa malah takut? 


Ra On menjawab, “Karena aku merasa bahagia. Bagaimana jika ternyata yang kurasakan ini adalah kebahagiaan milik orang lain. Dan bagaimana jika nanti mereka mengembilnya kembali?”


Yeong bertanya apa Ra On sebagahagia itu? Ra On mengangguk. Ia memiliki orang-orang yang ia ingin bersama, baik itu di dalam dan luar istana. Bagaimana ia tak merasa bahagia?


Yeong merasa bahagia karena Ra On juga bahagia. “Tapi aku merasa terluka karena mengetahui kalau kau merasa bahagia di luar istana tanpaku,” kata Yeong pura-pura marah. Ra On menenangkan Yeong kalau ia tak akan pergi kemanapun tanpa seijin Yeong. Yeong berbinar mendengar jawaban Ra On. Ia menjawil pipi Ra On dan memeluknya.


Buku transaksi yang diletakkan Byung Yun itu ternyata atas perintah Kasim Han. Byung Yun mengingatkan kalau hal ini terjadi lagi, ada kemungkinan keamanan akan semakin diperketat. Kasim Han tak masalah, karena jika ia tak bertindak maka tak ada alasan baginya untuk bersembunyi. Mereka harus menunjukkan pada Putra Mahkota kalau Putra Mahkota dihakimi oleh orang-orang yang dekat dengan Putra Mahkota itu sendiri.

Sebelum pergi, Byung Yun bertanya kapan Kasim Han akan memberitahu Hong Ra On. Kasim Han menjawab, “Aku menunggu hingga Putra Mahkota tak mampu berbuat apapun.”


Yeong memanggil salah satu antek Perdana Menteri Kim, yaitu Menteri Kim Euh Gyo. Ia mendapat laporan tentang korupsi yang dilakuan oleh Euh Gyo. Euh Gyo menolak tuduhan korupsi itu karena tak ada buktinya.

Tapi Yeong kali ini memiliki bukti. Ia mengambil sebuah buku–yang diletakkan oleh Byung Yun sebelumnya-. Buku itu adalah buku transaksi yang mencatat lengkap dan terperinci siapa, kapan, dimana dan posisi apa yang diminta orang-orang yang menyuap Euh Gyo agar Euh Gyo memberikan jabatan pada mereka.


Euh Gyo merasa tuduhan itu tidak adil karena penyelidikan belum dilakukan sama sekali. Yeong menjawab sebaliknya. Ia sudah memerintahkan penyelidikan dimulai dan orang-orang yang diinterogasi sudah mengakui hal itu. Oleh karena itu Yeong memerintahkan sekretaris Kerajaan untuk mencopot jabatan yang dipegang Euh Gyo sekarang.

Euh Gyo merasa dijebak dan meminta penyelidikan dilakukan. Yeong berkata kalau ia memang sudah melakukannya dan akan menginterogasi orang-orang yang selama ini tutup mulut. Euh Gyo menahan marah, tapi tak bisa berbuat apa-apa.


Euh Gyo mengadukan hal ini pada Perdana Menteri Kim dan berkata kalau buku transaksi yang ada di tangan Yeong adalah buku yang hilang saat rumahnya kerampokan dulu. Yoon Sung heran, bagaimana mungkin buku itu ada di tangan Yeong. Pertanyaan itu juga jadi tanda tanya besar bagi yang lain.


Orang yang disuruh untuk melacak jejak putri Hong Gyeong Nae muncul dan melaporkan kalau saksi yang memiliki informasi tentang putri itu telah lenyap. Sepertinya kelompok lawan yang melenyapkannya. Tapi ia mengetahui nama putri Hong Gyeong Nae itu, yaitu Hong Ra On. Euh Gyo menyuruh orang itu untuk mencari informasi lebih banyak lagi.


Yoon Sung ingin menemui Yeong untuk persiapan pemilihan Putri Mahkota. Tapi Kasim Jang mengatakan kalau Yeong sedang ada di perpustakaan, dan hendak mengantarkannya. Tapi Yoon Sung berinisiatif untuk menemui Yeong sendiri.


Ternyata Yeong sedang membaca bersama Ra On walau Ra On sendiri ketiduran. Bukannya membangunkan, Yeong malah mengangkat bukunya, menjadi penghalang sinar matahari agar tidak mengenai wajah Ra On. Ra On tersenyum merasakan sinar matahari yang menghilang dari wajahnya.


Yeong menurunkan buku itu, membuat Ra On membuka mata sejenak. Yeong tersenyum dan mengikuti langkah Ra On, menaruh kepalanya ke atas meja. Ra On balas tersenyum dan memejamkan matanya lagi. Yeong bertanya apa Ra On bisa melihatnya dengan mata tertutup. “Kau bahkan tersenyum dalam tidurmu.”


Ra On menjawab, “Ya, aku memang memimpikanmu.”


Yoon Sung masuk saat Yeong menggenggam tangan Ra On dan bertanya apa mimpi Ra On saat ini. Melihat kemesraan itu membuat Yoon Sung kecewa dan berbalik pergi. Tapi langkahnya berhenti saat mendengar jawaban Ra On.

“Aku memimpikan saat pertama kali kau memanggilku Ra On-ah..”


Yoon Sung terkejut mendengarnya. Ia hampir tak percaya pada pendengarnnya jika tak mendengar jawaban Yeong. “Tidurlah lagi, Ra On-ah..”


Euh Gyo ingin membalas dendam atas tindakan Yeong yang mencopot jabatannya. Ia akan menyerang Yeong dan membuat Yeong takut selamanya hingga Yeong tak akan berani membalas kata-katanya. Temannya khawatir karena jika ketahuan mereka akan ditangkap karena pemberontakan. Tapi Euh Gyo sudah mempersiapkan segalanya.


Ia mengeluarkan topeng putih dan berkata kalau kelompok Baekwoon itu sangat aktif akhir-akhir ini. Jadi kenapa tidak mereka dikambinghitamkan. Ia meminta temannya untuk menyiapkan pendekar termahir dan terkejam. Para pendekar itu akan meninggalkan topeng di TKP.

Dengan tindakan ini, mereka bisa menembak burung dengan menggunakan 1 batu. Pertama mempercepat pernikahan Putra Mahkota, kedua meningkatkan ketakutan mereka pada kelompok Baekwoon dan ketiga adalah membuat Putra Mahkota yang sombong itu berlutut di hadapan mereka.

Tapi temannya masih mengkhawatirkan reaksi Perdana Menteri Kim jika mengetahui rencana ini. Eug Gyo tak khawatir. Mereka tak perlu menyembunyikan dan Perdana Menteri Kim juga tak bisa berbuat apapun untuk mencegah mereka.

Komentar :

Sepertinya kelompok Baekwoon malah mendukung tindakan Yeong sebagai wali Raja. Buktinya Yeong diberikan bocoran tentang buku transaksi yang memudahkan Yeong untuk menghukum anak buah Perdana Menteri Kim.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya kelompok Baekwon dan Yeong memiliki tujuan yang sama. Mereka sudah sama-sama muak dengan kondisi Joseon yang sekarang. Jadi mereka ingin membuat Joseon baru. Hanya saja kejadian 10 tahun yang lalu itu yang menjadi duri dalam daging. Raja yang merasa ketakutan selama 10 tahun ini tentu tak akan memaafkan kelompok Hong Gyeong Nae.

Tapi Yeong yang tak memiliki masalah apapun (kecuali ketakutan ayahnya), sebenarnya juga tak perlu takut. Toh Yeong mampu membela diri sendiri dan memiliki Byung Yun yang sama tangguhnya dengan dia. Apalagi jika ditambah Yoon Sung.. Hhhh.. sayang Yoon Sung bermarga Kim dan menyukai gadis yang sama dengan Yeong.

Agak heran dan cuman mau komentar pas Byung Yun menyelinap masuk ke ruangan Yeong. Ketika dua orang itu masuk, apa Byung Yun melihat semua kejadian yang kita lihat, ya? Moga-moga sihnggak ya..karena tempat Byung Yun berdiri saat itu kamera mengarah ke pintu, saat itu sudah kosong. 

Fiuhh.. bukan apa-apa.. kasihan kalau Byung Yun melihat lovey dovey-nya Yeong dan Ra On. Ntar kepengen.. :p


Trivia :
Ternyata Menteri Kim Euh Gyo adalah majian dari karakter yang diperankan oleh Cha Tae Hyun. Ingat kan pelayan yang diperankan oleh Cha Tae Hyun yang kemudian membawa lari gadis majikannya, yang ternyata bukan anak Euh Gyo melainkan menantunya. Ha.. jadi rasanya seneng sekali melihat Euh Gyo sudah dipermalukan sejak dari episode 1.
   

5 comments :

  1. yeong dan ra on suka bikin baper penonton.... hehe mba dee semangat....

    ReplyDelete
  2. oh.. jadi sebenernya si kim hyung itu kawan nya lee young ? bukan lawan ? dari awal ak galau liat dia klo ud ketemu kumpulan org bertopeng itu.. ntah dia itu musuh ato kawan :/

    ReplyDelete
  3. "Hhhh.. sayang Yoon Sung bermarga Kim dan menyukai gadis yang sama dengan Yeong"
    emang nya kalo marganya kim kenapaa mba dee? :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantu jawab ya...
      Marganya kim itu kan berarti keluarganya perdana menteri kim yg notabene lawan politiknya yeong. Jadi agak susah kalo yoon sung ngebela yeong tanpa melawan keluarganya sendiri

      Delete