September 30, 2016

Shopping King Louis Episode 3 - 2


Di rumah, In Sung berkata pada ibunya kalau Bok Sil dan Louis sedikit telmi. Mendengar itu, Geum Ja malah balik mengatai In Sung yang sudah menganggur selama 10 tahun dengan alasan ingin belajar untuk bisa menjadi PNS. Tak mau mendengar omelan sang ibu, In Sung langsung masuk  ketempat tidur dan menutup tirainya. 


Dengan marah Geum Ja membuka kembali tirai dan menyuruh In Sung keluar untuk mencari uang bahkan hanya satu dolar saja. Karena impian Geum Ja adalah dibelikan makan dengan uang yang In Sung dapatkan. Tak mau mendengarnya, In Sung kembali menutup tirai.




Louis dan Bok Sil sudah berbaring di tempat tidur mereka masing-masing, mereka tidur dengan pembatas sebuah tirai. Tak bisa tidur, Louis kemudian memanggil Bok Sik yang juga belum bisa tidur. Saat ditanya apa yang sedang Bok Sil pikirkan, Bok Sil menjawab kalau dia sedang memikirkan tentang Bok Nam yang juga sangat menyukai daging. Bok Sil bertanya-tanya apa sekarang Bok Nam makan dengan baik, memikirkan hal tersebut membuat Bok Sil khawatir. 

“Jika ingatanku kembali, aku akan menemukan saudaramu untukmu. Percayalah kepadaku,” janji Louis dan Bok Sil mengiyakan.


“Kita tidak punya lemari atau kulkas. Kita masih punya banyak hal untuk dibeli,” ucap Bok Sil dan Louis menjawab kalau dia yang akan memesan semua itu, Bok Sil tak usah khawatir dan tidur saja, karena besok pagi Bok Sil harus berangkat kerja. 

“Selamat malam, Louis-a.”

Louis-a... Dia memanggil namaku,” ucap Louis dalam hati dan tersenyum senang.



Keesokanharinya Louis mengikuti Bok Sil sampai halte. Dia meminta Bok Sil mengganti bajunya yang lebih modern sedikit, namun Bok Sil tak mau. Karena Bok Sil tetap bersikekeuh untuk memakai baju itu, jadinya Louis pun menambahkan bros mawar yang dia buat sendiri menggunakan saputangan. Ketika Louis memasangkan bros itu di kerah bajunya, Bok Sil sedikit salah tingkah, tapi Louis sendiri hanya biasa saja. Hmmm... si Louis mah pikirannya masih kayak anak kecil banget.



Tepat disaat itu bis datang dan Bok Sil langsung naik. Pada Bok Sil yang sudah berada di bis, Louis pun berteriak, “Semoga harimu menyenangkan! Jangan pulang terlambat!”

Bok Sil pun tersenyum mendengarnya. Setelah Bok Sil pergi, Louis tak langsung pulang, dia duduk di halte sendirian.



Bok Sil masuk kantor barunya dan dia menyapa semua pegawai yang sedang sibuk bekerja. Hye Joo mengenali Bok Sil sebagai cleaning servis yang dibawa ke UGD kemarin. Mendengar itu, Mi Young bertanya apa Bok Sil datang ke tempat mereka untuk bersih-besih. Tentu saja Bok Sil bingung menjawabnya, untuk saja tepat disaat itu Joong Won muncul dan mengatakan pada semuanya kalau mulai sekarang Bok Sil akan bekerja dengan mereka. Tentu saja mendengar pernyataan itu, semuanya langsung kaget. 

Karena mendapat instruksi dari Joong Won, Bok Sil pun memperkenalkan dirinya pada yang lain. Joong Won kemudian berkata pada Kyung Kook kalau dia pernah bilang mereka kekurangan staf, jadi itulah alasan dia membawa Bok Sil ke departemen mereka. Bok Sil akan diberitugas mengurus tugas-tugas administrasi departemen mereka. 

Joong Won kemudian meminta Do Jin untuk pergi ke kantor tim dukungan dan mengambil laptop untuk Bok Sil. Setelah itu, Joong Won menyuruh Bok Sil ikut dengan Do Jin untuk mengisi formulir dan mendapatkan kartu karyawannya. 

“Dia akan magang dengan kita selama satu bulan... Dan kemudian putuskan apa akan mempekerjakan dia secara penuh waktu atau tidak. Jadi pertimbangkan sendiri informasimu,” ucap Joong Won pada pegawai lainnya setelah Bok Sil pergi. Sebelum dia masuk ruangannya, Joong Won mengatakan kalau mereka akan mengadakan rapat jam 10. 

Semua pegawainya langsung merasa bingung dengan perilaku Joong Won, Kyung Kook pun bertanya apa Joong Won punya masalah atau sesuatu dengan Bok Sil, sampai membuat dia begitu baik pada Bok Sil. Hye Joo menjawab tidak ada.



Joong Won menemui Tuan Baek dan mengatakan kalau dia dan tim-nya akan meluncurkna UI mobile dengan pilihan produk yang lebih dikuratori, jadi mereka ingin melakukan bertepatan dengan peluncuran. Tuan Baek pun setuju dengan ide Joong Won dan saat Joong Won hendak pergi, Tuan Baek berkata kalau dia mendengar sesuatu yang aneh dari tim sumber daya manusia. 

“Mereka mengatakan kepadaku bahwa kau menyewa salah satu staf pembersihan kami sebagai magang. Bagaimana jika orang bergosip dan mengeluh?” tanya Tuan Baek. 

“Dia menyewa selama satu bulan pada dasar percobaan karena kami kekurangan pegawai. Aku pikir kita bisa mencoba merawat dia ke dalam seorang pedagang,” jawab Joong Won.


Di ruang rapat semua pegawai Joong Won mengeluh karena Joong Won membawa orang yang tak bisa menggunakan komputer dan internet. Tanpa mereka sadari, Joong Won mendengar apa yang mereka katakan dari luar. Dia kemudian masuk dan menyuruh Bok Sil membeli es mocha gelap tanpa kafein, mendengar Joong Won memesan minuman, pegawai yang lain ikut memesan. Tapi karena mereka semua hanya mengatakannya, Bok Sil pun jadi bingung dan tidak bisa mengingat semuanya. Ma Ri pun kemudian beranjak dari duduknya dan berkata kalau dia yang akan membantu Bok Sil membeli minuman. 



Karena Ma Ri menjadi penolong di tengah rasa bingungnya, Bok Sil pun langsung melihat Ma Ri seperti seorang malaikat. Melihat sikap Ma Ri, para pegawai yang lain langsung memujinya dan ternyata memang itulah tujuan Ma Ri membantu Bok Sil. 



Ma Ri dan Bok Sil sudah sampai di cafetariat dan Ma Ri lah yang memesan minuman. Saat Ma Ri memesan coffee, Bok Sil terus melihat dissert yang di pajang di lemari etalase, hmmmm... Bok Sil terlihat menyukainya. Setelah asik melihat dessert, Bok Sil lalu melihat Ma Ri yang dengan lancar dan hafal menyebutkan semua pesanan dari rekan kerja mereka. Melihat itu, Bok Sil semakin terpesona pada Ma Ri. 



Di rumah, Louis  terus mencari tahu tentang nama “Louis” di internet, namun tak ada satupun tentang dirinya. Tak lama kemudian In Sung datang untuk makan siang. Hmmm.... ne orang bener-bener gak ada malunya, dia makan jatah makanan yang disiapkan hanya untuk Louis. Untung saja, Bok Sil menyiapkan dua mangkuk nasi untuk Louis. 

In Sung kemudian menyarankan agar Louis membeli rice cooker agar mereka bisa makan nasi dalam keadaan hangat. Mendengar itu, Louis langsung memesannya secara online. Selesai makan, keduanya langsung tergeletak karena kekenyangan. In Sung lalu bertanya apa Louis punya kopi dan Louis menjawab punya tapi dia tak punya air panasnya. Mendengar kalau Louis tak bisa memasak air, In Sung pun bertanya-tanya siapa Louis sebenarnya. 

In Sung kemudian mengajarkan cara memasak air pada Louis. Sambil menunggu air mendidih, In Sung menyarankan pada Louis untuk membeli kompor dan ketel listrik, karena dengan kompor itu Bok Sil akan bisa membuat lauk dan sup pada waktu yang sama. Sedangkan dengan ketel listrik sangat berguna untuk merebus air. Mendengar saran In Sung, Louis langsung memesannya. 

Mendengar Louis yang tak tahu apa-apa dalam hal dapur, In Sung pun bertanya apa Louis dulu terkunci disuatu tempat dan hanya makan apa yang seseorang berikan padanya. 

Namun In Sung membantahnya sendiri, karena wajah tampan Louis tidak memperlihatkan kalau dia adalah orang yang pernah di kurung. 

In Sung kemudian membayangkan kalau Louis menderita penyakit parah dan terkurung di kamar rawat. Lagi-lagi In Sung membantah pemikirannya sendiri, karena Louis terlihat sehat bugar. 


Dia lalu menyimpulkan kalau Louis adalah anak keluarga super kaya yang sangat manja. Saat makan saja dia harus dilayani oleh banyak pelayan. 

Namun anggapan itu langsung musnah ketika melihat Louis menyukai kopi sachet-an yang harganya hanya 1 dolar. 



Kita beralih ke orang tua Joong Won, dimana Tuan Cha sedang kebingungan harus makan apa karena semua masakan yang istrinya masak tak ada yang dia suka. Tuan Cha tidak menyukai plum, tapi Young Ae memasukkan Plum ke semua masakannya. Karena memikirkan tentang kapan Joong Won akan menikah, jadi Young Ae pun tak melihat ekspresi Tuan Cha yang tak senang dengan masakannya. 



Joong Won masuk lift dan Bok Sil tiba-tiba masuk lift sambil berlari, karena Bok Sil masuk sambil lari, jadi dia pun menabrak Joong Won dan menyudutkannya sampai ke dinding lift. Menyadari apa yang sudah dia lakukan, Bok Sil langsung menarik diri dan meminta maaf.

Melihat Bok Sil yang buru-buru naik lift, Joong Won pun bertanya apa ada seseorang yang sedang menunggu Bok Sil di rumah. Mendengar itu, Bok Sil pun dalam hati bertanya-tanya dari mana Joong Won tahu hal tersebut. Karena Bok Sil tak menjawab, jadi Joong Won pun hanya memberi saran padanya untuk tidak berlari-lari di dalam gedung. 

Joong Won berada di sebuah butik dan saat melihat sepatu wanita, Joong Won jadi teringat pada Bok Sil yang masih mengenakan sepatu bututnya ke kantor. 


Bok Sil mengepel lantai dan itu membuat Louis jadi berpindah-pindah tempat saat nonton TV. Apa yang begitu membuat Louis begitu fokus menonton? Ternyata dia merasa pernah berada di daerah yang di tayangkan di TV, Louis bahkan tahu kalau ada cafe yang menyajikan kopi enak disana. 


Namun mereka tak bisa terlalu panjang membahas hal tersebut karena In Sung datang dan memanggil mereka. In Sung berkata kalau dia dan Louis sudah mendirikan sebuah perusahaan untuk mencari Bok Nam. Mereka berdua akan pergi ke semua daerah yang padat penduduk di Seoul dan membagikan brosur. Selain itu Louis juga akan bernyanyi dari waktu ke waktu dengan lirik, “Harap bantu kami menemukan Bok Nam.”

Dia juga menawarkan pada Bok Sil untuk bergabung dengan mereka di akhir pekan setelah Bok Sil selesai bekerja. 

“Kita akan membutuhkan 30 dolar per hari... Untuk membayar biaya makan siang dan perjalanan kita. Kau akan harus membayar kita untuk itu,” ucap In Sung dan Bok Sil setuju. In Sung mengatakan kalau dia tidak akan mengenakan biaya untuk pekerjaan yang mereka lakukan, karena dia akan menganggap hal tersebut sebagai pekerjaan sukarela. Mendengar itu tentu saja Bok Sil mengucapkan banyak terima kasih. 

In Sung beralasan melakukan semua itu, karena dia pikir ingatan Louis tidak akan segera kembali. Dia bahkan sudah membuat kontrak untuk kerja sama tersebut dan minta cap jempol Bok Sil sebagai tanda jadinya. 

In Sung kemudian meminta Louis menyanyikan lagu-nya di depan Bok Sil. Namun Louis tak mau menyanyikannya karena malu pada Bok Sil.

In Sung sudah berada di rumah, dia makan jajangmyun bersama ibunya. Geum Ja tentu merasa senang karena ini kali pertama In Sung membelikannya makanan. Saat di tanya dimana In Sung bekerja, In Sung menjawab kalau tempat dia bekerja adalah perusahaan start-up yang di dedikasikan untuk mempromosikan ekonomi kreatif, selain itu dia bisa bekerja dnegan jam kerja yang fleksibel dan mendapatkan banyak manfaat. Tentu saja Geum ja merasa senang dan bangga, karena putranya mendapatkan pekerjaan setelah selama 10 tahun menganggur. 


Keesokanharinya, In Sung bersama Louis pergi ke jalan dan membagikan brosur tentang pengumuman hilangnya Bok Nam ke semua orang. Setelah brosurnya habis, In Sung mengajak Louis ke pasar dan Louis senang pergi ke pasar. 


Di pasar, keduanya bersenang-senang dengan mencoba berbagai benda yang bagus dan seperti biasa, Louis sangat pandai memilih barang yang bagus. Mereka berdua kemudian mendapatkan pakaian yang murah plus bagus. Louis merasa kagum karena dia bisa berpakaian dari kepala sampai kaki dengan 10 dolar dan In Sung mengaku lebih kagum pada Louis karena Louis bisa menemukan barang-barang yang bagus.

Karena kemampuannya dalam belanja sangat bagus, Louis pun jadi penasaran tentang siapa dirinya dulu, In Sung pun merasakan yang sama, dia juga penasaran dengan siapa Louis sebenarnya. 

“Mulai hari ini, aku akan memanggilmu Raja Belanja,” ucap In Sung dan Louis merasa tak asing pada panggilan itu. 



Tepat disaat itu, sebuah kotak pemutar musik dengan patung pinguin di atasnya, memangil-manggil Louis dan Louis pun langsung menghampirinya lalu mendengarkan alunan musik dari kotak tersebut. Saat mendengarkan alunan musik itu, tiba-tiba dia kembali diberi ingatan tentang masa lalunya, dimana saat itu sedang hari natal dan Louis berdiri di atas balkon. Louis juga teringat pada sebuah kecelakaan mobil. Mengingat semua hal itu membuat kepala Louis sakit.


Kotak musik yang Louis pegang tadi sudah berada di lantai, di samping Louis yang terbaring. Bok Sil duduk di samping Louis. Dia melihat kotak musik tersebut dan teringat ucapan In Sung yang berkata kalau dia tak tahu alasannya, tapi Louis tak mau melepaskan benda itu. Jadi In Sung pun membelinya dengan uang pribadinya dan dia mengeluarkan uang sebesar 50 dolar untuk benda itu, karena si penjual berkata kalau itu adalah edisi terbatas. Tak mau rugi, In Sung pun meminta Bok Sil mengganti uangnya. Di kotak musik itu tertuliskan nama, "Gold Department Store.”

Bok Sil kemudian menyalakan musiknya dan mendengarkannya sambil melihat Louis yang masih tertidur.


Nyonya Choi sedang bersama Tuan Kim dan mereka berkata kalau Louis sangat menyukai pantai yang sekarang sedang mereka lihat. 


Flashback!
Louis kecil bermain dengan anjingnya yang dia beri nama Koboshi. Nyonya Choi kemudian bertanya apa arti Koboshi pada Tuan Kim dan Tuan Kim menjawab kalau Louis tidak pernah mau memberitahukan jawabannya, Louis berkata kalau itu rahasia.
Flashback End!


“Berkat Koboshi, Ji Sung tertawa banyak hari ini. Itu membuat aku sangat bahagia. Apa kau mengatakan bahwa Koboshi hidup selama 14 tahun?” tanya Nyonya Choi dan Tuan Kim menjawab kalau mereka sudah mengubur jasad Koboshi di tempat yang cerah. Namun gara-gara kematian Koboshi, Louis jadi tak mau makan selama satu bulan. 

“Aku harus berterima kasih Koboshi. Dia tinggal di sisi Louis di tempatku,” ucap Nyonya Choi.


Louis sendiri sekarang sedang makan bersama Ko Bok Sil, hmm... nama Bok Sil ternyata hampir sama dengan nama anjing kesayangannya Louis. Melihat Louis tak nafsu makan, Bok Sil pun bertanya apa Louis mau dipanggangkan beberapa ham dan Louis langsung mengangguk iya. 


Sembari menunggu Bok Sil memanggang ham, Louis langsung browsing mencari tahu tentang kotak musik tersebut. Ternyata kotak musik itu adalah salah satu dari 30 kotak musik edisi terbatas. Gold Departemen Store membuatnya pada 18 tahun yang lalu untuk merayakan ulang tahun ke 30 mereka. 

Bok Sil lalu bertanya tentang sakit kepala Louis dan dia menyarankan agar Louis tinggal di rumah saja jika dia masih merasa tak sehat. Namun Louis ingin tetap keluar karena dia harus menemukan Bok Nam untuk Bok Sil. 

Karena daging ham-nya sudah masak, Louis pun kembali ke meja makan bersama bOk Sil. Melihat Louis selalu mengikuti kemanapun dia pergi, Bok Sil pun bertanya kenapa dan Louis langsung menjawab karena dia menyukai Bok Sil. Mendengar Louis berkata kalau dia menyukainya, membuat Bok Sil salah tingkah, namun Louis bersikap biasa saja. Louis asik makan. Melihat itu, Bok Sil pun sadar kalau suka yang Louis katakan bukan suka yang macam-macam, bukan rasa suka seperti cinta. 


Di kantor, Bok Sil mengetik dengan jari sebelas (heheheh... dengan menggunakan dua jari telunjuk) untuk menulis kata “Gold Departement Store” di table searching. Salah satu artike yang muncul adalah tentang ahli waris Gold Departemen Store yang tewas dalam sebuah kecelakaan. Saking asiknya mencari tahu, Bok Sil sampai tak sadar kalau Joong Won sudah berdiri di belakangnya. Namun Bok Sil jadi menyadari sesuatu kalau Gols Departement Store yang tertulis di kotak musik itu adalah perusahaan tempat dia bekerja. 


Karena Bok Sil terus fokus pada browsingannya, Joong Won pun langsung menegur dan memarahinya karena sudah membuang-buang waktu dengan browsing di internet. Joong Won kemudian menyuruh Bok Sil untuk membawa daftar perusahaan, karena sebentar lagi mereka akan rapat sesuai jadwal. Bok Sil pun mengiyakan perintah Joong Won. 


Louis sudah siap pergi dan saat menunggu In Sung siap, tiba-tiba ponsel Louis dan Louis pun langsung mengangkatnya. Si penelpon mengaku kalau dia dari Badan Pengawas Keuangan dan dia menelpon untuk bertanya apa Louis kehilangan domet, kartu identitas atau paspor baru-baru ini? reflek Louis langsung menjawab iya dan kemudian bertanya siapa namanya. Si penelpon langsung kelabakan dan bertanya pada temannya, dia harus menyebut nama siapa. Tepat disaat itu, dia melihat gambar Song Joong Ki, jadi pria itupun menjawabkalau nama si Louis adalah Song Joon Ki. Ntah polos atau bodoh, Louis pun percaya. Ia tak sadar kalau sudah ditipu. 

“Dimana kau? Aku akan bertemu kau di sana,” ajak Louis. 

“Tunggu, Pak! Tolong dengarkan aku dulu. Yah, lingkaran penipuan mencoba untuk menakuti orang yang menggunakan namamu dan ada beberapa korban yang jatuh untuk trik mereka. Jika kita gagal untuk menstabilkan mereka, Pak Song sendiri bisa ditangkap,” ucap pria itu dan tentu saja Louis merasa takut. 


“Kau akan perlu mengirim semua uang yang telah kau miliki... Ke rekening bank yang ditunjuk. Tolong jangan tutup teleponnya...dan pergi ke bank terdekat dengan kartu debit anda segera. Penyelidikan ini bersifat rahasia. Jadi anda tidak boleh memberitahu siapa pun tentang hal itu. Silakan pergi sendiri,” ucap pria itu memberi instruksi dan Louis langsung berjalan menuju ATM. 

“Apa aku bisa mendapatkan... Kartu identitas aku kembali setelah kasus tersebut diselesaikan?” tanya Louis dan orang itu membenarkan. Louis pun percaya saja, bahkan dia sudah berada di bank untuk mentransfer uangnya. 

Tepat disaat itu, In Sung datang dan tak menemukan Louis di depan rumahnya. In Sung mencoba menghubungi Louis tapi nomornya sibuk. Ya, karena Louis masih berbicara dengan si penipu dan Louis juga sudah mentransfer semua uangnya. Setelah mendapatkan uangnya, pria itu menyuruh Louis pulang dan diapun menutup teleponnya. 

Hmmm... sebenarnya semua itu adalah uang Bok Sil. Apa respon Bok Sil ketika tahu semua uangnya hilang?



Ma Ri sedang membaca koment para pembeli produk dengan merk Day berkualitas tinggi. Salah satu koment berkata, “Ini sangat salah bahwa diskon eksklusif hanya untuk pemegang kartu Nara saja. Apa yang harus orang-orang seperti aku yang tanpa kartu kredit ini lakukan?” dan yang menulis komentar adalah Raja Belanja, Louis.


Bok Sil pulang dan tak menemukan Louis di rumah, bahkan Louis juga tidak makan makanan yang dia tinggalkan. Bok Sil kemudian menemukan kertas memo yang bertuliskan, “Jangan mencari aku.”



Bok Sil kemudian menemui In Sung dan bertanya maksud kalimat yang Louis tulis. In Sung pun menjawab kalau sepertinya Louis hanya ingin sendiri untuk beberapa waktu. Tapi Bok Sil tentu saja merasa khawatir karena Louis tak punya tempat tinggal. Dia kemudian bertanya apa ada yang terjadi hari ini.



Louis berada di bangku taman dan mengingat kembali percakapannya dengan In Sung. Setelah Louis sadar kalau dia ditipu, dia menemui In Sung dan In Sung memarahinya, karena dia bisa-bisanya percaya kalau namanya adalah Joong KI padahal handpone yang Louis pakai sekarang adalah atas nama Bok Sil. Louis mengaku dia tidak tahu semua itu, dia  hanya ingin tahu siapa dirinya.



Tepat disaat itu, ada seekor anjing besar melintas dan Louis jadi teringat pada Koboshi anjingnya. Louis pun langsung mengejar anjing itu sambil terus memanggilnya dengan sebutan “Koboshi”. Anjing itu kemudian berhenti di samping “Fire Hydrant”. Melihat Fire Hydrant, Louis kembali teringat sesuatu, dia teringat kalau kapalanya pernah terbentur oleh benda itu.

Karena merasa takut pada fire hydrant, Louis pun tak berani mendekati anjing tersebut, dia hanya memanggil-manggil si anjing dan memintanya mendekat.


“Koboshi!” teriak Louis memanggil si anjing dan tiba-tiba ada suara menjawab dan yang menjawab adalah Ko Bok Si. Bok Si datang menghampiri Louis dengan tatapan marah. 

Bersambung ke sinopsis Shopping King Louis Episode 4

No comments :

Post a Comment