September 24, 2016

Shopping King Louis Episode 2 - 2



Saat melewati minimarket, Bok Sil dan Louis langsung berasa lapar ketika mereka melihat orang makan ramyun. Mereka kemudian masuk ke mini market dan makan ramyun juga. Melihat Bok Sil dan Louis makan ramyun dalam kondisi panas, dua orang yang di sampingnya langsung terbengong-bengong melihatnya. Louis kemudian menyadari sesuatu, dia merasa kalau dia tidak pernah makan ramyun sebelumnya, padahal ramyun enak.





Tuan Cha mengunjungi Joong Won di rumahnya dengan membawa dua botol plum. Dia kemudian mengeluh kalau Ibu Joong Won benar-benar membuatnya stres. Semua itu karena Young Ae memasukkan plum ke dalam ramyun. Mendengar itu, Joong Won pun memberi saran agar sang ayah mengatakan kalau plum tidak enak, jadi jangan makan itu lagi. Namun sayangnya sang ayah tidak bisa berkata hal seperti itu pada istrinya. Tak mau ambil pusing dengan masalah sang ayah, Joong Won pun langsung masuk kamarnya, karena dia harus tidur cepat, besok harus pergi bekerja. 



Di tinggal sendirian, Tuan Cha pun mengeluh kalau anak laki-laki memang tidak berguna. Tuan Cha kemudian membuka kulkas dan menemukan gingseng liar dari Bok Sil. Dia pun bertanya-tanya apa itu adalah gingseng asli.



Kita beralih pada si pemilik gingseng yang saat ini masih berada di minimarket, karena Louis belum selesai makan ramyun. Sepertinya Louis sudah menghabiskan 5 mangkuk ramyun dan itu membuatnya sangat kekenyangan. Tepat disaat itu, Bok Sil melihat nenek pencuri, nenek yang mencuri tasnya dikereta. Bok Sil pun langsung keluar dan menangkap nenek itu. Tentu saja si nenek langsung kaget ketika dia melihat Bok Sil. Saat Bok Sil lengah karena menoleh pada Louis, si nenek pun langsung lari sekuat tenaga. 



Tak mau kehilangan si nenek pencuri lagi, Bok Sil langsung mengejarnya dan Louis juga ikut mengejarnya. Dalam kondisi perut penuh, Louis cukup kesulitan berlari. Louis bahkan sempat menangkap si nenek, namun terlepas lagi, karena Louis kalah kekuatan, dia langsung ambruk dalam sekali dorong. 


Ingin mendapatkan tasnya kembali, Bok Sil pun menyuruh Louis menunggu di tempat itu dan jangan pergi kemana-mana. Karena dia sendiri akan mengejar si nenek sampai dapat. Sebagai patokan keberadaan Louis, Bok Sil menunjuk tenda tteokboki dan minimarket yang berada tak jauh dari tempat mereka. Di tinggal Bok Sil sendirian, Louis menangis sambil tengkurep di tanah. Hadeeeh.... ne orang bener-bener kayak anak kecil. LOL gak akan ada yang nyangka kalau dia adalah cucu chaebol.



Bok Sil dan si nenek terus kejar-kejaran, sampai si nenek berhasil naik bis dan pergi. Sudah berada di dalam bis, si nenek pikir dia sudah aman. Ternyata tidak, dia tidak menyadari kalau Bok Sil juga ikut di bis itu. Bukan di dalam bis, tapi bergantungan di belakang bis. Gadis yang nekad!



Bis berhenti dan si nenek turun. Bok Sil pun menggunakan kesempatan itu untuk menangkapnya. Namun lagi-lagi si nenek berhasil kabur. Mereka berdua kejar-kejaran sampai ke taman bermain. Keduanya punya keahlian untuk berlari dan melompat. Yang mengejutkan, si nenek ternyata punya kemampuan melompat tiang sambil koprol. Bok Sil saja sampai terbengong melihatnya. Setelah kejar-kejaran beberapa menit, Bok Sil akhirnya berhasil menangkap si nenek dan diapun langsung meminta si nenek untuk mengembalikan uangnya. Sepertinya kaki si nenek terluka, jadi dia kesulitan untuk kabur lagi.

Louis masih berada di tempat yang sama, dia dengan setia menunggu Bok Sil. Karena pemilik tenda tteokboki pulang, Louis pun jadi khawatir Bok Sil tak bisa menemukan dirinya. 


Sedang apa Bok Sil? Ternyata dia sedang mengobati luka di lutut si nenek. “Apa kau si Tupai Terbang? Aku si Musang yang Berlari. Aku minta maaf soal uang itu. Sebenarnya aku ke Seoul untuk mencari cucuku. Setelah dia kabur dari rumah aku tidak bisa menemukannya. Aku naik kereta api dalam keadaan cemas dan tidak punya uang. Sesuatu pasti sedang merasukiku waktu itu. Kalau kau mau membawau ke kantor polisi tidak apa apa. Aku sudah tua tapi tidak bisa menjadi teladan. Penjarakan saja aku,” ucap si nenek. Karena merasa kasihan, Bok Sil pun tak meminta uangnya kembali. Dia hanya meminta baju si nenek.

Bok Sil kembali ke minimarket dengan menggunakan baju si nenek. Tapi karena banyak minimarket yang mirip, Bok Sil pun jadi bingung minimarket mana yang digunakan Louis untuk menunggunya. Bok Sil mendatangi semua minimarket untuk mencari Louis. 



Louis sendiri masih menunggu didepan minimarket seperti anak kecil. Tepat disaat itu, muncul 3 remaja wanita dan menghampirinya. Mereka bertiga meminta Louis untuk membelikan mereka makan malam. Louis pun menjawab kalau dia tidak punya uang, jadi mereka makan sendiri saja. Tentu saja ketiga remaja itu tak percaya, mereka mengeluarkan senjata mereka untuk menakut-nakuti Louis. Mereka punya steples dan juga palu. 

Merasa terancam, Louis pun langsung berteriak “help”. Namun salah satu wanita itu langsung menutup mulut Louis dan mereka bertiga menyeret Louis pergi. Setelah Louis dibawa pergi oleh ketiga wanita berandal itu, Bok Sil sampai di minimarket tempat Louis menunggu. 




Louis dibawa ke tempat sepi dan mereka masih beranggapan kalau Louis berbohong tak punya uang. Jadi mereka pun memeriksanya sendiri dan ternyata benar, Louis sama sekali tak memegang uang. Kesal karena tak dapat apa-apa dari Louis, si wanita berambut pendek langsung menendang Louis dan membuat Luois terjatuh di tanah. 

Melihat ketiga wanita berandal dari bawah, membuat Louis sedikit teringat pada peristiwa setelah dia mengalami kecelakaan. Saat itu dia dipukuli oleh beberapa pria dan salah satu pria yang ada di rombongan itu adalah Bok Nam. Namun Louis tak sepenuhnya ingat pada kejadian itu, dia hanya ingat sekilas saja dan itu sudah membuat Louis ketakutan. 



“Hey, apa yang kau lakukan?” tanya Bok Sil yang datang untuk menyelamatkan Louis. Bok Sil pun kemudian berkelahi dengan ketika wanita berandal itu, sedangkan Louis masih tergeletak di tanah menahan rasa sakit. Apa yang Bok Sil dan ketiga wanita berandal itu, di gambarkan atau diilustrasikan dengan singa dan macam yang sedang berkelahi. Ntah Louis sakit kenapa, tapi itu sepertinya sangat sakit karena sampai membuatnya pingsan. 


Karena kalah jumlah, Bok Sil pun kalah. Semua uangnya di ambil oleh tiga wanita berandal itu. Bok Sil menangis dan menyalahkan Louis yang bisa-bisanya pingsan saat Bok Sil di keroyok. 


Tiga wanita berandal itu merasa senang karena berhasil mendapatkan uang dari Bok Sil. Dengan uang itu, mereka bisa makan daging dan cari tempat yang nyaman untuk menginap. Salah satu dari mereka kemudian berkomentar kalau jaket yang dipakai Louis sangat mirip dengan jaket milik Bok Nam. 

“Sama-sama terlihat kampungan seperti punya Bok Nam dan desainnya sama,” ucap wanita yang berkuncir dan wanita yang berambut panjang pun berkata kalau dia sudah lama tak melihat Bok Nam. Dia pun bertanya-tanya apa sekarang Bok Nam sedang bersembunyi?

Hmmm... mulai jelas semuanya... ternyata Bok Nam ke Seoul ikut kelompok yang gak bener. Bersama kelompoknya, Bok Nam merampok dan memukuli Louis yang baru mengalami kecelakaan. Namun sepertinya, Bok Nam merasa bersalah atas apa yang dia lakukan, terbukti dari Bok Nam yang memberikan jaketnya pada Louis.



Louis mengucapkan terima kasih dan kemudian mengambil bekas rumput yang terselip di rambut Bok Sil. Louis berterima kasih, karena Bok Sil kembali mencari Louis. Dia mengaku kalau tadi dia sangat takut. 

“Aku tahu. Kau tidak punya rumah dan uang... juga tidak punya kenalan. Sangat menyedihkan. Dan lagi, kau tidak ingat apa-apa. Itu jauh lebih buruk,” jawab Bok Sil dan Louis kemudian menarik lengan baju Bok Sil lalu meminta Bok Sil untuk membawanya kemana saja Bok Sil pergi. 

“Kau mau kan?” tanya Louis.


“Astaga. Kau memang seperti anak-anak,” jawab Bok Sil dan tersenyum. Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Louis berteriak, dia menemukan uang koin. Uang koin itu kemudian di gunakan Bok Sil untuk menghubungi Joong Won, namun sayangnya tak diangkat. Karena ponsel Joong Won dia tinggalkan di rumah. Ponsel Joong Won masih rusak, layarnya mati walaupun ponsel itu dalam keadaan menyala. 


Bok Sil seperti sudah tak punya harapan lagi, karena satu-satunya sumber uang dia adalah Joong Won, tapi sekarang Joong Won tak mengangkat telepon darinya. Melihat Bok Sil sedih, Louis pun berjanji akan menemukan Bok Nam dan pria yang mencuri gingsengnya. Mendengar itu, Bok Sil jadi tertawa. 

“Kenapa? Kenapa kau tertawa?” tanya Louis tak mengerti.

“Kau terdengar sepert orang yang bisa diandalkan,” jawab Bok Sil dan Louis kemudian bertanya mereka akan kemana lagi sekarang. Mendengar pertanyaan Louis yang tak tahu apa-apa, membuat Bok Sil kembali tertawa dan berkomentar kalau Louis memang benar-benar bisa diandalkan. Hmmm.. sebenarnya maksud Bok Sil adalah Louis tidak bisa diandalkan. 


Bok Sil beranjak dan menyuruh Louis mengikutinya. Mereka berjalan dan terus berjalan sampai Louis merasa lelah. Ternyata mereka pergi ke tempat Bok Sil bekerja. Gedung masih sangat sepi saat mereka sampai, karena memang masih gelap, matahari belum muncul. Sebenarnya, Bok Sil ingin Louis menunggu di luar gedung, tapi karena Louis tak mau sendirian, jadi Bok Sil pun mengajaknya masuk. 


Louis mengeluh haus, jadi mereka pun mencari dispensernya. Tapi yang mereka temukan adalah kopi dan tempat air panas. Tahu kalau kopi sachet itu rasanya enak, Louis pun mengajak Bok Sil minum kopi tersebut dan Bok Sil mengaku suka pada rasa kopinya setelah mencoba. 

Louis meluruskan kakinya dan mengeluh sakit. Dia kemudian bertanya apa Bok Sil baik-baik saja dan Bok Sil pun menjawab kalau dia baik-baik saja, karena dia adalah Ko Bok Sil si Tupai Terbang. Louis tersenyum dan melihat betapa besarnya gedung yang mereka masukin. 

“Pemilik perusahaan ini pasti sangat kaya,” ucap Louis dan Bok Sil mengiyakan. Louis kemudian bertanya bagaimana kalau mereka berdua tinggal di gedung itu secara diam-diam. Mendengar pertanyaan itu, Bok Sil hanya menghela nafas. Louis menyadari kalau Bok Sil berganti baju dan diapun bertanya darimana Bok Sil mendapatkan baju itu. 

“Ini punya ibuku. Aku sampai menangis waktu kehilangan baju ini,” jawab Bok Sil. 

“Bok Sil, kau tidak punya ibu?” tanya Louis pelan. 

“Aku tidak ingat wajahnya.”

“Kau juga hilang ingatan sepertiku?”

“Ibuku meninggal waktu aku masih kecil. Ayahku juga,” jelas Bok Sil dan Louis kemudian berkata kalau dia ngantuk. Mendengar itu, Bok Sil menyuruh Louis untuk tidak tertidur, namun Louis sudah tak tahan lagi. Karena itu, Bok Sil membawa Louis ke toilet dan menyuruhnya tidur disana. 




Hari sudah mulai terang, Bok Sil juga sudah mulai bersih-bersih dan para pegawai mulai berdatangan, termasuk Joong Won. Baru sampai lobi, Joong Won merasa perutnya sakit. Di toilet, Louis tidur dengan  nyenyaknya sampai mendengkur. Di samping Louis tidur, ada Joong Won sedang BAB. Dia kemudian mendengar suara dengkuran Louis dan itu membuat Joong Won tak nyaman. 


Louis terbangun dan merasa lehernya sakit, karena dia tidur di tempat yang sempit. Louis keluar dan Joong Won juga sudah keluar. Louis hendak keluar toilet, namun dipanggil oleh Joong Won yang penasaran dia siapa dan dari bagian mana. Bingung, Louis memilih lari. Curiga Louis orang jahat karena Louis memakai jaket palsu, Joong Won pun langsung mengejarnya. Louis terus berlari dan masuk ke dalam lift.




Semua orang di dalam lift merasa terganggu dengan bau Louis dan diantara mereka juga ada Mi Young dan Hye Joo. Mereka berdua mengenali Louis sebagai gelandangan cabul yang mengganggu mereka kemarin. Ternyata Ma Ri juga ada di dalam lift dan ketika dia melihat wajah Louis dari samping,Ma Ri pun merasa kenal dan penasaran. Saking penasarannya, Ma Ri sampai mengejar Louis saat keluar dari lift. Tak mau tertangkap, Louis terus berlari dan untungnya saja dia bertemu dengan Bok Sil di tangga darurat. Berkat Bok Sil, Louis jadi terbebas dari kejaran Ma Ri, karena Bok Sil mengarahkan Ma Ri ke tempat lain.  Setelah Ma Ri pergi, Bok Sil langsung memarahinya karena keluar dari toilet. 


Selesai bekerja, Bok Sil menemui Geum Ja dan bertanya apa ada tempat murah yang bisa disewakan. Ternyata Geum Ja tahu dan dia kemudian mengantar Bok Sil ke tempat itu. Merasa lelah bejalan, Louis pun mengeluh capek dan mendengar itu, Geum Ja pun berkomentar kalau Louis sangat menyebalkan. 

Tempat yang akan di sewakan pada Bok Sil adalah rumah yang ada di atas gedung. Rumahnya cukup luas dan bagus, tapi Louis terus protes karena rumah itu hanya punya satu kamar. Mendengar protesan itu, Bok Sil pun menyuruh Louis tidur di luar. 


“Hei, membayar 400 dolar sebulan tanpa deposit itu namanya kemurahan hati,” ucap Gwang Ja dan Bok Sil sangat berterima kasih padanya. Bok Sil kemudian mencium sesuatu dan Gwang Ja terlihat sedikit panik, tapi dia kemudian menjawab kalau itu bau pemutih. 

“Kau akan menciumnya setiap hari karea pemilik menggunakannya untuk membersihkan ruangan,” jawab Gwang Ja dan Bok Sil pun percaya. Louis kemudian berkomentar kalau ada yang aneh, namun sebelum Gwan Ja mendengar protes Louis lagi, dia pun memutuskan pergi. Setelah Gwang ja pergi, Bok Sil bertanya apa yang menurut Louis aneh. 


“Tidak ada apa-apa di sini. Tidak ada televisi, tempat tidur dan kulkas,” jawab Louis dan kemudian bertanya apa mereka akan tinggal di rumah itu. Louis tiba-tiba merasa merinding dan berteriak karena hanya ada satu kamar mandi.


Gwang Ja menemui pemilik kontrakan dan meminta bagian 100 dolat dari uang sewa Bok Sil. Walaupun merasa keberatan, si pemilik tak bisa menolaknya, karena tempat itu memang sudah lama tak disewakan gara-gara sudah ada 3 orang yang meninggal disana. 



Ponsel Joong Won baru selesai di perbaiki dan juga di set ulang, jadi semua panggilan masuknya sudah terhapus semua. Sampai di rumah, Joong Won terus melihat ponselnya, dia menunggu panggilan dari Bok Sil. Karena Bok Sil sudah lama tak menelponnya, Joong Won pun bertanya-tanya kenapa? Dia jadi merasa tak enak.



Tepat disaat itu kedua orang tuanya datang dengan gembira, mereka juga membawakan obat herbal untuk Joong Won. Sang ibu kemudian bertanya dari mana Joong Won mendapatkan gingseng langka seperti itu. Mendengar pertanyaan itu, Joong Won langsung memeriksa keberadaan si gingseng di dalam kulkas dan tak menemukannya lagi. Ya, karena kedua orang tua Joong Won sudah menjual gingsengnya. Mereka berhasil menjualnya seharga 5.000 dolar. 

“Kau tahu ginseng itu tidak bagus untukmu dan ayah. Makanya kami menjualnya. Kami membelikanmu obat dengan uang itu. Sisanya boleh untukku kan?” tanya sang ibu dan Joong Won menghela nafas kesal.



Tuan Kim sedang bersama Nyonya Choi dan Nyonya Choi pun meminta Tuan Kim untuk bercerita tentang  Louis. Apa Louis punya kebiasaaan ketika tidur? Kita kemudian diperlihatkan pada Louis yang saat ini tidur di luar rumah dengan berselimut koran. 


“Kulitnya sensitif, jadi dia suka memakai selimut dari kain alami, ringan dan lembut seperti sutra. Dia bilang tidak bisa tidur tanpa selimut itu. Kakinya harus tertutup. Dia suka menyentuh selimut yang lembut itu dengan ujung kakinya. Saat hujan, dia akan... membuka jendela untuk melihat hujan. Aku harus selalu memerhatikannya. Tuan Louis pasti sudah tenang sekarang,” ucap Tuan Kim yang tak tahu kalau Louis masih hidup dan menjalani kehidupan yang beralik 180 derajat dari sebelumnya. Hujan turun dan Louis terbangun, dia langsung berteduh di pinggir rumah. Tak lama kemudian, Bok Sil keluar dan membolehkan Louis tidur di dalam. 


Di depan rumah yang Bok Sil sewa, kita kemudian diperlihatkan pada pria misterius yang terus melihat ke arah rumah Bok Sil. Hmmm.. kira-kira siapa orang itu?


Semua pegawai datang dengan menggunakan payung. Saat berada di lobi, Kyung Kook tak sengaja menjatuhkan botol minumannya, sehingga airnya tumpah di lantai. Kyung Kook langsung pergi tanpa membersihkannya dulu. 



Tak lama kemudian, Joong Won muncul dan di lobi dia berjalan sambil membaca majalah. Di belakang Joong Won ada Mi Young dan Hye Joo. Karena asik membaca, Joong Won terpeleset dan jatuh gara-gara air minum Kyung Kook, Mi Young dan Hye Joo yang ada di belakangnya, melihat apa yang terjadi pada Joong Won. 

Membuang rasa malu, Joong Won langsung berdiri dan memanggil Cleaning Service yang tak berada jauh dari sana. Joong Won menyuruh cleaning service-nya untuk membersihkan bekas air. Ternyata cleaning service yang Joong Won panggil adalah Bok Sil dan Joong Won lumayan terkejut saat menyadari itu Bok Sil 

“Ko Bok Sil,” ucap Joong Won dan Bok Sil pun mengakat kepalanya, melihat siapa yang memanggil. 

Kita kemudian beralih pada Louis yang disamperin pria misterius dan pria itu memakai jaket yang sama seperti Louis. 


Louis dan Bok Sil kemudian sama-sama berdiri melihat orang yang memanggil mereka.


Bersambung.... ke sinopsis Shopping King Louis Episode 3

4 comments :

  1. Makasih banyak mbak dee .. di tunggu selalu episode 3 nya .. drama ini sepertinya kurang peminatnya tp saya .. selalu kagum sama actingnya inguk ..

    ReplyDelete
  2. Sukaaaa drama ini.
    Drama ringan & bisa liat in guk main romcom, bisa hahahihi.. aiihhh...

    ReplyDelete
  3. aku jg suka drama ini..makasih mba lilik udh bikin sinopnya...walaupun udh nonton tp bc sinopnya...semangka..semangat kakak...

    ReplyDelete