September 24, 2016

Shopping King Louis Episode 2 - 1

Sebelum Bok Sil bertemu dengan Louis...



Hari dimana Louis tiba di Seoul, dari bandara dia mengendarai mobil sendirian dengan kecepatan tinggi. Tuan Baek yang menjemputnya, sudah sampai di kediaman Nyonya Choi dan memberitahu Nyonya Choi dan yang lain kalau Louis mengendarai mobil sendiri. 


Saat berada di belokan, tiba-tiba sebuah truk besar menabrak mobil Louis dan membuat mobilnya terbakar. Sejak saat itu Louis dinyatakan hilang. 





Louis sudah tidur di tangga bersama para gelandangan yang lainnya. Merasa kepanasan, Louis pun terbangun dan meminta pria yang ada di sampingnya untuk mengambilkan minum karena dia merasa haus. Diperintah oleh Louis seperti itu membuat pria gelandangan itu emosi. Saking emosinya dia sampai memukuli Louis. Pria itu kemudian mengajak teman-temannya pergi meninggalkan Louis sendirian. 



Louis sendiri merasa bingung, tentang bagaimana dia bisa berada di tempat itu dan mengenakan jaket yang dia pakai sekarang. Para gadis yang melintas terus berkata kalau Louis tampan, tapi sayang dia gelandangan, jadi mereka pun hanya meninggalkan uang receh untuk Louis. 

Ternyata akibat kecelakaan itu, Louis hilang ingatan. Dalam hati dia terus bertanya-tanya dia dimana dan dia siapa? Ditengah rasa bingungnya, tiba-tiba Bok Sil muncul dan memanggilnya dengan nama Bok Nam. Ya, Bok Sil mengira Louis adalah Bok Nam, adiknya. Karena Louis menggunakan jaket yang sama persis seperti milik Bok Nam. 


Penasaran dengan jaket yang Louis pakai, Bok Sil pun memeriksanya dan ternyata jaket itu benar-benar milik Bok Nam. Bok Sil terus bertanya Louis dapat jaket itu darimana dan tentu saja Louis menjawab tidak tahu. Jangankan tau asal jaket itu darimana, namanya sendiri saja dia juga tidak tahu.



Karena Louis tak mengenal siapa dirinya, jadi Bok Sil pun membawa Louis ke kantor polisi, namun polisi tidak bisa menemukan identitas Louis dari sidik jarinya. Bok Sil juga memberitahu polisi kalau jaket yang Louis kenakan adalah milik Bok Nam semua itu dia tahu dari jahitan yang Bok Nam buat di jaket tersebut. Mendengar itu, polisi pun menebak kalau Bok Nam pasti pernah bertemu dengan Louis, namun Louis mengaku kalau dia tak pernah bertemu dengan Bok Nam. Jadi kesimpulannya, Bok Nam dan Louis bertemu sebelum Louis hilang ingatan.


Bok Sil sudah dipersilahkan pulang dan akan dihubungi lagi kalau ada kabar tentang Bok Nam. Sedangkan Louis akan di bawa ke badan sosial, namun karena Bok Nam tak tega dan juga karena Louis lah yang bisa mempertemukan Bok Sil dan Bok Nam, jadi Bok Nam pun memutuskan untuk merawat Louis, walau polisi sudah mengingatkannya, kalau Louis hanya akan menjadi bebannya saja nanti. 

Keluar dari kantor polisi, Bok Sil mengaku pada Louis kalau dia tak punya cukup uang untuk mengurusnya, tapi dia tetap berjanji akan mengurus Louis sampai ingatannya pulih dan bisa membantunya mencari Bok Nam. 

Louis kemudian bertanya apa Bok Sil adalah orang Korea Utara, karena logat yang Bok Sil gunakan mirip orang dari Korea Utara. Tentu saja Bok Sil tidak terima di bilang begitu, dia malah balik mengatai Louis aneh, karena sejak tadi Louis terus bergumam dengan bahasa inggris. Menyadari hal itu, Louis juga merasa bingung. Dia bingung kenapa sepertinya dia sudah terbiasa berbicara dengan bahasa inggris. 

Menyadari kalau dia bisa berbahasa inggris, Louis pun bertanya apa polisi tadi tidak berkata kalau dia sedang mencari orang seperti Louis. Merasa kalau apa yang Louis katakan hanya omong kosong, Bok Sil pun malas menanggapinya.



Tepat disaat itu, mereka melihat sebuah mobil yang terbakar karena kecelakaan sedang di angkat polisi. Hmmm... Louis tidak ingat kalau itu adalah mobilnya, dia yang mengalami kecelakaan ditempat itu. Merasa kalau hal itu cukup mengerikan untuk di lihat, Bok Sil pun mengajak Louis pergi.


Polisi memberikan jam milik Louis yang tertinggal di mobil pada Nyonya Choi dan disamping Nyonya Choi sudah ada Tuan Kim. Dia juga sudah sampai di Korea. Nyonya Choi dan Tuan Kim menangis karena kehilangan Louis. Saking sedihnya, Nyonya Choi sampai pingsan. 

Louis terus mengeluh lapar pada Bok Sil, namun Bok Sil berkata kalau dia baru akan memberi makan Louis nanti malam. Tentu saja Louis protes dan berkata kalau dia bisa mati kalau tidak makan seharian, namun Bok Sil memberitahunya kalau dia tidak akan mati. Contohnya Bok Sil sendiri, dia masih hidup walau tidak makan sehari tiga kali. 



Saat melewati penjual Toast, Louis terus berdiri di depannya, sehingga si penjual pun memberinya satu. Karena Bok Sil sudah berjanji akan merawat Louis, jadi Bok Sil pun tak punya pilihan lain selain membayar toast yang Louis makan. Walaupun dengan berat hati, karena Bok Sil tidak punya uang yang banyak.



Sampai di tempat kerja, Bok Sil kena semprot atasannya, karena dia datang terlambat. Dia bekerja sebagai cleaning service. Geum Ja kemudian melihat Louis yang menunggu Bok Sil di luar dan bertanya apa Louis adalah pacarnya. Tentu saja Bok Sil langsung menjawab tidak, dia memberitau Geum Ja, kalau Louis sedikit tidak waras, tapi dia punya alasan sendiri untuk merawatnya. 

“Bagaimana bisa sih kau merawat orang macam dia?” tanya Geum Ja yang merasa kalau Louis sedikit aneh. Geum Ja kemudian berpesan pada Bok Sil untuk bersikap profesional saat bekerja. Karena perusahaan tempat mereka bekerja sedang mengalami masalah dan membuat para pegawai tak begitu memperdulikan kebersihan, maka kali ini Geum Ja memaafkan kesalahan Bok Sil. Masalah yang terjadi di perusahaan mereka adalah cucu dari presdir mereka meninggal. Saat Geum Ja mengatakan itu, kita langsung diperlihatkan pada Louis yang masih setia menunggu di luar. Hmmm.... ternyata Bok Sil bekerja di perusahaan keluarga Louis... Bakal jadi cerita yang seru nih. 


Louis ikut Bok Sil bekerja dan akhirnya dia tahu kalau Bok Sil hanya seorang tukang bersih-bersih. Karena Louis mengatakannya dengan nada mengejek, Bok Sil pun menjawab kalau tukang bersih-bersih lebih bagus daripada mengemis di jalan. Tentu saja Louis tak bisa menjawab, karena dia sekarang memang tak punya apa-apa.

Bok Sil harus bekerja, jadi dia menyuruh Louis menunggu di tempat lain, namun Louis tidak mau. Dia takut Bok Sil meninggalkannya. Namun Bok Sil meyakinkan kalau dia tidak akan mengingkari janjinya. Dia akan tetap merawat Louis sampai ingatan Louis kembali. 


Sebelum pergi, Bok Sil memberi Louis tisu agar dia membersihkan mulutnya dari bekas saus. Louis pun tersenyum melihat Bok Sil pergi.



Mi Young dan temannya, minum kopi sambil bergosip tentang cucu Nyonya Choi yang tiba-tiba menghilang saat dia baru sampai di Korea. Tanpa mereka sadari, Louis datang menghampiri mereka, karena bau kopi yang mereka bawa. Hehehe... Louis memang penggila kopi. 



Tanpa sadar, Louis terus memajukan wajahnya sampai mendekat ke wajah Hye Joo dan tepat disaat itu Hye Joo menoleh dan diapun reflek langsung menampar Louis. Mi Young kemudian berteriak memanggil sekuriti dan sekuriti pun langsung menyeret Louis keluar gedung, walau Louis berkata kalau dia bukan pengemis dan hendak berbuat cabul. 


Di luar gedung, sekuriti pun bertanya siapa yang sedang Louis tunggu. Namun Louis tak bisa menjawab, karena dia memang belum tahu nama Bok Sil, dia hanya tahu kalau Bok Sil adalah kakak Bok Nam. Karena Louis tak bisa menjawab, sekuriti pun beranggapan kalau Louis sudah berbohong dan diapun meninggalkan Louis di luar gedung. Dia juga melarang Louis masuk lagi.



Bok Sil sekarang sedang menelpon Joong Won dengan menggunakan ponsel Geum Ja. Dia menyuruh Joong Won untuk segera membawa gingseng itu ke pasar herbal dan tanyakan keasliannya pada orang disana, agar Bok Sil bisa cepat mendapatkan uangnya. Namun Joong Won tidak bisa melakukannya dengan alasan kalau dia sibuk, jadi dia menyuruh Bok Sil untuk menelponnya setiap hari, agar dia ingat terus. 

Karena Bok Sil sudah terlalu lama bicara menggunakan ponselnya, Geum Ja pun langsung mengambilnya dan menutup telepon. Tentu saja hal itu membuat Joong Won menganggap Bok Sil tidak sopan karena langsung memutus telepon tanpa berkata apa-apa. Karena biaya menelpon tidak murah dan raut wajah Geum Ja terus memperlihatkan rasa tidak suka, jadi Bok Sil pun membayar untuk biaya menelponnya tadi. 



Joong Won pergi bersama Tuan Baek dan tanpa keduanya sadari, Louis melihat mereka dan berkomentar kalau mereka terlihat keren. Menggunakan jas dan naik mobil mewah. Tepat disaat itu, Bok Sil muncul dan memanggil Louis. 



Dari dalam mobil, Tuan Baek melihat Louis dan Bok Sil, namun yang dia lihat wajahnya hanya Bok Sil, dia tak bisa melihat wajah Louis karena Louis membelakanginya. Melihat Tuan Baek terus melihat ke arah luar, Joong Won pun ikut melihat, namun dari tempatnya, Joong Won tak bisa melihat wajah keduanya. Wajah Bok Sil di tutupi oleh Louis. 


Bok Sil marah karena Louis menunggu di luar, padahal dia tadi sudah menyuruhnya untuk menunggu di dalam. Louis pun menjawab kalau dia tadi diusir oleh sekuriti karena di kira pengemis. Mendengar itu, Bok Sil pun tertawa dan berkata kalau si sekuriti tidak salah. Penampilan Louis memang seperti pengemis. 

“Siapa namamu?” tanya Louis.




“Ko Bok Sil,” jawab Bok Sil dan sekarang giliran Louis yang tertawa. Namanya di tertawakan, tentu saja Bok Sil tak terima, karena posisinya lebih mending di banding Louis yang tak ingat pada namanya.  Louis kemudian meminta kopi pada Bok Sil dan permintaan itu tambah membuat Bok Sil kesal.



Tuan Kim meletakkan kopi Panama Geisha di kuburan Louis, dia memberikannya karena itu adalah kopi favorite Louis. Ternyata hari itu adalah hari dimana Louis dikuburkan. Tuan Kim tak bisa menahan tangisnya, dia menangis di kuburan Louis. 



Ma Ri juga ikut menguburkan Louis dan dia menangis sejadi-jadinya di sana. Joong Won dan staf perusahaan yang lain hanya melihat kuburan Louis dari jauh. Melihat Ma Ri menangis seperti itu, Joong Won pun berkomentar kalau Ma Ri dan Louis pasti sangat dekat. Pria yang berdiri di samping Joong Won menjawab kalau mereka berdua memang sudah berteman sejak kecil. 



Louis dan Bok Sil sudah berada di tempat sauna. Karena Louis terlihat sangat kotor, Bok Sil pun menyuruhnya mandi dulu.  Louis selesai mandi dan Bok Sil langsung terpesona melihatnya. Di mata Bok Sil, wajah Louis seperti bercahaya.



Mereka berdua kemudian mengelilingi tempat sauna dan mencoba semua fasilitas yang tersedia disana. Melihat kolam renang, Louis pun langsung terjun ke dalam kolam, dia begitu menikmati semuanya. Dia seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru. Hmm.. ya... semua ini adalah hal baru untuknya, karena selama ini Louis selalu di larang untuk melakukan ini dan itu. 

Bok Sil dan Louis memasuiki sebuah ruangan, tapi ternyata di dalam ada sepasang kekasih yang hendak bercumbu. Merasa sudah mengganggu, Bok Sil pun langsung minta maaf dan mengajak Louis keluar. 


Waktunya tidur dan Louis memilih tidur dekat Bok Sil, dengan alasan dia takut Bok Sil melarikan diri dan meninggalkan dirinya. Bok Sil pun bertanya kenapa Louis penakut sekali dan Louis menjawab kalau dia takut sendirian. 

“Kau sepertinya sudah dewasa. Tapi sikapmu seperti anak-anak,” ucap Bok Sil dan Louis menjawab kalau dia takut dipukuli, dianggap remeh dan diusir. Perasaan itu tidak pernah Louis alami sebelumnya. 

“Kau tidak takut makan toast saat kau tidak punya uang,” komen Bok Sil dan Louis malu mengingat hal itu. Dengan ekspresi seperti anak kecil, Louis kemudian meluruskan tubuhnya. Hmmm... ekspresi Seo In Guk.... ngegemesin.. wkkww


Bok Sil kemudian mengeluh, karena hari ini dia sudah menghabiskan terlalu banyak uang, padahal dia sedang berhemat dan semua itu gara-gara Louis. 


“Terima kasih,” ucap Louis dan Bok Sil langsung menoleh kearahnya. Louis pun kembali mengarah pada Bok Sil. “Kau harus ada bersamaku terus sampai ingatanku kembali. Oke? Janji,” pinta Louis dan mengulurkan jari kelingkingnya, untuk dikaitkan dengan jari kelingking Bok Sil sebagai tanda kalau mereka sudah mengikat janji. Bok Sil berjanji dan berharap ingatan Louis segera kembali agar Bok Sil bisa cepat menemukan Bok Nam. Mereka berdua kemudian tidur dengan kelingking masih terkait, karena Louis tak mau melepaskannya. 



Jae Sook menghampiri Ma Ri dan meminta Ma Ri berhenti menangis. Ma Ri pun mengaku kalau sebenarnya dia mengasihani dirinya sendiri, karena tak jadi menikah dengan Louis. Sang ibupun berkata kalau Ma Ri tidak perlu khawatir karena dia pasti akan bertemu lagi dengan pria sehebat Louis. 

“Tidak! Dia adalah pewaris satu-satunya Gold Group. Aku harus menikah dengan calon pewaris Gold Group,” aku Ma Ri dan Jae Sook terkejut dengan pemikiran anaknya yang sepertinya tamak pada harta dan posisi. 

“Tunggu. Apa perusahaan... akan diberikan pada ayah karena Louis sekarang sudah tidak ada?” tanya Ma Ri dan Jae Sook menjawab, “Mungkin saja.”

“Itu artinya... Aku nanti yang akan mewarisi perusahaan, kan?” ucap Ma Ri senang dan tak lagi merasa sedih karena kematian Louis. 



Bok Sil berangkat kerja dan Louis ingin ikut tapi tak diajak oleh Bok Sil, karena kalau Louis ikut keluar, maka nanti dia harus membayar untuk dua orang lagi. Sebelum pergi Bok Sil memberikan uang 5 dolar pada Louis untuk makan siangnya nanti. Tentu saja Louis protes karena 5 dolar terlalu sedikit, namun Bok Sil tidak mau menambahkan. 

Tapi ketika dia melihat Louis terus mengeluh sampai-sampai tiduran di tangga, Bok Sil pun jadi tak tega. Dia menambahkan uangnya lagi dan Louis langsung tersenyum senang mendapatkan uang tambahan. 


Joong Won masuk lift dan Ma Ri ikut masuk. Di dalam lift, Joong Won bertanya apa Ma Ri baik-baik saja? Karena sebelumnya Ma Ri terus menangis karena kehilangan Louis. Ma Ri pun menjelaskan kalau dia dan Louis memang sudah berteman sejak kecil dan karena kematiannya itu, membuat Ma Ri jadi tak bisa tidur semalaman. Mendengar itu, Joong Won hanya melihat Ma Ri tanpa berkata sepatah katapun. Hmmm mungkin dia pikir, ekspresi Ma Ri tak memperlihatkan rasa sedih sedikitpun. 

Ma Ri kemudian berkata  kalau ayahnya merupakan salah satu petinggi diperusahaan, jadi karena itulah dia bisa dekat dengan Louis. Ma Ri meminta Joong Won merahasiakan hal itu dari pegawai lainnya, karena dia ingin bekerja dengan normal dan pekerjaannya di nilai dengan fair. 

“Tidak usah memberitahuku,” ucap Joong Won dan kemudian keluar lift. 

“Benar-benar tidak bisa ditebak,” gumam Ma Ri tentang sifat Joong Won.



Louis membeli kopi seharga 1 dolar. Melihat tampilannya, Louis terlihat ragu meminumnya, tapi setelah kopi itu masuk ke mulutnya, dia langsung ketagihan dan membelinya lagi dan lagi, sampai uang pemberian Bok Sil habis. 


Karena sudah tak punya uang lagi, Louis pun berkeliling dan tak sengaja dia menabrak wanita tambun yang sepertinya baru keluar dari ruang sauna. Wanita itu langsung berteriak kesal pada Louis. 



Louis pun kemudian menenangkan diri di ruang sauna. Saat dia hendak tidur, dia melihat uang terselip di karpet sauna. Seperti mendapat durian runtuh, Louis pun langsung mengambil uang tersebut dan keluar dari ruang sauna. 


Kita beralih pada Nyonya Choi yang meminta Tuan Baek untuk mengurus perusahaan, sedangkan Nyonya Choi sendiri akan pergi ke Busan. Ke tempat dimana dia dan Louis dulu pernah tinggal bersama. Nyonya Choi ingin menghabiskan sisa hidupnya disana. 

Tuan Kim melihat Tuan Baek dengan tatapan tak senang. Hmmm.... sepertinya Tuan Kim tahu kalau Tuan Baek memang menginginkan perusahaan Nyonya Choi. 


Tuan Baek sudah bersama rekannya dan rekannya meminta Tuan Baek untuk bersedia menerima permintaan Nyonya Choi karena memang hanya Tuan Baek yang pantas memegang Gold Group. Rekannya itu juga akan menyiapkan acara pengangkatan untuk Tuan Baek.



Joong Won melakukan rapat dengan para pegawainya. Mereka membahas strategi pemasaran yang akan mereka lakukan agar mereka tak kalah dari saingan mereka. Pesaing mereka mengembangkan teknologi mobile UI, jadi untuk menyainginya mereka juga akan mulai fokus pada social commerce. Mendengar keputusan Joong Won semuanya terlihat bingung dan Kyung Kook berpendapat kalau mereka mau fokus pada social commerce, berarti mereka membutuhan tenaga lagi, untuk memilih produk dan mengatur kerjasama, karena mendesain dan mempublikasikan satu iklan saja sudah memakan banyak tenaga.

“Pak Lee.  Kau adalah orang pertama yang tahu saat... beban kerja kita bertambah. Itu adalah bakatmu,” ucap Joong Won dan Kyung Kook pun terdiam.



Karena tadi sudah membuat Joong Won kesal, Kyung Koo pun membawakan minuman untuk Joong Won supaya tenggorokkan Joong Won merasa lega. Namun Joong Won menolak. Tepat disaat itu, ponsel Joong Won berbunyi dan saat dia hendak mengangkat teleponnya, tiba-tiba Kyung Koo menyodorkan minumannya dan minta Joong Won mencoba. Alhasil tangan mereka saling beradu dan minuman yang Kyung Koo bawa langsung membasahi ponsel milik Joong Won. 



Ternyata yang menelpon Joong Won adalah Bok Sil dan dia masih tetap menggunakan ponsel Geum Ja. Dasar pelit, walau tak jadi menelpon Geum Ja tetap meluapkan kekesalannya pada Bok Sil, karena Bol Sil sudah menghabiskan batrainya. 

“Kau sudah menelponnya berapa kali, sih? Sudah jelas dia tidak mau menerima panggilan,” ucap Geum Ja dan ketika Bok Sil ingin mencoba telepon lagi, tak diizinkan oleh Geum Ja. Bahkan Geum Ja memberitahu Bok Sil kalau Bok Sil sudah ditipu oleh orang yang membeli gingseng liarnya. Namun Bok Sil berpendapat kalau Joong Won bukan penipu. 



Kita kembali ke tempat sauna dan melihat Louis dituduh mencuri oleh ahjumma gendut. Ahjumma itu memarahi Louis di depan orang banyak. Dia tak mau mendengar penjelasan Louis, kalau semua itu hanya salah paham. Tapi memang dasar si Louis yang tak mau langsung memberikan uang yang diia temukan, dia tetap bersikekeuh kalau uang itu miliknya karena dia menemukannya di lantai dan membuat si ahjumma kesal. 

Tepat disaat itu, Bok Sil datang dan mengembalikan uang si ahjumma. Tapi si ahjumma ini malah mengambil kesempatan dalam kesempitan, dia meminta Bok Sil mengembalikan 100 dolar, padahal uang yang Louis temukan 50 dolar. Louis memberitahu Bok Sil kalau dia menemukan uang 50 dolar di lantai, tapi Bok Sil tetap memberi si ahjumma 100 dolar, karena dia ingin masalahnya cepat selesai. 


Ntah ne ahjumma makan apa, padahal dia sudah melebihkan uangnya, dia tetap menghina Louis dan Bok Sil dengan mengatakan kalau mereka berdua adalah salah satu orang yang datang ke tempat sauna untuk mencuri. Bok Sil mencoba menjelaskan kalau mereka berdua bukan komplotan pencuri, tapi sepertinya orang-orang di sauna sudah termakan oleh omongan si ahjumma, jadi Bok Sil pun langsung mengajak Louis pergi.


Mereka berdua keluar dari tempat sauna. Louis merasa tidak adil, dia hanya membelanjakan uang yang dia temukan, tapi efeknya jadi seperti sekarang. Bok Sil mengerti dan diapun meminta Louis untuk tidak membelanjakan uang yang dia temukan lagi, dia harus menyimpannya saja, karena dia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah itu. 

Yang dipikirkan Bok Sil sekarang adalah mereka harus tidur dimana malam ini. Dengan enteng Louis menjawab kalau mereka bisa tidur di rumah Bok Sil dan Bok Sil pun menjawab kalau dia tidak punya rumah. 

“Mana ada orang di dunia ini yang tidak punya rumah,” ucap Louis. 

“Memangnya kau punya?”jawab Bok Sil kesal dan Louis kemudian bertanya kenapa Bok Sil tidak punya rumah? Bok Sil menjawab kalau dia baru pindah ke Seoul, dia pun berkata kalau dia akan mencari tempat tinggal kalau uangnya sudah cukup. 

“Sebelumnya kau tinggal di mana?” tanya Louis dan Bok Sil menjawab di Gangwon. Nama tempat yang menurut Louis masih asing, dia tak tahu dimana tempat yang bernama Gangwon itu berada. Mendengar itu, Bok Sil pun berkomentar kalau Louis itu tak tahu apa-apa. 

Bersambung ke sinopsis Shopping King Louis Episode 2 - 2

No comments :

Post a Comment