September 23, 2016

Shopping King Louis Episode 1 - 2




Kedua orang tua Joong Won pergi ke peramal dan si peramal menyuruh mereka untuk menunggu satu bulan lagi. Mendengar itu, sang ibupun merasa senang, tapi juga langsung merasa bingung karena si peramal mengatakan kalau Joong Won akan bertemu dengan wanita dan pria dalam waktu satu bulan lagi. 




Kita beralih ke Joong Won yang menjadi atasan tegas bagi pegawainya. Saat tak suka pada laporan-laporan yang di berikan padanya, Joong Won langsung mengatakan kesalahan mereka di depan yang lain dan membuang laporannya ke lantai. Dari semua pegawai, hanya laporan Ma Ri yang tidak di komentari pedas dan juga tak di lempar ke lantai. 


“Peter Drucker mengatakan ini. Mengetahui apa yang sedang tren tidak akan menjamin kesuksesan 100 persen, tapi tidak mengetahui tren... akan menjamin kegagalan 100 persen. Penjual yang tidak bisa membaca keinginan konsumen tidak perlu ada,” ucap Joong Won dan kemudian menghampiri Kyung Kook dan bertanya anak-anaknya kelas berapa. 


“Mereka kelas 4 dan kelas 2. Yang lainnya berusia 5 tahun dan 1 tahun,” jawab Kyung Kook.

“Kalau begini terus, kau yakin masih bisa bekerja sampai anakmu yang paling kecil masuk sekolah?” tanya Joong Won dan Kyung Kook setengah bingung menjawab tidak... iya.... tidak.



Keesokanharinya, Joong Won kembali memeriksa laporan semua pegawainya dan tak ada satupun yang membuatnya puas. Tanpa dia sadari, semua pegawainya mengintip dari balik pohon. Mereka langsung kembali bersembunyi ketika melihat Joong Won membuang laporan mereka. Tepat disaat Joong Won menoleh ke arah pohon, dia melihat Kyung Kook sedang berdiri disamping pohon. Hehheh.... Kyung Kook sebenanrnya hanya ingin bertanya apa yang semua rekan kerjanya lakukan di balik pohon, tapi dia malah terlihat oleh Joong Won.


Bok Sil berteriak girang karena menemukan gingseng liar. Kedua temanya menghampiri dan salah satunya berkata kalau gingseng liar penemuan Bok Sil sepertinya sudah berusia lebih dari 50 tahun, jika di jual harganya bisa sampai 5 ribu dolar. Namun Bok Sil tak mau menjualnya, dia ingin memberikan gingseng itu untuk neneknya. Karena si nenek sering sakit-sakitan setelah adik Bok Sil kabur dari rumah. 


“Jika orang-orang itu tidak datang untuk mengambil gambar atau apapun itu, hal seperti ini tidak akan terjadi. Dia terlalu gegabah,” keluh Bok Sil dan salah satu ahjussi temannya berkata kalau Bok Sil tak perlu mengkhawatirkan Bok Nam, karena Bok Nam akan bisa bertahan meskipun di pulau terpencil. Bok Sil pun juga merasa seperti itu.

Setelah Bok Sil berhasil mencabut gingseng, teman ahjusi Bok Sil yang satunya meminta Bok Sil menjual gingseng itu padanya, sedangkan untuk si nenek dia kasih akar tanaman lain saja. Tentu saja Bok Sil tak mau dan mereka bertiga pun tertawa bersama, sepertinya ahjussi tadi hanya bercanda mengatakan semua itu.




Bok Sil pulang ke rumah. Dia langsung terlihat bingung ketika melihat sang nenek duduk dan tak bergerak. Si nenek juga tak menjawab ketika dia panggil dan ternyata sang nenek sudah meninggal. Bok Sil pun menangis dan terus memanggil neneknya. Ditengah rasa sedih Bok Sil, hujan turun membasahi rumahnya. 


Kita beralih pada Louis yang juga sedang melihat hujan, dia kemudian membuka jendela dan mengeluh dingin. Tuan Kim muncul dan langsung menutup jendela, dia menyuruh Louis untuk tidak membuka jendela karena suhu udaranya sedang menurun di sebabkan hujan yang terus menerus. Diperlakukan seperti anak kecil seperti itu, membuat Louis merasa tidak nyaman.

“Kau bisa terkena flu jika kau membuka jendelanya. Ditambah, kau memiliki alergi terhadap udara dingin. Kau harus lebih berhati-hati ketika tingkat kelembabannya meningkat,” tambah Tuan Kim dan Louis sudah bosan dengan peringatan itu, karena Tuan Kim sudah memberitahunya sebanyak jutaan kali. 

“Apa nanti sore juga masih akan hujan?” tanya Louis dan Tuan Kim menjawab kalau kemungkinan hujan akan tetap turun mencapai 50 %. Mendengar kata 50 %, Louis langsung beranjak dari duduknya dan menyuruh Tuan Kim untuk menyiapkan mobil, karena Louis ingin pergi ke ulangtahun David. 


Tentu saja Tuan Kim tak mengizinkan, karena menurut penelitian, kemungkinan kecelakaan saat hujan sangat besar. Namun Louis tak perduli, dia tetap ingin pergi. Tuan Kim pun akhirnya menggunakan alasan Nyonya Choi akan khawatir, setelah mendengar kalimat itu Louis langsung menghela nafas kesal. Dia mengeluh dan bertanya-tanya kenapa si nenek selalu mengurungnya sampai sekarang. 

“Karena kau berharga. Tidak, karena dia menyayangimu,” jawab Tuan Kim.


Flashback!
Louis kecil menangis dan tak mau semua hadiah yang Nyonya Choi berikan karena yang hanya Louis inginkan adalah ibu dan ayahnya. Tentu saja si nenek tak bisa mendatangkan kedua orang tua Louis, kerena mereka sudah meninggal. Agar Louis tenang, sang nenek pun mengajak Louis untuk memohon pada bintang supaya mengembalikan kedua orang tuanya. 


“Bintang. Aku ingin punya ibu dan ayah. Seperti teman-temanku, aku ingin makan bersama ibu. Aku ingin mandi bersama ayah juga. Aku menyayangi Nenek, tapi aku kira akan lebih menyenangkan jika punya ibu dan ayah. Bintang. Aku ingin punya Ibu dan Ayah,” ucap Louis kecil pada bintang dan Nyonya Choi menangis mendengar permintaan Louis. Namun saat Louis bertanya apa nenek menangis, Nyonya Choi membantah dengan menjawab kalau dia tidak menangis. 

“Kau juga merindukan Ibu dan Ayah, kan?” tanya Louis dan Nyonya Choi menjawab tidak karena dia bersama Louis. Nyonya Choi pun kemudian memeluk Louis. 

Flashback End!

Mengingat masa lalunya, Louis pun memutuskan tak jadi pergi, karena dia tak mau membuat sang nenek sedih. 



Bok Sil sudah berada di kereta dan dia hendak mencari Bok Nam. Disisi lain, kita melihat Bok Nam sedang bermotor dengan sekelompok orang. Merasa lapar, Bok Sil pun memakan nasi bulat buatannya sendiri, si nenek yang duduk di depannya, terus melihat dia makan, jadi Bok Sil pun memberi si nenek satu nasi bulat. 


Saat makan, si nenek tersedak dan kemudian meminta Bok Sil membelikannya minum. Bok Sil pun langsung pergi ke tempat penjualan dan meninggalkan tas-nya di kursi. Saat Bok Sil mengantri beli air minum, kereta berhenti di sebuah stasiun dan tak lama kemudian jalan lagi. Bok Sil kembali ke kursinya dan disana sudah tak ada lagi si nenek berikut juga tas miliknya. 



Joong Won pergi ke Busan dan bertemu seorang wanita. Saat ditawari untuk memakan sesuatu selagi dia berkunjung ke Busan, Joong Won berkata kalau es krim adalah makanan kesukaannya, jadi dia hanya akan makan itu saja. Ternyata wanita itu adalah wanita yang Young Ae hendak jodohkan dengan Joong Won. Si wanita mengungkapkan rasa lega-nya karena lebih memilih bertemu dengan Joong Won dan menunda kepergiannya ke Jepang. Joong Won kemudian berkata kalau wanita itu cukup cantik, namun dia bukanlah tipenya.

“Memangnya seperti apa aku?” tanya si wanita.

“Um... kau memiliki mata yang bulat  seperti lapangan baseball Sajik. Hidungmu tinggi seperti Gunung Hwangyeong. Bibirmu merona seperti milik Scarlett Johansson. Bentuk wajahmu sempurna. Kau terlalu mirip boneka,” jelas Joong Won dan si wanita bertanya apa Joong Won tak menyukainya karena dia cantik seperti boneka. Joong Won mengiyakan dan hal itu membuat si wanita kesal. Saking kesalnya, si wanita langsung pergi dan Joong Won pun merasa lega.



Bok Sil sudah berada di stasiun dan dia juga sudah melaporkan kehilangan tas-nya pada si petugas stasiun. Namun si petugas tak bisa membantu apa-apa, karena Bok Sil ragu apakah si nenek yang mengambil tasnya atau tidak, sebab dia tak melihatnya sendiri. Selain itu, Bok Sil juga tidak punya nomor ponsel yang bisa dihubungi petugas, barang kali ada yang menemukan tas Bok Sil jadi si petugas bisa memberitahukanya. 

Tak bisa berbuat apa-apa, Bok Sil pun masih duduk di bangku tunggu stasiun. Dia kemudian meminum air mineral yang dia beli.

Sambil jalan ke stasiun, Joong Won menelpon ibunya dan memberitahu kalau dia sudah melakukan kencan buta seperti yang ibunya inginkan. Namun si wanita bukan tipenya dan Joong Won pun meminta sang ibu untuk tidak menyuruhnya melakukan hal seperti itu lagi. Karena kalau sang ibu masih melakukannya, dia mengancam akan pindah tanpa memberitahukan alamatnya pada sang ibu. 

Dengan kesal Bok Sil meremas dan membuang botol minumannya ke tempat sampah. Sambil duduk, dia kemudian memperhatikan semua orang yang ada di stasiun. Ntah apa kriteria yang Bok Sil berikan, tapi dia memberi tanda silang pada beberapa orang yang dia lihat  sampai Joong Won muncul dan Bok Sil melihat dia memenuhi semua kriteria yang Bok Sil cari.


Bok Sil pun kemudian menghadang Joong Won dan tentu saja itu membuat Joong Won bingung. Dalam hati dia bertanya-tanya apa Bok Sil adalah wanita psycho?

Apa maksud Bok Sil melakukan semua itu? ternyata dia ingin menjual gingseng liarnya pada Joong Won. Tap cara yang Bok Sil lakukan, bisa dibilang pemaksaan. Dia bahkan sampai menarik Joong Won ke bangku tunggu untuk membicarakan transaksi jual belinya. Tentu saja hal itu membuat Joong Won kesal dan hendak pergi, namun Bok Sil langsung mencegahnya dengan menunjukkan gingseng liar miliknya. 


“Ini adalah ginseng liar yang berumur 50 tahun. Lihat. Kau bisa membedakannya dari bentuknya kalau ini ginseng liar. Ini 100 persen ginseng liar. Aku yang mengambilnya sendiri.  Kau akan menyesal jika kau tidak membelinya. Aku tahu aku terdengar gila. Aku minta maaf karena menawarkan ginseng ini padamu saat ini, tapi aku punya alasan. Sebenarnya, aku harus ke Seoul hari ini, tapi seseorang mencuri tasku. Aku membutuhkan uang. Aku akan memberikan penawaran yang menarik. Tolong belilah,” jelas Bok Sil, tapi Joong Won tetap enggan membeli gingseng tersebut. Joong Won berjalan pergi dan Bok Sil terus berkata kalau gingseng itu adalah satu-satunya yang ada. Joong Won tidak akan pernah bisa mendapatkan yang seperti ini di seluruh dunia. Mendengar itu, Joong Won pun menghentikan langkahnya.


Kita beralih ke Louis yang sedang memberitahu pada pelayannya kalau warna yang sedang tren saat ini adalah rust pink, jadi dia ingi pelayannya membeli taplak meja dengan warna itu dengan dihiasi renda-renda mewah agar mejanya terlihat lebih bagus. Louis melihat ponsel dan berkata kalau barang yang ada di gambar adalah barang edisi terbatas, jadi mereka harus membelinya. 


Setelah mendengar pernyataan Bok Sil, Joong Won kembali menghampiri Bong Sil kembali dan bertanya harga gingseng tersebut. Bol Sil pun menjawab seribu dolar dan Joong Won seperti tak percaya mendengarnya. 

“Aku bahkan bisa menjualnya lebih dari 5 ribu dolar. Kapan lagi aku akan menjualnya semurah itu? Aku minta sseribu dolar karena ini ginseng asli,” jelas Bok Sil.

“Harganya hanya 10 ribu dolar. Harganya membuatmu berpikir kau akan benar-benar kurus, kan? Kau mempercayainya karena harganya mahal. Itulah yang disebut dengan strategi marketing,” jelas Louis pada pelayannya yang bertanya padanya tentang produk pengurus badan di online shop. 

Joong Won bertanya bagaimana dia bisa tahu kalau gingseng yang Bok Sil jual adalah asli. “Siapa orang gila yang akan membeli akar aneh ini seharga seribu dolar di Stasiun Seoul pada jam 12 malam?” tanya Joong Won dan kembali berjalan pergi. 


“Aku bersumpah atas namaku. Namaku Go Bok Sil. Go Bok Sil,” jawab Bok Sil dan berhasil membuat Joong Won kembali menghentikan langkahnya.


Kita kembali pada Louis yang memberitahu semua pelayannya kalau barang yang sudah punya nama besar, akan menjadi jaminan untuk produk mereka. Karena itulah perusahaan-perusahaan bersaing membuat merk mereka jadi terkenal. 

Joong Won bertanya apa Bok Sil bisa membuktikan kalau namanya benar-benar Go Bok Sil. Tentu saja Bok Sil tidak bisa, karena tanda pengenalnya ikut hilang bersama tas miliknya. Namun Joong Won tetap mengeluarkan uangnya, dia memberikan uang muka dan akan membayar 100 dolar dan sisanya akan di bayar setelah dia benar-benar yakin kalau itu adalah gingseng liar asli. Awalnya Bok Sil menolak, karena takut Joong Won menipunya. Tapi akhirnya mereka berdua sama-sama percaya setelah saling memberitahukan nama mereka masing-masing. 


“Tuan Cha Joong Won. Aku akan mempercayaimu. Kau lebih baik tidak kabur membawa ginseng liarku. Jika kau melakukannya, aku akan mengejarmu dan memberimu pelajaran. Orang-orang memanggilku Tupai Terbang,” ucap Bok Sil. 

“Tupai terbanglah, tupai tanahlah, aku tidak peduli. Berhenti melakukan itu kalau kau percaya padaku,” ucap Joong Won dan memasukkan gingseng liarnya ke dalam tas. Karena Bok Sil tak punya ponsel, jadi Joong Won lah yang memberikan nomor ponselnya dan meminta Bok Sil yang menghubunginya. 

“Aku akan menelponmu setiap hari. Kau harus membayar sisanya begitu kau memastikan kalau itu ginseng liar asli,” ucap Bok Sil dan Joong Won balik bertanya, tentang apa yang akan Bok Sil lakukan dengan 100 dolar milik Joong Won, ketika gingseng itu ternyata palsu. Dengan yakin, Bok Sil berkata kalau hal itu tidak akan terjadi, jadi Joong Won tak perlu khawatir.


Joong Won sudah berada di rumah dan dia melihat kembali gingseng liar dari Bok Sil. Melihat gingseng itu, Joong Won pun bergumam, “Apa aku sudah gila? Kenapa aku membeli ini?”

Joong Won pun sadar, kalau dia mulai niat membeli setelah mendengar Bok Sil bersumpah atas namanya kalau gingseng liar itu asli. 


Bok Sil sudah berada di tengah kota dan dia merasa pusing ketika mencari tempat untuk tidur. Alhasil dia memutuskan untuk tidur di sauna yang buka selama 24 jam. 


Louis memakai pakaian serba hitam dan juga membawa tas. Ketika dia melewati lorong, tanpa sengaja dia menyenggol sesuatu dimeja dan itu membuat Tuan Kim terbangun. Saat di cek, tuan Kim tak melihat siapa-siapa dan sesuatu yang mencurigakan, jadi diapun kembali ke kamarnya. Tapi Tuan Kim merasa ada sesuatu yang aneh, jadi diapun kembali keluar untuk mengecek. 

Seperti pencuri profesional, Louis berusaha membuka pintu untuk keluar, tapi ternyata tak bisa, yang ada malah alarm berbunyi. Semua orang bangun dan mencari orang yang sudah membuat alarm berbunyi.


Louis kembali kekamarnya dan Tuan Kim mengejarnya. Louis melihat-lihat kembali barang-barang yang ada di kamarnya dan setelah berkata, “Pak Kim... jaga dirimu,” Louis langsung melompat dari jendela. Tuan Kim pun terus berteriak memanggil Louis.



Ternyata semua itu hanyalah mimpi Nyonya Choi. Dia terus berteriak meminta agar Louis jangan pergi dan kemudian dia terbangun dari tidurnya. Jung Ran masuk dan memeriksa Nyonya Choi. Nyonya Choi demam tinggi dan Jung Ran pun langsung mencari termometer. Pada Jung Ran,  Nyonya Choi bercerita tentang mimpinya, dimana Louis menghilang ke hutan yang gelap. Setelah menceritakan mimpinya, tiba-tiba Nyonya Choi jatuh pingsan. 


Nyonya Choi langsung di larikan ke rumah sakit dan dokter mengatakan kalau Nyonya Choi terserang Virus influenza tipe A yang juga menyebabkan beberapa pneumonia akut. “Kami akan berbuat semampu kami, tapi jika kamu tidak bisa menangani demamnya...Kau harus bersiap...untuk skenario terburuk,” ucap dokter pada keluarga Nyonya Choi. Jung Ran shock mendengarnya.

Tuan Kim langsung memberitahu tentang keadaan Nyonya Choi pada Louis dan Louis pun langsung pergi ke Seoul sendirian. Tuan Kim hanya mengantarkannya sampai bandara, karena hanya ada satu kursi tersisa di pesawat dan yang akan menjemput Louis di bandara adalah Tuan Baek.


Kita beralih pada Tuan Baek Sun Goo yang ditunjuk oleh rekan kerjanya untuk menggantikan posisi Nyonya Choi sebagai direktur, karena Kang Ji Sung ( Louis ) masih di anggap kekanak-kanakan yang kerjanya hanya shopping saja. Sepertinya, Tuan Baek memang menginginkan posisi direktur tersebut. Terlihat dari dia yang diam-diam tersenyum senang. 

Nyonya Choi bangun dan langsung mencari Louis. Jae Sook yang ikut menjaga Nyonya Choi langsung menyuruh Jung Ran untuk memanggil dokter. Setelah Nyonya Choi merasa baikan, dia memutuskan kalau Louis lah yang akan menggantikan posisinya. Mendengar keputusan itu, Jae Sook dan Tuan Baek langsung saling pandang. Mereka berdua terlihat sama-sama kecewa dengan keputusan Nyonya Choi. 


“Dimana Louis?” tanya Nyonya Choi dan Jae Sook menjawab kalau Louis masih dalam perjalanan menuju Seoul. Kemungkinan dia sampai nanti sore. Nyonya Choi kemudian menyuruh Jung Ran untuk menyiapkan pesta penyambutan untuk Louis, dia ingin menyambut cucu semata wayangnya dengan pesta yang mewah. 


Nyonya Choi memberitahu Tuan Baek kalau dia akan memberitahu tentang keputusannya mengangkat Louis di pesta itu nanti. Tentu saja Tuan Baek terlihat tambah tak senang mendengarnya.


Semua pelayan kemudian menyiapkan pesta di halaman rumah Nyonya Choi. Semua persiapan di arahkan oleh Jung Ran. Di pesawat, Louis baru akan melakukan pendaratan.



Bok Sil menyebarkan selebaran untuk mencari adiknya. Tepat disaat itu, dia melihat seorang pria yang menggunakan jaket yang mirip dengan milik adiknya. Bok Sil pun langsung menghampirinya dan memanggilnya Bok Nam. Namun saat dilihat wajahnya, ternyata pria itu bukan Bok Nam, melainkan Louis. Loh kok bisa? Apa yang terjadi sebenarnya? Bagaimana bisa Louis jadi gelandangan seperti itu? tunggu jawabannya di episode 2.

Bersambung ke sinopsis Shopping King Louis Episode 2


5 comments :

  1. arrghh makasih bnget .. mbak dee .. nulis sinopsis shopping king louie .. di tunggu sinopsis episode 02 nya he5

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mmmm...yang nulis mbak lilik ya^^
      Ga semua yg dipost di sini tulisannya mbak dee

      Delete