September 5, 2016

Moonlight Drawn By Clouds Episode 4 - 2


Seisi istana kaget melihat pemandangan yang tak biasa. Sekelompok gisaeng masuk istana, membuat banyak pria menoleh, dari pengawal istana sampai pejabat tinggi. Para menteri berkomentar sinis, berpikir Yeong sudah berani main gila. Tapi Perdana Menteri Kim tak menganggap seperti itu, pandangannya tetap waspada.



Yeong mengumumkan kalau para gisaeng akan menari pada perayaan ulang tahun dengan Ae Shim yang menjadi penari utama. Ia juga menyuruh Ra On untuk mengikutinya kemanapun ia pergi dan mendokumentasikan semua persiapan. Kasim Jang menatap memelas, pengen ikut, tapi Yeong tak menggubrisnya.


Saat para gisaeng mulai berlatih, Ra On mulai mencatat. Saking tekunnya ia terus menggambar sambil berjalan, tak sadar kalau Yeong berhenti sehingga ia menabrak punggung Yeong. Yeong mendelik, tapi saat berbalik, ia tersenyum geli.

Ia senang melihat betapa seriusnya Ra On menggambar, tapi buru-buru mengalihkan pandangan saat Ra On menatapnya.


Yeong melatih para gisaeng dengan keras. Saat Ae Shim tak bisa berputar-putar dan malah terjatuh, Yeong membentaknya, menyuruhnya terus mengulang hingga bisa. Yeong sudah hilang sabar karena Ae Shim tak kunjung bisa dan hampir membentaknya, jika Ra On tak memberi kode untuk bersabar.

Dengan suara disabar-sabarkan, Yeong meminta Ae Shim untuk berusaha keras karena tarian Ae Shim ini sangat penting dan ada di penghujung pertunjukan. Ia merasa latihan kali ini sudah cukup dan menyuruh Ae Shim untuk beristirahat. 


Ae Shim sepertinya cari celah dengan pura-pura terjatuh dan berpegangan pada Yeong. Yeong sudah hampir membentaknya lagi (karena berani pegang-pegang dirinya). Tapi Ra On memberi kode lagi untuk menepuk-nepuk punggung Ae Shim. Dengan patuh Yeong menepuk-nepuk punggung Ae Shim.


Kejadian ini tak luput dari mata Ratu yang mengawasi mereka dari jauh. Ratu tersenyum sinis melihat Putra Mahkota yang kegenitan dengan gisaeng. Ia meminta Menteri Han untuk menyampaikan pesan pada ayahnya untuk tidak khawatir karena ayahnya akan melihat pertunjukan menarik saat pesta perayaan ulang tahun Raja.


Malam itu Ra On, yang berdua bersama Yeong di kamar belajar, bertanya. Yeong meminta semua penari untuk berhitung dalam hati sampai angka 50 setelah tarian Ae Shim selesai dan tak akan ada musik atau tarian selama hitungan 50 itu. Apa yang sebenarnya rencana Yeong?


“Kau lihat saja nanti. Saat itulah pertunjukkan yang sebenarnya akan dimulai,” kata Yeong rahasia. Ia malah memperhatikan lukisan yang digambar sendiri oleh Ra On tanpa memakai buku panduan. Padahal ia sudah menyuruh Ra On untuk menggambar sesuai buku.


Ra On menjawab kalau ia tak perlu melihat buku karena ia sudah mengingat semua gerakannya. Ia mungkin tak bisa menghafal kata-kata sulit, tapi ia tak akan pernah melupakan tarian atau lagu sedikitpun. Yeong tak percaya dan melihat semua gambar itu. Ternyata memang sama persis. Ketika Yeong selesai membaca buku, ternyata Ra On sudah tertidur di atas meja. Yeong tersenyum melihatnya.


Keesokan paginya, Ra On terkejut karena ia bangun di atas tempat tidur. Tempat tidur Yeong dengan baju berantakan. Cepat-cepat ia membenahi baju, mengambil sabuk dan topi yang ada di atas meja. Karena terburu-buru, topinya jatuh menggelinding dengan suara keras.


Ra On terkejut, takut Yeong terbangun. Tapi Yeong masih terlelap di meja membuat Ra On berlama-lama memandangi Yeong, sesaat terpersona melihat wajah Yeong dan tersenyum sambil terus memandanginya. Namun ia tak bisa berlama-lama menatap Yeong karena di luar ada Kasim Jang sudah memanggil Yeong, membangunkannya.


Karena kaget, Ra On cegukan. Hahaha… Kasim Jang yang biasanya menerima kode deheman Yeong, bingung karena sekarang terdengar cegukan. Karena terdengar suara cegukan lagi, Kasim Jang memutuskan kalau itu kode baru Yeong yang berarti memperbolehkan masuk. Ia berkata kalau ia akan masuk.


Ra On jadi panik. Ia mencoba membangunkan Yeong, tapi Yeong tak bergerak sedikitpun. Kasim Jang sudah membuka pintu luar dan sekarang akan membuka pintu dalam, tapi Yeong belum bangun juga. Ia  akhirnya menyembunyikan diri di balik meja (tetap aja keliatan).

Pintu berderit dan sudah terbuka sedikit saat mendadak terdengar suara Yeong yang ngantuk, “Jangan bangunkan aku. Datanglah kembali satu jam lagi.” Kasim Jang urung membuka pintu. Hhh….Ra On selamat.


Yeong akhirnya membuka mata, dan dengan suara ngantuknya, yang pertama kali dilakukan adalah menggoda Ra On. “Untuk ukuran laki-laki, kau ini mudah sekali ketakutan,” kata Yeong sambil mendorong dahi Ra On pelan, membuat Ra On cegukan lagi.


Ra On yang kembali ke Wisma Penyesalan terkejut melihat Byung Yun yang baru selesai mandi. Ia langsung mengeluarkan alasan kenapa dia tidak tidur di Wisma. Putra Mahkota memberi banyak tugas lah, ia kelelalahan lah, sudah malam lah.

Tapi Byung Yun tak menanggapi dan malah beranjak pergi, membuat Ra On merasa Byung Yun tak percaya. “Ini beneran! Aku kerja sepanjang malam!” Byung Yun menjawab pendek kalau ia tak pernah tanya-tanya, kok. Hahahaha..


Byung Yun meminta Ra On untuk membantu Yeong sebaik mungkin karena banyak yang ingin menggagalkan perayaan tersebut. Ra On heran, siapa yang berani merusak perayaan ulang tahun Raja. Byung Yun menjawab, “Banyak sekali pihak yang ingin mencari kesalahan dari Putra Mahkota.”


Utusan Qing datang, dan disambut oleh Menteri Han, kasim Jung dan Yoon Sung. Saat malam tiba, pertunjukan sudah dimulai. Semua kelihatan berjalan dengan baik. Tapi di belakang panggung, Ae Shim yang sedang bersiap untuk penampilan puncak, tampak ragu.


Rupanya sebelumnya ia dipanggil oleh Ratu yang memintanya untuk menghilang sesaat sebelum pertunjukkan tunggalnya dimulai. Ae Shim menolak karena tahu ia akan mendapat hukuman berat setelahnya. Tapi Ratu mengancam akan melenyapkan seluruh anggota keluarga Ae Shim jika Ae Shim menolak perintahnya.


Kasim Jung berbisik pada Ratu, membuat Ratu tampak puas. Ratu mengangguk pada ayahnya dan interaksi ini tak luput dari Yoon Sung yang langsung merasa curiga. Ia melihat kasim Jang yang juga terlihat panik dan bertanya. Kasim Jang menjelaskan kalau penari tunggal mereka tiba-tiba hilang. Yoon Sung sepertinya tahu apa yang sebenarnya terjadi dan berjanji ikut mencari.


Ra On mencari ke dalam ruang ganti, membuat para gisaeng berteriak panik karena ada pria masuk. Tapi melihat Ra On, beberapa malah menggodai Ra On. Setelah tahu alasan Ra On masuk, mereka memberi tahu kalau mereka masih melihat Ae Shim di ruangannya.  Tapi ternyata Ae Shim tak ada dan hanya ada hanbok yang akan dipakai Ae Shim untuk pertunjukkan nanti.

Di ruangan Ae Shim, ia nampak ragu. Tapi teringat betapa seriusnya Yeong mempersiapkan tarian ini dan ucapan Byung Yun yang mengatakan kalau banyak orang yang ingin menggagalkan usaha Yeong. Ia tahu, ini adalah cara orang-orang itu menggagalkannya dan ia tak ingin hal itu terjadi.


Ia akhirnya memakai hanbok itu dan mengurai rambutnya. Ia tak menyadari kalau ada seseorang yang melihat semuanya dari luar jendela. Kasim Ma. Haduh..


Yeong akhirnya diberitahu kalau Ae Shim menghilang dan mulai panik, apalagi panggung sekarang kosong tak terlihat pertunjukan berikutnya. 


Perdana Menteri Kim yang melihat hal ini, mulai menyebarkan bara api. Ia berkata pada Utusan Qing kalau semuanya ini dipersiapkan oleh Putra Mahkota, tapi sepertinya ada masalah. Ia meminta maaf pada Utusan Qing atas ketidakmampuan Putra Mahkota yang masih muda ini.


Namun tiba-tiba sesosok penari muncul dan musik pun mengalun. Ra On yang memakai cadar, melangkah gemulai dan mulai menari, gerakannya sama persis dengan yang dilakukan Ae Shim. Yoon Sung yang melihat sosok itu menyadari siapa penari itu sebenarnya.

Tapi Yeong tak mengenali namun sangat terpesona dengan penari itu. Langkah kaki yang mencipakkan air, mengingatkannya pada tarian hujan yang dimainkan ibunya.


Dan suara kecipak air itu seperti membawanya ke dunia lain, dimana hanya ada dia dan gadis penari itu berdiri berhadapan. Saat gadis itu mengulurkan tangan padanya, Yeong menyambut tangan itu, namun tangan mereka tak pernah bertemu.


Semua itu ada dalam pikiran Yeong, karena dalam kenyataannya, penari itu masih mengulurkan tangan ke arah singgasana sebelum masuk ke dalam lingkaran para penari.


Perhatian Yeong terpecah karena terdengar suara Kasim yang mengumumkan akan ada pemberian ucapan selamat untuk Raja. Yeong berdiri dan mengambil gulungan pidato. Semua menteri berdiri untuk mendengarkan. Yeong berkata kalau ia senang karena perayaan yang penuh dengan tarian dan musik ini berhasil. “Oleh karena itu saya akan memberikan kehormatan pada seseorang untuk memberi ucapan selamat pada Raja. Perdana Menteri Kim, kemarilah dan terimalah kehormatan ini.”

Semua orang yang hadir terkejut termasuk mendengar ucapan Yeong. Dan kita mendengar percakapan Yeong dan Ra On di malam itu, saat Ra On bertanya apa yang akan terjadi dalam 50 hitungan tanpa tarian dan musik. Yeong menjawab kalau saat itu pertunjukkan yang sebenarnya akan dimulai. Siapa yang akan tampil? Yeong saat itu hanya menjawab seseorang. Dan orang itu tak sadar kalau ia sedang tampil.


Perdana Menteri Kim terkejut membaca isi gulungan itu dan melirik pada Yeong yang tersenyum. Akhirnya ia membacakan isinya yang tentang memberi ucapan selamat ulang tahun pada Raja yang sudah memerintah selama 30 tahun, “Kami abdi negara dapat merasakan usaha Yang Mulia. Kebesaran Raja memang tak terungguli. Kami tergerak atas rahmatnya dan bertindak seperti yang dititahkan.”


Tak hanya Yoon Sung yang terkejut. Ratu hanya bisa menundukkan wajah, merasa kalah saat ayahnya mengucapkan kesetiannya pada Raja sebagai cahaya satu-satunya di kerajaan ini. Yeong tersenyum puas melihat Perdana Menteri Kim berlutut yang diikuti para menteri. Para menteri sadar kalau mereka berhasil dikalahkan oleh Yeong.


Saat semua orang, termasuk Putra Mahkota, berlutut pada Raja, Ra On diam-diam keluar dari lingkaran penari. Dengan kakinya yang telanjang, ia berlari keluar istana. Tak sengaja kakinya terluka dan berdarah. Dengan tertatih-tatih, ia terus berlari. Ia berhenti sejenak untuk mengatur nafas untuk kemudian berlari lagi.


Padahal Yeong juga sudah berkeliling mencarinya dan melihat sekelebat bayangan penari itu. Ia mengejar gadis itu. Jarak mereka semakin dekat.


Namun Ra On masih belum menyadarinya. Saat Yeong hampir melihatnya, ia ditarik oleh seseorang ke dalam semak-semak. Ra On hampir berteriak jika tak melihat kalau Yoon Sung yang menariknya. Yoon Sung menempelkan jari ke bibir, mengisyaratkan dia untuk diam.


Sementara Yeong yang masih mencari, menoleh ke arah semak-semak itu

Komentar :

Putra Mahkota Yeong (1809-1830) adalah putra dari Raja Sunjo, cucu Raja Jeongjo (Sungkyungkwan Skandal) dan cicit dari Pangeran Sado (Secret Door), yang hidup di abad ke-19. Jaman ketika keluarga Ratu yang menguasai istana. 


Putra Mahkota Yeong yang kelihatan bandel dan malas ternyata membuktikan kalau dia sebenarnya pintar. Selama ini mungkin dia hanya low profile saja karena tahu betapa mengerikannya istana itu. Kalau dia menonjol sedikit, pasti kroni Perdana Menteri akan membabatnya. Sama seperti pengikut setia Raja.


Sampai episode ini, Raja masih belum membuktikan kalau dia kuat. Yang saya takutkan, jangan-jangan sampai akhir pun hanya Yeong yang menjadi kekuatan Raja, tapi tidak sebaliknya. Yeong adalah sosok yang kuat dan pintar, tapi jika semua pihak mengeroyoknya, tanpa ada bantuan dari Raja.. haduh.. mungkin itu memang ending dari Putra Mahkota Yeong. 


Dan tau ga sih, Guru Jung yang ada di sini adalah Guru Jung yang sama di Sungkyunkwan Scandal. Dia adalah Guru Jung Yang Young, seorang sarjana yang sangat pintar, yang masa mudanya -kalo di Sungkyunkwan Scandal- menjadi guru sekaligus penasihat Raja. Kemudian saat Sunjo diangkat jadi Raja di usia muda (11 tahun), ia dikucilkan oleh Ibusuri yang mengendalikan pemerintahan sebagai pengganti Raja. Di pertengahan pemerintahan Raja Sunjo, Guru Jung baru boleh kembali ke Seoul. 


Menarik melihat sosok Guru Jung, karena mengingatkan dengan Sungkyunkwan Scandal, dan karakter Guru Jung ini dimainkan oleh orang yang sama pula. Aktor Ahn Nae Sang. Hahaha.. emang sengaja kali, ya, secara kedua drama ini sama-sama dari KBS dan karakter Guru Jung itu memang benar-benar hidup di jaman Sungkyunkwan Scandal dan Moonlight Drawn By Clouds. 

Jangan-jangan nanti ada F4 Joseon. Song Joong Ki jadi cameo, beruban tapi tetap charming? Hahaha..

Kalimat 'dunia hanya milik berdua' kayaknya benar-benar terjadi saat Yeong melihat tarian Ra On. Istana yang memuakkan, bisa menjadi padang rumput dan cuman mereka saja yang tinggal. Orang lain gak boleh ada, ngontrak pun ga bisa. 

Saat Ra On bangun dan mendapati dirinya di tempat tidur Pangeran, saya agak curiga. Jangan-jangan Yeong udah tau kalau Ra On itu cewek. Kan sabuknya sudah lepas dan bajunya berantakan. Tapi ya masa Yeong pervert banget sih.. Hahaha... Dan kalo udah ketahuan, pastinya Yeong nggak akan bertanya-tanya tentang siapa gadis penari itu, kan ya? 


Jadi kayaknya emang belum tau sih.. Tapi di preview ep 5 ada kejadian Ra On tenggelam di danau. Apa mungkin pas itu Ra On ketahuan kalau dia itu cewek, ya?

Selanjutnya : Episode 5

2 comments :

  1. Woah
    Tapi guru jung tua banget dong ya dari jamam skks sampe moonlight tp keliatan ttp aja haha stay calm nih guru jung nyenengin liatnya ga sama kayak di kmhm :p
    Lah itu knp yg disebut cm joong ki? Kan ada yoo bersaudara #eh
    Waktu baeksang kemarin cuma joongki ma ah in aja tp yang foto bareng...emang ga ada yg bisa ngalahin best couple skks ini (hye kyo yg seagensi ma ah in aja jodoh sama hye kyo)

    ReplyDelete