September 7, 2016

High End Crush Episode 18



High End Crush Episode 18


Malam itu Yi Ryung makan malam sendiri dalam kesenduan. Ia rupanya juga memiliki pemikiran yang sama dengan Kabag Heo, bahwa kebersamaannya bersama dengan Se Hoon yang biasa yang malah romantis. Tidak perlu menjalani kencan yang berlebihan...


 

Yi Ryung kayaknya beneran kena flu. Dia emang ngerasa panas dingin baru-baru ini. Bersin-bersinnya nggak berhenti. Mmmm mungkin sakit cinta gegara ngeliat Se Hoon waktu itu mesra sama cewek lain. Butuh perhatian nih :) Wkwkwk bahkan saat sakit masih sempet ngumpat Se Hoon yang seenaknya sendiri memainkan perasaannya. Katanya bilang suka, udah dimasakin sepenuh hati tapi dikasih penjelasan nggak mau denger...tambah diabaikan lagi di pesta kemarin. Aish!


"Kalau kau menahan amarah, kau bisa hidup tanpa kehawatiran selama 100 hari..." demikian Yi Ryung mengucapkan mantra pengusir kesalnya. Ia kembali istirahat.


Sementara Yi Ryung bermonolog menahan sakit, Se Hoon juga ngomel ngomel tanpa temen. Dikiranya ponselnya nggak bisa nangkep sinyal di ruang tamu. Nggak ada telepon dari Yi Ryung soalnya. Dia nggak mungkin nelepon cewek yang suka sama cowok lain dong...

 

Tapi tiba-tiba teleponnya beneran bergetar dengan wajah cantik Yi Ryung menghias di layar ponselnya. Woah, apa Yi Ryung bisa denger ucapannya? Dia pasang alat perekam? Yang bener saja LOL Dengan cool Se Hoon mengangkat ponselnya. Bertanya ada apa.


 

Ia jelas kegirangan, tertawa dalam diam saat Yi Ryung memintanya datang setelah meminta maaf karena sudah menelepon malam-malam. Se Hoon juga minta Yi Ryung mengulang lagi permintaannya. Namun begitu mendengar Yi Ryung lagi sendirian di IGD karena nggak bisa ke ruang rawat inap tanpa dampingan wali, Se Hoon langsung ngamuk. "Kenapa barubilang sekarang?!" Sang CEO bergegas menuju wanitanya^^


 

Se Hoon yang selesai mengurus administrasi duduk di samping ranjang Yi Ryung. Ia menenangkan Yi Ryung agar tak cemas. Belakangan ini banyak yang kena meningitis dan mungkin jadi Yi Ryung mengalami gejala awalnya, tapi dokter akan berusaha yang terbaik. 


Mendengarnya Yi Ryung merasa bersalah. Apalagi membuat CEO itu menemaninya saat larut begini. Mulanya ia tidak ingin menelepon Se Hoon, namun ia butuh seseorang dan dia memikirkan Se Hoon. Duh...walau penggalan kalimat terakhir tuh nggak mampu ia utarakan di depan Se Hoon, Se Hoon udah seneng kok. 




Penjaga Se Hoon terbangun jam 3 pagi mendengar ribut-ribut salah satu wali pasien di UGD. Si pasien Yi Ryung sebenarnya juga terbangun, tapi melihat Se Hoon terganggu ia berpura-pura tidur. Dan apa yang dilakukan Se Hoon? Menutup telinga Yi Ryung biar nggak denger >.< Swit kan? Kayaknya bisa balikan deh mereka hehe.


Keesokan harinya, penjaga Se Hoon kembali menjalankan tugasnya. Ia sampirkan jaketnya ke Yi Ryung, memapah sampai kamar. Kamar VIP yang ia pesankan dengan mengaku sebagai keluarga Yi Ryung. Se Hoon pun menyandarkan Yi Ryung yang pusing ke arahnya, menggendong Yi Ryung ke kasur pula. Semua ia lakukan dengan sikap dingin. Bikin Yi Ryung nggak enak merepotkan.

 

Se Hoon justru bilang ia suka Yi Ryung kalau sakit nggak bisa berdebat dengannya. Mereka sudah hendak melanjutkan perbincangan ke arah kesalahpahaman Yi Ryung-CEO Jang sebelum suster masuk dan meminta Yi Ryung berganti baju rumah sakit. Yahhhhhh.

 

Sekembalinya CEO ini ke kantor, Kabag Heo memarahinya yang nggak bisa ditelepon. Gubrak. Berani ya sekarang? Keren! Se Hoon heran bukan kepalang. 

"Anda menyukai Yi Ryung sebanyak itu dan Anda tidak menyukai saya? Berapa lama saya bekerja di samping Anda? Mengapa Anda melakukan ini pada saya?"

"Bukan begitu...dia sangat sakit dan seperti mau mati. Apakah kau pikir aku punya pemikiran (membiarkannya) seperti itu. Bagaimana bisa aku kejam sekali?"

Bwahahahahaha kalian kayak pasangan!!! Manis bener.


Kabag Heo membalas, apa CEO-nya mau jadi Gandhi yang baik sama semua orang. Bukannya Se Hoon bilang nggak suka Yi Ryung? Kemarin juga dihiraukan. Coba sekarang Se Hoon bilang yang sejujurnya. Tiap hari kepribadiannya gonta-ganti melulu. Gimana dirinya bisa tahan. Terlalu.


Haduh, scene berikutnya tambah menggelikan. Kabag Heo yang beranjak pergi ditahan Se Hoon dengan mencekal tangannya. "Kenapa kau melakukan ini?" katanya. Se Hoon bingung ngapain Kabag Heo membandingkannya dengan Yi Ryung? Iya...iya...ia nggak akan ngelakuin ini lagi.

 

Pandangan mata mereka berdua bertemu ketika mau meresmikan perkataan Se Hoon tersebut dengan tautan kelingking. Tapi Se Hoon sudah kembali ke dirinya, ia menyuruh Kabag Heo keluar.

 

Se Hoon rupanya membesuk Yi Ryung dengan bunga dan makanan. Sayang yang dibesuk lagi nggak ada di tempat. Ia lantas bertanya pada suster di sana...

 

dan menemukan seorang dokter sedang bercanda bersama Yi Ryung di taman rumah sakit. 


 

Namanya juga pacaran ya? Tengkar terus balikan. Tengkar lagi, balikan lagi. Hingga suatu saat mereka sama-sama dewasa dan ngerti pasangannya :) Ngomog-ngomong hadiah di atas dari siapa?

2 comments :

  1. D lanjut min
    Aq suka2 baca drama ini ringan tp gmn gt hehehe,,,,
    Mian y selama ini .jd silent rider,,,

    ReplyDelete