September 29, 2016

38 Task Force Episode 16 - 2 [END]


Di ruang interogasi, Jaksa Park bertanya apakah semua yang Sung Il katakan benar adanya? Sung Il mengiyakannya. Lalu apa yang ingin Sung Il ingin dia lakukan? tanya Jaksa Park.

"Lakukan saja tugas anda. Itu yang harus anda lakukan, anda adalah seorang jaksa. Sekarang saya memberi anda kesempatan"




Ahn kembali ke balai kota untuk memberitahu Walikota Chun bahwa dia sudah berhasil membuat Ketua Wang berpihak pada mereka. Tapi Walikota Chun dengan lesu memberitahu Ahn bahwa Ketua Choi sudah tahu tentang apa yang terjadi 8 tahun yang lalu pada Min Shik.

Walaupun awalnya agak kaget, tapi Ahn dengan tenangnya meyakinkan Wlikota Chun untuk tidak cemas karena kasus itu tidak bukti dan dia yakin kalau dia bisa membujuk Bang.


"Sampai sejauh mana kita harus melakukannya agar semua ini berakhir?" sela Walikota Chun

"Kita harus meneruskannya sampai akhir" tegas Ahn dengan nada mengancam

"Tentu, hanya itu cara agar kau menjadi wakil walikota, iya kan?" dengus Walikota Chun

Mengacuhkan sindiran Walikota Chun, Ahn menegaskan sekali lagi bahwa dia sudah menerima dana kampanye dari Ketua Wang. Dia yang akan mengurus Ketua Choi, jadi sebaiknya Walikota Chun fokus saja pada Ketua Wang. Sebelum pergi, Ahn memberitahu Walikota Chun untuk bertahan sedikit lagi "Aku masih belum menunjukkan padamu Kota Seowon yang kuimpikan"


Nyonya Noh menunggu dengan tegang. Ketua Wang datang tak lama kemudian dan langsung bertanya kapan mereka akan menayangkannya? Sekarang, jawab Nyonya Noh.

Secara bersamaan di tempat masing-masing, Jaksa Park tampak gelisah memikirkan sesuatu sambil menatap telepon kantornya dengan bimbang, Walikota Chun juga gelisah dan Ketua Choi sedang santai main baduk sendirian. Ahn dalam perjalanan ke suatu tempat, sementara Burner dan Keyboard sedang bercanda ria di rumah sakit.


Mi Joo berada di sebuah kedai dan meminta ahjumma untuk menyalakan TV. Nyonya Noh pun menyuruh Sekretarisnya untuk menyalakan TV. Jaksa Park juga menyalakan TV-nya. Jung Do memarkir mobilnya di suatu tempat sambil mendesah tegang.
 

Di tempat lain, Jae Sung memarkir mobilnya lalu membuka bagasinya untuk mengecek uang-uangnya... tapi malah mendapati bagasinya kosong melompong. Loh? kok bisa? Kemana uangnya?


Perkiraan cuaca akhirnya ganti menjadi breaking news dan pembaca beritanya adalah wartawan yang mendapat bocoran informasi penipuan dari Nyonya Noh. Si penyiar memberitakan bahwa Walikota Chun menerima dana kampanye ilegal dan karenanya mungkin akan didiskualifikasi dari kandidat pilkada.

Berita itu dilengkapi dengan menayangkan rekaman candid saat seorang rentenir ilegal Pyeong-dong berkeliling ke berbagai kantor rentenir untuk mengumpulkan uang-uang mereka lalu diserahkan pada Ketua Choi yang punya hutang pajak pada negara sebesar 100 juta dollar.


Ketua Choi yang tadinya asyik main baduk, langsung membeku shock. Walikota Chun pun tercengang. Sementara Ketua Wang menonton berita itu dengan senyum puas.


Dalam flashback, ternyata informasi penipuan yang diberikan Nyonya Noh pada si wartawan adalah tentang Ketua Choi yang dia klaim sebagai penipu yang sebenar-benarnya. Mi Joo pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan tentang sebuah kejahatan (sepertinya dia melapor tentang Jae Sung).


Saat Jae Sung masih ternganga shock melihat bagasinya yang sekarang kosong, beberapa polisi dari datang belakangnya dan langsung menangkapnya.


Berita TV terus menyiarkan rekaman candid itu sambil berkata bahwa uang itu dikirim pada broker pertama (Jae Sung). Saat dia meninggalkan mobilnya untuk menemui Jin Seok di cafe, broker kedua muncul dan dia adalah... OMG! Jung Do yang kemudian memindahkan uang-uang itu ke mobilnya sendiri dan pergi.

Jung Do menonton berita itu di mobilnya... bersama Jin Seok sambil ngobrol santai tentang rencana Jin Seok selanjutnya setelah ini. Jin Seok bercanda mengatakan kalau dia mungkin akan mencari pekerjaan di kantor detektif. Mereka saling tertawa mendengarnya. Jung Do berterima kasih padanya dan sebelum berpisah, dia menasehati Jin Seok untuk tidak mengganggu orang lain mulai sekarang.

"Aku sudah berubah" ujar Jin Seok lalu pergi.

Flashback,


Dalam rapat sebelumnya, Jung do memberitahu timnya bahwa Jin Seok memang bertugas untuk menarget Jae Sung. Dan berdasarkan informasi dari Jin Seok, Jae Sung pergi menemui Ketua Choi untuk menjual informasi demi sejumlah uang. Uang itu akan didapatkan dari para rentenir di Pyeong-dong. Lalu saat Jae Sung membawa uangnya, mereka harus membuat jebakan dan mengambil uang itu di tengah jalan.


Dan barang yang dia cari di markasnya Keyboard adalah alat retas yang Jung Do gunakan untuk meretas kunci mobilnya Jae Sung saat Jae Sung sedang bicara dengan Jin seok di restoran. Setelah sukses meretas kunci mobilnya Je Sung, Jung Do cepat-cepat keluar, membuka mobilnya Jae Sung dan mobilnya sendiri lalu memindahkan uang-uangnya Jae Sung ke mobilnya dan membawanya pergi.


Sung Il menjelaskan rencana mereka selanjutnya setelah mengambil uang itu adalah membawanya pada Ketua Wang. Ketua Wang akan berpura-pura kalau itu adalah uangnya sendiri untuk kemudian akan dia berikan pada Ahn. dan karena Ahn sudah tahu tentang hubungan mereka dengan Ketua Wang, jadi Jung Do menyuruh Ketua Wang untuk berpura-pura pindah haluan.

Jadi intinya, uang yang didapat dari pinjaman ilegal di Pyeong-dong akan dikirim pada Ketua Choi lalu diserahkan pada broker pertama yaitu Jae Sung, kemudian diambil broker kedua dan broker kedua akan mengirimkan uang itu pada Ahn sebagai dana kampanye ilegal Walikota Chun. Jadi, Ketua Choi, Walikota Chun, Ahn, Jae Sung dan broker kedua, semuanya akan ditangkap.

"Siapa yang akan jadi broker kedua?" tanya Mi Joo


Jung Do sengaja berbohong mengatakan kalau dia akan membayar seseorang yang mau jadi broker kedua dan mau dipenjara menggantikan mereka. Nyonya Noh heran mendengarnya, dari mana Jung Do dapat uang untuk membayar orang itu? Jung Do mengklaim kalau dia punya uang, banyak malah.


Hanya Sung Il yang terdiam gelisah, karena hanya dia yang tahu rencana Jung Do yang sebenarnya. Jung Do meyakinkan yang lain untuk tidak cemas dan menyuruh Nyonya Noh untuk memberi bocoran informasi pada wartawan saja sementara Mi Joo dia perintahkan melapor ke polisi.


Saat Sung Il diinterogasi Jaksa Park, Jaksa Park berkata bahwa kasus ini hanya akan menemui jalan buntu jika tidak ada orang dalam yang mau bersaksi. Tapi Sung Il mengklaim bahwa ada yang mau bersaksi, Jung Do.

"Jung Do dan aku harus melakukan ini. Jika Jung Do tidak melakukan ini maka kami tidak akan bisa menyentuh orang-orang yang sedang kita lawan. Jika kami tidak berjuang seperti ini, kita tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka dan orang-orang disekitar kita akan semakin menderita, orang-orang yang bersama kita selama ini. Bahkan sekalipun hanya demi mereka, kita tetap harus berjuang. Karena itulah, bisakah aku memohon sesuatu darimu? Kepada siapa para pegawai pemerintah seperti kita seharusnya berpihak? Siapa yang seharusnya kita perjuangkan dan siapa yang seharusnya kita lawan? Tolong anda pikirkan itu. Tolong tunjukkan kepada rakyat pada siapa sebenarnya hukum berpihak"

Flashback end,


Mi Joo tercengang saat melihat si broker kedua itu ternyata Jung Do, memang agak diburamkan tapi jelas itu wajahnya Jung Do. Burner dan Keyboard juga kaget saat mengenali wajah Jung Do di TV. Nyonya Noh dan Ketua Wang pun tak kalah tercengangnya dengan mereka.


Jaksa Park merenungkan ucapan Sung Il padanya sembari menonton berita itu, sebelum akhirnya membuat keputusan lalu menelepon untuk memberi perintah pembebasan Sung Il.


Sung Il berjalan keluar dari kantor polisi bersamaan dengan Jung Do yang datang untuk menyerahkan diri. Mereka saling tersenyum saat mereka berpapasan di tengah lorong. Sung il meyakinkan Jung Do kalau dia berhasil meyakinkan Jaksa Park makanya sekarang dia dibebaskan.

"Maafkan aku" ujar Sung Il

"Kenapa minta maaf? Aku memang harus dipenjara kok, ahjussi adalah pejabat publik dan aku penipu. Hanya saja, kurasa aku tidak akan bisa memenuhi janji kita. Tapi walaupun aku tidak bisa memenuhi janjiku,kau harus memenuhi janjimu. Jangan sampai dipecat"

"Baiklah, akan kulakukan"

"Kalau begitu, kita harus berpisah sekarang" Jung Do pun berjalan pergi.


Tapi kemudian dia ingat untuk memberitahu bahwa ayahnya akan dikeluarkan dari penjara tahun depan, tapi tidak ada orang yang menjemputnya. Maukah Sung Il melakukannya?

"Tentu saja. Jangan khawatir" jawab Sung Il tanpa ragu

"Terima kasih... hyung" ucap Jung Do sambil menahan haru sebelum akhirnya dia melanjutkan perjalanannya untuk menyerahkan diri.


Walikota Chun masih menonton berita itu saat dia ditelepon Ketua Choi yang langsung marah-marah menuntut pertanggung jawaban Walikota Chun untuk menyelesaikan perkara ini. Tapi Walikota Chun langsung menyela dan memberikan 3 pilihan untuk Ketua Choi.

Pilihan pertama, membuat Ahn mengaku agar Walikota Chun bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Pilihan kedua, Ketua Choi bisa menggunakan informasi yang dimilikinya tentang kematian Min Sik 8 tahun silam untuk menghancurkan Walikota Chun dan menyelamatkan dirinya sendiri. Dan pilihan ketiga, mereka berdua bisa mati bersama-sama. Mana yang ingin ketua Choi pilih?

"Aku tidak mau memilih yang pertama dan yang ketiga"

"Sepertinya saya dan anda punya pemikiran yang berbeda" ujar Walikota Chun lalu menutup teleponnya.

Ketua Choi langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menghubungi Jaksa Park, tapi Sekretaris memberitahunya bahwa Jaksa Park tidak bisa dihubungi.


Jaksa Park masuk ke ruang interogasi untuk menginterogasi Jung Do. Tak ingin buang-buang waktu, Jung Do langsung to the point mengakui perbuatannya sebagai orang yang mengirimkan uang itu. Dia mengambilnya dari ketua Choi lewat Jae Sung untuk dikirim pada Walikota Chun.


Sung Il menemui Walikota Chun bahwa segalanya sudah berakhir sekarang. Saat Walikota Chun mengklaim bahwa tak ada bukti yang menyatakan kalau Ahn memberikan uang itu kepadanya, Sung Il memberitahunya bahwa saat ini Jung Do sedang diinvestigasi dan setelah investigasi itu berakhir maka akan ada pengumuman publik yang menyatakan bahwa Walikota Chun mendapat dana kampanye ilegal dari ketua Choi.

"Inilah akhirnya, saya permisi"

Tapi saat Sung Il hendak berbalik pergi, Walikota Chun memanggilnya untuk mengakui tentang kebenaran kematian Min Sik. Dia tidak bunuh diri, tapi dibunuh Bang dan dia menutupinya. tapi Sung Il tidak sedikitpun terkejut mendengarnya, karena ternyata dia sudah mengetahui hal itu saat dia menyelidiki segala sesuatu tentang Ketua Choi.

"Kau tahu tapi kau tidak melakukan apapun?"

"Sebenarnya saat aku berjalan kemari, aku ingin sekali menghajarmu sampai kau mati. tapi aku merasa tidak bisa melakukan itu?"

"Kenapa? Kenapa kau tidak melakukannya?"

Sung Il mengklaim karena ada hal lain yang harus dia lakukan, dia harus menyelesaikan apa yang Min Sik dan Walikota Chun ingin lakukan dulu "Hyungnim, aku sungguh berharap kau akan kembali menjadi dirimu yang dulu. Dulu, kau sangat keren"


Sung Il pun pergi meninggalkan Walikota Chun yang berlinang air mata. Sung Hee meneleponnya tak lama kemudian untuk menjawab pertanyaan Walikota Chun yang tadi, tentang walikota seperti apa dia menurut Sung Hee. Sung hee berkata bahwa Walikota Chun adalah seorang walikota yang persis seperti apa yang pernah ibunya katakan tentang suaminya.

"Walaupun ayah bilang kalau ayah akan menjadi suami dan ayah yang baik. Tapi karena ayah tak pernah ada, ibu jadi menderita. Jadi paada akhirnya, dia tak punya pilihan lain selain pergi. Di masa depan nanti, tolong jangan biarkan Seowon dan penduduk Seowon... menjadi seperti ibu. Kumohon"


Tersentuh oleh ucapan putrinya, Walikota Chun akhirnya memantapkan hati untuk melakukan konferensi press keesokan harinya dan mengakui kebenaran berita dana kampanye ilegal kemarin. Ia bahkan mengaku bahwa selama 8 tahun masa jabatannya, dia selalu menerima dana ilegal dari ketua Choi.

Dia mengakui bahwa dia mengetahui bisnis ilegal Ketua Choi di Pyeong-dong dan mengetahui pula tentang hutang pajaknya Ketua Choi tapi dia tidak pernah melakukan apapun. Dia mengaku bahwa dia melakukan itu awalnya demi pembangunan kota.

Tapi sekarang dia menyadari bahwa dia tidak akan bisa membuat rakyat bahagia dengan cara melanggar hukum dan mengorbankan hati nuraninya. Ahn menonton berita itu dari mobilnya sambil tertawa stres.

Walikota Chun mengumumkan bahwa dia akan mengundurkan diri dari daftar kandidat calon walikota Seowon dan berjanji akan bekerja sama sepenuhnya dalam investigasi. Ia lalu mengakhiri konferensi pressnya dengan membungkuk dalam-dalam.


Di tempat lain, Sung Hee pergi bersama timnya sementara kita mendengarkan permintaan terakhir Walikota Chun semalam. Dia meminta Sung Hee untuk mendapatkan hutang pajaknya Ketua Choi. Setibanya di kantornya Ketua Choi, mereka langsung menerobos masuk dan Sung Hee mengumumkan hasil penyelidikan mereka bahwa perusahaan peminjaman ilegal di Pyeong-dong dan Kukjin adalah milik Ketua Choi. Dan karenanya, tujuan kedatangan mereka kemari adalah untuk menyita semua aset milik Ketua Choi. Mereka memulai penyitaan mereka sementara Ketua Choi tetap duduk diam sambil merengut kesal.


Beberapa waktu kemudian, Ketua Choi main baduk di sekitar tempat tinggalnya yang berada di lingkungan miskin. Sung il datang tak lama kemudian dan ketua Choi menyambutnya ramah. Sung Il menduga kalau Ketua Choi pasti merasa sakit didalam hatinya. Ketua Choi sudah dengar kalau Sung il diangkat kembali ke posisi ketua dan mengucap selamat untuknya.

"Saya datang untuk mengatakan sesuatu pada anda"

"Karena aku sudah membayar semua pajakku, kurasa tak ada yang perlu kita bicarakan"

"Aigoo, anda kan membayar 100 juta dollar jadi lebih baik jika anda mendengarkan apa yang ingin saya katakan"

"Apa? Akan kudengarkan"

"Pajak daerah sebesar 9,17 juta dollar dan pajak negara sebesar 91,72 juta dollar. Total pajak anda 100,89 juta dollar, sudah terbayar lunas... dan butuh waktu yang lama"


Sung Il bukan cuma diangkat kembali jadi ketua divisi, tapi juga diangkat menjadi ketua divisi 2. Hari itu di tengah-tengah kesibukan para pegawai balai kota, TV tiba-tiba menanyakan berita tentang hujan uang senilai 20 juta dollar yang terjadi di sebuah universitas yang belakang ini terkena skandal kasus korupsi yang dilakukan direkturnya. Tidak diketahui dari mana uang itu, tapi ada rumor yang mengatakan bahwa direktur universitas itu baru-baru ini jadi korban penipuan real estate.

Sung Il perlahan berjalan mendekati TV itu dengan diiringi senyum dari para mantan anak buahnya di divisi 3. Sung Il menonton berita itu dengan senyum lebar, bersama anggota divisi 3. Banyak yang menyamakan kasus hujan uang di universitas dengan kasus hujan uang di tengah jalan kota Seo Won beberapa tahun yang lalu, dan diduga kedua kasus ini saling berkaitan dan dilakukan oleh orang yang sama.


Nyonya Noh dan Sekretarisnya juga menonton berita itu di kantor mereka. Begitupun Mi Joo, Burner dan Keyboard. Mereka semua menonton berita itu dengan senyum.


Sementara itu di penjara, para narapidana sedang makan siang. Jae Sung sedang mengambil makan siangnya saat dia melihat Jung Do di ujung meja sedang menikmati makanannya dengan sangat lahap. Dia terus menatap Jung Do dengan tatapan penuh dendam. Saat dia melihat Jung Do bangkit setelah menyelesaikan makannya, Jae Sung langsung bergerak mendekatinya dengan sebuah senjata tajam yang dia sembunyikan didalam bajunya.


Perlahan dia berjalan mendekati Jung Do yang tak menyadari kehadirannya sedikitpun. Tapi saat dia hendak menusukkannya pada Jung Do, seseorang tiba-tiba mencengkeram tangannya erat-erat. Jae Sung menengadah untuk melihat siapa orang itu  dan langsung tercengang melihat... Err, Sung Il?

"Baek Sung Il... kau... baj*ngan...!" rutuk Jae Sung

"Ngomong apa baj*ngan ini?" desis orang yang mirip Sung il itu sebelum menonjok Jae Sung keras-keras sampai Jae Sung terjungkal ke balik meja "Aku Park Woong Chul, brengs*k!" (Pfft! Park Woong Chul adalah karakter Sung Il di drama Bad Guys)


Jung Do juga sama tercengangnya melihat Park Woong Chul dan refleks menyapanya "Sung Il hyung"

"Siapa Sung Il? Kau bicara apa? Apa kau mengenalku?"


Jung Do cuma bisa melongo saat penjaga penjara datang dan mengomeli Woong Chul. Woong Chul langsung menggerutu kesal "Ah, aku kan sebentar lagi akan dibebaskan!"

-THE END-

2 comments :

  1. Makanya jar sung disini, mirip sama pas di gap dong

    ReplyDelete
  2. Makanya jar sung disini, mirip sama pas di gap dong

    ReplyDelete