September 19, 2016

38 Task Force Episode 16 - 1

 

Kita kembali ke saat Jung Do rapat bersama Sung Il, Mi Joo dan Nyonya Noh. Entah apa yang dia katakan pada mereka, tapi hal itu membuat Nyonya Noh bertanya-tanya heran apakah itu keinginan Ketua Wang.





Jung Do menyangkal, itu adalah keputusannya sendiri. Nyonya Noh akhirnya setuju. Jung Do berterima kasih padanya dan menginstruksikan Mi Joo untuk membantu Nyonya Noh.


Tapi sebelum mereka pergi, Sung Il mewanti-wanti mereka untuk mencari jalan keluar sendiri jika seandainya terjadi sesuatu yangg salah dengan rencana mereka. setelah semua wanita pergi, Sung Il bertanya apakah Jung Do benar-benar tidak akan memberitahu mereka tentang kebenarannya. Semua orang bisa sakit hati kalau mereka tahu nanti, terutama Mi Joo.

"Siapa yang peduli? Ahjussi, aku ini seorang penipu" Jawab Jung Do dengan nada enteng tapi ekspresinya tampak berat.


Saat hendak berpisah dengan Mi Joo, Nyonya Noh mengaku pesimis dengan rencana ini. Jika rencana ini gagal maka Mi Joo harus mencari jalan keluar sendiri. Dalam perjalanan, Sekretarisnya Nyonya Noh menyarankan agar sebaiknya mereka melakukan perintah Ketua Wang, Nyonya Noh menyetujuinya.


Sung Il mendapat telepon dari Sung Hee yang mengabarkan bahwa Walikota Chun sudah mengetahui hubungan Jung Do dengan Ketua Wang. Tak berselang lama, Jung Do mendapat telepon dari Tuan Kim yang membuatnya tercengang panik.  Dia tidak mengatakan apapun dan pamit pergi dengan tenang. Tapi begitu sampai di luar, dia langsung bergegas masuk mobilnya dan buru-buru pergi.


Di tempat lain, Jae Sung akhirnya mendapatkan uang yang diinginkannya dari Ketua Choi dan Ketua Choi langsung menuntut informasi penting apa yang Jae Sung miliki itu. Jae Sung bertanya apakah Ketua Choi masih ingat dengan Kim Min Sik yang bekerja di Balai Kota Seowon delapan tahun yang lalu? Ketua Choi mengenalnya sebagai orang yang dulu pernah mengejar Bang demi mendapatkannya tapi kemudian orang itu bunuh diri.

Tapi Jae Sung malah bertanya "Siapa yang bilang... kalau itu bunuh diri? Bang Pil Gyu membunuhnya dan membuatnya jadi seperti bunuh diri dan Walikota Chun menutupinya"

Ketua Choi langsung tersenyum licik mendengarnya. Dia puas dengan informasi penting itu dan akhirnya merelakan uangnya. Jae Sung pun langsung terkikik senang.

Mi Joo ditelepon Burner. Tapi saat itu juga, Mi Joo teringat dengan peringatan Nyonya Noh dan akhirnya memutuskan untuk me-reject teleponnya Burner lalu masuk ke kantor polisi


Pada saat yang bersamaan, Sekretarisnya Nyonya Noh menyambut kedatangan seorang reporter yang dipanggil secara khusus oleh Nyonya Noh, Sekretaris memberitahu si reporter bahwa Nyonya Noh ingin memberikan sebuah informasi spesial.


Nyonya Noh sendiri sedang mendapatkan telepon dari Ketua Wang yang mengabarkan bahwa dia sudah memutuskan hubungan dengan Jung Do dan menyarankan agar Nyonya Noh mengikuti jejaknya. Saat itu juga, Sekretaris membawa Reporter masuk. Reporter bertanya-tanya informasi penting apa yang ingin Nyonya Noh berikan padanya.

"Aku akan memberikan tip tentang seorang penipu"


Sementara Jung Do ngebut di jalanan, Sung Il gelisah menunggu seorang diri di gudang. Dalam flashback, ternyata dia tetap di sana atas perintah Jung Do yang menyuruhnya untuk menunggu sampai 'orang itu datang'.



Sementara itu di restoran, Ahn dan Ketua Wang mulai beralih membicarakan masalah uang. Jung Do tiba di restoran tempat pertemuan Ketua Wang dan Ahn. Tapi setibanya di depan ruang private, dua bodyguard Ketua Wang menghalanginya dan Tuan Kim dengan acuh memerintahkan Ketua Wang untuk pergi saja.

Jung Do memaksa masuk, tapi kedua bodyguard terus berusaha menghalanginya hingga Jung Do jadi makin histeris dan mulai berteriak-teriak tidak terima diperlakukan seperti ini.

Ahn dan Ketua Wang mendengar teriakannya dari dalam, tapi sekarang Ketua Wang sudah benar-benar tak mau mempedulikannya lagi. Ahn pun langsung tersenyum senang. Saat Jung Do masih juga belum mau diam, Bodyguard langsung membuatnya diam dengan menonjok perutnya.


Jae Sung ternyata belum puas dengan uang 5 juta pemberian Ketua Choi. Dia mengklaim bahwa dia tahu cara menyingkirkan Jung Do dan seluruh anggota timnya untuk selama-lamanya. Karena itulah dia menuntut Ketua Choi untuk memberinya uang 5 juta lagi baru dia akan menyingkirkan Jung Do.

Ketua Choi menolak dan mengklaim bahwa dia bisa melakukan itu sebdiri tanpa bantuan Jae Sung. Tapi Jae Sung memberitahu Ketua choi bahwa Jin Seok (yang saat ini sedang diinterogasi oleh Jaksa Park) masih belum memberikan nama Jung Do dan Sung Il sebagai pelaku perencana penipuan pinjaman palsu. Tapi satu kata darinya, maka Jin Seok akan mengungkapkan segalanya.

Ketua Choi hanya perlu memberinya 5 juta lagi maka Ketua Choi akan bisa mengendalikan Walikota Chun selamanya dan menyingkirkan para penipu itu. Ketua Choi mulai terpengaruh dan akhirnya menyetujuinya, tapi dia maunya memberikan uang itu beberapa hari lagi. Tapi Jae Sung tidak mau, dia tidak mau menunggu beberapa hari dan tidak mau uangnya ditransfer. Dia menuntut uang itu dibayar tunai sekarang juga.

Terpaksalah Ketua Choi akhirnya menyuruh sekretarisnya untuk menghubungi kantor-kantor rentenir mereka di Pyeong-dong dan minta mereka mengirimkan 5 juta tunai sekarang juga. Para rentenir di Pyeong-dong pun mulai mengumpulkan semua uang yang ada di berangkas mereka untuk dikirimkan pada Ketua Choi.


Begitu mendapat konfirmasi bahwa uangnya sedang dalam perjalanan, Ketua Choi langsung menelepon Jaksa Park untuk emmastikan apakah Jin Seok benar-benar masih belum menyebutkan siapa brokernya. Jaksa Park membenarkannya, Jin Seok kekeuh tutup mulut bahkan sekalipun dia sudah berusaha membujuknya dengan keringanan hukuman.

Ketua Choi lalu menyuruh Jaksa Park untuk menghubungkannya dengan Jin Seok lalu memberikan hapenya sendiri pada Jae Sung yang kemudian memberitahu Jin Seok bahwa dia sudah mendapatkan uangnya jadi sekarang saatnya Jin Seok melakukan tugasnya dan mengungkapkan segalanya. Jin Seok pun langsung menoleh kembali pada Jaksa Park dengan senyum lebar untuk memberitahukan nama orang yang membuatnya melakukan ini.


Begitu semua uang sudah ada di tangannya, Jae Sung langsung membual tentang tasnya yang sekarang jadi sangat berat. Dia bahkan seenaknya menyuruh Sekretarisnya Ketua Choi untuk mengangkat uangnya yang ada didalam kardus dan memasukkannya kedalam mobilnya.

Jelas Sekretaris keberatan. Tapi saat Ketua Choi memerintahkannya untuk membantu Jae Sung, akhirnya Sekretaris mengalah dan membantunya mengangkat kardus berisi uang itu. Tapi sebelum Jae Sung pergi, Ketua Choi memperingatkan Jae Sung bahwa uang yang dibawanya itu hanya dia pinjamkan sementara waktu, uang itu akan kembali padanya nanti. Tapi Jae Sung langsung mendengus meremehkan peringatannya itu.


Begitu Jae Sung pergi, Ketua Choi langsung menghubungi Walikota Chun dan memberitahunya tentang informasi yang barusan diketahuinya, bahwa kematian Min Sik bukan bunuh diri dan Walikota Chun menutupi fakta itu. Walikota Chun jadi panik dan langsung menanyakan dimana Ketua Choi berada sekarang.


Begitu mendapatkan informasi dari Jin Seok, Jaksa Park langsung membawa beberapa polisi untuk menggerebek gudang. Jung Do masih berada dalam perjalanan saat seseorang meneleponnya. Jung Do memberitahu orang itu bahwa dia sedang dalam perjalanan sekarang. Pada saat yang bersamaan, Sung Il masih terus menunggu seorang diri dengan gelisah. Jin Seok akhirnya dibebaskan dan langsung menelepon Jae Sung dan memintanya bertemu untuk membagi uang mereka.

Sementara Jae Sung pergi dengan membawa uang-uang yang sekarang sudah dipindahkan kedalam kardus, tim Jaksa Park tiba di gudang. Sung Il terkejut melihat kedatangan mereka dan Jaksa Park pun langsung memberitahukan alasan kedatangannya adalah karena dia sudah menerima informasi dari Jin Seok tentang mereka yang memerintahkan Jin Seok untuk melakukan penipuan pinjaman palsu. Saat Sung Il tak mau menjawab pertanyaannya tentang keberadaan Jung Do, dia langsung memerintahkan polisi untuk menangkap Sung Il.


Sung Il diborgol dan dimasukkan kedalam mobil polisi. Jung Do ada tak jauh di sana saat itu dan menyaksikan penangkapan Sung Il dengan cemas. Lalu setelah memastikan polisi dan Jaksa Park pergi, Jung do juga langsung pergi ke arah sebaliknya.


Walikota Chun buru-buru pergi ke kantornya Ketua Choi yang sudah menunggunya dan langsung menuntut berapa banyak yang Ketua Choi ketahui. Ketua Choi berkata bahwa dia tahu Bang yang membunuhnya dan Walikota Chun menutupi perbuatannya itu. Walikota Chun tampak begitu cemas dan ketakutan saat dia bertanya apa yang Ketua Choi inginkan?

"Biarkan aku masuk kembali ke Seowon... dan kedalam hidupmu" itulah yang Ketua Choi inginkan.


Jung Do bergegas ke markasnya Keyboard untuk mencari sesuatu. Saat kesulitan menemukan apa yang dicarinya, dia langsung menelepon Keyboard untuk menanyakan barang itu. Keyboard memberitahukan tempat penyimpanannya, tapi dia heran untuk apa Jung Do membutuhkan barang itu. Jung Do tak menjawab dan langsung mencari di tempat yang ditunjuk Keybord hingga akhirnya dia berhasil menemukan apa yang dicarinya.


Sung Il mulai diinterogasi. Jaksa Park terus berusaha membuat Sung Il mau memberitahukan keberadaan Jung Do sekarang, dia bahkan sampai menjanjikan keringanan tuntutan jika Sung Il mau buka mulut. Sung Il masih diam selama beberapa saat sebelum akhirnya dia mulai angkat bicara dan bertanya kenapa Jaksa park begitu setia pada Ketua Choi?

"Bukankah pejabat publik seperti kita seharusnya bekerja untuk masyarakat dan bukannya untuk individu yang kaya raya. Bukankah itu alasan orang membayar pajak untuk membayar gaji kita?"

Tapi Jaksa park malah mendesah kesal mendengarnya. dia mengingatkan Sung il bahwa dia ditangkap atas tuduhan melakukan percobaan penipuan, jadi dia tidak dalam posisi mengkuliahi orang lain. Sung Il tetap tenang menanggapinya, dia tahu itu tapi apakah Jaksa Park mau mendengarkannya?


Sementara itu di restoran, Ahn mulai membahas transaksi penyerahan uang. Ahn mengusulkan agar Ketua Wang mentransfer uangnya ke beberapa rekening atau cara lainnya. Tapi Ketua Wang menolak usul itu dengan alasan karena cara itu membosankan dan gampang dilacak. Jadi daripada menggunakan cara rumit, lebih baik melakukannya secara langsung dengan pembayaran tunai.

Ketua Wang lalu memanggil Tuan Kim dan menyuruhnya untuk mengumpulkan semua uang tunai yang bisa mereka dapatkan sekarang. Dia memerintahkan Tuan Kim untuk membawa sebanyak yang bisa dia dapatkan. Ahn tercengang tak percaya mendengarnya, tapi Ketua Wang mengklaim bahwa inilah bisnis dan seperti inilah dia melakukan bisnisnya. Ahn pun senang.


Walikota Chun mulai berkaca-kaca saat dia mulai memohon agar Ketua Choi melepaskannya karena dia sungguh-sungguh ingin menjadi walikota yang baik. Walikota Chun bahkan langsung berlutut di hadapannya, tapi Ketua Choi cuma meliriknya sebentar lalu dengan entengnya meyakinkan Walikota Chun bahwa dia sudah menjadi walikota yang baik.

"Tak ada yang bisa menjadi walikota lebih baik dari dirimu. Pergilah"


Jae Sung datang ke cafe tempat Jin Seok sudah menunggunya, tapi dia sengaja meninggalkan semua uangnya didalam mobil. Saat Jin Seok menanyakan keberadaan uangnya. Jae Sung dengan liciknya menuduh Jae Sung tidak bekerja dengan benar jadi dia menolak membagi uangnya dengan Jin Seok.

Saat Jin Seok mengkonfrontasinya, Jae Sung malah mengancam akan memasukkan Jin Seok kembali kedalam penjara. Dia bisa melakukan itu dengan membayar beberapa polisi yang dulu pernah menjadi bawahannya. Jin Seok jadi ketakutan dan berusaha membujuk Jae Sung dengan cara baik-baik. Tapi Jae Sung sama sekali tak mempedulikannya dan langsung pergi meninggalkan Jin Seok yang langsung bergumam kesal merutukinya.


Sudah merasa kaya sekarang, Jae Sung langsung menelepon seseorang dan mengajaknya makan malam bersama, dia bahkan berkata kalau dia akan mentraktir orang itu makan daging sapi premium. Dia bahkan membual mengklaim dirinya akan menjadi presdir sebuah perusahaan.


Ketua Wang bertanya-tanya bagaimana cara Ahn untuk memberikan hak pembangunan Maseok-dong kepadanya. Tapi Ahn hanya memberinya jawaban ambigu bahwa dia akan mengurusnya dan meyakinkan Ketua Wang bahwa dia akan memastikan Ketua Choi tidak akan punya pilihan lain selain mendengarkan mereka.

Tuan Kim masuk tak lama kemudian untuk mengabarkan bahwa uangnya sudah siap. Ketua Wang pun langsung meminta Ahn yntuk menyerahkan kunci mobilnya akan dia bisa memaindahkan uang itu ke mobilnya Ahn. Ahn pun langsung menyerahkannya tanpa ragu. Setelah pertemuan mereka selesai, Ahn mengecek bagasi mobilnya yang sekarang sudah terisi penuh dengan kardus-kardus berisi uang tunai lalu pergi.


Di balai kota, Sung Hee mendapat telepon dari Walikota Chun. Sung Hee ragu tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk menjawabnya. Walikota Chun menanyakan pendapat Sung Hee tentang walikota seperti apakah dia menurut Sung Hee. Tanpa menunggu jawaban Sung Hee, Walikota Chun mengaku dengan suara lemah bahwa awalnya dia berpikir untuk menerima bantuan (dari Ketua Choi) sekali saja.

Dia berpikir seperti itu dengan harapan bahwa dia bisa melakukan apa yang dia impikan. Tapi pada akhirnya, dia menyadari bahwa semua itu salah. Kelonggaran, kenyamanan dan persahabatan malah berubah menjadi hak istimewa dan kejahatan. Dan sekarang semua itu kembali untuk menjeratnya.

Dengan mata berkaca-kaca dia bertanya sekali lagi, walikota seperti apakah dia menurut Sung Hee. Saat Sung Hee hanya diam tanpa memberinya jawaban sedikitpun, Walikota Chun mendesah berat menyadari bahwa tidak seharusnya dia bertanya.

Dia menyadari bahwa jika dia seorang walikota yang baik maka Sung Hee tidak akan pernah membantu para penipu itu. Sung Hee ingin mengatakan sesuatu saat itu, tapi Walikota Chun menyelanya, meminta maaf padanya lalu menutup teleponnya.

Bersambung ke part 2

No comments :

Post a Comment