September 13, 2016

38 Task Force Episode 15


Sung Il bertanya kenapa Ketua Choi datang kemari. Tapi Ketua Choi cuma tersenyum tanpa memberinya jawaban. Jung Do akhirnya tiba di gudang tak lama kemudian. Baru saat itulah Ketua Choi mulai bicara dan berkata bahwa dia datang sebagai balasan atas kunjungan Jung Do padanya waktu itu.


Sempat kaget melihat Ketua Choi, Jung Do dengan cepat menenangkan dirinya bahkan menawari Ketua Choi teh atau kopi. Ketua Choi menolaknya dan berkata kalau dia datang hanya untuk bertemu dan menyapa mereka berdua.


Saat Ketua Choi hendak pergi, Jung Do bertanya bagaimana Ketua Choi mengetahui tempat ini. Ketua Choi menatap mereka tajam sebelum menjawab "Itulah sebabnya kalian tidak akan bisa mengalahkan kami. Kalian tidak tahu apa yang penting"


Setelah Ketua Choi pergi, Sung Il memberitahu Jung Do mungkin Ketua Choi sudah membaca dokumen-dokumen yang ada di atas mejanya itu. Jung Do langsung bertanya cemas, apakah Ketua Choi juga membaca proposal penipuan pinjaman palsu yang akan mereka lakukan pada Cha dan Sang Jin. Sung Il yakin file itu masih aman karena dia sudah menyimpannya didalam lemari.

Tapi mereka tidak tahu kalau sebenarnya Ketua Choi sudah mengetahui rencana mereka yang satu itu. Dalam flashback, Ketua Choi membaca file rencana mereka pada Kukjin.


Ahn yakin kalau Cha dan Sang Jin sekarang sudah mulai terjebak dalam penipuan pinjaman palsu itu. Ketua Choi pun memerintahkan Ahn untuk menghubungi Jaksa Park dan suruh Jaksa Park untuk menangkap Cha dan Sang Jin jika mereka muncul di bank untuk mengambil pinjaman. Dia juga menyuruh Ahn untuk membawakannya laporan akuntansi yang nantinya dimanipulasi oleh Cha dan Sang Jin.

Ahn menyarankan bagaimana jika mereka menangkap kedua orang itu sebelum mereka melakukan manipulasinya. Jika laporan itu sampai bocor ke publik maka perusahaan bisa menderita kerugian besar. Tapi Ketua Choi hanya menanggapinya dengan menyuruh Ahn untuk memastikan laporan itu tidak sampai bocor.

Laporan itu harus disimpan sebagai asuransi kalau-kalau Walikota Chun tidak terpilih. Jika Walikota Chun tidak terpilih maka pembangunan Maseok-dong akan gagal. Jadi biarkan saja Cha mengambil pinjaman itu.

Setelah itu dia akan memenjarakan Cha dan mengambil semua uang pinjaman itu. Ahn tak percaya mendengarnya. Dia berusaha mengingatkan Ketua Choi bahwa Kukjin bisa hancur jika itu terjadi. Tapi Ketua Choi tidak peduli, karena baginya yang paling penting bukanlah perusahaan melainkan uangnya.


"Lalu bagaimana dengan saya. Apa yang bisa anda berikan pada saya?" tanya Ahn

"Kau ingin uang atau kekuasaan?" tanya Ketua Choi

"Keduanya"

Ketua Choi pun menyuruh Ahn untuk tetap setia padanya dan mendiskusikan hal ini 4 tahun lagi. Karena 4 tahun yang akan datang, Walikota Chun sudah tidak bisa lagi terpilih. Saat itu terjadi, maka Ketua Choi akan membutuhkan bidak baru.


Tuan Kim mendapat kabar buruk dari seorang Jaksa. Jung Do dan Sung Il pun dipanggil ke kantornya dimana Tuan Kim  menjelaskan pada mereka bahwa 2 tahun lalu saat Jung Do ditangkap, Jaksa Park memiliki semua laporan bukti penipuan yang dilakukan Jung Do.

Tuan Kim yakin ada seseorang diantara mereka yang berkhianat. Karena tidak mungkin Jaksa Park bisa memiliki semua bukti itu jika tidak ada orang dalam yang memberikannya.

Tuan Kim tidak tahu siapa pengkhianat itu karena bahkan Jaksa Park sendiri pun tidak tahu siapa sumbernya. Tapi dia yakin kalau Ketua Choi pasti melindungi narasumber itu. Jika orang itu masih bekerja untuk Ketua Choi maka sudah pasti Ketua Choi mengetahui semua rencana penipuan mereka.


Tuan Kim menyarankannya untuk berhenti saja. Jung Do shock mengetahui semua ini. Tapi dia berpendapat bahwa tidak seharusnya dia meragukan timnya, apalagi setelah apa yang sudah dia lakukan pada mereka 2 tahun lalu. Dialah yang mengkhianati mereka lebih dulu.

"Lalu apa yang akan kau lakukan? Kau akan terus atau berhenti?" tanya Ketua Wang

Jung Do memutuskan untuk terus apapun yang terjadi. Ketua Wang setuju, tapi dia juga memperingatkan Jung Do untuk memastikan rencana berhasil karena Jung Do sudah melibatkannya dalam rencana ini dan dia tidak mau kalah.

Tuan Kim bertanya apa yang akan Jung Do lakukan pada si mata-mata itu, apa Jung Do akan membiarkannya begitu saja. Untuk masalah itu Jung Do meminta pendapat Sung Il. Sung Il menyarankan jika mereka ingin mengetahui siapa si mata-mata, maka lebih baik mereka bersikap terbuka.


Keesokan harinya, semua orang sudah berkumpul di gudang saat Jung Do dan Sung Il datang. Jung Do tidak langsung memulai rapat dan mengedarkan pandangannya melihat semua orang yang sibuk bercanda tawa. Sesaat kemudian, akhirnya dia mulai bicara tapi semua orang masih saja sibuk ngobrol sendiri-sendiri. Nyonya Noh lah yang membentak mereka untuk diam dan mendengarkan Jung Do.

Jung Do pun memberitahu mereka bahwa alasannya mengumpulkan mereka semua hari ini adalah karena ada salah satu diantara mereka yang berkhianat. Orang ini pula yang memberikan informasi tentangnya pada Jaksa 2 tahun yang lalu, dan mungkin saja orang ini juga sudah membocorkan rencana penipuan mereka sekarang pada Ketua Choi.

Semua orang terdiam kaget mendengarnya. Burner bertanya siapa orang itu. Jung Do mengaku tak tahu dan karena itulah dia mengumpulkan semua orang di sini hari ini.

"Aku tidak tahu siapa orang itu tapi ingatlah baik-baik. Dua tahun lalu hanya aku tertangkap, tapi kali ini akan berbeda. Jika kali ini gagal maka banyak orang yang akan terluka. Termasuk semua orang ada di sini. Sung Hee mengambil resiko untuk membantu kita. Da Mi dan Tuan Woo bergantung pada kita. Dan diatas semua itu, orang-orang yang memprotes pembangunan ulang Maseok-dong. Jika kali ini kita gagal maka mereka semua akan terluka"

Jung Do menyadari kalau si pengkhianat itu mungkin membencinya dan ingin balas dendam padanya. Tapi dia memohon pada si pengkhianat untuk menahan keinginan balas dendamnya kali ini. Dia lalu memberitahu mereka tentang apa yang pernah Sung Hee katakan padanya "Jangan mencoba menipu perasaan orang. Jika kau melakukan itu maka orang lain akan terluka dan kau akan kesepian"

Jung Do tidak masalah dengan kesepian, itu bukan masalah baginya. Tapi dia tidak tahan memikirkan orang-orang akan terluka karenanya. Karena itulah, dia memohon pada si penipu untuk menahan keinginan balas dendamnya itu sekali ini saja.


Sung Il memberitahu mereka bahwa terlepas dari masalah ini, mereka akan tetap melanjutkan rencana penipuan pinjaman palsu mereka.

"Apa ada sesuatu yang ingin kalian katakan?" tanya Sung Il. Semua orang diam, Sung Il pun membubarkan rapat dan mulai bekerja.


Setelah rapat usai, si pengkhianat itu pergi menemui Ahn dan ternyata dia adalah Burner. Dalam flashback, dia lah orang yang memberikan semua bukti penipuan yang dilakukan Jung Do pada Ahn 2 tahun yang lalu.

Ahn bertanya-tanya kenapa Burner minta bertemu. Burner memberitahu Ahn kalau mereka sudah tahu adanya mata-mata dalam tim mereka walaupun mereka belum tahu dialah si pengkianat itu. Tapi walaupun begitu mereka memutuskan untuk tetap meneruskan rencana penipuan pinjaman palsu itu.

Ahn langsung bertanya curiga apakah Burner membohonginya. Burner langsung emosi mendengar tuduhan Ahn padanya. Ahn tertawa melihat reaksi Burner lalu bertanya kapan mereka akan mulai menjalankan rencana mereka.


Di Kukjin, Sang Jin gelisah menunggu laporan keuangan Kukjin yang sudah dimanipulasi. Mantan pegawainya datang tak lama kemudian dengan membawa laporan yang sudah ditunggu-tunggunya itu. Dia langsung keluar sambil menelepon Cha. 

Cha pun langsung keluar tak lama kemudian tanpa menyadari Ahn yang sedang memata-matainya lalu langsung melaporkannya pada Ketua Choi.


Ketua Choi sedang bersama Jaksa Park saat itu. Ketua Choi meminta bantuan Jaksa Park untuk menangani masalah ini, Jaksa Park meyakinkannya untuk tidak cemas.



Sang Jin menelepon Jin Seok dan memberitahunya bahwa dia sedang dalam perjalanan ke bank sekarang. Jin Seok pun langsung pergi menyusul Sang Jin. Tapi Sung Il cemas akankah rencana ini berhasil. Jung Do berkata rencana ini harus berhasil.


Tapi ternyata Jin Seok sendiri juga pengkhianat yang bekerja sama dengan Jae Sung. Dalam perjalanan ke bank, Jin Seok menelepon Jae Sung dan bertanya apakah Jae Sung sudah mendapat telepon dari Ketua Choi. Jae Sung bilang belum dan kalau Ketua Choi tidak menelepon, dia menyarankan Jin Seok untuk mengambil uang pinjaman itu dan kabur.

Rencana awal mereka adalah mendapatkan 5 juta dollar dari Ketua Choi untuk kemudian dibagi setengah-setengah. Kesal mendengar ucapan Jae Sung itu, Jin Seok langsung menyindir Jae Sung yang tidak melakukan bagiannya padahal saat Jin Seok tengah berusaha melakukan bagiannya sendiri. Kesal, Jae Sung langsung menutup teleponnya.


Sung Hee dipanggil menghadap Walikota Chun yang memintanya untuk berhenti bekerja dan membantu kampanye-nya. Sung Hee terdiam sesaat sebelum bertanya apakah Walikota Chun harus mengikuti pilkada lagi. Selama 8 tahun kepemimpinannya, Walikota Chun mengejar banyak kesempatan tapi banyak pula batasan.

Karena itulah Sung Hee berpikir akan jauh lebih baik jika Walikota Chun menyerah dan memberikan jabatan ini pada orang lain. Walikota Chun bertanya apakah batasan yang Sung Hee maksud adalah Ketua Choi.

Walikota Chun membela diri bahwa misinya untuk mewujudkan kota Seowon yang bahagia sudah dimulai sekarang. Selama ini memang belum ada yang pernah melihat Walikota Chun tanpa dukungan Ketua Choi. Tapi sekarang dia akan menunjukkan pada Sung Hee kehebatannya sebagai Walikota.


Burner dan Ahn menunggu di depan cafe tentang pertemuan Cha, Sang Jin dan Jin Seok. Ahn menginstruksikan Burner untuk mendapatkan file itu dan langsung membawanya pada Ketua Choi, sementara dia sendiri harus mengurus sesuatu di ruang kantornya Sang Jin. Tak lama kemudian mereka melihat Sang Jin dan Jin Seok datang dengan membawa dokumennya. Ahn langsung menelepon Jaksa Park untuk bersiap.


Setelah mengecek laporan keuangan palsu itu, Jin Seok mengajak mereka pergi ke bank sekarang juga. Tapi mereka langsung dihadang oleh Jaksa Park dan rombongan polisi. Mereka bertiga langsung ditangkap.

Jaksa Park mengambil file itu lalu menyerahkannya pada Ahn. Setelah menyerahkan file itu pada Burner, Ahn menelepon seseorang dan memerintahkannya untuk mengecek kantornya Sang Jin. Dalam perjalanan untuk menyerahkan file itu pada Ketua Choi, Burner teringat dengan rapat mereka tadi.

Flashback, 


Sung Il hendak mengakhiri rapat. Tapi Burner tiba-tiba mengaku bahwa dialah pengkhianat itu. Dia mengaku kesal pada Jung Do yang mengkhianati mereka 2 tahun yang lalu. Dia pura-pura kembali ke tim bukan karena dia ingin membantu kedai Kakek, tapi untuk balas dendam pada Jung Do. Dia juga mengaku bahwa dialah yang menyerahkan semua bukti pada Ahn 2 tahun yang lalu. Semuanya dia lakukan karena Jung Do mengkhianatinya.

Jung Do mendengarkan semua pengakuan dan kemarahan Burner dalam diam. Saat Mi Joo melabraknya, Burner langsung berteriak-teriak membela diri, tak terima disalahkan padahal Jung Do lah yang mengkhianati mereka lebih dulu. Saking kesalnya, dia sampai meneriaki semua orang untuk menghentikan semua ini dan mengusir mereka.


Jung Do dengan setulus hati meminta maaf pada Burner dan berterima kasih atas kejujurannya. Dia bahkan menyatakan kesediaannya untuk melakukan apapun yang Burner inginkan untuk menebus semua kesalahannya. Tapi permintaan maaf itu malah membuat Burner jadi semakin kesal.

Dia lalu ke belakang untuk mencuci mukanya. Saat dia kembali, dia menatap Jung Do dan teringat saat mereka saling bekerja sama membersihkan kedai Kakek bersama Da Mi. Ingatan itu tampaknya mulai membuat Burner merasa bersalah. Dengan kesal dia memberitahu Jung Do bahwa dia belum memaafkan Jung Do. Tapi dia setuju untuk meneruskan rencana mereka. Dan setelah penipuan ini selesai, dia akan balas dendam pada Jung Do.

Jung Do langsung tersenyum dan menyetujuinya. Burner mengaku kalau dia sudah memberitahu orang-orang itu tentang rencana penipuan pinjaman palsu mereka. Jadi dia menyarankan agar mereka mengubah rencana mereka. Dia mengusulkan agar mereka melakukan penipuan akuntansi saja.

"Jadi kau ingin menyerahkan laporan keuangan palsu itu pada polisi?" tanya Sung Il

"Tidak, tidak. Kita tidak bisa melakukan itu karena Jaksa saja berada di pihaknya (Ketua Choi). Aku yakin mereka punya mata-mata di kepolisian"

Flashback end,


Bukannya membawa file itu ke Ketua Choi, Burner membawa file itu ke maskarnya Keyboard karena rencana mereka adalah menyebarkan file itu secara online. Tapi setibanya di sana, dia malah melihat Ahn duduk di kursinya Keyboard sementara Keyboard sendiri tergeletak berlumuran darah di lantai. Lalu beberapa orang muncul mengepungnya.

Ternyata Ahn sudah mencurigai Burner sejak awal jadi dia menyuruh anak-anak buahnya untuk membuntuti Burner. Perlahan, Burner mundur sambil diam-diam mengeluarkan hapenya dan menghubungi Jung Do. Dia langsung melarikan diri sambil menelepon Jung Do, tapi anak-anak buah Ahn berhasil mengejarnya dan mencegahnya melarikan diri.


Jung Do yang sedari tadi gelisah menunggu kabar, jadi semakin cemas mendengar suara teriakan Burner. Dia langsung bergegas pergi disusul Sung Il dan Mi Joo.

Burner dihajar sampai pingsan lalu tubuhnya ditumpuk diatas tubuhnya Keyboard, Ahn mengambil filenya lalu melaporkan keberhasilannya pada Ketua Choi. Tentu saja Ketua Choi langsung tersenyum senang mendengarnya.



Sekretarisnya Ketua Choi masuk tak lama kemudian untuk mengabarkan kedatangan Walikota Chun. Ketua Choi heran kenapa Walikota Chun datang tiba-tiba hari ini.

"Saya datang untuk memutus hubungan dengan anda" jawab Walikota Chun

Tiba di markasnya Keyboard, mereka menemukan Keyboard dan Burner tergeletak berlumuran darah di tanah. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ketua Choi tertawa mendengar pernyataan Walikota Chun itu, mengira Walikota Chun sudah tidak waras. Tapi Walikota Chun langsung menyelanya dan mengkonfrontasi anggapan Ketua Choi padanya selama ini. Ketua Choi selalu memandangnya lebih rendah, Ketua Choi hanya menganggapnya sebagai bidak. Walaupun Ketua Choi tampak selalu mendengarkannya dan menghormatinya, tapi semua itu hanyalah taktik Ketua Choi untuk mengontrolnya.


Ahn datang tak lama kemudian dan Ketua Choi langsung tersenyum senang melihat kedatangannya. Tapi kemudian Walikota Chun berkata bahwa 2 tahun yang lalu Ahn sangat marah pada Ketua Choi saat Ketua Choi memerintahkan Ahn untuk dipecat. Senyum Ketua Choi langsung menghilang saat itu, apalagi saat dia melihat Ahn malah menyerahkan file itu pada Walikota Chun.

"Inilah yang terjadi jika kau membuang anak buahmu semudah itu" ujar Walikota Chun dengan senyum remeh.

"Jangan-jangan kau sengaja mengirimnya padaku untuk mengkhianatiku?" tanya Ketua Choi.

Ahn menjawabnya dengan meminta maaf lalu pergi. Walikota Chun langsung mengancam Ketua Choi, jika file ini sampai tersebar ke media maka para jaksa akan langsung menyelidiki Kukjin dan Ketua Choi akan kehilangan semua sumber keuangannya.

"Apa sebenarnya maumu?"

"Tolong menghilanglah dari kehidupan saya"


Walikota Chun dengan tegas menyatakan kalau dia tidak mau lagi menjadi walikota yang dikendalikan oleh uang. Dia tidak mau lagi bekerja dengan uang kotor. Dia akan menjadi walikota melihat (rakyatnya) dan berdiri bersama rakyatnya. Karena itulah dia ingin Ketua Choi menghilang dari hidupnya dan dari Kota Seowon.

Ketua Choi mengerti maksudnya. Tapi jika Walikota Chun benar-benar orang yang seperti itu maka sejak awal Walikota Chun tidak akan pernah datang padanya "Orang yang bersih, tidak akan terbujuk oleh uang. Kenapa kau tidak mengetahuinya?"

Ketua Choi menyetujui permintaan Walikota Chun, tapi dia mengingatkan Walikota Chun bahwa mereka berdua adalah jenis orang yang sama. Contohnya pembangunan Maseok-dong. Pembangunan itu hanya akan berhasil jika mereka bekerja sama. Sebentar lagi Walikota Chun akan menyadari orang seperti apa dirinya yang sebenarnya.


Walikota Chun menyatakan bahwa Maseok-dong adalah proyek mereka yang terakhir, setelah itu dia berharap tidak akan pernah lagi bertemu Ketua Choi. Saat dia beranjak pergi, Ketua Choi bertanya curiga apakah Walikota Chun bersikap seperti ini karena sekarang dia sudah mendapatkan sponsor baru.

Tapi Walikota Chun menghindari pertanyaan itu dan pergi hingga membuat Ketua Choi semakin curiga. Setelah beberapa saat berpikir, Ketua Choi menyuruh sekretarisnya untuk memanggil Jae Sung.


Begitu mendapat kabar tentang insiden itu, Nyonya Noh langsung menuju ke rumah sakit. Tapi hanya ada Mi Joo yang menjaga Burner dan Keyboard di UGD. Nyonya Noh cemas melihat keadaan mereka yang babak belur separah itu.

"Apa mereka akan hidup? Apa yang terjadi pada mereka?" tanya Nyonya Noh

Mi Joo malah bingung dengan pertanyaannya. Saat akhirnya mengerti maksud pertanyaan Nyonya Noh, Mi Joo memberitahunya bahwa Nyonya Noh sudah salah paham. Burner dan Keyboard baik-baik saja, mereka cuma sedang tidur setelah menghabiskan banyak makanan. Saat itulah tiba-tiba mereka mendengar suara dengkuran Burner. Pfft!


Jung Do dan Sung Il sendiri pergi menemui Tuan Kim dan memberitahunya bahwa mereka harus menyusun rencana baru. Tapi Tuan Kim tampaknya sudah pesimis dengan rencana Jung Do, dia bahkan mengkritik Jung Do yang ternyata tidak sekompeten penilaian Ketua Wang. Memangnya dengan cara apa lagi yang akan Jung Do lakukan untuk menjatuhkan Ketua Choi. Jung Do langsung tertunduk lesu, tak tahu harus menjalankan rencana lagi.

Sung Il tiba-tiba menyela. Dia memberitahu mereka bahwa selama 2 tahun dia menunggu Jung Do keluar dari penjara, dia memberitahu dirinya sendiri "Jangan lelah dan bertahanlah. Saat Jung Do keluar, mari kita berjuang. Bukan berjuang untuk menang tapi berjuang sampai menang. Tim kami bahkan belum melakukan satu tusukan. Kita harus menghajar mereka sampai mereka jatuh"


Setelah pertemuan itu, Tuan Kim berdiskusi dengan Ketua Wang. Sebenarnya sejak awal Ketua Wang sudah ragu akan rencana ini  mengingat orang seperti apa Ketua Choi itu. Tuan Kim bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Tapi bahkan Ketua Wang pun hanya bisa mendesah.


Di balai kota, Walikota Chun menonton berita tentang ketatnya persaingan antara dirinya dengan rivalnya. Ahn datang tak lama kemudian untuk memberitahu Walikota Chun bahwa dia sudah mengundurkan diri dari Kukjin. Tapi Walikota Chun tampaknya tidak terlalu senang mendengar kabar itu dan bertanya kenapa dia mengundurkan diri.

Ahn berkata karena dia masuk ke Kukjin hanya untuk menjernihkan masalah antara Ketua Choi dan Walikota Chun, tapi berhubung sekarang sudah selesai jadi dia tidak perlu lagi ada di sana. Dan sekarang yang dia inginkan adalah menjadi wakil walikota, dia bahkan menyatakan akan mendedikasikan hidupnya untuk melayani Walikota Chun dan Kota Seowon.

Walikota Chun heran kenapa Ahn yang pintar, tiba-tiba ingin menjadi orang bodoh. Ahn menyangkalnya, dia tidak pintar. Karena dia bodoh lah makaya selama ini dia selalu menangani pekerjaan-pekerjaan kotornya Walikota Chun.


Dia mengingatkan Walikota Chun bahwa hanya dia seorang yang tahu tentang semua pekerjaan kotor Walikota Chun dan orang-orang yang bekerja sama dengannya. Karena itulah Walikota Chun harus mempertahankan orang sepertinya, dengan begitu Walikota Chun akan bisa menang.

"Apa kau mengancamkanku?"

Ahn menyangkalnya dan mengklaim kalau dia hanya meminta bantuan Walikota Chun untuk menyelamatkannya. Dia memperingatkan Walikota Chun bahwa dia bisa saja kembali berpaling kembali pada Ketua Choi jika dia sudah tidak tahan lagi. Dan dia akan mengungkapkan rahasia yang tidak diketahui Ketua Choi tentang apa yang dilakukan Walikota Chun dan Bang 8 tahun yang lalu.

Kesal, Walikota Chun langsung membentaknya dengan penuh amarah. Ahn pun akhirnya mengalihkan topik dan menanyakan apa rencana Walikota Chun setelah memutuskan hubungan dengan Ketua Choi. Dan kenapa juga Walikota Chun memberikan proyek Maseok-dong pada Ketua Choi, apa Walikota Chun berpikir untuk menjadikan proyek itu sebagai kado perpisahan terakhir.


Ahn sudah mengetahui hubungan Walikota Chun dengan Ketua Wang. Ahn yakin kalau sekarang Walikota Chun akan berpaling pada Ketua Wang setelah memutuskan hubungan dengan Ketua Choi. Tapi Ahn mengingatkan Walikota Chun bahwa hubungan Walikota Chun dengan Ketua Wang itu cuma sekedar hubungan pertemanan dan bukan hubungan politik.

Seharusnya Walikota Chun tetap mempertahankan proyek Maseok-dong dan memanfaatkannya untuk melakukan hal lainnya. Yakin kalau Walikota Chun bahkan tidak banyak tahu tentang Ketua Wang, Ahn menekankan bahwa karena inilah Walikota Chun membutuhkannya.


Jae Sung akhirnya mendapatkan semua uang yang diinginkannya dari Ketua Choi. Setelah dia mengumpulkan semua uangnya di dalam tas, Ketua Choi langsung menuntut informasi yang Jae Sung miliki.


Di balai kota, Sung Hee ditelepon Walikota Chun yang bertanya apakah Sung Hee tahu kalau Ketua Wang selama ini melindungi para penipu itu. Tapi belum sempat Sung Hee menjawab, Walikota Chun langsung memutuskan untuk tidak mempermasalahkannya lagi. Tidak penting Sung Hee mengetahuinya atau tidak karena sekarang Ahn sedang pergi menemui Ketua Wang.


Di restoran, Ahn tengah berusaha membujuk Ketua Wang untuk tidak membuang-buang waktunya demi melindungi para penipu itu dan beralih bergabung di pihaknya. Saat Ketua Wang bertanya bagaimana dia mengetahui hubungannya dengan para penipu, Ahn mengaku bahwa dia mengetahuinya setelah menyelidiki Nyonya Noh, dari situ dia mengikuti semua jejak yang kemudian menuntunnya pada Ketua Wang.

"Apa kau menyuruhku untuk mengkhianati Jung Do?"

"Benar"

Ahn terus berusaha membujuk Ketua Wang dengan memberitahunya bahwa orang yang berstatus tinggi seperti Ketua Wang tidak seharusnya berteman dengan para penipu rendahan seperti mereka. Jika Ketua Wang menolak maka hak pembangunan Maseok-dong akan jatuh ke tangan orang lain. Sebaliknya, jika Ketua Wang mau memutuskan hubungan dengan para penipu itu maka hak pembangunan Maseok-dong akan menjadi milik Ketua Wang.


Walikota Chun memberitahu Sung Hee bahwa dia akan bekerja dengan Ketua Wang. Tapi tidak dengan cara seperti yang mereka inginkan. Dia menasehati Sung Hee untuk melihat dunia ini dengan mata naif tapi jangan hidup secara naif, hanya dengan cara itulah dia akan bisa bertahan. Begitu Walikota Chun menutup teleponnya, Sung Hee cepat-cepat menelepon Sung Il dan memberitahunya bahwa Walikota Chun sudah mengetahui hubungan Jung Do dengan Walikota Chun.


Ahn menuntut Ketua Wang untuk membuat keputusan cepat. Setelah berpikir sesaat, Ketua Wang pun akhirnya memanggil Tuan Kim dan memerintahkannya untuk menghubungi Jung Do dan suruh Jung Do untuk menunda rencana mereka. Tuan Kim kaget mendengar perintah itu tapi dia langsung pergi untuk melaksanakannya.


Tak lama kemudian, Nyonya Noh mendapat telepon dari Ketua Wang yang memberitahunya bahwa dia sudah memutuskan hubungan dengan Jung Do. Jadi dia memerintahkan Nyonya Noh untuk menjauhi Jung Do juga. Pada saat yang bersamaan, Jung Do juga mendapat telepon yang membuatnya terkejut.



Walikota Chun ditelepon Ketua Choi yang berkata bahwa dia menelepon karena ada sesuatu yang perlu dia tanyakan. Dia menyatakan kalau pertanyaannya ini akan sangat mengejutkan Walikota Chun "8 tahun yang lalu. Ketua divisi Kim Min Sik, kudengar dia tidak bunuh diri"

Walikota Chun langsung terbelalak shock mendengarnya.

Bersambung ke episode 16

No comments :

Post a Comment