September 5, 2016

38 Task Force Episode 14 - 2


Geng penipu berkumpul di gudang, membaca proposal rencana penipuan yang dipikirkan Jung Do selama dia dipenjara. Dia menjelaskan resikonya kecil, tapi pelaksanaannya yang butuh waktu agak lama. Dia memang mencemaskan lamanya rencana penipuan ini, tapi dia tidak punya ide lain selain ini.



Maka Sung Il pun membagi-bagikan proposal yang dia buat berdasarkan idenya sendiri. Semua orang membacanya, baik Jung Do maupun Nyonya Noh langsung suka dan memuji idenya Sung Il ini. Sung Il tentu saja senang dan bangga.

"Ini benar-benar idemu sendiri, ahjussi?" tanya Jung Do

"Tentu saja"

"Wah, kau benar-benar sudah jadi penipu sekarang"


Tapi walaupun ide ini bagus, awalnya agak terlalu beresiko mengingat mereka sudah ketahuan. Jadi Jung Do berinisiatif untuk merekrut seorang tentara bayaran.

Secara bersamaan, seorang pria misterius tampak baru masuk ke lorong yang menuju gudang. Jung Do menjelaskan bahwa orang ini pengangguran. Sung Il cemas, apa orang itu bisa dipercaya. Jung Do mengaku kalau sebenarnya dia kurang mempercayainya, tapi feeling-nya terhadap orang ini cukup baik karena orang ini punya dendam pada Bang dan Ketua Choi.


Tepat saat itu juga, si pria misterius masuk dan menyapa Sung Il dengan akrab "Lama tak bertemu, Tuan Baek"

Sung Il menoleh dan langsung melongo mendapati orang misterius itu ternyata Ma Jin Seok. Dia menyapa semua orang dengan akrab lalu mengajak Sung Il salaman "Mari kita bekerja bersama, Tuan Baek"

Tapi Sung Il langsung mengacuhkannya dan berpaling pada Jung Do dengan protes keras, jelas dia tak setuju bekerja sama dengan Ma Jin Seok. Tapi Jung Do mengaku kalau dia sering bergaul dengan Jin Seok selama mereka dipenjara dan pada akhirnya dia menyadari kalau Jin Seok bukan orang yang jahat.


Jin Seok mengerti keraguan Sung Il padanya. Tapi dia menjelaskan alasannya mau bekerja sama dengan mereka. Dia dipenjara demi Bang, tapi sekarang Bang juga dipenjara, jadilah dia harus kehilangan sumber hidupnya setelah dia keluar dari penjara hingga dia bangkrut sekarang. Dia sudah kapok sekarang dan bertekad untuk membalas dendam pada orang-orang yang telah melakukan hal ini padanya, lalu setelah itu dia akan hidup sebagai warga negara yang baik.

"Sungguh, Tuan Baek" ujar Jin Seok sambil menyentuh lengan Sung Il untuk meyakinkannya. Tapi Sung Il masih sulit mempercayainya dan mengingatkan Jung Do bahwa mereka sudah menunggu selama 2 tahun, jadi mereka tidak boleh membuat kesalahan apapun. Apa Jung Do yakin untuk mempercayai Jin Seok. Jung Do mengiyakannya dengan senyum geli.


Sung Il masih sangat ragu. Tapi Nyonya Noh membuat keputusan lalu bangkit menghampiri Jin Seok. Dia menyentuh bahu Jin Seok dari belakang dan menyatakan persetujuannya dengan cara memperingatkan Jin Seok untuk bekerja dengan baik.


Saat melihat Sung Il masih tak setuju, Jung Do terus berusaha meyakinkannya bahwa orang yang bergabung dengan mereka demi uang itu lebih meyakinkan.

"Lagipula, apa kau tidak mempercayaiku?" tanya Jung Do

Walaupun masih ragu, tapi Sung Il akhirnya menyerah. Lalu bagaimana mereka akan menggunakan Jin Seok? Apa yang bisa Jin Seok lakukan? tanyanya. Jung Do menyarankan sebaiknya Jin Seok melakukan rencananya Sung Il. Lagipula Jin Seok memang sudah mentarget Sang Jin. Sung Il akhirnya setuju.


Sekarang kita kembali ke saat Sang Jin tiba-tiba kedatangan tamu misterius yang membuatnya tercengang. Dan si tamu misterius itu ternyata Jin Seok.

Dalam flashback, kita mendengar apa rencana mereka. Jung Do menyarankan agar Jin Seok bekerja pada Sang Jin. Jin Seok setuju-setuju saja, tapi dia yakin Sang Jin tidak akan memperlakukannya sama seperti dulu karena sekarang dia bangkrut. Jung Do pun menyarankannya untuk memancing Sang Jin dengan bau uang.

Karena itulah sekarang Jin Seok muncul di kantornya Sang Jin dengan dandanan necis untuk memberi kesan dia orang kaya dan mengklaim kalau dia menyambangi Sang Jin karena kebetulan dia sedang ada urusan bisnis di sekitar tempat itu. Sesuai perkiraan Jung Do, Sang Jin mulai penasaran dengan melihat penampilan mewah Jin Seok yang dia kira bangkrut.

Flashback,


Sung Il menjelaskan bahwa begitu begitu Sang Jin sudah berhasil terpancing, maka mereka akan melakukan penipuan pinjaman. Jung Do menambahkan bahwa walaupun Kukjin sebenarnya milik Ketua Choi, tapi CEO yang terdaftar adalah Cha dan Sang Jin yang mengelola keuangan mereka. Jadi rencana mereka adalah menipu kedua orang ini.

Sung Il berkata bahwa mereka nantinya akan membantu mengembangkan penjualan Kukjin dan membuat kedua orang itu mengambil pinjaman palsu dan mengambil uang dari bank secara ilegal. Setelah itu mereka akan melaporkan perbuatan kedua ini kepada media.


"Lalu Kukjin akan segera hancur gara-gara CEO-nya mengambil pinjaman palsu, begitu?" tanya Jin Seok

Jung Do membenarkannya "Mereka sukses dengan melakukan kebohongan..."

"Jadi mereka juga akan hancur karena kebohongan" tandas Sung Il

Jin Seok langsung tertawa mendengarnya, sepertinya itu rencana yang menyenangkan. Lalu apa lagi yang bisa dia bantu selanjutnya. Jung Do belum bisa memikirkannya, jadi sebaiknya Jin Seok menjalankan tugasnya saja.

Flashback end,


Sejak pertemuan di Kukjin waktu itu, Jin Seok mulai lebih sering menampakkan dirinya di hadapan seolah mereka tak sengaja bertemu. Saat Sang Jin hendak main golf, Jin Seok menyapanya sambil pamer tas golf mewah yang dibawanya dan membuat Sang Jin semakin keheranan melihat Jin Seok jadi orang kaya lagi setelah masuk penjara.


Lalu suatu hari lainnya, Jin Seok juga pura-pura tak sengaja lagi bertemu Sang Jin di sebuah restoran. Dia duduk tepat di meja Sang Jin sambil pura-pura sibuk menelepon padahal niatnya untuk memamerkan jam tangan mewahnya yang membuat Sang Jin semakin penasaran.


Lalu suatu hari lainnya, Jin Seok lagi-lagi pura-pura tak sengaja bertemu Sang Jin di lampu lalu lintas dengan membawa mobil mewah yang langsung menarik perhatian Sang Jin.

Hingga akhirnya, saat suatu hari Jin Seok menampakkan dirinya di hadapan Sang Jin lagi, kali ini Sang Jin mulai terpancing dan mengajak Jin Seok untuk makan bersama kapan-kapan. Semuanya berjalan sesuai perkiraan mereka.


Sung Il menduga saat Sang Jin sudah berhasil terpancing nantinya, dia pasti akan mulai bertanya-tanya tentang dari mana Jin Seok mendapatkan uangnya dan meminta Jin Seok membagi tipsnya, karena orang seperti Sang Jin itu tidak suka melihat orang lain sukses sendirian.

Sesuai perkiraan, Sang Jin membujuk Jin Seok untuk memberitahunya tentang apa rahasia Jin Seok bisa membuat uang banyak dalam waktu singkat. Tentu saja Jin Seok tidak langsung memberitahunya, dia malah pura-pura merendah dan ragu-ragu hingga membuat Sang Jin terus berusaha membujuknya.


Sung Il menasehati Jin Seok untuk menyerah pada akhirnya seolah dia tak punya pilihan lain selain memberitahu Sang Jin. Baru saat itulah Jin Seok bisa memberitahu Sang Jin tentang pinjaman palsunya. Jin Seok mengerti, rencana ini persis seperti saat Sung Il menipunya dulu. Sung Il mengangguk-angguk membenarkannya.


Jin Seok masih pura-pura ragu. Tapi sesuai instruksi Sung Il, pada akhirnya dia menyerah dan mulai memberitahukan bisnisnya pada Sang Jin. Dia mengaku sekarang dia membantu bisnis seorang temannya. Temannya ini menggunakan perusahaan cangkang (perusahaan aktif tapi tampak tak punya kegiatan bisnis aktif) untuk mendapatkan pinjaman palsu.

Jin Seok mengklaim jumlah pinjamannya tidak banyak karena cuma perusahaan kecil. Tapi Sang Jin sangat penasaran dan terus menuntut berapa besar pinjaman palsu yang mereka dapatkan. Jin Seok pura-pura malu mengakuinya karena jumlahnya sangat kecil, tapi kemudian dia berkata jumlahnya cuma 20 juta dollar.

Mata Sang Jin langsung melotot mendengar jumlah sebanyak itu. Menurutnya jumlah sebanyak itu ilegal, apa Jin Seok tidak takut tertangkap? Jin Seok dengan entengnya mengingatkan Sang Jin, memangnya kapan mereka tidak melanggar hukum? Pekerjaan yang mereka lakukan memang buruk kok. Hanya saja sekarang dia memutuskan untuk berbisnis mandiri, dia tidak bisa selamanya bergantung pada orang-orang kaya.

"Tapi tetap saja itu terlalu beresiko" komentar Sang Jin

"Aku berencana meninggalkan Korea" ujar Jin Seok.


Dia berkata kalau dia sudah mengirim keluarganya ke Australia dan dia akan membawa uang itu kesana. Saat Sang Jin masih meragukan rencana ilegalnya ini, Jin Seok langsung menyindir Sang Jin yang sekarang bekerja membersihkan kotoran Ketua Choi.

Sang Jin langsung protes. Tapi Jin Seok terus memprovokasi Sang Jin dengan mengingatkannya bahwa dia dan Cha lah yang menjalankan perusahaan Kukjin sementara Ketua Choi sama sekali tidak melakukan apapun.

Sesuai dugaan Sung Il, walaupun Sang Jin tampak baik-baik saja tapi sebenarnya dia mulai galau memikirkan kebenaran ucapan Jin Seok. Dan sesuai instruksi Sung Il, Jin Seok sekarang beralih menyinggung masalah proyek pembangunan Maseok-dong dan memprovokasi Sang Jin untuk membuat uang bagi dirinya sendiri dengan memanfaatkan proyek ini.

Sang Jin protes mendengar saran Jin Seok yang sangat lancang itu. Tapi Jin Seok terus berusaha memprovokasi Sang Jin dengan menyemangati Sang Jin untuk tidak terus menerus bekerja pada orang lain.


Sang Jin marah mendengar saran Jin Seok yang menyuruhnya mengkhianati Ketua Choi itu. Tapi Jin Seok dengan entengnya menyangkal, dia tidak menyarankan Sang Jin untuk menipu Ketua Choi, dia hanya memberitahu saja. Sang Jin diam tapi tampaknya dia mulai galau memikirkan idenya Jin Seok itu.


Sung Il memang sudah memperkirakan kalau Sang Jin tidak akan termakan umpan mereka. Dia tidak bisa termakan karena dia bukan CEO. Tapi walaupun dia bisa termakan, tapi ide itu akan terus tertanam dalam pikirannya. Mereka hanya perlu menunggu setelah umpan dilempar. Sung Il memberitahu Jin Seok bahwa penipu bukanlah singa yang menyerang mangsa duluan, tapi buaya yang menunggu mangsanya mendekat.


Selanjutnya adalah Cha, dia orang tamak tapi penakut dan pernah menggelapkan uang perusahaan dalam jumlah kecil. Mi Joo pun ditugaskan untuk turun ke lapangan. Dengan memakai dandanan seksi, dia datang ke bar dan duduk di sebelahnya Cha. Mereka saling melirik tapi Cha tidak mendekatinya.

Mi Joo lah yang akhirnya mendekatinya duluan dan mengajaknya minum-minum di tempat lain. Tentu saja Cha langsung setuju dan langsung menggandeng Mi Joo keluar. Tapi baru sampai di depan bar, mereka dihadang Burner yang langsung menonjoknya sampai pingsan.


Saat Cha tersadar, dia mendapati dirinya terikat di kursi didalam gudang. Di hadapannya ada Keyboard yang juga sama-sama dalam keadaan terikat dengan wajah lebam dan berdarah. Keyboard menasehati Cha untuk tidak berteriak, karena jika dia melakukannya maka dia akan dihajar seperti dirinya. Tapi Cha yang ketakutan malah mewek.


Burner dan Mi Joo kembali saat itu bersama dengan Jung Do dan Sung Il yang sama-sama memakai pakaian ala gangster, kemeja dan kaos bunga-bunga plus kalung emas. hahaha!


Untuk menunjukkan kekejaman mereka, Burner menghajar dan menyiksa Keyboard betulan sementara Jung Do dengan santainya mengeluarkan berbagai peralatan berat seperti tang, palu dan lain sebagainya.

Cha jadi semakin ketakutan melihat penyiksaan itu di depan matanya. Sung Il malah semakin mengompori dengan memberitahu Cha bahwa Keyboard sudah disini sebulan, awalnya rambutnya lebat tapi sekarang botak, mereka tidak memberinya banyak makan tapi selama disini dia jadi tambah gendut.

Cha menuntut siapa sebenarnya mereka, tapi Sung Il langsung menamparnya keras-keras. Tapi Cha malah terus mewek, Sung Il langsung tanya ke Jung Do dimana catutnya, dia mau mencabut semua gigi Cha. Jung Do berkata sedang dipinjam, jadi dia menawarkan alat lain saja. Bagaimana kalau pakai palu, untuk menghancurkan seluruh mulutnya sekalian.


Sung Il setuju dan langsung mengambil palunya lalu duduk di hadapan Cha. Rencana mereka adalah mereka akan mengaku sebagai gangster yang ditugaskan untuk menghajar Cha gara-gara Cha menggelapkan uangnya Ketua Choi. Cha heran karena dia yakin kalau dia tidak pernah bertemu mereka.

"Tentu saja kita tidak pernah bertemu. Semua orang yang pernah melihat wajah kami, tidak ada yang hidup untuk bercerita (tentang mereka)" ujar Sung Il. Dan Jung Do membuat suasana makin horor dengan mengasah pisau dan tertawa geli mendengar ucapan Sung Il.


Sambil mengayun-ayunkan palunya, Sung Il menuntut kenapa Cha mencuri uangnya Ketua Choi. Saat Cha berusaha menyangkal, Sung Il menunjukkan sebuah laporan yang menyatakan kalau Cha menggelapkan uang 50,000 dollar.

Dalam flashback, Burner memberitahu Sung Il bahwa jumlah uang yang dicuri Cha sebenarnya 2 kali lipatnya, tapi Sung Il memang sengaja, dia berencana mememanfaatkan yang setengahnya itu untuk nanti saja.

Sung Il lalu menyuruh Jung Do untuk mengambil alih. Jung Do pun langsung mengambil linggis dan bersiap untuk menghantamkannya ke kepala Cha. Tapi tepat saat dia hampir menghantamkannya, Sung Il menghentikannya karena dia mengklaim kalau Ketua Choi menelepon.


Setelah pura-pura galau karena telepon itu, Sung Il berkata kalau Cha itu beruntung karena Ketua Choi memutuskan untuk memaafkannya kali ini, jadi mereka terpaksa harus melepaskannya. Jung Do juga pura-pura mengeluh sebal padahal mereka sudah menggali kuburan untuknya.


Sung Il mengambil palunya lagi untuk memperingatkan Cha, mereka akan terus mengawasi Cha jadi jika Cha berani mencuri lebih daripada 50,000 ribu dollar maka dia akan mati. Mereka pun melepaskan ikatannya dan Cha langsung kabur dari sana secepat mungkin.


Setelah memastikan Cha sudah pergi, mereka semua langsung melepaskan ikatan Keyboard yang menangis gara-gara Burner menghajarnya betulan. Sung Il dan Jung Do langsung mengomeli Burner dan berusaha menghibur Keyboard.


Dalam flashback, Jung Do menjelaskan bahwa dengan mengancam Cha seperti itu maka Cha akan jadi ketakutan memikirkan nasib hidupnya karena jumlah uang yang dia curi sebenarnya lebih dari 50,000 dollar. Jung Do senang dan bangga pada Sung Il karena telah belajar dengan keras selama 2 tahun hingga berhasil membuat rencana sebagus ini.

Sung Il tampak bangga sekaligus malu mendengar pujian Jung Do. Sung Il mengaku bahwa dia sekarang menyadari bahwa penipuan adalah membuat mangsa mereka tidak puas dan gugup dengan realita. Dengan begitu mereka tidak akan punya pilihan lain untuk masuk ke mulut buaya.


Di Kukjin, Cha tampak galau memikirkan ancaman para gangster. Sementara Sang Jin menerima sms dari bank yang memberitahukan kartu kreditnya sudah over limit. Dia langsung marah-marah pada anaknya karena anaknya itu suka sekali menghambur-hamburkan uang. Stres dengan masalah hidup mereka masing-masing, Cha dan Sang Jin minum-minum bersama malam harinya.


Saat mereka sendirian di gudang, Sung Il bertanya apakah Jung Do benar-benar mempercayai Jin Seok. Jung Do hanya menjawab dengan bertanya balik, apakah Sung Il ingat bagaimana mereka pertama kali bertemu Jin Seok. Sung Il mengaku masih ingat. Tapi Jung Do tidak memberi penjelasan lebih lanjut lalu pergi.


Di Kukjin keesokan harinya, Ahn melihat Cha pergi bersama Sang Jin. Dia lalu menelepon Ketua Choi dan melapor bahwa dia mendapatkan telepon dari seseorang yang membantu mereka 2 tahun yang lalu, sekarag dia tahu apa rencana para penipu itu.

"Penipuan pinjaman" ucap Ketua Choi sambil terkikik geli sebelum dia bertanya dimana lokasi markas para penipu itu.


Saat Sung Hee berjalan pulang, dia mendapati Jung Do sedang menunggunya. Sung Hee menduga dengan tepat kalau mereka sudah memulai rencana mereka dan Jung Do masih merasa tak enak padanya karena rencana ini melibatkan ayahnya. Sung Hee bertanya-tanya, seandainya Walikota Chun putus hubungan dengan Ketua Choi dan menolak bantuan Ketua Wang, apa yang akan Jung Do lakukan pada Walikota Chun.

"Entahlah" desah Jung Do "Aku tidak berpikir sejauh itu. Apa menurutmu Walikota Chun tidak akan bergabung dengan Ketua Wang?"

"Sejujurnya aku berharap tidak. Itu yang terbaik untuk semua orang. Aku sungguh berharap dia tidak akan bergabung dengan Ketua Wang dan menjadi walikota yang baik yang tidak menerima uang kotor. Tapi aku benar-benar tidak tahu jalan mana yang akan dia pilih"


Sung Il masih bekerja sendirian di gudang. Dia lalu ke belakang untuk mencuci mukanya. Jin Seok menelepon saat itu untuk memberi kabar baik bahwa Sang Jin sudah masuk ke perangkap mereka. Sung Il lalu memberitahu Jin Seok untuk menyuruh Sang Jin memalsukan laporan keuangan Kukjin. Tapi dia juga memperingatkan Jin Seok untuk tidak macam-macam karena dia masih belum mempercayai Jin Seok.


Saat dia hendak kembali, dia malah terkejut melihat Ketua Choi sedang duduk di meja kerjanya lalu menyapanya sambil cekikikan "Lokasi tempat ini... aku butuh beberapa waktu untuk menemukannya. Apa kau Baek Sung Il? Ini pertama kalinya kita bertemu langsung, bukan? Aku Choi Chul Woo"


Jung Do dan Sung Hee saling tersenyum satu sama lain. Dia lalu pamit. Tapi tepat saat itu juga, Sung Il meneleponnya dan berkata "Kau harus datang kemari. Kita kedatangan tamu di gudang"

Jung Do pun cepat-cepat pergi dengan wajah tampak cemas. Sung Il pun terdiam cemas di hadapan Ketua Choi yang menatapnya dengan senyum licik.

Bersambung ke episode 15

4 comments :

  1. Tinggal 2 episode lagi ya mbak? Hehe habis itu mau recap otw to airport ga mbak?
    Mungkin critanya bukan tipe mbak ima, tp lumayan kalo liat teaser sama posternya :p
    Mbak lilik yg udah rekap tgw mungkin jg cocok #eh
    Makasih mbak ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau mau rekap shopping king louie mbak? Hmmm

      Delete
    2. kalo saya sbnrnya suka semua tipe, asal suka aja ama ceritanya dan nggak kebanyakan episode, klo kebanyakan episode biasanya cuma ditonton doang, hmm... blm memutuskan gantinya 38 task force apa, lihat aja ntar hehe ^^

      Delete
    3. Oke mbak^^
      Tp waspada deh itu yg nulis otw to airport yg bikin april snow
      Mau tutup mata aja rasanya, tp kayaknya bakal setingkat ma secret love sih scenenya
      Soalnya kan masih di tv nasional buka kabel

      Delete