August 26, 2016

The Good Wife Episode 9 - 2




Do Sub menginterogasi Tuan Park yang di temani Hye Kyung. Dalam proses interogasi, Tuan Park terbukti berbohong, dia sebenarnya tidak pergi ke bioskop. Ketika Do Sub bertanya kemana Tuan Park pergi, Hye Kyung langsung menyela dengan meminta waktu untuk istirahat. Tentu saja Do Sub memberikannya, dia memberi waktu 30 menit untuk istirahat. Sebelum pergi, Do Sub berpesan pada Hye Kyung agar menyuruh Tuan Park mengaku, supaya hukumannya berkurang.




Kim Dan kembali ke TKP dan disana dia mendengar seorang pria berkata kalau Si Yeon dan Tuan Park punya hubungan. Tentu saja Dan jadi penasaran dan minta si pria berkacamata untuk menjelaskan secara detail.


Di ruang interogasi, Hye Kyung bertanya kemana sebenarnya Tuan Park pergi. Sebelum Tuan Park menjawab, Joong Won masuk dan mematikan kamera, agar apa yang mereka bicarakan tidak di dengar dan direkam oleh Do Sub.

Tuan Park akhirnya mengaku kalau sebenarnya dia punya ruang kerja tanpa sepengetahuan istrinya. Karena Tuan Park adalah pemogram, jadi dia ingin membuat permainan untuk ponsel. 



Beralih ke pria berkacamata yang bercerita kalau awalnya Tuan Park hanya meminta bantuan pada Si Yeon untuk membuat permainan. Namun lama-kelamaan, Tuan Park terus mengganggu Si Yeon sampai membuat Si Yeon ingin berhenti menjadi baby sitter. Si pria berkacamata bersedia  menjadi saksi untuk kasus kematian Si Yeon. Setelah mendapatkan informasi dari pria berkacamata, Dan langsung memberitahu Joong Won kalau Si Yeon dan Tuan Park punya hubungan. 

Namun Tuan Park terus membantah kalau dia dan Si Yeon tidur bersama di ruang kerja itu. Tuan Park berkata kalau mereka berdua hanya bekerja untuk membuat game. Si Yeon adalah mahasiswa Sastra Korea, jadi Tuan Park memintanya untuk menulis alur cerita permainannya. Hye Kyung kemudian bertanya dimana ruang kerja rahasia itu. 

Setelah tahu dimana ruangannya, Hye Kyung hendak pergi ke sana. Namun di cegah oleh Joong Won karena hal itu terlalu bahaya, mereka bisa mengutus orang lain saja. Melihat Hye Kyung yang ngotot pergi, Joong Won pun bertanya apa Hye Kyung merasa tak nyaman berada di dekatnya, Joong Won bahkan berjanji kalau kejadian kemarin tidak akan terjadi lagi.

“Aku tahu. Aku akan bekerja lebih keras,” ucap Hye Kyung dan pergi. 



Kim Dan kembali menemui si penyidik kejaksaan dan bertanya apa dia menemukan sesuatu. Awalnya si penyidik tak mau memberitahu Dan, tapi akhirnya dia katakan juga, karena hal yang sedang dia selidiki itu berkaitan dengan Kim Dan. Kasus itu adalah  tentang Lee Tae Joon yang melakukan penyelidikan internal tentang suap dan saat itu, Kim Dan adalah salah satu penyidik yang dipecat. 

Si penyidik kemudian berkata kalau sekarang jaksa sedang memanggil kembali para penyidik dan memeriksa catatan  mereka. Diantaranya ada catatan penyidikan mengenai Lee Tae Joon, tapi sekarang catatannya menghilang, selain itu para penyidik yang bertanggung jawab sudah pensiun dan tak bisa dihubungi lagi. 

“Kau tahu sesuatu tentang catatan itu?” tanya si penyidik dan Kim Dan menjawab tidak dengan alasan kalau semua itu sudah lewat bertahun-tahun. Si penyidik pun bergumam tentang kapan mereka bisa menangkap sipembunuh. 

“Bukankah kau butuh bantuanku untuk menangkap pembunuhnya? Katakan informasi yang kau punya. Siapa yang tahu? Aku mungkin menangkap pelakunya,” ucap Dan.

“Park Jeong Jin pasti punya tempat rahasia untuk hubungan asmaranya. Aku menuju ke sana. Jika menemukan sesuatu, katakan kepadaku,” pinta si penyidik dan Kim Dan pun mengiyakan. Kim Dan langsung memberitahu Joong Won kalau si penyidik dan polisi akan kembali kerumah Tuan Park dan memeriksa  ruang kerja rahasia Tuan Park. 



Mengetahui itu, Joong Won pun langsung menelpon Hye Kyung dan menanyakan keberadaannya. Hye Kyung pun berkata kalau dia sudah berada di depan ruang kerja Tuan Park, kepalang tanggung Hye Kyung pun nekad masuk ruangan Tuan Park, walau hanya punya waktu 10 – 15 menit. Khawatir Hye Kyung ketahuan oleh polisi dan hal itu bisa berdampak dengan pencabutan izin advokat Hye Kyung, Joong Won pun langsung menyusulnya. 

Di dalam ruang kerja Tuan Park, Hye Kyung menemukan buku yang berisi tentang beberapa catatan yang di tulis oleh Si Yeon. Joong Won kemudian menyuruh Hye Kyung untuk  mengecek apakah bantalan laptop Tuan Park lengkap atau tidak, karena si pelaku menghantam kepala Si Yeon dengan menggunakan laptop. Hye Kyung melihatnya dan bantalan-nya masih lengkap. Karena tak ada lagi yang harus Hye Kyung lakukan, Joong Won pun menyuruh Hye Kyung segera keluar dari ruangan itu, namun Hye Kyung tak kunjung keluar, dia pergi ke kamar mandi. Di kamar mandi, Hye Kyung melihat ada sisir yang terdapat rambut wanita dan juga bra. 



Joong Won sudah sampai lobi dan melihat rombongan polisi sedang menunggu lift, karena itu dia menyuruh Hye Kyung untuk cepat keluar dari kantor Tuan Park. Hye Kyung sendiri sudah berada di pintu, tapi karena khawatir Tuan Park akan jadi tersangka gara-gara ditemukan sisir dan pakaian dalam wanita di tempat kerjanya, Hye Kyung pun masuk ke kembali ke kamar mandi dan mengambil dua item itu. 

Karena keras kepalanya Hye Kyung, Joong Won pun sudah tak bisa berkata-kata lagi. Namun Joong Won tetap tak bisa membiarkan Hye Kyung kepergok polisi, jadi diapun menyelamatkan Hye Kyung dengan cara mengerjai polisi. Joong Won naik terlebih dahulu menggunakan tangga dan memencet tombol lift di setiap lantai, agar lift terbuka dan membuat rombongan polisi sedikit terlambat naik ke lantai dimana kantor Tuan Park berada. 


Berkat Joong Won, Hye Kyung pun selamat, walaupun sebenarnya Hye Kyung hampir ketahuan karena dia hendak masuk ke lift yang berisi rombongan polisi. Untung saja Joong Won datang lebih cepat dan menyeret Hye Kyung pergi.



Hye Kyung kemudian menunjukkan apa yang dia ambil dari ruang kerja Tuan Park pada Myung Hee. Tentu saja Myung Hee bertanya apa tujuan Hye Kyung melakukan semua itu, karena setahu Myung Hee, Hye Kyung tidak akan membantu klien yang dia anggap bersalah. 

“Aku memikirkan ucapanmu. Kau bilang aku mudah tersentuh saat menghadapi klien. Entah apa keputusanku tepat atau informasi yang kutahu adalah benar. Kurasa tugasku bukan menghakimi, tapi memberikan bantuan nyata kepada klien. Meskipun aku ragu dia tidak bersalah, tugasku adalah berusaha membantunya,” jawab Hye Kyung yang mulai memahami tugas sebagai pengacara. Myung Hee mengerti dan kemudian mempersilahkan Hye Kyung keluar.



Tepat disaat Hye Kyung keluar, Joong Won masuk dan bertanya kenapa Myung Hee berbicara dengan orang yang mau dia pecat. Myung Hee pun mengkonfirmasi, kalau dia tak pernah bilang ingin memecat Hye Kyung, dia hanya ingin melihat kinerja Hye Kyung. Dia mengaku kalau dia belum menentukan antara Hye kYung atau Joon Ho. Ngomong-ngomong tentang Joon Ho, Myung Hee pun baru sadar kalau dia belum melihat Joon Ho dan kemudian dia bertanya apa Joon Ho juga mengurus kasusnya. Joong Won menjawab tidak tahu karena dia juga tak melihat Joon Ho di kantor kejaksaan. Saat Joong Won hendak menelpon Joong Won, Kim Dan menelpon dan mengatakan kalau orang terakhir yang ditemui Si Yeon bukanlah Tuan Park, melainkan Chae Yeon dan Kim Dan mengetahui hal tersebut dari rekaman CCTV. Chae Yeon pulang ke rumah sebelum kejadian pembunuhan. 

Joong Won pun memberitahu sang kakak, tentang informasi yang Kim Dan dapatkan. Jadi, dia menyuruh Myung Hee memanggil temannya itu dan mereka harus melakukan tes poligraf padanya. 


Saat Hye Kyung kembali ke ruangannya, dia melihat sejenak ke arah Joon Ho yang masih terlihat lemas di ruangannya. Ternyata Joon Ho tidak pulang, dia memilih diam di ruangannya. Tepat disaat itu, Hye Kyung mendapat telepon dari Tae Joon yang mengaku kalau dia merindukan suara Hye Kyung. Hye Kyung pun menyuruh Tae Joon untuk menghubungi anak-anak mereka dan juga ibu Tae Joon, karena mereka semua merasa khawatir pada Tae Joon. 


Setelah menutup telepon dari Tae Joon, Hye Kyung melihat ada seorang pria yang hendak menemui Joon Ho. Tak mau ada yang tahu dengan kondisi Joon Ho, Hye Kyung pun mencegah pria itu menemui Joon Ho dengan alasan dia harus rapat dengan Joon Ho. 



Pada Myung Hee, Chae Yeon mengaku kalau semenjak suaminya menganggur, dia sibuk dengan pekerjaannya dan membuat dia  jadi jarang ke rumah. Karena sebab itulah, Chae Yeon mencurigai si suami selingkuh dengan Si Yeon. Namun dia dengan yakin mengatakan kalau dia tidak membunuh Si Yeon, hanya karena alasan cemburu. Dia bercerita kalau hari itu dia memang pulang untuk memergoki Si Yeon dan Tuan Park, tapi ternyata Si Yeon sedang sendirian saat itu, SI Yeon sedang membacakan buku cerita untuk putri Chae Yeon. Jadi, Chae Yeon pun memutuskan langsung pergi. 


Joon Ho terbangun dari tidur dan di depanya masih ada Hye Kyung yang menjaganya. Saat Joon Ho bertanya jam berapa, Hye Kyung menjawab kalau sekarang sudah lewat tengah malam. Joon Ho mengaku kalau ada seseorang yang memberikan sesuatu padanya kemarin malam dan seharusnya dia tak menerimanya. 

“Kau aneh seharian. Kondisimu sudah membaik?” tanya Hye Kyung dan Joon Ho bertanya apa kedua presdir mereka tahu tentang kondisinya. Hye Kyung pun menjawab kalau dia tidak memberitahu mereka. 

“Kenapa? Kau pasti ingin dipilih untuk bekerja di sini. Kesalahanku bisa menjadi kesempatan bagus untukmu, bukan?” tanya Joon Ho dan Hye Kyung menjawab kalau dia sudah banyak musuh, jadi dia tak ingin menambah musuh lagi. Joon Ho pun berkata kalau dia tau Hye Kyung orang baik, namun Joon Ho sudah terbiasa bersaing. Hye Kyung mengerti maksud Joon Ho, Hye Kyung juga mengaku kalau dia juga ingin tetap bekerja di tempat itu. 

“Mari berjuang secara sportif sampai hari terakhir,” ucap Joon Ho. 

“Kita tidak boleh munafik. Aku akan sangat marah,” jawab Hye Kyung.


“Jujur, aku agak khawatir,” aku Joon Ho dan kemudian mengajak Hye Kyung berjabat tangan. Tanpa keduanya sadari, Joong Won dan Kim Dan melihat mereka berdua. Melihat mereka seperti itu, Joong Won pun bergumam kalau mereka mulai lagi. 


“Bukankah itu alasanmu menyukainya?” tanya Dan, namun belum ada jawaban dari Joong Won, Myung Hee muncul dan memanggil Joong Won. Pada Joong Won, Myung Hee berkata kalau dia merasa Chae Yeon yang sudah membunuh Si Yeon. Mendengar itu, Joong Won pun menyuruh Myung Hee untuk membela Chae Yeon sedangkan Joong Won akan membela Tuan Park. Jadi, mulai sekarang mereka berdua tidak perlu berbagi informasi. 


“Kakak terkejut. Kakak pikir, kau akan melepaskan suaminya,” ucap Myung Hee.

“Mereka sudah menikah. Kita bisa membantu mereka meluruskan kesalahpahaman. Jika kita menjauhkan seseorang, mereka tidak akan berbaikan,” jawab Joong Won dan kemudian bertanya kenapa sang kakak melihatnya dengan tatapan aneh seperti itu. 

“Kau tidak pernah peduli dengan klien kita,” ucap Myung Hee dan Joong Won menjawab kalau pasangan suami istri itu sudah mengusiknya.



Myung Hee kemudian memperkenalkan Kim Dan pada Chae Yeon sebagai penyidik mereka. Tanpa membuang waktu, Dan langsung meminta lihat laptop milik Chae Yeon dan ternyata bantalan laptop Chae Yeon masih lengkap, bentuknya juga berbeda. Dan kemudian menggelengkan kepalanya pada Joong Won, pertanda kalau bukan Chae Yeon pembunuhnya. 



Kim Dan memberikan makan malam untuk Hye Kyung, karena Hye Kyung sibuk mencari petunjuk di buku catatan milik Si Yeon. Di dalam buku itu, mereka kemudian menemukan kartu nama Kwon Yo Seon, dia seorang pengacara. Tanpa mau membuang waktu, Dan langsung menelpon si pengacara dan menanyakan tentang si Yeon. 



Do Sub bersiap menginterogasi Tuan Park, namun hye Kyung datang dan meminta waktu untuk bicara denganTuan Park. Setelah kamera di matikan, Hye Kyung langsung bertanya apa Tuan Park sudah menghamili Si Yeon. Tuan Park terlihat kaget mendengarnya. Hye Kyung tahu karena pengacara yang Kim Dan telpon mengatakan kalau Si Yeon menghubungi dia untuk membahas tentang aborsi. 

Tuan Park mengaku kalau dia memang banyak merahasiakan sesuatu dari istrinya dan dia menjamin kalau dia tidak pernah melakukan hal hina seperti itu. Namun Hye Kyung tak bisa mempercayainya. Dengan berat hati, akhirnya Tuan Park mengaku kalau dia sedang menjalani vasektomi. Mendengar pengakuan itu, Hye Kyung pun terdiam.

Setelah mendengar semuanya dari Hye Kyung, Dan pun bertanya-tanya tentang siapa yang menghamili Si Yeon. Hye Kyung kemudian menebak kalau Si Yeon pasti ke rumah sakit, karena dia sedang hamil, jadi ada kemungkinan dia pergi kesana bersama seseorang. 


Dan kemudian menemui pria berkacamata dan bertanya apa dia tahu kalau Si Yeon hamil. Awalnya, si pria ingin berpura-pura tidak tahu, tapi Dan memintanya untuk tidak begitu, karena rumah sakit tempat Si Yeon periksa mengatakan kalau si Yeon datang bersama pria berkacamata. Si pria berkacamatapun berkata kalau Si Yeon malu pergi sendirian, jadi dia minta si pria berkacamata menemaninya. 

“Dia memberitahumu siapa ayahnya?” tanya Dan dan si pria berkacamata menjawab kalau ayah dari anak Si Yeon adalah Tuan Park. 

“Dia sudah memberitahunya, tapi pria itu tidak mau menceraikan istrinya. Si Yeon menderita karena itu,” tambah si pria berkacamata. Kim Dan pun bertanya apa si pria mau melaporkan hal tersebut pada polisi. Tentu saja si pria bersedia melakukannya, namun karena penampilan si pria terlalu santai, Dan pun menyuruhnya mandi dan ganti baju dulu.


Ketika si pria berkacamata mandi, Dan langsung mengecek laptop milik si pria berkacamata. Setelah memeriksa laptop, Dan langsung menelpon seseorang dan mengatakan kalau dia menemukan pelakunya.


Do Sub menemui Hye Kyung dan Kim Dan. Dia memuji kerja keras Hye Kyung karena berhasil menangkap pelaku yang sebenarnya. Karena keahlian yang Hye Kyung punya, Do Sub pun menyarankan agar Hye Kyung bergabung dengan kejaksaan bersama Tae Joon. 

“Syukurlah aku bisa berguna,” jawab Hye Kyung dan Do Sub juga berterima kasih pada Kim Dan, namun dia tak memanggil Kim Dan dengan nama “Kim Dan” melainkan dengan nama “Ji Young.” Kim Dan pun meralat dengan memberitahu Do Sub kalau namanya Kim Dan bukan Ji Young. Walaupun sudah diberitahu, Do Sub tetap ingin memanggil Dan dengan nama Ji Young. Mendengar semua itu membuat Hye Kyung bingung. Namun dia tak bertanya apa-apa. Dan kemudian mengajak Hye Kyung minum bersama untuk merayakannya.



Tuan Park menemui Chae Yeon di kantor Myung Hee. Dari luar, Myung Hee dan Joong Won melihat mereka berdua. 

“Si Yeon mengencani pria yang tinggal di asramanya. Lalu, dia hamil. Mereka bertengkar tentang aborsi. Pacarnya berniat membunuhnya dan menghindari kamera pengintai,” jelas Joong Won dan Myung Hee bertanya tentang pakaian dalam yang ada di ruang kerja Tuan Park. 

“Si Yeon membawa pacarnya ke sana tanpa sepengetahuan Jeong Jin. Suaminya bilang, dia menemukan pakaian dalam di ruang kerja,” tambah Joong Won.

“Kau yakin itu benar?” tanya Myung Hee.

“Entahlah. Tapi itu tidak penting untuk kita. Yang penting mereka berdua tidak bersalah. Aku tidak mengerti dengan pernikahan. Pernikahan itu seperti ikatan yang misterius,” ungkap Joong Won dan Myung Hee berkata kalau tidak ada yang tahu dengan apa yang terjadi diantara suami istri. Kadang mereka berbaikan setelah mereka bertengkar dan tidak ada yang boleh ikut campur. 

“Kakak masih berpikir untuk memilih Joon Ho?” tanya Joong Won dan Myung Hee bertanya apa Joong Won masih mendukung Hye Kyung. Joong Won pun langsung menjawab tidak. Joong Won  beralasan kalau dia hanya ingin memperkerjakan pengacara yang lebih hebat. 



Saat minum bersama, Dan meminta Hye Kyung untuk tidak mencemaskan pengumuman besok. Dan yakin kalau Myung Hee pasti melihat Hye Kyung yang berbeda di kasus kali ini. Dia kemudian memberi satu saran untuk Hye Kyung, dia akan meminta penipu yang dia kenal untuk menghubungi Joon Ho dan bilang ingin merekekrutnya dengan iming-iming gaji dua kali lipat. Dan sangat yakin kalau Joon Ho pasti akan berhenti dari MJ Firma, jika mendapatkan tawaran seperti itu. Namun Hye Kyung tak mau menang dengan cara seperti itu, dia kemudian meminta Dan untuk tidak perlu khawatir padanya.

“Aku sudah bekerja keras setelah 15 tahun menganggur. Aku ingin tahu sejauh apa aku bisa maju dan diakui atas pekerjaanku. Jika harus berhenti, aku akan berhenti,” aku Hye Kyung.



Kim Dan menemui Tae Joon di penjara dan mengatakan kalau kejaksaan sedang mencari catatan penyidikan internal lama. Tae Joon pun menjawab kalau dia tahu hal tersebut.

“Jaksa Park Do Sub juga punya firasat tentang itu. Dia memanggilku dengan namaku yang dahulu,” cerita Dan. Tae Joon pun menyuruh Dan untuk tidak mencemaskannya. Kim Dan berharap seperti itu dan dia meminta Tae Joon untuk tidak sampai salah lagi, karena Tae Joon sampai di tahan seperti ini karena kesalahan itu. Saat akan pergi, Kim Dan ingin membahas tentang Hye Kyung, namun Tae Joon langsung berkata kalau Dan tak perlu mencemaskan Hye Kyung. Dan hanya harus melakukan semua tugasnya saja, karena Tae Joon sendiri yang akan menjaga Hye Kyung. 


Joon Ho menemui Hye Kyung dan mengajaknya minum obat herbal. Joon Ho biasa memakan obat itu setelah makan makanan berminyak. Tepat disaat itu dan di waktu yang bersamaan, Joon Ho dan Hye Kyung sama-sama mendapat sms dari Myung Hee yang menyuruh mereka untuk datang ke ruangannya. 

Saat mereka berdua menunggu untuk dipanggil, Joon Ho berkata kalau yang dipanggil duluanlah yang tidak beruntung. Tepat disaat itu, Joong Won keluar dan memanggil Hye Kyung. Hye Kyung pun masuk dan dengan tegang duduk di depan Myung Hee. 



“Selamat, Pengacara Kim. Kau akan melalui banyak hal mulai saat ini. kau harus lebih banyak bekerja dengan sedikit personel,“ ucap Myung Hee dan Joong Won menambahkan kalau Hye Kyung sudah bekerja keras.  

“Baiklah, aku akan bekerja keras,” jawab Hye Kyung dan ketika dia keluar, dia tak memberitahu Joon Ho, tentang apa yang dikatakan Myung Hee. Hye Kyung membiarkan Joon Ho menyemangati dirinya dengan berkata kalau Hye Kyung pasti akan menemukan pekerjaan yang lebih baik di kantor lain. 



Joon Ho masuk ke ruangan Myung Hee dan Hye Kyung pergi ke ruangannya dengan wajah senang. Kim Dan sudah menunggu Hye Kyung di ruangannya dan ketika Hye Kyung berkata kalau dia tetap bekerja Di MJ Firma, Dan pun memberi selamat. 


Pengacara Oh mendapat telepon yang mengabarkan kalau Hye Kyung berhasil mendapatkan posisinya. Mendengar itu,  Tae Joon pun mengucapkan terima kasih pada Pengacara Oh. Tepat disaat itu, Do Sub muncul dan hendak menginterogasi Tae Joon.


“Aku sudah mengatur berkas internalnya. Tidak perlu khawatir,” ucap Do Sub.

“Bagus. Kau tidak akan menyesali ini,” jawab Tae Joon dan Do Sub pun tersenyum.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 10


No comments :

Post a Comment