August 23, 2016

The Good Wife Episode 9 - 1


Hye Kyung bimbang memilih antara Joong Won atau Tae Joon. Melihat kebimbangan Hye Kyung, Tae Joon terlihat tegang dan langsung menjemput Hye Kyung. Melihat Tae Joon berjalan menuju Hye Kyung, Pengacara Oh langsung mengambil ponsel Hye Kyung. Setelah tak memegang ponsel, Hye Kyung pun bisa menentukan pilihannya, dia menerima tangan Tae Joon dan bersedia naik podium bersama Tae Joon. 


Ketika teleponnya tak diangkat oleh Hye Kyung, Joong Won berjalan keluar sambil meninggalkan pesan suara untuk Hye kYung. Namun baru berkata, “Aku memikirkan ucapanmu....,” Joong Won melihat Hye Kyung di TV bersama Tae Joon. Setelah melihat Hye Kyung lebih memilih Tae Joon, Joong Won pun mengubah apa yang ingin dia katakan pada Hye Kyung. 



“...Kau benar. Kita cukup berteman saja. Mari kita lupakan,” sambung Joong Won yang terlihat kecewa.

Joong Won kembali ke ruangannya dan kembali menelpon nomor Hye Kyung. Karena telphone-nya di reject, Joong Won pun meninggalkan pesan lagi, “Tidak. Aku tidak akan melupakannya. Kau menginginkan rencana. Rencanaku adalah mencintaimu. Aku sudah cukup lama mencintaimu. Kita bisa membicarakan ini secara langsung. Aku akan melakukan semua yang kau mau. Kalau itu membuatmu tertekan, abaikan pesan ini. Aku akan baik-baik saja. Kita akan kembali berteman. Aku bersumpah tidak akan terjadi apa-apa. Tapi  jika kau peduli kepadaku meski sedikit, atau jika kau merindukanku, hubungi aku.”


Karena ponsel Hye Kyung masih ada di tangan Pengacara Oh, diapun mendengar pesan suara yang ditinggalkan oleh Joong Won dan tepat disaat itu, pihak polisi dan kejaksaan datang untuk menangkap Tae Joon kembali, karena pembebasan bersyarat Tae Joon di batalkan oleh hakim. Sebelum dibawa pergi polisi, Tae Joon berterima kasih pada Hye Kyung karena selalu ada di sampingnya dan kemudian Tae Joon  memeluk Hye Kyung di depan jepretan kamera awak media. 

Melihat apa yang terjadi pengacara Oh diam-diam menghapus satu pesan suara yang di tinggalkan oleh Joong Won. 


Tae Joon dan Pengacara Oh sekarang berhadapan dengan jaksa Choi yang mengungkapkan kecurigaannya terhadap kematian Presdir Cho. Jaksa Choi berasumsi kalau Presdir Cho dibunuh ketika dia berada di bar, karena di bar tersebut di temukan darah Presdir Cho. Namun Tae Joon tak mendengarkan apa yang Jaksa Choi katakan, pikiran Tae Joon terus teringat pada Hye Kyung yang saat diminta maju, terlihat bimbang karena mendapatkan telepon dari Joong Won.  Saking tak pedulinya dengan apa yang Jaksa Choi katakan, Tae Joon bahkan minta di sudahi interogasinya, karena sekarang Hye Kyung masih menunggu. 

Namun Jaksa Choi tak mau, dia malah membahas tentang Amber juga. Dia menyindir Tae Joon yang pasti merasa senang karena Amber dan Presdir Cho tidak bisa bersaksi untuk menjatuhkannya. Tapi Jaksa Choi meyakinkan kalau semuanya tidak akan berjalan sesuai keinginan Tae Joon. 

“Aku mencari sesuatu akhir-akhir ini. Berkas penyidikan internalmu. Saat kau memenjarakan kolega dan seniormu atas korupsi, salah satu orang yang pertama diselidiki adalah kau. Kau menghapus berkasnya saat mengurus kasusnya. Aku sedang mencarinya,” aku Jaksa Choi dan Tae Joon menjawab kalau saat itu dia membiarkan Jaksa Choi lolos karena ayahnya saat itu meninggal. 

“Kau lupa? Benar. Jika kau ingin membuang waktu, maka kau pasti lupa. Aku siap,”ucap Tae Joon optimis.


Saat menunggu Tae Joon, Hye Kyung mendengar pesan suara yang Tae Joon tinggalkan, namun dia hanya mendengar pesan suara Joong Won yang pertama. Hye Kyung tidak tahu kalau Joong Won meninggalkan pesan suara dua kali dan pesan keduanya sudah di hapus oleh Pengacara Oh. 


Tepat disaat itu Jaksa Choi keluar dan dia hanya melewati Hye Kyung tanpa bicara sepatah katapun. Tak lama kemudian Pengacara Oh ikut keluar dan dia memberitahu Hye Kyung kalau mereka sudah selesai hari ini. Sebelum Hye Kyung menemui Tae Joon, Pengacara Oh berpesan, jika Hye Kyung butuh bantuan, apapu itu, Hye Kyung bisa menghubunginya. 


Joong Won sudah berada di tempat Gym, sambil bermain treatmill, dia melihat konferesi press Tae Joon dan menunggu telepon dari Hye Kyung. Tapi sampai konferensi press berakhir, Hye Kyung masih tak menghubunginya. Tentu saja Joong Won terlihat kecewa dan dia mengakhiri olahraganya dan pergi. 



Keesokanharinya, Joong Won dan Hye Kyung hanya saling lihat dari jauh. Di pikiran Joong Won, dia sudah mengatakan rencananya pada Hye Kyung, namun Hye Kyung tetap mengabaikannya dan ingin mereka hanya berteman. Sedangkan di pikiran Hye Kyung, Joong Won ingin mereka melupakan apa yang sudah dia katakan kemarin dan mereka berteman saja. Ya, diantara mereka berdua terjadi kesalahpahaman gara-gara ulah pengacara Oh. 



Hye Kyung dan Joon Ho dipanggil keruangan Myung Hee, Joong Won pun ikut pergi kesana untuk mendengar apa yang ingin Myung Hee katakan pada mereka berdua. Pertama, Myung Hee mengucapkan selamat karena Myung Hee berhasil memenangkan kasus Tuan Jang dan dia juga memuji kerja keras Joon Ho dalam menangani kasus penyelesaian warisan. 

“Kalian tahu kami akan memutuskan lebih awal, bukan? Kami mempertimbangkan cukup lama karena kalian sama-sama hebat. Kau (Hye Kyung) membawa banyak klien dan memenangkan banyak kasus. Kau (Joon Ho) mengurus banyak kasus yang meningkatkan pendapatan firma. Berdasarkan kinerja, kalian berdua hebat. Namun cara kalian bekerja sangat berbeda. Pengacara Kim mudah tersentuh oleh kliennya. Kau yakin klien tidak bersalah dan memutuskan atas dasar itu. Pengacara Lee bergantung pada penilaian firma. kau meminta saranku saat butuh bantuan lagi. Ini bukan tentang etos kerja siapa yang lebih bagus. Namun itu memperjelas pengacara baru seperti apa yang firma butuhkan,” ucap Myung Hee dan Joon Ho tersenyum puas mendengarnya, karena dia lebih unggul dari Hye Kyung di mata Myung Hee. 

“Tapi klien mendukung penilaianku. Aku juga memenangkan kasus mereka,” jawab Hye Kyung

“Ini bukan tentang menang atau kalah. Kau beruntung karena bertemu dengan klien yang tidak bersalah. Kalau tidak begitu, bisakah kau membantu klien? Aku yakin kau akan menjadi pengacara hebat. Tapi firma ini butuh pengacara yang membawa keuntungan,” ungkap Myung Hee dan Hye Kyung bertanya apa Myung Hee sudah memutuskan. Myung Hee menjawab belum ditentukan, karena mereka masih punya waktu sampai tanggal yang dijadwalkan.

Myung Hee kemudian berkata kalau Hye Kyung bisa berusaha lebih keras lagi atau juga memilih untuki menyerah, kalau Hye Kyung menyerah, Myung Hee bersedia merekomendasikannya ke firma lain. 

“Aku akan bekerja keras sampai hari penentuan. Aku tidak ingin kalah seperti ini,” jawab Hye Kyung. 

“Baiklah. Aku akan memperhatikanmu secara objektif, tapi tolong pahami posisimu tidak menguntungkan untuk saat ini,” ingat Myung Hee pada Hye Kyung.

Keluar dari ruangan Myung Hee, Joon Ho berkomentar kalau Hye Kyung orang yang gigih juga. Kalau dia jadi Hye Kyung, dia pasti akan menyerah. Hye Kyung pun menjawab kalau dia tidak suka menyerah separuh jalan dan mengajak Joon Ho untuk bekerja keras sampai akhir.



Joong Won bertanya pada sang kakak, apa dia tidak suka pada Hye Kyung karena kinerjanya. Mendapat pertanyaan itu, Myung Hee menjawab kalau Hye Kyung memang lebih kompeten, dia berani mengurus kasus apapun dan ternyata karena alasan itulah Myung Hee memperingatkan Hye Kyung. Sebeasar apa perubahannya, semua itu tergantung pada Hye Kyung sendiri. Jadi kesimpulannya, keputusan Myung Hee masih bisa berubah. Joong Won mengerti dan ketika dia hendak pergi, Myung Hee membahas tentang Tae Joon yang akan di vonis tak bersalah setelah kematian Presdir Cho. 

“Kemungkinan besar, Pengacara Kim akan tetap bersama suaminya, kau tidak punya kesempatan. Menyerahlah,” ucap Myung Hee.

“Jangan bicara sembarangan. Kami hanya berteman sejak awal,” jawab Joong Won dan pergi.


Joon Ho pergi ke club, karena merasa dia sudah mengungguli Hye Kyung dan sepertinya dia akan memenangkan posisi pengacara, malam itu pun digunakan Joon Ho untuk bersenang-senang. Setelah puas berjoged, Joon Ho duduk di samping wanita berbaju merah. Wanita itu kemudian memberi Joon Ho sebuah obat dan Joon Ho pun terima-terima saja, tanpa tahu itu obat apa. 


Kebalikan dengan apa yang Joon Ho lakukan, di rumah Hye Kyung sibuk menghitung biaya rumah tangganya. Ji Hoon muncul dan mengaku pada ibunya kalau dia sedih, Tae Joon di tahan lagi. Dia kemudian bertanya pada ibunya, apa ayahnya benar-benar membunuh orang. Tentu saja Hye Kyung menjawab tidak, dia berkata kalau jaksa sudah membuat kesalahan. 


Saat tengah tidur, Hye Kyung mendapat telepon dari Myung Hee yang memintanya datang ke kantor. Itu adalah panggilan darurat dan mereka harus kerja semalaman, jadi Myung Hee minta Hye Kyung datang dengan sekalian membawa peralatan mandi dan alat make up. 


Setelah Myung Hee menutup telepon Hye Kyung, seorang wanita bernama Chae Yeon datang dengan wajah panik dan langsung memeluk Myung Hee. Pada Chae Yeon, Myung Hee berjanji akan menyelamatkan suaminya. 



Joong Won juga dalam perjalanan menuju kantor dan dia menelpon Joon Ho yang saat itu sedang tidur bersama wanita. Ternyata dia tidur bersama wanita yang memberinya obat dan karena obat yang dia minum, Joon Ho masih merasa pusing. Wanita itu berkata kalau Joon Ho pasti sedang merasa stres berat, sehingga efek obatnya jadi seperti itu. 

Karena ponselnya terus berbunyi, Joon Ho pun mengangkatnya. Joong Won menelpon untuk meminta Joon Ho segera datang ke kantor. Namun kondisi Joon Ho masih tak bagus untuk pergi kerja, mau mengambil baju saja dia sampai terjatuh dari tempat tidur. 


Kim Dan sudah berada di lokasi kejadian dan penyidik kejaksaan yang bertugas memperbolehkan dia ikut memeriksa TKP, karena si penyidik pikir, Dan bisa membantunya. Ternyata itu adalah kasus terbunuhnya baby sitter dan yang jadi tersangkanya adalah suami Chae Yeon. Chae Yeon adalah pengusaha yang sukses, sedangkan suaminya adalah pengangguran yang kerjaannya hanya menonton film tiap tengah malam dan sampai sekarang suaminya belum bisa dihubungi, karena ponselnya tidak aktif. 


Kembali pada Myung Hee yang bertanya pada Chae Yeon tentang keberadaan suaminya. Chae Yeon menjawab kalau suaminya selalu menonton film di bioskop, jadi setiap Jum’at malam mereka menyewa baby sitter untuk menjaga anak mereka. Sejak tak bekerja, suami Chae Yeon selalu berada di rumah, karena itu seminggu sekali dia ingin menikmati waktu sendiri dengan menonton di bioskop. 

Chae Yeon kemudian bertanya pada Myung Hee dan Joong Won, apa menurut mereka, suaminya yang sudah membunuh baby sitter mereka? Mendengar pertanyaan itu, Myung Hee dan Joong Won tak menjawab, Myung Hee hanya melihat ke arah Joong Won dan Joong Won kemudian meminta nomor telepon suami Chae Yeon untuk di hubungi lagi.


Kembali ke TKP, si penyidik memberitahu Dan kalau korban bernama  Jeong Si Yeon. Dia masih kuliah dan menjadi baby sitter paruh waktu. Saat melihat-lihat situasi di dapur, Dan menunjuk sebuah benda berbentuk bulat di lantai dan si penyidikpun mengambilnya lalu bertanya benda apa itu.

“Entahlah, aku memberitahumu karena melihatnya,” jawab Dan kemudian mengambil gambar benda itu.

“Kau benar-benar membantu,” gumam si penyidik dan menyimpan benda itu sebagai barang bukti. 

Mereka kemudian pergi ke kamar mandi dimana mayat korban masih ada disana. Senjata yang digunakan untuk membunuh adalah pisau dan itu adalah pisau dapur. Selain itu, alarm-nya juga dimatikan. Dari situasi TKP, si penyidik pun menerka kalau suami Chae Yeon lah yang membunuhnya. 


Kim Dan kemudian masuk kamar mandi dan memeriksa kondisi mayat. Di kepala mayat ditemukan luka bekas hantaman benda keras dan itu bukanlah karena pisau, jadi senjata yang digunakan sipelaku bukan hanya pisau tapi ada benda lain. Si penyidik dan Kim Dan pun bertanya-tanya kenapa si pelaku hanya meninggalkan pisau dan membawa senjata lainnya. 


Hye Kyung sampai kantor dan kebetulan dia naik lift bareng dengan suami Chae Yeon. Pada Hye Kyung, suami Chae Yeon mengaku kaget, ketika dia keluar bioskop, ada 12 panggilan tidak terjawab. Jadi, dia bertanya pada Hye Kyung tentang apa yang sebenarnya terjadi? Apa perusahaan Chae Yeon mendapat masalah? Hye Kyung pun menjawab tidak tahu, karena dia sendiri belum tahu pokok permasalahannya. 

Saat bertemu, Chae Yeon langsung memeluk suaminya. Melihat Chae Yeon sedih, Tuan Park pun bertanya ada apa? Namun sebelum Chae Yeon sempat menjawab, Joong Won mengajak Tuan Park bicara.


 Joong Won kemudian menanyai Tuan Park bersama Hye Kyung dan Joon Ho. Tuan Park mengaku kalau dialah orang terakhir yang menemui Si Yeon, karena dia yang menunggu rumah dan kemudian mempersilahkan Si Yeon masuk lalu pergi ke bioskop. 

“Kalian pikir aku membunuhnya? Apa polisi mencurigaku?” tanya Tuan Park setelah menyadari situasinya. 

“Ya, sebab kau orang terakhir yang menemuinya. Tidak ada tanda-tanda masuk paksa,” jawab Joong Won dan kemudian berkata  kalau dia sudah memberitahu kejaksaan untuk membawa Tuan  Park besok pagi, karena mereka akan bicara sampai pagi. 

Sebelum menginterogasi Tuan Park, Joong Won akan melakukan tes poligraf terlebih dahulu pada Tuan Park, karena yang Joong Won butuhkan bukanlah pengakuan Tuan Park, tapi hal-hal apa saja yang bisa dikatakan pada jaksa. Seperti, apakah Tuan Park harus tetap diam atau mengatakan semuanya? 

Tepat disaat itu Dan menelpon dan memberitahu Joong Won kalau sekarang polisi dan kejaksaan sedang menuju ke firma untuk menangkap Tuan Park. Tak mau membuang waktu, Joong Won langsung melakukan tes poligrafnya.


“Selama 48 jam ke depan, jaksa akan menginterogasi Pak Park dan menentukan akan mendakwanya atau tidak. Itu akan menjadi masa terpenting dalam hidupnya. Setelah sidangnya dimulai, itu akan berlangsung selama satu sampai dua tahun. Tujuan kita membuat mereka berpikir bahwa suaminya tidak bersalah,” jelas Joong Won pada Hye Kyung dan Joon Ho. Namun Joon Ho tak mendengarkanya, dia malah mengganggu Hye Kyung dengan menyentuh lehernya. Joon Ho hendak melakukan hal yang sama pada Joong Won, dia ingin menyentuh leher Joong Won, untungnya Hye Kyung dengan cepat menarik tangan Joon Ho. 

“Aku naik lift bersama suaminya. Dia tidak tahu kenapa dia kemari. Jika dia memang pembunuhnya, dia cocok menjadi aktor,” ucap Hye Kyung.


“Itu lebih baik. Lebih mudah membela orang tidak bersalah,” jawab Joong Won dan tepat disaat itu, polisi datang dan menangkap Tuan Park. Melihat suaminya hendak di bawa polisi, Chae Yeon kembali memeluknya dan menangis. 

Karena situasinya tak seperti yang di perkirakan, Joong Won pun berkata pada Hye Kyung kalau waktu mereka tinggal 48 jam.


Hye Kyung dan Joon Ho pergi ke jaksaan dan disana mereka bertemu dengan Do Sub. Ternyata Do Sub yang di tugaskan menjadi jaksa untuk kasus Tuan Park dan Do Sub begitu bersemangat karena dia sekali lagi akan melawan Hye Kyung. Tepat disaat itu Joong Won muncul dan mengajak Do Sub membicarakan kasus tersebut. Tak mau Joon Ho nantinya mengacau, Hye Kyung pun berkata pada Joong Won kalau dia dan Joon Ho akan menemui Tuan Park. Jadi mereka pun berpisah tempat.

Karena Joon Ho masih terbawa pengaruh obat yang dia minum, Hye Kyung pun menyuruhnya  pulang dan berjanji akan memberitahu yang lain kalau dia sedang sakit. 


Kim Dan menelpon Joong Won dan berkata kalau dia sudah mengirim foto karet kaki laptop. “Temanku di forensik bilang, mungkin itu terlepas saat pembunuh memukul kepala korban dengan laptop. Jika kau melihat laptop Pak Park, periksalah jika bungkus atau karet kakinya masih sama,” sambung Dan. Setelah menutup telepon dari Dan, Joong Won kembali menemui Do Sub karena mereka juga harus bicara berdua membahas kasus Tuan Park. 


Beralih ke pengacara Oh yang memberitahu Tae Joon kalau dia sudah mengutus Tuan Kang ke kampung setelah memberinya uang. Pengacara Oh juga sudah memberitahukan kejadian sebenarnya dan Tuan Kang meminta maaf. 

“Aku berjanji kepada istriku bahwa aku akan berubah. Ini kesempatan terakhirku. Ini kesempatanku untuk memulai lembaran baru. Dipenjara mungkin bentuk penebusan dosa,” ungkap Tae Joon. 

“Jaksa Lee.”

“Jangan cemas. Aku hanya akan dipenjara setelah berjuang sampai akhir. Aku orang yang gigih,” aku Tae Joon yang akan berjuang sampai titik darah penghabisan. 

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 9 - 2

1 comment :

  1. tetap semangat ya mbak Lilik. Aq selalu mengikuti drama ini. Ceritanya keren abis. Masih misteri siapa sih sebenarnya pembunuh Presdir Cho. Lihat di dramabeans rating The Good Wife lumayan tinggi. Semoga endingnya terjawab semua misterinya

    ReplyDelete