August 21, 2016

The Good Wife Episode 8 - 2


Tae Joon dan Pengacara Oh menemui Lee Won Seo dari Partai Demokrat Korea. Sedangkan Hye Kyung menemui Tuan Jang dan berkata kalau dia harus mencari cara untuk melemahkan rekaman GPS sebagai buktinya, walaupun sepertinya hal itu tidak akan mudah dilakukan, karena Jaksa Baek mengira bahwa Tuan Jang memanggil Yoo Hyun Jung ke firma lalu menyerahkannya pada si pembunuh.

“Mobil itu datang ke firma kami?” tanya tuan Jang dan Hye Kyung mengiyakan. “Bukan aku pelakunya. Aku tidak membocorkan kepada siapa pun tentang dia,” jelas Tuan Jang dan ketika Hye Kyung bertanya dimana Tuan Jang pada hari itu, Tuan Jang menjawab kalau hari itu dia bermain bisbol.


“Ada minimal 30 saksi dari kedua tim bisbol. Jaksa penuntut sudah mengetahuinya,” ucap Tuan Jang dan  Hye Kyung bertanya apa ada pegawai di firma hukum Tuan Jang yang mengetahui nama saksi juga. Tuan Jang menjamin tidak ada yang tahu, karena saat itu dia sendiri yang mengurus kasus itu. Namun ketika diingat-ingat, Tuan Jang berkata kalau sepertinya Yu Mi tahu tentang nama saksi. Yu Mi adalah istri Tuan Jang dan pada saat itu Yu Mi bekerja sebagai sekretaris Tuan Jang. Tapi Tuan Jang merasa, Yu Mi tidak akan melakukan hal itu. Tuan Jang yakin kalau Hyun Jung hanya kebetulan di culik dekat firma hukumnya.

“Katamu kamu meminjam uang untuk mendirikan firma, ya? Meminjam dari siapa?” tanya Hye Kyung.

“Bukan Yu Mi orangnya. Yu Mi bilang dia meminjam dari kerabatnya,” jawab Tuan Jang dan Hye Kyung memutuskan untuk menemui Yu Mi. Namun Tuan Jang meminta Hye Kyung tidak melakukan hal tersebut, dia ingin Hye Kyung hanya membelanya saja, jangan membawa-bawa Yu Mi.

“Dae Seok, kamu tidak sadar? Jaksa akan segera mengetahuinya. Yu Mi akan menjadi tersangka,” ucap Hye Kyung dan karena rasa cintanya pada Yu Mi, Tuan Jang pun berkata kalau dia yang akan menyerahkan diri, dia akan mengaku  sebagai pelakunya. Jadi, dia meminta Hye Kyung untuk menjaga Yu Mi.


Kita beralih pada Tae Joon dan pengacara Oh yang menemui Won Seo. Wanita yang bernama Won Seo itu begitu menyukai Tae Joon yang tampan dan tingggi, karena pria yang punya fisik tampan akan unggul dalam dunia politik. Oleh sebab itulah, Won Seo menyayangkan karena dirinya yang tak cantik.

“Istrimu juga cantik. Kalian berdua sangat serasi. Aku menjadi ingin menyemangatimu,” ucap Won Seo mengubah topik dan Tae Joon berkata kalau dia sudah banyak berbuat salah pada istrinya. Won Seo pun berkata kalau mulai sekarang Tae Joon harus bersikap lebih baik lagi pada Hye Kyung, karena menurutnya wanita tidak pernah berharap banyak. Wanita hanya ingin ada orang yang hanya menyukai mereka dan tidak bisa hidup tanpa mereka. Jadi Tae Joon harus melakukan hal seperti itu mulai sekarang.

Tae Joon mengerti dan dia kemudian bertanya apa alasan Won Seo memanggil mereka. Karena Tae Joon bertanya, Won Seo bertanya apa Tae Joon pikir dia akan menang dalam sidangnya. Tentu saja Tae Joon menjawab iya.

“Kita akan berbicara detailnya setelah sidang selesai. Kamu harus mengajak istrimu. Dia juga sangat bergaya. Aku harus belajar sedikit darinya,” ucap Won Seo dan tertawa lalu mengajak mereka berdua minum.


Won Seo dan Pengacara Oh keluar bersama dan Seo Woo bertanya apa Pengacara Oh sudah menyiapkan strategi. Pengacara Oh pun mengiyakan dan dia akan menceritakan semua sambil jalan. Tae Joon masih di tempat makan sendirian dan tepat disaat itu dia mendapat telepon dari seseorang.

“Aku pergi. Semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” ucap Tae Joon dan kemudian menutup teleponnya.


Joong Won hendak masuk ruangannya dan di dalam ruangan sudah ada Presdir Cho menunggunya. Sebelum masuk, Joong Won melihat ke ruangan sang kakak, dimana Myung Hee sedang menatap dengan pandangan tak suka padanya.


Presdir Cho mengaku kalau orang yang memberitahu nama saksi padanya adalah Yu Mi, istri Tuan Jang. Tujuan dia mengaku adalah agar firma Joong Won bisa mengajak jaksa penuntut berunding, karena kalau sampai nama Presdir Cho di seret maka Tae Joon akan di penjara.

“Kamu hanya perlu berfokus membuktikan ketidakterlibatan Jang Dae Seok. Karena anak buahku akan mengamankan Yu Mi malam ini,” ungkap Presdir Cho yang menambahkan kalau dia akan mengamankan Yu Mi ke luar negeri, ke tempat yang sepi. Jadi, Presdir Cho minta agar Joong Won yang memberitahu Tuan Jang, karena Tuan Jang akan bertindak bodoh jika ketakutan. Untuk semua permintaannya itu, Presdir Cho memberikan uang sekoper pada Joong Won.


“Pakailah jika perlu. Tampaknya kamu membutuhkan uang. Berpura-puralah tidak acuh selama beberapa hari. Tanpa Tae Joon, semua akan berjalan sesuai kemauanmu. Bukan begitu?” ucap Presdir Cho dan kemudian berjalan pergi.


Joon Ho menemui Dan dan membenarkan tentang apa yang dia katakan sebelumnya, bahwa mereka akan semakin di akui jika tidak terlalu gelisah. Joon Ho merasa senang karena Presdir Seo menunjuk dia menjadi penanggung jawab dalam kasus rel. Dan kemudian membahas tentang penentuan Joon Ho dan Hye Kyung yang akan dilaksanakan pekan depan.

“Rumornya menyebar. Karena itulah kamu membantu pengacara lain agar bisa menjadi asisten pengacara mereka. Kamu ingin menangani kasus yang lebih banyak sebelum penentuan,” ucap Dan.

“Aku kasihan kepada Pengacara Kim. Dia menangani kasus pembunuhan. Tapi, keputusannya tidak akan ada sebelum pekan depan. Itu tidak akan ikut dinilai. Ada yang bukan dari serikat buruh menjadi klienku dalam kasus rel,” ucap Joon Ho dengan bangganya.

Dan pun memberinya selamat, tapi bagaimanapun Joon Ho harus tetap waspada, karena dia tidak akan pernah mengetahui apa yang akan terjadi. Joon Ho kemudian bertanya pada Dan tentang pendapatnya mengenai bekerja sama dengan Joong Ho, Joon Ho merasa kalau cara kerja Dan lebih cocok dengannya dari pada dengan Hye Kyung. Tepat disaat itu, Dan mendapat telepon dari Hye Kyung.

“Seperti yang kamu lihat, aku terlalu sibuk,” ucap Dan sambil menunjukkan ponselnya yang mendapat panggilan dari Hye Kyung.


Hye Kyung menelpon Dan untuk memberitahukan kalau  Yu Mi lah yang sudah membocorkan informasi si saksi pada si pembunuh dan sekarang Hye Kyung sudah berada di kantor Tuan Jang untuk menemui Yu Mi. Jadi, Hye Kyung meminta Dan untuk mencari tahu seberapa banyak yang Jaksa Baek ketahui mengenai informasi itu. Tepat disaat itu Yu Mi muncul, jadi Hye Kyung pun buru-buru keluar mobil, dia sampai lupa membawa ponselnya.

Seorang pria masuk ke ruangan yang sepertinya sedang di renovasi. Karena terdengar ada orang datang, pria itu pun langsung bersembunyi. Ternyata yang datang adalah Hye Kyung dan Yu Mi. Ruangan itu adalah kantor Tuan Jang yang sedang di renovasi. Mereka berdua pun kemudian berbicara di tempat itu, mereka tak tahu kalau ada pria misterius yang bersembunyi di sana.


Joong Won menelpon Hye Kyung, namun tak diangkat dan kebetulan Joong Won bertemu dengan Dan, dari Dan Joong Won tahu kalau sekarang Hye Kyung sedang berada di kantor Tuan Jang untuk menemui Yu MI. Mengetahui hal itu, Joong Won langsung panik dan langsung menelpon Presdir Cho.


“Presdir Cho, kamu akan membunuh Ahn Yu Mi? Kamu sudah mengutus orangnya?” tanya Joong Won dengan panik saat Presdir Cho mengangkat teleponnya.

“Kukira kamu tidak tertarik. Kamu berubah pikiran?”

“Aku pengacaramu. Aku akan menjaga rahasiamu.”


“Tidak perlu tahu terlalu banyak. Lakukan saja permintaanku,” jawab Presdir Cho dan menutup teleponnya. Saat itu Presdir Cho sedang ada pertemuan dengan Do Sub. Dia pikir Do Sub mengajak ketemuan karena masih ada sesuatu yang harus dibicarakan mengenai kasus Tae Joon, jadi dia menanyakan keberadaan Jaksa Choi.


Do Sub menjawab kalau Presdir Choi sedang sibuk, jadi dia mengajak orang lain untuk bertemu dengan Presdir Cho. Siapa yang Do Sub ajak? Ternyata dia mengajak Tae Joon, tentu saja Presdir Cho kaget melihat Tae Joon muncul dengan membawa banyak bodyguard.

“Jaksa Park. Kamu ingin aku minum bersama penjahat?” tanya Presdir Cho pada Do Sub.

“Silakan kalian berbincang,” jawab Do Sub dan kemudian pamit pergi pada Tae Joon. Setelah Do Sub pergi, Tae Joon langsung mengeluarkan semua berkas tentang Presdir Cho, tentang penyelundupan yang Presdir Cho lakukan dengan menggunakan nama anaknya, Hae Yool. Tae Joon juga tahu kalau semua keluarga Presdir Cho ada di Amerika. Melihat semua berkas itu, Tae Joon sangat yakin kalau dia akan masuk penjara jika di laporkan.

“Hae Yool, 10 tahun, pasti menderita karena keluarganya. Penggelapan dana, penipuan dan pemalsuan dokumen. Perusahaanmu kacau. Jika kamu didakwa atas pembunuhan, aku ragu Kepala Jaksa Choi bisa menolongmu,” ucap Tae Joon.


“Kamu memakai trik lama kepadaku? Aku menjadi lega. Kamu selalu marah setiap kulibatkan Pengacara Kim, jadi, kukira ada yang tidak beres denganmu. Sepertinya aku terlalu bersantai. Kini kamu bisa dipercaya. Jaksa. Jika aku bersaksi untuk mendukungmu, bisakah kamu membereskan masalah ini untukku?” tanya Presdir Cho dan Tae Joon menjawab tidak. Dia tidak akan melakukan apapun untuk Presdir Cho, tapi Presdir Cho harus melakukan semua permintaan Tae Joon.


Yu Mi mengaku pada Hye Kyung kalau pihak Presdir Cho bilang hanya ingin bicara dengan saksi, jadi karena itulah Yu Mi menghubungi Hyun Jung. Yu Mi tidak pernah menyangka kalau mereka akan membunuh Hyun Jung. Yu MI menangis ketika mengetahui kalau Tuan Jang tau tentang apa yang dia lakukan.

“Aku hanya ingin menolong suamiku. Keuangannya sedang sulit. Kukira semuanya akan lancar. Bagi dia dan kami,” ucap Yu MI dan menangis. Tepat disaat itu, Hye Kyung melihat bayangan seseorang yang membawa pisau.


Dalam perjalanan menuju kantor Tuan Jang, Joong Won menelpon Jaksa Baek dan memintanya untuk mengirim polisi ke kantor Tuan Jang. Joong Won memberitahunya kalau Yu Mi dalam bahaya.


Merasa dalam bahaya, Hye Kyung menarik Yu Mi dan mengajaknya pulang. Sasarannya hendak pergi, si pembunuh pun menampakkan diri dan mengejar mereka berdua. Karena pintu lift tak bisa langsung terbuka mereka berdua pun turun menggunakan tangga darurat. Namun sayang, mereka menemukan jalan buntu dan pintu keluar juga tak bisa dibuka. Hye Kyung berusaha melawan dengan  mengibaskan tasnya dan karena perlawanan itu tangan Hye Kyung terkena pisau.

Si pembunuh menyuruh Hye Kyung minggir, karena sasaran dia sebenarnya adalah Yu Mi, namun Hye Kyung tak mau minggir, dia malah menyuruh si pembunuh pergi dan berjanji tidak akan melaporkannya pada polisi.

“Apa itu karena kamu didukung oleh suamimu? Minggir,” ucap pembunuh dan Hye Kyung kaget mendengar si pembunuh tahu dengan Tae Joon.

Beralih pada Tae Joon dan Presdir Cho, dimana Presdir Cho bertanya apa Tae Joon ingin memakai kesempatan ini untuk berterus terang dan menjadi orang baru. Namun Tae Joon tak mau membahasnya, dia hanya ingin Presdir Cho menjawab apa dia mau mematuhi apa yang Tae Joon bilang atau tidak.


Joong Won sudah berada di kantor Tuan Jang dan dia tak menemukan Yu Mi ataupun Hye Kyung disana, jadi dia langsung menelpon Presdir Cho lagi. Melihat nama Joong Won di ponsel Presdir Cho, Tae Joon pun langsung mengangkatnya tanpa bicara.


“Di mana Hye Kyung? Jika kamu menyakitinya, aku akan membunuhmu. Katakan. Di mana Hye Kyung?Di mana dia?” teriak Joong Won yang tak tahu kalau yang mengangkat teleponnya adalah Tae Joon.


Setelah menutup telepon dari Joong Won, dengan tatapan serius Tae Joon bertanya apa Presdir Cho menyakiti Hye Kyung? Merasa menang, Presdir Cho pun mengajak Tae Joon bicara 4 mata tanpa body guard untuk mendiskusikan semuanya. Namun Tae Joon tak mau melakukannya, dengan cepat Tae Joon menangkap tangan Presdir Cho dan menusuknyasampai tembus.




Joong Won berteriak memanggil Hye Kyung dan Hye Kyung pun menjawabinya. Tepat disaat itu, si pembunuh ditelpon oleh Presdir Cho yang sambil meringis menyuruhnya pergi dari tempat itu. Setelah si pembunuh pergi, Joong Won sampai di tempat itu. Ketika dia melihat Hye Kyung, Joong Won langsung memeluk Hye Kyung dan meminta maaf padanya.



Mereka sekarang sudah berada di kantor polisi dan tak punya pilihan lain, Yu Mi pun mengakui kesalahannya. Tepat disaat itu Jaksa Baek muncul dan berkata kalau dia sudah mendengar semuanya dari Presdir Cho. Joong Won pun berkata kalau dia menyembunyikan semuanya dari Jaksa Baek karena hak istimewa pengacara dan kleinnya.

“Kamu pernah melanggarnya saat berbincang denganku. Jika mau, aku bisa membuat lisensi advokatmu dicabut,” ucap Jaksa Baek dengan marah.

“Menurut kode etik pasal 26, tugas pengacara untuk melindungi publik dari pembunuhan lebih utama daripada hak istimewa pengacara dan klien. Itulah pertimbanganku atas perbuatanku tadi,” jawab Joong Won mengatakan alasan dia tadi menelpon Jaksa Baek untuk minta dipanggilkan  polisi.

“Lantas katakan semuanya kepadaku! Apa yang dikatakan Cho Guk Hyun? Dia membunuh Yu Mi? Apa dia mengaku membunuh Hyun Jung?” tanya Jaksa Baek dengan menggebu-gebu. Melihat tatapan mata Jaksa Baek, Joong Won pun teringat pada ucapan Jaksa Baek yang ingin mencaritahu pembunuh Hyun Jung, karena dia tak bisa menyelamatkan nyawa Hyun Jung. Saat itu, Jaksa Baek juga mengaku kalau dia sangat mencintai Hyun Jung.

Belum ada jawaban yang keluar dari mulut Joong Won, si pembunuh yang ingin membunuh Yu Mi tadi muncul di kantor polisi dan mengaku kalau dia yang sudah membunuh Hyun Jung, juga ingin membunuh Yu Mi. Tentu saja Jaksa Baek tak percaya, dengan marah Jaksa Baek mencengkram baju si pembunuh dan memintanya untuk mengatakan yang sebenatrnya.Dia menuntut si pembunuh mengatakan kalau Presdir Cho adalah orang di balik semua itu, namun si pembunuh malah berkata kalau dia tak mengenal Presdir Cho.


Di mobil, Joong Won menempelkan plester ke tangan Hye Kyung yang terluka. Hye Kyung mengucapkan terima kasih pada Joong Won yang sudah menyelamatkan dirinya dengan melanggar hal istimewa antara pengacara dan klien. Hye Kyung kemudian bertanya tentang Yu Mi dan Joong Won menjawab kalau Yu Mi akan di hukum, sedangkan Presdir Cho hanya akan di dakwa dan yang di salahkan adalah anak buahnya. Karena tidak mudah membuktikan bagaimana pembunuhannya terjadi, sampai ada yang melanggar hak istimewa pengacara dan klien.


Tepat disaat itu tersiar berita kalau Presdir Cho bunuh diri di sungai Han, tentu saja Joong Won dan Hye Kyung kaget mendengarnya. Si pembawa berita mengatakan kalau sampai sekarang jasad Presdir Cho tidak ditemukan, yang ditemukan hanya mobilnya saja.

Hye Kyung ditelpon Seo Yeon yang memberitahu kalau Tae Joon dituduh sudah membunuh orang dan karena hal itu, Tae Joon akan di penjara lagi. Mendengar Seo Yeon sedang bicara dengan Hye Kyung, Tae Joon pun meminta ponselnya. Tae Joon bertanya apa Hye Kyung bisa pulang sekarang?

Kita beralih pada Jaksa Choi dan Do Sub yang menemui hakim. Jaksa Choi menuduh Tae Joon sebagai pembunuh Presdir Cho, karena Presdir Cho di kabarkan mati setelah di panggil oleh jaksa penuntut umum.

“Saksi lain bisa ketakutan jika kamu tidak menangkapnya. Beri aku izin untuk membatalkan pembebasan bersyaratnya. Secepatnya,” pinta Jaksa Choi dan hakim hanya menghela nafas mendengar permintaan tersebut.




Pengacara Oh sedang mempersiapkan acara konferensi Presd untuk Tae Joon ketika Won Seo menelpon dan menanyakan apa nanti tidak akan ada masalah gara-gara rumor tentang Tae Joon yang semakin gawat. Pengacara Oh pun menyakinkan kalau tak akan ada masalah, karena mereka sudah menyiapkan semuanya sejak sebelumnya.

“Aku sudah bilang pada partai. Pengacara Oh. Jangan membuatku tampak seperti pembohong,” ucap Won Seo dan kemudian menutup teleponnya.



Hye Kyung menghampiri Tae Joon dan sepertinya Hye Kyung akan kembali mendampingi Tae Joon di konferensi pres-nya. Tae Joon pun berterima kasih karena Hye Kyung mau datang dan Hye Kyung menjawab kalau dia sudah berjanji akan menunggu sampai sidang Tae Joon selesai.

“Apa yang terjadi kepada Presdir Cho?” tanya Hye Kyung.

“Kudengar perusahaannya sedang kesulitan. Selain itu, penyelidikan tentang pembunuhannya akan dimulai. Mungkin dia berpikir bahwa tidak ada solusi. Kamu tahu, aku bukan jaksa terkenal. Jadi, saat dia menawarkan bantuan, kupikir aku punya peluang. Aku tidak mengetahui bahwa keputusanku salah. Saat menyadarinya, aku sudah melewati batas,” aku Tae Joon dan kemudian menggenggam tangan Hye Kyung. “ Kamu mampu membalik keadaan. Aku sungguh ingin menjadi jaksa yang baik sekarang. Inilah saatnya. Ini kesempatanku untuk menjadi orang baru. Agar itu terwujud, aku membutuhkanmu,” ucap Tae Joon meyakinkan Hye Kyung dan Hye Kyung pun mengaku kalau dia juga sangat berharap Tae Joon bisa berubah, walaupun dia ragu apa dia harus berada di sisi Tae Joon atau tidak.  Pengacara Oh muncul dan berkata pada Tae Joon kalau sudah waktunya bagi Tae Joon keluar. Tae Joon pun naik mimbar dan bersiap mengatakan semuanya di depan media.



Myung Hee menemui Joong Won dan bertanya apa Joong Won sudah melihat berita tentang Presdir Cho bunuh diri. Joong Won mengiyakan dan berkata kalau mereka tak perlu mengembalikan uang Presdir Cho, karena mereka dibayar secara tunai. Melihat Joong Won yang terlihat sangat frustasi, Myung Hee pun menyuruhnya istirahat.

“Nuna....  Kurasa tidak ada yang bisa menjadi orang baik. Aku ingin berbuat baik, tapi aku tidak pernah mendapatkan kesempatan,” ucap Joong Won pada kakaknya.

“Yang penting kamu sudah memantapkan pikiranmu. Apa kebaikan yang ingin kamu lakukan? Katakan saja. Tidak perlu ditahan. Kita keluarga,” tanya Myung Hee, namun Joong Won tak mau mengatakannya.

Setelah Myung Hee keluar, Joong Won melihat dadu pemberian sang ayah dan kemudian membuka kontak Hye Kyung di ponselnya.

Kita beralih pada Tae Joon yang berkata, “Tahun lalu, aku meminta maaf kepada kalian dan keluargaku. Ini tentang kegagalan pribadiku. Aku melanggar janji nikahku dan kubilang itu saja yang sudah kulanggar.”


Hye Kyung sedang menyimak apa yang Tae Joon katakan di depan media dan tepat disaat itu, dia mendapat telepon dari Joong Won yang ingin membahas tentang hubungan mereka berdua. Joong Won memutuskan untuk mengatakan semua pada Hye Kyung, sebelum dia akan menyesalinya.

“Aku mencoba mengabaikan kasus Yu Mi. Karena itu lebih menguntungkanku. Tapi, saat kupikir kamu bisa terluka karenanya, rasanya aku hampir gila. Jika aku ingin menjadi orang baik... Maksudku, jika aku menjadi orang baik, semuanya karena kamu. Aku ingin menjadi orang yang baik bagimu,” aku Joong Won.

Di ruang konferensi pres, Tae Joon mengaku kalau selama penyelidikan kasus yang dia tangani sebelumnya, dia dibantu oleh Presdir Cho. Namun, seperti yang jaksa penuntut umum katakan, Tae Joon tidak pernah menerima suap darinya.  Meskipun begitu, hubungan mereka berdua menjadi dalih bagi jaksa penuntut umum untuk memanggil Presdir Cho dan menyelidikinya.

“Presdir Cho mengaku kepadaku bahwa jaksa memaksanya untuk bersaksi sedemikian rupa guna menyerangku,” tambah Tae Joon dengan tegas.

Kembali ke obrolan Joong Won dan Hye Kyung, dimana Joong Won berkata kalau dia menyulitkan Hye Kyung dan tak bisa berada di dekat Hye Kyung seperti sekarang, Joong Won berjanji akan berusaha menahannya.

“Tapi, aku sudah tidak tahan lagi. Seperti sekarang, aku tidak sanggup terus naik dan turun atau merasa senang dan kecewa. Aku tidak sanggup lagi. Hye Kyung. Aku benar-benar...”

“ Joong Won-a..,” potong Hye Kyung.

“Biarkan aku mengatakannya. Aku ingin mengatakannya meskipun akan kusesali nanti.”


Kita kembali pada Tae Joon yang mengatakan pada media kalau Presdir Cho merasa tidak tahan dengan tekanan jaksa dan membuatnya mengambil keputusan akhir. Setelah itu jaksa akan mencoba memenjarakan Tae Joon lagi, agar bisa menghentikan siapapun yang ingin mengungkap kebenaran mengenai suap itu.

Balik lagi ke Hye Kyung yang mengaku kalau yang dia butuhkan saat ini adalah rencana, bukan percintaan. “Rencana menjalani hidup. Aku tidak bisa hidup hanya dengan perasaan. Aku punya anak yang tidak akan kutinggalkan. Karena itulah aku di sini. Pers penuh dengan skandal dan aku punya suami. Jika aku pergi sekarang dan datang kepadamu, apa yang akan terjadi?”

Tak ada jawaban dari Joong Won, kita kembali beralih pada Tae Joon yang berkata, “Tanpa meluruskan kasus ini, aku tidak mau melakukan kesalahan kedua dalam hidupku. Keadilan harus menjadi inti dari kasus ini. Kita harus menangkap penjahat sesungguhnya.”



Hye Kyung memberitahu Joong Won kalau mengucapkan cinta memang mudah, tapi yang terjadi setelah itu yang akan sulit. “Jika masih ingin bersamaku, katakan apa rencanamu. Aku memang egois, tapi aku terpaksa melakukan ini sekarang,” ucap Hye Kyung dan tepat disaat itu Pengacara Oh muncul. Dia memberitahu Hye Kyung kalau konferensi pres-nya hampir selesai. Karena dia harus menemani Tae Joo, Hye Kyung pun menutup teleponnya.



“Istriku memberiku kesempatan berbuat benar,” ucap Tae Joon dan kemudian memanggil Hye Kyung untuk datang menghampirinya. Tepat disaat itu, Joong Won kembali menelpon. Hye Kyung pun berada didalam dilema, antara memilih Joong Won atau Tae Joon. Melihat Hye Kyung tak langsung menghampirinya, Tae Joon terlihat tegang dan menengadahkan tangannya pada Hye Kyung.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 9


No comments :

Post a Comment