August 19, 2016

The Good Wife Episode 8 - 1



Hye Kyung memutuskan pergi meninggalkan Tae Joon, namun Hye Kyung langsung menghentikan mobilnya ketika dia melihat anak-anaknya muncul. Hye Kyung tak jadi pergi. Mereka semua kembali ke rumah. 


Seo Yeon bertanya apa ayah dan ibunya bertengkar, Hye Kyung pun mengiyakan. Dia mengaku kalau dia dan Tae Joon sedikit bertengkar, tapi sekarang sudah tak apa-apa. Tae Joon menambahkan kalau ibu mereka hanya salah paham padanya, jadi mereka tidak perlu khawatir lagi.





Tepat disaat itu ponsel Hye Kyung berbunyi dan Hye Kyung pun pergi ke kamar untuk mengkatnya. Joong Won menelpon untuk bertanya apa Hye Kyung hampir sampai, karena dapurnya akan segera tutup. Dia juga bertanya Hye Kyung mau makan apa. Dengan nada menyesal, Hye Kyung memberitahu Joong Won kalau ada sesuatu yang terjadi di rumahnya, jadi dia tak bisa pergi. Walaupun kecewa, Joong Won menjawab tidak apa-apa, lagi pula besok mereka juga bisa bertemu.



Tae Joon kembali masuk kamar Hye Kyung dan mengaku kalau dia memang sudah mengacaukan hidup Hye Kyung dan anak-anak mereka. Dia juga meminta maaf atas apa yang dia katakan tadi. 

“Aku memercayaimu. Kukira kamu akan meninggalkanku dan aku ketakutan. Biar kuluruskan satu hal. Kasus Jang Dae Seok tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak cukup busuk untuk membantu pembunuh,” aku Tae Joon dan Hye Kyung berkata kalau dia akan membela kasus itu. Hye Kyung sangat yakin kalau dia akan menemukan kebenarannya. Tae Joon tahu, jadi karena itulah dia memberitahu Hye Kyung. 

“Tunggu saja sampai sidangku usai. Setelah itu, kita bisa bicara. Apa pun keputusanmu nanti, aku akan menerimanya,” ucap Tae Joon dan Hye Kyung setuju. Dia kemudian meminta agar mereka tidak bertengkar di depan anak-anak lagi dan Tae Joon juga setuju. 



Joon Ho menemui  Pengacara Lee dan memberikan susunan pokok-pokok yang mencurigakan tentang kasus yang sedang Pengacara Lee tangani. 

“Astaga. Kapan kamu mengerjakan ini? Aku menanyakannya semalam,” tanya Pengacara Lee. 

“Konsentrasiku sangat bagus. Karena itulah aku menjadi pengacara,” jawab Joon Ho dan Pengacara Lee merasa senang dengan apa yang Joon Ho kerjakan. Joon Ho kemudian meminta permen milik Pengacara Lee. Sebelum Joon Ho pergi, Pengacara Lee memberitahunya kalau keputusan diantara Joon Ho dan Hye Kyung akan di keluarkan pekan depan. Pengacara Lee berharap kalau orang yang berkompetenlah yang menang, jadi dia meminta Joon Ho untuk menunjukkan kemampuannya pada pegawai lain. 

“Saat Presdir mengatakan sesuatu, berpura-puralah tidak tahu. Astaga. Seharusnya aku tidak membocorkan rahasiaku,” ucap Pengacara Lee dan Joon Ho setuju, kalau orang yang berkompeten lah yang menang. 


Hye Kyung menemui Joong Won di ruangannya dan meminta maaf karena dia tak bisa datang tadi malam. Joong Won pun tak mempermasalahkannya, dia beralasan kalau dia menelpon Kye Kyung untuk membicarakan masalah pekerjaan. Dia memberitahu Kye Kyung kalau pemilihan pegawai untuk posisi pengacara junior baru akan dipercepat jadi pekan depan. Hye Kyung mengerti dan dia juga merasa kalau dia sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik. Selain itu, dia juga ingin di nilai berdasarkan kinerjanya, bukan hal yang lain. Joong Won pun mengiyakan. 


Baru saja Hye Kyung keluar ruangan Joong Won, Dan menghampiri dan mengatakan kalau dia menemukan cara untuk menyanggah keabsahan karpet sebagai barang bukti. Mereka pun kemudian masuk ke ruangan Hye Kyung untuk membicarakannya. Dan menunjukkan bukti kalau polisi melakukan kesalahan. 

“Saat menemukan mobil yang dipakai untuk membawa mayat, polisi menggeledahnya tanpa surat perintah,” Dan menunjukkan tanggal yang tertera di foto.  “Ini surat perintah penyitaan dan penggeledahan. Tanggalnya sama, tapi itu dikeluarkan malam hari,” tambah Dan.

“ Jadi, mereka menggeledah dahulu, kemudian mendapat surat perintah,” ucap Hye Kyung menyimpulkan.

“Jaksa tergesa-gesa untuk mengamankan bukti. Karena itulah kesalahan ini terjadi,” tambah Dan.


Persidangan di mulai dan Hye Kyung mengatakan apa yang sudah dia bahas bersama Dan, “Polisi menemukan bukti dengan menggeledah mobil tanpa surat perintan penyitaan dan penggeledahan. Barang bukti yang didapat dari proses ilegal tidak sah. Artinya bukti yang didapat secara ilegal, sekaligus bukti kedua yang ditemukan melalui bukti itu, harus dianggap tidak sah.”

Jaksa Baek langsung mengungkapkan keberatannya dan berkata kalau Hye Kyung sedang mencoba menutupi bukti yang bersangkutan. Namun hakim lebih sependapat dengan Hye Kyung, dia menerima pendapat Hye Kyung, jadi semua barang bukti yang terkait dengan mobil dianggap tidak sah. Sang hakim lebih mengutamakan untuk mengikuti prosedur yang tepat dalam penyidikan, jadi kalau Jaksa Baek ingin menang, maka dia harus membawa bukti lain. 



Di luar ruang sidang, Jaksa Baek menemui Hye Kyung dan mengatakan kalau tidakan Hye Kyung sudah kelewatan.  “Seluruh dunia tahu pelakunya Jang Dae Seok. Korban kehilangan nyawanya. Teganya kamu mencoba menyingkirkan bukti. Kamu tidak keberatan jika pembunuhnya bebas?” ucap Jaksa Baek kesal. 

“Jaksa. Kamu ingin menangkap pembunuhnya? Lantas tenanglah. Kamu tidak boleh kehilangan bukti lain,” jawab Hye Kyung dan Jaksa Baek kemudian membahas tentang Tae Joon yang punya banyak masalah, tapi dia selalu melakukan hal yang benar. Tae Joon juga selalu mengabaikan prosedur yang tepat untuk menangkap pelaku dan kehilangan segalanya. Hye Kyung tahu kalau Tae Joon juga selalu mengabaikan posedur yang tepat untuk menangkap pelaku, jadi dia kehilangan segalanya. 

“Jangan menjadi seperti suamiku,” pesan Hye Kyung dan kemudian berjalan pergi.



Hye Kyung menemui Tuan Jang dan Tuan Jang mengatakan kalau dia melihat ada aura yang bersinar di belakang Hye Kyung. “Kupikir, "Apa aku sedang menatap malaikat?" Karena inilah aku meminta bantuanmu,” aku Tuan Jang.

“Kini bukti itu tidak sah, kita hanya perlu mengurus kebocoran informasi tentang saksinya. Kamu pernah menyebutkan nama Yoo Hyun Jung pada orang lain?” tanya Hye Kyung dan Tuan Jang menjawab tidak pernah. Saat ditanya kenapa Tuan Jang mencari tahu nama si saksi saat itu, Tuan Jang mengaku kalau dia hanya ingin membujuknya, walau harus menyuapnya. 

“Cho Guk Hyun bilang dia akan membantuku mendirikan firma jika kami menang sidang. Jadi, aku mengetahui identitas saksi, tapi tidak bisa menghubunginya. Ini benar. Aku juga pengacara. Untuk apa aku berbohong dalam situasi ini. Cho Guk Hyun? Dia tidak memberiku sepeser pun,” aku Tuan Jang. 

“Benar, kita pengacara. Kita terlatih mengarang kebohongan yang bisa dipercaya. Jika bukan kamu, siapa yang mendekati saksi? Kamu tahu?”

“Informasinya pasti bocor dari kejaksaan. Banyak orang di kejaksaan yang tahu. Dari penanggung jawab pemeriksaan saksi, sampai jaksa gila yang bertugas mengurus kasus, Baek Min Hyuk. Jaksa yang dipilih untuk sidang pasti juga tahu,” ungkap Tuan Jang dan Jaksa lain yang dimaksud adalah Park Do Sub.  “Kamu mengenalnya, bukan? Dia mengurus kasus Lee Eun Joo. Dia mengurus sidang sampai saksi menghilang,” tambah Tuan Jang.


Joon Ho memberikan laporan yang diminta Myung Hee dan Myung Hee berkata kalau mulai sekarang, Joon Ho lah yang memegang gugatan rel kereta.  Di beri kepercayaan untuk menangani kasus itu sendirian, tentu saja Joon Ho senang. Sebelum pergi, Myung Hee memberitahu Joon Ho kalau keputusan akhirny untuk dirinya dan Hye Kyung akan diumumkan pekan depan, jadi Joon Ho harus berjuang. 

Keluar dari ruangan Myung Hee, Hye Kyung berpapasan dengan Hye Kyung dan dia pun mengucapkan semangat untuk Hye Kyung. 



Hye Kyung menemui Joong Won dan mengaku kalau dia khawatir Tae Joon terlibat dalam kasus kematian Hyun Jung. Memikirkan hal itu membuat Hye Kyung bingung harus bagaimana. 

“Kamu tidak ingin tahu orang seperti apa dia? Kamu memutuskan untuk bersamanya setelah tahu dia seperti apa,” tanya Joong Won dan Hye Kyung mengiyakan. “Kalau begitu, ini kesempatanmu. Jangan ragu-ragu. Kim Hye Gyeong yang kutahu akan menghadapi dan melaluinya, apa pun hasilnya. Lalu kamu juga bisa salah. Mungkin Tae Joon tidak bersalah.”

“Aku sungguh berharap begitu. Maaf, Joong Won,” ucap Hye Kyung dan Joong Won mengatakan tak perlu minta maaf, karena seperti inilah gunanya teman. Joong Won juga mengaku kalau dia akan bercerita pada Hye Kyung ketika dia sedang stres, jadi Hye Kyung tidak boleh menghindar saat dia membutuhkan teman cerita. Hye Kyung pun menunggu saat itu, saat dimana Joong Won butuh dirinya untuk jadi teman cerita. Sebelum pergi untuk melanjutkan pekerjaannya, Hye Kyung mengucapkan terima kasih pada Joong Won untuk semuanya. 


Hye Kyung mengajak Do Sub ketemuan dan bertanya tentang kasus Presdir Cho tahun lalu. Do Sub mengingatnya, karena saat itu dia kalah karena kehilangan saksi. Hye Kyung kemudian bertanya tentang persidangannya.

“Semua mengira saksi kabur karena Guk Hyun menyuapnya. Hanya Jaksa Baek Min Hyuk yang tidak berpikir begitu. Dia berhenti melakukan semuanya dan mencari-cari saksi itu. Tae Joon marah besar karena itu,” cerita Do Sub. 

“Kamu juga mengetahui nama saksinya?” tanya Hye Kyung dan Do Sub menjawab tidak tahu. 

“Nama samarannya dituliskan di semua berkas yang kulihat. Lalu dia menghilang sebelum pemeriksaan saksi. Aku tidak sempat mengetahui namanya. Kalau tidak percaya, minta penyidikmu menyelidikinya,” jelas Do Sub dan Hye Kyung kemudian bertanya apa Tae Joon tahu dengan nama saksinya. Mendengar pertanyaan itu, Do Sub pun mengaku kecewa karena Hye Kyung menemuinya karena hal tersebut. 

“Seharusnya aku tidak bertanya kepadamu.Terima kasih atas waktunya,” gumam Hye Kyung dan beranjak pergi. 


“Mungkin dia tidak tahu. Dahulu dia sangat sibuk. Jaksa Baek berusaha keras untuk merahasiakannya,” ucap Do Sub dan Hye Kyung pergi. Setelah Hye Kyung pergi, Do Sub menelpon Tae Joon dan mengatakan kalau dia sudah melakukan semua yang Tae Joon minta, jadi dia tak lagi berhutang pada Tae Joon. Tae Joon pun mengiyakan. Dia menganggap lunas hutang Do Sub padanya. 


Ntah apa yang ada di pikiran Do Sub, sebenarnya dia berpihak pada siapa, kita tak pernah tahu. Karena setelah menelpon Tae Joon, Do Sub juga menelpon Jaksa Choi dan mengatakan kalau Hye Kyung mencurigai Tae Joon dan semua itu sesuai dengan perkiraan Jaksa Choi. Dengan wajah penuh kemenangan, Do Sub berkata kalau mereka sekarang bisa  memanggil Presdir Cho dan mencari siapa yang membocorkannya.


Tae Joon menelpon Joong Won dan mengajaknya ketemuan di tempat ibu Tae Joon di rawat. Setelah Joong Won menemui ibu Tae Joon dan memberikan buah tangan yang dia bawa, dia dan Tae Joon pun bicara empat mata di luar. Tae Joon mengajak ketemuan karena dia punya informasi tentang kasus yang sedang ditangani oleh Hye Kyung, yaitu tentang kasus Jang Dae Seok. 

“Kenapa tidak menyampaikan sendiri?” tanya Joong Won. 

“Kamu tahu hubungan kami sempat bermasalah. Kami baru memulai lagi untuk saling percaya dan memahami. Aku tidak mau membahas kasus dan membuatnya tidak nyaman. Kamu atasannya, jadi, lebih pas jika kamu yang menyampaikannya,” jawab Tae Joon

“Lalu? Apa informasinya?”

“Jaksa Baek Min Hyuk. Dia berhubungan dengan saksi, Yoo Hyun Jung. Mereka semakin dekat sebab dia terus bertemu dan membujuknya bersaksi. Aku baru tahu saat dia menghilang. Min Hyuk panik dan berusaha keras mencarinya. Sidang Hye Gyeong hari ini, bukan? Bantu dia agar bisa menang,” ungkap Tae Joon dan memberikan sebuah berkas pada Joong Won. Joong Won kemudian bertanya siapa yang membocorkan nama saksi pada Presdir Cho dan Tae Joon mengaku kalau dia tidak melakukannya.  Tae Joon bahkan menjamin kalau dia tidak bersalah dan tidak berkaitan dengan kasus Tuan Jang. 

“Kukira kamu juga ingin Hye Gyeong menang. Lantas, peluangnya bekerja di firma meningkat,” ucap Tae Joon karena Joong Won sedari tadi tak menerima berkas yang dia berikan. 

“Kamu tahu banyak tentang kejadian di firmaku,” ucap Joong Won dan Tae Joon berkata kalau semua itu karena dia dan Hye Kyung suami istri. 

Di mobil, Joong Won melihat isi berkas yang Tae Joon berikan, berkas itu bertuliskan "Afidavit". Joong Won pun kembali masuk ke rumah sakit.



Di dalam, Tae Joon sedang berbicara dengan Do Sub yang memberitahunya kalau Jaksa Choi memanggil Presdi Cho dan menawarinya hukuman minimum jika Presdir Cho menyebut nama Tae Joon dan juga memberikan keterangan. 

“Tapi, Min Hyuk sangat keras kepala, jadi, tidak mudah untuk...,” belum selesai Do Sub berkata, Joong Won muncul dan Tae Joon memberi kode pada Do Sub untuk diam dengan memegang pundak Do Sub. Tae Joon kemudian pergi menemui Joong Won dan bertanya apa ada lagi yang ingin Joong Won tanyakan. 



“Meskipun kamu tidak terlibat dalam pembunuhannya, korban tersebut tewas karena orang yang kamu bela. Kamu tidak merasa bersalah?” tanya Joong Won. 

“Aku memakainya untuk membantu dan menolong banyak nyawa. Penyesalan hanya dilakukan oleh orang lemah,” jawab Tae Joon. 

“Apa Hye Gyeong mengetahui bahwa kamu berpikir seperti ini?” tanya Joong Won dan berbalik pergi. 

“Pak Seo. Kamu juga terkenal karena mau melakukan apa pun agar menang. Kamu pernah menyesal setelah menang perkara? Kemenangan akan mendatangkan kesempatan lain,” ucap Tae Joon.

Joong Won kembali kemobilnya dan dia teringat pada pertanyaan sang kakak, apa Joong Won pikir dia masih punya kesempatan untuk bersama Hye Kyung. Menghindari pertanyaan itu, Joong Won menjawab kalau pemilihan pengacara barunya akan di lakukan pekan depan. Joong Won juga teringat ketika Hye Kyung berkata kalau dia ingin dinilai berdasarkan kinerjanya bukan karena hal lain. Joong Won lalu teringat pada pertanyaan Tae Joon, tentang apa Joong Won pernah menyesal setelah menang dalam perkara, karena kemenangan akan mendatangkan kesempatan lain. 

Hye Kyung sedang bersama istri Tuan Jang dan Hye Kyung memintanya untuk tidak khawatir sebab mereka sudah berusaha sebisa mereka. Sang istri bertanya apa suaminya bisa bebas, karena dia yakin suaminya tidak bersalah. Tepat disaat itu Joong Won muncul dan berkata kalau Tuan Jang akan segera bebas. 

“Percayalah dan tunggu saja,” ucap Joong Won dan Hye kyung bertanya Joong Won ada perlu apa. “Aku mampir karena berada di sekitar sini. Kenalanku memberi informasi yang sangat berharga. Kita akan menang,” ucap Joong Won dan dia belum bisa menjelaskan semuanya pada Hye Kyung, jadi dia yang akan memimpin persidangan. 


Persidangan di mulai dan Joong Won berkata kalau ada hal yang harus dia katakan sebelum mereka melanjutkan persidangan. Joong Won berkata kalau Jaksa Baek Min Hyuk, tidak boleh menjadi jaksa utama untuk kasus ini. Tentu saja mendengar itu, Jaksa Baek dan hakim langsung meminta alasannya. 

“Ini afidavit yang ditulis oleh staf motel. Tampaknya Jaksa Baek sudah mengunjungi motel dengan Yoo Hyun Jung lima kali,” jelas Joong Won dan dia memberikan afidavit itu kepada hakim. Tak punya pilihan lain, Jaksa Baek pun membenarkan hal tersebut, namun dia juga menuntut untuk tau, dari mana Joong Won mengetahui informasi tersebut. Jaksa Baek terlihat emosi karena Joong Won memeriksa latar belakangnya. 

“Salah satu klienku memberi tahu informasinya,” jawab Joong Won. 

“Cho Guk Hyun, bukan?” tanya Jaksa Baek. 

“Aku tidak bisa memberi tahu lebih lanjut karena itu rahasia. Yang Mulia,” jawab Joong Won dan hakim hanya bisa menghela nafas mengetahui semua itu. Dia kemudia berkata kalau jaksa yang mengenal terdakwa bisa menjadi masalah, tapi keterlibatannya dengan korban tidak akan membuatnya dicabut. 

“Seharusnya kamu mengetahuinya. Kenapa kamu membahasnya?” tanya hakim pada Joong Won. 


“Pihak penuntut mengklaim bahwa korban dibunuh karena Pak Jang membocorkan identitasnya, Tapi, ini membuat kita melihat kasus dari sisi berbeda. Ini mungkin tindak kejahatan karena emosi. Dengan kata lain, kita harus mempertimbangkan kemungkinan dia sebagai pembunuh,” jawab Joong Won dan hal itu membuat jaksa Baek emosi. Saking emosinya, Jaksa Baek langsung menghampiri Joong Won dan memukulnya. Akibat apa yang mereka lakukan, mereka berdua pun sekarang di kurung dalam sel yang sama.


Di dalam sel, Joong Won memuji pukulan Jaksa Baek dan berkata kalau Jaksa Baek bisa sukses jika tak memilih cara itu. Jaksa Baek menjawab kalau dia sudah banyak mendengar tentang Joong Won, namun dia tak menyangka Joong Won akan melakukan semua itu. 

“Sepertinya aku terkenal,” gumam Joong Won dan hendak memakai sepatunya. 

“Atas keburukanmu. Orang bilang kamu menerima kasus yang menguntungkan dan kamu memanfaatkan tim bisbol pengacaramu sebagai alasan untuk meminjam uang kepada hakim dan jaksa. Apa aku salah?” ucap Jaksa Baek. 

“Apa bekerja keras untuk membantu orang yang membutuhkan itu jahat?” tanya Joong Won dan Jaksa Baek berkata kalau sebagian klien Joong Won adalah gangster, selain itu Joong Won juga mendekati istri orang. 

“Konon kamu mempekerjakan Bu Kim Hye Gyeong dan membuatnya berada di sisimu sepanjang waktu. Semua orang menggunjingkannya. Aku hanya mencari-cari Hyun Jung selama dua tahun. Orang sepertimu tidak akan pernah mengerti perasaanku tentang sidang ini,” ungkap Jaksa Baek. 

“Aku tahu. Kamu merasa bersalah. Kamu merasa salah atas kematiannya karena memanfaatkannya untuk kasus. Dia pasti masih hidup kalau bukan karena kamu. Kini kamu mencari kambing hitam. Bukan begitu?” jawab Joong Won dan tentu saja itu kembali membuat Jaksa Baek emosi. Namun sebelum dia sempat memukul Joong Won lagi, tepat disaat itu, Joong Won dipanggil keluar. Sebelum Joong Won keluar, Jaksa Baek berkata kalau ada cara untuk menolong Hyun Jung, pasti akan dia lakukan, tapi semua itu mustahil. Jadi sekarang, Jaksa Baek akan berusaha menangkap pembunuhnya. Semua itu Jaksa Baek lakukan karena dia mencintai Hyun Jung. Jaksa Baek juga mengakui kalau semua yang Joong Won katakan memang benar. 


Berita tentang dipanggilnya Presdir Cho sebagai saksi oleh kejaksaan disiarkan dan Hye Kyung menontonnya, ketika dia masih berada di kantor polisi menunggu Joong Won keluar. Si reporter berkata kalau dipanggilnya Presdir Cho karena pihak penuntut merasa risau tentang kemungkinan pembebasan Pak Lee Tae Joon. Presdir Cho dianggap sebagai bukti penting mengenai suap yang kabarnya diterima oleh Tae Joon.


“Bukankah beritanya seru?” tanya Jaksa Choi yang tiba-tiba muncul. 

“Ada perlu apa di sini?” tanya Hye kYung. 

“Jaksa Baek Min Hyuk bekerja di bawahku. Aku akan menjemputnya. Kamu tidak menghadiri sidang suamimu?” tanya Jaksa Choi dan Hye Kyung menjawab kalau dia banyak pekerjaan. Sekarang dia juga sedang bekerja. 


“Aku tidak tahu dia akan terkait dengan kasus pembunuhan. Tapi, dunia ini memang penuh manusia,” ucap Jaksa Choi dan melangkah pergi. Namun langkahnya terhenti karena Hye Kyung bertanya padanya tentang apa tindakan yang akan Jaksa Choi lakukan terhadap Jaksa Baek. Apakah Jaksa Choi akan mencabut Jaksa Baek dari kasus? Dan Jaksa Choi menjawab tidak, sampai Jaksa Baek mendapat keterangan dari Presdir Cho. 

“Kehadiran orang yang emosional dengan kasusnya akan membantu kami mendapatkan keterangan yang kami perlukan,” ucap Jaksa Choi dan tersenyum lalu berjalan pergi. Tepat disaat itu dia berpapasn dengan Joong Won, namun mereka hanya saling lihat dan tak bicara sepatah katapun.  


Joong Won menemui  hYe Kyung dan Hye Kyung bertanya apa Joong Won sengaja melakukan semua itu untuk membuat Jaksa Baek emosi. Joong Won tak membantah, namun dia tak menyangka kalau Jaksa Baek bisa memukulnya di depan hakim. Hye Kyung pun berkata kalau Joong Won bisa menang tanpa harus memicu emosi Jaksa Baek. Joong Won membenarkan ucapan Hye Kyung, namun dia tak punya cara lain.


Hye Kyung kemudian mengaku kalau ada sesuatu yang dia sesali saat ini. Dia bertanya-tanya apa semuanya akan berbeda jika saat itu dia mengambil keputusan yang berbeda. Yang Hye Kyung maksud adalah keputusan dia untuk membantu dan percaya pada Tae Joon ketika dia menabrak Tuan Kang. 

Joong Won kemudian mengatakan pada Hye Kyung kalau dia hanya ingin menang, karena dengan begitu akan menguntungkan semuanya. 


Joong Won kembali ke kantor. Dan melihat luka di wajah Joong Won dan diapun langsung menemuinya. Pada Dan, Joong Won mengaku kalau dia habis berkelahi. 

“Saat aku masih muda, kukira aku harus berkelahi untuk mendapatkan keinginanku. Tapi, aku tidak tahu lagi. Meskipun menang, aku tidak merasa senang. Tapi, aku juga tidak mau kalah,” ucap Joong Won.

“Bagaimana jika kamu mencoba kalah kali ini? Jika kalah telak, mungkin kamu akan bersemangat untuk menang lagi,” jawab Dan. 

“Kalah? Aku tidak tahu cara kalah. Aku melakukan semuanya untuk menang. Kurasa aku sudah terbiasa dengan kemenangan saja. Aku tidak ada bedanya dengan Lee Tae Joon,” aku Tae Joon dan Dan berpendapat kalau Joong Won berbeda dengan Tae Joon, karena Joong Won berpikir seperti itu. Dan pun menawari, apa Joong Won mau obat, karena di mejanya ada obat. Joong Won mengiyakan dan mengucapkan terima kasih. 


Dan menemui Hye Kyung di kantornya dan memberitahu Hye Kyung kalau jaksa  penuntut umum menyerahkan bukti baru terkait mobil itu. “Ada pergerakan mobil yang terekam di GPS. Tim forensik mendapatkan informasi itu dua tahun lalu dan mereka mengetahui rute mobilnya saat itu,” ucap Dan. 

“Tunggu.... Kukira semua bukti tentang mobil dihapus dari daftar barang bukti,” ucap Hye Kyung dan Dan menjawab kalau jaksa penuntut mengklaim bahwa GPS tidak dianggap kendaraan, itu hanya data digital. Setelah mendapatkan informasi itu, Hye Kyung dengan buru-buru langsung pergi. Saking buru-burunya, dia hanya menganggukkan kepala ketika berpapasan dengan Joong Won. 


Hye Kyung dan Jaksa Baek menemui hakim di kantornya. Hye Kyung protes kenapa sang hakim menerima data GPS sebagai bukti padahal semua barang bukti terkait kendaraan harus di hapus dari daftar bukti. Jaksa pun berkata kalau GPS terpisah dari mobil.

“Jaksa. GPS dipasang di dalam mobil, bukan di luar,” ucap Hye Kyung mengingatkan. 

“Dia keliru antara GPS dan rekaman GPS. Rekaman GPS hanya data digital yang berhubungan dengan satelit. Data tidak ada kaitannya dengan kendaraan. Itu bukan termasuk barang yang dikecualikan,” jelas Jaksa Baek pada hakim dan Hye Kyung mengingatkan Jaksa lagi kalau dia mendapatkan data itu dari mobil. 

“Yang Mulia. Menurut rekaman GPS,  mobil yang membawa mayatnya berangkat dari firma hukum tempat Jang Dae Seok bekerja ke tempat mayat ditemukan. Ini terjadi pada malam kejadian,” jelas Jaksa Baek dengan sedikit ngotot. 

“Apa GPS itu bawaan pabrik? Jika itu bawaan pabrik dan terhubung dengan satelit yang terikat dengan pabrik, itu dianggap bagian dari kendaraan,” tanya hakim dan Jaksa Baek menjawab kalau itu GPS baru, mereka memakai satelit lain untuk menerima informasi, perusahaan tidak ada hubungannya. 

Setelah mendengar hal itu dari Jaksa Baek, hakim pun memutuskan kalau data GPS itu diterima sebagai barang bukti. Sang hakim pun berpesan, agar mereka berdua harus tenang, karena sebelumnya mereka sudah membuat keributan di ruang sidang dan sekarang mereka menerobos masuk untuk mengajukan bukti.



Tae Joon masih berada di tempat ibunya. Sang ibu minum sesuatu yang Joong Won bawakan untuknya. Dia kemudian bertanya tentang Joong Won karena sang ibu merasa ekspresi Joong Won berubah ketika dia menyebut nama Hye kyung. Sebelum ibunya berfikir macam-macam, Tae Joon langsung berkata kalau Joong Won datang karena permintaannya, jadi Tae Joon meminta ibunya untuk tidak cemas dan beristirahat saja. 

“Semoga kamu benar. Omong-omong, apa kamu sekamar dengan Hye Gyeong? Bagaimana? Dia wanita berharga diri tinggi. Dia sulit memaafkan,” ucap ibu Tae Joon. 

“Jangan khawatir. Semua masalah ini akan selesai. Ibu, aku ini putra Ibu. Ingat? Ibu mengenalku,” ucap Tae Joon dan berkata kalau dia harus segera pergi, karena dia harus bersiap-siap untuk sidang. 

Sebelum Tae Joon pergi, sang ibu mengaku kalau dialah yang sebenarnya meletakkan alat kontrasepsi di kamar Hye Kyung. Tujuannya, agar mereka berdua berbaikan. Mendengar itu, Tae Joon kaget dan merasa bersalah karena sebelumnya dia sudah berpikir yang tidak-tidak pada Hye Kyung. 

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 8 - 2

No comments :

Post a Comment