August 18, 2016

The Good Wife Episode 7 - 2


Joong Won melihat Tuan Kang keluar dari ruangan Hye Kyung dan saat ditanya, Tuan Kang mengaku kalau dia baru saja memberikan sesuatu pada Hye Kyung dan itu dari Presdir Cho. Karena Hye Kyung tidak ada di tempat, maka Presdir Cho sendiri yang akan menjelaskannya langsung pada Hye Kyung. Penasaran, Joong Won pun masuk dan melihat apa yang Tuan Kang tinggalkan untuk Hye Kyung. 


Kita beralih ke persidangan dimana Tae Joon berkata kalau apa yang terjadi pada dirinya itu sangatlah merugikan, bahkan setelah persidangan itu selesai kepedihan yang di derita keluarganya dan juga kesan negatif tentang Tae Joon, tidak akan pernah hilang. Tae Joon pun berjanji akan berjuang sampai akhir karena untuk melindungi keluarganya dan menyembuhkan kepedihan yang Tae Joon timbulkan. Setelah mengatakan semua itu, Tae Joon melihat ke arah Hye Kyung.

Beralih pada Joong Woon sejenak yang membuka kertas penutup tas yang di bawa Tuan Kang. Entah apa isinya, tapi dari ekspresi Joong Won memperlihatkan rasa tak senang.



Kembali ke persidangan dimana Pengacara Oh berkata, “Yang Mulia. Sebelum melihat buktinya, Bisakah kita mendengarkan keterangan terdakwa terlebih dulu? Ada informasi yang tidak bisa dia ungkap pada persidangan pertama. Dia ingin menyampaikannya sekarang.”

Hakim kemudian bertanya pada Jaksa Choi apa dia keberatan dan jaksa Choi menjawab tidak. Jadi, Tae Joon pun maju ke tempat saksi untuk memberikan informasi yang belum dia ungkapkan. 

Dan muncul dan bertanya apa yang sedang Joong Won lakukan di ruangan Hye Kyung. Joong Won pun menyuruh Dan untuk melihat isi tas yang dibawa Tuan Kang dan ternyata isi tas itu adalah uang.



Pengacara Oh meminta Tae Joon menceritakan semua tentang Dream UCT yang sedang Tae Joon selidiki sebelum di tangkap. 

“Dream UCT adalah proyek di Seyang. Itu untuk membangun perkantoran, mal, dan pusat distribusi. Itu proyek pembangunan untuk kompleks serbaguna. Aku menerima laporan adanya aktivitas ilegal dalam proses...untuk mendapatkan izin dan seleksi perusahaan konstruksi. Aku mengerahkan tim untuk memulai penyelidikan,” jelas Tae Joon dan pengacara Oh bertanya apa Tae Joon menemukan sesuatu? 

“Kami mengetahui bahwa pengembangnya, Dream UCT, ...menggunakan konsultan perumahan, Triton Fields, Untuk menyelundupkan dana taktis... Digunakan sebagai uang lobi,” jawab Tae Joon. 

“Kenapa kamu berhenti menyelidikinya? Kamu didakwa karena itu. Mereka berpikir bahwa kamu disuap untuk menghentikan penyelidikan,” tanya Pengacara Oh lagi dan Tae Joon menjawab kalau saat itu dia teruskan, dia hanya akan menangkap orang lemah. Yang Tae Joon inginkan adalah bukti yang kuat. Bukti yang menunjukkan adanya orang penting yang ada di belakangnya. 

“Apa kamu menemukan petunjuk?” tanya Pengacara Oh.


“Aku mengetahui bahwa ada politikus dan birokrat...yang terlibat dalam proses perizinan. Aku akan segera memulai penyelidikan...saat Jaksa Choi Sang Il....melarangku mengusik tokoh penting itu,” ucap Tae Joon dan jaksa Choi memotong dengan mengatakan keberatan pada hakim namun keberatan dari jaksa Choi di tolak. 

“Aku menolaknya ...dan inilah hasilnya,” sambung Tae Joon. 

“Kenapa kamu tidak mengatakannya pada saat persidangan pertama?” tanya Pengacara Oh. 

“Aku ingin, tapi tidak bisa. Jika aku mengatakannya, Jaksa akan menyerang keluargaku, bukan diriku. Meskipun begitu, Aku memutuskan bahwa aku tidak boleh menyerah. Itu hanya bisa terjadi.....karena keluargaku...mempercayaiku,” aku Tae Joon dan Pengacara Oh mengakhiri pertanyaannya. 


Sekarang giliran Jaksa Choi yang bertanya, hal pertama yang langsung Jaksa Choi tanyakan adalah berapa kali Tae Joon tidur dengan Amber. Mendengar pertanyaan itu, Pengacara Oh langsung mengatakan keberatannya karena kasus perselingkuhan adalah kasus yang sangat di sesali oleh Tae Joon, jadi Jaksa Choi tak boleh membahas topik itu lagi dengan tujuan untuk mengalihkan masalah. 

“Yang Mulia. Terdakwa menerima suap untuk menghentikan penyelidikan. Aku yakin penerimaan suap itu....berkaitan langsung dengan hubungan badan itu,” ucap Jaksa Choi dan tepat disaat itu, Joong Won mengirim sms dan bertanya apa mereka bisa bicara di telephone, kalau Hye Kyung ada waktu, Joong Won meminta Hye Kyung menelponnya. 

“Jaksa boleh melanjutkan, Tapi berhati-hatilah. Pengadilan bukan tempat bergosip,” ucap Hakim dan Jaksa Choi kembali bertanya berapa kali Tae Joon tidur dengan Amber, Jaksa Choi sengaja mengeraskan suaranya dan dia juga mengarahkan pandangannya pada Hye Kyung, seolah-olah dia sedang memanas-manasi Hye Kyung. 

Tae Joon menjawab kalau dia tidur dengan Amber hanya satu kali. Tentu saja Jaksa Choi tak percaya, karena Tae Joon merekam hubungan intimnya dengan wanita yang baru dia kenal. Pengacara Oh mengajukan keberatan, namun Jaksa Choi tetap melanjutkan pertanyaannya.

“Kamu merekam hubungan intim dengan wanita yang baru kamu kenal?” tanya Jaksa Choi dengan sedikit berteriak karena Hye Kyung berjalan keluar ruang persidangan. 


Hye Kyung keluar untuk menelpon Joong Won dan bertanya ada apa. Joong Won pun memberitahu Hye Kyung tentang uang yang Presdir Cho kirim untuknya. Uang yang dikirim Presdir Cho sebesar 100 ribu dolar dan itu tunai. Selain uang, ada juga catatan agar Hye Kyung dipergunakan di pengadilan Tuan Jang/ Dae Seok. 

“Apa kamu menerima telpon soal itu?” tanya Joong Won dan tepat disaat itu, Hye Kyung melihat Presdir Cho ada di hadapannya. Karena itu Hye Kyung pun menutup teleponnya. 

Presdir Cho menghampiri Hye Kyung dan bertanya tentang persidangan Tae Joon. Tentu saja Hye Kyung tak menjawab, dia hanya menatap dengan tatapan tak suka pada Presdir Cho. 


Di dalam persidangan, Tae Joong mengaku kalau malam itu dia tergoda dan dia meyakinkan kalau kejadian itu, hanya terjadi malam itu saja. Tae Joon juga mengaku kalau dia tidak tahu kalau dia sedang di rekam. “Kamu menyelidiki siapa dan kenapa itu direkam?” tanya Tae Joon pada Jaksa Choi. 

“Aku ingin tahu, tapi Amber menghilang...setelah meninggalkan catatan yang menyatakan bahwa dia merasa ketakutan. Siapa yang dia takuti?” tanya Jaksa Choi. 

“Jaksa. Aku yakin kamu ingin menangkapku. Tapi pertanyaan murahan seperti ini...hanya akan merusak reputasi kejaksaan. Kamu harus berbicara berdasarkan bukti yang kuat,” jawab Tae Joon dan Jaksa Choi membenarkan, dia memang ingin mendapatkan cukup bukti untuk membuktikan semua perbuatan Tae Joon.
“Bukti yang cukup untuk membuat keluargamu keluar dari ruangan untuk menghindarinya,”ucap jaksa Choi dan mengakhiri pertanyaannya.


Dan memberitahu Joong Won kalau permintaan yang di ajukan pada Hye Kyung adalah permintaan pribadi dari Presdir Cho sendiri. Selain itu, uangnya tidak perlu di laporkan untuk pajak dan tak perlu khawatir. 

“Dia memang seperti itu. Sebaiknya kita melapor dan menerimanya sebagai biaya hukum. Kalau tidak, mereka bisa saja menggunakannya...untuk mengancam kita suatu hari nanti,” ucap Joong Won dan Joon Ho bertanya apa artinya mereka akan menerima kasus Tuan Jang. Mendengar pertanyaan Joon Ho, Joong Won pun bertanya apa Joon Ho mau menangani kasus tersebut, tanpa ragu Joon Ho mengiyakan. Karena kasus itu kasus berbahaya, Joong Won pun menyuruh Joon Ho untuk minta izin pada Myung Hee terlebih dahulu. 


Presdir Cho berkata kalau dia tak mengerti kenapa Jaksa Baek mencurigai Tuan Jang, padahal dia hanya menang dalam kasus yang saksinya menghilang. 

“Mungkin saja dia dibunuh, bukan menghilang,” ucap Hye Kyung dan kemudian bertanya kenapa Presdir Cho meninggalkan uang di kantornya, karena semua orang jadi bertanya-tanya alasannya. Presdir Cho pun berkata kalau karena alasan itulah dia menemui Hye Kyung sekarang. 

“Jika orang tahu bahwa aku memberimu uang, Sebagian orang bisa salah paham. Terutama para jaksa. Oleh sebaab itu aku membayar tunai,” jawab Presdir Cho. 

“Kalau begitu, Apakah aku harus merahasiakan bahwa kamu membayar jasa hukumku?” tanya Hye Kyung dan presdir Cho menjawab kalau dia sangat merasa tertekan jika dia terlibat secara resmi. Karena itulah dia meminta Hye Kyung secara diam-diam untuk membantu, jadi penasehat hukumnya.

Hye Kyung kemudian bertanya sebagai kuasa hukum Tuan Jang, dia bertanya apa Presdir Cho yang sudah membunuh Yoo Hyun Jung. 


Belum ada jawaban dari Presdir Cho, kita dialihkan pada Pengacara Oh yang berkata pada Tae Joon, kalau mereka butuh Hye Kyung sebagai pendamping Tae Joon, supaya masalah skandal dengan Amber tidak di ungkit lagi dan Tae Joon menang dalam persidangan. 


Kita kembali pada Presdir Cho dan Hye Kyung lagi dan pada Hye Kyung, Presdir Cho terang-terangan mengaku kalau dialah yang membunuh Hyun Jung. 

“Terlalu banyak orang yang dirugikan kalau dia bersaksi. Kamu pengacaraku, bukan? Kamu harus merahasiakannya,” ucap Presdir Cho dengan santainya dan Hye Kyung bertanya bagaimana bisa Presdir Cho mengatakan hal seperti itu dengan begitu santainya, padahal dia sudah membunuh seseorang. Tak menjawab pertanyaan Hye Kyung, Presdir Jang berkata kalau Tuan Jang tak bersalah, dia mengetahui nama saksi dari orang lain. Hye Kyung bertanya siapa orang yang memberitahu Presdir Cho, namun lagi-lagi Presdir Cho tidak menjawab, dia malah meminta Hye Kyung memenangkan persidangan, karena Hye Kyung adalah orang yang suka pada orang yang tak bersalah. Presdir Cho juga tahu kalau Hye Kyung sangat berharap kalau Tae Joon tidak bersalah.



Tepat disaat itu Tae Joon menelpon dan Hye Kyung pun langsung keluar mobil Presdir Cho.. Di luar mobil Hye Kyung bertemu dengan Tae Joon yang memang sedang mencarinya. Tae Joon terlihat kaget setelah mengetahui kalau Hye Kyung baru saja ketemuan dengan Presdir Cho. Dengan wajah senang Presdir Cho menyapa Tae Joon dan menyemangatinya dari dalam mobil dan kemudian dia pun pergi. 


Hye Kyung langsung masuk ruangan Myung Hee, dimana ada Joon Ho dan Joong Won juga disana. Myung Hee bertanya tentang sidang Tae Joon, namun tak dijawab oleh Hye Kyung karena Hye Kyung langsung berkata kalau dia yang akan mengurus kasus Jang Dae Seok. Myung Hee menjawab kalau Joon Ho yang akan mengurusnya dan dengan nada sedikit pamer, Joon Ho berkata kalau Hye Kyung sedikit terlambat. 

“Aku baru saja bertemu dengan Cho Guk Hyun. Dia ingin aku menjadi pengacaranya dan meletakkan biayanya di kantorku. Aku yakin aku lebih layak daripada Joon Ho,” ucap Hye Kyung dan Joon Ho berkata kalau Hye Kyung akan sibuk dengan sidang Tae Joon. 

“Kamu terlalu sibuk dengan sidang suamimu. Kamu harus merawat anakmu dan memperhatikan suamimu. Kamu sering tidak ikut rapat. Apa kamu punya waktu untuk mengurusi sebuah kasus saat harus menjalani sidang?” ucap Joon Ho dengan senyum kemenangan dan Hye Kyung hanya menatapnya dengan perasaan tak senang. 

“Benar. Pengacara Lee akan...” ucap Myung Hee dan dipotong oleh Hye Kyung dengan mengatakan kalau itu adalah sidang suaminya bukan sidangnya. 

“Aku akan berusaha mengurus kasus ini. Aku pasti menang. Beri aku kesempatan,” ucap Hye Kyung dan sepertinya ekspresi wajah Myung Hee mulai berubah.



Keluar dari ruangan Myung Hee, Hye Kyung langsung memanggil Dan dan minta berkas tentang kasus Tuan Jang. Ya.. ternyata Myung Hee memberikan kasus Tuan Jang pada Hye Kyung. Tentu saja Joon Ho terlihat kecewa karena lagi-lagi dia kalah dari Hye Kyung. Setelah melihat berkas kasus Tuan Jang, Hye Kyung bertanya bagaimana polisi menemukan jasad Yoo Hyun Jung? Dan menjawab kalau jasadnya di kubur di gunung dan kemudian terlihat karena tanahnya terkikis oleh air hujan. Dari rekaman CCTV terdekat dan jalan tol pada hari sebelum dia menghilang, polisi menemukan mobil yang membawa jasad Hyun Jung di semak-semak dengan plastik yang digunakan untuk membungkus jasad berada di dalam bagasinya. Untuk alasan kenapa Tuan Jang yang di tuduh, semua itu karena serat karpet firma hukum Jang Dae Seok di temukan disana. 

“Baiklah. Segera cari tahu daftar orang yang kenal dengan saksi. Tolong, periksa apa mereka membocorkan identitasnya ke orang lain,” pinta Hye Kyung dan dia juga meminta Dan untuk mencari tahu apa ada orang di kejaksaan yang memeriksa identitas saksi/ Hyun Jung. Dan mengerti dan langsung pergi.


Joon Ho sudah berada di ruangannya sendiri dan dia terlihat sangat kesal. Dia mengambil bros milik Hye Kyung yang di temukan di ruangan Joong Won. Seperti memikirkan sesuatu, Joon Ho pun kemudian pergi ke ruangan Myung Hee dengan membawa bros tersebut. Joon Ho menemui Myung Hee untuk mengatakan kalau dia sudah memutuskan untuk membela kasus rel kereta api, karena pihak klien merasa bingung saat tahu Jang Dae Seok di penjara. Myung Hee senang mendengarnya dan memuji Joon Ho karena sudah bekerja dengan bagus. 



“Seharusnya aku bisa mengurus kasus Jang Dae Seok dengan baik. Aku sudah berusaha menyiapkan semuanya. Aku ingin membuktikan kepadamu kalau aku hebat,” ucap Joon Ho dan Myung Hee berkata kalau Joon Ho bisa membuktikannya lain kali. 

“Aku tidak yakin, apakah aku boleh mengatakan ini, Tapi aku pikir Pengacara Kim menyukai Presdir Seo. Itu memang bukan urusanku, Tapi firma ini harus menjaga reputasi. Semalam...”

“Kamu benar,” potong Myung Hee dan berkata kalau semua itu bukanlah urusan Joon Ho. Mendengar Myung Hee berkata seperti itu, Joon Ho pun tak jadi melanjutkan kata-katanya, dia izin kembali bekerja. 

“Lee Joon Ho-shi. Pertahankan kinerjamu. Jangan memikirkan orang lain,” pesan Myung Hee dan raut wajah Joon Ho yang tadinya kecewa dan takut, langsung tersenyum senang karena ternyata Myung Hee tak marah padanya. 



Dan menemui Joon Ho dan berkata kalau Joon Ho tidak akan mendapatkan posisi dengan cara yang barusan dia lakukan. Menurut Dan, menemui Presdir dan menjatuhkan orang lain, bukanlah tidakkan yang dibenarkan, selain itu Myung Hee juga tidak menyukai orang yang suka memfitnah. Joon Ho membela diri dengan berkata kalau dia melakukan semua itu karena dia mencemaskan firma tempat mereka bekerja, lagipula Myung Hee memuji kinerja Joon Ho yang bagus. 

“Jadi...apa dia mendengarkan fakta itu?” tanya Dan, namun Joon Ho diam saja tak menjawab. “Semua orang tahu kamu bekerja keras. Jangan terlalu khawatir karena kerjamu sudah bagus. Kamu selalu bilang kita harus adil, Tapi kamu terlalu mempedulikan orang lain. Itu lebih aneh.”

“Apa Pengacara Kim yang mengatakannya?” tanya Joon Ho. “Dia terlihat khawatir. Dia memanfaatkan koneksinya secara diam-diam.”

“Tidak, Pengacara Kim tidak seperti dirimu. Meskipun dia punya koneksi, Dia memilih cara yang lebih sulit. Aku pikir itu juga tidak baik. Dia harus memanfaatkan semuanya semampunya. Apa kamu akan memanfaatkan koneksimu jika memilikinya kan? Tapi itu harus menjadi cara....untuk sukses dan memecahkan kasus. Menjatuhkan orang lain tidak akan membuat posisimu meningkat,” jelas Dan dan Joon Ho kemudian bertanya kenapa Dan mengatakan semua itu padanya. Dan terang-terangan menjawab kalau alasan dia mengatakan semua itu karena  ternyata Joon Ho lebih bodoh dari yang dia pikirkan. 

“Jangan berlebihan. Itu membuatmu tampak lebih baik,” saran Dan dan kemudian berjalan pergi.

Di mobil, Tae Joon menyalakan ponsel pemberian Presdir Cho dan menelponnya. Tae Joon menelpon karena dia ingin mereka ketemuan.



Hye Kyung sudah berada di dalam mobil dan hendak pulang, tiba-tiba Joong Won muncul dan mengajaknya bicara. Joong Won bertanya apa Hye Kyung tidak apa-apa menangani kasus Tuan Jang. Hye Kyung menjawab tidak apa-apa dan dia kemudian bertanya apa yang akan Joong Won lakukan pada Presdir Cho, karena ketika mereka membela Tuan Jang, ada kemungkinaan mereka akan menuduh Presdir Cho sebagai pelakunya. Jadi, akan lebih baik kalau mereka berhenti bekerja untuk Presdir Cho. 

“Dia klienmu,” jawab Joong Won. 

“Karena itu aku mengatakan ini. Aku tidak mau semakin merusak reputasi firma. Dia....akan merusak reputasi firma,” ucap Hye Kyung dan Joong Won berkata kalau itu juga akan tidak baik bagi reputasi Hye Kyung sendiri. Hye Kyung juga tahu, walau akan merugikan keuangan firma, Joong Won tetap memutuskan membantu Tuan Jang. 

Tanpa keduanya sadari, ada yang mengambil gambar mereka berdua dan orang yang mengambil gambar langsung mengirimkannya pada Tae Joon dengan pesan “tatapan mereka mencurigakan.” Hmmm... sepertinya orang yang mengambil gambar adalah Presdir Cho. 



Myung Hee memanggil Joong Won ke kantornya dan membahas tentang pegawai baru mereka. Dia ingin mereka tetap melakukan rencana awal mereka untuk memilih salah satu pekerja baru mereka. Walaupun berat, Joong Won pun berkata pekan depan, mereka memutuskan hal tersebut pekan depan saja. 

Hye kYung pulang dan anak-anaknya sedang nonton TV. Dia bertanya keberadaan Tae Joon dan Ji Hoon menjawab kalau ayahnya pergi ke gereja. Mendengar ayahnya ke gereja, Seo Yeon pun bertanya-tanya sejak kapan ayahnya rajin pergi ke gereja. Sama dengan Seo Yeon, Hye Kyung pun merasa ada sesuatu yang aneh.


Tae Joon benar-benar berada di gereja bersama pengacara Oh. Mereka berdua sedang mendengarkan siraman rohani dari seorang pastur. Tak lama kemudian Tae Joon pergi sendirian, dia meninggalkan Pengacara Oh. Kemana Tae Joon? Ternyata dia menemui Presdir Cho. TanpaTae Joon sadari, Hye Kyung juga pergi ke gereja dan mencari dirinya. 


Pada Tae Joon, Presdir Cho berkata kalau para Jaksa terus saja mengganggu dirinya, mereka terus melacak sumber keuangannya dan melacak rekeningnya juga. Awalnya Presdir Cho tak mau perduli, tapi sekarang mereka mempermasalahkan tentang kematian bendaharanya. Sekarang, jaksa itu memang hanya menahan Tuan Jang, tapi tak akan lama lagi, mereka akan mendatangi Presdir Cho.

Tae Joon berkata kalau kasus itu tidak ada hubungannya dengan dirinya, namun Presdir Cho tidak beranggapan seperti itu. 

Disisi lain, Hye Kyung terus menaiki tangga dan dia bertemu dengan Tuan Kang. Mereka berdua sama-sama terkejut. Melihat ada tuan Kang, Hye Kyung pun bisa menebak kalau Tae Joon pasti sedang ketemuan dengan Presdir Cho dan dia pun langsung pergi menemui mereka. 

Presdir Cho mengaku kalau dia menyukai Tae Joon, jadi dia sangat berharap Tae Joon menang di persidangannya dan kembali ke posisinya. Tapi Presdir Cho juga tidak mau, kalau dia nanti yang rugi jika dia menyelamatkan Tae Joon. Jadi dia minta pada Tae Joon untuk tidak melibatkannya dalam kasus itu, karena semua orang yang terlibat adalah bawahan Tae Joon. 

“Aku muak dengan para jaksa. Sebaiknya aku mendapatkan imbalan karena sudah merahasiakannya. Aku benar, kan?” ucap Presdir Cho dan Tae Joon bertanya apa karena semua itu, Presdir Cho menemui Hye Kyung atau semua itu hanya untuk memancing Tae Joon. 

“Itu hanya menurut penilainamu. Kamu bilang, istrimu hebat. Itu alasanku menemuinya. Aku ingin dia mewakiliku. Benar. Apa kamu melihat foto yang aku kirim? Anak buahku mengawasi istrimu selama 24 jam. Aish. Kami sangat mengkhawatirkan istrimu,” ungkap Presdir Cho dan Tae Joon langsung menamparnya. Saking emosinya, Tae Joon tak hanya sekali memukul Presdir Cho, namun berkali-kali. 


Tae Joon mencengkram leher Presdir Cho dan menyuruhnya untuk tidak mengganggu Hye Kyung. Melihat Tae Joon begitu marah, Presdir Cho pun bisa tahu kalau Hye Kyung sangat berarti untuk Tae Joon. 

“Hidupmu penuh kepalsuan, tapi dia pasti sangat berharga. Apa kamu tahu? Semuanya akan berakhir jika kamu kalah dalam persidangan,” ucap Presdir Cho dan kemudian dia memanggil Hye Kyung. Tae Joon shock melihat Hye Kyung dan langsung melepaskan Presdir Cho.


Presdir Cho menghampiri Hye Kyung dan meminta maaf karena dia memergoki mereka berdua pada saat seperti ini. Hye Kyung tak menjawab. Tae Joon mendekati Hye Kyung dan Hye Kyung meminta maaf karena dia sudah mengganggu mereka. Hye Kyung hendak pergi, namun Tae Joon menangkap tangannya. Tae Joon berkata kalau dia akan menjelaskan semuanya, namun Hye Kyung tak mau, dia pun langsung pergi meninggalkan Tae Joon dan Presdir Cho. 

“Kamu tidak akan pergi begitu saja, kan? Kita harus menyelesaikan pembicaraan kita,” ucap Presdir Cho. 

“Pergilah ke kejaksaan. Katakan semuanya pada mereka!” jawab Tae Joon kesal.


Hye Kyung menghentikan mobilnya di jalan sepi dan menangis. Tae Joon kembali ke dalam gereja dan duduk di samping Pengacara Oh. Pengacara Oh melihat darah di lengan kemeja Tae Joon, namun Tae Joon tak mau mengatakan apa-apa, dia hanya menutupi noda darah milik Presdir Cho dengan jasnya. 


Dan memberikan laporan kasus Tuan Jang pada Joong Won. Melihat ekspesi wajah Joong Won yang lesu, Dan pun bertanya tentang apa yang dia pikirkan. Joong Won pun hanya menjawab kalau semua itu hanya tentang emosi. 

“Kamu sungguh emosional,” ucap Dan. 


“Aku memang seperti itu. Sebenarnya, aku selalu bertanya-tanya. "Bagaimana jika aku mengambil kasus ini?" "Bagaimana dengan kasus itu?" Aku melihat risikonya... Dan mencoba membandingkan keuntungan dan membayangkan masa depan. Karena itu aku tidak boleh sembrono...karena aku tahu yang akan terjadi jika aku melakukannya,” aku Joong Won. 

“Apa kamu sungguh ingin merasa emosional?” tanya Dan dan Joong Won bertanya apa ada cara yang baik. Dan kemudian melihat sekeliling kantor, karena kantor lumayan sepi, Dan  kemudian menghampiri Joong Won dan mendekatkan wajahnya ke wajah Joong Won. Tentu saja reflek Joong Won langsung mundur. Tiba-tiba, Dan langsung menginjak kaki Joong Won dengan kuat, terang saja Joong Won langsung merasa kesakitan. 

“Bagaimana rasanya?” tanya Dan pelan. 

“Sakit,” jawab Joong Won tak mengerti maksud Dan. 

“Lakukan saja sepertiku agar kamu tidak bisa mundur lagi. Dengan begitu, kamu tidak bisa menyembunyikannya. Setelah itu, kamu boleh menyesal dan memperbaiki semuanya,” pesan Dan dan kemudian pergi. 


Hye Kyung sudah berada di kamarnya dan dia membuka-buka kontak yang ada di ponselnya. Tepat disaat itu, Joong Won menelpon. Tae Joon pulang dan langsung menemui Hye Kyung. Dia melihat Hye Kyung masih bertelponan dan ketika Hye Kyung melihat Tae Joon masuk kamar, dia langsung menyudahi telponnya lalu beranjak dan hendak pergi.  

“Aku tidak mengharapkan apa pun darimu. Jalani persidanganmu dengan tenang. Jangan mengharap apa pun dariku,” ucap Hye Kyung. 

“Cho Guk Hyun membicarakanmu, jadi, aku sedikit marah. Aku melakukannya untuk melindungimu. Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi,” jawab Tae Joon. 

“Apa kamu bersembunyi, berbohong dan memukul untuk melindungiku? Saat aku melihatmu, aku merasa menjijikkan dan berdosa. Kenapa kita harus tinggal bersama?” ucap Hye Kyung dan berjalan pergi. Kemana Hye Kyung akan pergi ? ternyata dia sudah janjian dengan Joong Won untuk bertemu, karena kita diperlihatkan pada Joong Won yang begitu semangatnya saat melangkah keluar kantor. 


Tae Joon mengejar Hye Kyung dan kedua anaknya melihat pertengkaran mereka. Tae Joon bertanya apa Hye Kyung sudah menemukan pengganti dirinya. 

“Apa? Apa kamu khawatir, aku akan tidur dengan orang lain?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon berkata kalau dia tak bisa diam saja. “Selidiki saja. Kamu harus memeriksa siapa yang aku temui. Setelah itu, kamu bisa memukulku. Geledah saja kamar dan lemariku. Mungkin saja kamu akan menemukan pakaian seorang pria,” tantang Hye Kyung dan tetap berjalan pergi. 

Tae Joon kemudian berjanji pada Hye Kyung kalau dia tak akan menoleh wanita lain, jadi dia minta Hye Kyung untuk tetap tinggal bersama dengannya. Namun Hye Kyung tak mau, karena Tae Joon juga belum tentu memaafkan dirinya jika dia mengencani orang lain. Apa yang Tae Joon lakukan sekarang, pasti karena dia duluan yang sudah melakukan perselingkuhan. 

“Bukan begitu. Aku ingin mempercayaimu,” ucap Tae Joon. 


“Tidak perlu. Aku juga tidak mempercayaimu,” jawab Hye Kyung dan berjalan pergi masuk lift. Sebelum pintu lift tertutup, Tae Joon bertanya kalau sampai Hye Kyung pergi begitu saja, apa yang akan terjadi di masa depan?


“Apa kita punya masa depan?” tanya Hye Kyung dan pintu lift pun tertutup. Hye Kyung mengendarai mobilnya dan ketika dia mau keluar parkiran, Tae Joon muncul dan menghadangnya. Tae Joon menghampiri mobil Hye Kyung, tapi Hye Kyung langsung menginjak pedal gasnya dan berjalan pergi.

Bersambung ke Sinopsis The Good Wife Episode 8


3 comments :

  1. semangat ya mbak Lilik. Temanya kayak berat sih tapi aq penggemar Law n Orders jadi aq suka genre yang berat kayak gini hehe...makasih ya mbak udh ngerecap drama keren ini :)

    ReplyDelete
  2. Ditunggu lanjutan sinopsisnya.. Gumawo 😄

    ReplyDelete
  3. Ditunggu lanjutan sinopsisnya.. Gumawo 😄

    ReplyDelete