August 15, 2016

The Good Wife Episode 7 - 1



Tae Joon terbangun dan dia sudah tak menemukan Hye Kyung di sampingnya. Kemana Hye Kyung? Dia sudah bangun duluan dan merapikan pakaiannya. Melihat bros di pakaiannya tak ada, Hye Kyung pun kembali mengingat kejadian dimana dia dan Joong Won berciuman. Dia merasa kalau brosnya pasti terjatuh di ruangan Joong Won. 



Tae Joon keluar kamar dan berkata pada Hye Kyung kalau dia merasa senang dengan apa yang mereka berdua lakukan semalam. Karena Hye Kyung yang mengajaknya, Tae Joon pun merasa kalau Hye Kyung sudah mulai mempercayai dirinya. Namun sikap Hye Kyung pagi ini sangat berbeda dari semalam, pagi ini Hye Kyung terkesan dingin kembali pada Tae Joon. Hye Kyung menghindar saat Tae Joon ingin menciumnya dan Hye Kyung pun buru-buru berangkat kerja. 





Di meja kerjanya, Hye Kyung melihat foto keluarganya yang dia pasang di wallpaper komputer. Melihat itu, Hye Kyung memberanikan diri untuk menemui Joong Won di ruangannya. Namun belum sempat Hye Kyung bicara, Myung Hee masuk dan meminta Joong Won menemui tamu mereka. 



Joong Won sudah berada di ruangan sang kakak, mereka sedeng mendengarkan saran dari si tamu tentang bagaimana cara mengurangi pengeluaran tanpa harus memecat  pegawai. 

“Firmamu menghabiskan sekitar 40 ribu dolar....untuk biaya mesin pembuat kopi setiap tahun. Ubah aturannya agar setiap orang membawa minuman sendiri,” ucap si tamu, tapi Joong Won tak terlalu mendengarkannya. Pikirkannya terus teringat pada kejadian semalam, dimana dia dan Hye Kyung berciuman dan kemudian Hye Kyung berkata kalau mereka sudah melakukan kesalahan. 

“Demi lingkungan, suruh mereka semuanya membawa gelas sendiri. Selain itu, Kalian menghabiskan 18 ribu dolar untuk membeli bunga di kantor. Sebaiknya ganti semuanya menjadi bunga plasti,” lanjut si tamu dan Joong Won malah beranjak pergi. Walau Myung Hee berkata kalau mereka sudah membayar mahal untuk konsultasi, Joong Won tidak perduli, dia tetap meninggalkan ruangan. Karena menurut Joong Won, cara yang bisa mereka lakukan untuk meningkatkan keuangan bukan dengan cara penghematan besar-besaran, melainkan dengan cara mendapakan klien besar. 


Joong Won keluar ruangan dengan terburu-buru, sampai  dia tak menoleh sedikitpun ketika berpapasan dengan Dan. Melihat tingkah Joong Won, Dan sedikit bingung. 



Joon Ho menemui Hye Kyung dan mengingatkan Hye Kyung kalau mereka ada rapat dengan Pengacara Jang. Mereka pun kemudian memutuskan untuk pergi bersama-sama. Tepat disaat mereka akan pergi, Joong Won muncul dan Joong Won pun tak bisa menahan kepergian mereka. Joong Won membiarkan Hye Kyung pergi bersama Joon Ho tanpa mengatakan sepatah katapun. 


Di rumah, Tae Joon dan pengacara Oh mendengarkan rekaman penyadapan yang di dapat dari Dan. Dalam rekaman itu, Presdir Cho  berkata kalau untuk membuktikan pencucian uang bisa di lakukan dengan Triton Fields dan jika semuanya terbukti maka Tae Joon bisa menghancurkan semuanya. Dalam percakapan itu, Tae Joon mengatakan kalau dia tak membutuhkan bantuan Presdir Cho karena yang Tae Joon ingin kan adalah menjebloskan mreka yang sudah mencuri uang. 

Pengacara Oh kemudian bertanya apakah Presdir Cho lah yang sudah merekam semuanya dan menyerahkannya pada polisi. 

“Wajar saja dia terhindar dari tuduhan. Dia menghapus semua bagian yang berbahaya. Oleh sebab itu, jaksa tidak bisa mengunakan rekamannya sebagai barang bukti,” ucap Tae Joon dan pengacara Oh bertanya apa Tae Joon percaya dengan orang seperti Presdir Oh, karena bisa jadi Presdir Cho di panggil menjadi saksi dipersidangan. 

“Aku akan menemuinya sebelum persidangan. Aku akan bertanya padanya... Apa dia benar-benar berpikir bahwa aku bisa dihancurkan dengan ini,” jawab Tae Joon yakin. 


Hye Kyung dan Joon Ho sampai di tempat tujuan, ketika menunggu lift, Joon Ho bertanya apa semalam Hye Kyung ada rapat dengan Joong Won. Karena setelah dia bertemu dengan Hye Kyung di depan ruangan Joong Won, Joon Ho juga melihat Joong Won ada di depan ruangan Hye Kyung. Joon Jo lalu mengungkapkan rasa penasarannya dengan apa yang mereka bicarakan. 

Hye Kyung dengan sedikit gugup berkata kalau mereka hanya membahas masalah biasa saja, tapi akan jadi lebih mudah jika mereka bicarakan secara langsung. Ketika masuk ke dalam lift, Joon Ho mengaku iri pada kedekatakan Joong Won dan Hye Kyung. Mendengar itu, Hye Kyung pun hanya tersenyum.

Dalam perjalanan ke ruangan Pengacara Jang, Joon Ho berkata kalau pengacara Jang baru saja membuka kantor sendiri.  Dia kemudian bertanya apa Hye Kyung dan Pengacara Jang dekat? Karena mereka berdua berasal dari sekolah yang sama. Hye Kyung menjawab kalau dulu dia tak terlalu mengenal pengacara Jang, dia mulai mengenalnya ketika mengurus kasus Eun Joo. 

“Kamu punya banyak koneksi, terutama dengan pria. Bagaimana jika kalian bertemu, dan dia ingin mempekerjakanmu?” tanya Joon Ho dan tepat disaat itu mereka melihat Pengacara Jang di bawa polisi. Joon Ho yang sedang memegang ponsel langsung merekam kejadian tersebut. Ketika melewati Hye Kyung, Pengacara Jang meminta tolong padanya dengan berkata kalau dia tidak bersalah. 



Joon Ho dan Hye Kyung langsung pergi untuk menemui Pengacara Jang namun tak diberi izin karena Pengacara Jang sedang diperiuksa oleh jaksa penuntut umum. Tak lama kemudian jaksa penuntut umum-nya muncul dan dia bernama Jaksa Baek Min Hyuk. Pada Jaksa Baek, Hye Kyung berkata kalau dia sebagai pengacara dari Tuan Jang (kita ganti nama depannya dari pengacara jadi Tuan, karena sekarang dia menjadi tersangka, bukan pengacara lagi) dan dia ingin mendampingi Tuan Jang ketika Jaksa Baek memeriksanya. Namun sayang penyelidikan yang di lakukan Jaksa Baek sudah selesai. 


Ketika Jaksa Baek hendak pergi, Hye Kyung bertanya apa tuduhan yang dituduhkan pada Tuan Jang dan Jaksa Baek menjawab kasus pembunuhan. Jaksa Baek juga menyarankan agar Hye Kyung bertanya  pada Tae Joon, jika dia mau lebih banyak tentang kasus tersebut, karena kasus itu terjadi ketika Taer Joon masih berada di kejaksaan. 


Tae Joon menelpon Hye Kyung untuk menanyakan tentang dokumen perumahan dan hipotek mereka, karena pengacara Oh ingin memastikan sesuatu apakah dokumen itu bisa merugikan dia saat persidangan. Hye Kyung menjawab kalau dokumennya ada di laci kedua di meja riasnya, dokumennya di masukkan ke dalam amplop. 

Kebetulan Tae Joon menelpon, Hye Kyung pun bertanya apa Tae Joon kenal dengan Jaksa Baek Min Hyuk. Mendengar nama Jaksa Baek, Tae Joon langsung menyebutnya sebagai “si tukang jagal”. Menurut Tae Joon, Jaksa Baek adalah jaksa yang hanya fokus pada penyelidikannya sendiri. Dia selalu menjagal gangster, jadi karena itulah Jaksa Baek mendapat julukan tersebut. Mendengar itu. Hye Kyung pun bergumam kalau Jaksa Baek tak jauh beda dengan Tae Joon dulu. Ya, karena berniat mengejar gangster, Tae Joon  malah menabrak orang. 

Tae Joon kemudian berpesan agar Hye Kyung tidak terlibat dengan Jaksa Bae, karena kalau sampai hal itu terjadi, maka itu pasti sesuatu yang sangat buruk. 

“Dia bilang, itu kasus saat kamu masih bekerja. Apa kamu tahu Pengacara Jang Dae Seok?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon menjawab tahu, karena saat itu Tae Joon memang mengurus banyak kasus. Ketika Tae Joon hendak bertanya kasus apa yang Hye Kyung maksud, Joon Ho memanggil Hye Kyung, sehingga Hye Kyung harus segera menutup teleponnya. 


Tae Joon membuka laci meja rias Hye Kyung dan dia mendapatkan dokumen yang dia inginkan. Namun di samping dokumen tersebut, Tae Joon menemukan sesuatu yang membuatnya berpikir. Hmmm... itu seperti alat kontrasepsi. 



Pada Hye Kyung dan Joon Ho, Tuan Jang mengaku kalau dia tidak pernah membunuh. Semua itu hanyalah kasus penggelapan. Seorang Presdir perusahaan menggelapkan dana, sebelum persidangan saksi kuncinya menghilang, begitulah kasusnya berakhir. 

“Itu kejadian, dua tahun yang lalu. Untuk apa aku membunuh saksi? Apa itu masuk akal?” tanya Tuan Jang dengan penjelasan yang tergesa-gesa. Hye Kyung pun meminta Tuan Jang untuk tenang dan santai saja. 

“Baik. Baru-baru ini, mereka menemukan sesosok mayat. Mereka bilang itu perbuatanku. Jaksa Baek gila. Dia selalu gila. Mana mungkin aku membunuh? Apa kamu sudah menghubungi istriku? Apa dia terkejut?” tanya Tuan Jang dan masih terlihat sangat gugup. 

“Dia lebih tenang darimu. Jangan khawatir  dan fokus pada kasus ini. Apa jaksa punya bukti?” tanya hYe Kyung.

“Ya, mereka bilang kalau mereka memiliki buktinya. Kami merahasiakan identitas saksi...untuk berjaga-jaga jika ada yang akan membalas dendam. Aku tahu nama saksinya. Karena itu, mereka menyalahkanku. Mereka meminta padaku agar mengatakan kepada siapa aku memberikan informasi itu... Jika tidak mau didakwa sendirian, tapi aku tidak membocorkannya,” jawab Tuan Jang. 

“Siapa yang kamu bela? Apa orang itu mampu membunuh saksi?”

“Dia orang yang kamu kenal. Cho Guk Hyun dari Pengembang Dokwang. Dia seperti gangster, tapi aku pikir dia tidak akan membunuh,” ungkap Tuan Jang dan Hye Kyung sedikit terkejut mendengarnya. 


Hye Kyung dan Joon Ho sudah kembali ke kantor dan menemui Joong Won. Joon Ho memperlihatkan rekaman yang dia ambil ketika Tuan Jang di tangkap polisi. Dia merekam kejadian itu karena beranggapan kalau rekaman apapun bisa berguna saat di persidangan. Joong Won kemudian bertanya apa alasan mereka berdua menemui Tuan Jang dan Joon Ho menjawab semua itu karena gugatan pemecatan oleh perusahaan rel kereta. Joon Ho dan Hye Kyung menjadi perwakilan anggota serikat buruh sedangkan Tuan Jang mewakili yang bukan anggota. 

Karena dalam rekaman itu, Tuan Jang meminta tolong pada Hye Kyung, jadi Joong Won bertanya pada Hye Kyung tentang tuduhan apa yang di berikan pada Tuan Jang dan Hye Kyung menjawab kalau itu kasus pembunuhan. Pihak jaksa menuduh Tuan Jang membunuh karena tahu nama saksinya. 

Ketika melihat Joong Won dan Hye Kyung bicara, Joon Ho melihat ada sesuatu diantara mereka dan itu terus membuat Joon Ho berpikir.


Mereka semua kemudian berkumpul untuk membahas kasus Tuan Jang, Dan dan Myung Hee, juga ikut serta bersama mereka. Korban pembunuhan adalah Yoo Hyun Jung, dia adalah bendahara di Pengembangan Dokwang. Dia sudah memberikan informasi tentang kelalaian Cho Guk Hyun. Dia bersaksi dengan menyamarkan namanya karena takut dibalas...dan  seharusnya semua itu tidak bocor. Tapi dia menghilang tepat sebelum persidangan. Dua tahun kemudian, dia ditemukan tewas.

Mendengar semua penjelasan tentang kasus Tuan Jang, Myung Hee pun beranggapan kalau semua itu pasti ada kaitannya dengan Presdir Cho, jadi yang seharusnya mereka lakukan adalah membela Presdir Cho. Joong Won menjawab kalau mereka harus mengetahui situasinya terlebih dahulu, lagi pula yang menjadi tersangkanya adalah Jang Dae Seok, bukan Presdir Cho. 

“Lalu...kenapa mereka berpikir kalau pembunuhnya dalah Pengacara Jang?” tanya Myung Hee.

“Tidak banyak yang tahu tentang identitas Hye Jung. Hanya detektif, jaksa penanggung jawab kasus...dan pihak keamanan kejaksaan,” jawab Joon Ho

“Tapi apakah pengacara Jang tahu namanya?” tanya Joong Won dan Hye Kyung terus saja melihat ke arah Joong Won, ketika Joong Won bicara. 

“Ya. Dia tahu setelah berbicara dengan detektif. Dia ingin bicara empat mata dengannya, Tapi mereka tidak pernah bertemu. Dia didakwa karena melanggar UU Perlindungan Korban, Tapi dia dibebaskan. Saat polisi menemukan mayatnya, dia ditangkap, “ jelas Joon Ho dan Joong Won kembali bertanya apa polisi menemukan bukti pada mayatnya. Hye Kyung memegang gambar buktinya yang berupa karpet, namun dia tak mengatakan apa-apa pada Joong Won, jadi Dan yang menjawabnya. 

“Karpet. Mereka menemukan serat karpet pada plastik yang membungkus mayatnya. Itu sama seperti karpet Pengacara Jang dua tahun lalu,” jawab Dan dan Joong Won bertanya lagi apa karpet itu sulit di dapatkan. Joon Ho langsung menjawab tidak, tapi karpet itu cukup mahal harganya. Joon Ho bisa tahu hal tersebut karena ibunya sangat menyukai karpet seperti itu.

“Aku mengerti kenapa dia dicurigai,” ucap Joong Won memotong cerita Joon Ho tentang ibunya, tentu saja diperlakukan seperti itu sedikit membuat Joon Ho kecewa. 

“Tapi mereka sangat keterlaluan karena menganggap pengacara....yang giat belajar demi kariernya membunuh untuk memenangkan sidangnya. Meskipun dia ingin membunuh, aku tidak yakin dia akan melakukannya,” ucap Myung Hee. 


“Pengacara Jang bilang, Jaksa mendesaknya agar dia mengatakan pada siapa dia berikan informasinya. Mereka coba menakutinya untuk menggali informasi diam-diam,” tambah Hye Kyung yang sedari tadi hanya diam.

Joong Won kemudian membahas tentang biaya hukum yang harus dibayar Tuan Jang pada mereka dan Hye Kyung jujur mengatakan kalau Tuan Jang mengaku akan sulit membayar mereka sementara ini, karena dia baru saja berhutang sangat besar. Namun Tuan Jang berjanji akan melunasi sebagian dan mencicil sisanya. Mendengar itu, Myung Hee pun berkata kalau dia akan merundingkannya dulu dengan Joong Won untuk kelanjutan kasus tersebut. 


Setelah meninggalkan ruang rapat, Hye Kyung bertanya-tanya tentang apa yang Seo bersaudara bicarakan. Dan menjawab kalau sepertinya firma hukum mereka sedang berada dalam kesulitan, jadi kedua atasan mereka harus menghindari kasus yang tidak langsung membayar mereka. Joon Ho menambahkan kalau akhir-akhir ini, mereka juga melakukan PHK dan mereka pun bisa melakukan pemecatan secara sepihak lagi. 

Tepat disaat itu muncul dua orang pria dan langsung mengambil alat kopi. Menyadari kesulitan di tempatnya bekerja, Joon Ho pun bergumam kalau dia juga masih punya pinjaman. Lalu dia pun berkata pada Hye Kyung kalau Hye Kyung beruntung, karena banyak yang dia nantikan. Hye Kyung sendiri terlihat bingung dengan ucapan Joon Ho. Tanpa memberikan penjelasan atas kalimatnya, Joon Ho langsung pamit pergi. Dan hanya tersenyum melihat mereka berdua. Dan kemudian menawari Hye Kyung kopi dan Hye Kyung ingin kopi yang dingin. 



Seo bersaudara sedang berdiskusi tentang kasus Tuan Jang. Myung Hee menebak kalau maksud perkataan Hye Kyung tadi adalah, jaksa sebenarnya mencurigai  Presdir Cho dan itu membuatnya pusing, karena Presdir Cho juga klien firma hukum mereka. 

“Kita harus menerima kasus ini, kan?” tanya Joong Won dan Myung Hee terlihat kaget. “Kita harus menyerahkan Cho Guk Hyun untuk mengeluarkan Dae Seok, Tapi kita penasihat hukum Pengembang Dokwang. Pasti akan timbul kontradiksi di antara klien kita. Meskipun kita berhasil membebaskan Dae Seok, ...butuh waktu lama sampai dia mampu membayar kita. Lewatkan saja,” tambah Joong Won. 

“Bukankah dia temanmu? Bagaimana kamu bisa memutuskan secepat itu?” tanya Myung Hee tak percaya dengan sikap adiknya. 

“Aku juga kecewa. Salah satu keluarga kita ditahan. Tapi dia pasti akan melakukan hal yang sama jika menjadi aku. Kita sedang tidak bisa membantu klien tanpa bayaran,” jelas Joong Won dan Myung Hee bertanya apa Presdir Cho mampu membayar mereka, karena semenjak Joong Won menjadi penasihatnya, Presdir Cho jarang memberikan pekerjaan. 

“Apa yang terjadi?” tanya Myung Hee. 

“Mungkin mereka yang membunuh bendahara mereka. Apa kamu ingin aku mengurus kasus ini? Aku tahu Kakak khawatir dengan reputasi firma kita,” jawab Joong Won dan Myung Hee berkata kalau dia sendiri yang akan membahas semuanya dengan Presdir Cho. Jadi dia meminta Joong Won untuk memeriksa apakah Presdi Cho benar-benar melakukan pembunuhan atau tidak. Semua itu harus di lakukan untuk mencari alasan apakah mereka masih harus bekerja sama atau tidak dengan Presdir Cho.

Joong Won sangat yakin kalau Presdir Cho pasti sudah tahu tentang penangkapan Tuan Jang, jadi mereka harus menunggu sampai Presdir Cho sendiri yang membahasnya. Semua itu Joong Won lalukan karena konsultasi yang pihak Presdir Cho lakukan selama sebulan sangat membantu keuangan mereka. 



Saat hanya berdua, Dan bertanya apa sudah terjadi sesuatu antara Hye Kyung dan Joong Won. Tentu saja Hye Kyung menjawab tidak. 

“Kalian terlihat canggung. Kalian menjaga jarak hari ini, tidak seperti biasanya. Aku merasa kalian seperti bos dan pegawainya,” ucap Dan. 

“Bos dan pegawai. Hubungan kami memang seperti itu,” jawab Hye Kyung dan mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan kalau kopi-nya enak. Walaupun tak tahu masalah yang terjadi, Dan tetap memberi saran agar Hye Kyung lebih memikirkan hal tersebut dengan lebih tenang. Karena keuangan firma mereka sedang sulit dan siapa lagi yang akan dipecat kalau bukan Hye Kyung. 

“Apa kamu ingin aku bersikap baik pada Pengacara Seo Joong Won?” tanya Hye Kyung. 

“Berjuanglah untuk bertahan dari persaingan ini. Semuanya memanfaatkanmu demi keuntungan mereka sendiri. Apa salahnya jika kamu melakukan hal serupa?” saran Dan, namun Hye Kyung tak mau melakukannya. 



Joon Ho menemui Joong Won dan mengatakan kalau Tuan Jang sudah menelponnya dan minta firma mereka yang mengambil kasusnya, termasuk gugatan perusahaan kereta api yang sedang dia tangani, sampai dia bebas dari penjara. Untuk kasus Tuan Jang, Joong Won sendiri belum bisa menentukan akan mengambilnya atau tidak, tapi untuk kasus gugatan perusahaan kereta api, dia memperbolehkan Joon Ho untuk menanganinya. Mendapat kepercayaan menangani kasus, Joon Ho terlihat sangat senang.

Di rumah, Tae Joon teringat kembali dengan sikap Hye Kyung yang berubah 180 derajat dalam waktu satu malam. Tepat disaat itu Do Sub datang menemui Tae Joon di rumah. 



Kita beralih pada Hye Kyung yang masih berada di tempat kerja. Ketika pikirannya sedang tak fokus, Hye Kyung selalu melihat foto keluarga. Hye Kyung kemudian pergi menemui Joong Won di ruangannya. Dia mengaku kalau untuk kejadian semalam, dialah yang salah, jadi dia meminta Joong Won untuk tidak membahasnya lagi. 

“Apa itu karena kamu sudah menikah?” tanya Joong Won. 

“Karena kita teman. Kita teman yang bisa mengobrol secara bebas. Hanya kamu yang aku miliki. Aku tidak mau kehilanganmu,” aku Hye Kyung dan Joong Won bertanya kenapa Hye Kyung berfikir seperti itu, karena mereka berdua malah semakin dekat. Joong Won ingin mengakui perasaannya yang sebenarnya, namun sebelum Joong Won mengatakannya, Hye Kyung memotong dengan mengatakan kalau dia menyukai tempat dan juga pekerjaannya. 



“Aku mulai mengenal diriku setelah mulai bekerja. Tapi jika sikapmu seperti ini, Aku tidak bisa selalu berada di sini. Kamu Presdir firma ini dan aku hanya seorang pegawai. Aku tidak ingin kehilangan teman dan juga pekerjaanku. Jadi, aku mohon. Kita lupakan saja apa yang sudah terjadi tadi malam,” pinta Hye Kyung dan Joong Won kemudian menghampiri Hye Kyung. Tanpa keduanya sadari, Myung Hee melihat mereka berdua dari luar. 

“Aku juga...merasa senang kamu bekerja di sini. Jadi...sebaiknya jangan membahas hal ini lagi. Ayo, kita lupakan semuanya,” jawab Joong Won dan Hye Kyung berterima kasih mendengarnya. Joong Won kemudian bertanya apakah mereka masih berteman dan Hye Kyung pun mengiyakan. Mereka adalah teman baik. Setelah Hye Kyung keluar ruangan, senyum yang ada di wajah Joong Won langsung menghilang. Sepertinya dia kecewa sudah di tolak oleh Hye Kyung.

Sedangkan Hye Kyung sendiri merasa lega karena mengakhiri dan menyelesaikan masalah canggung antara dia dan Joong Won. 


Joon Ho kemudian menemui Joong Won dan bertanya tentang program untuk mendapatkan pinjaman dari firma yang bunganya lebih rendah dari bank. Yang ingin Joon Ho tanyakan adalah kenapa departemen keuangan menolak pengajuan tersebut. Joong Won menjawab kalau mereka tak bisa memberikannya karena perusahaan mereka sedang mengalami kesulitan keuangan, namun mereka akan segera menyelesaikannya. 


Joon Ho kemudian menanyakan satu hal lagi pada Joong Won. Dia menanyakan tentang apalah dia masih bisa bertahan di firma hukum itu. Joong Won pun langsung menjawab iya, dia mengiyakan kalau Joon Ho bisa bertahan di firma hukumnya. 


Di rumah, Hye Kyung menyiapkan makan malam untuk keluarganya. Saat makan. Ji Hoon bertanya apa dia bisa ikut menghadiri persidangan sang ayah, Ji Hoon bahkan dengan yakin berkata kalau dia bisa memberi kesaksian untuk sang ayah. Tentu saja Tae Joon tak mengizinkannya dengan alasan Ji Hoon harus sekolah. 


Seo Yeon kemudian bertanya apa Tae Joon akan di penjara jika dia kalah dalam persidangan kali ini. Tae Joon pun meminta anak-anaknya untuk tidak perlu khawatir dan Tae Joon berjanji akan memenangkan persidangan kali ini.


Di kamar, Hye Kyung terus teringat pada kata-kata Joong Won yang berkata kalau dia juga merasa senang, Hye Kyung bekerja di firma hukumnya. Joong Won juga sepakat agar mereka berdua tidak membahas kejadian semalam. Tepat disaat itu Tae Joon masuk dan bertanya apa Hye Kyung akan ikut ke persidangannya besok. Hye Kyung pun mengiyakan

“Apa aku perlu tidur di sini?” tanya Tae Joon sambil memegang pipi Hye kYung dan Hye Kyung menjawab kalau dia sedikit lelah hari ini. Tae Joon pun mengerti dan menyuruh Hye Kyung tidur lebih cepat, karena besok akan ada banyak pekerjaan untuk mereka.

Ketika hendak keluar kamar, Tae Joon teringat kembali pada alat kontrasepsi yang dia temukan di dalam laci Hye Kyung. Mengingat Hye Kyung punya alat itu, Tae Joon pun membayangkan Hye Kyung sedang berada di atas ranjang bersama Joong Won. Hanya membayangkan hal tersebut sudah membuat Tae Joon marah, terlihat dari tangannya yang mengepal.



“Apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?” tanya Hye Kyung karena Tae Joon masih berdiam diri. 

“Tidak. Tidurlah yang nyenyak,” jawab Tae Joon dan Hye Kyung kemudian bertanya tentang kasus Presdir Cho. 

“Aku dengar dia tidakmenghadiri sidangnya karena penggelapan dana,” jelas Hye Kyung dan Tae Joon ingat tentang kasus itu. Dimana Presdir Cho di putus tidak bersalah, karena saksi kunci untuk jaksa menghilang. 

“Saksinya dibunuh. Pengacaranya ditahan atas tuduhan pembunuhan. Apa kamu tidak tahu soal kasus ini?” tanya Hye Kyung. 

“Seperti yang aku katakan, aku tidak pernah melampaui batas. Cho Guk Hyun tidak pernah meminta uang. Aku tidak akan menerima penawarannya. Jika kamu tidak percaya padaku, tanyakan saja kepada Jaksa Baek. Kamu bisa bertanya kepadanya, apa aku pernah memaksa orang lain,” jawab Tae Joon dan Hye Kyung mengerti.

Hye Kyung menghias diri dan dia kemudian mencoba cincin berlian yang ada di atas meja riasnya. Namun ketika Tae Joon memanggilnya, Hye Kyung langsung melepas cincinnya. 



Persidangan kasus Tae Joon langsung masuk berita. Di depan gedung pengadilan sudah terdapat banyak reporter yang berusaha mendapatkan jawaban dari Hye Kyung. Mereka bertanya apa Hye Kyung percaya pada Tae Joon, setelah apa yang sudah Tae Joon lakukan. Namun Hye Kyung tak menjawab, dia hanya melewati reporter sambil bergandengan tangan dengan Tae Joon.

Di dalam gedung, Hye Kyung kemudian bertanya tentang siapa hakim untuk kasus Tae Joon kali ini dan Tae Joon menjawab kalau hakim nya adalah teman kuliahnya dulu. Dia bernama Son Byung Woo. Hakim Son sangat terobsesi dengan politik. Tepat disaat itu, orang yang sedang mereka bicarakan sedang berjalan menuju tempat mereka. Melihat itu, Tae Joon pun berkata kalau Hakim Son pasti sengaja ingin berpapasan dengannya. 


“Tae Joon, senang melihatmu. Aku akan bersikap adil saat di persidangan. Jika kamu terbukti bersalah kamu akan dihukum. Jika kamu tidak bersalah, itu akan terbukti,” ucap hakim Son ketika mereka berpapasan. 


“Aku juga menginginkan hal itu, Yang Mulia,” jawab Tae  Joon dan reporter yang datang bersama Hakim Son langsung menawarkan untuk memfoto mereka berdua. Tentu saja hakim Son dengan senang hati berfoto. Awalnya Hye Kyung tak mau ikut berfoto, tapi dia diajak oleh Tae Joon dan akhirnya mereka jadi foto bertiga. Setelah berfoto, hakim Son dan si reporter pun pergi.

Tae Joon kemudian berterima kasih pada Hye Kyung sebab mau datang untuk menemaninya. Tae Joon menambahkan kalau pengadilan penuh dengan orang-orang seperti Hakim Son. 


Persidangan di mulai dan Tae Joon mengemukakan pembelaannya. “Yang Mulia. Perwujudan keadilan, Sang Dewi Keadilan, ...membawa buku hukum.....di satu tangan dan timbangan....di tangan lainnya. Alasannya adalah untuk menunjukkan....bahwa dia bertekad akan mengadili secara adil. Seperti dia menimbang berat tindak kejahatannya. Benar. Aku seorang pendosa. Aku mengencani wanita lain...tanpa sepengetahuan istriku. Itu salah, tapi aku harus menyesalinya seumur hidupku,” ucap Tae Joon dan Jaksa Choi terlihat malas mendengarnya. 

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 7 - 2

No comments :

Post a Comment