August 8, 2016

The Good Wife Episode 6 - 2


Dan menemui Tae Joon di rumah sakit tempat Nyonya Oh di rawat. Dia memberitahu Tae Joon, kalau Jaksa Choi memintanya untuk mencari bukti yang bisa memenjarakan Tae Joon dan Dan sendiri sangat senang jika bisa memenjarakan Tae Joon, karena Tae Joon orang jahat. Dan beranggapan kalau Tae Joon di penjara, akan lebih baik untuk Hye Kyung. 

“Aku sudah memikirkannya dan aku ingin memberimu peluang, Bagaimana menurutmu?” tawar Dan, namun Tae Joon menyarankan agar Dan  menerima uang Jaksa Choi. “Aku boleh menerimanya? Kamu ingat apa saja yang kuketahui, bukan?” tanya Dan meyakinkan dan Tae Joon berkata kalau Dan juga harus menerima uang darinya. 

“Aku akan memberimu informasi dan kamu bisa menyerahkannya. Kamu akan mendapat berlipat ganda,” ucap Tae Joon dan Dan beranggapan kalau Tae Joon memang paling cerdas dalam hal berbuat jahat.  Yang Tae Joon inginkan dari Dan adalah mencari tahu apa yang sudah  Jaksa Choi rekam setelah menyadap ponsel Tae Joon. 




Joong Won menemui Tuan Nam yang terus memandangi Hyo Jin dari luar. Pada Joong Won, Tuan Nam berkata kalau Hyo Jin seperti sedang tertidur. Tuan Nam sangat yakin kalau Hyo Jin pasti akan bangun. 

“Meskipun kita memenangkannya, uangnya...” ucap Joong Won dan langsung dipotong oleh Tuan Nam yang ternyata juga mengharapkan uang tersebut. 

“Aku tidak akan merugikanmu. Bantu aku menolong Hyo Jin. Kumohon,” pinta Tuan Nam dan Joong Won mengiyakan. Dia janji akan memenangkan kasus itu. 

Persidangan  akan di mulai dan ketika Joong Won masuk, Soo Hyun langsung bertanya apa Tuan Nam mau menerima saran perdamaian. Sambil jalan ketempat duduk, Joong Won menjawab kalau mereka akan memperjuangkan semuanya sampai akhir. 

“Astaga. Dia akan kehilangan cinta dan uangnya,” keluh Soo Hyun dan Joong Won pun bertanya apa Soo Hyun sudah menemukan sesuatu. Soo Hyun pun hanya mengiyakan dan menyuruh Joong Won untuk menantikannya langsung. 


Hakim Kim tiba dan Soo Hyun langsung berkata kalau dia ingin menanyai Tuan Na Joong Ki untuk meyakinkan pernyataannya. Tuan Na duduk di bangku saksi dan Soo Hyun mengaku kalau Tuan Na faham dan mengerti kenapa Tuan Na melakukan semua itu. 

“Tapi, bukankah kamu melakukan ini karena egois dan melawan haknya untuk meninggal dengan hormat” tanya Soo Hyun.


“Kami tidak mendaftarkan pernikahan kami, tapi kami seperti suami dan istri. Hyo Jin sangat menginginkan anak. Jika Hyo Jin sadar, dia pasti akan berpikir begitu. Kakaknya itu seperti orang asing baginya” jelas Tuan Nam dan tentu saja kakak Hyo Jin emosi mendengarnya. “Seberapa sering kamu meneleponnya? Dia muncul setelah ini terjadi kepada Hyo Jin. Aku tidak bisa melepaskan Hyo Jin atau anak kami,” sambung Tuan Nam dan Soo Hyun bertanya lagi apa Tuan Nam berencana menikahi Hyo Jin. Tuan Nam pun mengiyakan. 

“Kecelakaan terjadi pada hari Minggu. Korban menuju rumah sakit sendirian untuk memeriksakan diri. Kalau kamu sangat mencintainya, kenapa tidak menemaninya?” tanya Soo Hyun dan Tuan Nam mengaku kalau dia pergi ke suatu tempat. Soo Hyun kemudian menunjukka ponsel Hyo Jin dan berkata kalau di hari kecelakaan Hyo Jin dan Tuan Nam saling mengirim pesan. Agar semuanya jelas Soo Hyun meminta Tuan Nam membacakan sms-nya. Tentu saja Tuan Nam tak mau membacakannya, jadi Soo Hyun sendiri yang membacanya.


"Aku kecewa kepadamu. Tidak kusangka kamu akan berlaku begini kepadaku. Kamu memuakkan. Aku tidak mau mendengar apa pun lagi darimu,” isi pesan Hyo Jin untuk Tuan Nam pada hari itu dan Soo Hyun bertanya bagaimana pendapat Tuan Nam tentang hal itu. Tuan Nam berkata kalau saat itu Hyo Jin hanya salah paham terhadap  kolega Tuan Nam. 

“Setelah Hyo Jin hamil, dia menjadi sensitif. Aku mencoba tidak menghubungi kolegaku selain karena pekerjaan. Tapi pada hari itu, aku ada keperluan mendesak,” ucap Tuan Nam dan ketika dia melihat ke arah Joong Won, Joong Won memberi isyarat dengan gelengan kepala. “Aku berusaha meminta maaf. Aku ingin memberitahunya bahwa itu tidak akan terulang,” tambah Tuan Nam dan Soo Hyun memotong dengan mengatakan kalau Hyo Jin tak mau memaafkan Tuan Nam. 

“Kamu sungguh berpikir bahwa kamu berhak mewakili Bu Lee?” tanya Soo Hyun, karena Tuan Nam tak bisa menjawab, Soo Hyun pun berkata pada hakim kalau Tuan Nam tak berhak menjadi wali Hyo Jin. 

Joong Won mengajukan keberatan dengan mengatakan kalau hal itu hanyalah perselisihan kecil. Kalau tidak ada kecelakaan itu, mereka pasti berbaikan. Soo Hyun memotong kalau semua itu hanya asumsi Joong Won saja, karena pada kenyataannya Tuan Nam dan Hyo Jin berpisah. 

“Yang Mulia, dia mungkin tidak bisa mewakili Bu Lee, tapi dia bisa mewakili anaknya. Hanya dia yang bisa melindungi anaknya..,” ucap Joong Won dan si hakim memotong dengan mengatakan kalau janin tidak punya hak. Soo Hyun mengakhiri pertanyaannya dan tersenyum puas ke arah Joong Won saat dia kembali ke mejanya. 

Persidangan selesai, Soo Hyun dan kakak Hyo Jin tertawa puas ketika dia keluar dari ruangan. Joong Won langsung menghampiri mereka dan mengajak Soo Hyun untuk membuat kesepakatan. Joong Won ingin Hyo Jin tetap memakai alat bantu hidupnya sampai dia melahirkan. 

“Kamu sudah kalah, tak ada yang perlu di bicarakan,” ucap Soo Hyun dan pergi. 



Hye Kyung menghampiri Tuan Nam yang masih duduk di meja saksi. Tuan Nam meminta maaf karena tak menceritakan tentang pertengkaran itu pada Hye Kyung dan Joong Won. Tuan Nam hanya tak mau hubungannya dengan Hyo Jin berakhir dengan pertengkaran seperti itu. 

“Kenangan terakhir kami adalah bertengkar. Saat Hyo Jin bangun, aku ingin meminta maaf dan mengatakan itu semua salahku. Pengacara Kim. Kita masih punya peluang, bukan? Kita bisa menolong Hyo Jin, bukan?” tanya Tuan Nam dan Hye Kyung tak bisa berkata apa-apa.


Mereka semua kemudian pergi ke ruang rawat Hyo Jin. Si dokter berkata kalau setelah alat bantu pernafasan di lepas, maka Hyo Jin akan berhenti bernafas dalam waktu 30 sampai 60 menit. Alat bantu pun dilepaskan, Tuan Nam menangis, memegangi tangan Hyo Jin dan terus menyebut nama Hyo Jin. 



Tak mau melihatnya, Joong Won memilih keluar. Dia kemudian pergi ke ruang rawat sang ayah. Namun dia hanya melihat sang ayah dari luar, dia tak masuk ke dalam ruangan. Ketika Joong Won berjalan pergi, Tuan Seo menoleh dan melihat Joong Won. Tuan Seo memanggil Joong Won, namun Joong Won sudah keburu pergi. 


Hye Kyung pulang dan dia melihat ke arah kamar Tae Joon. Dia teringat kembali pada kata-kata Tuan Nam yang tak ingin hubungannya dengan Hyo Jin berakhir dengan pertengkaran. Mengingat ucapan itu, Hye Kyung pun menemui Tae Joon dan mengajaknya bicara. 

Hye Kyung bertanya apa Presdir Cho mengancam Tae Joon tentang kecelakaan waktu itu. Tae Joon menjawab kalau Presdir Cho tak pernah mengungkitnya secara langsung, tapi dia memang melakukan hal tersebut. Selalu mengungkit tentang kecelakaan. Keinginan Presdir Cho yang sebenarnya adalah membangun hubungan pribadi dengan para jaksa. Dia mendekati Tae Joon melalui Tuan Kang dan mengatakan kalau dia ingin membantu tanpa syarat.

“Karena itu kamu menerima suapnya?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon bilang tidak. Tae Joon hanya menerima kalung yang sudah dia berikan pada Hye Kyung. 

“Presdir Cho memberiku informasi mengenai korupsi di antara borjuis dan politikus. Sebagai imbalan, terkadang, aku memudahkannya mengurus kasusnya,” jelas Tae Joon. 

“Bagaimana dengan skandal seksualmu?” tanya Hye Kyung. 

“Sudah kubilang. Mereka menjebakku saat penyidikan. Presdir Cho tidak ada kaitannya dengan kasus itu,”konfirm Tae Joon dan Hye Kyung kemudian bertanya tentang Triton Fields. 

“Dalam sebuah dokumen pajak, kami mendapati bahwa dana taktis untuk Dream UCT dikirim ke suaka pajak. Aku hanya menemui Presdir Cho terkait informasi itu,” jawab Tae Joon dan Hye Kyung bertanya kenapa sekarang Presdir Cho masih ingin menemui Tae Joon. Tae Joon menjawab kalau semua itu karena persidangan bandingnya. Jaksa Choi sangat mendesak Presdir Cho, untuk menemukan bukti yang bisa menghancurkan Tae Joon. 

“Dia ingin menawarkan bantuan. Aku tidak memberitahumu karena tidak mau kamu khawatir. Seperti caramu melindungiku, aku ingin melindungi kamu dan anak-anak,” aku Tae Joon dan Hye Kyung meminta Tae Joon untuk berterus terang, karena yang sebenarnya, Tae Joon bukan ingin melindungi Hye Kyung, melainkan melindungi keserakahannya. 

“Itu sudah salah sejak awal, tapi kukira itu tidak apa-apa karena aku mencintaimu. Tapi, seharusnya aku memperbaikinya dulu. Kalau kuperbaiki, kita akan lebih bahagia meskipun kita tidak semapan ini,” ucap Hye Kyung dan kemudian masuk kamar. 


Dan menemui Jaksa Choi dan mengatakan kalau dia sudah menemui Tae Joon. Dan kemudian mengatakan kalau dia juga menginginkan sesuatu dari Jaksa Choi, dia ingin sadapan ponsel Tae Joon. Walaupun hal itu ilegal, namun disana banyak data dan informasinya. Jaksa Choi mengatakan kalau bukan dia yang menyadap, dia hanya di kirimi oleh seseorang. 

“Bagaimana caram mencurinya dariku?” tanya Jaksa Choi dan Dan berkata kalau Jaksa Choi sendirilah yang harus memberikannya. Karena dengan memberikan rekaman itu, Tae Joon bisa mempercayainya untuk mendapatkan informasi yang Jaksa Choi mau. 

“Kamu berharap aku akan memercayaimu?” tanya Jaksa Choi. 

“Katakanlah jika sudah memutuskan,” jawab Dan dan hendak pergi, namun Jak sa Choi menyuruhnya duduk lagi karena dia belum selesai bicara. Dan berkata kalau dia bekerja untuk Jaksa Choi tanpa bayaran, jadi Dan fikir dia sudah memberi Jaksa Choi kepercayaan yang cukup. Tanpa menunggu jawaban dari Jasksa Choi, Dan pun langsung pergi.


Joong Won minum sendirian dan melihat pesan sang ayah, yang meminta agar Joong Won menjadi pengacara yang lebih hebat darinya. Tepat disaat itu, dia mendapat telepon dari Tuan Nam yang meminta bantuan Joong Won. Sepertinya Hyo Jin menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tanpa membuang waktu lama, Joong Won pun langsung pergi ke rumah sakit. Si dokter mengatakan kalau dia ragu  Hyo Jin akan benar-benar bangun, karena semua anggota tubuhnya tak berfungsi. 


Joong Won pun meyakinkan si dokter untuk menganggap semua itu sebagai keajaiban yag sangat langka. Dengan penuh semangat Joong Won menelpon Hye Kyung dan mengabari tentang Hyo Jin yang masih hidup.

Dan menemui Tae Joon di rumah dan memberikan hasil rekamannya, jadi Tae Joon bisa mentransfer uangnya sekarang. 


Soo Hyun kembali menemui Joong Won dan Hye Kyung untuk membicarakan kasus Hyo Jin.Dia berkata kalau pihak keluarga mau memasang alat bantu bernafas untuk Hyo Jin, jika mereka merelakan warisannya. Joong Won beranggapan kalau hal itu bukan persyaratan untuk berdamai, karena alat bantu pernafasannya sudah di cabut. 

“Kami akan menuntut biaya pengobatan melahirkan, biaya hidup sampai masuk kuliah, dan biaya pendidikan,” ucap Hye Kyung dan Soo Hyun beranggapan kalau hal itu terlalu banyak. 

“Kamu bilang peluang hidup anaknya kecil, bukan? Kami ingin memberi harapan kepada klien kami dari peluang sebesar tiga sampai lima persen itu,” jawab Joong Won senang.


“Kamu yakin peluangnya bukan 10 sampai 15 persen?” sindir Hye Kyung dan kemudian berkata kalau dia akan merundingkannya dengan pihak keluarga. Soo Hyun menelpon kakak Hyo Jin yang saat itu sudah menggelar acara pemakaman Hyo Jin. Tepat disaat itu dia di marahi oleh keluarga besarnya, yang terang-terangan ingin Hyo Jin mati, karena sang kakak sudah membuat acara pemakaman, padahal Hyo Jin belum mati. Kakak Hyo Jin pun akhirnya berkata pada Soo Hyun untuk berdamai dengan pihak Tuan Nam. Sang kakak sudah tak mau peduli lagi, mau Hyo Jin hidup atau mati. 

Setelah mendengar percakapan antara Soo Hyun dan kakak Hyo Jin, Hye Kyung dan Joong Won tersenyum senang karena mereka akhirnya menang. 

“Hasilnya seperti keinginan kalian. Akan kukirimkan dokumennya,” ucap Soo Hyun dan beranjak dari duduk dengan di bantu Hye Kyung. 


Joong Won juga ikut membantu, dia membawakan tas Soo Hyun. Saat akan menuruni tangga, Soo Hyun berkomentar kalau dia sudah banyak berubah dan Joong Won membalas kalau Soo Hyun tak sama sedikitpun berubah. 

“Orang tidak boleh berubah dengan mudah,” keluh Soo Hyun dan memberikan semua barang-barangnya, agar di bawakan oleh Joong Won dengan alasan banyak tangga yang harus Soo Hyun turuni. 

Hye Kyung kemudian menghubungi Tuan Nam dan memberitahu kalau pihak keluarga Hyo Jin memutuskan untuk berdamai. Tentu saja Tuan Nam senang mendengarnya, dia bahkan sampai terharu. 


Myung Hee menemui Hye Kyung dan bertanya apa Tuan Seo sakit keras. Hye Kyung membenarkan kalau Tuan Seo memang sedang tidak sakit, namun Hye Kyung tidak bisa memberitahukan tentang hal tersebut, sebab Tuan Seo berkata akan mengatakannya langsung pada anak-anaknya. Myung Hee mengerti dan hendak pergi, namun Hye Kyung memanggilnya. Dia ingin bertanya kasus yang Joong Won tangani mengenai racun timbel dalam mainan. 

“Benarkah dia memenangkan kasus itu dengan menunggu anak-anak korban keracunan meninggal?” tanya Hye Kyung.

“Ya, ayahku sangat kecewa dengannya saat itu. Itu juga merusak reputasi firma. Tapi, Joong Won tidak punya pilihan. Dia berutang besar karena Ayah. Joong Won banyak menderita demi menyelamatkan firma,” jawab Myung Hee dan mata Hye Kyung terus melihat ke arah Joong Won yang sedang sibuk di luar ruangan. 

Hye Kyung menghampiri Dan, namun Dan tanpa bicara sepatah katapun langsung berjalan pergi. Tentu saja Hye Kyung terlihat bingung dengan sikap Dan yang seperti itu. Joong Won, Myung Hee dan Dan, mereka sendiri-sendiri dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. 


Tae Joon kemudian mendengar hasil sadapan milik Jaksa  Choi dan rekaman itu berisi percakapan antara Presdir Choi dan Tae Joon. Presdir Cho menyarankan agar dia membuktikan tentang pencucian uang melalui Triton Fields. Namun Tae Joon menolak saran itu, karena yang dia ingin hanya mendapat bukti untuk memenjarakan pencurian uang. 


Joong Won sekarang sudah berada di kamar rawat sang ayah, sedangkan Tuan Seo sibuk memeriksa dokumen firmanya. “Ada banyak yang harus ditinjau. Ayah sudah sangat sibuk, tapi hal semacam ini menghabiskan waktu Ayah. Ayah harus menandatangani kontrak dengan para pengacara juga. Ayah juga harus mencari klien. Astaga,” keluh Tuan Seo dan Joong Won kemudian meminta sang ayah untuk tidak terlalu memaksakan diri. 

“Ayah dengar kamu datang saat Ayah baru masuk rumah sakit,” ucap Tuan Seo dan Joong Won mengiyakan. “Sepertinya Ayah mengigau saat tidur, tapi jangan menganggapnya serius. Ayah baru mengalami kecelakaan. Ayah hanya terkejut. Karena itu Ayah mengatakan itu,” tambah Tuan Seo dan Joong Won hanya berkata kalau dia tahu. 

Tuan Seo kemudian berpesan pada Joong Won agar dia baik pada semua orang yang ada di sekitarnya, sebab Tuan Seo tidak bisa melakukan hal tersebut dan akhir-akhir ini, Tuan Seo menyesalinya. Joong Won hendak pergi, namun Tuan Seo menahannya, karena dia ingin meminta tanda tangan Joong Won. Dia ingin Joong Won tanda tangan di "Surat Kuasa Mengenai Penanganan untuk Alzheimer" sebagai wali Tuan Seo. Joong Won terdiam sejenak dan kemudian memberikan tanda tangan lalu pergi. Dia terlihat sedih namun tak mengatakan apapun pada Tuan Seo. 


Hye Kyung menemui Joong Won dan berkata kalau mereka sudah mendapatkan kesepakatan. Hyo Jin akan di pindahkan ke rumah sakit bersalin. Dia juga berkata kalau Joong Won sudah menyelamatkan nyawa Hyo Jin dan juga nyawa anaknya. Joong Won pun berterima kasih karena Hye Kyung sudah mengatakan hal itu. 

Hye Kyung kemudian meminta maaf karena tak bisa memberitahu tentang penyakit Tuan Seo dan Joong Won mengerti hal tersebut. Joong Won juga merasa kalau ayahnya selalu berfikir bahwa Joong Won adalah orang yang bisa membunuh orang lain demi uang. 

“Saat kamu bilang akan mengajukan putusan sela, pikiran pertamaku adalah soal keuntungannya,” ucap Joong Won. 

“Tentu saja, biaya alat bantu hidup sangat mahal. Selain itu, peluang menangnya kecil,” jawab Hye Kyung dan Joong Won mengaku kalau dia ingin membuktikan pada Tuan Seo kalau dia juga bersikap seperti Tuan Seo. 


“Kita hanya melakukan tugas kita. Karena itu aku membela perusahaan mainan yang menyebabkan keracunan timbel. Aku ingin dia mengetahui betapa sia-sianya mengkritikku. Ayahku semakin lemah. Kenapa dia peduli dengan hak asasi manusia dan orang lemah? Seharusnya dia memedulikan keluarganya saja. Soo Hyun dan kakakku mengira aku menerima kasus itu demi uangnya. Itulah pendapat orang tentangku. Mereka benar. Ayah tidak pernah salah,” ungkap Joong Won dan Hye Kyung berkata kalau dia mengerti alasan Joong Won melakukan semua itu. Joong kemudian berkata kalau Hye Kyung sudah terkecoh dengan sandiwara-nya selama ini, Joong Won mengaku kalau selama ini dia sudah memakai topeng. 

“Tidak. Kamu benar-benar orang baik, jadi, jangan bilang begitu,” ucap Hye Kyung dan tatapan sedih. Melihat Hye Kyung seperti itu, Joong Won langsung menciumnya dan Hye Kyung tak menolak. 


“Saat aku bersamamu, aku ingin menjadi orang baik,” aku Joong Won dan mereka pun berciuman kembali. Untuk beberapa saat Hye Kyung terbuai, namun dia kemudian melepaskan diri dari Joong Won. 

Hye Kyung meminta maaf dan berkata kalau sepertinya apa yang mereka lakukan itu adalah sebuah kesalahan. Hye Kyung pun pergi. 


Sampai di tempat parkir, Hye Kyung masih merasakan ada sesuatu dan tiba-tiba langkahnya berbalik. Dia kembali ke kantor untuk menemui Joong Won. Namun Joong Won sudah tak ada lagi di ruangannya. Tepat disaat itu Joon Ho muncul dan bertanya apa semuanya baik-baik saja. Dengan sedikit bingung, Hye Kyung menjawab bukan apa-apa. 


“Aku akan bertanya besok,” ucap Hye Kyung dan berjalan pergi. Joon Ho pun sedikit bingung dengan sikap Hye Kyung.

Tepat disaat Hye Kyung masuk lift, Joong Won keluar dari lift satunya. Sehingga membuat mereka berdua tak bertemu. Joong Won kembali ke kantor dan dari luar dia melihat ruangan Hye Kyung dan juga foto keluarga yang Hye Kyung pajang di meja kerjanya. Joong Won juga melihat ponselnya, dia sepertinya ingin menghubungi Hye Kyung.


Joon Ho muncul dan menghampiri Joong Won. Pada Joong Won, Joon Ho berkata kalau tadi Hye Kyung mencarinya, tentu saja Joong Won kaget dan langsung berjalan pergi.

Hye Kyung sudah di dalam mobil dan tepat disaat itu dia mendapat telepon dari Joong Won. Namun tak diangkat oleh Hye Kyung. 



Saat ruangan Joong Won kosong, Joon Ho masuk dan dilantai dia menemukan bros milik Hye Kyung.

Di rumah, Hye Kyung langsung menemui Tae Joon dan tanpa bicara sepatah katapun, Hye Kyung langsung mencium Tae Joon. Tentu saja Tae Joon tak menolaknya. 

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 7


No comments :

Post a Comment