August 1, 2016

The Good Wife Episode 5 - 2


Bersama Dan, Hye Kyung pergi ke sekolah Jae Yeol. Disana mereka bertemu dengan Joon Ho yang juga mencari tahu tentang kasus Jae Yeol, karena dia pengacara yang akan mendampingi Jae Yeol sebagai ganti Hye Kyung. Saat bermain bola bersama anak-anak lainnya, Joon Ho mendapatkan info kalau Jae Yeol selalu tidur saat kelas berlangsung dan mendengarkan musik. 


“Sifatnya tenang, tapi ketua kelas cukup menyusahkan. Kamu tahu bagaimana anak orang kaya dan rajin belajar menjadi penindas?Nilainya memburuk belakangan ini. Itu motifnya mencuri kertas ujian,” tambah Joon Ho. 

“Joon Ho. Kamu akan berpendapat Dong Hyun membujuk Jae Yeol untuk mencuri?” tanya Hye Kyung. 

“Ya, apa alasan Jae Yeol mencuri kertas ujiannya? Dia bilang akan berhenti sekolah. Semuanya direncanakan oleh Dong Hyun.Kita harus berargumen bahwa Dong Hyun menjegal satpam dan menyebabkan kematiannya,” jelas Joon Ho dan Hye Kyung berkomentar kalau hal itu terlalu ekstrim. Namun Joon Ho berpendapat kalau mereka harus membela Jae Yeol, kalau mereka tidak membalikkan tuduhan pada Dong Hyun maka Jae Yeol lah yang akan menanggung semuanya. Jae Yeol bisa masuk penjara. Apa Hye Kyung akan menghancurkan hidup Jae Yeol dengan cara seperti itu? Joon Ho meminta Hye Kyung untuk tidak khawatir karena dia yang akan mengurus semuanya. 




Hye Kyung pergi berkeliling sendiri, sedangkan Dan pergi bersama Joon Ho. Mereka berdua pergi ke tangga dimana satpam jatuh. Hye Kyung kemudian menghampiri Dong Hyun yang sedang berada di depan loker. Melihat Hye Kyung, Dong Hyun terlihat panik dan langsung menutup kembali lokernya. Hye Kyung mengajak Dong Hyun bicara, tapi tepat disaat itu ibu Dong Hyun datang dan melarang Hye Kyung menginterogasi Dong Hyun, dia beralasan kalau Dong Hyun sudah mengatakan semuanya pada polisi, jadi kalau Hye Kyung masih punya pertanyaan, dia bisa menanyakan langsung pada polisi. 

Ibu Dong Hyun memang terlihat tak senang pada Hye Kyung, karena Hye Kyung memang dari dulu suka ikut campur urusan orang. Hye Kyung mengaku kalau dia hanya ingin memberi keluarga Jae Yeol peluang untuk menyelesaikan masalah itu. 

“Kenapa kamu memberi mereka peluang? Kamu masih mengira masalah akan selesai dan orang lain akan senang selama kamu berusaha keras? Urus saja suamimu. Kami akan menyelesaikannya sendiri,” ucap ibu Dong Hyun dan kemudian membawa Dong Hyun pergi. 


Persidangan Jae Yeol di gelar dan Joon Ho yang menjadi pengacaranya, Hye Kyung hanya mendampinginya saja. Myung Hee juga datang ke persidangan itu, sepertinya dia ingin melihat Joon Ho saat membela Jae Yeol.

Jaksa bertanya tentang apa yang detektif temukan di sekolah dan detektif menjawab kalau ketika dia datang ke sekolah, saat itu jasad satpam sedang bersiap di bawa ke dalam ambulans. Di TKP hanya ada Dong Hyun dan jasad satpam. Dong Hyun kemudian mengaku kalau dia masuk dengan temanya untuk mencuri kertas ujian, karena pengakuan itu detektif pun langsung membawa Dong Hyun ke kantor polisi. Detektif itu pun percaya pada apa yang Dong Hyun katakan. 



Sekarang giliran Joon Ho yang bertanya dan Joon Ho terlihat gugup. Ketika berada di depan detektif, dia bingung harus bertanya apa, jadi diapun minta izin pada hakim untuk mengecek sesuatu terlebih dahulu. Saat kembali ke meja, Joon Ho melihat Myung Hee dan Myung Hee pun hanya menganggukkan kepalanya. Ada Myung Hee yang sedang mengawasinya, Joon Ho semakin gugup. Ternyata Joon Ho kembali ke meja untuk melihat catatannya dan ketika itu Hye Kyung langsung mengingatkan Joon Ho kalau detektif tidak bilang soal Jae Yeol saat di tangkap. Tanpa melihat Hye Kyung, Joon Ho hanya berkata kalau dia tahu, lalu dia kembali menghampiri saksi. 

Pada detektif, Joon Ho bertanya apa Dong Hyun menyebut orang yang mendorong korban dan detektif pun menjawab kalau Dong Hyun mengatakan keesokanharinya. Mendengar jawaban itu, Joon Ho pun berkomentar kalau Dong Hyun punya cukup waktu untuk mengarang sebuah cerita. Detektif berkata kalau Dong Hyun ragu mengkhianati temannya. 

Joon Ho terlihat bingung, dia bingung dengan apa yang mau dia tanyakan lagi, jadi diapun mengakhiri pertanyaannya pada saksi. Joon Ho kembali ke mejanya dengan wajah frustasi. Berusaha menenangkan hati Joon Ho, Hye Kyung pun berkata kalau apa yang Joon Ho lakukan sudah cukup bagus, secara ini adalah pengadilan pertama untuk Joon Ho.


“Pengacara Kim. Jangan berlagak mengungguliku,” ucap Joon Ho dan Hye Kyung hanya diam saja.



Dong Hyun kemudian di panggil sebagai saksi. Pada jaksa Dong Hyun mengungkapkan kalau Jae Yeol berkata ingin berhenti sekolah dan dia ingin menunjukkan sesuatu pada Dong Hyun. “Dia memintaku datang ke sekolah saat malam hari, tapi tidak kusangka dia akan mencuri kertas ujian. Kurasa dia akan menghajarku kalau aku tidak mau. Aku tidak punya pilihan,” aku Dong Hyun dan Jae Yeol langsung membantah. Dia emosi dan langsung mencengkram kerah baju Dong Hyun sambil berteriak kalau semua itu adalah ide Dong Hyun dan Dong Hyun lah yang meminta Jae Yeol untuk membantunya. Melihat apa yang Jae Yeol lakukan, Joon Ho jadi tambah frustasi dan Myung Hee langsung meninggalkan ruang persidangan.



Joong Won menemui Hye Kyung dan bertanya tentang persidangan kasus Jae Yeol. Hye Kyung menjawab kalau sidangnya kacau. Ada masalah saat menginterogasi saksi dan Hye Kyung minta izin pada Joong Won untuk memimpin kasusnya. Mendengar itu, Joong Won bertanya apa Joon Ho melakukan kesalahan. 

“Aku tidak menyalahkannya. Dia berusaha dan bekerja keras untuk menyiapkannya. Aku juga coba membantunya, tapi itu tidak berjalan lancar,” jawab Hye Kyung. 

“Kenapa membantu? Aku memilihnya agar kamu bisa mengalahkannya. Ini kesempatanmu menunjukkan bahwa kamu lebih hebat darinya. Dia baru menyelesaikan kasus nonlitigasi. Ini pengadilan pertama. Kamu bisa bersinar dalam kasus seperti ini. Itu alasanku menugaskan Joon Ho. Tunjukkan kemampuanmu padanya sambil membantu klienmu,” tebak Joong Won dan Hye Kyung bertanya tentang nasif Jae Yeol jika Joon Ho terus menjadi pengacaranya dengan cara seperti itu. 

“Anak itu akan dihukum karena membunuh semuda itu. Perlukah menambah konflik politik kita dalam perselisihan ibu mereka?” tanya Hye Kyung dan Joong Won berkata kalau Hye Kyung selalu memecahkan masalah dengan melihat sisi positifnya. Joong Won beranggapan kalau untuk kali ini kebiasaan Hye Kyung tidak mungkin di lakukan. 

“Setidaknya, aku harus berusaha,” jawab Hye Kyung.

“Tidak ada yang akan berubah meskipun kamu berjuang keras. Joon Ho tidak akan berterima kasih padamu.”

“Tidak, malah dia akan membencinya.”

“Kamu tidak akan berubah pikiran?” tanya Joong Won dan Hye Kyung minta Joong Won untuk mengabaikan semua. Dia ingin mencari tahu apa yang bisa dia lakukan. Hye Kyung hanya ingin berusaha. Joong Won terus mengingatkan Hye Kyung untuk memikirkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan orang lain terus. Namun Hye Kyung sepertinya tetap pada pendiriannya. Tahu kalau Hye Kyung tak mau mendengarkan sarannya, Joong Won pun berkata kalau dia yakin Hye Kyung pasti berhasil, jadi dia tak perlu khawatir. 


Keluar dari ruangan Joong Won, Hye Kyung bertemu dengan Tuan Kang. Dia kenal dengan Tuan Kang dan ketika ditanya apa yang sedang Tuan Kang lakukan difirma mereka, Tuan Kang menjawab kalau dia mengantarkan bosnya dan ternyata bos Tuan Kang adalah Presdir Cho. Presdir Cho sediri sudah berada di ruangan Hye Kyung. 



Hye Kyung pun masuk dan Presdir Cho langsung membahas tentang Tuan Kang. Dia bilang kalau Hye Kyung dan Tuan Kang saling kenal. Melihat Presdir Cho, Hye Kyung pun teringat kembali pada apa yang Pengacara Oh katakan, dimana pada tanggal 9 dan 16 Maret tahun lalu, Tae Joon mendapat telepon dari Presdir Cho. Hye Kyung juga ingat ketika Presdir Cho berpesan pada untuk memberitahu Tae Joon kalau dia dan Tuan Kang mengkhawatirkannya. 

Presdir Cho menemui Hye Kyung karena ingin minta bantuannya. Dia ingin Hye Kyung memberikan jamu pemberian darinya pada Tae Joon. Jamu itu adalah jamu pilihan Tuan Kang. Tak mau ikut terlibat dalam masalah Tae Joon, Hye Kyung pun menyuruh Presdir Cho untuk memberikan jamu itu sendiri ke rumah. Namun Presdir Cho tidak bisa melakukannya, karena Tae Joon sekarang sedang di awasi. 

Selain memberikan jamu, Presdr Cho juga berpesan, “Entah apa yang akan terjadi jika dia terus menghindariku,” ucap Presdir Cho dan langsung keluar dari ruangan Hye Kyung. 



Di kamar, Hye Kyung teringat kembali pada malam kecelakaan itu dan tepat disaat itu Dan menelpon dan itu membuyarkan lamunanya. Dan menelpon untuk memberitahu Hye Kyung kalau polisi belum menemukan kertas ujiannya di TKP dan kedua anak itu sama-sama mengaku kalau mereka belum menyentuh kertas ujian tersebut. Dan beranggapan kalau polisi lebih peduli pada kasus pembunuhannya, daripada mencari kertas ujiannya. Dia pun bertanya kenapa Hye Kyung ingin menemukan kertas ujian itu dan Hye Kyung hanya menjawab kalau ada sesuatu yang mengusiknnya. 


Hye Kyung keluar kamar dan pada Tae Joon kalau dia akan keluar untuk mencari sesuatu. Tae Joon menawari untuk mengantar, namun sayang Tae Joon tidak boleh pergi. Dia hanya boleh berada di rumah, kantor dan rumah sakit. Sebelum pergi, Hye Kyung memberi tahu kalau ada hadiah dari Presdir Cho untuk Tae Joon di kamarnya. 

“Cho Guk Hyun? Apa dia bilang sesuatu?” tanya Tae Joon kaget.

“Dia ingin kamu meneleponnya dan ingin menemuimu. Kang Seok Beom yang memilih hadiahnya. Sudah lama kita tidak mengobrol dengan baik. Kita berpura-pura bahagia dan tidak membahas masalah penting. Kurasa, ini saatnya kita berterus terang tanpa merahasiakan apa pun,” ucap Hye Kyung dan pergi. 


Hye Kyung pergi ke rumah Dong Hyun untuk membahas kertas ujian karena polisi akan mengangkat kasus tersebut. Tepat disaat itu Dong Hyun turun, namun dia di beri isyarat oleh sang ibu untuk naik lagi ke kamarnya. Saat hanya berdua, Ibu Dong Hyun berkata kalau banyak orang di sekitar rumahnya yang tidak menyukai Hye Kyung karena sikap Hye Kyung yang suka menyuruh dan mencampuri urusan orang lain. Ibu Dong Hyun bahkan menertawai Hye Kyung karena kehidupan Hye Kyung yang nyaman dalam sekejap hancur begitu saja. 

Hye Kyung menjawab kalau semua itu hanya masa lalu dan sekarang hanya urusan Dong Hyun yang penting. Ibu Dong Hyun tak suka anaknya dibilang buruk, dia berkata kalau Dong Hyun adalah murid yang baik dan Tae Yeol lah yang merupakan murid buruk. Selain itu Dong Hyun juga punya nilai yang bagus. 

“Bukankah Dong Hyun menanyakanmu tempat kunci kabinet disimpan? Kamu tahu karena kamu bagian dari komite pengelola sekolah. "Apa Dong Hyun mencuri kertas ujian?”, "Apa dia tidak sengaja membunuh?" Aku yakin kamu terus bertanya-tanya. Aku juga bertanya-tanya saat skandal itu menyebar,” jelas Hye Kyung dan Ibu Dong Hyun langsung memotong dengan menyuruh Hye Kyung berhenti bicara. 

“Jangan membandingkan anakku dengan suamimu,” ucap ibu Dong Hyun dan menyuruh Hye Kyung pergi. Hye Kyung meminta ibu Dong Hyun untuk menanyakan langsung pada Dong Hyun, karena Dong Hyun akan bisa di bantu jika dia mau berbicara yang sebenarnya. 

“Pergilah!” teriak Ibu Dong Hyun dengan mata melotot karena tak senang dengan permintaan Hye Kyung yang ingin bicara dengan Dong Hyun. 

“Kesempatan kedua hanya diberikan saat kita tahu kebenarannya. Tidak ada apa-apa jika kamu menolak kebenarannya. Saling punya rahasia itu buruk bagi kita berdua,” ucap Hye Kyung yang langsung teringat pada kecelakaan yang terjadi malam itu. Kecelakaan dimana Tae Joon menabrak orang. “Aku butuh waktu lama untuk menyadarinya, tapi semoga kamu segera sadar demi anakmu,” tambah Hye Kyung.


Keluar dari rumah Dong Hyun, Hye Kyung langsung menelpon Dan untuk bertanya apa Dan bisa membuka pintu yang terkunci. Melihat Dan dengan mudah membuka pintu yang terkunci, Hye Kyung pun jadi penasaran kenapa Tae Joon memecat Dan. Dan menjawab kalau semua itu gara-gara Dan menyelidiki kasus Tae Joon yang di tutup secara diam-diam dan membongkar beberapa informasi. Karena di beri pilihan antara di hukum dan keluar, Dan pun memilih keluar. Setelah mengakui semua itu, Dan memberi saran pada Hye Kyung untuk berpisah saja dengan Tae Joon. 

Ternyata pintu yang ingin Hye Kyung buka adalah pintu sekolah. Mereka berdua diam-diam pergi ke sekolah untuk mencari kertas ujian yang hilang. Saat menebak-nebak kemana Dong Hyun akan membuang kertas ujian itu, keduanya sama-sama berpikir kalau Dong Hyun pasti menyimpannya di loker. Hye Kyung juga menambahkan kalau saat dia menemui Dong Hyun di sekolah, dia melihat Dong Hyun di depan lokernya. Ingin membuktikan tebakan mereka, Dan pun langsung membuka kunci loker, namun sebelum loker berhasil di buka, tiba-tiba mereka mendengar suara orang datang. Tentu saja mereka berdua langsung sembunyi.



Melihat orang yang datang adalah ibu Dong Hyun yang langsung menghampiri loker milik Dong Hyun, Hye Kyung pun keluar. Masih membantah kalau Dong Hyun membunuh orang, Ibu Dong Hyun pun kalab, dia terus mendorong Hye Kyung dan menyuruh Hye Kyung untuk memikirkan tentang Tae Joon saja. Untungnya ada Dan disana, Dan berhasil memegangi ibu Dong Hyun agar tidak bisa bergerak. Hye Kyung sendiri langsung membuka loker milik Dong Hyun dan disana dia menemukan kertas ujian-nya.



Keesokanharinya, Hye Kyung bersama Joon Ho memberitahu kedua orang tua Jae Yeol kalau Jae Yeol akan di adili lagi di tahanan anak, tapi dia tidak akan di jebloskan ke penjara anak, dia hanya akan dipekerjakan di pelayanan masyarakat atau berada di bawah pengawasan. Untuk urusan selanjutnya, Hye Kyung berkata kalau Joon Ho lah yang akan mengurusnya. Ayah Jae Yeol yang sebelumnya sangat tak menyukai Hye Kyung, sekarang dengan tulus mengucapkan terima kasih pada Hye Kyung. 

Jae Yeol keluar dan ketika sang ayah menghampiri. Ketika melihat sang ayah mengangkat tangannya, Jae Yeol pikir dia akan di pukul, tapi ternyata sang ayah hanya ingin memeluk. 

Ibu Jae Yeol kemudian berkata kalau dia ingin berteman lagi dengan Hye Kyung, setelah masalah Jae Yeol selesai, dia ingin makan siang bersama Hye Kyung seperti dulu. 


“Aku tahu kamu tidak akan menelepon atau makan siang denganku, tapi tidak apa-apa. Aku mengerti,” ucap Hye Kyung dan berjalan pergi. Tepat disaat itu, ibu Dong Hyun berlari menuju ibu Jae Yeol. Dia ingin ibu Jae Yeol menolong Dong Hyun. Namun ibu Jae Yeol tak mengatakan apapun, dia langsung berjalan pergi menuju suami dan anaknya. Sedangkan Hye Kyung berjalan pergi dari mereka karena merasa sudah tak ada urusan lagi dengan kasus mereka.


Joong Won muncul dengan mobilnya, sepertinya dia sengaja datang untuk bertemu dengan Hye Kyung. Dia berkata kalau Hye Kyung hebat. Mereka berdua kemudian berada di sebuah cafe untuk ngobrol plus minum bersama. 

Hye Kyung kemudian mengaku kalau dia tak menyangka semua orang merasa tak suka pada dirinya. Joong Won berpendapat kalau mereka sebenarnya merasa suka dan sangat berterima kasih pada Hye Kyung, namun ketika Hye Kyung mengalami masalah, mereka memutuskan untuk tidak menyukai Hye Kyung. 

“Apa gunanya? Bukankah masa-masa bahagia yang sudah kami alami lebih penting?” tanya Hye Kyung dan Joong Won menjawab kalau hal itu mereka lakukan agar tidak perlu membantu Hye Kyung. 

Joong Won lalu beranggapan kalau Hye Kyung cukup lambat untuk memahami orang lain. “Kamu tahu aku pernah menyukaimu di Institut Pelatihan Yudisial?” aku Joong Won dan Hye Kyung kaget mendengarnya. Melihat ekspresi Hye Kyung, Joong Won tak bisa percaya kalau Hye Kyung tak merasakan hal itu, padahal Joong Won sudah membuatnya terlihat jelas.

“Kenapa tidak bilang? Kita sering bersama,” tanya Hye Kyung.

“Aku tidak yakin dengan perasaanku. Itu sudah terlambat saat aku menyadarinya. Aku menyadarinya saat pelatihan kita hampir usai,” aku Joong Won.



Kita beralih pada Tae Joon yang akhirnya membuka kotak jamu pemberian Presdir Cho. Ternyata dalam kotak itu, selain jamu juga ada ponsel yang harus Tae Joon gunakan untuk menghubungi Presdir Cho. Tae Joon berkata kalau mereka akan langsung bicara berdua, jadi Presdir Cho jangan melibat Hye Kyung lagi dalam urusan merek. Tujuan Presdir Cho mencari Tae Joon, karena ingin mengajak Tae Joon kerja sama dalam menghadapi Jaksa Choi. 



Hye Kyung masih tak percaya kalau Joong Won menyukai dirinya, karena ketika mereka masih kuliah, Joong Won pernah melakukan kencan buta. “Kamu kira aku akan membiarkannya jika berbohong soal masa lalu?” tanya Hye Kyung.

“Kamu tidak bisa menerima sesuatu tanpa mengkritisinya?” keluh Joong Won. 

“Tidak. Aku tidak tahan lagi dengan rahasia atau kebohongan. Aku hanya ingin tahu kebenaran. Meskipun kebenaran menyakitkan, aku lebih suka mengetahuinya.”

“Aku juga merasa begitu. Terutama jika itu tentangmu,” aku Joong Won dengan nada pelan. Hye Kyung pun memutuskan pulang dan Joong Won masih ingin melanjutkan minumnya. 


Dalam perjalanan pulang, Hye Kyung teringat kembali pada kecelakaan malam itu. Ketika itu, hujan lebat dan Hye Kyung sedang berada di dalam mobil dengan Tae Joon. Karena terburu-buru mengejar penjahat, Tae Joon tak sengaja menabrak orang. 



Hye Kyung baru saja keluar lift dan dia berjalan menuju ke rumahnya. Di rumah, Tae Joon sedang mengingat kembali tentang malam kecelakaan itu. Tae Joon langsung keluar mobil untuk melihat pria yang dia tabrak. Saat itu korban sudah tak sadarkan diri. Hye Kyung ikut keluar dan ingin mendekati korban, namun di larang oleh Tae Joon. 

Tae Joon menghampiri korban dan memeriksa kondisinya. Panik, Hye Kyung hendak menelpon ambulan, namun lagi-lagi dicegah oleh Tae Joon. Tae Joon mengaku kalau dia tidak boleh hancur karena masalah kecelakaan itu, semua kasus yang dia tangani bisa hancur karena masalah itu, jadi dia meminta Hye Kyung untuk mengulur waktu. 

“Hanya aku dan kamu yang harus tahu untuk sekarang. Kelak, aku akan katakan yang sebenarnya. Aku akan bertanggung jawab kelak. Bantu aku mengulur waktu,” pinta Tae Joon.

Dan Hye Kyung yang sekarang sudah berada di depan pintu. Dia teringat lagi pada kecelakaan malam itu, dimana mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Tae Joon berkata pada Hye Kyung kalau Hye Kyung menuruti ucapannya, maka semuanya akan baik-baik saja. Tae Joon juga berjanji akan menjaga Hye Kyung sampai akhir. 


Tepat disaat itu, ponsel Hye Kyung bunyi dan Joong Won yang menelpon. Joong Won sendiri sedang berada di bawah payung sambil membawa bunga. Dia sedang menunggu Hye Kyung. Tae Joon kemudian me-reject telephone dari Joong Won.


Melihat Tae Joon gugup dan ketakutan, Hye Kyung pun berkata kalau dia akan berusaha membantu Tae Joon. Hye Kyung juga percaya kalau semuanya akan baik-baik saja selama mereka bersama dan Hye Kyung pun kemudian memeluk Tae Joon.



Kembali lagi ke Tae Joon dan Hye Kyung yang sekarang. Mereka sekarang sudah berada didepan pintu dan hendak membukanya.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 6


No comments :

Post a Comment