August 30, 2016

The Good Wife Episode 10 - 2


Mahasiswi yang menjadi pengacara pembela, memanggil Joong Won yang sedang ada di toilet. Joong Won keluar dan si mahasiswi langsung menanyainya. Dia bertanya apa dia sudah berbuat kesalahan, karena dia sudah mengajukan keberatan sebanyak 15 kali, tapi Joong Won hanya menerima satu keberatannya. 

“Dengar. Seharusnya kau menerima kata-kata hakim. Jangan mempertanyakannya,” jelas Joong Won.

“Kenapa?”

“Kau bertanya lagi. Kau terlihat tidak sopan. Kau tahu berapa gaji hakim? Dia melakukannya demi kehormatan. Dia tidak ingin mendengarkan pengacara yang membantah. Kau harus menyenangkan hakim agar unggul dalam peradilan,” jelas Joong Won dan si mahasiswi berkata kalau pengadilan itu harusnya berdasarkan bukti-bukti, bukan berdasarkan suasana hati. 




Joong Won kembali menjelaskan kalau keputusan saat sidang dibuat dengan menilai bukti yang diberikan. Namun kehidupan nyata berbeda dari sekolah. Hakim juga punya perasaan. Perasaan mereka terkadang memengaruhi keputusan. Mendengar penjelasan itu, si mahasiswi pun menyimpulkan kalau menurut Joong Won, mereka pengacara harus menampilkan pesona mereka di depan hakim. 

“Tidak kusangka kau memaknainya seperti itu. Baiklah, aku akan berterus terang. Untuk mencapai kesuksesan, kau harus berusaha keras dalam setiap hal,” ucap Joong Won dan dengan semangatnya si mahasiswi meminta saran lain lagi, karena dia sangat ingin menang. 

“Astaga. Kau sudah salah sejak awal. Saat kau menanyai pemburu, kenapa tidak menanyakan soal hubungannya dengan penyihir?” jawab Joong Won dan si mahasiswi bertanya lagi, tentang apa yang harus dia tanyakan, apakah dia harus menanyakan tentang hubungan asmaranya. Tentu saja Joong Won berkata tidak, karena yang harus pengacara tanyakan adalah apa mereka berdebat tentang hak kepemilikan.



Penyidik Kim pergi menemui Hye Kyung di kantornya. Walaupun, Hye Kyung tak mau diajak bicara dan tak mau memberikan kesaksian apapun, penyidik Kim tetap berkata kalau mereka sudah mendapatkan catatan penyidikan internalnya. Namun ada dua halaman hilang dan Jaksa Choi meyakini dua halaman itu adalah bukti suapnya. Mendengar itu, Hye Kyung pun berkata kalau tak ada yang mau dia sampaikan tentang hal itu, jadi kalau Penyidik Kim mau Hye Kyung bicara, maka dia harus membawa surat perintah terlebih dahulu. Tepat disaat itu Dan muncul dan Penyidik Kim langsung pamit pergi. 



Penasaran, Dan pun mengejar Penyidik Kim dan bertanya tentang apa yang dia tanyakan pada Hye Kyung. Penyidik Kim menjawab kalau mereka sudah mendapatkan catatan penyidikan internalnya, tapi dua halaman hilang dan Jaksa Choi menganggap halam itu bisa membuktikan kejahatan Tae Joon. Dia kemudian menyebut nama “Kim Yi Young”, karena nama itu masih ada di dalam daftar, Tae Joon lupa menghapusnya. 

“Bukankah kau bekerja untuk jaksa saat itu? Kau tahu sesuatu?” tanya penyidik Kim dan Kim Dan terlihat kaget mendengarnya namun dia hanya diam sejenak, lalu berkata kalau dia tak tahu. Dengan hati-hati Kim Dan bertanya tentang siapa penemu dua halaman yang hilang itu dan penyidik Kim menjawab kalau Park Do Sub yang menemukannya. 


Kim Dan pun langsung menemui Do Sub dengan wajah cemas. Tanpa basa basi, Dan bertanya seberapa banyak Do Sub mengetahui semuanya. 

“Soal apa? Kau menjual informasi kejaksaan dengan nama palsu atau kau tidur dengan Tae Joon demi membungkamnya saat dia tahu?” tanya Do Sub. 

“Kau menyembunyikan halaman itu?” tanya Kim Dan. 

“Tae Joon harus bekerja saat dia bebas bersyarat. Apa kau masih menemui Tae Joon?” tanya Do Sub lagi dan Kim Dan menjawab kalau dia hanya sekali mengunjungi Tae Joon. Dia memberitahu Tae Joon kalau dia akan berhenti ketika penyidikan internal dimulai. Do Sub pun berkata kalau Dan sudah mengambil keputusan tepat, orang yang mencatat penyidikan internal menghilang. Kabarnya orang itu ada di Amerika, tapi tak ada yang tahu kebenarannya. 

“Dia bukan orang yang suka membuat masalah. Dia hanya sial karena tepergok kali ini,” ucap Kim Dan dan Do Sub membenarkan, jadi mulai sekarang dia menyarankan pada Kim Dan untuk menjauhi Hye Kyung. Karena setelah Tae Joon bebas, dia tak akan berhenti mengusik Dan. 

“Berhenti dari pekerjaanmu dan bekerjalah di tempat lain. Kami akan mengurus sisanya,” saran Do Sub dan Kim Dan menjawab kalau dia akan memikirkannya lagi. Do Sub bertanya apa Dan membantu Hye Kyung karena rasa bersalahnya dan Kim Dan menjawab tidak.

“Bagaimana jika dia terguncang saat mengetahuinya? Pergilah secepatnya. Ini demi kebaikanmu,” saran Dan, namun Dan tak perduli, dia berjalan pergi.


Hye Kyung memberitahu kedua anaknya kalau dia tidak akan menangani kasus Tae Joon, dengan alasan kalau sudah ada pengacara yang lebih kompeten yang mengurusnya. Walaupun begitu, Hye Kyung tetap berjanji akan mengusahakan agar sidang ayah mereka berjalan lancar, jadi mereka berdua tidak perlu khawatir. Setelah mendengar penjelasan sang ibu, Ji Hoon dan Seo Yeon langsung menggenggam tangan Hye Kyung, pertanda kalau mereka mendukung apapun yang Hye Kyung lakukan.



Sebelum persidangan dimulai, Hye Kyung menemui Tae Joon dan mengajaknya bicara. Hye Kyung mengaku kalau dia akan berusaha percaya Tae Joon akan berubah, namun dia melakukan semua itu bukan karena dia menyukai Tae Joon, tapi untuk anak-anak mereka. 

“Aku tidak mau memikirkan lagi tentang hal yang kau sembunyikan. Aku sudah mengetahui semuanya.m Aku ingin memulai dari awal. Jadi, katakan semuanya dengan jujur meskipun itu bukan sesuatu yang perlu kutahu. Kau masih menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon menjawab ada, satu hal namun kita tidak diperdengarkan tentang apa yang tae Joon sembunyikan itu. 


Persidangan Tae Joon di mulai dan Tae Joon dipersilahkan masuk. Pengacara Oh kemudian bertanya dimana Hye Kyung dan Tae Joon menjawab kalau dia sudah mengatakan semuanya pada Hye Kyung, jadi sekarang tinggal menunggu keputusan Hye Kyung sendiri. 

Jaksa Choi memperlihatkan bukti tambahan yang dia punya, bukti itu berupa video pengakuan dari presdir Cho. Dalam video itu, Presdir Cho mengatakan kalau Tae Joon lebih bersemangat dari dirinya, Tae Joon bertanya langsung kalau Presdir Cho menginginkan Dream UCT. Mendengar rekaman video itu, Myung Hee langsung mengajukan keberatan dengan alasan mengatakan kalau mereka tidak bisa memastikan keaslian rekaman karena saksi tak ditemukan. 

“Pada hari pelaksanaan sidang,dilarang memakai dokumen atau video kesaksian sebagai bukti.Itu melanggar KUHAP pasal 310,Maka itu, rekaman ini tidak bisa diterima sebagai bukti,” tambah Myung Hee. 

“Namun menurut KUHAP pasal 314, jika orang yang seharusnya bersaksi di pengadilan tidak dapat hadir karena meninggal, sakit, tinggal di luar negeri, dan lainnya, itu menjadi pengecualian dan bisa dipakai sebagai bukti,” jawab Jaksa Choi.


“Itu hanya saat kita bisa memercayai transparansi prosesnya. Pak Cho bunuh diri setelah diselidiki oleh jaksa. Kenapa dia bunuh diri?” tanya Myung Hee dan Jaksa Choi langsung berkata kalau mereka yakin Presdir Cho tidak bunuh diri melainkan di bunuh oleh seseorang yang terpojok dengan kesaksiannya dan pihak kejaksaan sedang menyelidikinya. 

Banyak media masa yang sudah menunggu di luar ruang pengadilan. Mereka terkejut dengan kedatangan seseorang dan langsung mengerumuninya untuk mengambil foto. Hye Kyung juga melihat orang itu, namun dia bersikap biasa saja. 


Di dalam ruang persidangan Jaksa Choi mengatakan kalau dia sudah merekam videonya berdasarkan prosedur ketat, jadi walau Presdir Cho masuk sekarang ke ruang sidang, dia akan tetap mengatakan hal yang sama. Maka kesimpulannya, video kesaksian itu memenuhi syarat sebagai barang bukti. 

Kita beralih pada Tae Joon yang sebelumnya memberitahu Hye Kyung satu rahasia. Rahasianya adalah info kalau Presdir Cho masih hidup. 

Ya, jadi orang yang datang dan langsung dikerumuni oleh awak media tadi adalah Presdir Cho. Dia kemudian masuk ruang persidangan dan mengagetkan semua orang, kecuali Tae Joon dan Pengacara Oh, karena semua itu memang rencana mereka. 

Jaksa Choi benar-benar shock, begitu juga dengan Myung Hee yang langsung melihat ke arah Tae Joon dan Tae Joon memberinya kode untuk melanjutkan persidangan. Myung Hee kemudian meminta izin pada hakim untuk meminta kesaksian Presdir Cho. 


Apa yang terjadi sebenarnya malam itu? Ternyata Tae Joon yang menyuruh Presdir Cho untuk pura-pura bunuh diri dan bersembunyi sementara waktu. Ketika Tae Joon menghubunginya, maka Presdir Cho harus datang ke pengadilan dan bersaksi sesuai perintah Tae Joon. Untuk sisanya, akan diurus sendiri oleh Tae Joon. Jadi, pembangunan Dokwang atau Presdir Cho sendiri tidak akan didakwa. Namun setelah persidangan Tae Joon selesai, dia tak mau lagi Presdir Cho menghubunginya. Karena hubungan mereka sampai disini saja. 


Joong Won kembali menjadi hakim dan sebelum sidang praktek dimulai, Joong Won melihat berita dari ponselnya. Dari sana dia tahu kalau Presdir Cho masih hidup dan datang ke persidangan. 

“Pengacara terdakwa, apa saksi pertama siap?” tanya Joong Won memulai sidang.

“Ya, Yang Mulia. Tapi saya punya satu permohonan,” ucap si mahasiswi yang berperan menjadi pengacara terdakwa. “Jika kenetralan hakim dalam peradilan ini meragukan, mereka harus pergi secara sukarela.”

“Apa maksud Anda?”


“Tolong berhenti secara sukarela. Kalau tidak pergi, saya akan menantang hakim,” jawab si mahasiswi dan Joong Won menjawab kalau dia akan mengambil keputusan berdasarkan bukti, bukan karena rasa tak suka pada si mahasiswi sebagai pengacara terdakwa. 

“Saya tahu. Tapi Anda menyukai saya. Maka itu, Anda menemui saya secara pribadi dan memberi tahu saya yang harus dilakukan saat sidang. Maka itu, Anda tidak berhak lagi untuk menangani kasus ini,” ucap si mahasiswi yang membalikkan fakta di depan persidangan latihan dan membuat semua orang terkejut. Joong Won sendiri sudah tak bisa berkata-kata lagi, karena dia baru sadar, sudah dikerjai oleh mahasiswi itu. 


“Seperti itulah yang terjadi jika membiarkan perasaan mencampuri,” gumam Seo Yoon yang datang bersama anaknya. 


Kita beralih ke persidangan yang sesungguhnya dimana Presdir Cho membacakan sumpah bersaksi. Hakim kemudian memanggil pembela untuk bertanya, reflek pengacara Oh ikut berdiri, namun Myung Hee yang maju untuk bertanya. Myung Hee bertanya selama ini Presdir Cho kemana, setelah di kabarkan bunuh diri. Presdir Cho mengaku kalau dia dipaksa oleh Jaksa untuk bersaksi palsu. Tentu saja mendengar kesaksian itu, Jaksa Choi langsung mengajukan keberatan, namun ditolak oleh hakim. 

“Saya tidak mau terlibat, jadi, saya bersembunyi. Setelah mengetahui Pak Lee difitnah, saya merasa tidak enak. Jadi, saya memutuskan untuk pergi ke pengadilan dan bersaksi,” aku Presdir Cho dan kemudian mengaku kalau dia tak pernah menyuap Tae Joon. “Saat Pak Lee menyidiki dana taktis, dia membutuhkan saran saya. Kami hanya bertemu beberapa kali,” tambah Presdir Cho. 


Berkat kesaksian Presdir Cho, rekaman video yang di miliki Jaksa Choi di hapuskan dari daftar barang bukti. Karena keterangan saksi bertentangan dengan keterangan yang ada di rekaman, sehingga kedua-duanya sulit dipercaya jadi rekaman dan kesaksian di pengadilan akan dihapus dari daftar bukti dan tidak akan memengaruhi kasus.



Myung Hee kembali ke kursinya dan Tae Joon berterima kasih atas bantuannya. Merasa kalau Tae Joon sudah tahu tentang Presdir Cho sejak awal, Myung Hee pun berkata kalau dia tak mau ada kejutan di pengadilan lagi. 

“Hal ini tidak akan terulang,” janji Tae Joon. 


Hye Kyung masih berada di gedung pengadilan, dia menunggu hasil sidang. Tepat disaat itu dia mendapat sms dari Ji Hoon yang bertanya apa putusan sidannya. Hye Kyung kemudian berjalan mendekat ruang sidang.

Persidangan kembali dimulai untuk mendengarkan hasil putusan hakim. Namun sebelum kita diperdengarkan pada putusan hakim, kita langsung dialihkan pada Ji Hoon, Seo Yeon dan ibu Tae Joon yang penasaran menunggu kabar. Tak lama kemudian Hye Kyung menelpon dan berkata kalau dia juga masih menunggu hasil sidangnya. 




Tepat disaat itu, Hye Kyung melihat Jaksa Choi keluar ruang sidang dengan muka marah dan kesal. Jaksa Choi langsung berjalan pergi karena banyak awak media yang mengerumuninya. Tak lama kemudian Myung Hee muncul dan Hye Kyung menganggukan kepala padanya. Melihat ekspresi Myung Hee yang terlihat santai, sedangkan Jaksa Choi terlihat kesal, Hye Kyung pun menyimpulkan kalau Tae Joon menang. Tentu saja mendapat kabar Tae Joon menang, Ji Hoon dan Seo Yeon serta nenek mereka senang mendengarnya. 


Tae Joon keluar ruang sidang dan Hye Kyung menghampirinya. Di depan awak media, Tae Joon kembali memeluk Hye Kyung dan berterima kasih karena Hye Kyung sudah mau mempercayainya. 


Joong Won dan Kim Dan melihat berita tentang kemenangan Tae Joon di kantor. Pada awak media, pengacara Oh mengatakan kalau Tae Joon akan istirahat sejenak, kemudian kembali lagi bekerja di kejaksaan. 


Myung Hee menelpon Joong Won dan bertanya apa Hansel dan Gretel terbukti tidak bersalah? Joong Won menjawab tidak tahu, karena dia berhenti jadi hakim. Myung Hee kemudian mengatakan kalau dia akan mengadakan pesta kemenangan Tae Joon, jadi Joong Won di minta datang, sebab akan banyak orang penting yang datang. 

Kim Dan kemudian bertanya apa Joong Won baik-baik saja dan Joong Won hanya menjawab kalau semuanya berakhir dengan baik. 


Hye Kyung kembali ke kantor dan semua pegawai memberi selamat untuknya. Dia kemudian mengatakan pada pengacara Lee kalau dia tidak akan bercerai dengan Tae Joon. Namun pengacara Lee tidak mau dengar, karena menurutnya hidup itu panjang, jadi Hye Kyung harus menemui dia kalau Hye Kyung berubah pikiran. 




Hye Kyung masuk ruangannya sambil menjawab telepon dari mertuanya yang sudah sampai digedung kantor Hye Kyung untuk mengikuti acara pesta kemenangan Tae Joon. Hye Kyung kemudian mengambil bros miliknya dan melihatnya sejenak. Kim Dan masuk dan mengucapkan selamat pada Hye Kyung. Dia berharap semuanya bisa berjalan lancar sesuai yang Hye Kyung inginkan. Kim Dan pun memutuskan pulang dengan alasan kalau  dia tak terbiasa dengan pesta. 

Saat berjalan keluar, Tae Joon berpapasan dengan DO Sub yang mengucapkan selamat padanya. Tae Joon pun berkata kalau mereka akan bertemu lagi di kantor kejaksaan. Hmm.... ternyata selama ini Do Sub bekerja untuk Tae Joon. 



Myung Hee menemui Joong Won di kantornya dan bertanya apa dia baik-baik saja. Joong Won pun mengiyakan. Dia kemudian mengakui pendapat Myung Hee yang mengatakan kalau pengacara Oh memang berguna. Tepat disaat itu seorang pegawai masuk dan mengatakan pada Joong Won kalau orang yang bernama Song Hui Su meninggalkan pesan untuknya. 

“Katanya, dia tahu kliennya adalah pelaku. Dia meminta maaf atas kejadian tadi dan dia tidak bersungguh-sungguh. Dia ingin mentraktirmu makan,” ucap si pegawai dan Joong Won menjawab kalau dia akan menghubungi Hui Su langsung. 

“Siapa? Kekasih baru?” tanya Myung Hee. 

“Bukan, dia pembela untuk Hansel dan Gretel,” jawab Joong Won. 

“Kau mengencani mahasiswi sekarang?” ledek Myung Hee dan kemudian pergi. 



Hye Kyung kemudian menemui keluarganya. Sang mertua lalu berkata kalau semuanya berakhir baik, masalah pasti berlalu karena Tae Joon dan Hye Kyung saling percaya dan mengandalkan. Jadi, yang terpenting adalah tetap bersama. Kim Dan melihat Hye Kyung dan keluarganya. Dia tersenyum dan kemudian berjalan pergi. 



Hye Kyung menemui Joong Won di ruangannya dan Joong Won pun mengucapkan selamat. Dia juga bertanya apa Hye Kyung masih akan tetap bekerja. Tentu saja Hye Kyung menjawab iya, karena dia sudah banyak berkorban untuk bertahan di MJ Firma. Joong Won kemudian memberikan kontrak yang harus Hye Kyung tanda tangani. Dalam kontrak itu, Hye Kyung dilarang menjual informasi ke luar firma dan setelah berhenti di larang membawa informasi klien. 

Setelah menandatangani kontrak, Hye Kyung pun bertanya bagaimana Joong Won mengenal Kim Dan. Joong Won menjawab kalau dia dan Kim Dan punya ikatan, selain itu dia juga punya ikatan dengan Hye Kyung, karena dulu Dan bekerja di kejaksaan. 

“Dia menjual informasi dan dipecat oleh Tae Joon,” ucap Hye Kyung. 

“Benar. Dia sering melakukan itu dulu. Aku mendapat informasi juga darinya,” aku Joong Won yang memuji semua informasi Dan akurat, tidak ada yang salah. “Dia menyiapkan perangkap untuk menangkap penjahat besar. Dia punya banyak potensi. Aku ingin merekrutnya. Butuh waktu cukup lama untuk mengetahui siapa dia. Dia menyamar dan menyembunyikan identitasnya, jadi, sulit menemukannya. Tapi aku beruntung. Saat itu, dia baru saja dipecat, jadi, aku langsung merekrutnya.”

Mendengar fakta kalau Kim Dan menyembunyikan identitas yang sebenarnya, Hye Kyung pun jadi ingat ketika Do Sub memanggil Kim Dan dengan nama Kim Ji Young. 

“Apa nama samarannya Kim Ji Young?” tanya Hye Kyung. 

“Ya. Bagaimana kau tahu?” tanya Joong Won. 

“Aku pernah mendengar seseorang mengatakannya,” jawab Hye Kyung dan Joong Won kemudian mengucapkan selamat atas kembalinya Hye Kyung, karena Joong Won merasa kalau Hye Kyung sudah kembali menjadi Hye Kyung yang dia kenal. Mereka berdua kemudian saling berjabat tangan.


Di lobi kantor, Kim Dan berpapasan dengan Tae Joon. Penyidik Kim muncul dan Hye Kyung ingin menghindarinya, namun tak bisa. Penyidik Kim paham kalau semuanya sudah berakhir, namun dia tetap ingin tahu tentang isi dua halaman yang hilang, karena menurut Jaksa Choi, Tae Joon sudah berhubungan dengan wanita lain.


Kim Dan berkata pada Tae Joon kalau Hye Kyung adalah orang baik, jadi dia minta pada Tae Joon untuk tidak membuatnya menderita lagi. Setelah mengatakan itu, Dan pun berjalan pergi.


Tepat disaat itu, Won Seo datang bersama rekan-rekannya. Dia menyapa Tae Joon yang terlihat tampan dengan stelan jas. Won Seo juga berkata kalau dia ingin sekali bertemu dengan Hye Kyung.



Kita beralih pada Hye kyung yang tak punya pilihan lain selain mendengarkan penyidik Kim yang kembali bertanya apa Hye Kyung benar-benar tak tahu dengan orang yang bernama Kim Ji Young. Walaupun sudah tahu kalau Kim Ji Young adalah Kim Dan, Hye Kyung tetap menjawab tidak tahu pada Penyidik Kim. 



Tae Joon muncul dan disambut tepuk tangan oleh yang lain. Joong Won juga datang, namun dia hanya berdiri di dekat pintu. Sedangkan Hye Kyung melihat kemeriahan pesta itu dari atas. Dari wajahnya terlihat ekspresi tak senang. Dengan penuh senyuman di wajahnya, Tae Joon terus menyalami orang-orang dan kemudian memeluk erat setiap anggota keluarnya, kecuali Hye Kyung. Joong Won kemudian memutuskan pergi.


Begitu juga dengan Hye Kyung, dia memilih pergi meningalkan kantor tanpa menemui Tae Joon terlebih dahulu.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 11

No comments :

Post a Comment