August 29, 2016

Sinopsis The Good Wife Episode 10 - 1



Joon Ho kecewa berat karena dia kalah dari Hye Kyung untuk mendapatkan posisi pengacara di JM Firma. Dari luar Pengacara Lee dan Kim Dan melihat apa yang terjadi pada Joon Ho. Pengacara Lee berkata kalau suasana kantor saat ini seperti bau darah, karena Joon Ho bukanlah yang terakhir di pecat, masih ada banyak pegawai yang juga kena pecat secara sepihak hari ini. Untuk Dan sendiri, Pengacara Lee berkata tak perlu khawatir, karena Dan tak ada di dalam daftar yang akan dipecat. Dan juga bisa pulang lebih awal karena tak akan ada yang bisa dia kerjakan hari ini.







Hye Kyung hendak menghampiri Joon Ho, namun sebelum dia sampai, dengan sinis Joon Ho mengucapkan selamat pada Hye Kyung lalu pergi. Melihat sikap marah Joon Ho, tentu saja Hye Kyung merasa bersalah. Dan menghampiri Hye Kyung dan menyuruhnya untuk tidak perlu khawatir pada Joon Ho karena Joon Ho sudah dewasa. Hye Kyung pun berkomentar kalau dia memang menang, tapi dia tetap merasa tak nyaman. Dari atas, Joong Won melihat apa yang Hye Kyung lakukan. Hye Kyung pun pulang.



Joong Won masuk ruangannya dengan wajah basah dan kemeja penuh noda. Setelah mengelap wajahnya dengan handuk, Joong Won menelpon Hye Kyung dan mengucapkan selamat. Hye Kyung kemudian bertanya apa di kantor baik-baik saja. Mendapat pertanyaan itu, Joong Won tak langsung menjawab, dia melihat ke luar ruangan dan ternyata diluar ada pegawai yang mengamuk karena di pecat. Pegawai itu berteriak mengatakan kalau kekasih Joong Won masih bekerja di kantor itu dan tidak dipecat.


Tak ingin Hye Kyung khawatir, Joong Won pun berkata kalau semuanya akan baik-baik saja. Jadi, dia mengajak Hye Kyung untuk menjadi teman dan kolega yang baik. Joong Won juga menyakinkan Hye Kyung kalau dia dipilih karena kompeten dan cakap. Hye Kyung bisa mendapatkan posisinya dengan usahanya sendiri tanpa bantuan. Hye Kyung mengerti dan kemudian menutup teleponnya. Joong Won kemudian berganti kemeja dan memakai jas-nya.


Sampai rumah, Hye Kyung langsung diberi ucapan selamat oleh kedua anaknya. Mereka berdua tahu kabar tentang Hye Kyung dari Tae Joon. Selain memberi kabar tentang menangnya Hye Kyung, Tae Joon juga berkata kalau Hye Kyung yang akan mengurus kasus Tae Joon dan membelanya. Mendengar hal itu, tentu saja Hye Kyung terkejut, namun dia tak mengatakan apa-apa kedua anaknya.


Hye Kyung masuk kamar dan hendak menelpon Joong Won untuk menanyakan masalah Tae Joon, namun tak jadi.


Besoknya, Hye Kyung menemui Tae Joon dan langsung bertanya apa Tae Joon yang sudah menekan firma untuk memperkerjakan Hye Kyung. Tae Joon menjawab tidak. Hye Kyung kemudian bertanya kenapa anak-anak bisa berkata kalau dia akan mengurus kasus Tae Joon, Tae Joon pun menjawab kalau semua itu karena Pengacara Oh Joo Hwan akan bergabung dengan firma Joong Won dan membawa semua kliennya, jadi secara otomatis Tae Joon akan menjadi klien Hye Kyung.

Mengetahui hal tersebut, Hye Kyung tak terima karena Hye Kyung sudah berusaha keras melakukan semuanya dan Tae Joon malah melakukan sesuatu yang membuat usaha Hye Kyung jadi sia-sia. Tae Joon beralasan kalau dia melakukan semua itu demi anak-anak mereka dan juga Hye Kyung. Tae Joon tak mau Hye Kyung menganggur. Sedangkan tujuan Tae Joon memberitahu anak-anak mereka adalah agar anak-anak mereka tidak merasa khawatir karena Hye Kyung yang menangani kasusnya. Tapi, Hye Kyunng tak perlu membela Tae Joon jika Hye Kyung tak mau, bahkan Hye Kyung diperbolehkan tak kenal dengan Tae Joon mulai sekarang. Tae Joon memang ingin Hye Kyung ada disisinya, namun Tae Joon tidak akan memaksa Hye Kyung untuk melakukannya.



Hye Kyung ke kantor dan melihat Joon Ho keluar dengan membawa barang-barangnya. Tangan Joon Ho meleset dan membuat semua barang-barangnya terjatuh. Hye Kyung pun menolong dengan membantu merapikan barang-barang Joon Ho dan juga meminta maaf. Mendengar permintaan maaf Hye Kyung, Joon Ho pun bertanya Hye Kyung meminta maaf karena apa, karena sudah mengalahkan Joon Ho atau karena apa yang sudah Hye Kyung lakukan untuk menang. Hye Kyung pun hanya diam.

Joon Ho kemudian memberikan bros milik Hye Kyung dan mengatakan kalau dia menemukan bros itu di ruangan Joong Won malam itu. Hye Kyung pun berkata kalau dia tidak melakukan apapun seperti yang Joon Ho duga.

“Tahukah kau? Aku tidak punya suami yang bisa kuhubungi saat darurat atau teman yang memperkerjakan setelah menganggur 25 tahun. Jadi, aku bekerja sangat keras, tapi kau hanya....”

“Apa menganggapku licik akan menghiburmu? Silahkan saja. Kau tidak akan memercayai apapun yang kukatakan,” potong Hye Kyung dan Joon Ho menyuruh Hye Kyung untuk tidak berlagak baik. Joon Ho pun menyesal sudah memercayai Hye Kyung meskipun hanya sebentar. Karena ucapan kasar Joon Ho itu, Hye Kyung pun memutuskan pergi dan masuk ke ruangannya.



Saat hendak masuk lift, Joon Ho bertemu dengan Dan yang akan keluar dari lift. Melihat Joon Ho, Dan hanya berkata, “Senang bekerja denganmu dan sampai jumpa lagi.”

“Kau serius?” tanya Joon Ho dan Kim Dan pun menjawab dengan anggukan kepala.


Hye Kyung bertemu dengan Pengacara Oh yang mengajaknya berjabat tangan karena sekarang mereka adalah kolega. Dengan ekspresi marah, Hye Kyung bertanya kenapa pengacara Oh melakukan semua itu, apakah begitu pentingnya menyatakan kalau Tae Joon tidak bersalah. Pengacara Oh menjawab tidak, dia menambahkan kalau dia sudah menyelidiki semuanya dan Tae Joon lebih cemerlang ketika Hye Kyung ada di sampingnya. Ketika Pengacara Oh membahas tentang Hye Kyung yang seharusnya menjadi pengacara Tae Joon, Hye Kyung langsung berjalan pergi.



Hye Kyung pergi menemui Myung Hee dan bertanya apa alasan Myung Hee memilih dia adalah karena Pengacara Oh masuk ke firma mereka dengan membawa semua kliennya. Secara tidak langsung Myung Hee menjawab iya dan itu membuat Hye Kyung terdiam karena kecewa.

“Kau kecewa karena tidak dipilih atas kualitasmu? Kalau begitu, kau seharusnya tidak membiarkan Joong Won merekrutmu waktu itu. Aku tidak menilai orang dari koneksinya. Aku memilihmu karena kupikir kau lebih pantas. Saat Pengacara Oh ingin bergabung, tidak ada alasan bagi kami untuk memberitahunya bahwa kami sudah memilihmu. Aku tahu kau bingung. Tapi lakukan saja yang terbaik untuk bertahan. Raih pengalaman, wawasan, dan kekuatan,” ucap Myung Hee.


Keluar dari ruangan Myung Hee, Hye Kyung masih tetap dengan wajah kaku dan kecewa. Dia kemudian melihat ke ruangan Joong Won yang kosong, tepat disaat itu pengacara Lee muncul dan memberitahu Hye Kyung kalau Joong Won pergi ke sekolah hukum untuk memerankan hakim disana. Sebelum pergi, Pengacara Lee mengucapkan selamat pada Hye Kyung karena berhasil dipilih.
 


Saat menjadi hakim di persidangan praktek, Joong Won terlihat tidak serius, dia menjadi hakim sambil main game. Melihat apa yang Joong Won lakukan, si mahasiswi yang menjadi pengacara pembela merasa kesal, apalagi Joong Won tak pernah mendengarkan ucapannya dan selalu menerima keberatan yang diajukan oleh mahasiswa yang berperan sebagai jaksa. Sebelum suasana memanas Soo Hyun mengakhiri persidangan. Sepertinya Soo Hyun yang mengajar kelas itu dan dia meminta bantuan Joong Won untuk menjadi hakim. Soo Hyun sendiri sudah melahirkan dan dia mengawasi jalannya persidangan bersama anaknya.


Keluar dari kelas, Soo Hyun menyuruh Joong Won untuk bersikap baik dengan semua kliennya termasuk para mahasiswa. Soo Hyun menilai sikap Joong Won berubah dibandingkan sikap Joong Won di sidang terakhirnya bersama Hye Kyung. Karena perubahan sikap itu, Soo Hyun lalu bertanya kabar Hye Kyung dan Joong Won pun hanya menjawab kalau Hye Kyung baik-baik saja dan kemudian dia izin pergi.


Hye Kyung minum bersama Dan, dia menceritakan apa yang dia gelisahkan. Hye Kyung masih merasa kecewa karena dipilih bukan berdasarkan kualitasnya, padahal Hye Kyung sudah mulai ingin berubah ketika menangani kasus terakhirnya, kasus pembunuhan baby sitter. Dan pun berpendapat kalau hal itu tak masalah, yang penting Hye Kyung masih bekerja dan tak menggantungkan hidup pada suaminya. Dan juga meminta Hye Kyung untuk tidak membiarkan emosinya mengganggu karena suatu saat, dia bisa saja berada di luar kendalinya jika terus mengutamakan emosi.

“Pikiranku hanya sedikit teralihkan. Haruskah aku hidup menuruti hatiku? Haruskah aku berhenti menjadi istri dan ibu? Aku belum pernah melakukannya dan merasa gentar. Jika maju selangkah, aku tidak bisa mundur lagi. Bagaimana jika semuanya gagal? Kupikir aku lebih baik daripada suamiku. Aku meremehkan pengacara yang hanya memedulikan uang dan kupikir aku berbeda dengan mereka,” aku Hye Kyung.

“Kau memang berbeda.”

“Sama saja. Aku angkuh. Aku berencana untuk rujuk dengan Tae Joon,” ungkap Hye Kyung dan Kim Dan pun bertanya apa Hye Kyung percaya pada Tae Joon. Di tanya seperti itu, Hye Kyung menjawab “Tidak juga. Tapi semua orang punya cela. Aku pun begitu. Berusaha sekuat tenaga, tidak ada yang berhasil dan anak-anak mencemaskan dia. Kurasa ini saatnya untuk menghadapi kenyataan.”

“Pikirkan dan fokuslah pada perasaanmu sendiri. Lupakan tentang salah atau benar, baik atau buruk dan fokuslah pada perasaanmu,” saran Dan.

“Mari relakan beberapa hal dan mulai dari awal. Itulah yang kurasakan,” jawab Hye Kyung dan Kim Dan pun berkata kalau dia tidak akan berkomentar lagi, jika memang seperti itu yang membuat Hye Kyung tenang.

Hye Jyung kemudian bertanya alasan Tae Joon memecat Dan, karena Hye Kyung tidak percaya Tae Joon memecatnya hanya karena Dan sudah menyelidiki kasus yang dia tutup dan menjual informasi. Kim Dan pun mengaku kalau sebenarnya ada beberapa masalah pribadi yang membuat Tae Joon memecatnya, namun dia tak bisa memberitahu Dan tentang masalah apa itu.


Tepat disaat itu si penyidik teman Dan datang menghampiri mereka dan akhirnya kita tahu siapa namanya, Kim Myu Yeol, jadi kita panggil saja dia dengan sebutan penyidik Kim. Secara blak-blakan, Penyidik Kim berkata kalau Hye Kyung sudah memperburuk hidup para penyidik akhir-akhir ini. Hye Kyung pun meralat, kalau yang penyidik Kim maksud pasti karena kasus Tae Joon dan penyidik Kim pun membenarkan. Mendengar penyidik Kim mulai membahas tentang kasus Tae Joon, Hye Kyung pun malas mendengarkannya dan dia memilih pergi.


Setelah Hye Kyung pergi, penyidik Kim memberitahu Dan kalau mereka sudah menemukan berkas Tae Joon, tapi tidak ada yang penting. Tae Joon lebih bersih dari dugaan mereka dan dia memang bergaul dengan para koruptor, namun dia tidak menerima apa-apa dari para koruptor itu. Sambil menyembunyikan raut wajah cemasnya, Dan berucap syukurlah. Ada sesuatu yang Dan sembunyikan.




Dalam perjalanan pulang, Hye Kyung terlihat hanya merenung. Joong Won juga melakukan hal yang sama di kantornya. Tepat disaat itu, Myung Hee datang dan bertanya apa Joong Won sungguh ingin berperan sebagai hakim. Joong Won menjawab kalau dia kesana untuk membantu kelas Soo Yeon yang niat mengajar sampai anaknya berusia setahun. Lagi pula, Soo Yeon akan memberikan mereka klien jika Joong Won membantunya.

“Bukan karena kau tidak mau terlibat dengan kasus Tae Joon?” tanya Myung Hee.

“Kakak tahu? Sepertinya aku bisa menjadi hakim,” ucap Joong Won mengalihkan pertanyaan sang kakak. Myung Hee pun bertanya apa kasus yang ditangani Joong Won di kampus dan Joong Won menjawab kalau itu adalah kasus pembunuhan dengan dua terdakwa. Mereka adalah kakak dan adik. Sedangkan korbannya adalah nenek tua pemilik rumah, yang dicurigai sudah menculik.

“Apa itu kasus sungguhan?” tanya Myung Hee penasaran.

“Ya. Hansel dan Gretel,” jawab Joong Won dan tertawa. “Dongeng anak-anak sungguh rumit. Kisahnya mengandung semua perkara hukum penting. Masuk tanpa izin, kejahatan bermotif balas dendam.”

“Ya. Sampai kewajiban ganti rugi atas perusakan rumah,” tambah Myung Hee dan Joong Won kemudian hendak membahas tentang Hye Kyung. Namun sebelum Joong Won mengatakannya, Myung Hee sudah tahu apa yang ingin dia katakan. Myung Hee pun berjanji tidak akan memaksa Hye Kyung, kalau Hye Kyung tak mau menangani kasus Tae Joon. Joong Won lalu bertanya apa Tae Joon akan memang dan Myung Hee berpendapat kalau Tae Joon, tidak akan bisa kalah setelah Cho Guk Hyun/ Presdir Cho menghilang. Yang kejaksaan bisa lakukan hanyalah merusak karakter Tae Joon saja.


Penyidik Kim kemudian bertanya kenapa Dan dipecat, karena dulu dia terlihat sangat akrab dengan Tae Joon. Dan pun hanya menjawab kalau dia pikir, Tae Joon akan hancur, jadi dia memilih pergi sebelum hal itu terjadi. Penyidik Kim berpendapat kalau Dan belum di pecat, pasti dia akan ditanyai sekarang.

Sebelum Dan pergi, Penyidik Kim memberikan surat panggilan untuk Dan. Kejaksaan memanggil Dan sebagai saksi untuk pengadilan Tae Joon.


“Untuk apa?” tanya Dan sedikit terkejut.

“Kasus terakhirmu bersama kami adalah imbalan seksual itu. Jaksa ingin mempermalukannya. Meskipun dia tidak bersalah, kami tidak bisa menerimanya kembali,” jawab penyidik Kim yang kemudian meminta Dan untuk mematuhi perintah Jaksa Choi.



Myung Hee dan pengacara Oh menemui Tae Joon untuk membicarakan kasusnya. Karena kasus Tae Joon adalah kasus yang penting, jadi Myung Hee sendiri yang akan mengurusnya. Tae Joon terlihat sedikit kecewa ketika mengetahui kalau Hye Kyung tak mau mengurus kasusnya.

“Hilangnya Cho Guk Hyun menguntungkan posisimu. Tidak ada bukti suap dan tidak ada yang mengaku menyuapmu. Yang lainnya bukti tidak langsung,” ucap Myung Hee dan Tae Joon membenarkan. “Tapi kejaksaan mencari hal lain. Saat kau menyelidiki para jaksa yang melakukan korupsi. Kudengar pihak Provos menyusun berkas tentangmu.”

“Kepala Jaksa Choi sedang mencarinya,” tambah Pengacara Oh dan dengan percaya diri Tae Joon mengatakan untuk membiarkannya, karena dia tidak salah apa-apa. Namun disaat Myung Hee meminta berkas aslinya, Tae Joon tak mau memperlihatkanya, dia hanya berkata kalau Myung Hee harus percaya padanya.


Keluar dari gedung tahanan, Myung Hee berpendapat kalau pasti ada sesuatu didalam berkas itu, sehingga membuat Tae Joon enggan memperlihatkannya. Pengacara Oh pun menjawab kalau Tae Joon pasti memberitahu mereka jika berkas itu berdampak pada persidangan. Mendengar itu, Myung Hee pun berkata kalau Tae Joon tidak mempercayainya dan dia tak suka punya klien seperti itu.

Pengacara Oh kemudian hendak membahas tentang kesepakatan mereka tentang Hye Kyung dan sebelum Pengacara Oh menyelesaikan kata-katanya, Myung Hee langsung berkata kalau kesepakatan mereka tentang Hye Kyung adalah hanya memperkerjakan dia sebagai pegawai tetap, tidak lebih. Myung Hee juga menyuruh Pengacara Oh untuk tidak khawatir, karena mereka akan memenangkan perkara.

“Jika memang ada sesuatu dalam berkas internal itu, kita sebaiknya tidak melibatkan Hye Kyung, bukan?” tanya Myung Hee dan kemudian berjalan pergi.



Kim Dan kemudian menemui Hye Kyung dan berkata kalau dia akan menjadi saksi dipersidangan Tae Joon, untuk kasus yang Tae Joon tutup dan diperiksa kembali oleh Dan. Hye Kyung kemudian bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Sebelum menjawab, Kim Dan bertanya apa Hye Kyung benar-benar ingin tahu semuanya. Hye Kyung terdiam sejenak dan kemudian menjawab kalau dia tidak ingin mengetahuinya, karena disaat dia sudah banyak tahu, hal itu akan membuatnya merasa sakit.

“Aku punya satu pertanyaan. Kau ingin dia bebas?” tanya Dan.

“Jika dia memang tidak bersalah. Aku tidak ingin tahu. Aku baru saja melupakannya. Aku tidak ingin kembali ke sana,” jawab Hye Kyung dan Kim Dan pun berjanji tidak akan membahas hal itu dengan Hye Kyung lagi. Sebelum Dan pergi, Hye Kyung mengucapkan terima kasih padanya.



Hye Kyung menemui Myung Hee dan sebelum Hye Kyung bicara, Myung Hee sudah tahu apa yang ingin dia bicarakan. Myung Hee pun mengizinkan Hye Kyung untuk tidak mengambil kasus Tae Joon dan Myung Hee sendiri jugalah yang akan membicarakan hal tersebut dengan pengacara Oh. Sebelum Hye Kyung pergi, Myung Hee berkata kalau sekarang Hye Kyung bekerja di bawah tanggung jawabnya, jadi kalau suatu saat Myung Hee mengatakan tidak bisa, maka Hye Kyung tidak boleh melakukan hal tersebut. Hye Kyung mengerti dan kemudian keluar ruangan.


Keluar dari ruangan Myung Hee, Hye Kyung mendapat telepon dari penyidik Kim yang ingin mengajukan beberapa pertanyaan tentang Tae Joon, dengan alasan sibuk, Hye Kyung menolak ditanyai.



Persidangan Tae Joon di mulai dan Kim Dan dipanggil sebagai saksi oleh Jaksa Choi. Kim Dan maju ke meja saksi dan Tae Joon terlihat tenang-tenang saja. Pertanyaan pertama yang Jaksa Choi ajukan adalah apa kasus terakhir yang Dan urus untuk kejaksaan dan Kim Dan menjawab kasus imbalan seksual. Dia menambahkan kalau dia dan para penyidik lainnya mulai menyelidiki saat mereka mendapat petunjuk adanya perantara yang menyediakan wanita panggilan untuk PNS dan tenaga ahli hukum demi melobi mereka. Jaksa Choi kemudian bertanya apa Tae Joon lah yang sudah menyuruh Dan untuk menghentikan penyidikan dan Kim Dan mengiyakan dengan alasan kalau petunjuk yang mereka dapatkan itu palsu. Jaksa Choi pun kemudian meminta Kim Dan untuk menjelaskan penemuannya.

“Klien utama dinamai dengan angka, bukan nama asli. Contohnya, Klien 12, Sebagian dari mereka diperas karena menerima imbalan seksual,” jelas Dan.

“Saya yakin buku kasnya berisi tentang detail wanita panggilannya.

“Apakah ada Kim Hyun Jung yang juga dikenal dengan nama Amber?” tanya Jaksa Choi lagi dan Kim Dan menjawab ada. “Berarti semua yang ada dalam buku kas mungkin benar.”


“Tapi temuan kami tidak cukup untuk menunjuk orang tertentu. Klien 12 adalah hakim. Dalam buku catatan tertulis dia menikah dan punya tiga putri. Saya mencari semua hakim dengan tiga putri, tapi...” ucap Dan, namun tak meneruskan perkataannya, dia hanya menoleh ke arah hakim dan semua orang juga ikut melihat ke arah hakim. Ternyata hakim yang bertugas punya 3 anak. Tak mau suasan jadi kacau, Jaksa Choi pun menyuruh Dan untuk tidak menyebut orang tertentu. Tae Joon pun tersenyum melihat Jaksa Choi kelabakan sendiri. Jaksa Choi kemudian bertanya pada Dan, tentang apa ada klien yang biasa mengarah pada Tae Joon.


“Seperti yang saya bilang, tidak mudah mencari tahu karena tidak ada nama. Contohnya kasus Klien 12 tadi, dia memiliki fantasi dipukul oleh wanita. Jika mengungkap urusan pribadi yang tercatat di buku seperti itu, saya takut orang-orang yang tidak terlibat akan merugi,” jawab Dan dengan polosnya dan Jaksa Choi terlihat kesal sedangkan Tae Joon tersenyum senang.



"Yang Mulia, perkara ini soal penerimaan suap Lee Tae Joon. Penerimaan imbalan seksual harusnya menjadi perkara lain. Hal itu tidak berkaitan dengan perkara ini. Selain itu, karena kurangnya kredibilitas daftar klien, isinya tidak boleh diungkap secara gegabah,” ucap Myung Hee sebagai pengacara Tae Joon dan Do Sub yang saat itu datang ke pengadilan mendampingi Jaksa Choi, terlihat tertawa mendengar kesaksian Dan.

“Saya setuju,” jawab hakim tanpa berpikir lagi.

“Yang Mulia,” protes  Jaksa Choi.



“Bahas masalah yang terkait dengan dakwaannya. Jika Anda mencoba menarik media dengan mengungkit subjek provokatif, saya pun mencurigai niat Anda sesungguhnya,” ucap hakim dan kemudian menyuruh Dan turun dari tempat saksi. Hakim pun menjeda persidangan sampai pukul 14.00 setelah makan siang. Jaksa Choi benar-benar terlihat marah pada Dan, namun Dan tak memperdulikannya.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 10 - 2


No comments :

Post a Comment