August 24, 2016

Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 - 2

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 - 2

Ups.. setelah buka dramabeans dan soompi, ternyata saya baru tahu kalau nama Putra Mahkota itu adalah Yi Yeong atau Putra Mahkota Hyom Yeong, yang merupakan putra dari Raja Sunjo, cucu dari Raja Jeonjo (yang kita kenal dengan Yi San). Sedangkan Kim Yoo Jung berperan menjadi Hong Ra On yang menyamar sebagai Hong Sam Nom. Tapi semua menyebutnya dengan Ra On. Terus pria di pelabuhan yang menyebut wajahnya cantik adalah Yoon Sung.

Hahaha.. efek ga pernah update berita ya gini nih.. Jadi, mulai sekarang si pangeran saya sebut dengan Yeong sedangkan Sam Nom saya ganti dengan Ra On yaa…

Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 - 2



Keduanya berteriak kesakitan di dasar lobang. Tapi Yeong tak buang waktu dan melepas kemarahannya dengan mencekik leher Ra On, bertanya apa sebenarnya maksud Ra On mendorongnya. Apa Ra On ingin ia mati? Apa Ra On pengen mati?!


Ra On terbata-bata menjawab (karena tak punya jawaban yang pantas sih) tapi sebelum bisa menjawab, ada seekor ular merayap di bahu Yeong. Yeong pun menyadari itu dan menjerit ketakutan.

Sinopsis Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 - 2

Ra On yang menangkap ular itu dengan berani dan melemparnya ke dinding. Yeong pun memerintahkan Ra On untuk membungkuk agar ia bisa naik ke punggung Ra On dan memanjat naik. Ra On mulai mengeluarkan berbagai alasan untuk menolaknya tapi Yeong tak peduli. Dipaksanya Ra On untuk membungkuk agar ia bisa memanjat, tapi tubuh Ra On langsung terjerembab sehingga usaha itu gagal. Ha.. pasti Ra On emang ga niat tuh untuk menjadi injakan Yeong.



Ra On mengusulkan untuk menunggu saja. Pasti suatu hari mereka akan ditemukan, kok. Yeong berteriak kesal. Tak ada ada yang bisa dilakukan selain menunggu, tapi tak ada yang lewat. Akhirnya Yeong menarik Ra On ke dalam pelukannya, membuat Ra On deg-degan.


Tapi Yeong hanya bermaksud untuk mengangkat Ra On hingga naik duluan. Tapi badan Ra On terlalu pendek, hingga Yeong harus mengangkatnya lebih tinggi lagi. Yeong bergumam kesal, “Begitu kita keluar, akan kubuat kau menyesal karena keluar dari lobang ini.”

“Eh.. kau bilang apa?”

Yeong tersenyum polos, “Tidak, aku tak berkata apa-apa. Apa kau bisa meraihnya?”


Tapi tetap kurang tinggi, hingga Yeong harus berusaha lebih keras lagi hingga akhirnya Ra On bisa keluar dari lubang. Ah.. betapa leganya. Yeong menyuruh Ra On untuk mencari dahan untuk menariknya keluar. Ra On  tersenyum manis membuat Yeong was-was dan bertanya apa yang ada di pikirannya.

Ra On berjanji akan menyuruh orang untuk datang menolong Yeong satu jam lagi. Yeong panik dan berjanji kalau ia akan membiarkan Ra On pergi tanpa tanya-tanya lagi. Tapi Ra On tak percaya karena sebenarnya ia mendengar gumaman Yeong tadi.


“Tadi itu aku hanya bercanda,” rengek Yeong. Tapi melihat Ra On tetap tak percaya, ia akhirnya marah. “Beraninya kau melakukan hal ini kepadaku? Apa kau bisa terima konsekuensinya?!”


“Iya.. aku akan melakukan apapun yang kau inginkan jika kita bertemu lagi. Jika kau ingin aku menjadi anjingmu, maka aku akan menjadi anjingmu,” Ra On mulai menebar janji-janji palsu. Ra On tertawa dan lari meninggalkan Yeong. “Maaf ya… Kuharap kita tak bertemu lagi..”


Yeong hanya bisa menyumpah serapah dan berteriak-teriak marah.


Ra On tiba di kota saat malam tiba dan terkejut melihat tiga gambar yang tertempel di dinding dan salah satunya adalah wajahnya! Yoon Sung yang juga melihat pengumuman itu bertanya apa kesalahan orang-orang itu? Salah satu penjual yang ada di dekat menjawab kalau pelayan rumah itu kabur dengan menantu bangsawan pemilik rumah.


Tentu saja jawaban itu mengagetkan karena Ra On pikir wanita itu adalah anak si pemilik rumah. Yoon Sung melihat perubahan ekspresi Ra On dan mencocokkan wajah Ra On dengan gambar ketiga.
Yoon Sung dapat menebak apa yang terjadi apalagi Ra On sekarang menempelkan tahi lalat jadi-jadian di dekat hidungnya. Ia bertanya tentang poster ketiga dan penjual itu menjawab kalau pria itu yang menggoda si menantu hingga jatuh ke pelukan pelayan. Ra On langsung membela kalau pria itu tak pernah menggoda hanya memberi saran pada si pelayan.


Pada pengawal yang lewat, Yoon Sung bertanya. Sepertinya sepasang kekasih itu berhasil kabur, lantas apa yang terjadi dengan pria ketiga itu? Pengawal menjawab kalau pelayan bangsawan pasti akan membunuh pria itu bahkan sebelum dijebloskan ke penjara.


Ra On bertambah panik mendengarnya. Gelagat tak biasa itu juga ditangkap oleh kedua pengawal dan mereka minta Ra On untuk menunjukkan wajahnya. Ra On mencoba menyembunyikan wajahnya, tapi pengawal itu semakin mendekat. 


Untungnya Yoon Sung menariknya pergi hingga Ra On terselamatkan.


Perdana Menteri menemui Raja untuk melaporkan tentang hukuman mati yang ia sudah turunkan bagi rakyat yang ketahuan mencuri. Hukuman yang keras harus diberikan agar memberikan efek jera. Ia percaya Raja pasti juga setuju dengan tindakannya. Tapi Raja sebenarnya tak ingin hukuman mati karena mereka hanya mencuri makanan. Lebih baik mereka mencari solusi yang lebih baik agar rakyat tak kekurangan pangan hingga mencuri beras.

Perdana Menteri menganggap Raja terlalu lembuh hati. Jika mereka membuka lumbung beras mereka, rakyat pasti akan menjarahnya habis-habisan. Dan nanti tak hanya lumbung beras mereka, tapi juga istana. “Sama seperti 10 tahun yang lalu.”


Raja mencekal bantalan kursi. Bayangan rakyat yang menyerbu istana  hingga istana terbakar dan banyak orang mati hingga pedang yang hampir mencabut nyawanya, benar-benar membuatnya ketakutan lagi. Perdana Menteri memahami kalau bahkan sampai sekarang Raja sering terkena insomnia karena mengingat kejadian itu. “Karena itu, hamba mohon agar Paduka tak meragukan kesetiaan hamba Serahkan semuanya pada hamba. Paduka hanya perlu untuk tetap sehat.”


Di luar kamar Raja, Yeong yang baru pulang mendengar percakapan itu dan merasa sangat marah. Tapi ia pergi tanpa berkata apapun,

Note : ada deleted scene setelah adegan ini. 


Ra On berjalan dengan Yoon Sung, canggung mau bicara apa. Yoon Sung berdehem dan bertanya apa Ra On pikir hal itu bisa membantu penyamaran Ra On? Ra On terbelalak melihat Yoon Sung menatapnya dari atas ke bawah, membuatnya menyadari kalau Yoon Sung tak sedang membicarakan tahi lalat di wajah tapi penyamarannya sebagai pria.

Ra On merasa canggung karena tak tahu harus menjawab apa. Maka ia hanya bisa berterima kasih atas bantuan Yoon Sung. Yoon Sung menyadari kalau kesalahannya itu sebenarnya tak fatal, tapi tetap khawatir karena wajah Ra On pasti sudah dikenal di kota. Ra On tak menjawab dan melangkah pergi berlawanan arah setelah mengucapkan selamat tinggal                                                                                  

Tak disangka setelah beberapa langkah menghilang dari hadapan Yoon Sung, Ra On disergap oleh gerombolan tukang tagih. Tukang tagih itu berhasil mengambil cap jempolnya di sebuah kertas dan berjanji di tempat Ra On yang baru, Ra On akan merasa lebih enak dari yang seharusnya.


Ra On dikirimkan ke sebuah rumah yang ada seorang paman yang sedang mengasah pisaunya. Ra On bertanya dimana dia sekarang dan dijawab, “Ini adalah tempat dimana pria akan menjadi kasim.” Ra On terbelalak ketakutan karena itu berarti.. ia akan dikebiri?? Ia mencoba kabur tapi pintu terkunci.



Ia hanya bisa berlutut minta ampun, tapi paman itu menenangkan kalau ia tak akan melaukannya sekarang. “Nanti. Kau tak boleh makan 3 hari dulu sebelum operasi,” katanya sambil menenggak arak.


Ra On mewek. Ia tak peduli tak diberi makan 3 hari. Bagaimana ia bisa dikebiri kalau ia tak punya itu?


Putri Myung Eun mulai gelisah karena tak kunjung mendapat jawaban. Yeong yang mulanya akan marah, tak jadi karena melihat Myung Eun terlihat sedih. Ia pun meninggalkan adiknya.


Di hari yang dijanjikan, Ra On sudah lemah dengan tangan terikat di kursi. Walau Ra On memohon, tapi paman itu tak bisa melepaskan Ra On karena ia sudah dibayar dan nama Ra On sudah terdaftar. Jadi Ra On nanti akan menjadi kasim atau mati di sini.

Bagaimanapun juga Ra On merasa bersyukur karena ia ditangani oleh ahli kebiri terbaik di Joseon ini. Ucapan itu membuat si paman senang dan mulai menceritakan keahliannya yang bisa mengebiri pria, dari 10 orang, 5 orang yang ia kebiri masih selamat. Sementara orang lain tingkat keberhasilannya hanya 3 atau 4 dari 10. “Dan 10 tahun yang lalu..” si paman sadar dan berhenti bicara. “Itu rahasia..”


Ia mulai bercerita sambil minum-minum, tak menyadari kalau Ra On diam-diam melepaskan ikatannya dan mulai ikut nimbrung, bertanya-tanya sambil terus menuang arak. Si Paman bercerita tentang kemasyurannya yang berhasil mengebiri seseorang pada saat mabuk dan berhasil dengan baik.


Ketika sudah mabuk, si paman mengambil pisaunya dan mulai aksinya. Kita hanya mendengar teriakan Ra On. 


Dan pagi harinya si paman terkejut melihat ruangannya penuh darah dan Ra On menghilang. Akhirnya ia menemukan Ra On yang terbaring lemah. Saat selimut disibakkan, ia melihat celana Ra On penuh darah dan merasa lega kalau tindakannya berhasil. Ia menyuruh Ra On untuk beristirahat saja dulu.


Setelah paman pergi, Ra On menyibak selimutnya lebih lebar, dan terlihat hanya pahanya yang mengeluarkan darah.



Sementara itu ayah Ra On menunggu kedatangan Ra On yang akan ikut berangkat manggung keluar kota. Tapi Ra On tak kunjung tiba, hingga akhirnya ayah Ra On pergi walau merasa enggan.


Ra On membersihkan diri dan mulai membebat lukanya. Rambutnya terurai, memperlihatkan kalau ia adalah wanita. Masih teringat waktu kecil saat ia memakai hanbok dan mengepang rambutnya, ibunya malah menamparnya dan memarahinya, menyuruhnya untuk tetap memakai baju anak laki-laki.


Saat membebat dadanya hingga kelihatan datar, Ra On teringat ucapan ayahnya yang merasa senang jika ia menghilang dari hadapannya. “Kau tahu apa maksudku, kan?” tanya ayah waktu itu. Ra On terisak, merasa ayahnya pasti sekarang bahagia karena ia sudah melarikan diri.

Putri Myeong Eun yang sedang patah hati mogok makan walau sudah ngiler. Yeong muncul dengan membawa sebuah buku penuh wajah pria. Myeong Eun penasaran, apa maksud Yeong membawa buku itu? Yeong berjanji akan menjelaskan kalau Myeong Eun mau makan.


Sambil menyuapi adiknya, Yeong menjelaskan kalau buku itu berisi wajah kandidat suami yang bisa Myeong Eun pilih karena dunia ini penuh dengan pria. Tak seperti pria tengil itu, pikir Yeong kesal.


Ra On akhirnya masuk ke istana untuk menjadi kasim. Di jalan, ia bertubrukan dengan seorang pria berpedang yang lengannya terluka. Pria itu hanya menatapnya sekilas dan berlalu pergi.


Ra On semakin cemas. Ia tak bisa tidur di malam hari. Ucapan Paman itu terus terngiang-ngiang di telinganya. Akan ada tes sebelum pelatihan kasim, yang harus menunjukkan apakah hasil pengebirian itu berhasil. Walau Paman itu menenangkan karena ia sangat ahli dalam mengebiri, tapi Ra On tahu ia sudah ada dalam masalah besar.


Maka ia pun mengendap-endap pergi dari kamarnya, membawa seluruh barangnya untuk kabur. Bulan sedang tertutup awan hingga suasana cukup gelap. Ini adalah kesempatannya!


Ra On berlari sambil terus mengawasi belakangnya, takut ada yang mengejarnya. Ia hampir mencapai gerbang jika ia tak bertubrukan dengan seseorang. Ra On membeku saat mendengar suara pria itu bertanya, “Siapa kau?”


Awan mulai menarik diri sehingga sinar bulan memancar, menyibak bayangan yang melingkupi mereka. Mereka berdua bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di hadapannya.


“Sarjana.. cantik?” tanya Ra On terkejut. Yeong bertanya balik, “Jung Do Ryeong?”


Dan ingatan akan pertemuan terakhir mereka melintas di benak mereka. Bagaimana Ra On berjanji untuk melakukan apapun juga jika mereka bertemu lagi. Janji Ra On yang akan menjadi anjing jika Yeong memang menginginkannya menjadi anjing.


Ra On menatap ngeri dan mencoba kabur. Tapi Yeong menangkap dagunya dan menyapa, “Senang bertemu kau kembali, anak anjing…”

Komentar :

Hahaha.. sukaaaaa….


Sejak jaman Wonderful Days, saya sudah membayangkan Park Bo Gum memerankan karakter kaya gini. Dulu sih kepikiran kalau Itazura na kiss di-remake lagi, pinginnya Park Bo Gum yang jadi Naoki Irie. Dingin-dinginnya itu gimanaaa.. gitu. Suka ngebully tapi care banget.

Eh.. ternyata dia dapat peran ini, yang gak jauh-jauh dari si Naoki Irie. Lebih bandel sih yang ini.. hehehe..

Walau luarnya keliatan bandel, tapi sepertinya Yeong itu pribadi yang pintar, lembut dan penyayang. Buktinya ia sayang banget pada adiknya. Mau bersusah payah keluar kerajaan untuk menilai sendiri calonnya si adek. Eh.. ga nyangka ternyata calonnya itu tengil banget dan nggak pantas untuk Myeong Eun. Karena tak setuju dengan pilihan adekya, maka ia memberikan berbagai macam pilihan yang bisa Myeong Eun pilih.

Sementara itu ia menampilkan sifat pemalas di hadapan para pejabat yang pasti ingin menjatuhkannya. Jika ia terlihat kuat, maka lawan akan waspada, tapi jika ia terlihat lemah maka lawan-lawannya itu akan meremehkannya. Sepertinya Perdana Menteri itu bukan kakeknya ya.. karena jika PM itu kakeknya pasti sikapnya akan jauh lebih baik.

Karakter Putra Mahkota Yeong yang asli terlihat saat mendengar percakapan antara ayahnya dengan Perdana Menteri. Sepertinya di episode-episode berikunya akan lebih banyak masalah politik kerajaan.

Ra On sepertinya juga mempunyai rahasia besar yang ia sendiri tak tahu. Ibunya pasti memiliki alasan sendiri, melarang Ra On untuk mengungkap jatidirinya sebagai wanita. Kenapa? Apakah Ra On bukan orang biasa?


Yang pasti episode berikutnya masih dalam rangka pembalasan dendam dari Yeong. Hehehe.. siapa suruh Ra On mengumbar janji? 

1 comment :

  1. Sado-yaaaaaaa
    drama ini ngingetin banget sama pangeran Sado (Secret Door, the throne)
    ada ayah mertua yang sensi sama menantu sendiri, ada pangeran yang dipandang sebelah mata, ada Yoo Jung-ah aduh >.<
    tapi syukur deh kalau drama ini cukup disukai meski lagi lagi perbincangan age gap belum lepas sih
    bo gum emang keliatan muda banget wkwkwkwk
    btw bo gum dingin duah jaman remember you kan mbak? nyelenehnya di wonderful days...iya nggak?

    ReplyDelete