August 26, 2016

High End Crush Episode 15




High End Crush Episode 15


Ternyata resto milik bibi Yi Ryung berada tak jauh dari kantor psikiater Se Hoon dan Yi Ryung membantu-bantu bibinya di dalam resto itu. Bibinya merasa tak enak pada Yi Ryung yang baru saja bertemu malah akan dititipi resto itu selama ia pergi liburan. Tapi Yi Ryung malah menenangkan bibinya. Ia tak apa-apa dan sanggup mengelola resto selama bibinya pergi.



Se Hoon mulai hilang kendali. Mendengar lagu yang sama, ia malah marah dan berteriak-teriak, membuat anak buahnya ketakutan. Heo yang kena getahnya. Ia seperti bodyguard yang stand by di depan ruangan Se Hoon, mengusir setiap orang yang kebetulan lewat agar tak sempat mendengar suara tangisan dari dalam ruangan.



Tangisan? Iya. Se Hoon menangis membaca naskah drama yang ditawarkan pada Min Joon. Tapi Se Hoon baper. Baca naskah aja langsung ingat perasaan sendiri.



Jadinya setelah kemarin bersikap tegar, Se Hoon sekarang menangis meraung-raung, menyesali semuanya. Menyesal kenapa ia tak memberitahu perasaan yang sebenarnya pada Yi Ryung sebelum Yi Ryung menghilang. Sekarang sudah terlambat.



"Harusnya aku memberitahu kalau aku menyukainya. Aku ini menyukainya, tapi kenapa aku katakan kalau hubungan ini hanya bisnis? Kenapa aku harus membangun tembok pertahanan baja? Huaaaaa.."




Heo kasihan melihat bosnya yang tersedu-sedu, dan hanya bisa merangkulnya penuh penghiburan.




Dan mulailah siksaan jiwa dan raga bagi Heo. Sepanjang malam, ia harus mendengarkan ocehan Se Hoon tentang Yi Ryung dan apapun yang berhubungan dengan Yi Ryung. Se Hoon yang stress, kok ya Heo yang menderita. Jam 3 pagi lho ditelpon cuma buat curhat beginian! 



Masih sok ngaku nggak suka lagi... Apa katanya? Cuma tergerak sedikit? Siapa yang bisa percaya omongan Se Hoon wkwkwkwk. Tapi udah, udah. Memang nggak sebanding kalau Se Hoon berdampingan dengan Yi Ryung. Banyak wanita cantik yang suka dengannya, bahkan model Moon   Soo Jin yang elok saja berusaha maksimal supaya bisa mendapatkan nomor Se Hoon. Jadi daripada curhat nggak jelas tentang Yi Ryung yang nggak nerima cintanya (dengan kabur), mending tidur deh. Besok mereka ada rapat penting pagi-pagi.

Mendengarnya, Se Hoon malah nyemprot. Tapi Heo udah nyari Yi Ryung bener-bener kan? Kok bisa nggak ketemu sih? 



Yang disemprot jelas kesal. Lha yang nyari sungguh-sungguh itu dia bukan Se Hoon. Bisa-bisanya Se Hoon nanya gitu. Yi Ryung tuh nggak punya sosmed bahkan email. Gimana nyari latar belakang orang sepertinya? LOL Dini hari masih bisa ribut ya. Kasihan Heo. Meski dia kesal menutup telepon dengan kasar, dia tetap menelepon kembali untuk minta maaf. :P




Pagi sudah cerah. Toko Bibi sudah buka. Yi Ryung tersenyum senang dipuji Bibi yang mengakui keterampilannya memotong bahan. Namun sangat tidak suka ada siswi yang mengoloknya setelah melihat cuplikan MV Monsta X yang dibintanginya di TV resto Bibi. Haha, tapi Yi Ryung bisa apa. Dia nggak mungkin mengusir mereka. Alih-alih bersikap kasar. Dia menyugesti diri untuk tetap berbuat baik pada mereka sambil membawakan pesanan. 



Siswi tersebut pun heran. Tertarik menatap Yi Ryung. Eh, kayaknya kenal?


 

Kamera kembali menyorot TV, menampilkan sosok Se Hoon. Yi Ryung spontan menyunggingkan senyum manisnya. 


 

Beda sama psikiater yang kebetulan makan di sana. Begitu nerima telepon dari pihak Se Hoon, ia meminta mereka beralasan kalau dirinya sedang berada di tempat yang sangaaaaaaat jauh. Sayang, Se Hoon sudah terlanjur ke tempatnya. Psikiater lebih memilih mengakhiri ini daripada kabur. Ekspresi marahnya di depan resto Bibi Yi Ryung kocak banget >.<




Ketika bertemu dengan Se Hoon, psikiater langung bereriak-teriak. Ia nggak suka diganggu terus-terusan oleh Se Hoon yang bercerita melulu soal cintanya. Tapi melihat Se Hoon yang diam saja, tidak membalasnya seperti biasa, ia jadi khawatir. Justru minta maaf. 




Gontai Se Hoon berjalan kembali ke kantor. Dengan untaian kata puitis, ia menggambarkan pula bagaimana dirinya yang sekarang bak musim semi yang berganti musim gugur. Tak lagi indah, meski tetap keren. Baiklah, mereka putus. Terpaan angin yang membawa dedaunan kering tampak tak masuk akal menamparnya di depan lift. Hahahaha drama ini bener-bener.  


 


Di resto Bibi, ternyata Yi Ryung juga melamun. Ia bahkan mengejar seseorang yang ia pikir Se Hoon. Eaaaa padahal begitu berbalik, Se Hoon yang asli ada di depannya. Keduanya terkejut menyadari betapa takdir masih masih memihak mereka. Waktu seakan berhenti. Pandangan mereka saling bertaut cukup lama. 



Se Hoon tidak percaya ini nyata. Ia menarik psikiater yang mengejar dirinya, bertanya apakah psikiater bisa melihat Yi Ryung sepertinya?


 

Ya...Yi Ryung ada di hadapannya. Se Hoon maju mendekatinya. 

Bersambung ke High End Crush Episode 16

Udah kehabisan kata rasanya buat drama ini :D Komedinya nggak nanggung-nanggung. Romansa orang dewasa yang kayak anak puber kala jatuh cinta.

No comments :

Post a Comment