August 10, 2016

Dear My Friends Episode 16 - 1



= Kisah Cinta Kita =

Wan berlari untuk menemui ibunya yang baru selesai  operasi. Di tengah perjalanan dia kaget melihat Yeon Ha. Namun Wan hanya melihat Yeon Ha beberapa saat dan kemudian berlari lagi menuju ruang operasi. Tepat disaat itu dokter keluar dari ruang operasi dan Wan langsung sedih setelah mendengar penjelasan dokter. Saking sedihnya, Wan sampai tak menanggapi Yeon Ha untuk yang kedua kalinya.


Wan duduk di lantai dan menyenderkan kepalanya di dinding. Dia teringat hari-harinya bersama Nan Hee. Wan menangis dan Yeon Ha kembali menghampirinya. Melihat Yeon Ha, Wan pun langsung menangis di pangkuan Yeon Ha. 




Hee Ja dan yang lain tak bisa ikut menunggui Nan Hee operasi, hanya ada Yeong Won dan Choong Nam saja yang kesana. Hee Ja dan yang lain sedang menunggu kedatangan anak Min Ho. Sun Kyun berusaha menghubungi  Choong Nam untuk mengetahui keadaan Nan Hee, namun tak diangkat. 

Tak lama kemudian Min Ho keluar bersama Ha Neul dan anak mereka. Hee Ja terlihat senang melihat cucunya yang cantik, apalagi Hee Ja juga diperbolehkan untuk menggendongnya. Jung A senang melihat Hee Ja bahagia, dia sampai bergumam kalau Nan Hee pasti senang bisa melihat Hee Ja seperti itu. 


Setelah 3 – 4 jam menemani Wan, Yeon Ha pun akhirnya pergi. Melihat Yeon Ha, Choong Nam memuji pengorbanan yang dilakukan Yeon Ha, dia jauh-jauh dari Slovenia hanya demi Wan. Tak tega melihat Yeon Ha pulang sendirian, Choong Nam pun ingin memanggil Wan, namun Yeong Won mencegah karena hal yang Wan sukai saat ini adalah bersama ibunya. Yeong Won kemudian berkata kalau Choong Nam juga harus bertemu dengan pria yang menawan juga dalam kehidupan selanjutnya. Tapi Yeong Won dengan cepat meralat. Untuk menemukan pria seperti itu Choong Nam tak harus menunggu sampai kehidupan selanjutnya, karena sekarang juga belum terlambat. Choong Nam tertawa mendengarnya dan berkomentar kalau orang-orang bisa menertawakannya, jika dia melakukan hal tersebut. 

Yeon Ha sendiri tak langsung pergi dari rumah sakit, dia hanya duduk diam menatap matahari senja. 


Karena Min Ho harus bersama Ha Neul dan anaknya, ketika teman-temannya datang untuk melihat si bayi, jadi Sung Jae lah yang menggantikan tugas Min Ho malam ini. Tugas untuk menjaga Hee Ja. Awalnya Hee Ja tak senang dan merasa tak nyaman. Tapi karena Sung Jae berjanji tak akan menyentuhnya, Hee Ja pun membiarkan Sung Jae menginap di rumahnya. 


Hee Ja tak bisa tidur dan berkata kalau dia ingin pergi jalan-jalan. Namun Sung Jae tak mengizinkan Hee Ja jalan-jalan dimalam hari, walaupun Sung Jae mengaku kalau dia mencintai Hee Ja. Tak diberi izin, Hee Ja pun kecewa dan langsung membalikkan badan membelakangi Sung Jae. Agar Hee Ja bisa tidur, Sung Jae pun menepuk-nepuk pundak Hee Ja.


Jung A dan Sun Kyun sudah berada di kamar rawat Nan Hee. Disana juga ada Nyonya Oh yang dengan penuh perhatiannya, terus memijat tangan Nan Hee. Nan Hee pun bercerita kalau kanker-nya sudah sebesar kepalan tangannya dan berada di perut dan hatinya, juga sudah menyebar di seluruh kelenjar getah bening. Dia juga diberitahu kalau kesempatan dia hidup kurang dari 20 persen. 


Teman Nan Hee yang lain berdatangan dan Nan Hee mengatakan pada semuanya kalau kanker yang ada di tubuhnya ternyata  berbeda dengan hasil MRI. Kanker yang ada di tubuh Nan Hee tidak sebesar kepalan tangan,malah ukurannya lebih kecil dari bola ping pong. Untuk penanganan selanjutnya, Nan Hee hanya harus melakukan kemoterapi.

Nan Hee kemudian berkata kalau kanker itu adalah penyakit yang lucu, karena ada yang ganas dan juga jinak. Dan untuk kasus Nan Hee, dia mengidap kanker yang jinak.


Gi Ja juga datang menjenguk Nan Hee,tapi bukannya perihatin atas penyakit Nan Hee, Gi Ja malah sibuk menceritakan kemiskinannya dan dia bahkan iri pada Nan Hee yang bisa tidur di ruangan yang nyaman. Saking irinya, Gi Ja berkata kalau dia rela kena kanker asal bisa  tinggal di ruangan nyaman itu.


Hee Ja juga ikut menjenguk Nan Hee, dia duduk bersama Wan. Namun dari tatapannya, dia terlihat bingung berada di ruangan itu. Tak lama kemudian Hee Ja menghampiri Jung A dan bertanya siapa orang-orang yang sedang bicara itu.Hee Ja tak mengenai Gi Ja,Choong Nam, Yeong Won dan Nyonya Oh. Jung A pun memberitahu Hee Ja kalau mereka semua adalah teman Hee Ja. Walaupun terlihat bingung, Hee Ja pun tak banyak bertanya lagi.

Nan Hee pulang ke rumah, Choong Nam dan Yeong Won yang membersihkan rumahnya, karena sudah beberapa hari rumah Nan Hee tak ada yang menempati. Selesai membersihkan lantai, Choong Nam bertanya apa Wan pergi menemui Yeon Ha? Tentu saja Nan Hee kaget mendengar Yeon Ha ada di Korea. Yeong Won berkata kalau Yeon Ha memang benar ada di Korea, tapi sebentar lagi dia akan pulang ke Slovenia.

“Aku bisa tahu mereka berdua saling mencintai. Cintanya terlalu dalam dan manis. Senang rasanya melihat seseorang di sampingnya,”ucap Choong Nam dan Nan Hee langsung masuk kamar tanpa berkata sepatah katapun. Melihat sikap Nan Hee, Yeong Won pun menebak kalau Nan Hee masih tak setuju Yeon Ha bersama Wan.


Wan sendiri sedang berada di rumahnya, dia sedang mengepak barang-baranganya. Sambil mengepak barang, dia bertelponan dengan Hee Ja yang mengeluh karena tak ada yang mengizinkan dirinya menjenguk Nan Hee. Hee Ja lupa kalau dia sudah menjenguk Nan Hee di rumah sakit. Wan berusaha mengingatkannya, kalau dia sudah menjenguk, tapi bukannya percaya, Hee Ja malah emosi. Selain mengepak barang, Wan juga menyimpan semua foto-fotonya bersama Yeon Ha,sepertinya Wan memutuskan untuk melupakan Yeon Ha.



Mendengar ibunya marah-marah, Min Ho mengambil ponsel sang ibu dengan lembut dan kemudian mengajaknya tidur. Min Ho membawa Hee Ja masuk ke kamar,namun langkah Hee Ja langsung terhenti ketika  dia melihat kalau di dalam kamar ada anak Min Ho dan juga Ha Neul. Min Ho lalu bertanya pada Hee Ja, apa Hee Ja ingat pada anak Min Ho yang masih berusia 3 hari. Hee Ja hanya diam dan dia kemudian bertanya pada Min Ho, apakah dia benar-benar sudah membesuk Nan Hee di rumah sakit. Min Ho pun mengiyakan.


Menyadari kalau penyakitnya semakin parah, Hee Ja pun tak mau masuk ke kamar itu,dia tak mau membuat anak Min Ho takut, jadi Hee Ja pun memilih tidur di ruang tamu. Dari ruang tamu, Hee Ja terus memperhatikan anak Min Ho yang saat itu sedang tertidur pulas.



Saat berbaring dan bersiap tidur, Hee Ja bertanya apa kalau dia rajin minum obat, dimensianya tidak akan bertambah. Min Ho pun menjawab dengan anggukan.

“Ibu tidak gila kan?” tanya Hee Ja dan Min Ho pun membenarkan.

“Nanti pasti akan ada yang membuat obat demensia yang manjur. Karena ibu sudah minum obat, kondisimu tidak akan parah lagi. Ibu.... jangan khawatir,” ucap Min Ho sambil menggenggam tangan Hee Ja.

Wan mengemasi barangnya, karena dia memutuskan tinggal di rumah ibunya. Sambil memasukkan baju ke dalam lemari, Wan menceritakan pada sang ibu tentang kondisi Hee Ja. Wan lalu bertanya kemana Yeong Won dan Choong Nam.


Dengan suara pelan, Nan Hee berkata kalau teman-temannya juga punya kesibukan masing-masing. Mereka semua pasti lelah sudah merawat Hee Ja dan Nan Hee. Wan hendak mandi, tapi sebelum dia masuk kamar mandi, dia menghampiri Nan Hee dan kemudian mencium pipinya. 

“Aku bangga padamu,operasi ibu berhasil. Ibu hebat, semoga kemoterapi ibu juga berhasil. Fighting!” ucap Wan dan langsung masuk kamar mandi. Selagi Wan di kamar mandi, Nan Hee membuka ponsel Wan dan melihat kontak Yeon Ha. Nan Hee kemudian teringat kata-kata Choong Nam yang berkata kalau Wan dan Yeon Ha saling mencintai dan cinta mereka begitu dalam. Choong Nam juga berkomentar kalau dia senang ada seseorang yang mendampingi Wan. 


Choong Nam sedang tidur dan dia tak dengar ponselnya berbunyi. Itu adalah panggilan dari Hee Ja. Kedua ponakan Choong Nam yang tidur di luar, merasa terganggu dengan suara ponsel Choong Nam, mereka pun memanggil Choong Nam dari luar,tapi karena tak ada jawaban mereka berdua panik dan langsung masuk kamar Choong Nam. Ternyata Choong Nam hanya sedang tertidur pulas, saking pulasnya dia tak mendengar suara ponsel dan panggilan mereka.


Hee Ja menelpon Choong Nam malam-malam, hanya untuk minta di carikan panti jompo yang bisa merawat pasien demensia, dengan catatan panti jompo itu harus terjangkau dan juga bagus. Hee Ja ingin Choong Nam membawanya kesana.


Pagi tiba dan Wan sudah berada di depan laptopnya. Sambil mengetik,Wan terus mengawasi sang ibu. Saking protektifnya pada Nan Hee,Wan sampai terus bertanya kemana ibunya mau pergi. Diperlakukan seperti itu oleh Wan, membuat Nan Hee tak nyaman. 

“Jangan rewel,”pinta Wan.

“Kau yang menggangguku.Yang kau lakukan Cuma menatap ibu seharian. Sepertinya kau pun tak lagi kerja. Ibu mungkin bisa kerja lagi, tapi kau tidak mau mengizinkanku. Ibu tidak akan sakit selama berhari-hari. Ibu bisa sakit selama sisa hidupku,” ucap Nan Hee kesal karena Wan tak mengizinkannya keluar rumah. 

“Kupikir ibu ingin minta bantuanku,” ucap Wan dan tersenyum. Wan kemudian menelpon Sang Sook untuk bertanya apa dia sudah membayat penjual kubisnya, karena penjual kubis itu sampai menelpon Nan Hee. Tak tahan dengan perlakuan protektif Wan, Nan Hee pun masuk kamar.

Tepat disaat itu Yeong Won datang dan Wan memberi isyarat kalau Nan Hee ada di kamar. Wan hanya memberi isyarat karena dia masih telponan dengan pegawai ibunya.


Yeong Won menemui Nan Hee di kamar dan Nan Hee langsung bertanya apa dia bisa hanya ikut 6 perawatan kemoterapi. Tentu saja Yeong Won berkata tidak bisa, karena kalau hanya dengan 6 kali kemoterapi maka hidup Nan Hee hanya akan bertahan selama satu atau dua tahun saja.

“Karena aku pernah mengalaminya...kita harus mempertimbangkan kalau resiko itu pasti ada. Kau tidak bisa berharap muluk-muluk. Tapi jangan juga berhenti berharap,” ucap Yeong Won dan Nan Hee kemudian mengambil ponselnya. Dia menelpon Yeon Ha.


Choong Nam mengajak Hee Ja untuk melihat-lihat panti jompo. Itu adalah panti jompo yang di tempati oleh dua bibi-nya Choong Nam, jadi Choong Nam hafal betul dengan tempatnya. Di panti itu ada kelas menggambar, melihat ruangan menggambar, Hee Ja langsung berkomentar kalau dia sangat suka menggambar. Selain itu juga ada kelas bernyanyi dan Hee Ja terlihat tak terlalu menyukainya. Dan tanpa Hee Ja dan Choong Nam sadari, mereka diikuti oleh seorang nenek-nenek. 

Choong Nam kemudian berkata kalau ada satu kamar lagi yang belum di perlihatkan pada Hee Ja, tapi Choong Nam enggan menunjukkannya karena menurutnya, Hee Ja belum waktunya tinggal di tempat seperti itu. Namun Hee Ja tetap ingin melihat kamar itu. 

Mereka sudah berada di kamar terakhir yang harus Choong Nam tunjukkan. Choong Nam pun mengajak Hee Ja pulang, tapi Hee Ja tak menjawab, dia malah mencoba tempat tidur yang ada di ruangan itu. Hee Ja berkomentar kalau tempat tidur itu sangat nyaman untuknya. 


Tepat disaat itu, nenek yang sedari tadi mengikuti mereka ikut masuk dan memberikan permen pada Hee Ja. Setelah memberikan permen, nenek itu langsung keluar kamar. 

Choong Nam mengajak Hee Ja pulang, tapi Hee Ja malah memasukkan permen pemberian si nenek ke dalam saku jas Choong Nam dan kemudian berkata kalau dia tak mau pulang. Hee Ja merasa kalau Min Ho dan Ha Neul pasti merasa susah jika harus tinggal bersama dirinya. Begitu juga untuk bayi mereka. Jadi, Hee Ja ingin mereka hidup bahagia sendiri. 

“Choong Nam-a... tinggalkan Unni disini,”pinta Hee Ja. “Selama hidupku... aku berusaha tidak membebani orang. Aku akan tinggal disini sampai....,” Hee Ja menangah tangisnya. “.... aku suka tempat ini.”


Choong Nam sudah tak bisa berkata-kata lagi, dia hanya memeluk Hee Ja. Hee Ja pun berpesan agar Chong Nam, Jung A dan Nyonya Oh untuk tidak lupa menjenguknya. Choong Nam pun menangis. 

Wan sedang sibuk bekerja di restoran ibunya, sedangkan sang ibu pergi menemui Yeon Ha diantara Yeong Won. Sama seperti saat minum teh bersama Wan, kali ini Yeon Ha juga membawakan teh-nya untuk Nan Hee. 



Nan Hee tak langsung bicara, dia melihat bayangan Yeon Ha di cermin. Yeon Ha yang memakai kursi roda. Nan Hee kemudian bertanya kenapa Yeon Ha tak pacaran dengan perempuan lain? Apa wanita-wanita itu tak menyukai Yeon Ha karena kakinya? Yeon Ha tertawa mendengar pertanyaan itu, dia kemudian berkata kalau dia tak suka wanita lain. 

Nan Hee bertanya apa orang tua Yeon Ha ada di Seoul dan Yeon Ha mengiyakan. Nan Hee lalu bertanya lagi, apa Yeon Ha menghasilkan banyak uang? Lagi-lagi Yeon Ha tertawa dan menjawab penghasilannya lumayan. 

“Aku terlihat materialistik kan?” tanya Nan Hee dan Yeon Ha hanya tersenyum. Yeon Ha kemudian menggenggam tangan Nan Hee.



“Aku sangat senang...  operasinya berjalan dengan baik,” ucap Yeon Ha dan Nan Hee melihat cincin yang melingkar di jari manis Yeon Ha. Cincin itu sama persis dengan yang Wan kenakan. Karena Yeon Ha akan pulang ke Slovenia hari ini, Nan Hee pun berkata padanya untuk menjaga diri.


Restoran Nan Hee sudah tutup dan sekarang, Wan sedang telponan dengan Yeon Ha. Wan mengaku tak menelpon Yeon Ha duluan karena Wan pikir, dia akan meminta Yeon Ha untuk tak pergi. Yeon Ha tersenyum dan menjawab kalau Wan yang meminta maka dia pun akan tetap berada di Seoul. 

“Meski aku tidak memohon...  meski aku tidak bisa...  aku masih... sangat mencintaimu,” aku Wan dan Yeon Ha tertawa senang.

“Jaga dirimu. Aku menyadari kali ini... kalau aku juga bisa datang kemari. Aku lebih percaya diri sekatang, berkat kau. Sepertinya aku bisa berbuat banyak hal dari yang ku kira,” ucap Yeon Ha.

“Benar. Kau hebat,” jawab Wan dengan mata berkaca-kaca. Yeon Ha pun berkata  kalau dia sangat mencintai Wan. “Jangan menungguku,” pinta Wan.



“Aku tidak akan menunggumu. Aku akan melupakannya. Aku harus pergi. Aku hampir sampai di bandara,” ucap Yeon ha dengan tersenyum lalu menutup teleponnya. Berbeda dengan Yeon Ha yang menutupi perasaannya dengan senyuman, Wan pun menangis sendiri.

Bersambung ke sinopsis Dear My Friends Episode `16 – 2

1 comment :

  1. woaaaaa episodenya mellowww...aq suka drama ini. Bener2 menyentuh. Makasih ya mbak Lilik. Tetap semangat recap drama ini sampe ending :)

    ReplyDelete