August 4, 2016

Dear My Friends Episode 15 - 2


Setibanya kembali di rumah Nan Hee, Wan buru-buru memasak sementara Nan Hee langsung berbaring di sofa dan berkata kalau dia tidak mau makan. Dia menyuruh Wan pulang saja dan melanjutkan tulisannya, dia mau istirahat sebentar lalu pergi mengunjungi Hee Ja.

Wan menolak pergi dan menawarkan diri untuk mengantarkan Nan Hee ke rumah Hee Ja nanti. Tapi Nan Hee langsung menyela dan berkata pesimis "Kau tidak tahu apakah aku masih akan ada di sini nanti"



Wan mendesah sedih mendengarnya, tapi dia terus berusaha bersabar dan bersikeras mau mengantarkan Nan Hee ke rumah Hee Ja. Nan Hee lama-lama jadi emosi dan memaksa Wan untuk pulang saja ke rumahnya sendiri. Tak ingin ibunya emosi terus, Wan akhirnya mengalah tapi berjanji akan kembali lagi nanti.


Begitu kembali pulang, Wan langsung bekerja keras membersihkan seluruh sudut rumahnya dan melanjutkan tulisannya. Dia lalu melihat fotonya bersama Yeon Ha yang membuatnya tersenyum sedih.


Min Ho memasang alat pengaman gas demi keselamatan ibunya. Sementara itu, Hee Ja sedang duduk di kamarnya bersama Nan Hee. Jung A menelepon tapi Hee Ja tak mau mengangkatnya. Nan Hee langsung menggodanya, Hee Ja pasti sangat menyukainya lebih daripada Jung A hingga dia mengacuhkan Jung A demi dirinya. Tapi Hee Ja terus diam mengacuhkan Nan Hee.

Nan Hee bertanya-tanya apakah Hee Ja sebenarnya tak ingin membukakan pintu untuknya tapi terpaksa menerima kedatangannya karena Min Ho membukakan pintu untuknya. Hee Ja cuma menjawabnya dengan menyuruh Nan Hee pergi, dia mengeluh kesal karena Min Ho memperlakukannya bagai orang sakit parah, bahkan sampai memasang berbagai alat pengaman di seluruh rumah dan mengurungnya didalam rumah.

"Aku diperlakukan seperti orang bodoh"


"Unnie, aku menderita kanker. Tumornya sangat besar. Aku akan masuk rumah sakit mulai besok"

Seketika itu pula Hee Ja langsung melupakan kesedihannya sendiri dan langsung memeluk Nan Hee dan menangis. Nan Hee meyakinkan Hee Ja bahwa keadaannya Hee Ja masih jauh lebih baik daripada keadaannya, sementara dia sendiri akan berpikir kalau dia lebih baik daripada Hee Ja. Lebih baik berpikir seperti itu agar mereka saling terhibur sebagai sesama pesakit.


Melalui video call, Wan menjelaskan keadaannya pada Yeon Ha. Dengan terbata-bata dia memberitahu Yeon Ha bahwa dia tidak akan bisa menepatinya janjinya untuk kembali ke Yeon Ha. Yeon Ha mengerti, jika ibunya juga sakit maka dia juga pasti tidak akan bisa pergi.

"Jangan menungguku. Karena Nikita sangat cantik, jangan kencan dengannya. Kencan saja dengan wanita lain..." tapi kemudian Wan berubah pikiran. Dengan mata berkaca-kaca dia menyetujui Yeon Ha untuk kencan dengan Nikita saja dan menolak menangis saat Yeon Ha menyuruhnya menangis.

"Haruskah aku menangis untukmu?" Yeon Ha lalu mengangkat tangannya untuk menunjukkan cincin couple mereka. Wan cepat-cepat mengakhiri video call mereka dengan alasan harus meneruskan pekerjaannya.


Begitu komunikasi mereka terputus, Wan melepaskan cincin couple mereka. Di tempat masing-masing, Wan dan Yeon Ha berusaha keras untuk menahan air mata mereka.


Young Won mengantarkan Nan Hee ke sebuah hotel. Setibanya di sana, Nan Hee melihat Il Woo sudah menunggunya dan Young Won memberitahu Nan Hee untuk tidur dengan Il Woo malam ini. Nan Hee shock, apa Young Won sudah gila. Dia menolak tapi Young Won mengancam akan menyuruh Il Woo menyeret Nan Hee keluar kalau begitu.

Il Woo tiba-tiba membuka pintu mobil, Nan Hee jadi tambah gugup dan Young Won malah semakin getol menggodanya. Il Woo berusaha bersikap manis dengan mengulurkan tangan untuk membantu Nan Hee turun dari mobil, tapi Nan Hee malu dan langsung keluar sendiri tanpa menerima uluran tangannya Il Woo.


Bahkan sepanjang perjalanan naik lift, Nan Hee terus menjaga jarak dari Il Woo. Nan Hee bertanya mereka akan kemana, tapi Il Woo hanya menjawabnya dengan senyum. Melihat tujuan lift ke lantai paling atas, Nan Hee langsung bertanya curiga apa Il Woo berniat mau menjatuhkannya dari lantai atas. Il Woo langsung tertawa mendengarnya.

 

Lift akhirnya tiba dan ternyata Il Woo mengajaknya dinner di restoran mewah. Setelah menikmati segelas wine, Nan Hee terkagum-kagum melihat keindahan malam kota Seoul. Dia mengaku baru pertama kali ini datang ke sebuah hotel mewah. Il Woo mengaku kalau ini juga pertama kalinya dia datang ke tempat sebagus ini. Dulu saat istrinya hidup, dia tak punya banyak uang. Tapi sekarang dia cukup mampu.


"Bolehkah aku menggenggam tanganmu?" tanya Il Woo "Aku ingin menyemangatimu. Mari kira bertemu lagi setelah kau operasi"

Nan Hee tersentuh mendengarnya tapi menolak bergenggaman tangan. Il Woo pun langsung menggenggam tangannya Nan Hee "Fighting!"


Setelah itu Il Woo mengantarkan Nan Hee pulang. Dia sengaja berjalan agak di belakangnya Nan Hee sementara Nan Hee memainkan tali tasnya dengan gugup. Setibanya di depan apartemennya Nan Hee, Il Woo meminta Nan Hee untuk meneleponnya setelah Nan Hee keluar dari rumah sakit nanti.

Il Woo pun pergi. Tapi karena masih ingin melihat wajah Nan Hee lebih lama, dia sengaja berjalan mundur. Nan Hee berjanji akan menelepon Il Woo selama mereka berpisah, Il Woo berkata bahwa dia akan menunggunya. Mereka pun berpisah.


Wan baru muncul setelah Il Woo sudah cukup jauh. Setelah melihat Il Woo dan interaksi diantara mereka, Wan langsung suka. Pria itu tampak cukup baik walaupun terlalu muda untuk Nan Hee. Wan engaku kalau datang setelah Young Won menyuruhnya untuk mengecek apakah Nan Hee akan pulang malam ini atau tidak. Nan Hee langsung malu dan Wan malah terus menggodanya dengan bertanya apakah Nan Hee dan Il Woo tadi bermesraan. Nan Hee langsung protes saking malunya.

"Tapi waktu aku melihat ibu bersamanya. Ibu terlihat seperti wanita sejati"


Di Slovenia, Yeon Ha termenung sedih menatap pemandangan kota dari balkon kamarnya sambil memainkan cincin couple-nya. Wan juga termenung sedih sambil menunggu ibunya keluar kamar. Hari ini Nan Hee akan mulai dirawat di rumah sakit.


Pada saat yang bersamaan, Istrinya Min Ho hendak melahirkan dan dilarikan dengan ambulance. Sung Jae sedang bersama Choong Nam dan Young Won saat Min Ho meneleponnya tak lama kemudian. Min Ho mengecek keamanan rumah dengan panik dan meminta Sung Jae untuk datang menemani ibunya karena dia harus ke rumah sakit.


Tapi Hee Ja langsung menyambar hapenya Min Ho dan melarang Sung Jae datang lalu menyuruh Min Ho pergi ke istrinya. Dia tidak mau ditemani siapapun dan berjanji akan mendengarkan Min Ho dengan baik. Dia berjanji tidak akan kemana-mana jadi Min Ho pergi saja sekarang.

Tapi Min Ho tidak bisa tenang, dia benar-benar galau. Dia tidak bisa meninggalkan ibunya sendirian. Frustasi, Hee Ja akhirnya menglah dan mengizinkan Min Ho untuk memanggil siapapun kemari menemaninya dan sekali lagi berjanji dia akan tetap di rumah. Min Ho akhirnya pergi sambil menelepon Sung Jae dan baru tiba di rumah sakit tepat setelah istrinya dimasukkan ke kamar bersalin.


Jung A tiba di rumah Hee Ja tak lama kemudian. Dia menekan bel pintu tapi Hee Ja tidak membuka pintunya. Jung A langsung mencari kunci cadangan yang biasanya diletakkan di bawah pot bunga, tapi kali ini kunci itu tidak ada. Hee Ja menelepon saat itu dan memberitahu Jung A kalau dia sedang berada di dalam rumah.

Bahkan untuk meyakinkan Jung A, dia membalik kembali kamera CCTV-nya menghadap ruang tamu agar Jung A bisa mengeceknya. Jung A berusaha menggedor-gedor pagar rumah tapi Hee Ja tetap menolak membuka pintu.


Nan Hee baru selesai melakukan berbagai tes malam harinya. Dia heran kenapa Wan menempatkannya di kamar VIP yang mahal. Wan bercanda mengatakan bahwa dia hanya menggunakan sebagian uang warisannya. Mereka lalu berbaring bersama. Tapi Nan Hee heran kenapa Choong Nam dan Young Won tidak datang mengunjunginya.

Wan mengaku kalau dia memang sengaja menyuruh bibi-bibinya untuk datang setelah operasi saja karena sekarang ini dia hanya ingin berduaan saja dengan Nan Hee. Dia lalu mengajak Nan Hee untuk saling menatap.


Sementara itu di Slovenia, Yeon Ha jalan-jalan sendirian. Dia berhenti di tengah jalan, memikirkan saat Wan tiba-tiba kembali padanya. Tiba-tiba dia membuat sebuah keputusan lalu menelepon kakaknya, meminta sang kakak untuk membantunya.


Min Ho menunggu di luar dengan gugup. Suster akhirnya keluar tak lama kemudian lalu mengajaknya masuk dan memberikan bayi mereka. Min Ho menangis penuh haru saat menggendong bayi mungilnya.


Hee Ja duduk tak bergerak di sofa sepanjang hari, dia bahkan tak mau ke kamar mandi padahal jelas-jelas dia sudah tak tahan lagi. Jung A dan Sung Jae menunggu di luar rumah sambil mengawasi Hee Ja melalui kamera CCTV.



Min Ho pulang tak lama kemudian dan langsung lari masuk rumah. Jung A pun langsung mengikutinya, Sung Jae memutuskan untuk tetap di mobil dan hanya akan masuk jika Hee Ja mengundangnya masuk. Saat itulah Hee Ja akhirnya masuk ke kamar mandi. Tapi karena menahan buang air sangat lama, dia sampai terkencing-kencing sepanjang jalan ke kamar mandi.

Min Ho menggedor pintu kamar mandi tapi Hee Ja tak mau membukanya. Jung A langsung menyuruh Min Ho untuk mengambil kunci kamar mandi, mengambil handuk dan kimono untuk Hee Ja, menyuruh Min Ho membersihkan rumah dan pergi bersama Sung Jae setelah itu, lalu masuk kamar mandi menemani Hee Ja.


Hee Ja berdiri membelakangi Jung A. Dia tampak berantakan dengan bekas pipis yang mengotori bajunya. Jung A berusaha untuk tetap tenang dan bertanya apakah Hee Ja marah. Hee Ja tampak linglung saat berkata kalau Ayahnya Min Ho menyuruhnya untuk tidak bergerak, dia tidak ingin membuatnya cemas.



Tentu saja Jung A heran mendengar Hee Ja menyebut Ayahnya Min Ho. Tiba-tiba Hee Ja menoleh padanya dan berkata kalau Ayahnya Min Ho sudah meninggal dunia.

Jung A jadi cemas lalu mengetes ingatannya "Hee Ja-yah, aku siapa?"

Hee Ja menatapnya bingung dan berkata kalau dia bukan Young Won, bukan Choong Nam, dan juga bukan Nan Hee... sesaat kemudian akhirnya dia ingat "Jung A"

Jung A membenarkannya dengan mata berkaca-kaca lalu menyuruh Hee Ja untuk mengganti bajunya. Tak lama kemudian, Jung A akhirnya selesai mandi, Jung A lalu memberinya minuman hangat dan membuka jendela yang tadinya dikunci Min Ho.


Dia lalu duduk di depan Hee Ja yang terus menunduk dan tak mau menatapnya. Jung A dengan lembut bertanya apakah Hee Ja menyesal karena marah-marah padanya waktu itu. Hee Ja langsung mengangguk pelan. Jung A lalu bertanya kenapa Hee Ja pergi berdoa ke gereja tiap tengah malam.


"Aku berdoa pada Tuhan dan Bunda Maria untuk memaafkanku karena aku tidak menjaga bayiku dengan baik. Waktu itu aku masih sangat muda dan tidak mengerti. Jadi aku meminta pengampunan"

"Kenapa kau tidak meminta pengampunan untukku juga karena tidak datang padamu?"

"Aku melakukannya. Aku memberitahu kalau kau juga mengalami kesulitan hidup. Aku meminta mereka untuk mengampunimu"

Jung A memberitahunya bahwa waktu itu dia sendiri mengalami keguguran. Tapi dia tetap menyesal dan meminta maaf pada Hee Ja. Tapi Hee Ja berkata bahwa dunialah yang harus meminta maaf pada mereka.


Hee Ja mengaku bahagia atas kelahiran cucu barunya. Tapi dia meminta Jung A untuk menyuruh Min Ho pulang saja. Dia tidak mau menjadi beban, dia bisa hidup sendiri, dia bahkan bisa melakukan segalanya sendiri.

Tapi Jung A cepat menyelanya dan memberitahu Hee Ja bahwa dulu dia memang bisa hidup sendirian, dulu Hee Ja bisa melakukan segalanya seorang diri, tapi sekarang tidak lagi. Hee Ja langsung menangis dalam pelukan Jung A.


Di rumah sakit, Nan Hee tertawa membaca sebuah buku tentang bagaimana mempersiapkan hari tua. Cara-cara yang disebutan dalam buku itu sangat aneh (mencuri uang anak saat sedang kekuarangan uang bahkan sampai menyuruh minum racun), tapi Nan Hee merasa sangat terhibur.

Dia lalu membacakan sebuah kalimat yang kemudian dia ubah menjadi kalimatnya sendiri "Aku tahu apa yang kau inginkan. Aku tahu apa yang nenekmu, kakekmu dan pamanmu inginkan. Tapi diatas semua itu, aku sangat tahu apa yang aku inginkan. Aku tahu betul kemana aku harus pergi"

"Kemana itu?"

"Di sampingmu"

Dia hendak mengatakan bahwa jika terjadi sesuatu padanya, tapi Wan cepat menyela dan memeluknya. Dia meminta Nan Hee untuk tidur saja dan jangan bicara lagi "Simpan saja semua yang ingin ibu katakan. Kita akan bicara lagi setelah operasi ibu selesai"

Dia mengerti kalau Nan Hee tak suka menahan sesuatu, tapi dia meminta Nan Hee untuk tetap menahan apapun yang ingin dikatakannya sampai operasi selesai. Dia berjanji akan mendengarkan segalanya setelah itu. Setelah operasi selesai, mereka akan bicara sangat-sangat lama. Karena itulah dia tidak mau Nan Hee mengatakannya sekarang seolah saat ini akan menjadi waktu terakhir mereka.

"Baiklah. Tapi Wan, kau mencekikku" protes Nan Hee. Wan langsung tertawa dan semakin mempererat pelukannya.


Pagi akhirnya tiba. Wan menemani Nan Hee saat dia dibawa ke kamar operasi. Dia tersenyum untuk menyemangati Nan Hee, mereka saling bergenggaman tangan sebentar sebelum akhirnya berpisah.


5 jam kemudian, Wan menunggu operasinya selesai bersama Choong Nam dan Young Won. Mereka berdua berusaha menasehati Wan untuk istirahat dulu, tapi Wan mengacuhkan mereka dan terus diam menatap monitor yang memberitahu bahwa Nan Hee masih dioperasi.

Kedua bibi akhirnya keluar sebentar karena Young Won sendiri harus minum obat. Tepat setelah mereka pergi, laya monitor berubah status, operasinya Nan Hee selesai. Wan langsung berlari turun tangga darurat.


Dia tengah berlari menuju ruang operasi saat tiba-tiba saja dia membeku di tengah jalan... melihat Yeon Ha datang. Dia benar-benar terkejut dan senang melihat kedatangan Yeon Ha. Sesaat dia tersenyum pada Yeon Ha. Tapi saat itu juga dia melihat ruang operasi di belakang Yeon Ha.


Wan langsung bergerak kembali. Yeon Ha pun langsung tersenyum, mungkin mengira kalau Wan akan menghampirinya. Tapi Wan langsung melewatinya dan berlari ke ruang operasi. Dan Yeon Ha hanya bisa menatapnya dengan sedih.

Bersambung ke episode 16

1 comment :

  1. Ceritanya sangat menyentuh..
    Terimakasih telah menulis sinopsisnya:)

    ReplyDelete