August 4, 2016

Dear My Friends Episode 15 - 1

Episode 15: Kapan Kami Pernah Melihat Kalian Selama ini?


Wan termenung sedih memikirkan saat-saat kebersamaannya dengan Yeon Ha di Slovenia dan saat dia berjanji untuk kembali pada Yeon Ha.


Di tempat lain, Sung Jae termenung mengingat saat-saat kebersamaannya dengan Hee Ja. Jung A pun termenung sedih teringat saat Hee Ja marah-marah padanya karena tak datang membantunya saat anaknya sakit dan meninggal dunia.


Suk Kyun menyiapkan tempat tidur untuk mereka bertiga dalam satu ruangan. Tapi Choong Nam protes, dia tidak mau tidur sekamar dengan Suk Kyun, dia tidak mau sekamar dengan pria karena mereka bau. Suk Kyun tidak mau, dia tetap bersikeras mau tidur di sini, lagipula dia tidak akan menyentuh Choong Nam.



Choong Nam lalu duduk di samping Jung A yang masih merenung sedih menatap keluar jendela dan memberitahu Jung A bahwa Nan Hee menderita kanker. Berita mengejutkan itu langsung menyadarkan Jung A dari lamunannya.


Wan menelepon Min Ho karena cemas. Min Ho memberitahunya bahwa dia sedang mengawasi ibunya tidur. Dia mengaku kalau dia juga sudah mendengar keadaan Nan Hee dan cemas apakah Wan baik-baik saja. Wan mengaku tidak, dia tidak baik-baik saja sama seperti Min Ho yang juga tidak baik-baik saja dalam menghadapi masalah ibunya. Mereka pun saling menyemangati satu sama lain.


Hee Ja tiba-tiba terbangun, Min Ho pun langsung mematikan teleponnya. Hee Ja menatap pintu dengan sedih, dia ingin keluar. Min Ho dengan lembut melarang Hee Ja keluar malam. Hee Ja lalu menatap CCTV dengan kesal.

Menyadari ibunya tak menyukai kamera itu, Min Ho pun langsung membaliknya. Tapi Hee Ja tetap kesal lalu masuk ke kamar mandi dan buang air tanpa menutup pintu. Min Ho berusaha menghiburnya dengan menyanyikan lagu.


Sementara itu, Wan terus mengawasi ibunya yang sudah lelap tidur.


Keesokan harinya, Young Won melihat Nyonya Oh membuat sup herbal untuk Nan Hee. Nyonya Oh menyesal karena tidak membuatkan sup herbal ini untuk Nan Hee sejak lama. Young Won sendiri membuat sarapan dan berusaha menyuapi Nyonya Oh tapi Nyonya Oh menolak. Tapi setelah Young Won protes panjang lebar, akhirnya dia mau juga menyuapi dirinya sendiri sarapan.


Jung A baru bangun dan mendapati Suk Kyun sudah memasak nasi dan menyiapkan beberapa sidedish di meja. Dia memberitahu Jung A bahwa walaupun anak-anak selalu komplain, tapi mereka selalu membawakannya makanan hampir setiap hari. Jung A melihat Suk Kyun memasak sup di kompor lalu memberikan beberapa bumbu tambahan.

Suk Kyun terus cerewet memberitahu Jung A bahwa semalam dia tidur nyenyak karena Jung A tidur di sini. Tapi Jung A dengan dinginnya berkata kalau dia tidur lebih nyenyak di rumahnya sendiri. Dia sudah mendengar tentang penyakitnya Nan Hee dan dia bersyukur karena Jung A sehat. Jung A yang tampak jelas sedang tidak mood, langsung membentaknya untuk diam. Tapi Suk Kyun malah terus cerewet. Tidak tahan lagi, Jung A langsung pergi tanpa sarapan.


Choong Nam keluar kamar saat Jung A pergi dan langsung mengkritiki Sung Jae yang tidak bisa membaca Jung A. Dia sedang sedih karena setelah mendengar berita tentang Nan Hee, dia mendapat pesan dari Hee Ja yang berkata kalau dia tidak mau lagi melihat Jung A.

Suk Kyun protes, memangnya Nan Hee dan Hee Ja jauh lebih penting daripada dirinya. Tentu saja, karena dia dan Jung A mengenal Hee Ja dan Nan Hee jauh lebih lama daripada mereka mengenal Suk Kyun.

"Jung A dan aku saling berbagi selimut"

"Kami saling berbagi hati kami"

Choong Nam langsung pergi. Tapi Suk Kyun memintanya untuk makan dulu, masa dia harus menghabiskan semua makanan ini sendirian. Choong Nam sebenarnya enggan tapi tak enak, akhirnya dia duduk menemani Suk Kyun makan. Suk Kyun langsung cerewet lagi tapi Choong Nam cepat menyelanya dan menyuruhnya tutup mulut.

"Daripada masak dan bersih-bersih, oppa harus belajar untuk menutup mulut oppa terlebih dulu"

Mendengar itu, Suk Kyun akhirnya diam lalu menulis nasehat Choong Nam itu dalam daftar 'Bagaimana Cara Menjadi Suami Yang Baik'.


Min Ho buru-buru keluar ke rumah ibunya untuk mengantarkan Hee Ja ke rumah sakit, tapi terlebih dulu dia mencium perut sang istri. Istrinya Min Ho tampak baik-baik saja di depan Min Ho. Tapi begitu Min Ho berlalu pergi, sepertinya dia mulai merasakan sakit di perutnya. Sepertinya dia mau melahirkan.


Min Ho ngos-ngosan setibanya di rumah Hee Ja dan mendapati kamar Hee Ja semrawut dan Hee Ja baru saja ganti baju. Hee Ja bersikap sangat ketus pada Min Ho karena dia tak suka diperlakukan bagai seorang pasien.

Hee Ja berusaha mengusir Min Ho dan menyuruhnya kembali ke istrinya saja, tapi Min Ho dengan tenangnya mengingatkan Hee Ja untuk memakai diaper karena tesnya mungkin akan lama. Kesal, Hee Ja langsung ke kamar mandi untuk memakai diapernya.


Di rumah sakit, dokter mengetes ingatan Hee Ja. Dia ingat dengan tanggal lahirnya sendiri, dia ingat dengan tanggal lahir putra tertuanya dan pekerjaan anak tertuanya, dia juga ingat dengan tanggal lahir putranya yang meninggal dunia.


Tapi saat Min Ho mengetes ingatan Hee Ja akan tanggal lahirnya, Hee Ja langsung terdiam. Sepertinya dia tidak ingat. Dokter lalu bertanya apakah Hee Ja mengingat nama rumah sakit ini. Lagi-lagi Hee Ja terdiam tak ingat, dia berusaha keras mengingatnya tapi satu-satunya yang dia ingat hanyalah dia harus melakukan tes MRI.


Jung A datang ke rumahnya Hee Ja tapi hanya mendapati barang-barang di rumah Hee Ja berantakan. Dia langsung menelepon Hee Ja untuk menanyakan keberadaannya. Hee Ja terdiam sesaat sebelum akhirnya menyuruh Jung A pergi saja. Jung A senang akhirnya Hee Ja mau juga bicara padanya.

Sementara Min Ho di dalam sedang rapat bersama beberapa orang dan dokter membahas dementia, Hee Ja memberitahu Jung A bahwa dokter berkata bahwa dia menderita dementia level 4. Dokter menyuruhnya untuk tetap tenang karena marah-marah hanya akan memperburuk kondisinya. Tapi nasehat dokter itu malah membuatnya jadi semakin marah.

Dia terus bersikeras menyuruh Jung A pergi saja dari rumahnya. Jung A tak memperdebatkannya, tapi dia memberitahu Hee Ja bahwa dia akan membersihkan rumah Hee Ja dulu dan berjanji akan menelepon Hee Ja lagi nanti karena dia merindukan Hee Ja.


Dari dalam ruang meeting, Min Ho melihat Sung Jae datang lalu duduk di samping Hee Ja. Dia mengaku bahwa dia merindukan Hee Ja karena itulah dia menelepon Min Ho. Sekarang dia dan Min Ho sudah berteman. Hee Ja merasa bersalah karena semua orang menderita karenanya.

Sung Jae menyemangatinya untuk mendapat perawatan. Hee Ja menyetujuinya tapi saat Sung Jae ingin menggenggam tangannya, dia langsung menariknya dan bersedekap. Sung Jae akhirnya ikut bersedekap, sebagai pria dia tak ingin memaksa menggenggam tangan wanita.


"Jangan menyukaiku" ujar Hee Ja

"Itu bukan keputusanmu"

"Menyebalkan sekali, aku ingin jalan-jalan tapi Min Ho menyuruhku untuk tetap di sini. Aku harus mendengarkan dia. Dengan begitu dia akan berpikir kalau aku sudah normal kembali lalu dia akan membiarkanku tinggal sendirian lagi. aku harus mendengarkannya, aku harus membiarkannya tinggal bersama Ha Neul. Aku tidak mau membebani semua orang. Aku akan tinggal sendirian"

Sung Jae percaya padanya, dia yakin kalau Hee Ja adalah orang yang kuat. Tapi Hee Ja tetap sedih, dia yakin kalau semua orang mempercayainya hanya karena mereka pikir dia adalah pasien. Sung Jae langsung menggenggam tangannya dan menolak melepaskan saat Hee Ja berusaha menarik tangannya lalu memasukkan tangan mereka berdua kedalam saku jasnya untuk menyemangati Hee Ja agar dia berhenti menangis.


Nan Hee sedang ganti baju saat dia mendapat pesan dari Il Woo yang mengajaknya kencan nonton hari jumat nanti. Tapi Nan Hee mengacuhkan pesan itu. Wan senang saat Nan Hee memberitahunya tentang ajakan kencan Il Woo itu, bahkan menawarkan diri untuk mengantarkan Nan Hee. Tapi Nan Hee menolak karena hari jumat depan adalah jadwal operasinya.

"Saat aku dioperasi, aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau tidak. Jadi kenapa juga aku harus nonton?"

Jung A menelepon tak lama kemudian. Tapi Jung A terdiam cukup lama, tak tahu apa yang harus dikatakannya pada Nan Hee. Nan Hee mengerti bahwa mereka berdua sama-sama tak punya sesuatu untuk dikatakan, lebih baik Jung A menyudahi telepon ini dan mereka bertemu di rumah sakit saja. Jung A akhirnya bicara dan berjanji akan datang ke rumah sakit nanti.


Suk Kyun datang dengan membawa bir untuk Jung A, dia bahkan dengan manisnya membukakan tutup botolnya dan memberikannya pada Jung A hingga membuat Jung A tercengang dengan sikap manisnya.

Dia memberitahu Jung A untuk meneleponnya jika dia ingin menemui Hee Ja karena dia akan mengantarkan Jung A ke sana. Dia lalu beranjak pergi, tapi Jung A melarangnya dan menyuruhnya tinggal lebih lama untuk istirahat, Suk Kyun pasti lelah setelah jauh-jauh datang kemari.


Choong Nam juga menelepon Nan Hee tapi sama seperti Jung A, dia juga diam tak tahu harus berkata apa. Nan Hee langsung protes, kenapa menelepon kalau pada akhirnya dia diam. Nan Hee bahkan langsung menggodanya dengan menyanyi.

Saat Choong Nam masih saja diam, Nan Hee menyuruhnya untuk menutup telepon saja. Young Won datang saat itu tapi tak mengganggu percakapan Choong Nam dan Nan Hee lalu berbaring di lantai

Saat itulah Choong Nam akhirnya mau bicara dan memberitahu Nan Hee bahwa dalam tesnya kali ini, dia mendapat nilai 68, lebih tinggi dari nilai tesnya yang terdahulu. Nan Hee turut bahagia untuknya, kalau seperti ini maka Choong Nam bisa mendapatkan ijazah SMA.

"Aku mau kuliah, jurusan Bahasa dan Literatur Bahasa Inggris" kata Choong Nam


Nan Hee langsung tertawa mendengarnya sementara Wan sibuk memotreti Nan Hee kayak wartawan memotreti artis. Choong Nam berkata bahwa setelah dia belajar Bahasa Inggris, dia mau mengajak Nan Hee ke Paris. Setelah Choong Nam menutup teleponnya, Nan Hee dengan riang memberitahu Wan tentang ajakan Choong Nam ke Paris. Wan lalu mengajaknya selfie bersama.


Young Won memberitahu Choong Nam bahwa Bahasa Inggris tidak akan berguna di Paris. Jika dia mau pergi ke Paris, maka dia harus belajar Bahasa dan Literatur Bahasa Perancis. Choong Nam dengan santainya berkata kalau dia akan belajar Bahasa Perancis nanti.

"Unnie harus menggunakan semua hal yang unnie pelajari sebelum unnie mati, iya kan?" tanya Young Won

"Iya. Setelah lulus jurusan Bahasa Perancis, aku akan belajar Bahasa Inggris. Lalu aku juga akan belajar berdansa dan menyanyi"

"Aku senang kau tidak sakit"

"Kau sembuh kan? Jadi Nan Hee juga pasti akan selamat. Dia bisa sehat kembali sepertimu"

Young Won pesimis, karena kankernya terdeteksi saat masih stadium awal. Sementara kankernya Nan Hee sudah memasuki stadium akhir "Kita tidak akan bisa hidup bersama. Semua orang akan tercerai berai dan dirawat di rumah sakit"

Young Won menangis. Choong Nam juga sedih tapi dia berusaha menahan air matanya dengan mengalihkan pikirannya pada buku-buku pelajarannya.


Setelah Wan selesai mengurus mobilnya, Nan Hee berkomentar bahwa ini adalah pertama kalinya mereka liburan bersama lalu mengelus kepala Wan, mengagumi kecantikan putrinya itu. Wan bertanya-tanya apakah Nan Hee pernah pergi ke tempat seperti ini bersama ayah. Nan Hee berkata kalau Ayahnya Wan mungkin pernah pergi ke tempat seperti ini bersama Sook Hee, selingkuhannya dulu.


Wan tak nyaman mendengar itu lalu menghindar sebentar dengan alasan mau ke toilet. Saat Wan pergi, Nan Hee mendengar hapenya Wan berbunyi. Nan Hee mengambil hapenya Wan dan melihat yang meneleponnya adalah Yeon Ha. Dia tak mengangkatnya dan saat ingin mengembalikan hapenya Wan kembali ke tas, dia penasaran dengan foto-foto yang Wan ambil tadi.

Dia membuka folder fotonya Wan dan tersenyum melihat foto-foto kebersamaan mereka. Tapi senyumnya langsung menghilang saat mendapati folder foto Yeon Ha. Nan Hee membukanya dan mendapati beberapa foto-foto Wan bersama Yeon Ha yang diambil baru-baru ini. Dan dalam foto itu, mereka tampak sangat bahagia bersama.


Saat melihat Wan kembali, Nan Hee cepat-cepat mengembalikan hape itu ke tempat asalnya. Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Nan Hee menyuruh Wan untuk kembali bekerja saja dan minta diturunkan di rumah Nyonya Oh. Dia cemas dengan operasinya, tapi Wan menyemangatinya dan berkata kalau operasinya pasti akan berjalan lancar.

Tapi Nan Hee kemudian mengeluh. Dulu dia berpikir jika dia menghabiskan waktu bersama Wan seharian, rasanya pasti menyenangkan. Tapi nyatanya tidak seperti itu. Kalau begitu Wan menyarankan agar Nan Hee menghubungi si gitaris saja.

"Apa kau balikan dengan Yeon Ha?" tanya Nan Hee tiba-tiba.

Saat Wan tak menjawab, Nan Hee mengganti pertanyaannya. Kenapa Yeon Ha tidak pacaran. Apa wanita tak tertarik padanya karena kakinya. Wan cuma tersenyum dan berkata bahwa Yeon Ha tetaplah sangat menarik bahkan dengan kakinya itu.

"Lalu kenapa dia tidak pacaran? Apa dia menunggumu?"

"Entahlah" jawab Wan pura-pura cuek.


Sementara itu di Slovenia, Yeon Ha merenung menatap danau.


Setibanya di rumah kakek/nenek-nya, Wan mengajari kakeknya menulis dan langsung senang saat melihat sang kakek sudah bisa menulis dengan cukup lancar. Sementara itu di dapur, Nyonya memasak banyak makanan sehat untuk Nan Hee.


Malam harinya, Nan Hee membantu memijit kaki In Bong sambil menanyainya tentang apa yang diketahui kedua orang tua mereka tentang penyakitnya. In Bong mengaku bahwa dia hanya memberitahu mereka bahwa livernya Nan Hee sedikit bermasalah dan harus dioperasi untuk menghilangkan sedikit penyakit dalam livernya.

Nan Hee meyakinkan In Bong kalau dia pasti akan baik-baik saja, dia tidak bisa membiarkan In Bong merawat kedua orang tua mereka sendirian.

Dia menyemangati In Bong untuk tidak bersedih walaupun dia hanya bisa berjalan dengan satu kaki karena ada orang-orang yang tidak bisa menggunakan kedua kaki mereka "Beritahu dirimu sendiri bahwa kau baik-baik saja. Jika tidak maka kau akan jadi kesal"


Ketiga wanita berbaring berdampingan bersama. Nan Hee membelai ibunya yang tidur lelap sementara Wan memeluk ibunya. Wan bernarasi "Orang bilang bahwa orang tua mencintai anak-anak mereka jauh lebih besar daripada cinta anak pada orang tua mereka. Tapi kurasa ucapan itu hanya dibuat oleh para orang tua. Hanya satu kesalahan yang dibuat oleh anak-anak. Bukan berarti cinta kami pada orang tua kurang, tapi kami hanya berpikir bahwa orang tua kami akan selalu bersama kami selama-lamanya. Mereka akan selalu bersama kami sangat lama"


Keesokan harinya, Nan Hee pamit pergi pada ibunya dan meminta ibunya untuk tidak datang ke rumah sakit. Dia akan datang kembali kemari setelah dia keluar dari rumah sakit. Dia tidak mau melihat ibunya menangis karena itu akan membuatnya sedih juga. Nyonya Oh terus melakukan kegiatannya berkebun, pura-pura cuek pada Nan Hee. Padahal dia tidak menjawab karena dia juga sedih.

"Ibu, buatkan aku baeksuk ayam setelah aku sembuh nanti" ujar Nan Hee. Mendengar itu, Nyonya Oh langsung beranjak pergi untuk menyembelih ayam. awww! Nan Hee langsung protes karena dia tidak mau sekarang tapi Nyonya Oh tetap pergi. Nan Hee berkaca-kaca melihat ibunya, terlebih saat dia melihat ayahnya yang tampak sangat mencemaskannya.


Di tengah jalan, Nan Hee dan Wan melihat In Bong berdiri menunggu mereka di bawah tiang listrik. Tanpa mengucap sepatah kata, In Bong menyerahkan sebuah kertas pada Nan Hee lalu pergi. Nan Hee mengingatkannya untuk tidak membawa kedua orang tua mereka ke rumah sakit. Tapi sama seperti Nyonya Oh, In Bong juga tetap berlalu pergi tanpa menjawabnya.


Nan Hee membuka kertasnya yang ternyata pesan tulisan ayahnya yang berbunyi "Putrinya Oh Ssang Boon dan Jang Ho Jin, Jang Nan Hee"

Nan Hee terharu membaca pesan itu, senang karena ayahnya akhirnya bisa menulis. Tapi kemudian dia langsung mengalihkan topik dengan menggerutu protes kenapa Hee Ja belum meneleponnya.


Wan memberitahunya bahwa Hee Ja belum tahu tentang penyakit Nan Hee karena Hee Ja sendiri sedang sakit. Nan Hee kaget mendengarnya, memangnya ada apa dengan Hee Ja. Wan hanya menjawabnya dengan senyum lalu melanjutkan perjalanan.

Bersambung ke episode 15 - 2

No comments :

Post a Comment