August 2, 2016

Dear My Friends Episode 14 - 1




Di bis, Nan Hee teringat perkataan dokter kalau kondisinya semakin parah. Kankernya bukan hanya di hati, tapi sudah menyebar kemana-mana. Tepat disaat itu, Yeong Won menelpon, namun Nan Hee enggan mengangkatnya. Seung Jae bersama Choong Nam dan Jung A menemui Min Ho di bengkelnya. Disisi lain, Hee Ja terus berjalan menyusuri jembatan sambi menggendong sesuatu di belakangnya.  


Episode 14 – Selamanya Tetap Akan Seperti Ibu, Selamanya Tetap Akan Seperti Pejuang – Bagian 2




Jung A berusaha menelpon Hee Ja, namun tak diangkat oleh Hee Ja. Jadi Jung A pun memutuskan untuk pergi ke rumah Hee Ja. Untuk urusan memberitahu Min Hoo, Jung A serahkan pada Sung Jae. Merasa pusing menghadapi semuanya, Choong Nam berusaha menahan umpatannya. Dia kemudian hendak melampiaskan semuanya dengan merokok, namun tak jadi karena di lihat dua remaja yang melewatinya. 


Sung Jae menunjukkan video Hee Ja yang menunjukkan kalau Hee Ja selalu keluar ke gereja di malam hari. Tentu saja Min Ho sedih melihat ibunya menderita pikun. Choong Nam kemudian ikut bergabung dengan mereka. Karena Choong Nam masuk sendiri, Sung Jae pun bertanya dimana Jung A. 

“Hee Ja unie tidak angkat telepon, jadi dia mau ke rumahnya,” jawab Choong Nam dan Sung Jae pun memutuskan untuk pergi ke rumah Hee Ja juga. Min Ho ikut dan menawarkan untuk memakai mobilnya saja. Namun Sung Jae menolak, karena Min Ho tak boleh menyetir dalam keadaan sedih. Jadi Min Ho harus ikut mobilnya saja. 


Sung Jae pergi ke mobil duluan dan Choong Nam mengajak Min Ho bicara. Pada Choong Nam, Min Ho berkata kalau dulu ibunya baik-baik saja, jadi dia pun berhenti mengkhawatirkannya. Min Ho pun menyesal melakukan semua itu, seharusnya dia lebih perhatian pada ibunya, sehingga dia bisa tahu semua itu lebih dulu. Choong Nam pun menyuruh Min Ho berhenti untuk sedih, karena dia harus kuat dan berpikir jernih. 

Choong Nam kemudian menyuruh Min Ho ganti baju dan Min Ho langsung berganti baju dengan tergesa-gesa. Saking tergesa-gesanya, dia sampai menabrak pintu dengan pakaian yang belum semuanya dia pakai. 


Kembali pada Nan Hee yang tanpa sadar sudah sampai ke pemberentian terakhir. Dengan bingung, Nan Hee pun keluar bis dan dia ternyata sudah berada di terminal bis. Disisi lain, Young Won terus menghubungi Nan Hee tapi tak diangkat. 



Saat masuk mobil, Young Won mendapat telepon dari Dae Cheol yang menanyakan keberadaannya. Young Won sudah menerima kembali Dae Cheol. Dia terlihat bahagia ketika menerima teleponnya. Tepat disaat itu Young Won mendapat telepon dari dr. Cho, jadi diapun langsung menutup telepon Dae Cheol. Setelah mendengar sesuatu yang dr Cho katakan, Young Won langsung sedih dan menangis. Young Won kemudian menelpon Dae Cheol dan mengatakan kalau dia tak bisa datang untuk menemuinya. Dia tak bisa menemui Dae Cheol untuk mengucapkan salam perpisahan. 


Setelah menutup telepon Dae Cheol, Young Won kembali menelpon Nan Hee dan akhirnya mengangkat. Young Won berteriak bertanya dimana Nan Hee sekarang. Kita beralih pada Dae Cheol yang berkata kalau hari ini sebenarnya hari terakhir dia dan Young Won bertemu. Dia sebenarnya ingin mengatakan kalau dia sudah bercerai. Dia kemudian berpesan pada supirnya untuk memberitahu Young Won tentang semuanya, setelah dia meninggal nanti. Dae Cheol ingin Young Won tahu kalau dia sudah bercerai dan masih sangat mencintai Young Won. 


Sun Kyun buru-buru pergi, saking buru-burunya dia sampai lupa membawa kunci mobil. Dia kemudian kembali lagi ke rumah untuk mengambil pintu, ketika dia keluar rumah dia berpapasan dengan anak ketiganya yang datang ke rumah untuk menyiapkan makan malam untuk Sun Kyun. Namun Sun Kyun tak perduli, dia tetap pergi meninggalkan anaknya. 


Ternyata Sun Kyun buru-buru karena ingin ikut mencari Hee Ja, dia diminta oleh Sung Jae untuk mencari Hee Ja di jalan Bisan Hill. Sebelum menutup telephone, Sun Kyun bertanya apa Sung Jae yakin, Hee Ja benar-benar terkena demensia. Karena setahu Sun Kyun, Hee Ja memang suka aneh. Tapi saat dia menoleh ke arah ponsel, ternyata Sung Jae sudah menutup telephonenya duluan. 


Di rumah, Min Ho terlihat begitu khawatir. Dia terus berada di depan telepon rumah dan sekali-kali mengecek apakah telepon itu bisa di hubungi atau tidak. Melihat Min Ho yang begitu terlihat frustasi, Jung A pun menghampirinya dan menepuk-nepuk tangan Min Ho, agar Min Ho tenang. 


Choong Nam terus menghubungi teman-teman mereka yang lainnya, namun tak ada satupun yang mengangkat. Sedangkan Sung Jae, menelpon pihak gereja yang memberitahukan kalau Hee Ja tadi ke gereja untuk mengumpulkan rasio di kantor sekitar 3 sampai 4 jam yang lalu. Karena tidak ada pekerja yang bertugas, jadi mereka tidak bisa mengecek-nya dari rekaman CCTV. Sung Jae juga sudah mengecek ke kantor polisi, namun belum ada laporan apapun. Choong Nam menyarankan agar mereka melaporkan Hee Ja sebagai orang hilang, namun persyaratan-nya belum mencukupi untuk dilaporkan sebagai orang hilang, sebab untuk melaporkan sebagai orang hilang, orang tersebut harus tak di ketemukan dalam waktu 24 jam. Jadi Sung Jae hanya melaporkan Hee Ja sebagai orang yang menderita dimensia dan yang harus mereka lakukan sekarang, hanyalah menunggu. Tapi Sung Jae tak bisa menunggu, dia akan pergi ke gereja untuk mencari informasi. 


Tak mau melihat Min Ho tambah frustasi, Jung A pun menyuruhnya pergi ke pasar dan toko kelontong untuk mencari ibunya. Saat hanya berdua, Jung A dan Choong Nam membaca catatan milik Hee Ja, dimana Hee Ja menulis:

“Rumah perawatan adalah rumah keduaku. Jika kau harus kesana pergilah sambil tersenyum. Jika aku kena demensia, dengarkanlah Min Ho, Jung A, Choong Nam, Yeong Won dan Nan Hee. Baca ini tiga kali sehari... maka kau akan menghafalkannya.”


Jung A bertambah sedih ketika melihat catatan milik Hee Ja. Tak ingin berdiam diri, Jung A dan Choong Nam pun memilih untuk bersih-bersih rumah Hee Ja. Karena banyak barang-barang yang seharusnya sudah di buang tapi tak di buang oleh Hee Ja, seperti pisang busuk. 



Sambil menangis, Min Ho terus berkeliling mencari ibunya. Tepat disaat itu Ha Neul menelpon untuk bertanya keadaan Min Ho. Tak mau saling membuat sedih satu sama lain, mereka sama-sama mengatakan kalau mereka baik-baik saja. Padahal mereka sama-sama sedih ketika mengetahui keadaan Hee Ja yang sebenarnya. Namun tetap saja mereka tak bisa menyembunyikan rasa sedih mereka, mereka sama-sama menangis. 


Sung Jae sudah berada di gereja dan si pastur muda berjanji akan langsung menghubungi Sung Jae, ketika melihat Hee Ja datang ke gereja. Tepat disaat itu Sun Kyun datang dan bertanya apa Hee Ja juga tak ada di gereja. Sung Jae mengiyakan dan dia akan pergi ke restoran Nan Hee, barang kali Hee Ja pergi ke sana. Sebelum pergi, Sung Jae meminta bantuan opsir Kim, yang kebetulan bekerja di bagian lalu lintas. Dia minta bantuannya untuk memeriksa apakah Hee Ja melintas di jalan raya tempat opsir Kim beroperasi. 


Yeong Won menemui Nan Hee yang saat itu sedang minum sendirian. Dia memberitahu Nan Hee, kalau dr. Cho sudah menjadwalkan operasi untuk Nan Hee seminggu lagi. Yeong Won kemudian merebut minuman Nan Hee, karena Nan Hee tak boleh minum lagi.


Nan Hee berkata kalau hidupnya hanya bertahan sampai 4 bulan kalau dia tak dioperasi dan jika di operasi pun kesempatan sembuhnya hanya 20 persen. Yeong Won pun mengajak Nan Hee pergi. Setelah Yeong Won membayar tagihan, Nan Hee mengajaknya pergi ke suatu tempat berdua. Dia ingin minum lagi bersama Yeong Won. Namun Yeong Won ingin duduk sebentar, karena sekarang dia tak bisa menyetir. Yeong Won kemudian bertanya siapa yang harus memberi tahu Wan, apakah Yeong Won atau Nan Hee sendiri. Nan Hee menjawab kalau itu terserah Yeong Won, karena siapapun yang memberitahu, semuanya sama saja. Jadi, yeong Won pun memutuskan kalau dia yang akan memberitahu Wan tentang penyakit kanker yang Nan Hee derita. 


Mereka berdua sekarang sudah berada di dalam mobil. Nan Hee kemudian bertanya tentang perasaan Yeong Won ketika pertama kali mendengar berita kalau dia mengidap kanker. Yeong Won menjawab kalau hal itu terasa mengerikan dan jangankan yang kedua, yang ketiga kali dia mendengar kabar tentang penyakitnya, Yeong Won merasa lebih heboh. Mereka berdua terus tertawa dan kemudian menangis meratapi semuanya. Yeong Won mengantarkan Nan Hee pulang. Setelah Nan Hee masuk rumah, Yeong Won kemudian menelpon Wan dan menanyakan keberadaannya. 


Hari mulai gelap, namun Hee Ja belum diketemukan. Choong Nam dan Sun Kyun sampai pergi ke pinggir jembatan dan melihat ke sungai, barang kali Hee Ja bunuh diri dengan melompat ke sungai. Melihat Choong Nam terus melihat ke arah sungai, Sun Kyun pun dengan yakiin berkata kalau Hee Ja tidak akan melompat ke sungai, karena Hee Ja masih punya otak. Dimensia tidak datang tiba-tiba, prosesnya perlahan-lahan. Sun Kyun bisa mengetahui semua itu karena ibunya juga terkena demensia, selain itu ibu Choong Nam juga mengidap penyakit yang sama.

“Ibuku meninggal di jalan,” jawab Choong Nam dan Sun Kyun berkata kalau dulu memang tak ada obat untuk demensia. Mendengar Sun Kyun terus berbicara dengan suara yang tak membentak-bentak seperti biasanya. Choong Nam pun bertanya apa Sun Kyun sudah menghafal sepuluh aturan jadi suami yang baik. Sun Kyun mengiyakan dengan menyebutkan peraturan yang nomor 1. Melihat perubahan pada Sun Kyun, Choong Nam pun berpesan agar Sun Kyun bersikap baik pada Jung A, karena satu persatu dari mereka akan mati. Sun Kyun mengerti dan kemudian mengajak Choong Nam untuk mencari ke tempat lain.



Sung Jae mengajak Min Ho makan, agar dia lebih mempunyai tenaga untuk mencari Hee Ja. Saat makan, Sung Jae bertanya apa Min Ho sudah memberitahu kakak-kakaknya. Min Ho menjawab kalau kakak-kakaknya sepertinya tidak akan merasa khawatir karena kakak ipar Min Ho kena kanker tiroid, jadi dia memutuskan untuk mengabari kakaknya nanti saja. 

Pada Min Ho, Sung Jae menjamin kalau Hee Ja pasti akan baik-baik saja. Jika ada hal buruk telah terjadi, mereka pasti akan mendapat kabarnya. Karena sampai sekarang mereka tak mendapat kabar apa-apa, maka tidak ada hal buruk yang terjadi pada Hee Ja.

“Aku menyukai dan merawat ibumu... tapi kita harus makan. Kita perlu kekuatan untuk melindunginya,” ucap Sung Jae. “Apakah aku menyukai ibumu... membuatmu tak nyaman? Kalau kau tak nyaman, mau bagaimana lagi. Aku sangat menyukai ibumu. Kau tahu itu kan? Namun meski begitu... kami cuma teman. Sahabat...,” jelas Sung Jae dan Min Ho mengerti. Jadi sekarang Sung Jae menyuruh Min Ho untuk makan lagi, karena seorang pria harus percaya diri dan kuat. 

Tepat disaat itu Sung Jae mendapat kabar dari kantor polisi kalau mereka menemukan Hee Ja, jadi dia langsung menyuruh Min Ho berhentin makan, karena mereka harus segera pergi. 



Mereka berdua tiba di kantor polisi dan opsir Kim langsung menunjukkan rekaman video CCTV milik kepolisian. Dari rekaman CCTV itu, Hee Ja pergi ke Hangang Bridge dengan membawa sesuatu di punggungnya. Hee Ja terus berjalan tanpa merasa lelah sedikitpun.


Di rumah, Wan sedang video chat dengan Yeon Ha.Yeon Ha kemudian bertanya tentang novel yang Wan tulis dan Wan mengaku dia masih membuat draft pertama yang baru selesai 70 persen. Karena Wan malah menelponnya bukannya bekerja, Yeon Ha pun menyindirnya kalau dia sedang berencana menunda keberangkatannya ke Slovenia. Mendapat sindiran itu, Wan pun mengeluh kalau Yeon Ha adalah pacar yang jahat. Wan berkata kalau dia butuh istirahat, dia bukan mesin. 


Di depan Wan, Yeon Ha kemudian menunjukkan kalau dia sudah mulai berlatih berdiri. Walaupun sekarang dia masih menahan kakinya dengan tangan, namun dia berjanji akan terus melatih kakinya dan semua itu untuk Wan. Tentu saja Wan senang melihatnya, dia bahkan sampai terharu. Wan kemudian menunjukkan kalender dan menunjukkan tanggal dimana dia berencana akan terbang  ke Slovenia. Yeon Ha tersenyum dan berkata kalau dia akan menunggu Wan. Karena tangannya sudah mulai sakit, Yeon Ha pun meminta Wan untuk mengakhiri video call-nya. 



Tepat disaat Wan hendak kembali menulis, Yeong Won datang. Suasa hati Wan yang tadinya senang langsung berubah sedih ketika mendengar cerita Yeong Won. Ingin memastikannya sendiri, Wan minta Yeong Won untuk mengantarkannya ke dokter yang di temui Nan Hee. Yeong Won langsung menelpon dr. Cho dan ternyata dia bisa ditemui. Wan pun langsung bersiap-siap.


Dr Cho memberitahu Wan kalau Nan Hee sudah tahu sebelum dia melakukan pemeriksaan karen Nan Hee sudah sempat memeriksakan dirinya ke dokter lain. Dokter yang sebelumnya memberitahu Nan Hee kalau kesempatan dia sembuh hanya 20 persen setelah di operasi dan dr Cho berpendapat kalau Nan Hee tetap harus dioperasi walau dengan kemungkinan yang kecil. Wan menangis mendengar semuanya dan berterima kasih pada dokter karena sudah mau menjelaskan padanya. 



Wan pergi duluan dan Yeong Wan berkata kalau dia akan menemui Nyonya Oh untuk memberitahukan semuanya. Tepat disaat itu Choong Nam menelpon dan memberitahu kalau Hee Ja terkena demensia dan menghilang. Dia ingin Wan menyampaikannya pada Nan Hee, tapi Wan berkata kalau Choong Nam jangan dulu menghubungi Nan Hee, karena Nan Hee di diagnosa terkena kanker. Mendengar kabar itu, Choong Nam terdiam. Dia bahkan tak sanggup untuk memberitahu Jung A dan Sun Kyun tentang kabar tersebut. 

Bersambung ke sinopsis Dear My Friends Episode 14 - 2

No comments :

Post a Comment