August 14, 2016

38 Task Force Episode 9 - 2


Cemas setelah melihat pertemuan Bang dan Komisaris Ahn, Sung Hee berusaha menelepon Sung Il tapi Sung Il sengaja me-reject-nya. Terpaksa akhirnya dia menelepon Mi Joo lagi.

Mi Joo tampak jelas tak senang mendapat telepon dari Sung Hee lagi, apalagi saat mendengar permintaan Sung Hee yang minta bicara dengan Jung Do. Mi Joo akhirnya memberikan teleponnya pada Jung Do dengan setengah hati.


Sung Hee meminta bertemu dengan Jung Do sekarang dan Jung Do langsung mengiyakannya.



Mi Joo kembali saat Jung Do hendak keluar. Dia bertanya Jung Do mau kemana. Saat Jung Do menjawab kalau dia mau bertemu Sung Hee, Mi Joo tampak jelas cemburu dan langsung menyindir Jung Do yang sangat patuh pada Sung Hee. Sung Hee memintanya bertemu, Jung Do langsung menurut. Tapi saat dia yang meminta, Jung Do tak pernah datang.

Jung Do menjelaskan kalau situasinya berbeda. Tapi Mi Joo merasa tidak seperti itu, bukan situasinya yang berbeda tapi orangnya. Geli melihat sikap Mi Joo, Jung Do mengusap kepalanya lalu pergi meninggalkan Mi Joo yang hanya bisa mendesah kesal.


Nyonya Noh yang sedari tadi memperhatikan kecemburuan Mi Joo, berkomentar bahwa Mi Joo pasti merasa sangat buruk dan kesal karena pria yang disukainya tak mengerti perasaannya. Mi Joo akan selalu seperti ini, memberi terlalu banyak dan menerima terlalu sedikit.

"Menyukai seseorang adalah hakmu. Tapi jangan pernah berpikir bahwa orang itu wajib menerima perasaanmu. Karena itu hanya akan membuatmu merasa semakin buruk" nasehat Nyonya Noh sambil mengusap kepala Mi Joo lalu pergi.


Sementara itu di kantor pajak, Komisaris Ahn memeriksa semua dokumennya Bang dan menyarankan agar Bang pindah ke firma hukum lain. Lalu dengan agak bimbang, Komisaris Ahn memberitahu Bang bahwa dia memiliki informasi yang bahkan belum dia katakan pada pak walikota.


Di cafe, Jung Do mengulang informasi yang Sung Hee sampaikan padanya bahwa polisi sedang mengejar mereka dan Komisaris Ahn mengetahui perbuatan mereka dan saat ini sedang bertemu Bang, jadi bisa saja dia memberitahu Bang.

Sung Hee benar-benar cemas, tapi Jung Do malah dengan santainya berkata kalau dia akan mengkonfirmasinya dulu, dia akan mencoba mengetes apakah Bang sudah mengetahuinya atau tidak.

"Kau tidak boleh sembrono dalam masalah ini"

"Aku tidak sembrono. Ini bisa jadi masalah tapi kita belum yakin apakah dia mengetahuinya. Jangan bereaksi berlebihan"

Bagaimana jika ada masalah dan Sung Il terluka? Apa Jung Do akan bertanggung jawab? tuntut Sung Hee. Jung Do dengan penuh percaya diri meyakinkan Sung Hee bahwa hal itu tidak akan terjadi, jadi Sung Hee tidak perlu cemas.

"Gampang sekali kau mengatakannya" sindir Sung Hee "Apa kau tidak memiliki rasa tanggung jawab? Sama seperti waktu itu dan hari ini juga. Kau mengatakan sesuatu dengan begitu mudah. Itulah kenapa kau selalu menyakiti orang-orang di sekitarmu"


Sung Hee beranjak pergi tapi Jung Do cepat-cepat mencengkeram tangannya dan meralat, dia tidak pernah mengatakan sesuatu dengan begitu... "Setidaknya tidak padamu"

Sung Hee melepaskan genggaman tangan Jung Do lalu bertanya, kenapa waktu itu Jung Do melakukannya "Kenapa kau mengatakan padaku kalau kau seorang penipu? Kita bisa saja berpisah tanpa kau memberitahuku. Aku tahu tidak akan ada yang berubah walaupun kau pergi tanpa memberitahuku, tapi kau tidak perlu memberitahuku"


Jung Do hanya menatapnya dalam diam. Tepat saat itu juga, mobilnya Ho Seok parkir di depan cafe. Dengan kesal dia memerintahkan supirnya untuk membelikannya kopi. Dan tepat saat dia melihat supirnya masuk kedalam cafe, dia melihat Jung Do sedang bersama Sung Hee. Aigoo! Ho Seok pun langsung masuk kedalam cafe menghampiri Jung Do.

Jung Do hendak mengatakan sesuatu pada Sung Hee, tapi tepat saat itu juga dia melihat Ho Seok berjalan masuk menghampirinya. Diam-diam dia mengumpat kesal lalu cepat-cepat pasang senyum ramah dan menyapa Ho Seok. Sung Hee hendak pergi, tapi Ho Seok tiba-tiba menyapanya... "Mau kemana, Nyonya?"


Sung Hee dan Jung Do langsung bengong. Sung Hee menyangkal, dia bukan nyonya. Ho Seok jadi bingung, masa dia bukan istrinya 'Hee Joon'. Bukankah kemarin Hee Joon/Jung Do berkata bahwa dia ada janji makan siang dengan seorang pebisnis asal Cina lalu makan malam dengan istrinya. Sung Hee semakin tercengang mendengarnya.


Jung Do cepat-cepat tertawa lalu menghampiri Sung Hee lagi, dia membisiki Sung Hee untuk berakting marah dan pergi lalu mulai ngomel-ngomel seolah dia dan Sung Hee adalah suami istri yang bertengkar sambil memberi isyarat mata pada Sung Hee untuk bekerja sama. Tapi Sung Hee terus melotot bingung dan Ho Seok pun menatap mereka dengan penasaran.


Jung Do hampir saja menyerah... saat akhirnya Sung Hee angkat bicara dengan agak ragu-ragu dan bertanya kenapa Jung Do membatalkan janji dengan si pebisnis Cina itu.

Jung Do tercengang mendengar pertanyaan itu, tapi dia cepat sadar dan beralasan kalau si pebisnis Cina itu ingin menjadwal ulang pertemuan mereka jadi besok. Meneruskan akting mereka, Sung Hee bertanya memangnya apa masalahnya, bukankah si pebisnis Cina itu ingin berinvestasi.

Jung Do beralasan kalau dia tidak peduli karena si pebisnis Cina itu cuma mau berinvestasi 100 juta, baginya janjinya pada Ho Seok jauh lebih penting. Lagipula ada banyak orang yang bersedia berinvestasi lebih banyak. Ho Seok ternganga mendengar jumlah investasi si pebisnis Cina itu.


Saat Ho Seok berusaha menyela mereka, Sung Hee pura-pura marah padanya karena demi Ho Seok, suaminya kehilangan 100 juta dollar dan menuntut Ho Seok bertanggung jawab. Senyum Jung Do langsung mengembang lebar mendengarnya.

Jung Do terus memandanginya dengan penuh kekaguman saat Sung Hee dengan terbata-bata menuntut Ho Seok untuk mengganti kerugian yang dialami suaminya dengan mentraktir suaminya makan makanan yang mahal dan enak besok malam. Setelah itu dia langsung berlalu pergi sambil menggumam dan mengomeli dirinya sendiri. Sementara Jung Do tersenyum semakin lebar.


Dalam perjalanan pulang, Bang teringat akan informasi dari Komisaris Ahn yang memberitahunya bahwa Jin Seok benar-benar ditipu untuk membayar pajak oleh salah satu bawahannya. Komisaris Ahn tak yakin siapa target berikutnya tapi dia memperingatkan Bang untuk berhati-hati.


Cemas, dia langsung menelepon Ho Seok. Saat itu, Ho Seok sedang bersama Jung Do yang sedang membuatkan kopi untuk mereka berdua. Ho Seok meremehkan peringatan ayahnya dan meyakinkan ayahnya kalau dia sangat cerdas jadi tidak akan mudah ditipu. Ho Seok lalu cepat-cepat mengakhiri percakapan mereka dengan berkata "Aku mencintaimu, appa"

Jung Do cuma diam saja walaupun dia berusaha menahan tawa geli mendengar cara Ho Seok yang sangat kekanak-kanakan saat bicara pada ayahnya.

Dia lalu bertanya apa yang dikatakan ayahnya Ho Seok. Saat Ho Seok memberitahunya bahwa ayahnya memperingatkannya untuk berhati-hati pada penipu, Jung Do hanya menanggapinya dengan cengengesan.


Ho Seok merasa tak enak karena Jung Do kehilangan uang investasi 100 juta karenanya. Jung Do meyakinkannya untuk tidak mempermasalahkan hal itu. Walaupun hari ini dia kehilangan 100 juta, tapi lain kali dia pasti bisa mendapatkan 100 juta lagi. Tak masalah kehilangan uang karena dia tidak mau kehilangan orang sebaik Ho Seok.

Ho Seok terharu mendengarnya. Tapi tetap saja dia merasa tak enak dan bersikeras ingin memberi kompensasi lalu mengusulkan, bagaimana kalau dia berinvestasi pada peusahaannya Jung Do. Jung Do memikirkannya sejenak tapi kemudian dia menolak usul itu dengan alasan ada banyak orang yang ingin berinvestasi pada perusahaannya.

Tapi Ho Seok tetap ngotot, dia berinvestasi bukan cuma demi membantu Jung Do tapi demi dirinya sendiri karena profit berinvestasi di perusahaannya Jung Do kan sangat besar. Jung Do bersikeras menolak dengan alasan ingin menjaga hubungan baik mereka. Ho Seok pun terus bersikeras mau berinvestasi.

Tapi saat ini terpaksa harus menunda pembicaraan mereka karena istrinya sedang menunggu dan mengusulkan untuk membicarakan masalah ini lebih lanjut besok saja. Dia lalu beranjak pergi, tapi kembali lagi sedetik kemudian untuk mengajak Jung Do kencan dobel besok.


Sung Il duduk di meja kerjanya sendirian, gelisah memikirkan peringatan Jae Sung tentang Jung Do. Entah apa yang dia pikirkan, tapi kemudian dia memutuskan pergi dengan mengantongi recorder pemberian Jae Sung.



Saat Sung Hee berjalan pulang, dia mendapati Jung Do sedang menunggunya di tengah jalan. Sung Hee berusaha mengacuhkannya tapi Jung Do ingin bicara. Dan dia datang langsung kemari karena dia tak punya nomor teleponnya Sung Hee. Tiba-tiba dia tertawa geli dan bertanya-tanya heran, kenapa tadi Sung Hee menyuruh Ho Seok untuk membelikannya makanan enak.

"Kau pikir itu lucu?" protes Sung Hee "Kau pasti sudah berada dalam kesulitan jika bukan karena aku"

"Aku kan menyuruhmu untuk marah lalu pergi, kenapa kau malah terus bicara?"

"Bagaimana bisa aku marah lalu pergi begitu saja? Itu kan konyol. Terserahlah. Aku terlalu lelah untuk bicara, kalau kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja lalu pergi"

"Kau harus makan denganku"


Tercengang, Sung Hee langsung protes keras. Kenapa Jung Do tidak menolak, seharusnya dia menolaknya. Jung Do membela diri dan bersikeras kalau dia sudah berusaha menolak tapi Ho Seok sendiri yang terus memaksa. Sung Hee ngotot tidak mau ikut, terserah Jung Do mau memberi alasan apa... "Katakan saja padanya aku sudah mati. Jangan libatkan aku"

"Aku juga tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman"

"Seharusnya kau menolak. Itulah yang seharusnya kau lakukan"

"Aku sudah melakukannya. Aku sudah berusaha menolak"

Sung Hee sudah hendak protes lagi. Tapi belum sempat mengatakan apapun, Jung Do mengklaim kalau dia sudah menyampaikan apa yang perlu dikatakannya lalu pergi meninggalkan Sung Hee yang terus bersikeras menyatakan tidak mau datang.


Sung Il membawa recorder itu ke gudang. Dia terus termenung menatap recorder itu, sebelum akhirnya memutuskan untuk memasukkannya kedalam laci. Nyonya Noh menelepon tak lama kemudian untuk mengabarkan kalau Min Ah sudah mulai bergerak, jadi mereka juga harus mulai bergerak.

Tak lama kemudian, Sung Il, Nyonya Noh, Sekretarisnya dan Keyboard berkumpul untuk rapat di gudang. Sung Il berkata bahwa mereka sudah membuat pondasi dasar yang cukup bagus, jadi dia merasa mereka akan bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cukup mudah.

Dia menyuruh Nyonya Noh untuk kembali ke toko antik dan mendapatkan kemarik yang benar-benar berkualitas. Sementara Sekretaris dan Keyboard diperintahkan untuk mendapatkan sejumlah barang murah tapi kelihatan seperti barang antik. Lalu setelah itu apa yang akan Sung Il lakukan? tanya Keyboard.

Sung Il berkata, karena Min Ah adalah orang yang mengumpulkan barang-barang antik untuk menghindari pajak, maka mereka harus menunjukkan langsung pada Min Ah bahwa mereka adalah pejabat publik korup yang rela melakukan apapun demi uang.


Maka pada saat Min Ah kembali ke Insa-dong, mereka membuat sandiwara yang menunjukkan seolah mereka sedang melakukan transaksi rahasia dengan para pedagang di sana, padahal mereka melakukannya di tempat yang cukup terbuka agar Min Ah bisa melihat mereka.

Sesuai rencana, Min Ah melihat Keyboard diam-diam menerima seamplop uang. Sedangkan di toko lain, dia melihat Sekretaris memasukkan sebuah amplop kedalam tas. Sekretaris pura-pura kaget saat melihat Min Ah memergokinya menerima suap. Dia cepat-cepat mengejar Min Ah, tapi Min Ah menyatakan bahwa dia tidak peduli dengan apa yang dilihatnya tadi.


Dalam flashback, Nyonya Noh bertanya apa rencana Sung Il selanjutnya setelah memperlihatkan pada Min Ah tentang betapa korupnya mereka. Sung Il menjawab bahwa rencana selanjutnya adalah menjalin pertemanan dengan Min Ah.


Setelah Sekretaris, sekarang giliran Sung Il yang muncul dengan membawa sebuah barang antik. Rencananya adalah berpapasan dengan Min Ah. Tapi kemudian, langkahnya menjadi berat dan ragu karena teringat dengan peringatan Jae Sung akan Jung Do, bahwa Jung Do akan membawa lari uangnya Bang dan Sung Il lah yang akan disalahkan.


Tapi dia cepat-cepat menampik ingatan itu dan kembali mempercepat langkahnya. Tapi tepat saat dia sudah hampir mendekati Min Ah, Bang tiba-tiba muncul dan menghampiri putrinya. Langkah Sung Il langsung terhenti seketika dengan panik. Apalagi kemudian kedua ayah dan anak itu berjalan ke arahnya. Takut Bang mengenalinya, Sung Il pun cepat-cepat menundukkan wajah dan berusaha menutupi wajahnya dengan tangan.


Tapi saat mereka bersinggungan jalan, Sung Il tak sengaja menubruk bahunya Bang. Sung Il terus berjalan, tapi Bang tiba-tiba memanggilnya. Sung Il menolehkan wajahnya sedikit dan Bang langsung mengomelinya untuk meminta maaf jika dia menabrak seseorang. Sung Il menjawabnya dengan mengangguk singkat tanpa benar-benar menoleh lalu cepat-cepat pergi.

Sung Il bertemu Keyboard dan Sekretaris di ujung gang dan diam-diam memberitahu mereka untuk meneruskan misi mereka lain kali saja. Min Ah bertanya-tanya kenapa ayahnya datang kemari, apa ada sesuatu yang ingin dikatakannya.

Sama seperti pada Ho Seok, Bang juga bertanya apakah belakangan ini ada orang-orang yang mencurigakan di sekitar Min Ah. Tapi sama seperti Ho Seok, dia juga menyangkalnya. Bang pun lega.


Begitu kembali ke kantor, Sekretaris melapor pada Nyonya Noh bahwa misi mereka kali ini gagal. Nyonya Noh tampak berpikir sejenak lalu memberitahu sekretarisnya bahwa tadi dia dihubungi Tuan Kim, sepertinya mereka harus mulai menyiapkan rencana cadangan.

"Kita harus memilih dengan benar mau berpihak kepada siapa. Kita kan penipu" ujar Nyonya Noh.


Di penjara, Jae Sung kedatangan seorang pengunjung. Entah siapa orang yang mengunjunginya, tapi Jae Sung langsung senang melihat kedatangan orang itu dan berkata "Lagipula aku lebih bisa dipercaya daripada Jung Do. Bagaimanapun, aku bekerja untuk pemerintah"


Peringatan Jae Sung terus menerus terngiang-ngiang dalam benak Sung Il. Semakin lama dia jadi semakin tak tenang hingga akhirnya dia memutuskan pergi ke rumah Jung Do dan Jung Do menyambutnya dengan senang hati. Jung Do sudah mendengar kabar tentang kegagalan misi Sung Il karena kemunculan Bang yang sangat mendadak. Dia cemas kalau-kalau Bang mengenalinya.

"Tidak. Kurasa dia tidak mengingatku. Untunglah"


Dengan agak ragu, Sung Il bertanya apakah Jung Do masih ingat dengan detektif yang memenjarakannya saat mereka tengah menipu Ma Jin Seok. Tentu saja, jawab Jung Do. Lalu apa Jung Do tahu kalau detektif itu dipenjara karena menerima suap. Kali ini Jung Do tak menjawab dan hanya menatap Sung Il dengan penasaran.

Sung Il lalu mengeluarkan recorder pemberian Jae Sung dan mengaku kalau recorder itu diberikan Jae Sung padanya. Dia mengaku bahwa Jae Sung memperingatkannya akan Jung Do. Bahwa Jung Do memanfaatkannya dan akan menjebaknya setelah misi mereka selesai, makanya Jae Sung menyuruhnya untuk membawakannya rekaman bukti bahwa Jung Do menjebaknya. Jung Do hanya menatapnya sebelum akhirnya bertanya, kenapa Sung Il menceritakan semua ini padanya.

"Bukan berarti aku mempercayai detektif itu. Tapi kupikir aku harus memberitahumu dan mengkonfirmasinya sendiri" aku Sung Il.


Jung Do langsung mendesis kesal... tapi kemudian dia berkata "Detektif itu benar, aku memanfaatkanmu"

Sung Il tercengang "Kau bilang apa?"

Bersambung ke episode 10

No comments :

Post a Comment