August 10, 2016

38 Task Force Episode 9 - 1

Marilah kita flashback sebelum Sung Il bertemu Jae Sung...


Setelah menangkap Nyonya Noh, Sung Il pura-pura menginterogasi Min Ah dan mencurigainya terlibat dalam aksi jual-beli barang antik palsu. Min Ah dengan agak kesal meyakinkan Sung Il bahwa dia tidak membeli apapun, ini bahkan pertama kalinya dia mendatangi toko itu dan dia juga tahu kalau barang-barang antik di toko itu adalah barang palsu.



Nyonya Noh diseret keluar sambil berteriak-teriak melabrak Sung Il, tak terima dengan penangkapan ini setelah semua uang yang dia berikan untuk menyuap Sung Il. Nyonya Noh bersumpah akan membeberkan segalanya tentang suap yang Sung Il terima darinya.

Keyboard langsung menutup mulut Nyonya Noh lalu mendorongnya masuk mobil dan Sung Il berkomentar kalau ahjumma itu sangat cerewet. Min Ah memperhatikan segalanya dalam diam, sementara Sung Il memberitahu Min Ah bahwa yang dikatakan ahjumma itu tadi bohong, dia lalu memberikan kartu namanya pada Min Ah sebelum pergi.


Min Ah membaca nama yang tertera dalam kartu nama itu adalah Cho Seok Hoon, Administasi Warisan Budaya. Melalui kaca spion, Sung Il melihat Min Ah memsukkan kartu namanya kedalam tas. Rencana pertama mereka berhasil.


Nyonya Noh langsung memujinya hingga membuat Sung Il tersenyum lebar. Tapi tepat saat itu juga, dia mendapat telepon dari Komisaris Ahn yang menyuruh Sung Il untuk menghadapnya sekarang.


Setibanya di sana, Sung Il melihat Komisaris Ahn sedang bersama seorang rekan kerjanya yang bermarga Shim. Komisaris Ahn memberitahu Sung Il bahwa dia menunjuk Shim sebagai ketua divisi 2 menggantikan posisi Ketua Kang. Sung Il pun langsung mengucapkan selamat atas promosinya.


Komisaris Ahn lalu mengajak Sung Il minum-minum untuk merayakan promosinya Shim. Tapi Sung Il menolak dengan alasan kalau dia agak sibuk hari ini. Komisaris Ahn yang curiga, langsung bertanya-tanya kenapa Sung Il hari ini sangat sibuk, bukankah hari ini divisi 3 tidak mempunyai tugas luar kantor. Sung Il bersikeras kalau hari ini dia ada pekerjaan di luar kantor lalu pamit.


Begitu Sung Il keluar, Komisaris Ahn diam-diam mengikutinya dan Sung Il sama sekali tak menyadarinya. Dalam perjalanan membuntuti Sung Il keluar kantor, Komisaris Ahn menelepon seorang detektif dan memberitahunya bahwa dia memiliki informasi tentang penipuan.

Komisaris Ahn tidak menyadari bahwa saat dia mengucapkan itu, Sung Hee kebetulan lewat di dekatnya dan mendengarnya. Dia langsung mengalihkan perhatiannya dan menyadari Komisaris Ahn sedang membuntuti Sung Il.


Sung Hee cemas, dia berusaha menghubungi Sung Il. Tapi nomor Sung Il sedang tidak bisa dihubungi saat itu karena sedang sibuk bicara dengan putrinya yang mengeluh karena hapenya terjatuh ke air. Sung Il tak sedikitpun menyadari adanya 2 mobil yang sedang membuntutinya.

Sung Hee akhirnya menelepon Komisaris Ahn dan berusaha membuat Komisaris Ahn kembali ke kantor dengan alasan bahwa dia membutuhkan tanda tangannya Komisaris Ahn untuk sesuatu yang mendesak. Tapi Komisaris Ahn tak mempedulikannya dan berkata kalau dia sedang sibuk lalu mematikan teleponnya.


Tak punya pilihan lain, Sung Hee akhirnya berinisiatif menelepon Mi Joo dan dengan panik memberitahu Mi Joo bahwa Komisaris Ahn entah bagaimana mengetahui penipuan yang mereka lakukan dan sekarang dia sedang membuntuti Sung Il yang sedang dalam perjalanan menuju gudang.


Panik, Mi Joo langsung menyampaikan masalah ini pada Jung Do yang saat itu sedang sibuk bercanda tawa dengan Burner. Dan seketika itu pula, senyum Jung Do menghilang dan mereka semua langsung mondar-mandir panik untuk menyembunyikan semua barang-barang mereka.


Jung Do berusaha menghubungi Sung Il tapi Sung Il sama sekali tak bisa dihubungi, dia terus ngobrol santai dengan Ji Eun yang minta dibelikan hape baru, lalu setelah itu ia bicara dengan istrinya. Sementara di belakangnya, Komisaris Ahn membuntuti Sung Il sambil menelepon detektif kenalannya dan meyakinkan detektif tentang penipuan ini dan pelakunya adalah seorang pejabat publik.


Saking paniknya memindahkan semua barang-barang, Burner tak sengaja memecahkan sebuah guci. Mi Joo langsung mengumpatinya dengan kesal. Tapi tak ada waktu berdebat dan mereka pun cepat kembali bekerja mengepak semua barang.


Tak lama kemudian, Sung Il tiba di gudang masih sibuk bicara di telepon dan Komisaris Ahn parkir tak jauh di belakangnya. Saat Sung Il baru masuk ke lorong, akhirnya dia selesai dengan teleponnya dan teleponnya Jung Do pun akhirnya bisa masuk.

Jung Do langsung melarangnya datang kemari karena Sung Il sedang dikuntit, Komisarisnya Sung Il membuntutinya dengan membawa polisi. Sung Il langsung membeku, lalu mematikan teleponnya. Diam-diam dia mengintip keluar untuk melihat Komisaris Ahn dan tidak menyadari kehadiran polisi anak buahnya Jae Sung dari belakangnya.


"Siapa yang mengikutimu?" tanya si polisi

Kaget, Sung Il berbalik menghadapinya. Polisi itu memberitahu Sung Il kalau orang itu sudah membuntuti Sung Il sejak dari balai kota. Polisi itu memperkenalkan dirinya sebagai anak buahnya Jae Sung dan memberitahu Sung Il bahwa Jae Sung ingin bertemu dengannya.

Sung Il yang sebelumnya pernah ditangkap oleh Jae Sung, langsung cemas dan menuntut alasan kenapa Jae Sung ingin bertemu dengannya. Si polisi menolak menjelaskan malah mengancam akan menangkap Burner jika Sung Il tak mau ikut dengannya. Sung Il akhirnya menyerah dan mau ikut dengannya.

Komisaris Ahn keluar dari mobilnya untuk memergoki Sung Il. Tapi seseorang tiba-tiba menghadangnya, menyuruhnya untuk pulang dengan tenang dan memperingatkannya untuk tidak membuntuti orang lain. Saat Komisaris Ahn menuntut identitasnya, pria itu menjawabnya dengan memperlihatkan borgol yang tersembunyi dibalik jaketnya.


Nyonya Noh, sekretarisnya dan Keyboard tiba di gudang tak lama kemudian dan keheranan melihat gudang berantakan, apa yang terjadi. Tak lama kemudian, semua orang bergotong royong menata ulang gudang mereka. Jung Do terus berusaha menghubungi Sung Il tapi teleponnya tak dijawab. Keyboard berpikir, jangan-jangan ada orang yang menangkapnya.


Sung Il tak menjawab teleponnya karena saat itu sedang bersama Jae Sung. Dia benar-benar tak mengerti kenapa Jae Sung ingin bertemu dengannya. Jae Sung menatapnya tajam lalu bertanya seberapa banyak yang Sung Il ketahui tentang Jung Do. Jae Sung menasehati Sung Il untuk tidak membiarkan Jung Do mempermainkannya agar Sung Il tidak berakhir seperti dirinya.

Sung Il terdiam sesaat tapi dia tak mempercayai Jae Sung dan hanya menanggapinya dengan mengucap terima kasih atas sarannya lalu beranjak pergi. Jae Sung langsung menghardiknya dengan kasar dan mengancam Sung Il untuk duduk dan mendengarkannya atau dia akan menangkap gengnya Sung Il.


Sung Il akhirnya duduk kembali dan Jae Sung memberitahunya bahwa Jung Do berakting bodoh selama bertahun-tahun hanya untuk membuatnya masuk ke balik jeruji besi... "Hanya demi memasukkanku ke tempat ini, Jung Do memasukkan uang kedalam rekening palsu atas nama saudaraku. Saudara yang bahkan tidak pernah kutemui selama 20 tahun. Dia lalu menjebakku dengan tuduhan menerima suap"

Sung Il tiba-tiba teringat saat dia pernah memergoki Jung Do dan Burner di restoran kakek berwajah jutek, sedang membicarakan sesuatu yang mencurigakan yang mereka sembunyikan darinya.

Jae Sung lalu menyuruh Sung Il untuk memikirkan kembali keanehan pertemuan pertamanya dengan Jung Do. Tidak mungkin kan seseorang akan begitu saja mendekatinya lalu menawarinya untuk menipu orang-orang agar mereka membayar pajak. Jae Sung meyakinkan Sung Il bahwa pertemuannya dengan Jung Do bukanlah sebuah kebetulan.

Jae Sung tahu kalau target mereka sekarang ini adalah Bang Pil Gyu dan tunggakan pajaknya yang sebesar 50 juta dollar. Tapi apa yang akan terjadi pada Sung Il setelah berhasil menipunya. Coba Sung Il pikir, apa mungkin seorang penipu membantu seorang pejabat publik mengumpulkan pajak.


"Jika Yang Jung Do membawa lari uang 50 juta dollar itu, maka kaulah yang akan disalahkan. Kau tidak sedang ditipu oleh penipu seperti Jung Do, tapi sedang ditipu oleh Jung Do" lalu dengan senyum liciknya Jae Sung membujuk Sung Il "Sekarang adalah saatnya untuk berganti haluan"


Setelah dari penjara, Sung Il kembali ke gudang. Tempat itu sudah kosong dan hanya ada Jung Do di sana. Lega karena akhirnya melihat Sung Il, Jung Do langsung menuntut kenapa Sung Il tidak mengangkat teleponnya sedari tadi, dia sangat cemas. Sung Il meminta maaf dan beralasan kalau dia sedang ada masalah.

"Masalah apa? Apa polisi membawamu ke suatu tempat?" tanya Jung Do

Sung Il menyangkalnya dengan canggung. Jung Do lega, lalu bertanya bagaimana dengan komisarisnya yang tadi mengikutinya kemari. Sung Il meyakinkan Jung Do bahwa dia akan memastikan tidak akan terjadi apapun pada mereka.

"Aku mengkhawatirmu, bukan kita. Berhati-hatilah. Kita sudah berjanji bahwa aku tidak akan tertangkap dan ahjussi tidak akan dipecat, jadi mari kita tepati janji itu"

"Baiklah"

Jung Do lalu berbalik ke meja kerjanya mencari dokumen sementara Sung Il terus menatapnya sembari mengingat pertemuannya dengan Jae Sung.

Flashback,


Anak buahnya Jae Sung memberikan sebuah recorder untuk Sung Il. Jae Sung menyuruh Sung Il menggunakan alat itu untuk mendapatkan bukti bahwa Jung Do menjebaknya, bukti itu akan dia gunakan untuk naik banding. Dia berjanji akan menangkap Jung Do untuknya setelah dia keluar nanti. Dengan begitu Jung Do akan dipenjara, dia akan diaktifkan kembali sebagai polisi dan Sung Il bisa kembali ke kehidupan normalnya.

"Apa kau mengharapkan aku membawakan bukti untukmu dan mengkhianati Jung Do? Kenapa aku harus melakukan itu?"

"Jadi apa kau akan lebih mempercayai dia? Dia adalah penipu"

Flashback end,


Jung Do mendapatkan semua dokumen yang diperlukannya. Tapi saat menoleh ke Sung Il, dia mendapati Sung Il masih terdiam di tempat sedang menatapnya tapi kemudian cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan tampak gelisah. Mengira kalau Sung Il seperti itu karena ucapannya, Jung Do memberitahu Sung Il untuk melupakan apa yang diucapkannya tadi.

"Kita melakukan ini bersama-sama. Aku berhutang banyak padamu. Kau banyak membantuku dan aku sangat berterima kasih. Kita melakukan ini untuk diri kita sendiri, jadi jangan khawatir"

Sung Il mendesah lalu dengan terbata-bata dia berjanji bahwa dia akan berusaha lebih baik lagi. Jung Do heran mendengarnya dan meyakinkan Sung Il bahwa mereka baik-baik saja, Sung Il juga sudah melakukan dengan baik. Jung Do lalu pergi sementara Sung Il masih sangat galau menatap recordernya.


Keesokan harinya di balai kota, Sung Hee menatap Sung Il dengan gelisah. Dia berusaha mengajak Sung Il untuk bicara berdua di luar. Tapi Sung Il menolak bicara dengannya karena dia pikir dia tahu apa yang akan Sung Hee katakan, mungkin dia berpikir kalau Sung Hee akan mencoba melarangnya melakukan penipuan lagi.

Bukan itu sebenarnya yang ingin Sung Hee katakan dan dia terus berusaha bicara, tapi Sung Il cepat memotongnya dan meyakinkan Sung Hee untuk tidak cemas. Dia akan menangani masalah ini sendiri lalu menyuruh Sung Hee kembali bekerja, sementara dia sendiri pergi.


Tepat setelah Sung Il pergi, Sung Hee disuruh menghadap Komisaris Ahn. Begitu masuk ruangannya, Komisaris Ahn menyuruh Sung Hee untuk membuatkannya kopi. Tapi saat dia mulai membuat kopi, Komisaris Ahn tiba-tiba bertanya, berapa banyak yang Sung Hee ketahui dan apa yang sedang dikejar oleh Sung Il.

Seketika itu pula Sung Hee langsung membeku, tapi berusaha untuk tetap tenang dengan pura-pura tak mengerti apa maksud Komisaris Ahn. Tapi tentu saja Komisaris Ahn tak percaya, apalagi dia melihat tangan Sung Hee gemetar setelah mendengar pertanyaannya itu dan terus menuntut apa yang Sung Hee ketahui.


"Saya tidak mengerti..."

"Apa kau juga ikut ambil bagian? Katakan sejujurnya. Hanya dengan begitu aku bisa membantumu. Laporkan dia pada polisi dan permainan ini akan tamat"

Dia memberitahu Sung Hee untuk segera berhenti sekarang juga jika dia memang terlibat dalam aksi penipuan untuk membuat wajib pajak membayar pajak mereka. Dia tidak bisa menyelamatkan Sung Il tapi setidaknya dia akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Sung Hee terdiam memikirkan kata-kata Komisaris Ahn itu. Tapi sesaat kemudian, dia tersenyum sambil mengklaim sekali lagi bahwa dia tidak mengerti. Tapi Komisaris Ahn langsung memotongnya "Kau mengerti. Kau mengerti dengan sangat jelas"

Tapi Sung Hee terus bersikeras menjawabnya dengan pura-pura tersenyum polos hingga Komisaris Ahn akhirnya memutuskan untuk menyerah dan menyuruhnya keluar. Tapi begitu Sung Hee keluar, Komisaris Ahn langsung bergumam sendiri "Dia juga terlibat. Apa yang harus kukatakan pada walikota kali ini"


Bang tiba-tiba datang ke kantor pajak dan mengumumkan kedatangannya dengan bicara lantang mengomentari kantor itu. Tak ada yang menyambutnya, semua orang bahkan tampak kesal melihatnya. Dengan senyum tersungging di wajahnya, Bang memberitahu mereka kalau dia datang untuk pengadilan terbukanya.


Dalam perjalanan ke ruangan Komisaris Ahn, Bang berpapasan dengan Sung Hee yang terbelalak kaget melihat kedatangannya. Bang langsung menyapanya dan menanyakan keadaannya seolah mereka sudah akrab lalu dengan tawa yang terkesan meremehkan, dia berharap agar Sung Hee baik-baik saja karena dia kan punya pekerjaan yang penting. Sung Hee sangat kesal tapi dia tetap diam dan berusaha menahan amarahnya.


Begitu masuk ke ruangan Komisaris Ahn, mereka langsung saling menyapa dengan akrab. Sung Hee berusaha menguping, tapi Komisaris Ahn mendapatinya mengintip dan langsung menutup kerai jendelanya.

Bersambung ke episode 9 - 2

No comments :

Post a Comment