August 7, 2016

38 Task Force Episode 8 - 1


Sung Il datang tengah malam ke rumah Jung Do dan mengajak Jung Do bekerja sama sekali lagi dengannya, dia harus menghancurkan orang-orang yang telah melukai anak buahnya dan membuat salah seorang wajib pajaknya bunuh diri.

Awalnya Jung Do menggumam bahwa seharusnya dia menjauh dari pejabat publik, tapi kemudian dia bertanya "Berapa banyak kali ini?"

"50 juta dollar" jawab Sung Il



Wow! Jumlah yang sangat menarik, tapi dia memperingatkan Sung Il bahwa semakin tinggi jumlahnya maka resiko pekerjaannya pun semakin besar. Apa Sung Il sanggup, tanya Jung Do. Sung Il dengan sangat yakin menyatakan bahwa dia sanggup.

Jung Do langsung tersenyum licik sambil mengklaim kalau dia harus memikirkannya dulu, lalu bertanya jika dia menerima pekerjaan ini apakah Sung Il mau membayarnya 10%.

"Akan kulakukan apapun yang kau minta" jawab Sung Il. Jung Do pun senang.


Jung Do lalu mulai menghubungi Mi Joo, Burner dan Keyboard. Awalnya ketiga orang itu menolak dengan membuat-buat alasan bahwa mereka sedang sibuk. Tapi begitu Jung Do menyebut jumlahnya dan bonus yang akan mereka terima, mereka langsung berubah pikiran dan menyatakan bersedia ikut.


Setelah itu Jung Do menghubungi Nyonya Noh untuk memberitahukan pekerjaan baru mereka dan bertanya apakah Nyonya Noh bersedia ikut. Tentu saja Nyonya Noh mau ikut, lagipula kalau bukan dia lalu siapa yang akan memodali mereka, mereka semua kan miskin. Nyonya Noh penasaran, siapa orang yang menunggak pajak sampai 50 juta dollar itu.


Target yang sedang mereka bicarakan, Bang, sedang bertemu dengan Walikota Chun dan tertawa setelah Walikota Chun memberitahunya bahwa sebenarnya dia sudah menyuruh Sung Hee untuk meminta maaf pada Bang. Sambil tertawa dan tanpa rasa bersalah, Bang meminta maaf karena telah bertindak sendiri.

Tapi Walikota Chun tidak bisa menerima maafnya begitu saja. Gara-gara ulah Bang, seseorang mati dan seorang bawahannya mengundurkan diri... "Saya rasa tidak seharusnya anda cuma tersenyum dan meminta maaf seperti itu"

Seketika itu pula senyum Bang langsung menghilang, lalu memberitahu Walikota Chun bahwa dulu dia pernah memiliki seekor anjing yang dia pelihara selama 6 tahun. Anjing itu sangat baik dan patuh. Tapi pada tahu ke-7, anjing itu malah menggigit jarinya hanya karena dia telat memberinya makan.

Lukanya cuma tergores sedikit jadi dia berniat untuk tak mempermasalahkannya, tapi Ketua (Choi Chul Woo) berpikir lain. Ketua Choi berkata bahwa mulai sekarang anjing ini akan terus menggigitnya setiap kali dia merasa tak senang. Anjing itu akan salah mengira rasa simpatinya sebagai hak. Karena itulah lebih baik dia membunuhnya sebelum anjing itu tumbuh semakin besar.


Seseorang yang bekerja padanya (Ma Jin Seok) membayar pajak 6 milyar won dengan menggunakan uangnya, lalu setelah itu beberapa bawahan Walikota Chun menggerebek rumahnya. Sambil menatap tajam Walikota Chun, Bang bertanya-tanya kenapa semua itu membuatnya merasa seperti sedang digigit anjing peliharaannya. Apa Walikota Chun juga salah mengira simpatinya sebagai haknya.

Walikota Chun tak gentar sedikitpun menghadapi ancaman tajam itu. Dengan tenangnya dia berkomentar bahwa kebanyakan orang biasanya lupa bahwa simpati yang mereka tunjukkan tak seberapa, tapi mereka selalu menuntut hal-hal yang diluar batas dan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh diucapkan. Itu karena mereka lupa akan posisi mereka.

"Bagaimana menurut anda, Presdir Bang? Apa anda pikir anda tahu dimana posisi anda?"

Tersinggung, Bang bertanya apakah Walikota Chun sedang menghinanya dan Ketua Choi. Walikota Chun mengoreksi, dia hanya menghina Bang. Walikota Chun memperingatkan Bang untuk meminta dengan sopan jika dia butuh bantuan dan bukannya mengancamnya. Dengan begitu dia akan membantu Bang sebanyak Bang membantunya.

Bang mengklaim kalau dia tidak pernah sekalipun minta bantuan apapun pada siapapun dan selalu melakukan apapun dengan caranya sendiri, lalu mulai menyinggung masalah insiden 6 tahun yang lalu. Anehnya, ekspresi Walikota Chun langsung berubah gelisah mendengar itu.


Sementara itu di gudang, Jung Do memimpin rapat membahas masalah Bang Pil Gyu. Jung Do memberitahu mereka tentang hubungan Bang dengan Ketua Choi dan kekayaan yang mereka dapat dengan menipu orang melalui bisnis MLM. Yang jadi masalah, tidak banyak informasi yang mereka ketahui tentang Bang. Dan karena itulah Jung Do mengaku tak tahu dari mana mereka harus mulai.


Dia mencoba memikirkan sesuatu lalu bertanya apakah Bang punya anak. Sung Il membenarkannya, Bang memiliki seorang putra dan seorang putri. Putranya, Bang Ho Seok, adalah presdir sebuah perusahaan bernama UN Communication. Sementara putrinya, Bang Min Ah, adalah penasehat legal di perusahaan itu.

Bang juga mentransfer semua asetnya pada anak-anaknya, tapi kedua anak Bang tak pernah tampak datang ke kantor. Sekalinya di rumah, Ho Seok tidak keluar-keluar. Ternyata dia menghabiskan waktunya bukan untuk bekerja, malah main judi monopoli di rumah.

Mi Joo melapor bahwa Bang Min Ah juga seperti itu. Biasanya dia juga selalu tinggal di rumah dan keluar 2 atau 3 kali dalam seminggu saja. Bukan untuk bekerja, melainkan melihat-lihat barang-barang antik di area Insa-dong lalu langsung pulang. Jung Do jadi heran, kenapa orang-orang itu tampaknya sangat menyukai rumah mereka. Apa mereka menyimpan sesuatu di dalam rumah.

Mendengar itu, Keyboard langsung menasehati Sung Il untuk belajar dari orang-orang itu karena Sung Il jarang pulang. Sung Il beralasan kalau dia sedang sangat sibuk dan bukannya karena dia tidak mau pulang. Nyonya Noh bertanya-tanya, dari mana mereka harus mulai.


Mi Joo penasaran perusahaan UN Communication itu sebenarnya perusahaan apa, dia sudah mencoba mencari di internet tapi tak banyak informasi yang didapatnya. Berdasarkan sepengetahuan Sung Il, perusahaan itu adalah perusahaan MLM ilegal.

Mereka memancing orang dengan cara menawari mereka pekerjaan lalu menyuruh orang-orang itu untuk menjual barang-barang curian dari departement store. Jika ada yang tidak bisa menjual sesuai target, maka dia akan disuruh untuk merekrut lebih banyak orang. Jabatan dan gaji seseorang akan dinilai berdasarkan seberapa banyak orang yang mereka rekrut.

Mereka membuat korban meminjam uang pada perusahaan peminjaman uang yang ternyata dimiliki oleh Ketua Choi. Korban lalu dipaksa untuk membeli dan menjual produk, lalu memberitahu korban bahwa mereka akan menaikkan gaji mereka jika korban bisa menjual lebih banyak produk. Kalau begitu yang harus mereka lakukan adalah memikirkan bagaimana caranya membuat salah seorang diantara ketiga orang itu untuk berbisnis dengan mereka.


Kalau begitu jika mereka bekerja di perusahaan itu maka mereka bisa bertemu salah satu diantara Ho Seok atau Min Ah. Sung Il pesimis karena Min Ah tidak pernah masuk kantor, tapi kalau dia beruntung mungkin dia bisa bertemu Ho Seok. Kalau begitu Mi Joo memutuskan kalau dia akan bekerja di perusahaan itu.


Di balai kota, Komisaris Ahn ditelepon seseorang yang mengabarkan bahwa yang membatalkan sidang komite displinernya Sung Il adalah Sung Il. Komisaris Ahn tak percaya mendengarnya, sama sekali tak mengerti kenapa Walikota Chun melakukan itu padahal dia sedang berusaha untuk menyingkirkan Sung Il dari tempat ini.


Saat dia kembali ke ruangannya, dia mendapati Sung Il 2 sudah menunggu di sana. Dia melapor bahwa berdasarkan keterangan Jin Seok, dia ditipu oleh Sung Il divisi 3. Awalnya Komisaris Ahn sulit mempercayainya, tapi kemudian dia menyuruh Sung Il 2 untuk membawakannya daftar penunggak pajak divisi 3.

Begitu mendapatkan semua data-data itu, Komisaris Ahn langsung menelitinya dan mendapati banyaknya para penunggak pajak yang sudah melunasi tunggakan pajak mereka. Dia lalu menelepon salah seorang untuk menanyainya tentang pajak yang sudah dia lunasi, tapi orang itu mengklaim kalau dia tidak melakukannya. Menyadari Sung Il benar-benar sudah menipu orang-orang itu, Komisaris Ahn langsung tertawa tak percaya.


Mi Joo datang ke UN Communication dengan nama samaran Yoo Ha Na dan mengikuti rapat dengan antusias lalu menandatangani kontrak kerja. Jung Do bertanya-tanya, apa langkah Mi Joo selanjutnya setelah dia mendapatkan pekerjaan itu. Mi Joo berkata bahwa dia akan membuat orang-orang itu datang padanya, dengan cara mencapai posisi puncak dan targetnya adalah level diamond.


Maka di kantor keesokan harinya, dia memberitahu atasannya bahwa dia mendapatkan pesanan yang dia klaim tidak banyak, cuma 30 box saja. Si atasan langsung bengong, jelas itu jumlah yang cukup besar apalagi untuk ukuran anak baru. Lalu pada hari selanjutnya, dia memesan 50 box. Si atasan makin bengong tak percaya.


Tentu saja untuk membeli box-box itu, Mi Joo menggunakan uangnya Nyonya Noh. Semakin hari, Mi Joo semakin dari pusat perhatian semua orang kantor karena dia selalu memesan puluhan bahkan ratusan box. Si atasan semakin bengong tak percaya, apalagi saat dia melihat laporan penjualan Mi Joo yang mengalami kenaikan drastis.

Yang tak diketahuinya, Mi Joo sebenarnya tak pernah menjualnya dan menyimpan semua box-box itu di gudang yang semakin hari semakin penuh.


Saat Mi Joo terus menerus memesan puluhan hingga ratusan box, si atasan akhirnya menelepon Ho Seok (yang sedang santai nonton TV di rumah) untuk memberitahukan hal ini. Ho Seok tak percaya, tapi si atasan ngotot memberitahu kalau anak baru itu baru saja bergabung selama satu bulan tapi dia sudah mau naik status ke level gold.


Beberapa hari berikutnya, Ho Seok makin shock sampai tersedak saat diberitahu tentang penjualan si anak baru yang terus meningkat tajam.


Nyonya Noh tetap tenang menanggapi semua permintaan Mi Joo. Tapi karena tak mungkin menumpuk barang-barang itu terus digudang, akhirnya dia berinisiatif menyumbangkan barang-barang itu ke panti jompo.


Suatu hari, Ho Seok datang ke perusahaan untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri si anak baru yang sukses menjual ratusan box itu, dan makin tercengang saat melihat Mi Joo sedang memasukkan ratusan box kedalam mobil. Mi Joo melihat kedatangannya tapi pura-pura tak kenal dan pamit pulang pada atasannya saja.


Setelah Mi Joo pergi, Ho Seok langsung menelepon kakaknya untuk memberitahunya bahwa sekarang mereka anak baru yang benar-benar diamond sejati. Tak lama setelah itu, atasannya Mi Joo tampak mengemasi barang-barangnya. Dia disingkirkan dari jabatannya karena sekarang Mi Joo berhasil mencapai level diamond.


Sung Hee pergi mengunjungi Ketua Kang. Kebetulan mereka bertemu di lift saat Ketua Kang hendak buang sampah, mereka lalu bicara di luar. Sung Hee cemas melihat penampilan Ketua Kang, apalagi satu matanya tampak lebam. Ketua Kang cepat-cepat memberitahu Sung Hee bahwa istrinya tidak memukulinya, lebam di matanya itu hanya karena dia mabuk dan terjatuh.

"Hei, kenapa kau kemari jam segini. Tidak seharusnya kau bolos kerja. Komisaris Ahn pasti akan mengomelimu lagi"

"Saya rasa saya harus mengatakannya secara langsung. Maafkan aku, pak"

"Kenapa kau harus minta maaf? Aku sendiri yang memulai semua ini, jangan minta maaf"


Tapi Ketua Kang mendesah sedih karena setelah jatuh dua korban, keadaan tetap tenang. Dia tidak menyangka kalau Walikota Chun ternyata masih melindungi Bang Pil Gyu. Sung Hee tak mengerti apa maksudnya Walikota Chun melindungi Bang.

Ketua Kang pun memberitahu Sung Hee bahwa Walikota Chun itu bekerja untuk Bang. Sung Hee kaget, sekarang dia mulai mengerti kenapa Walikota Chun menyuruhnya untuk meminta maaf pada Bang. Hal yang sama terjadi 6 tahun lalu saat mereka melakukan penggerebekan ke rumah Bang dan mengakibatkan kematian Min Sik. Waktu itu, Bang menelepon Walikota Chun untuk melaporkan aksi mereka.


Sementara itu, Jung Do mengunjungi ayahnya di penjara. Dia memberitahu ayahnya kalau dia sudah mengirim Jae Sung ke penjara. Tapi masih ada dua orang lagi, dia berjanji untuk segera mendapatkan dua orang itu juga. Jung Do hanya bisa mendesah saat ayahnya terus terdiam.

Tapi saat dia hendak pamit pergi, Ayah tiba-tiba mendesis seperti hendak bicara tapi sulit. Tapi kemudian Ayah menatap mata Jung Do dan berkata lirih "Jangan. Jangan lakukan, nak"

Jung Do langsung berkaca-kaca mendengar suara ayahnya. Tapi dia cuma berkomentar kalau ayah sudah menakin menua dan berjanji akan mengurusnya sendiri lalu pergi.


Di kantornya, Walikota Chun gelisah memikirkan ancaman Bang saat menyinggung masalah insiden 6 tahun lalu dan bertanya. Jika insiden itu terulang kembali, siapa kira-kira orang yang akan terluka. Dia memberitahu Walikota Chun bahwa pria yang membawa pena tidak akan pernah bisa mengalahkan pria yang membawa pedang.

"Apa yang anda inginkan?" tanya Walikota Chun

"Aku berpikir untuk mengajukan pengadilan terbuka untuk mendiskusikan masalah pajakku"

Bersambung ke part 2

No comments :

Post a Comment