August 1, 2016

38 Task Force Episode 7 - 1


Sung Il tiba-tiba datang ditengah-tengah rapat dan langsung tercengang melihat daftar data diri berbagai macam orang yang menghiasi seluruh dinding. Jung Do tertawa canggung sebelum akhirnya mengaku bahwa semua ini adalah daftar para penunggak pajak di divisinya Sung Il.

Mereka ingin membantu membatalkan pemberhentiannya Sung Il dan bertanya apakah pajak dari 300 orang cukup untuk menyelamatkan pekerjaannya Sung Il. Senyum Sung Il langsung mengembang lebar mendengarnya. Sebenarnya dia tidak bisa membiarkan penipu mengatasi masalah pekerjaannya. Tapi dia adalah pejabat publik yang tugasnya adalah membuat masyarakat membayar pajak.

"Mari kita lakukan bersama-sama. Aku libur sekarang, jadi aku punya banyak waktu" ujar Sung Il dengan senyum lebar.



Maka dimulailah misi mereka. Suatu hari, Sung Il diam-diam menempeli mobil salah satu penunggak pajak dengan beberapa poster lalu kabur. Ahjumma pemilik mobil masuk mobilnya tak lama kemudian dan langsung kesal saat mendapati kaca belakang mobilnya ditempeli poster-poster.


Dia langsung keluar lagi untuk mencabuti poster-poster itu. Tak disadarinya, selama dia mencabuti poster-poster itu, Jung Do masuk kedalam mobilnya lalu langsung pergi menggondol mobil itu dan meninggalkan si ahjumma yang hanya bisa menjerit-jerit.


Kantor pajak tiba-tiba mendapat telepon dari seseorang yang menanyakan tunggakan pajaknya. Ternyata Mi Joo yang kali ini beraksi membuat salah seorang penunggak pajak mabuk berat lalu membayar tunggakan pajak orang yang sudah teler itu dengan menggesek kartu kreditnya.


Kantor pajak terus menerus mendapat berbagai telepon yang menanyakan besarnya tunggakan seseorang. Kali ini Nyonya Noh dan sekretarisnya yang beraksi mengancam salah seorang penunggak pajak sampai orang itu ketakutan dan mau membayar pajaknya.


Burner mengambili pajak para penunggak pajak dengan menggunakan keahliannya yaitu menabrakkan dirinya sendiri ke mobil-mobil para penunggak pajak. Sementara Keyboard membuat tiket parkir palsu.


Jung Do dan Sung Il menyamar jadi petugas pos untuk mengirimkan tiket-tiket itu pada para penunggak pajak. Mi Joo dan Burner juga mengirimkan surat-surat tagihan pajak di tempat lain. Sekarang kantor pajak mulai kebanjiran orang-orang yang membayar pajak, bahkan Sung Hee pun sampai keheranan saat dia mendapat telepon dari seseorang yang ingin membayar pajak.


Setelah mengambil sejumlah uang di ATM, Sung Il tampak sedang berjalan dengan gaya dan pakaian necis. Dia berhenti di zebra cross dan melihat ke arah Jung Do yang berdiri di seberang jalan. Gaya mereka sama persis sampai membuat Jung Do tertawa melihatnya.


Sementara kantor balai kota kebanjiran berbagai telepon, Jung Do dan Sung Il berjalan bersama. Di tengah jalan, mereka bertemu Burner yang berjalan terpincang-pincang dan hidung mimisan setelah menabrakkan dirinya pada sebuah mobil dan mendapat uang kompensasi dari orang yang menabraknya.

Mereka bertemu dengan Mi Joo yang menyamar jadi polisi lalu lintas. Dia lalu ikut bergabung bersama mereka. Mereka kemudian berjalan melewati Keyboard yang sedang menyamar jadi petugas jalan.

Dia memanggil mereka tapi mereka sengaja pura-pura acuh, dia langsung berlari pergi menyusul mereka. Dan terakhir, mereka bertemu dengan Nyonya Noh yang sedang menikmati secangkir kopi di sebuah cafe. Nyonya Noh juga ikut berjalan bersama mereka.

Walikota Chun Gap Soo sedang rapat saat dia mendapat kabar yang membuatnya cukup terkejut. Sementara itu, berita di TV menayangkan sebuah berita bahwa sekarang APBD kota untuk anggaran pendidikan anak bertambah.


Malam harinya, Jung Do berterima kasih atas semua bantuan Nyonya Noh. Nyonya Noh berkata bahwa dia senang melakukannya lalu pamit pergi.


Setelah Nyonya Noh pergi, Jung Do masuk kedalam kedai kakek bermuka masam dimana rekan-rekannya sedang berkumpul untuk makan malam bersama.


Saat itu berita di TV menayangkan berita tentang pertambahan anggaran pendidikan. Sung Il mendengarkan berita itu dengan senyum bahagia. Jung Do memperhatikan si kakek juga tampak tersenyum.

Saat dia mengomentari senyum bahagia si kakek, beliau memberitahu mereka bahwa dia bahagia karena mulai minggu depan uang sekolah cucunya gratis. Kakek senang karena pajak yang dibayarnya tak sia-sia.

Senyum Sung Il semakin lebar mendengarnya. Jung Do langsung memujinya, tapi Sung Il menyangkalnya dengan rendah hati lalu berterima kasih pada semua rekannya dengan senyum malu-malu dan mengajak mereka bersulang bersama.



Sung Il bertanya-tanya apa yang akan Jung Do lakukan sekarang. Apa lagi yang bisa dilakukan penipu selain menipu orang? jawab Jung Do. Bukannya menasehati Jung Do untuk hidup dengan benar, Sung Il malah memberitahunya untuk tidak sampai tertangkap.

Karena jika Jung Do tidak tertangkap maka dia pun tidak akan dipecat. Dan mungkin mereka akan bertemu lagi. Jung Do menasehatinya untuk berhati-hati dalam membeli barang dan beli mobil di dealer saja.

"Nanti... jika kita bertemu lagi, mari kita minum bersama"

"Baiklah"

Mereka menyepakatinya dengan bersulang dan acara makan malam berlanjut dengan penuh keceriaan dan canda tawa.


Keesokan paginya, Ji Eun mendapati Sung Il tertidur di depan pagar rumah. Saat istrinya keluar rumah, Sung Il berpura-pura seolah dia mau berangkat kerja. Tapi sang istri langsung menjewer telinganya dan menuntut kemana saja Sung Il semalam.

Sung Il kesakitan dan akhirnya mengaku kalau dia tidur di depan pagar semalaman. Mendengar itu, Istrinya Sung Il langsung memukulinya dan mengomelinya habis-habisan, bahkan menyuruh Sung Il untuk berhenti saja. Sebelum berangkat sekolah, Ji Eun menyemangati Sung Il dengan memberinya jempol.


Setibanya di balai kota, Sung Il mendengar dua orang pegawai sedang menggosipkan besarnya yang terbayar hanya dalam waktu beberapa hari. Sung Il pun masuk ke kantornya dengan rona wajah bahagia, tapi senyumnya mulai menghilang saat memperhatikan anak-anak buah di divisinya sedang menundukkan kepala mereka pada Komisaris Ahn.

Begitu melihat Sung Il datang, Komisaris Ahn berkata dengan nada menyindir berkata bahwa timnya Sung Il bekerja dengan baik selama Sung Il tak ada di kantor. Komisaris Ahn lalu berpaling kembali pada mereka dan memperingatkan mereka untuk tidak melakukannya lagi. Sebelum pergi, Komisaris Ahn memberitahu Sung Il untuk memakai jas dalam sidang komite disipliner besok.


Setelah dia pergi, Sung Il langsung menanyai timnya tentang apa maksud Komisaris Ahn tadi. Semua orang terdiam, begitu juga dengan Ketua Tim Kang. Sung Il jadi semakin penasaran lalu memaksa Chang Ho bicara. Chang Ho akhirnya mengaku jujur bahwa mereka mengejar Bang Pil Gyu. Sung Il langsung stres mendengarnya dan saat itulah dia baru menyadari tidak adanya Sung Hee di sana.


Sung Hee ternyata sedang menghadap Walikota Chun sementara berita TV menayangkan permintaan maaf Bang. Walikota Chun mematikan TV-nya lalu bertanya apakah Sung Hee mengejar Bang demi menyelamatkan Sung Il.


Ketua Tim Kang berusaha menghentikan Sung Il yang ingin masuk ke kantornya walikota untuk menyelamatkan Sung Hee. Kesal, Sung Il langsung melabrak Ketua Tim Kang. Kenapa Ketua Tim Kang mengejar Bang tanpa berkonsultasi padanya terlebih dulu. Dia yakin orang yang bertanggung jawab sebenarnya pasti bukan Sung Hee.

Sung Hee menyelamatkan Ketua Tim Kang dengan mengambil semua tanggung jawab seorang diri dan menyatakan bahwa semua ini adalah idenya sendiri. Walikota Chun berkomentar bahwa mereka sudah salah menggunakan kekuasaan mereka sebagai otoritas pemerintahan.


Sung Il semakin emosi saat dia mengingatkan Ketua Tim Kang akan apa yang terjadi pada Min Sik 6 tahun yang lalu. Bang Pil Gyu bukanlah seseorang yang bisa mereka hancurkan dan kenapa juga Ketua Tim Kang malah melibatkan anak-anak buah mereka. Apa sebenarnya yang Ketua Tim Kang pikirkan?

"Aku hanya takut kau akan berakhir seperti Min Sik" sergah Ketua Tim Kang.

Dia mengingatkan Sung Il bahwa kejadian ini juga pernah terjadi pada Min Sik dan waktu itu mereka semua mengabaikannya. Waktu itu tak ada seorangpun yang membela Min Sik hingga akhirnya dia mati. Sung Il langsung terdiam mendengarnya, tapi dia memberitahu Ketua Tim Kang untuk tidak mengkhawatirkan dirinya. Ketua Tim Kang sendiri bisa terluka karena masalah ini.


Sung Hee meminta maaf pada Walikota Chun yang kemudian menawarkan sebuah kesepakatan, jika Sung Hee mau melakukan sesuatu untuknya maka dia akan membatalkan sidang komite displinernya Sung Il.


Beberapa saat kemudian, Sung Hee kembali ke meja kerjanya dengan wajah murung. Dia teringat dengan perintah Walikota Chun yang menuntutnya untuk meminta maaf pada Bang sebagai ganti pembatalan sidang komite displinernya Sung Il. Sung Hee harus menemui Bang dan meminta maaf secara langsung padanya dan berjanji bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terulang lagi.

Sung Il juga kembali tak lama kemudian dan menatap Sung Hee dengan cemas. Sung Hee melamun, mengingat saat dia menyetujui perintah Walikota Chun tersebut dan seketika itu pula Walikota Chun langsung menelepon seseorang dan mengumumkan pembatalan sidah komite displinernya Sung Il.


Sung Hee tersenyum tipis mengingat itu. Sung Il tiba-tiba memanggilnya dan mengajaknya bicara berdua. Sung Hee menyetujuinya, malah mengajak Sung Il keluar bersamanya untuk mengambil daftar wajib pajak yang menunggak.


Komisaris Ahn makan siang bersama Bang. Dia datang mewakili Walikota Chun yang tidak bisa menemui Bang karena harus menghadiri rapat dan menyampaikan permintaan maaf dari Walikota Chun. Saat Bang bertanya apakah Jin Seok benar-benar sudah membayar tunggakan pajaknya, Komisaris Ahn membenarkannya walaupun dia tidak tahu kenapa bisa begitu.

"Dia berkata kalau dia ditipu oleh salah satu petugas kalian"

Komisaris Ahn bingung tak mengerti maksudnya. Bang menduga kalau itu mungkin omong kosongnya Jin Seok saja, dia lalu mengubah topik dan bertanya siapa sebenarnya yang memerintahkan tim penagih pajak datang ke rumahnya. Pak walikota atau Komisaris Ahn.

Komisaris Ahn menyangkal. Kalau begitu, apa mungkin salah satu anak buah mereka yang berinisiatif untuk bertindak semaunya sendiri. Komisaris Ahn membenarkannya dan berjanji akan menangkap orang itu. Tapi Bang tidak puas mendengarnya. Kedatangan tim pajak itu benar-benar mengusiknya, tidak secara fisik tapi dia merasa sakit hati. Komisaris Ahn meminta maaf sekali lagi.

Tapi Bang tiba-tiba menyinggung masalah 6 tahun yang lalu "Apa kau ingat apa yang terjadi waktu itu? Aku tidak bisa melupakannya"


Komisaris Ahn diam saja. Tapi setelah makan siang selesai, dia langsung menelepon Walikota Chun dan melaporkan keanehan sikap Bang yang terus menyinggung insiden 6 tahun yang lalu. Komisaris Ahn berpikir, mungkin Bang mengira kalau mereka sengaja menargetnya. Walikota Chun langsung cemas dan menyuruh Komisaris Ahn untuk segera mengatur pertemuannya dengan Bang.


Sung Il dan Sung Hee saling terdiam dalam perjalanan, hingga akhirnya Sung Il lah yang bicara duluan dan berkata bahwa dia mengerti alasan Sung Hee melakukan itu. Dia hendak mengatakan sesuatu tentang Bang, tapi Sung Hee cepat menyelanya dan bertanya apakah Sung Il yang telah membuat semua penunggak pajak membayar tunggakan pajak mereka.

Dia yakin kalau Sung Il pasti bekerja sama dengan Jung Do. Sung Il meluruskan bahwa kerja samanya dengan Jung Do sebenarnya hanya untuk mengejar Ma Jin Seok. Sementara mengejar para penunggak pajak yang lain, dilakukan Jung Do demi membantunya.

"Apa dia mengatakan kalau kau tidak akan dihukum jika melakukan itu? Sidangmu sudah dibatalkan"

Sung Il jelas kaget mendengarnya, bagaimana bisa begitu dan dari mana pula Sung Hee mengetahuinya. Sung Hee pura-pura tak mengerti dan mengklaim bahwa hal itu terjadi begitu saja. Sung Hee menyemangati Sung Il untuk tetap kuat dan bertahan.

Dia harus terus menakuti para penunggak pajak dan membuat para penunggak pajak itu mau membayar pajak mereka tanpa bantuan penipu. Sung Hee berjanji akan melupakan Bang jika Sung Il mau melakukan itu. Sung Il langsung setuju.

Tapi untuk mewujudkan misi itu, dia harus menjadi komisaris. Masalahnya dia pesimis, apakah dia akan bisa menjadi komisaris. Sung Hee yakin kalau Sung Il pasti bisa, jika orang seperti Komisaris Ahn saja bisa menjadi komisaris maka Sung Il pun pasti bisa. Komisaris Ahn itu bisanya cuma duduk sambil berkata 'tidak, tidak, tidak', Sung Hee yakin kalau sekarangnya Komisaris Ahn dengan berkata seperti itu.


Tebakannya benar, Komisaris Ahn sedang kesal setelah mendapat kabar pembatalan sidangnya Sung Il. Dia heran bagaimana bisa sidang itu dibatalkan. Bertekad untuk tetap menjatuhkan Sung Il, Komisaris Ahn lalu pergi menemui si informan yang melaporkan penyuapannya Sung Il.


Dia menemui si informan misterius berhoodie itu di sebuah cafe lalu bertanya ini-itu tentang dari mana si informan mengetahui informasi penyuapan Sung Il itu, lalu siapa dan bagaimana Sung Il menerima suapnya.


Si informan itu akhirnya membuka hoodienya... dan ternyata dia Jung Do. Hah? Dia yang melaporkan Sung Il menerima suap?

Bersambung ke episode 7 - 2

No comments :

Post a Comment