August 27, 2016

38 Task Force Episode 12 - 2


Jung Do berdiri dengan tegang saat melihat Sung Il berjalan menghampirinya. Dia ingin menjelaskan. Tapi apapun yang ingin dikatakannya itu, tak sempat dia utarakan karena Sung Il langsung meninjunya dengan sangat keras sampai Jung Do mengerang kesakitan. Satu tinju, dua tinju, tiga tinju terus melayang ke wajah dan telinga Jung Do.


Tak tahan lagi, Jung Do langsung mengambil segenggam pasir dan mengancam Sung Il untuk menjauh. Tapi Sung Il terus mendekat, Jung Do pun langsung melempar pasir itu ke mata Sung Il. Jelas Sung Il jadi semakin marah.


Dia langsung melayangkan tinju lagi, tapi Jung Do berhasil menghindar dan mendorong tubuh Sung Il. Sung Il berusaha melepaskan diri dengan memukuli punggung Jung Do dengan kepalan tangannya, tapi Jung Do bertahan dan terus mendorongnya hingga mereka roboh ke pasir.


Jung Do terus berusaha mengunci posisi Sung Il sekuat tenaga, tapi kemudian Sung Il berhasil menggulingkan diri dan menendangkan kakinya keras-keras sampai celananya robek. hahaha!

Ngos-ngosan, Jung Do langsung minta break sebentar. Dan tepat saat itu, para pejalan kaki ramai berkumpul melihat perkelahian mereka. Salah seorang langsung melapor ke polisi. Sung Il masih belum mau menyerah.

Jung Do kesal dan langsung mendekat untuk menghajar Sung Il tapi Sung Il bergerak lebih cepat melayangkan tendangan dan tinju pada Jung Do hingga Jung Do kelabakan menghindari serangan Sung Il.


Kecapekan, Jung Do berusaha meminta Sung Il berhenti dan mendengarkannya dulu. Sung Il akhirnya berkompromi dan mengajak Jung Do salaman sebagai tanda damai. Tapi begitu Jung Do menjabat tangannya, Sung Il malah menariknya dan mengepit kepala Jung Do erat-erat dan Jung Do langsung menggigit putingnya Sung Il kuat-kuat. hahaha! Kesakitan, Sung Il mendorong Jung Do hingga mereka sama-sama terjatuh ke pasir dan Sung Il mengusap-usap dadanya yang kesakitan.


Kedua pria itu saling lempar pasir dan Jung Do bahkan melempar jasnya ke Sung Il. Saat mereka masih ngos-ngosan di atas pasir, suara sirene polisi terdengar mendekat.



Mereka pun ditahan. Tapi hal itu sama sekali tak menghentikan perdebatan mereka. Jung Do kesal karena dia sudah bilang maaf, tapi Sung Il tak percaya dengan penyesalan Jung Do. Mereka terus perang mulut sampai membuat polisi kesal dan membentak mereka untuk diam.


Mereka akhirnya diam dan duduk di lantai dalam keadaan lelah dan kelaparan. Jung Do yang sudah berpengalaman ditahan, memberitahu Sung Il bahwa mereka bisa memesan makanan melalui polisi, jadi apa Sung Il mau makan sesuatu? Sung Il langsung bersemangat memesan jajangmyeon. Jung Do pun langsung meminta polisi untuk memesankan makanan untuk mereka.

Dan beberapa saat kemudian, kedua pria itu makan bersama sambil saling berbagi seolah tak pernah ada pertengkaran apapun diantara mereka.


Puas makan, mereka pun tidur sambil saling berbagi satu selimut. Tapi Sung Il terus menerus menarik selimutnya sampai membuat Jung Do kesal dan akhirnya minta selimut satu lagi pada polisi. Jung Do langsung mendesah senang, sepertinya selimutnya ini masih baru.

Sung Il jadi iri, apalagi selimut yang dipakainya sudah bau. Dia langsung memaksa Jung Do untuk mengendus selimut baunya dan akhirnya mereka saling berbagi selimut lagi.


Mereka pun mulai memejamkan mata. Tapi kemudian Jung Do memberikan buku tabungannya pada Sung Il dan menjelaskan kalau itu adalah pajak daerahnya Bang. Sung Il heran, kenapa Jung Do tidak membuangnya juga. Jung Do mengaku kalau merasa tidak bisa membuang bagian ini. Dan karenanya dia meminta Sung Il untuk menyerahkan pajak ini sendiri.

Sung Il bertanya apakah Jung Do benar-benar sengaja mendekatinya sejak awal dengan bantuan Deok Bae demi menjalankan semua rencana balas dendamnya. Jung Do meminta Sung Il untuk tidak terlalu menyalahkan Deok Bae karena sebenarnya Deok Bae tidak mengetahui rencananya yang sebenarnya. Lalu kenapa Jung Do tidak sekalian saja membuang uang ini? Apa karena Jung Do merasa bersalah padanya? Tapi Jung Do menyangkalnya.

"Bagaimana kau tahu kalau aku ingin menipu Bang Pil Gyu? Kau kan tidak pernah menyarankannya, malah aku yang memintamu"


Jung Do mengaku kalau pada awalnya dia memang ingin mengusulkan hal ini pada Sung Il, hanya saja dia tidak menyangka kalau Sung Il akan mendatanginya duluan dan memintanya untuk melakukan itu. Dia memberitahu Sung Il bahwa penipuan itu mengalir sesuai situasi dan penipu harus bisa beradaptasi dengan situasi masa kini dan yang akan datang.

"Kenapa kau membuang uang itu ke jalan? Kenapa kau tidak menggunakannya untuk membayar pajak?" desah Sung Il

Jung Do mengaku kalau dia terpaksa melakukannya karena Bang bilang bahwa dia bisa mendapatkan uang pajak itu kembali melalui Walikota Chun. Jika dia tidak melakukan itu maka usaha keras mereka hanya akan jadi sia-sia. Jung Do lalu mengaku bahwa sekarang dia berencana untuk menipu anaknya Ketua Choi.


Sung Il pun memberitahu Jung Do bahwa departemen perpajakan mereka, mungkin akan dihilangkan. Dan sepertinya itu adalah perbuatan Walikota dan Ketua Choi. Tapi Sung Il tidak mau departemen perpajakannya dihilangkan, dia harus melindungi departemennya. Karena itulah, dia bertekad untuk mendapatkan hutang pajaknya Ketua Choi yang sebesar 100 juta dollar itu.

"Jika kita mendapatkan pajaknya dan merusak hubungan mereka (Ketua Choi dan Walikota Chun), maka kami bisa kembali seperti dulu. Jika kita bisa mendapatkan uang pajak itu, aku bisa membuat departemen kami kembali seperti dulu. Kali ini, mari kita benar-benar saling mempercayai dan bekerja sama melakukan satu pekerjaan lagi. Mari kita dapatkan Ketua Choi"

Jung Do bertanya-tanya bagaimana bisa mereka mendapatkannya mengingat pasti sudah ada orang-orang di departemen perpajakan yang mencurigai mereka. Sung Il mengusulkan agar mereka melakukannya secepat mungkin, kalau bisa dalam waktu satu atau dua minggu.

Jung Do langsung melongo mendengarnya, bagaimana bisa mendapatkan 100 juta dollar hanya dalam waktu satu atau dua minggu. Tapi dipikir-pikir, sepertinya hal itu akan membuatnya jadi semakin menarik.


Kalau begitu yang harus mereka lakukan terlebih dulu adalah keluar dari sini. Jung Do langsung nyengir dan mengajak Sung Il salaman. Deal! Sung Il menjabat tangannya. Jung Do pun langsung memamerkan jabatan tangan mereka pada polisi untuk meyakinkan polisi bahwa mereka sudah berbaikan.


Begitu keluar dari penjara, Jung Do memberitahukan informasi tentang anaknya Ketua Choi yang bernama Choi Sang Joon. Dia adalah penanggung jawab Samjin Industries yang merupakan perusahaan industri pertahanan dan perusahaan itu adalah sumber uangnya Choi.

Perusahaan Samjin bekerja sama dengan produsen pembuat senjata Amerika yang bernama General Martin dan mereka tengah berusaha menjual peralatan perang eletronik.

Saat ini kantor General Martin cabang Korea akan kedatangan seorang manager baru bernama Martin Kim. Tujuan kedatangannya adalah untuk memperbarui kontrak kerjasama General Martin dengan Samjin. Dia akan memutuskan apakah kontrak kerja sama mereka akan terus atau tidak.


Dan rencana Jung Do adalah mereka akan masuk diantara kedua perusahaan itu, memicu masalah diantara mereka dan mengambil uang dari mereka. Sama seperti penipuan yang pernah Jung Do lakukan pada Sung Il dulu. Sung Il ingin membeli mobil, ada orang lain yang ingin menjual mobilnya, dan Jung Do masuk ditengah-tengah mereka.


Sebelum mereka menjalankan rencana mereka, Jung Do terlebih dulu membawa Sung Il ke sebuah toko untuk membeli beberapa setelan jas mahal. Setelah mencoba beberapa setelan, akhirnya mereka menemukan setelan jas yang membuat penampilan Sung Il jadi kelihatan necis.

Sung Il akan menyamar menjadi Martin Kim, lulusan Harvard dan bekerja di firma hukum New York sebelum dia direkrut oleh General Martin. Jung Do memberitahu Sung Il bahwa dia harus kelihatan pintar dan mempesona. Karena Martin menguasai Bahasa Korea dengan baik, maka sebaiknya Sung Il mencampur kedua bahasa. Sung Il mencobanya dan langsung sukses dalam satu kali percobaan.


Setelah itu Sung Il harus pergi ke Samjin untuk menemui Sang Joon. Sesuai rencananya Jung Do, Sung Il memberitahu Sang Joon bahwa kantor pusat General Martin tidak tertarik untuk melanjutkan kontrak kerjasama dengan Samjin. Dengan begitu Sang Joon akan cemas akan kehilangan uang puluhan juta dollar.

Lalu Sung Il akan menawarkan kesepakatan dengan meminta Sang Joon untuk memberikan uang 18 juta untuk masing-masing direktur General Martin yang totalnya 5 orang, jadi total 90 juta dollar. Hanya jika Sang Joon menyetujuinya maka dia akan memastikan kontrak Samjin akan lolos tanpa halangan.


Choi Sang Joon tertawa tak percaya mendengar jumlah yang diminta Sung Il itu. Tapi tiba-tiba muncul beberapa orang polisi yang datang untuk menangkap Sang Joon atas tuduhan penggunaan narkoba.

Tentu saja kedatangan polisi itu juga bagian dari rencana Jung Do, karena dia sudah menduga kalau Sang Joon tidak akan langsung setuju. Menurut informasi yang dimilikinya, Choi Sang Joon memang pernah diselidiki atas tuduhan penggunaan narkoba tapi ayahnya membantunya keluar.

Dan berhubung kali ini Choi Sang Joon hanya mereka jebak dan tidak lagi menggunakan narkoba, jadi dia bisa keluar dengan cepat. Akan tetapi waktu singkat ini harus mereka manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong Sang Joon agar dia mau menerima kesepakatan mereka.


Sung Il pun langsung pergi mengunjungi Sang Joon di tahanan dan pura-pura mempermasalahkan kasusnya Sang Joon ini lalu mendesak Sang Joon untuk mencari sponsor untuk mendapatkan dana 90 juta yang harus dia investasikan pada General Martin.

Sung Il terus berusaha mendesak dan meyakinkan Sang Joon bahwa Sang Joon akan untung berkali-kali lipat jauh lebih banyak daripada jumlah investasinya itu. Ini adalah rencananya Jung Do yang sukses dia terapkan pada Bang Ho Seok. Dan ternyata sukses juga Sung Il terapkan pada Sang Joon yang langsung terpengaruh dan akhirnya menyetujui permintaan Sung Il.


Sementara itu, Jung Do sendiri bertugas menjemput Martin Kim yang asli di bandara dengan pura-pura sebagai pegawai Samjin dan beralasan kalau dia datang menggantikan Sang Joon untuk pembaruan kontrak karena Sang Joon sedang perjalanan bisnis ke luar negeri.

Dengan cara ini mereka berdua akan sama-sama mendapatkan kontrak aslinya, tapi kedua orang yang bersangkutan itu tidak akan saling bertemu.


Selama beberapa hari berikutnya, Sung Il dan Jung Do sama-sama sibuk membicarakan bisnis dengan target mereka masing-masing hingga Jung Do akhirnya mendapatkan salinan kontrak asli dari Martin Kim yang kemudian dia serahkan pada Sung Il.

Setelah Sang Joon menyetempel kontrak itu, Sung Il langsung menyerahkannya pada Jung Do. Lalu keesokan harinya, Jung Do membawa kontrak itu pada Martin Kim. Sama seperti Sung Il, rencana Jung Do pun berjalan lancar dan Martin Kim langsung menandatanganinya. (Hmm... penipuan kali ini kok kesannya gampang banget yah?)


Setelah bertemu Sung Il dan meminta nomor rekening masing-masing direktur, Sang Joon pergi menemui Ketua Choi. Dia tak mengatakan apapun dan hanya menepuk bahu Sang Joon lalu pergi.


Keesokan paginya saat Sung Il baru tiba di kantor, dia mendapat telepon dari Walikota Chun yang menyuruh Sung Il untuk datang ke ruangannya.

Dalam perjalanan ke ruangan Walikota Chun, Sung Il ditelepon Sang Joon yang memberitahunya bahwa dia sudah mentransfer semua uangnya. Sung Il pun langsung mengabarkan masalah ini pada Jung Do dan meminta Jung Do untuk menyelesaikan sisanya sendiri karena dia harus menemui Walikota Chun sekarang.


Begitu Sung Il menghadapnya, Walikota Chun tiba-tiba bertanya "Apa menyenangkan? Bagaimana pertemuanmu dengan anaknya Ketua Choi Chul Woo? Apa dia mirip ayahnya?"


Pada saat yang bersamaan, Deok Bae kaget melihat meja kerjanya sedang digeledah oleh beberapa orang dan jaksa yang dulu memberinya data informasi Choi Chul Woo. Begitu melihat Deok Bae datang, Jaksa itu tiba-tiba berkata bahwa dia dengar kalau Deok Bae mengambil dokumen dari kantor kejaksaan dan memberikannya pada seorang penipu. Deok Bae pun langsung ditangkap.


Sementara itu, Ketua Choi tampak sedang main baduk dengan santai sambil memberitahu sekretarisnya bahwa selama bertahun-tahun hidupnya, dia belajar sesuatu. Terlalu peduli akan sesuatu bisa menjadi kelemahan yang bisa menjatuhkan seseorang. Orang yang terlalu menyukai sekolah, akan gagal karena sekolahnya. Orang yang terlalu menyukai wilayahnya, akan gagal karena wilayahnya. Orang yang terlalu peduli dengan keluarga, akan gagal karena anak-anak mereka.


Kembali ke balai kota, Walikota Chun melajutkan ucapannya "Ketua Choi... tidak punya anak" (OMO! Mereka dijebak!)

Walikota Chun mengaku bahwa semua ini sudah diatur oleh Ketua Choi untuk mendapatkan mereka. Karena itulah seharusnya Sung Il menuruti nasehatnya dan berhenti saja saat dia memperingatkannya waktu itu. Dia sudah memberi Sung Il kesempatan, kenapa Sung Il malah tidak mendengarkannya?

"Penipu yang bergaul denganmu, sepertinya punya dendam sangat besar pada Ketua Choi. Tidak seharusnya kau bergaul dengan orang seperti itu"


Sementara itu, Jung Do baru saja keluar dari apartemennya. Tapi saat sedang menunggu lift, Jung Do melihat bayangan dua orang yang sedang mengawasinya. Jung Do berusaha tetap tenang agar kedua orang itu tak curiga sambil pura-pura menelepon seseorang. Tapi kemudian dia langsung melarikan diri secepat mungkin lewat tangga darurat.

Cemas, Sung Il ingin berbalik pergi. Tapi Walikota Chun menghentikannya. Sudah terlambat jadi percuma saja jika sekarang Sung Il ingin menyelamatkan Jung Do.


Jung Do berhasil tiba di lobi dan mengunci pintu tangga dengan sabuknya. Tapi, bagaikan keluar dari mulut harimau, sekarang dia malah masuk ke mulut buaya. Lepas dari dua polisi itu, dia malah tertangkap oleh dua orang polisi lainnya yang sudah menunggu di lobi. Dia berusaha meronta dan melawan sekuat tenaga, tapi polisi itu langsung melumpuhkannya dengan tonjokan.


Di tempat lain, Komisaris Ahn didatangi oleh seseorang yang memberinya sebuah amplop. Aigoo, dia juga komplotan ternyata.


Di balai kota, Walikota Chun mengingatkan Sung Il bahwa segalanya tidak akan ada yang berubah, apa yang dia perangi adalah uang dan peperangan ini tidak akan berakhir selama uang tidak menghilang dari dunia ini.


Sementara itu, Ketua Choi ditelepon si jaksa yang berjanji akan mengurus segalanya. Ketua Choi senang dan mengajak si jaksa makan malam bersama kapan-kapan. Ketua Choi menutup teleponnya dan langsung tersenyum licik.


Sung Il jadi semakin panik dan cemas. Dia pamit untuk menemui Jung Do sekarang, tapi Walikota Chun malah menyuruh Sung Il untuk bersaksi melawan Jung Do di pengadilan. Hanya dengan mengorbankan Jung Do lah, Sung il akan bisa bertahan hidup.

Sung Il protes tak setuju, tapi Walikota Chun langsung membentak Sung Il "Aku tidak mau kehilangan orang-orangku lebih banyak lagi! Bersaksilah melawannya dan bertahan. Kau harus bertahan"

Ucapan itu mengingatkan Sung Il akan ucapan istrinya dulu hingga membuatnya semakin galau. Walikota Chun meminta Sung Il untuk menjadi dirinya yang dulu, bekerja dan hidup sederhana. Saat melihat Sung Il masih kalut dan bingung, Walikota Chun memberitahu Sung Il bahwa Jung Do sekarang mungkin sudah berpikir kalau Sung Il telah mengkhianatinya.


Tak tahan lagi, Sung Il langsung pergi ke kantor polisi dan mendapati Jung Do sudah berada di sana. Jung Do langsung menatap Sung Il dengan sinis dan bertanya "Kudengar kau menjualku?"

Sung Il hendak menjelaskan, tapi Jung Do tiba-tiba bergerak cepat menyerang Sung Il sampai mereka sama-sama terjungkal ke lantai dan Jung Do melabrak pengkhianatan Sung Il dengan penuh amarah "Kau bilang jangan mengkhianati satu sama lain!"

Beberapa polisi langsung menarik Jung Do dan menyeretnya saat Jung Do masih menjerit-jerit mengutuki Sung Il.


Sung Il kembali ke kantornya dalam keadaan stres hingga dia melampiaskannya dengan minum soju simpanannya. Setelah itu dia kembali menemui Walikota Chun untuk bertanya apakah dia sengaja menyuruh Komisaris Ahn untuk mengatakan semua itu padanya.

Walikota Chun membenarkannya, dia harus membuat Sung Il beraksi untuk mendapatkan mereka. Kalau begitu kenapa Walikota Chun malah ingin menyelamatkannya sekarang? tanya Sung Il. Walikota Chun beralasan kalau dia melakukan ini untuk membuat Sung Il jera. Hanya dengan begitu maka Sung Il akan tidak akan berulah lagi.

Menyerah, Sung Il akhirnya menyatakan kalau dia akan melakukan apa yang Walikota Chun minta "Aku akan bersaksi di pengadilan dan kembali menjadi Baek Sung Il yang dulu"

"Apa aku bisa mempercayainya?"

"Iya. Tapi sebagai gantinya, tolong selamatkan kantor pajak. Kaulah yang membuat departemen perpajakan. Pastikan itu tidak dihapus. Baru akan bersaksi seperti yang kau minta"


Pada hari persidangan Jung Do, Sung Il pergi ke pengadilan dengan penampilan rapi, Jung Do dibawa ke pengadilan dalam keadaan kedua tangan terikat bersama para narapidana lainnya, Walikota Chun dan Sung Hee sama-sama gelisah di tempat mereka masing-masing, sementara Ketua Choi tampak senang.


Pengadilan dimulai dengan Sung Il mengucap sumpah sebagai saksi dan tak melirik ke arah Jung Do sedikitpun. Jaksa bertanya apakah Sung Il mengakui aksi penipuan yang dilakukannya bersama Jung Do. Sung Il mengiyakannya. Jaksa bertanya apakah Jung Do sengaja mendekati Sung Il dengan iming-iming membantu Sung Il mendapatkan tunggakan pajak dari para wajib pajak.

Kali ini Sung Il berpaling menatap Jung Do tajam sesaat lalu lagi-lagi mengiyakannya dan mengakui bahwa dia bekerja sama dengan Jung Do untuk melakukan penipuan ilegal. Semua jawabannya membuat Jung Do tersenyum sinis, benar-benar tak menyangka Sung Il akan mengkhianatinya.


Hakim pun akhirnya memvonis Jung Do dipenjara selama 10 tahun. Sung Il hanya bisa tertunduk lesu mendengar vonis itu. Jung Do langsung berbalik dan menatap Sung Il tajam.

Bersambung ke episode 13

No comments :

Post a Comment