August 24, 2016

38 Task Force Episode 12 - 1



Sung Il pulang dengan membawa jeruk untuk keluarganya. Semua keluarganya sudah tidur setibanya dia di rumah, dia lalu masuk ke kamar ibunya untuk meletakkan beberapa jeruk di meja dan menyelimutinya. Ibu terbangun saat itu dan mencemaskannya.


"Semuanya baik-baik saja selama ibu sehat" ujar Sung Il.


Tak lama kemudian dia keluar lagi setelah mendapat panggilan telepon. Dalam perjalanan, Sung Il teringat masa lalunya.

Flashback,


Walikota Chun dan Komisaris Ahn datang melayat ke pemakaman Min Sik. Setelah mereka memberikan penghormatan terakhir mereka, Walikota Chun ingin mendekati Sung Il mungkin untuk memberikan kata-kata wejangan. Tapi sebelum Walikota Chun sempat mengatakan apapun, Sung Il langsung mencegahnya duluan dengan meminta Walikota Chun untuk tidak mengatakan apapun.


Walikota Chun dan Komisaris Ahn akhirnya keluar dan duduk minum-minum bersama para pelayat yang lain. Sung Il melihat mereka dari altar. Dan setelah berpikir sejenak, dia akhirnya memutuskan untuk menulis surat pengunduran diri.


Tapi sebelum Sung Il sempat memberikan surat itu pada Walikota Chun, istrinya mencegahnya dan mengingatkannya bahwa mereka masih harus tetap bertahan hidup. Sung Il melihat putri kecilnya dan akhirnya melepaskan surat pengunduran diri itu. Komisaris Ahn memanggilnya saat itu dan mengajaknya untuk minum bersama mereka, tapi Sung Il langsung pergi mengacuhkan mereka dengan kesal.

Flashback end,


Sung Il bertemu dengan Walikota Chun di sebuah kedai dan minum-minum bersama. Walikota Chun berkomentar bahwa mereka sudah cukup lama tidak minum-minum bersama seperti ini dan menyarankan agar mereka lebih sering melakukannya.


Setelah saling terdiam canggung sejenak, Walikota Chun akhirnya mengaku bahwa dia tahu tentang aksi Sung Il yang melakukan penipuan pada para penunggak pajak dan bertanya apakah Sung Il akan melakukannya sampai sejauh menarget Choi Chul Woo. Apa Sung Il akan melanjutkan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh Min Sik.

Sung Il tetap tenang walaupun Walikota Chun sudah mengetahui perbuatannya. Dia memberitahu Walikota Chun bahwa melakukan ini karena dia percaya bahwa semua orang wajib membayar pajak mereka.

Tapi Walikota Chun berpendapat lain, seandainya pun dulu Min Sik berhasil membuat Bang dan Ketua Choi membayar pajak, tetap saja tidak akan ada yang berubah. Dia juga benci dengan orang-orang itu, tapi apa boleh buat. Karena yang mereka perangi sebenarnya bukan wajib pajaknya melainkan uangnya.

"Selama uang tidak hilang dari dunia ini, peperangan ini tidak akan pernah berakhir" ujar Walikota Chun

"Jadi kau lelah dengan peperangan tak berujung ini dan memutuskan untuk memihak mereka" sindir Sung Il


Walikota Chun mengklaim bahwa selama 6 tahun pemerintahannya sebagai walikota, butuh waktu 4 tahun baginya untuk membersihkan kekacauan yang dibuat oleh walikota terdahulu. Sekarang dia baru saja mulai membangun Kota Seowon yang dia impian, kota Seowon yang diinginkan semua orang. Jadi dia tidak punya waktu untuk mengurusi peperangan yang tak berujung itu.

"Kau bahkan tidak berusaha" sindir Sung Il

Walikota Chun bersikeras mengklaim bahwa masyarakat tidak akan peduli dengan orang yang tidak membayar 100 juta, tapi mereka akan marah jika ada orang yang mengambil uang 100 ribu mereka. Masyarakat lebih mempedulikan masalah itu daripada uang 100 juta yang tidak mereka mengerti. Orang-orang seperti itulah yang harus mereka lawan.


Tapi di mata Sung Il, apa yang Walikota Chun sebut itu namanya pencurian. Mereka mencuri sedikit saat sedang memakai baju biasa dan mencuri banyak saat sedang memakai dasi, para politisi bahkan bisa mencuri sampai ratusan juta. Semua orang itu adalah pencuri, hanya pakaiannya saja yang berbeda.

Mendesah frustasi, Walikota Chun bertanya apakah Sung Il ingin berakhir seperti Min Sik. Sung Il tidak boleh berakhir seperti Min Sik, Walikota Chun tidak mau kehilangan orang-orangnya lagi. Karena itulah sebaiknya Sung Il berhenti sampai di sini dan kembali menjadi dirinya yang dulu, bekerja seperti layaknya para pegawai pemerintah lainnya. Dengan begitu Sung Il akan bisa bertahan hidup.

Sung Il memberitahu Walikota Chun bahwa di timnya ada seorang pegawai bernama Nona Chun dan dia pernah berkata hal yang sama seperti yang diucapkan Walikota Chun barusan... "Aku akan mengatakan padamu sama seperti yang pernah kukatakan padanya. Aku tidak akan menyerah hanya untuk bertahan hidup. Karena itu terlalu jelek"

Sung Il pun pamit pergi dengan alasan harus kerja pagi besok. Sementara Walikota Chun hanya bisa mendesah.


Keesokan harinya, Komisaris Ahn dibebaskan dari tahanan dan langsung mendapat telepon dari seseorang.


Sementara itu, Deok Bae mendatangi kantor jaksa untuk meminta file-nya Choi Chul Woo. Jaksa kaget mendengar permintaannya, apa Deok Bae tahu siapa itu Choi Chul Woo. Tentu saja Deok Bae tahu, tapi dia tetap menginginkan file itu.

"Apa sebenarnya rencanamu?" tanya Jaksa "Haruskah aku mempercayaimu atau tidak, aku sama sekali tidak bisa memutuskannya"

"Anda tidak harus mempercayaiku. Anggap saja seperti ini, nanah harus dikeluarkan agar kulit baru bisa tumbuh"


Sung Hee bertemu dengan Mi Joo di sebuah cafe. Setelah bimbang sesaat, Mi Joo memutuskan bahwa Sung Hee harus tahu kebenaran dengan Jung Do. Tepat setelah mereka putus dan Jung Do mengakui dirinya sebagai penipu pada Sung Hee, Jung Do langsung ditangkap dan dipenjara.

Jung Do tidak pernah berniat mendekati Sung Hee dengan tujuan menipunya "Dia benar-benar menyukaimu"

Sung Hee tercengang mendengarnya. Teringat kembali saat perpisahan mereka dulu, Sung Hee cepat-cepat berusaha melupakannya dan menahan emosinya. Kenapa sebenarnya Mi Joo memberitahukan masalah ini padanya sekarang? tanya Sung Hee.


"Karena aku tahu kalau oppa tidak akan memberitahumu. Unnie harus tahu kebenarannya, kau dulu sangat menyukainya"

"Entahlah. Begitukah?"

"Tentu saja, meski itu sangat menggangguku"

Tercengang mendengar pengakuan Mi Joo, Sung Hee menyadari kalau Mi Joo dulu juga menyukai Jung Do. Mi Joo mengoreksi, sampai sekarang pun dia masih menyukai Jung Do. Tapi sekarang dia memutuskan untuk melepaskan perasaannya itu dan mengklaim bahwa cinta bertepuk sebelah tangan itu, sama sekali bukan gayanya.

Mi Joo hendak pergi, tapi Sung Hee menghentikannya untuk bertanya apakah terjadi sesuatu antara Jung Do dengan Sung Il. Tapi Mi Joo hanya menjawabnya dengan senyum lalu pergi.


Jung Do mengunjungi ayahnya di penjara dan memberitahunya bahwa dia sudah menangani Bang, jadi sekarang hanya tinggal Choi Chul Woo. Deok Bae sedang mencari informasi tentangnya sekarang jadi mereka bisa segera mulai bekerja. Setelah mereka selesai menjatuhkan Ketua Choi nantinya, mungkin dia tidak akan bisa mengunjungi Ayah selama beberapa waktu. Karena itulah dia datang sekarang agar Ayah bisa melihat wajah putranya.

Saat itulah Ayah akhirnya mengangkat pandangannya dan menatap Jung Do. Dia dia cepat-cepat menunduk kembali dan berkata lirih "Maafkan aku, nak"


Jung Do hampir menangis mendengar suara Ayah, tapi dia berusaha keras menahan emosinya lalu pamit. Dengan mata berkaca-kaca, dia menyuruh Ayah untuk bicara lebih sering mulai sekarang. Ibu sudah pergi ke tempat yang lebih baik, dan Ayah pun sudah berusaha sebisanya. Setelah Jung Do pergi, Ayah menangis.


Setelah keluar dari penjara, Jung Do bertemu dengan Deok Bae yang memberinya berkas-berkas informasi Ketua Choi. Dia juga memberitahu Jung Do bahwa Sung Il sudah tahu kalau dialah yang membantu Jung Do. Dia bertanya-tanya apakah Jung Do benar-benar berencana akan menjebak Sung Il dan melarikan diri.

Menyesal karena segalanya jadi seperti ini, Deok Bae menyatakan bahwa sepertinya dia tidak akan bisa bertemu Jung Do lagi setelah semua ini selesai. Sudah seharusnya dia menyesal karena sudah mengkhianati teman yang dia miliki selama 30 tahun. Deok Bae pun pergi sementara Jung Do hanya bisa diam.


Sementara itu, Sung Il pergi ke penjara untuk mengunjungi Bang dan bertanya bagaimana rasanya hidup dibalik jeruji besi setelah selama ini dia hidup dengan memerintah orang lain. Tapi Bang sama sekali tidak tampak kesal ataupun sedih atas perlakuan majikannya yang telah melemparnya kedalam penjara.

Bahkan saat Sung Il melabraknya dengan menyuruhnya untuk memohon maaf pada semua orang yang selama ini Bang sakiti dan banyak orang lainnya yang telah dia tipu, Bang sama sekali tidak tampak peduli sedikitpun. Dia malah menuduh Sung Il berkata seperti itu hanya karena Sung Il merasa rencananya berjalan tidak semestinya setelah dikhianati oleh orang yang paling dia percayai.

Bang mengklaim bahwa mereka tidak akan bisa mengalahkan orang-orang kaya dan berkuasa sepertinya. Tidak ada yang namanya keadilan, jadi percuma saja jika Sung Il menghabiskan waktunya mengejar sesuatu yang tak terlihat.

Sementara orang-orang sepertinya hanya mengejar uang. Walaupun sekarang dia kehilangan 50 juta dan harus menghabiskan liburan sebentar di penjara, tapi dia akan segera keluar lagi dan menghasilkan uang 2 kali lipat lebih banyak dan bisa menikmati hidup lebih lama.


Sung Il pasti merasa ingin membunuh Jung Do yang sudah mengkhianatinya, sementara dia sama sekali tidak menyalahkan Ketua Choi yang mengirimnya ke penjara. Karena mereka tahu bahwa untuk menghasilkan lebih banyak, ada harga yang harus dibayar.

Dengan begitu para kaum miskin akan berpikir bahwa keadilan benar-benar ada di dunia ini. Dengan kepercayaan itu, kaum jelata akan bertahan untuk hidup dan mereka akan bisa memanen uang dari usaha para rakyat jelata itu.

"Kau benar-benar sampah" desah Sung Il

Tapi Sung Il yakin kalau Bang pasti merasa terintimidasi karena itulah dia banyak mengoceh. Bang akan dipenjara selama 6 tahun atas perbuatannya. Coba Bang pikirkan apa yang terjadi 6 tahun yang lalu. Dulu, mereka bahkan tidak bisa menyentuh Bang. Tapi lihatlah apa yang terjadi sekarang, lihatlah dimana Bang berada sekarang.

Akan ada begitu banyak hal yang berubah selama 6 tahun, tidak ada seorangpun yang akan tahu apa yang akan terjadi 6 tahun kemudian. Kalau Bang ingin bisa segera beradaptasi setelah dia keluar dari penjara nanti, maka Sung Il menyarankan agar sebaiknya Bang baca koran setiap hari.

Sung Il lalu beranjak pergi. Tapi sebelum itu dia ingat untuk memberikan satu saran lagi. Sebaiknya Bang tidak usah menanyakan nama-nama para penjaga penjara lalu berkata 'aku akan mengingat nama itu'. Karena jika Bang melakukan itu, dia hanya akan dapat pukulan.

Bang terkikik geli mendengarnya dan berkata "Akan kuingat kata-kata itu"


Begitu kembali ke kantor, Sung Il mendengar beberapa pegawai sedang bergosip bahwa Komisaris Ahn dipecat dan ketua tim divisi satu mengundurkan diri. Sung Il diam saja mendengar berita itu dan terus berjalan ke meja kerjanya dengan langkah lesu dan wajah stres. Sung Hee cemas melihat ekspresinya. Dia ingin mengatakan sesuatu pada Sung Il. Tapi tepat saat itu juga, Komisaris Ahn memanggil Sung Il ke ruangannya.

Komisaris Ahn yang tampak berantakan dan lesu, memberitahu Sung Il bahwa dia membutuhkan waktu 10 tahun untuk mencapai posisinya yang sekarang. Tapi hanya dalam waktu satu hari, dia kehilangan segalanya.

Sambil mengemasi barang-barangnya, dia memberitahu Sung Il bahwa dia melakukannya demi uang. Anaknya semakin tumbuh besar dan sekarang mereka tengah menanti kelahiran anak kedua mereka. Dengan desahan berat, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada istrinya, dan tidak tahu apa yang akan istrinya katakan tentang pemecatannya.


Dia menyesali ucapannya pada Sung Il karena awalnya dia mengira bahwa Sung Il lah yang telah membuatnya kehilangan pekerjaannya. Tapi sekarang dia menyadari kalau dia salah, Ketua Choi lah yang membuatnya dipecat. Baik dia, Sung Il 2 maupun Bang bisa menjadi ancaman bagi Ketua Choi. Karena itulah Ketua Choi memutuskan hubungan dengan mereka semua agar Ketua Choi bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

"Lalu siapa selanjutnya? Kau pikir siapa targetnya berikutnya?" tanya Komisaris Ahn meminta Sung Il untuk menebak.

Saat Sung Il tak bisa menjawab, Komisaris Ahn memberitahunya bahwa target Ketua Choi selanjutnya adalah departemen perpajakan ini. Kantor perpajakan ini akan disingkirkan tahun ini, itulah kesepakatannya. Sung Il terkejut mendengarnya.


"Aku tahu keterlaluan bagiku untuk mengatakan ini. Tapi Sung Il... kita saling melawan dan membenci satu sama lain, tapi tetap saja semua ini salah, iya kan? Setelah segala hal yang kulakukan demi melindungi departemen kita. Aku melakukan banyak pekerjaan kotor, tapi aku benar-benar berjuang demi tim"

Kesal dengan semua ini, Komisaris Ahn langsung menyuruh Sung Il untuk mendapatkan Ketua Choi. Tipu saja Ketua Choi, lakukan segala cara untuk mendapatkan hutang pajak Ketua Choi yang sebesar 100 juta dollar. Sung Il harus melakukan itu dan memutuskan hubungan antara Ketua Choi dengan Walikota Chun agar mereka bisa menyelamatkan departemen ini.

Komisaris Ahn tidak rela departemen ini menghilang begitu saja. Mereka mendapatkan departemen ini dari pada sunbae mereka, jadi mereka harus mewariskannya pada para hoobae mereka. Karena itulah mereka tidak boleh membiarkan orang-orang semacam Ketua Choi bersikap seolah dialah yang berkuasa atas mereka. Sung Il hanya bisa terdiam frustasi mendengarnya.


Jung Do sedang memata-matai seorang pengusaha muda yang tampak baru saja masuk ke sebuah gedung. Dari informasi yang ada di tangannya, Jung Do mendapati pria muda itu bernama Choi Sang Joon, anaknya Ketua Choi.

Salah satu informasi mengatakan kalau Choi Sang Joon dipanggil kejaksaan untuk diinterogasi, tapi tidak ada informasi lebih jauh. Jung Do langsung menelepon Deok Bae untuk mencari tahu kenapa sebenarnya Choi Sang Joon dipanggil kejaksaan.


Setelah selesai menelepon, Jung Do melihat sebuah buku tabungan tergeletak di jok sebelahnya. Setelah memikirkannya sejenak, dia pergi menunggu Sung Hee di tangga dekat rumahnya. Begitu bertemu Sung Hee, dia memberikan buku tabungan itu pada Sung Hee dan meminta Sung Hee untuk memberikannya pada Sung Il. Isi buku tabungan itu adalah pajak daerahnya Bang.

"Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?" tanya Sung Hee

"Tidak ada, aku hanya tidak tahu kemana aku harus mentransferkan uang ini. Baek Sung Il ahjussi sudah bersusah payah mendapatkan uang ini..."

"Uang yang dibuang dari atap, itu perbuatanmu, kan?"


Sung Hee mengaku kalau tadi dia bertemu Mi Joo yang memberitahunya kalau Jung Do tidak pernah bermaksud untuk menipunya, waktu itu Jung Do hendak ditangkap karena itulah Jung Do sengaja berbohong agar dia tidak terluka. Dia tidak mengerti kenapa baru mengetahuinya sekarang? Kenapa dia harus mengetahui kebenaran itu setelah Jung Do menikam punggung Sung Il? Jung Do hanya menunduk diam penuh penyesalan.

"Kau boleh menipu orang dengan apapun, tapi tidak seharusnya kau menggunakan perasaan mereka untuk menipu mereka. Karena orang lain itu akan terluka... dan kau pun akan kesepian"

Karena Jung Do sama sekali tak punya jawaban apapun, Sung Hee menyarankan agar sebaiknya Jung Do memberikan buku tabungan itu langsung pada Sung Il. Sung Hee merasa itulah cara yang benar. Sung Hee pun pergi. Tak lama setelah itu, Jung Do ditelepon Deok Bae yang memberitahunya bahwa dia sudah mendapatkan informasi yang Jung Do minta.


Sung Il termenung di meja kerjanya, memikirkan ucapan Komisaris Ahn bahwa departemen perpajakan ini akan dibubarkan tahun ini. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantor, Sung Il melihat kursi kosong yang dulunya ditempati Chang Ho, meja kerja kosong yang dulunya milik Ketua Kang, dia terkenang akan perdebatan mereka dengan Sang Ho dulu, dia melihat para pekerja lain yang belum tahu tentang akan adanya pembubaran departemen ini, hingga pandangannya berakhir pada papan slogan departemen mereka 'Kejar sampai akhir dan kumpulkan semuanya'.


Dalam perjalanan keluar kantor, Deok Bae meneleponnya dan menyuruhnya untuk pergi ke sebuah taman bermain karena dia akan bertemu Jung Do di sana. Setibanya taman bermain itu, Sung Il menyindir kenapa Deok Bae melakukan ini? Apa Deok Ba merasa menyesal?

"Sung Il-ah, apa kau tahu kapan kau kelihatan paling bahagia. Baru-baru ini. Saat kau menipu orang-orang yang tidak membayar pajak mereka, kau tampak sangat bahagia. Aneh kan? Aku tahu kau kecewa padaku dan Jung Do. Tapi jangan kecewa pada dirimu sendiri, kau tidak bersalah"

"Aku menipu orang-orang. Bagaimana bisa aku tidak salah?"


Deok Bae mengklaim bahwa dunia ini tidak hanya memiliki orang-orang baik dan orang-orang jahat saja, ada juga orang-orang yang setengah-setengah seperti mereka. Sung Il tak setuju, Deok Bae bukan setengah jahat, tapi sangat-sangat jahat karena dia sudah berbohong pada teman lamanya.

Deok Bae hendak membela diri, tapi tepat saat itu juga dia melihat Jung Do datang dan berjalan masuk ke taman bermain. Sung il pun beranjak keluar. Deok Bae terlebih dulu menasehati Sung Il untuk tidak terlalu keras pada Jung Do. Mereka berdua sama-sama memiliki kisah sedih jadi seharusnya mereka saling memahami.

Bersambung ke part 2

No comments :

Post a Comment