August 21, 2016

38 Task Force Episode 11


Marilah kita kembali ke saat Jung Do menelepon ke penjara lalu Tuan Kim memberitahu Ketua Wang bahwa Jung Do sudah mulai beraksi sekarang.


Sementara itu, Walikota Chun bersama Komisaris Ahn dalam perjalanan pergi menemui Bang. Walikota Chun bertanya-tanya, kenapa Bang ingin bertemu dengannya. Komisaris Ahn menduga mungkin karena beberapa hari yang lalu dia membantu Bang mengurus sesuatu melalui jaksa temannya Sung Il 2.



Setibanya di restoran, Walikota Chun tercengang mendapati bukan hanya Bang yang ada di sana, tapi juga Ketua Choi di sana. Mereka kemudian makan bersama dalam diam, Walikota Chun ingin langsung to the point tapi Ketua Choi bersikeras mau makan dulu baru bicara.


Sementara itu, Jung Do diantarkan oleh seseorang misterius dan tampaknya orang misterius itu sudah tahu rencana Jung Do dilihat dari caranya menepuk bahu Jung Do untuk menyemangatinya. Dia lalu menurunkan Jung Do di depan rumah Bang, Jung Do berterima kasih pada orang misterius itu lalu keluar.


Jung Do memencet bel pintu rumah Bang dan pada Istrinya Bang, dia memperkenalkan dirinya sebagai putranya Kim Kyung Ae. Hmm... sepertinya nama itu cukup berpengaruh dilihat dari reaksi terkejut Istrinya Bang.


Setelah mereka selesai makan, Ketua Choi langsung menyuruh Bang keluar karena dia ingin bicara empat mata dengan Walikota Chun. Bang langsung protes ingin tetap di sini. Tapi begitu Ketua Choi melempar tatapan tajam padanya, Bang langsung menurut dan keluar.


Bang keluar dengan wajah cemberut kesal lalu duduk bersama Komisaris Ahn yang bertanya-tanya apakah Bang memberitahu Ketua Choi tentang penipuan itu. Bang menyangkalnya, tapi kemudian dia mendapat telepon dari istrinya yang membuatnya terkejut dan cemas. Dia langsung pergi saat itu juga, bahkan tanpa pamitan dulu pada Ketua Choi.


Walaupun Bang menyangkal memberitahu Ketua Choi tentang penipuan itu, nyatanya Ketua Choi sudah tahu tentang penipuan yang dilakukan bawahan Walikota Chun itu. Dia bertanya kenapa Walikota Chun tidak memberitahunya... "Apa karena putrimu? Apa kau cemas putrimu terlibat dalam hal itu?"


Walikota Chun tampak cemas mendengar putrinya disinggung, dan sesaat kita beralih melihat Sung Hee di kantor (Err... Sung Hee, putrinya Walikota Chun?).


Ketua Choi bertanya apakah Walikota Chun diam demi melindungi putrinya. Saat Walikota Chun terus terdiam tak menyangkal sedikitpun, Ketua Choi memperingatkan Walikota Chun bahwa dia bisa mengganti posisi Walikota Chun dengan mudah. Karena itulah Walikota Chun tidak boleh lagi membuat kesalahan seperti ini. Diamnya Walikota Chun ini bukan cuma sekedar kesalahan, tapi juga pengkianatan.


Setelah itu, mereka keluar dan mendapati hanya Komisaris Ahn yang ada di sana. Komisaris Ahn memberitahu mereka bahwa Bang sudah pulang karena ada urusan mendesak. Ketua Choi dan Walikota Chun sama-sama heran mendengar Bang sudah pergi duluan bahkan tanpa pamit. Mencemaskan Bang, Ketua Choi menyuruh anak buahnya untuk mengecek apa yang terjadi pada Bang.


Bang pulang dan mendapati Jung Do sudah menunggunya di ruang tamu. Bang tertawa melihat Jung Do, putra mantan pegawainya dulu. Apa Jung Do mendekatinya untuk membalas dendam ibunya? tanya Bang. Jung Do langsung membenarkannya. Tapi bukan cuma membalas dendam ibunya, dia juga ingin membalas dendam demi ayahnya. Tidak seharusnya Bang melakukan itu pada ayahnya.


Tapi Jung Do mengklaim tidak ada gunanya membicarakan masa lalu, jadi sebaiknya mereka membicarakan tentang pekerjaan sekarang. Jung Do lalu memberitahu Bang tentang aksi mereka yang sudah mengambil dan menjual semua barang antik milik Putrinya Bang selama 2 hari dia dan Sung Il dipenjara. Pada saat yang bersamaan, Sung Il juga memberitahukan hal yang sama pada Min Ah.

"Panggilan pagi yang mengejutkan, bukan? Kau menipu orang untuk mendapatkan uang itu, lalu kau tertipu dan kehilangan uang itu"

Saat itu juga Bang menerima telepon dar Min Ah yang kemudian mengalihkannya pada Sung Il yang menyatakan bahwa tunggakan pajak Bang senilai 50 juta dollar, terbayar lunas. Bang tertawa mendengarnya.


Berpaling ke Jung Do setelah mematikan teleponnya, Bang memuji kepintaran Jung Do yang jauh pintar daripada orang tuanya. Tapi sepertinya Jung Do tak tahu kalau dia tetap bisa mendapatkan uang pajaknya kembali karena dia kenal dekat dengan Walikota Chun.

Mendengar itu, Jung Do tampak lesu sesaat. Tapi kemudian dia menelepon Sung Il untuk memberitahunya bahwa dia tidak akan membayarkan uang pajaknya Bang karena dia akan menggunakan uang pajaknya Bang untuk sesuatu yang lain dan dia serius dengan ucapannya ini. Dia lalu mematikan teleponnya dan meninggalkan Sung Il yang marah, panik dan kebingungan.


Jung Do lalu berpaling kembali ke Bang dan bertanya "Apa yang akan kau lakukan sekarang? Teman dekatmu tidak bisa mengembalikan uang itu"

Jadi sekarang kalau Bang ingin mendapatkan uangnya kembali, maka satu-satunya cara adalah dengan berurusan dengannya. Saat Bang hanya diam, Jung Do menuntut Bang untuk minta maaf padanya, meminta maaf karena Bang telah mengkambinghitamkan ibunya dan membuat ibunya masuk penjara saat perusahaan MLM ilegalnya Bang memburuk.

Jung Do juga menuntut Bang untuk meminta maaf atas apa yang dia lakukan pada ayahnya, Detektif Yang. Waktu itu ayahnya Jung Do lah yang menyelidiki kasus itu, tapi Bang mengkambinghitamkan ayahnya dan memejarakannya atas tuduhan penyuapan. Dalam flashback, Ayahnya Jung Do tiba-tiba ditangkap dan sepertinya Jae Sung mengkhianatinya.

"Minta maaflah dan semua ini akan berakhir" perintah Jung Do

Jika Bang tidak mau kehilangan uang hasil penjualan barang antik putrinya yang senilai 50 juta dollar, maka sebaiknya dia jangan keras kepala. Dia akan mengembalikan uang itu jika Bang mau meminta maaf. Tapi bukannya meminta maaf, Bang malah memaki Jung Do.


Dalam keadaan panik dan bingung, Sung Il menelepon Burner untuk mengabarkan pengkhianatan Jung Do ini. Burner, Keyboard dan Mi Joo tampaknya tak tahu menahu tentang masalah ini karena dia juga benar-benar terkejut mendengarnya. Tapi seingatnya, Jung Do juga tidak memiliki uang itu. Uang itu dipegang Nyonya Noh.


Kesal dengan makian Bang, Jung Do langsung menelepon Nyonya Noh dan memberitahunya untuk melanjutkan rencana mereka saja, sepertinya Bang tidak membutuhkan uangnya. Nyonya Noh mengerti dan berkata kalau ini butuh waktu 5 menit. Bang mulai panik mendengar waktu 5 menit itu, apa yang sebenarnya Jung Do rencanakan?

Jung Do hanya mengklaim kalau 5 menit itu adalah sisa waktu yang Bang miliki. Jika Bang tidak meminta maaf maka dia akan kehilangan tiap 10 juta per menit. Apa Bang masih belum mau minta maaf sekarang?


Bukannya menurutinya, Bang malah masih bersikeras dengan keangkuhannya. Bahkan mengklaim kalau dia adalah orang yang sangat berkuasa dan bisa mengakhiri hidup Jung Do hanya dengan satu panggilan telepon.


Jung Do tentu saja tak takut sedikitpun dengan ancamannya lalu beranjak pergi. Seketika itu pula Bang mulai benar-benar panik dan gelisah hingga akhirnya memutuskan untuk menyingkirkan harga dirinya dan meminta maaf tapi dengan suara pelan.

"Katakan dengan sopan" perintah Jung Do

Bang diam tak segera menurutinya, Jung Do pun langsung berbalik pergi tapi Bang cepat-cepat mencegahnya. Sembari menelan harga dirinya, Bang akhirnya meminta maaf dengan bahasa yang sopan dan hormat atas apa yang telah dia lakukan pada ibu dan ayahnya Jung Do.

Tapi Jung Do tak menyukainya karena permintaan maaf Bang itu tidak terdengar tulus. Jung Do mengingatkannya bahwa mereka pernah bertemu dulu, tapi sepertinya Bang tidak mengingatnya. Apa Bang tidak ingat akan apa yang pernah Bang katakan padanya dulu?

Flashback,


Setelah Detektif Yang resmi divonis penjara, Detektif Yang berusaha menghampiri Jung Do tapi para penjaga menahannya dan menyeretnya menjauh. Jung Do pun ditahan oleh Jae Sung. Ayah dan anak itu menangis sementara Bang menyaksikan segalanya dengan senyum puas.

Setelah Ayah dibawa pergi, Bang menghampiri Jung Do dan dengan entengnya berkata "Jangan bersedih. Itulah hidup, kau harus menanggungnya"

Flashback end,


Karena Bang sepertinya sudah lupa, Jung Do pun memutuskan untuk mengulang ucapan Bang padanya dulu "Jangan terlalu bersedih. Itulah hidup, kau harus menanggungnya"

Panik, Bang langsung berlutut di hadapan Jung Do dan meminta maaf berkali-kali, menyatakan bahwa dia benar-benar menyesal dan akan selamanya hidup dalam rasa bersalah.


Di tempat lain, Nyonya Noh dan sekretarisnya naik ke sebuah atap gedung dimana ada dua orang bodyguard sedang menjaga beberapa tumpuk kardus berisi uang. Mereka menatap ke depan, ke beberapa gedung lainnya dimana tampak beberapa bodyguard sedang menjaga beberapa tumpuk kardus berisi uang di masing-masing atap gedung.


Jung Do cuma diam menatap Bang. Nyonya Noh menelepon dan bertanya apa yang harus dia lakukan. Jung Do mengalihkan perhatiannya kembali pada Bang dengan tatapan benci lalu memberitahu Nyonya Noh untuk membuangnya. Bang langsung ngamuk dan mencekik Jung Do.


Nyonya Noh mendesah mendengarnya lalu memerintahkan sekretarisnya untuk membuang semua uang-uang itu. WOW!!! Sekretaris memberi perintah lewat walkie talkie, para bodyguard itu pun langsung membuang semua uang itu dari atap gedung dan jadilah jalanan kebanjiran hujan uang. KEREN!


Jung Do melepaskan cekikan Bang dengan mudah, memberitahu Bang bahwa semua uang itu harus kembali ke asalnya lalu pergi meninggalkan Bang yang menjerit-jerit histeris. Sementara Bang menjerit-jerit bagai orang gila, para pejalan kaki kedapatan rezeki nomplok dan mengambili uang-uangnya Bang.


Sung Il mencari Jung Do ke gudang, tapi tak ada yang tahu dimana keberadaannya. Burner juga sudah berusaha meneleponnya tapi Jung Do tidak bisa dihubungi.


Berita tentang hujan uang itu langsung jadi headline news yang menghebohkan para penontonnya. Deok Bae dan Sung Hee pun menonton berita itu di kantor masing-masing. Pada saat yang bersamaan, Walikota Chun mendapat kabar buruk tentang Bang.


Setelah keluar dari rumah Bang, Jung Do menghubungi Nyonya Noh dan berterima kasih atas bantuannya. Nyonya Noh berkata bahwa dia hanya melakukan apa yang diperintahkan Ketua Wang padanya, jadi Jung Do tidak perlu berterima kasih padanya.

Tapi tetap saja Jung Do merasa berterima kasih pada Nyonya Noh dan titip pesan ucapan terima kasih untuk sekretarisnya juga. Nyonya Noh bertanya-tanya apakah Sung Il akan baik-baik saja.

Jung Do terdiam sesaat sebelum menjawab "Apa boleh buat, semua sudah terjadi"

"Kalau begitu kuberitahu kau sekarang. Aku membantumu karena Ketua Wang. Aku mau melakukannya sampai sejauh ini karena Ketua Wang. Jadi jangan mengharapkan bantuanku lagi. Kau harus mencari jalanmu sendiri"

"Baiklah, aku tidak akan meneleponmu lagi sampai aku mati" janji Jung Do


Sung Il melampiaskan stresnya dengan minum-minum di apartemennya Jung Do yang sedang kosong saat itu. Mi Joo membantu membuang botol-botol kosongnya. Mi Joo juga tak menyangka Jung Do akan mengkhianatinya padahal dia tetap membantu Jung Do walaupun dia diancam Jae Sung. Mi Joo lalu pamit, mungkin mereka tidak akan bertemu lagi mengingat polisi sedang mengejarnya sekarang.

Sung Il mendesah frustasi dengan pengkhinatan Jung Do, sekarang dia tidak akan bisa menghadapi mendiang Min Sik, Chang Ho dan Ketua Kang. Tapi Mi Joo meminta Sung Il untuk tidak terlalu membenci Jung Do karena Jung Do tidak mengambil uang itu untuk dirinya sendiri. Anggap saja Jung Do memberikan uang itu langsung ke masyarakat tanpa melalui pejabat publik.


Setelah menonton berita itu, Ketua Choi langsung mendatangi Walikota Chun di balai kota dan bertanya apa yang akan Walikota Chun lakukan sekarang. Saat Walikota Chun tak bisa menjawab, Ketua Choi memutuskan untuk memotong ekor mereka terlebih dulu. Jika pemerintah menyelidiki sumber uang itu maka penyelidikan itu pasti akan mengarah padanya.


Karena itulah, langkah pertama Ketua Choi adalah dengan menyingkirkan Bang dan memenjarakannya atas bisnis MLM ilegalnya yang pastinya akan membuat Bang tinggal cukup lama di penjara. Untuk lebih meyakinkan, dia juga akan membuat anak-anak Bang bergabung bersama ayah mereka.

Setelah itu giliran Walikota Chun yang harus memutus ekor mereka di balai kota Seowon dengan memenjarakan Sung Il dari divisi satu dan Komisaris Ahn. Mereka ditahan karena berusaha mengeluarkan Jae Sung dari penjara dengan menggunakan koneksi jaksa kenalan mereka.

Setelah memenjarakan semua orang itu maka target berikutnya adalah Sung Il. Ketua Choi bertanya apa yang akan Walikota Chun lakukan untuk menangani Sung Il, sepertinya Sung Il itu sudah diperdaya oleh penipu. Walikota Chun berkata bahwa dia sendiri yang akan mengurus masalah Sung Il.


Tapi kemudian Ketua Choi malah mengusulkan sesuatu yang lebih ekstrem "Kenapa tidak kau bubarkan saja tim pengumpul pajak?"

Walikota Chun terkejut dan memberitahu Ketua Choi bahwa usul itu terlalu sulit dilakukan mengingat masyarakat sangat menyukai tim pengumpul pajak. Tapi Ketua Choi langsung menyela dan mengklaim bahwa apa yang dia lakukan untuk kota ini dan juga untuk Walikota, besarnya lebih daripada tunggakan pajaknya yang senilai 100 juta dollar.

Dia memberitahu Walikota Chun bahwa masyarakat bukan untuk dilindungi tapi diperintah. Pura-pura saja mendengarkan dan menghormati masyarakat, dengan begitu masyarakat akan bisa diperintah dengan mudah. Ketua Choi mengklaim bahwa orang-orang sepert merekalah yang paling berjasa memberi makan pada masyarakat. Karena itulah, Ketua Choi memerintahkan Walikota Chun untuk membubarkan tim pengumpul pajak sebelum akhir tahun.


Semuanya terjadi sesuatu keinginan Ketua Choi. Bang dan kedua anaknya ditangkap, begitupun dengan Sung Il 2 dan Komisaris Ahn.

Sung Il baru saja kembali ke kantor bersamaan dengan Komisaris Ahn yang dibawa pergi polisi. Kesal, Komisaris Ahn langsung memberontak dari cengkeraman polisi dan menuduh Sung Il sebagai pelakunya. Saat Sung Il cuma diam, Komisaris Ahn bersumpah akan memberitahu polisi segalanya.


Setelah Komisaris Ahn dibawa pergi, Sung Il duduk termenung di luar. Sung Hee meneleponnya tak lama kemudian. Sambil menonton siaran berita hujan uang, Sung Hee bertanya apakah Sung Il baik-baik saja. Mungkin Sung Hee berpikir kalau hujan uang itu perbuatan Sung Il. Sung Il meyakinkannya kalau dia baik-baik saja lalu menutup teleponnya.


Burner dan anak buahnya mengawasi gedung kantor Nyonya Noh. Begitu melihat Nyonya Noh datang, dia langsung melapor ke Sung Il. Sung Il pun langsung beranjak pergi ke sana. Sementara Sung Il sedang dalam perjalanan ke kantor Nyonya Noh, Burner dan anak-anak buahnya lalu masuk kedalam kantornya Nyonya Noh dengan membawa tongkat. Keyboard juga ikut tapi tampak jelas dia ketakutan dan ragu.


Tapi baru tiba di lobi, mereka sudah dihadang oleh sekumpulan sekuriti. Sekretaris muncul tak lama kemudian dan memperingatkan mereka untuk pergi atau mereka akan terluka. Tentu saja Burner dan anak-anak buahnya tidak ada yang takut dengan ancamannya, malah Keyboard yang langsung mundur ketakutan lalu kabur.

Saat Burner masih ngotot menuntut bertemu Nyonya Noh, Sekretaris langsung memerintahkan para bodyguard untuk turun tangan. Jadilah Burner dan anak buah-buahnya bertarung dengan para bodyguard-nya Nyonya Noh.


Sung Il akhirnya tiba di kantornya Nyonya Noh tak lama kemudian. Tapi malah mendapati Burner dan anak buahnya sedang berjejer di lantai dengan kepala lebam-lebam dan tangan terangkat kayak anak kecil yang sedang dihukum. Para bodyguard itu juga langsung mendekati Sung Il, tapi Sekretaris datang saat itu dan mengajak Sung Il masuk untuk menemui Nyonya Noh.


Sung Il langsung menanyakan keberadaan Jung Do, tapi Nyonya Noh mengaku tak tahu. Lalu kenapa Nyonya Noh mengkhianati mereka? tanya Sung Il. Nyonya Noh meralat, dia hanya melakukan perintah ketuanya jadi dia tidak mengkhianati siapapun. Dia benar-benar tidak tahu dimana Jung Do berada sekarang, tapi mungkin ada orang lain yang mengetahuinya.

Nyonya Noh lalu memberitahu Sung Il tentang saat semua orang ditahan di dalam penjara oleh Jae Sung dan Jung Do dipaksa untuk melanjutkan penipuannya pada Ma Jin Seok agar Jae Sung punya bukti untuk memenjarakan Jung Do. Saat itu terjadi, ada orang misterius yang meneleponnya dan memintanya untuk membantu Jung Do.


Nyonya Noh memberitahu Sung Il bahwa walaupun ketuanya berada di sisi Jung Do, tapi dia sendiri ada di sisi Sung Il karena Sung Il adalah orang yang baik. Karena itulah, dia kemudian memutar rekaman telepon orang misterius itu lalu keluar meninggalkan Sung Il yang terperangah mendengar suara Deok Bae meminta Nyonya Noh untuk menolong Jung Do.


Sung Il langsung pergi ke kantor polisi untuk mengkonfrontasi Deok Bae. Dia langsung to the point menyinggung masalah file berisi data-data korbannya Jung Do yang waktu itu Deok Bae bilang didapatkan oleh salah seorang rekan polisinya yang bernama Park Doo Gil. Tapi dia sudah menelepon Unit Investigasi Regional dan mereka berkata bahwa tidak ada polisi bernama Park Doo Gil. Deok Bae langsung terdiam seperti seseorang yang baru saja kepergok berbohong.

"Apa sebenarnya hubunganmu dengan Yang Jung Do?" tanya Sung Il "Deok Bae-ah, kau adalah temanku. Kau bukan temannya Yang Jung Do, kau temanku"

Deok Bae berusaha mengajak Sung Il bicara di luar, tapi Sung Il langsung membentak Deok Bae dan bersikeras memaksa Deok Bae untuk mengaku di sini sekarang juga. Dan saat Deok Bae masih tak mau menjawabnya, Sung Il langsung menghajar Deok Bae.


Beberapa saat kemudian, kedua pria itu duduk bersama di kedai dimana Deok Bae akhirnya memberitahu Sung Il tentang kebenarannya. Jung Do adalah putra mentornya, Detektif Yang.


Dulu saat dia masih baru bergabung dalam kepolisian, dia bersama Detektif Yang dan Jae Sung tergabung dalam satu tim. Mereka bekerja sama dengan baik dan prestasi kerja mereka pun cukup baik.


Hingga suatu hari, Deok Bae memperhatikan Detektif Yang tampak tidak fokus kerja. Dia bertanya ada apa, dan Detektif Yang memberitahunya bahwa sepertinya istrinya terkena skema piramida. Mereka bertiga pun bekerja sama untuk menyelidiki kasus ini.

Penipuan skema piramida itu adalah perusahaan Woohyang Group dan dari penyelidikan, mereka mendapati korbannya ada lebih dari 10.000 orang dan jumlah uangnya mencapai ratusan juta dollar. Baik polisi maupun wartawan sangat tertarik dengan kasus yang mereka tangani ini.


Tapi kemudian, Istrinya Detektif Yang dikambinghitamkan dan dipenjara atas tuduhan melakukan praktek MLM ilegal. Lalu setelah itu, Jae Sung mengkhianati mereka dengan membuat Detektif Yang dipenjara atas tuduhan menerima suap.


Jung Do mulai membuat rencana untuk membalas dendam orang tuanya, tapi aksinya cepat ketahuan Jae Sung. Dan hanya dalam waktu beberapa bulan, satu keluarga itu masuk kedalam penjara. Deok Bae mengaku cukup terkesan dengan aktingnya Jung Do.

Jung Do menyadari bahwa jika mereka mengetahui rencananya untuk balas dendam maka dia akan dipenjara selama bertahun-tahun. Karena itulah saat Jae Sung menginterogasinya, dia pura-pura bodoh dan mengklaim bahwa dia ingin menipu Woohyang Group hanya karena dia dengar mereka punya banyak uang, tidak ada alasan lain.


Sung Il menduga kalau Jung Do pasti merencanakan balas dendamnya selama dia dipenjara. Dia merencanakan sebuah rencana besar yang harus dilakukannya dengan hati-hati agar dia tidak mudah ditangkap lagi. Sung Il akhirnya menyadari bahwa dia memang sudah menjadi bagian dari rencana Jung Do sejak awal, karena dia juga orang yang punya dendam terhadap Bang.

Sung Il menyadari kalau Jung Do tidak pernah salah mengira dia dengan Baek Sung Il dari divisi satu, Jung Do sudah menargetnya sejak awal dan Deok Bae memang sengaja mendorongnya untuk mau bekerja sama dan menerima usul Jung Do untuk menipu Ma Jin Seok.

Kesal, Sung Il langsung menuduh Deok Bae memanfaatkannya untuk membantu Jung Do balas dendam pasti karena Deok Bae mengira dia orang tolol yang bisa dipermainkan dengan mudah dan Jung Do bisa mengkambinghitamkannya jika sampai terjadi sesuatu yang salah dengan rencananya.


Deok Bae langsung protes, bukankah Sung Il juga punya dendam pada Bang dan Ketua Choi. Setiap kali mabuk, Sung Il selalu berkata kalau dia mau membalas dendam atas kematian Min Sik. Tapi tetap saja Deok Bae tidak seharusnya melakukan itu padanya, pada temannya sendiri.

"Aku akan menangkap si brengs*k Jung Do itu" Sung Il bersumpah.


Di tempat lain, Ketua Choi baru pulang. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba dia berhenti karena merasakan sesuatu yang aneh. Entah apa yang dia pikirkan, tapi semenit kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali. Tak jauh dari sana, Jung Do menatap Ketua Choi, targetnya selanjutnya.

Bersambung ke episode 12

No comments :

Post a Comment