August 18, 2016

38 Task Force Episode 10 - 2


Sambil bergaya bak pakar barang antik, Sung Il menyatakan bahwa artefak keramik itu tidak seharusnya ada di sini, seharusnya barang ini ada di dalam museum karena ini adalah barang bersejarah yang bernilai tinggi. Dia hendak bercerita pada mereka tentang sejarah artefak ini di Cina, tapi Bang bersaudara tak peduli sedikitpun tentang sejarahnya dan lebih tertarik mengetahui harga barang ini.

"Ini setidaknya bernilai sekitar... 500.000 dollar" ujar Sung Il



Bang bersaudara langsung melongo dan Jung Do langsung membanggakan bisnisnya yang dia klaim bisa mengubah uang 100.000 dollar menjadi 500.000 dollar. Setelah selesai, Min Ah dan Sung Il pergi duluan tapi kemudian Min Ah mengajak Sung Il ke suatu tempat untuk menunjukkan sesuatu.


Sementara itu, Ho Seok masih bersama Jung Do. Sekarang dia benar-benar kagum pada Jung Do dan bisnisnya. Jung Do lalu to the point membicarakan masalah investasi. Sama seperti sebelumnya, Ho Seok tidak cukup tanggap tentang kisaran investasi yang harus dia berikan pada Jung Do dan langsung tercengang saat menyadari kalau dia harus menginvestasikan 30 juta dollar.

Saat Ho Seok mengaku kalau dia harus meminjam uang untuk investasi sebanyak itu, Jung Do langsung menyemangatinya untuk meminjam uang karena keuntungan dari bisnis ini sangat besar. Dia bahkan menawarkan diri untuk meminjami Ho Seok uang, tapi tentu saja langsung ditolak oleh Ho Seok. Setelah bimbang sesaat, Ho Seok akhirnya membulatkan keputusan untuk meminjam uang.


Min Ah ternyata mengajak Sung Il ke rumahnya untuk minum teh. Min Ah lalu bertanya kapan dia bisa melihat barang antik yang akan datang ke Pelabuhan Busan. Sung Il berkata sekitar 2 minggu lagi, dia sudah memberitahu temannya untuk fokus pada vas keramik.

Lalu berapa harganya? tanya Min Ah. Sung Il berkata bahwa setelah mengurangi semua biaya, maka uang yang harus Min Ah bayar adalah 20 juta dollar tapi dia akan mendapatkan  untung 3 kali lipat. Min Ah lalu mengajak Sung Il untuk mengikutinya.

Dalam perjalanan ke salah satu sudut rumah, Min Ah memberitahu Sung Il bahwa dia bukanlah orang yang mudah mempercayai orang lain. Saat manusia semakin menua, akan semakin banyak hal yang mereka sembunyikan. Mereka menyembunyikan emosi mereka dan kerutan mereka. Tapi barang antik berbeda. Walaupun mereka pecah atau berubah warna, tapi mereka tetap menunjukkan diri mereka yang sebenarnya.


Mereka kemudian sampai ke sebuah area di ruang bawah tanah yang dijaga oleh bodyguard. Min Ah mengambil sebundel kunci dan memilih salah satunya. Dari belakangnya, Sung Il diam-diam memperhatikan kunci yang Min Ah pilih untuk membuka ruangan itu.


Pintu terbuka dan Min Ah menunjukkan sebuah ruangan khusus tempatnya menyimpan berbagai barang antik berharga yang telah dikumpulkannya selama 20 tahun. Orang-orang mengatakan bahwa semua barang ini adalah asli. Dan sekarang dia meminta Sung Il untuk menilai semua barang ini untuknya, dia berjanji akan membayar mahal untuk jasa Sung Il. Dia menyatakan bahwa dia mempercayai Sung Il karena sekarang mereka adalah sekutu.


Shim, bawahan barunya Komisaris Ahn yang baru saja diangkat menggantikan Ketua Kang, diam-diam membuntuti Sung Il dan langsung melapor setelah melihat Sung Il keluar dari rumah Min Ah. Komisaris Ahn langsung melaporkan informasi ini pada Walikota Chun.


Bersama-sama, mereka pergi mendatangi tim divisi 3. Tak tampak Sung Il di meja kerjanya, pak walikota pun langsung bertanya dimana ketua mereka. Karena kedua rekannya tak ada yang tahu, Sung Hee pun cepat-cepat berbohong mengatakan bahwa Sung Il sedang pergi ke kantor wilayah untuk mengambil beberapa file.

Tak percaya, Walikota Chun langsung mendekat dan bertanya apakah Sung Hee yakin kalau Sung Il benar-benar pergi ke kantor wilayah. Sung Hee terdiam sepersekian detik tapi kemudian mengiyakannya dengan yakin. Walikota Chun menerima jawabannya tapi dia memberitahu Sung Hee bahwa dia ingin bertemu Sung Il setelah Sung Il kembali nanti.


Begitu kembali ke ruangannya, Walikota Chun bertanya apakah Sung Hee tahu tentang penipuan yang dilakukan Sung Il. Komisaris Ahn membenarkannya, tapi dia tidak yakin apakah Sung Hee turut andil membantu penipuan itu atau tidak. Selain itu dia sudah punya bukti bahwa Sung Il tengah berusaha menipu Bang.


Sementara itu di penjara, Jae Sung sedang bicara dengan sekutu barunya yang memutuskan untuk mengkhianati Jung Do. Dan ternyata orang itu adalah Mi Joo. Dia tampak gelisah dan ragu saat Jae Sung memerintahkannya untuk pergi membuat kesepakatan dengan Bang, suruh Bang mengeluarkannya dari penjara jika Bang tidak mau kehilangan uang 50 jutanya.

Dan saat Mi Joo hendak protes, Jae Sung langsung mengancam akan membuat Mi Joo membusuk di penjara seumur hidupnya. Tapi jika Mi Joo mengkhianati Jung Do, maka dia akan membiatkan Mi Joo kembali ke kehidupannya semula dan melanjutkan pekerjaannya menipu orang-orang.


Mi Joo akhirnya terpaksa menurutinya dan memberitahu Bang bersaudara tentang penipuan yang dilakukan Jung Do. Min Ah langsung memerintahkan Ho Seok untuk menelepon ayah mereka sekarang juga.


Begitu mendapat kabar itu, Ho Seok langsung pergi ke kantornya Ho Seok dan menamparnya keras-keras sambil mengomelinya habis-habisan. Ho Seok ketakutan dan langsung menangis heboh seperti anak kecil yang sedang dihukum orang tuanya. Emosi Bang seketika mereda melihat tangis putranya dan langsung memeluk putra tercintanya itu.


Setelah Ho Seok tenang, mereka berempat duduk bersama dimana Mi Joo menjelaskan keinginan Jae Sung untuk dikeluarkan dari penjara. Bang memerintahkan Min Ah untuk menghubungi jaksa temannya Komisaris Ahn lalu bertanya-tanya apa kira-kira yang harus mereka lakukan untuk menangkap para penipu itu.


Sung Il hendak masuk kantor saat dia mendapat telepon dari Min Ah yang memintanya untuk datang ke rumahnya sekarang. Pada saat yang bersamaan, Jung Do juga mendapat telepon dari Ho Seok yang memintanya untuk datang ke rumah kakaknya sekarang dengan alasan bahwa kakaknya mengundangnya makan sebagai ungkapan terima kasih.


Di rumah Min Ah, Mi Joo tampak gelisah dan panik. Dia berusaha memohon pada Min Ah untuk pergi, dia merasa tak sanggup untuk bertatap muka dengan Jung Do yang dikhianatinya. Tapi Min Ah tak mau tahu dan tak peduli. Min Ah lalu memanggil para bodyguard penjaga barang antiknya di lantai bawah tanah untuk keluar.


Sementara Sung Il dan Jung Do sedang dalam perjalanan, Bang datang ke rumah Min Ah untuk melihat wajah para penjahat itu. Mi Joo keluar dari kamar mandi tak lama kemudian dan Bang langsung menatapnya tajam. Mereka semua pun duduk bersama menunggu kedatangan Sung Il dan Jung Do.


Sung Il akhirnya tiba tak lama kemudian. Saat dia baru melangkah masuk kedalam rumah, Jung Do datang. Dia masuk kedalam dengan santai, sampai saat melihat Sung Il di hadapannya dengan ekspresi wajah gelisah dan menyuruhnya berhenti. Dia melihat seluruh anggota Keluarga Bang di dalam dan langsung menyadari apa yang terjadi.

"Kurasa kita dijebak" katanya pada Jung Do.

3 orang bodyguard muncul menghalangi jalan mereka agar mereka tak bisa melarikan diri. Bang lalu memerintahkan para bodyguard untuk membawa kedua penipu ini ke kantor polisi. Para bodyguard pun menangkap mereka sementara Mi Joo hanya bisa melihat dengan mata berkaca-kaca tak berdaya.


Tapi sebelum bodyguard membawa Jung Do pergi, Ho Seok menarik kerah baju Jung Do dengan kesal. Melabrak Jung Do sambil menyombongkan ayahnya dan menuntut Jung Do untuk mengembalikan uang makan malam yang dibayarnya.

Jung Do diam tak mempedulikan omelannya, sampai saat dia melihat Mi Joo keluar dan tak berani menatapnya. Jung Do tercengang tak percaya menyadari pengkhianatan Mi Joo.


Jung Do dan Sung Il dibawa ke kantor polisi. Setelah dimasukkan kedalam sel, Sung Il menelepon Sung Hee dan memberitahunya bahwa harus mengambil cuti dua hari dengan alasan ada sesuatu mendesak yang terjadi. Sung Hee langsung cemas, apa terjadi sesuatu. Sung Il mengklaim tidak ada apa-apa, dia hanya butuh waktu 2 hari saja.


Sementara Bang bersaudara memberikan keterangan pada polisi, Bang menemui kepala polisi dan menyuruhnya untuk memenjarakan kedua penipu itu selama beberapa tahun. Tapi sayang, pak kepala polisi memberitahu Bang bahwa dia tidak akan bisa melakukan itu karena penipuan itu sendiri belum terjadi jadi mereka hanya bisa menahan kedua penipu itu selama 48 jam saja. (hahaha!)


Dalam keterangannya pada polisi, Min Ah menuduh Sung Il berpura-pura sebagai pejabat pemerintah. Tapi Sung Il dengan santainya menjawab... "Aku memang seorang pejabat pemerintah" (Pfft!)


Kepala polisi menjelaskan pada Bang bahwa mereka tidak punya bukti memenjarakan kedua penipu itu karena belum ada pertukaran uang. Justru putrinya Bang lah yang telah menerima hadiah yang sangat mahal, selain itu Yang Jung Do adalah klien VIP di perusahaannya putranya Bang.

"Itu adalah cara untuk mendapatkan kepercayaan sebelum melakukan penipuan" kata Bang

"Aku tahu itu. Aku tahu. Tapi hyungnim, tidak ada bukti. Aku perlu bukti setidaknya sedikit saja agar aku bisa memenjarakan mereka atas penipuan"


Di luar, Ho Seok frustasi setengah mati karena Jung Do dengan santainya menyatakan bahwa dia tidak menerima apapun dari Ho Seok. Kepala polisi pun dengan frustasi memberitahu Bang bahwa saat ini tak ada yang bisa mereka lakukan, justru kedua orang itu lah yang bisa saja menuntut putrinya Bang atas tuduhan melakukan penipuan.


Jung Do dan Sung Il pun akhirnya dibebaskan dan berjalan keluar kantor polisi sambil garuk-garuk punggung mereka yang gatal karena belum mandi dua hari. Mereka lalu pergi sarapan di kedai kakek sambil membicarakan rencana mereka berikutnya. Jung Do akan pergi menemui Ho Seok, sementara Sung Il akan pergi menemui Min Ah lalu setelah itu menemui Bang.


Sung Il lalu pergi duluan sambil menelepon Min Ah dan minta bertemu. Sementara itu, Jung Do menelepon Tuan Kim di penjara. Entah apa yang dikatakan Jung Do padanya, Tuan Kim hanya menjawab semoga berhasil. Lalu etelah mematikan teleponnya, Tuan Kim memberitahu Ketua Wang bahwa Jung Do sepertinya sudah memulai rencana yang sebenarnya sekarang.


"Benarkah?" tanya Ketua Wang, dia akhirnya berbalik dan menunjukkan wajahnya.


Sung Il kembali ke rumah Min Ah untuk bertanya apakah Min Ah benar-benar tidak mau membayar hutang pajak ayahnya. Min Ah langsung mendengus sinis dan menghina Sung Il dengan kata-kata kasar dan tidak sopan, apa Sung Il masih tidak mengerti situasinya.

"Aku tahu. Itulah sebabnya aku memintamu dengan cara baik-baik untuk membayar pajaknya"

"Hei, baj*ngan! Apa kau pikir kau bisa mengancamku hanya karena tidak ada bukti padamu? Apa kau pikir ayahku akan membiarkanmu lepas begitu saja?"


"Kau kasar sekali, ayah dan anak sama saja. Ahjumma, apa kau tidak mengerti situasinya? Mi Joo tidak pernah mengkhianati kami. Dia datang kemari hanya untuk meminjam sesuatu darimu"

Hah? Seketika itu pula senyum angkuh Min Ah langsung menghilang lalu cepat-cepat mengeluarkan kunci ruang bawah tanah dari kantongnya.


Dalam flashback, ternyata saat Mi Joo memohon-mohon pada Min Ah itu cuma akting untuk menutupi aksinya yang sebenarnya mencuri kunci dari dalam sakunya Min Ah. Begitu mendapatkannya, dia langsung masuk kamar mandi dan menggunakan lelehan lilin untuk mencetak kunci itu. Lalu saat Mi Joo berdiri di samping Min Ah, diam-diam dia mengembalikan kunci itu kembali ke saku Min Ah dan membuat replika kunci itu ke ahli kunci.


Sung Il memberitahu Min Ah bahwa di balai kota, dia memiliki seorang atasan bernama Komisaris Ahn yang mengetahui aksi penipuan mereka. Sayangnya, dia tidak menyadari bahwa saat Shim memata-matai Sung Il, Burner pun sedang memata-matainya. Jadi mereka mengalahkannya duluan.

"Apa kau tidak mau mengecek ruang bawah tanah? Ruangan itu sudah kosong saat kau membawa kami ke kantor polisi" ujar Sung Il. Min Ah langsung berlari panik. Bahkan saking paniknya, dia sampai terjatuh.


Dalam flashback, kita melihat Burner bersama Mi Joo, Keyboard, Nyonya Noh dan serombongan anak buah mereka memasuki rumah itu saat rumah itu sedang kosong dan semua orang berada di kantor polisi. Burner menggunakan keahliannya membobol kunci rumah, Mi Joo lalu membuka ruang bawah tanah dengan kunci replikanya dan mereka mengambil semua barang antik koleksi Min Ah itu.


Min Ah buru-buru masuk ke ruang bawah tanahnya dan langsung shock mendapati ruangan itu kosong melompong. Min Ah langsung lemas dan Sung Il memberitahunya bahwa mereka sudah menjual semuanya dalam waktu dua hari. Karena kejadian itu terjadi selama dia dan Jung Do dipenjara maka Min Ah tidak akan bisa mengaitkannya dengan mereka dan tidak punya bukti akan keterlibatan mereka.


"Apa sekarang kau merasa seperti sudah membayar pajakmu?" tanya Sung Il

Tak rela kehilangan semua harta bendanya, Min Ah langsung meminta maaf pada Sung Il dan berusaha menyuap Sung Il dengan sejumlah uang asalkan Sung Il mengembalikan semua koleksi barang antiknya. Tapi Sung Il dengan santainya memberitahu Min Ah bahwa istrinya menjalankan sebuah restoran daging babi, jadi keluarganya sebenarnya cukup mampu.

"Lalu apa yang harus kulakukan? Tuan Baek, apa yang harus kulakukan?" tanya Min Ah panik

"Telepon ayahmu. Tak ada lagi yang perlu kukatakan padamu. Sambungkan aku dengan ayahmu"


Min Ah menurutinya dan menelepon ayahnya untuk Sung Il. Saat Bang bertanya siapa dia, Sung Il memperkenalkan dirinya adalah Baek Sung Il dari kantor pajak balai kota Seowon. Mungkin Bang tidak ingat namanya, mungkin pula tidak ingat wajahnya.

Tapi dia mengingatkan Bang akan ucapan Bang 6 tahun yang lalu yang waktu itu mengklaim bahwa dia tidak punya hutang pada negara, justru negara lah yang berhutang padanya. Kesal, Bang langsung memakinya. Tapi Sung Il langsung menyela dan balas memakinya.

"Kenapa kau merasa tidak berhutang pada negara? Omong kosong apa itu? Baiklah, katakanlah kau tidak berhutang apa-apa pada negara. Tapi kau... selama sisa hidupmu, kau harus memberikan kompensasi pada orang-orang yang terluka karenamu"

Sung Il lalu berkata bahwa dia akan membantu Bang untuk memenuhi kewajibannya dan menyatakan bahwa tunggakan pajak Bang, baik pajak negara maupun pajak daerah sebesar 50 juta dollar, terbayar lunas.


Bang langsung menurunkan hapenya dengan lemas mendengar itu lalu tertawa miris. Sung Il lalu mengembalikan hapenya pada Min Ah yang masih berdiri di tempat dengan shock. Sebelum pergi, dia memberikan nasehat untuk Min Ah "Kau menikmati segala kemewahan dan kekuasaan karena memiliki ayah sepertinya. Mulai sekarang, penuhilah kewajibanmu dan hiduplah seperti manusia yang benar"


Dia lalu pergi meninggalkan Min Ah yang terjatuh lemas. Dalam perjalanan keluar, Jung Do meneleponnya dan tiba-tiba saja dia meminta maaf dan berkata bahwa dia tidak bisa menggunakan uang ini untuk membayar pajaknya Bang. Sung Il mengira dia cuma bercanda, tapi Jung Do meyatakan bahwa dia benar-benar serius. Dia membutuhkan uang itu untuk melakukan sesuatu yang lain.

"Hei, bicara apa kau? Akau kau gunakan untuk apa uang itu? Di-dimana kau?" tanya Sung Il panik


Jung Do ternyata sedang duduk bersama Bang, tapi dia tidak mau memberitahukan dimana dia berada saat ini. Pokoknya dia akan menggunakan uang Bang itu, lagipula dia kan yang melakukan lebih banyak pekerjaan. Sung Il langsung marah dan berteriak membentak Jung Do, bukankah Jung Do bilang kalau dia tidak berbohong padanya.

Tapi Jung Do malah terkikik geli dan bertanya "Bagaimana bisa kau... percaya pada penipu?"


Jung Do lalu berterima kasih untuk uangnya dan menutup teleponnya. Sementara Sung Il panik dan kebingungan, Jung Do berpaling kembali ke Bang dan bertanya "Apa yang akan kau lakukan sekarang?"

Bersambung ke episode 11

No comments :

Post a Comment