August 17, 2016

38 Task Force Episode 10 - 1


Jung Do tiba-tiba mengaku bahwa apa yang dikatakan Jae Sung itu benar, dia memang memanfaatkan Sung Il. Sung Il tak mempercayainya begitu saja dan meminta Jung Do untuk tidak bercanda.


Tapi Jung Do terus bicara dan berkata bahwa setelah menipu Ho Seok dan Min Ah dan mendapatkan uang 50 juta dollar-nya Bang, dia berencana untuk membakar uang itu di perusahaan fiktif milik Choi Chul Woo yang didirikan atas nama saudaranya. Dengan begitu Bang akan tertipu dan Choi Chul Woo akan dituduh sebagai pelakunya.

Lalu media akan mulai menginvestigasi Keluarga Bang dan perusahaan MLM mereka. Jadi mereka yang menipu dan kena tipu, akan sama-sama menjadi penipu. Setelah itu dia akan melapor kepada media bahwa Walikota Chun bersama dengan ketua divisi departemen perpajakan, Baek Sung Il, menipu para penunggak pajak. Hal ini pasti akan menghebohkan masyarakat.

Sung Il shock "Apa kau serius? Apa kau sungguh-sungguh?"

Jung Do malah terdiam dan menunduk hingga membuat Sung Il makin emosi dan terus menuntut apa Jung Do serius dengan ucapannya barusan.


Tapi tiba-tiba Jung Do tertawa geli "Kau percaya dengan yang kukatakan tadi? Kau cute sekali. Makanya kau bisa ketipu. Bagaimana bisa kau senaif ini?"

Sung Il langsung mendesah lega sambil protes karena ucapan Jung Do tadi terdengar sangat serius. Dan bagaimana pula Jung Do mengetahui tentang Choi Chul Woo dan Walikota Chun. Jung Do mengklaim bahwa dia membuat candaan seperti itu dengan cara mencampur aduk semua informasi, hubungan dan kisah yang Sung Il katakan padanya tentang insiden mendiang adik iparnya.

Jung Do menasehatinya untuk tidak terlalu khawatir, fokus saja memikirkan akan apa yang harus dilakukannya dengan Min Ah. Lagipula kenapa juga Sung Il menemui Jae Sung, memangnya Sung Il pikir Jae Sung akan berkata kalau dia adalah orang yang baik. Tentu saja itu tidak mungkin. Sung Il mempercayainya dan jadi merasa bersalah karena meragukannya.


Tapi setelah Sung Il pergi, Jung Do menelepon seseorang dan mengeluh pada orang itu bahwa Sung Il sudah mengetahui rencana mereka. Waduh!


Anak buah Jae Sung melapor pada Jae Sung tentang Sung Il yang ternyata malah memberikan recordernya pada Jung Do dan lebih memilih untuk berpihak pada Jung Do. Tapi Jae Sung santai-santai saja menanggapi informasi ini. Menurutnya orang yang paling penurut pada polisi adalah para penjahat. Karena itulah para penjahat bisa menjadi informan, menjual rekan mereka sendiri dan mengkhinati tim mereka.

"Tadi salah satu dari mereka datang kemari. Sepertinya dia akan mengkhianati Jung Do. Orang itu lumayan penurut"


Sung Il diam-diam keluar kantor lagi. Dia mengira tak ada yang memperhatikannya, tapi Sung Hee melihatnya. Dia juga melihat Komisaris Ahn pergi membuntuti Sung Il. Cemas, dia langsung mengsms Sung Il. Pesan itu sampai saat Sung Il sudah setengah jalan.

Dia langsung menelepon Sung Hee dan mengaku bahwa dia sudah tahu Komisaris Ahn membuntutinya. Tapi jika dia tiba-tiba pergi ke tempat lain sekarang maka Komisaris Ahn pasti akan mencurigai Sung Hee. Dia meyakinkan Sung Hee bahwa dia tahu apa yang harus dia lakukan lalu mematikan teleponnya.


Setelah itu Sung Il putar arah dan Komisaris Ahn pun langsung putar arah juga. Tapi tiba-tiba Burner menabrakkan dirinya ke mobilnya Komisaris Ahn sambil diam-diam mengisyaratkan Sung Il untuk pergi. Sung Il pun pergi dengan senyum tersungging di wajahnya, sementara Komisaris Ahn hanya bisa melihatnya sambil menelepon ambulance untuk Burner yang berakting lebai.


Min Ah kembali ke Insa-dong dan lagi-lagi mendapati para geng penipu yang sedang menyamar jadi pegawai pemerintah dan melakukan transaksi suap yang seolah dilakukan secara diam-diam tapi dilakukan tepat di hadapannya sama seperti kemarin, Min Ah tersenyum geli lalu pergi.


Sekarang giliran Sung Il yang muncul untuk menjalankan rencana mereka yang sempat tertunda. Dengan pura-pura 'tak sengaja', dia sengaja menabrak Min Ah cukup keras sampai membuat kaki Min Ah kecekluk.

Sung Il meminta maaf dengan senyum lebar, Min Ah menatapnya dengan kesal tapi kemudian dia memperhatikan kotak besar yang dibawa Sung Il yang langsung dia sembunyikan dibelakang punggungnya.


Sung Il lalu membawa Min Ah ke mobil van mereka dan menyuruh Keyboard untuk membelikan koyo untuk kakinya Min Ah. Dia mentraktir Min Ah kopi dan menyatakan penyesalannya karena tidak bisa mentraktir Min Ah dengan layak dengan alasan bahwa dia sedang tidak bisa terlihat oleh publik.

"Kenapa? Apa anda sedang sedang melakukan sesuatu yang tidak baik? Kemarin aku juga melihat kalian. Anggota tim kalian sepertinya cukup sibuk" sindir Min Ah

Sambil tersenyum malu, Sung Il mengoceh panjang lebar tentang pendapatnya mengenai pajak warisan yang menurutnya tak masuk akal dan tidak adil bagi rakyat kecil yang tak mampu. Jadi apa maksudnya Sung Il membantu orang-orang memalsukan pajak warisan mereka dengan barang antik? tanya Min Ah. Sung Il beralasan bahwa hukum kadang menyakiti orang miskin dan tidak bersalah. Karena itulah, pekerjaan sampingannya adalah membantu orang-orang itu.


Min Ah bertanya dari mana Sung Il mendapatkan barang antik itu, seperti yang barang yang Sung Il bawa ini. Dan saat Sung Il menolak memberitahunya, Min Ah langsung mengancam akan melaporkan mereka pada polisi.

Sung Il akhirnya menyerah dan memberitahunya bahwa dia memiliki seorang teman yang bekerja sebagai penilai barang antik di Pelabuhan Busan. Temannya itulah yang mendatangkan artefak asli dari luar negeri dengan harga sangat murah.

Min Ah bertanya apakah barang dalam kotak di hadapan mereka itu juga didapat dengan cara seperti itu. Sung Il mengklaim bahwa barang itu adalah artefak langka asli. Dia bahkan memperlihatkannya pada Min Ah yang langsung membuat Min Ah terkagum-kagum.


Sung Il tiba-tiba memutuskan untuk memberikan vas mahal itu pada Min Ah, gratis. Tentu saja Min Ah langsung kaget dan curiga, jangan-jangan itu barang palsu. Sung Il menyangkal dan meyakinkan Min Ah bahwa guci itu benar-benar barang antik asli yang bernilai tinggi.

"Lalu kenapa kau memberikannya padaku?"

"Anggap saja sebagai rasa terima kasih. Dengan begitu kau akan menjaga rahasia kecil kami mulai sekarang. Ambil saja ini dan anggap kita berada di pihak yang sama. Aku akan membantumu ketika kau membutuhkan, dan kau bisa membantuku ketika aku membutuhkanmu"


Min Ah menatap guci itu dengan bimbang. Tapi beberapa saat kemudian, dia berjalan terpincang-pincang dengan membawa guci itu. Dia membawa guci itu ke sebuah toko barang antik untuk mengkonfirmasi keasliannya. Setelah menelitinya, si penilai penasaran dari mana Min Ah mendapatkan guci ini karena guci antik ini sangat mahal.


Sung Il gelisah dalam perjalanan pulang. Tapi tak lama kemudian, dia mendapat telepon dari Min Ah yang berkata bahwa dia juga banyak tersakiti oleh hukum dan karenanya meminta Sung Il untuk membantunya juga. Sung Il tentu saja langsung mengiyakannya dengan senang hati.

Begitu selesai bicara dengan Min Ah dengan antusias memberitahu rekan timnya bahwa mereka akhirnya berhasil mendapatkan Min Ah. Keyboard langsung bersorak kegirangan. Tapi saking senangnya, dia malah menepuk-nepuk paha sekretaris. Sontak sekretaris marah dan langsung menempeleng Keyboard.

"Aku pasti sudah menjadi penipu yang handal sekarang" kata Sung Il bangga pada dirinya sendiri.


Di kantor, Sung Hee gelisah menatap jam tangannya karena teringat dengan permintaan kencan dobel Jung Do semalam. Saat dia tengah berjalan keluar kantor, Jung Do meneleponnya dan menanyakan keberadaannya.

Dia hendak memberitahu Sung Hee sesuatu, tapi Sung Hee cepat menyela dan bersikeras menyatakan tidak mau ikut. Tapi tepat saat dia baru keluar gedung, dia malah mendapati Jung Do sudah ada di sana menjemputnya.


Parahnya lagi, dia juga datang bersama Ho Seok dan istrinya. Melihat interaksi mereka, Ho Seok berpikir kalau mereka pasti masih marahan. Jung Do menyangkalnya dan berkata bahwa mereka sudah berbaikan semalam.

"Iya kan, sayang?" kata Jung Do sambil merangkul Sung Hee.

Sung Hee melongo bingung dan canggung. Karena Ho Seok menatap mereka dengan penasaran, Jung Do pun memaksa Sung Hee untuk menyetujuinya. Mereka saling terdiam canggung sampai akhirnya Sung Hee mengiyakannya dengan canggung, mereka sudah berbaikan.


Mereka berempat lalu pergi ke sebuah restoran untuk merayakan ultah 'Istrinya Hee Joon'. Sung Hee yang bingung, diam-diam bertanya pada Jung Do "Ini ultahku?"

Walaupun bingung dan jelas-jelas bukan ultahnya, Sung Hee tetap bekerja sama dengan meniup lilin dan menerima ucapan selamat mereka semua.


Saat mereka mulai makan, Sung Hee memperhatikan Istrinya Ho Seok menatap suaminya yang sedang makan dengan sangat lahap dengan penuh cinta dan memberitahu mereka bahwa suaminya kelihatan sangat lucu saat sedang makan.

Ho Seok dengan bangga memberitahu mereka bahwa istrinya menikah dengannya karena dia terlihat manis saat sedang makan. Jung Do ikut tertawa bersamanya sementara Sung Hee menanggapinya dengan senyum canggung. Ho Seok lalu bertanya pada Sung Hee, apa yang Sung Hee sukai dari suaminya.

Ternyata menurut pengakuan Jung Do, istrinya lah yang dulu mengejarnya duluan saat mereka masih kuliah. Sung Hee langsung menatap Jung Do, tapi kemudian pura-pura membenarkan klaimnya Jung Do. Tapi dia mengklaim bahwa dia tidak begitu ingat alasannya mengejar Jung Do dulu. Istrinya Ho Seok tak percaya dan mengira Sung Hee pasti cuma malu saja.

"Beritahu kami. Aku juga ingin tahu. Apa yang kau sukai dariku?" desak Jung Do


Saat semua orang menatapnya dengan penasaran, Sung Hee akhirnya menatap Jung Do serius dan mengklaim bahwa dia benar-benar tidak ingat, tidak ingat sama sekali... "Saat kau merasa sangat terluka oleh seseorang, kau tidak bisa mengingat apa yang kau sukai dari mereka. Kenapa aku menyukainya. Perasaan apa yang kurasakan. Apa yang kulakukan. Aku tidak ingat semua itu. Begitulah yang kurasakan"

Semua orang langsung terdiam canggung mendengarnya. Jung Do tampak merasa bersalah menatap Sung Hee, sementara Istrinya Ho Seok diam-diam membisiki suaminya bahwa Jung Do pasti berselingkuh.


Setelah makan malam selesai, para pria agak menjauh dari para wanita, mungkin membicarakan masalah bisnis.


Walaupun di dalam tadi Istrinya Ho Seok tampak begitu mengagumi dan mencintai suaminya, tapi nyatanya semua itu cuma pura-pura saja. Dia mengaku pada Sung Hee bahwa sebenarnya dia tak menyukai suaminya. Dia bahkan mengatai Ho Seok itu 'babi'.

Dia mengaku bahwa dia pacaran dan menikah dengan Ho Seok, hanya karena Ho Seok itu orang kaya. Dia memberitahu Ho Seok bahwa dia menyukai cara makannya, tapi Ho Seok malah makan terus menerus. Dia benci sekali sampai-sampai dia ingin sekali merobek rahang suaminya itu biar dia berhenti makan.


Begitu kedua pria itu selesai bicara, Istrinya Ho Seok langsung kembali berpura-pura manja pada suaminya. Mereka pun pulang duluan. Jadilah Sung Hee dan Jung Do saling berdiri dengan canggung. Jung Do berkata bahwa di sini tidak ada taksi, jadi bagaimana jika mereka berjalan sedikit. Sung Hee bingung karena di dekat sana ada taksi, tapi Jung Do langsung menariknya pergi.


Mereka pun akhirnya berjalan bersama saling berdiam diri dengan canggung, sampai akhirnya Jung Do lah yang memecahkan keheningan diantara mereka dan berterima kasih pada Sung Hee. Sung Hee penasaran, apa yang Jung Do bicarakan dengan Ho Seok tadi.

Jung Do mengaku jujur bahwa dia membujuk Ho Seok untuk menginvestasikan lebih banyak uang dan menjelaskan tentang bisnisnya yaitu penyelundupan.


Dalam flashback, Jung Do memberitahu Ho Seok bahwa walaupun secara teknis bisnisnya itu adalah penyelundupan, tapi tidak ilegal. Dia mengklaim bahwa seperti itulah bisnis di Cina, banyak artefak yang digali setiap hari tapi banyak pula tiruannya.


"Jadi kau akan mencari beberapa artefak asli dengan pengiriman barang tiruan? Dan kau menyuruh dia untuk berinvestasi di situ?" tanya Sung Hee

Jung Do membenarkannya. Dia kagum dengan cepatnya Sung Hee dalam memahami bisnisnya itu dan terheran-heran kenapa Ho Seok malah sulit memahaminya.


Dalam flashback, ternyata Ho Seok memang tidak terlalu tanggap dengan maksud Jung Do hingga Jung Do harus bersusah payah menjelaskan detilnya bahwa bisnisnya ini bukannya menjual barang palsu yang diklaim sebagai barang asli. Mereka hanya akan mencampur beberapa barang asli dengan yang tiruan dan mengimpornya bersama-sama.

Sung Hee lalu bertanya apakah Ho Seok berkata bahwa dia akan berinvestasi. Jung Do mengaku bahwa awalnya Ho Seok menolak, jadi dia harus membujuk Ho Seok lebih banyak lagi.

Dalam flashback, dia memberitahu Ho Seok bahwa jika dia mendapatkan barang murah dari Cina dan menjualnya di Korea, maka dia akan mendapatkan untung 10 kali lipatnya. Bisnisnya ini jelas lebih menguntungkan daripada bisnis MLM-nya dan bisa membuat Ho Seok jadi tambah kaya. Ho Seok akhirnya mulai terbujuk, tapi dia meminta untuk melihat barangnya dulu. Dan tentu saja Jung Do langsung menyetujuinya dengan senyum lebar.


Sung Hee akhirnya mendapatkan taksi. Tapi sebelum pergi, dia meminta Jung Do untuk tidak melibatkannya lagi dalam masalah ini. Jung Do menyetujuinya dan mereka pun berpisah. Tapi setelah taksinya Sung Hee pergi, Jung Do langsung menelepon Sung Hee untuk meminta maaf karena kenangan yang dia miliki tentang mereka berdua hanyalah kenangan indah. Sung Hee tak menjawab, Jung Do pun cepat-cepat menutup teleponnya.


Jung Do berjalan pulang dengan sedih, teringat saat dia memutuskan Sung Hee dulu.

Flashback,


Walaupun awalnya bersikap kejam pada Sung Hee dan mengklaim kalau dia tidak pernah mencintai Sung Hee. Tapi begitu keluar dari cafe, Jung Do duduk di luar dengan sedih. Jae Sung dan anak buahnya datang tak lama kemudian untuk menangkap Jung Do.


Didalam mobil polisi, Jae Sung bertanya apakah Jung Do benar-benar menyukai wanita itu. Jae Sung tak percaya, dia yakin orang seperti Jung Do tidak mungkin menyukai wanita miskin seperti Sung Hee.

Tapi Jung Do dengan mata berkaca-kaca mengklaim bahwa ini adalah hal paling nyata yang pertama kali dilakukannya sejak dia menginjak usia 20 tahun, tapi sekarang semua ini menjadi palsu. Berusaha menahan emosi dan air matanya, Jung Do memohon pada Jae Sung untuk membawanya pergi sekarang.

Flashback end,


Di dalam taksi, Sung Hee termenung mengingat saat setelah Jung Do meninggalkannya, dia duduk terdiam di sana dan melampiaskan kesedihannya dengan minum soju.


Keesokan harinya, geng penipu berkumpul di gudang untuk mendiskusikan rencana mereka selanjutnya. Sekarang setelah berhasil mendapatkan Min Ah dan Ho Seok, rencana Jung Do berikutnya adalah menggabungkan pekerjaan kedua tim mereka. Keyboard diperintahkan untuk mencari informasi barang montase dari Cina. Begitu mendapatkannya, Mi Joo diperintahkan mencari artefak tiruan itu.


Karena Komisaris Ahn masih belum menyerah membuntuti Sung Il, Burner diperintahkan untuk mengurusinya. Sementara Sung Il diperintahkan untuk menghapal setumpuk informasi tentang artefak.

Sementara Jung Do sendiri bertugas untuk menghubungi Ho Seok, memberitahunya bahwa barang sample-nya sudah datang dan mengajaknya melihat sample itu. Jung Do menduga dengan tepat bahwa Ho Seok pasti akan memanggil kakaknya yang merupakan ahli barang antik. Dan siapakah yang akan dihubungi oleh Min Ah?... Siapa lagi kalau bukan pakar barang antik kepercayaan Min Ah, seorang pejabat publik yang sedikit kotor aka Sung Il.


Maka pada hari yang sudah ditentukan semua orang itu bertemu di kantornya Ho Seok. Jung Do memperlihatkan dua buah artefak replika-nya pada Sung Il yang dia klaim sebagai artefak yang bernilai tinggi. Ho Seok yang sama sekali tidak mengerti barang antik, sama sekali tidak bisa melihat dimana letak berharganya barang yang kelihatan seperti tanah liat biasa itu.


Jung Do pura-pura bertanya siapa Sung Il itu. Ho Seok memperkenalkannya sebagai kenalan noona-nya dari Administrasi Warisan Budaya. Jung Do sedikit protes seolah tersinggung karena Ho Seok tidak mempercayainya dan tidak memberitahukan masalah ini padanya, seandainya dia tahu maka dia pasti akan membawa seorang pakar juga. Saat Sung Il mulai menyentuh artefak itu, Jung Do protes lagi meminta Sung Il untuk berhati-hati.


Sung Il pun mulai meneliti kedua barang itu mulai dari atas sampai bawah. Setelah selesai, dia menunjukkan raut wajah gelisah sambil bergumam "Ini salah. Ini sangat salah. Ini buruk"

Min Ah bertanya kenapa "Apa ini barang palsu?"

Bersambung ke part 2

No comments :

Post a Comment