July 25, 2016

The Good Wife Episode 4 - 2


Seo Yeon menemui ibunya di kamar, saat melihat formulir perceraian, diapun langsung bertanya apa Hye Kyung mau bercerai. Tentu saja Hye Kyung menjawab tidak, karena formulir itu adalah formulir untuk kliennya. Seo Yeon lalu bertanya lagi apa ibunya benar-benar ada hubungan dengan laki-laki yang datang ke rumah sakit kemarin. Hye Kyung kembali menjawab tidak, dia menjelaskan pada Seo Yeon kalau Joong Won hanya bos-nya saja. Mereka berdua pergi ke hotel hanya untuk menyelidiki suatu kasus dan orang-orang mengarang cerita dari kejadian itu. 

“Ji Hoon bilang Ibu pergi menemui pengacara perceraian. Dia melihat kartu namanya,” tanya Seo Yeon. 

“Itu sudah lama. Saat itu, Ibu benar-benar marah,” jawab Hye Kyung.

“Bagaimana dengan sekarang? Ibu masih marah?” tanya Seo Yeon lagi. 

“Sekarang? Ibu mencoba tenang. Ibu berusaha menerima situasi ini. Ibu berusaha memahami. Kamu tahu maksud Ibu?” jawab Hye Kyung dan Seo Yeon mengerti.



Seo Yeon hendak kembali ke kamar, namun Hye Kyung memanggilnya dan bertanya apa ada kiriman untuk dirinya, berupa surat atau paket. Seo Yeon terlihat bingung sejenak, tapi akhirnya dia hanya berkata kalau dia kurang tau. Ketika Seo Yeon berbalik lagi akan pergi, Hye Kyung lagi-lagi memanggil. Hye Kyung minta peluk sebelum Seo Yeon pergi dan dengan senang hati Seo Yeon pun langsung memeluk ibunya. 


Keesokanharinya, Hye Kyung menemui Tae Joon, karena Tae Joon minta ditemui. Tae Joon lalu memberitahu Hye Kyung kalau mulai sekarang Tae Joon tak bisa menghubungin Hye kYung sementara waktu. Semua itu karena Jaksa Choi sudah menyita semua barang-barangnya. Hye Kyung tahu penyebabnya, semua itu pasti karena Eun Sook menyewa dirinya sebagai pengacara dalam kasus peceraiannya. Namun tujuan Tae Joon meminta Hye Kyung datang bukanlah karena masalah itu, dia ingin menanyakan kebenaran tentang rumor antara Hye Kyung dan Joong Won. 

Dengan yakin Hye Kyung menjawab kalau dia dan Joong Won tak ada hubungan apa-apa. Hye Kyung juga menjamin kalau dia tak akan melakukan hal yang meyakiti keluarganya, seperti yang sudah Tae Joon lakukan. 


Sebelum pergi, Hye Kyung kemudian bertanya apa Tae Joon tahu tentang Triton Fields. Mendengar itu, Tae Joon terlihat kaget dan langsung bertanya Hye Kyung dengar soal itu dari siapa. Hye Kyung pun menjawab kalau dia tahu dari Eun Sook dan Eun Sook mengaku kalau dia melihatnya di laptop Jaksa Choi. Dengan nada panik dan penasaran, Tae Joon bertanya apa Eun Sook mengatakan hal lain atau Eun Sook akan menjelaskan lebih lanjut tentang semuanya pada Hye Kyung. 


Tak ada jawaban dari Hye Kyung dan dia sekarang sudah berjalan keluar penjara. Di luar dia sudah di tunggu oleh Pengacara Oh. Mereka kemudian bicara berdua di sebuah restoran. Pengacara Oh menjelaskan kalau kesaksian Hye Kyung sangat di perlukan agar Tae Joon mendapatkan pembebasan bersyarat. Sedangkan untuk urusan Tae Joon bersalah atau tidak, Hye Kyung tak perlu khawatir. 

Hye Kyung kemudian menyampaikan kalau Presdir Cho mendatangi firma hukum-nya dan menawari dirinya untuk menjadi penasehat hukumnya. Selain itu Presdir Cho juga ingin Hye Kyung menyampaikan salamnya pada Tae Joon. Penasaran, Hye Kyung pun bertanya pada Pengacara Oh, alasan presdir Cho mendekati dirinya. 

Dengan cepat Pengacara Oh menjawab kalau tak ada alasan apa-apa Presdir Cho melakukan semua itu. Dia bahkan memberitahu Hye Kyung untuk tidak terlihat bingung saat bersaksi untuk Tae Joon nanti karena orang akan merasa curiga jika melihat Hye Kyung bingung. Semua orang akan tahu kalau kata-kata yang Hye Kyung katakan tidak sesua dengan hati Hye Kyung. Tak mau di dikte, Hye Kyung pun berkata kalau dia akan memberikan keterangan berdasarkan kata hatinya.


Pengacara Oh memberikan foto-foto Hye Kyung dan Joong Won pada Tae Joon dan meminta Tae Joon untuk tidak perlu mengkhawatirkannya. Setelah melihat foto-foto itu, Tae Joon jadi menggebu-gebu untuk mendapatkan pembebasan bersyarat-nya. Dia mengatakan hal itu sambil meremas foto Hye Kyung dan Joong Won. 


Yeon Joo dan klien-kliennya sudah berkumpul di ruangan Joong Won. Tepat disaat itu, Joong Won mendapat sms dari Joon Ho untuk menegosiasikan kontraknya sebesar 130.000 dolar. Setelah membacanya, Joong Won langsung menulisnya dalam sebuah kertas dan memberikannya pada Yeon Joo. Dia berkata kalau itulah penawaran terakhir dari pihak Presdir Cho. Yeon Joo terkejut melihatnya, para kliennya juga merasakan hal yang sama. 

Yeon Joo menghampiri Joong Won dan bertanya kenapa dia memberikan harga pasar. Joong Won hanya mengatakan kalau pihak Yeon Joo tak mau maka mereka akan membatalkan kesepakatan.


Apa yang sebenarnya terjadi sebenarnya? Ternyata Joon Ho sudah menemui Sai Yoichi langsung di Jepang dan menandatangani kontrak langsung dengannya. Sai Yoichi membatalkan pendelegasian wewenangnya pada pihak Yeon Joo dan langsung menjual lahan miliknya pada Presdir Cho dengan harga 130.000 dolar per 3,3 meter persegi. 


Kita beralih ke pertemuan Hye Kyung atas kasus perceraian Eun Sook. Kali ini Jaksa Choi datang sendiri, dia tak datang bersama pengacaranya. Jaksa Choi kemudian mengajak Eun Sook bicara 4 mata. Dia pikir dengan bicara berdua, mereka akan bisa saling memahami dan menemukan jalan keluarnya. Namun Eun Sook menolaknya, dia ingin Jaksa Choi mengatakan apa yang dia mau di depan kedua pengacaranya. 

Jaksa Choi kemudian memberitahu Hye Kyung  tentang perjanjian sebelum nikah yang sudah dia buat dengan Eun Sook. Namun sebelum Jaksa Choi selesai bicara, Eun Sook langsung memotong dengan mengatakan pada Hye Kyung, apa Hye Kyung ingin tahu tentang cara Jaksa Choi mendapatkan video perselingkuhan yang di lakukan Tae Joon. Tentu saja Jaksa Choi langsung menghentikan Eun Sook bicara. Eun Sook pun berkata kalau dia mau berhenti bicara asal, Jaksa Choi mau bercerai tanpa membawa perjanjian tentang aset itu. Karena Jaksa Choi menolak, Eun Sook melanjutkan kalau di laptop Jaksa Choi ada folder berisi dokumen tentang Lee Tae Joon. 

Tak tahan lagi dan tak punya pilihan lain, Jaksa Choi pun berkata kalau dia akan memberikan 30 % aset yang mereka miliki setelah menikah. Namun Eun Sook masih tak puas dengan hal tersebut, jadi dia meneruskan ucapannya dengan berkata kalau dia melihat salah satu dokumen yang bernama Triton Fields. Emosi, Jaksa Choi sampai memukul meja dan meminta Eun Sook berhenti. Dia berteriak pada Eun Sook kalau apa yang sudah Eun Sook lakukan adalah perbuatan Ilegal. 


Tak takut sedikitpun, Eun Sook bertanya apa Jaksa Choi ingin menahan ibu dari anak-anaknya. Blak-blakan, Jaksa Choi bertanya berapa yang sebenarnya Eun Sook inginkan. Mendengar itu, Pengacara Lee langsung memberikan persyaratan yang sudah mereka buat pada Jaksa Choi. Dalam persyaratan itu, Eun Sook meminta 50 % dari aset yang sudah di dapat setelah menikah. Jaksa Choi pun tak punya pilihan lain, kalau dia menolak persyaratan itu, Eun Sook mengancam akan ngobrol banyak dengan Hye Kyung. Di manfaatkan seperti itu oleh Eun Sook, Hye Kyung pun hanya bisa menghela nafas.


Yeon Joo akhirnya sadar kalau Joong Won sudah berbuat curang padanya. Joong Won pun hanya bisa meminta maaf dan menambahkan kalau dalam kasus ini, dia harus menang. Joong Won kemudian melihat ke arah Hye Kyung dan Yeon Joo bertanya apa Hye Kyung tahu, orang seperti apa Joong Won itu? Joong Won langsung menjawab tidak.

“Bagaimanapun kau berusaha menutupinya, dia akan tahu kelak. Saat mengetahuinya, dia akan membencimu. Sepertiku,” ucap Yeon Joo dan kemudian berjalanpergi.


Masalah perceraian Eun Sook dan Jaksa Choi akhirnya selesai, Jaksa Choi juga sudah meninggalkan ruang pertemuan itu. Karena Jaksa Choi sudah menandatangani surat persyaratan yang Eun Sook inginkan, sekarang giliran Eun Sook yang menandatangi perjanjian kerahasiaan. Merasa kecewa karena Jaksa Choi tak meminta maaf padanya di hari terakhir mereka menjadi suami istri, Eun Sook pun menunda penandatanganan suratnya. Sebelum menandatangani surat itu, dia ingin mengatakan sesuatu pada Hye Kyung. Jadi, dia meminta Pengacara Lee untuk meninggalkan mereka berdua. 


Saat hanya berdua, Eun Sook langsung memberitahu Hye Kyung kalau sejak tahun lalu Jaksa Choi sudah menyadap ponsel Tae Joon dan Eun Sook sudah mendengar rekamannya di komputer Jaksa Choi, dari rekaman itulah Eun Sook mendengar nama Triton Fields. Hanya itulah yang Eun Sook tahu dan bisa dia katakan pada Hye Kyung, jadi dia berharap semuanya berjalan sesuai keinginan Hye Kyung. Setelah mengatakan semua itu, Eun Sook pun langsung menandatangani surat perjanjiannya.


Do Sub menemui Tae Joon di ruang tunggi VIP, dia memberitahu Tae Joon kalau Jaksa Choi akan berusaha menggagalkan pembebasan bersyarat Tae Joon dan menjatuhkan Hye Kyung lalu mempermalukan Tae Joon. Mendengar itu, Tae Joon mulai merasa curiga, karena Do Sub berubah jadi baik padanya. Do Sub kemudian mengaku kalau dia akan berada di pihak Tae Joon.

Do Sub duduk di dekat Tae Joon dan kemudian membahas tentang Jaksa Choi yang diam-diam menemui Presdir Cho. Mendengar itu, Tae Joon tambah curiga dan dia kemudian menyuruh Do Sub diam. Dengan cepat Tae Joon menarik jas Do Sub dan mengambil ponselnya. Ya.... ternyata Do Sub sedang berusaha menjebak Tae Joon dengan cara merekam pembicaraan mereka. Dia ingin mendapatkan pengakuan Tae Joon atas kasus penyuapannya. Tentu saja, Tae Joon emosi dan hampir memukul Do Sub. Tae Joon kemudian berkata pada ponsel Do Sub, “Tidak, aku tidak menemuinya.”

Do Sub mematikan rekamannya dan meminta maaf. Dia berkata kalau semua itu bukanlah rencananya. Tae Joon paham kalau Do Sub melakukan semua itu atas perintah atasannya. Sambil memperbaiki dasi Do Sub, Tae Joon pun menyuruhnya berhati-hati. Kalau sampai nanti Tae Joon menang, Do Sub pasti akan terkena masalah juga. Jadi, agar Do Sub tak mendapat masalah, dia harus membantu Tae Joon disaat Tae Joon memintanya. Tae Joon juga berjanji kalau dia tidak akan meminta bantuan yang sulit.


Presdir Cho dan Tuan Kang kembali mendatangi firma. Dengan rasa puas, Presdir Cho berterima kasih pada Joong Won karena berhasil memenangkan kasus mereka. Joong Won kemudian bertemu dengan Tuan Kang di toilet. Karena Presdir Cho pernah berkata kalau Tuan Kang sangat mengenal Tae Joon, Joong Won pun menanyakannya langsung pada tuan Kang, apa dia benar mengenal Tae Joon atau tidak. Tuan Kang membenarkan, bahkan dia berkata kalau dia tak hanya mengenal Tae Joon, dia juga mengenal Hye Kyung.  Tuan Kang juga mengaku kalau dia adalah orang yang sangat berpengaruh terhadap pernikahan Hye Kyung dan Tae Joon. 

“Apa itu terjadi saat Pengacara Kim di Institut Pelatihan Yudisial?” tanya Joong Won dan Tuan Kang mengiyakan. 

“Aku sedang mengalami masa-masa sulit. Banyak yang berubah setelah aku bertemu Jaksa Lee. Bagiku dan Jaksa Lee. Tapi kakiku juga jadi seperti ini,” aku Tuan Kang dan kemudian keluar duluan.


Di ruangannya Hye Kyung terlihat stres. Tepat disaat itu Dan datang dan bertanya apa Tae Joon akan di bebaskan hari ini? Dan Hye Kyung menjawab tidak tahu karena yang memutuskan semuanya adalah hakim. Dan kemudian mengubah pertanyaan, dia bertanya apa Hye Kyung ingin Tae Joon di bebaskan dan Hye Kyung sendiri tak tahu jawabannya. Saat ditanya apa yang akan Hye Kyung katakan di persidangan nanti, dia mengaku kalau dia belum menentukannya, tapi dia berjanji tak akan merugikan siapapun. 

Hye Kyung berjalan pergi dan kemudian dia berpapasan dengan Joong Won. Diapun memberitahu Joong Won kalau dia akan pergi ke pengadilan dan Joong Won hanya mempersilahkannya. 


Semua reporter sudah berkumpul di depan ruang sidang, namun mereka tak diperbolehkan masuk, sebab persidangannya bersifat tertutup. Di dalam ruang sidang, Jaksa Choi mengatakan keberatannya jika Tae Joon mendapatkan pembebasan tak bersyarat dengan alasan kalau Tae Joon nanti bisa menghancurkan semua bukti yang memberatkan padanya. 

Pengacara Oh membantah tuduhan Jaksa Choi. Dia dengan yakin menjamin kalau Tae Joon tidak akan kabur, lagi pula keluarganya lah yang meminta Tae Joon di bebaskan. Ingin mendengar langsung dari Hye Kyung, hakim pun meminta Hye Kyung maju ke tempat saksi.


Pengacara Oh bertanya apa Hye Kyung ingin Tae Joon bebas. Hye Kyung pun mengiyakan, dia ingin suaminya pulang dan mendampingi anak-anak mereka. Giliran Jaksa Choi yang bertanya. Dia bertanya apa Hye Kyung pernah menemui pengacara perceraian untuk meminta saran. Tak bisa membantah, Hye Kyung pun menjawab iya dan mengaku ketika suaminya di tahan, dia langsung meminta saran ke pengacara perceraian. Namun hal itu belum berarti dia ingin bercerai, Hye Kyung ingin melihat pilihannya. 

“Kamu mempertimbangkan untuk menceraikannya?” tanya Jaksa Choi.

“Aku tidak tahu dengan keluargamu, tapi siapa pun bisa mempertimbangkan untuk bercerai meskipun tidak ada masalah,” jawab Hye Kyung tenang.

“Apa itu berarti kamu mempertimbangkan untuk bercerai dari suamimu?” tanya Jaksa Choi lagi dan Hye Kyung tak langsung menjawabnya. 


Kita kemudian dialihkan pada Joong Won yang langsung meninggalkan ruangannya, padahal saat itu Myung Hee datang untuk memberikan kontrak dengan Presdir Cho. Myung Hee menerima kerja sama itu karena syarat penawarannya bagus. 

Apa yang membuat Joong Won buru-buru pergi? Dia pergi setelah membaca berita dengan judul “Mahasiswa hukum mengalami kecelakaan mobil.”


Kita kembali pada persidangan dimana Jaksa Choi mulai bertanya dengan pertanyaan pedas. Dia bertanya apa Hye Kyung masih mencintai suaminya setelah suaminya terlibat skandal seks. Pengacara Oh mengajukan keberatannya, namun Hye Kyung langsung menjawab kalau dia dulu memang mencintai suaminya. 

“Sekarang?” tanya Jaksa Choi.

“Kalau maksudmu aku mencintainya seperti sebelum hal itu terjadi, berarti tidak. Kalau maksudmu aku akan menceraikannya karena itu, itu belum pasti. Kamu ingat pernah mengaku mencintai istrimu? Bagaimana dengan sekarang? Bisakah kamu menjelaskan perasaan seseorang? Aku mencintai Lee Tae Joon, tapi aku juga membencinya. Perasaanku berubah setiap hari. Apa perasaanku sepenting itu bagimu? Kamu sungguh penasaran?” tanya Hye Kyung.

“Saat ini, bukan aku saksinya, tapi kamu,” jawab Jaksa Choi. 

“Maka itu, aku ingin kamu berhenti bertanya hal yang tidak berkaitan. Apa maumu dariku? Kamu ingin aku bilang aku membenci suamiku dan akan menceraikannya? Kamu ingin aku bilang tidak mau dia dibebaskan?”

“Bu Kim, aku yang seharusnya bertanya,” ucap Jaksa Choi dengan nada suara yang mulai meninggi.

“Dengan menyinggung perasaanku, kamu ingin aku berkata buruk tentang suamiku? Pertanyaan yang seharusnya kudengar di pengadilan adalah apa aku ingin suamiku pulang atau tidak. Setelah bersumpah untuk berterus terang, aku merasa ingin dia kembali. Perasaanku tidak pasti. Namun satu hal yang pasti adalah aku ingin suamiku pulang dan tinggal bersamaku beserta anak-anak. Masih ada pertanyaan lagi?” tanya Hye Kyung sedikit emosi dan hakim pun menyuruh Jaksa Choi menyudahi pertanyaannya. Karena Jaksa Choi hanya terdiam di depan Hye Kyung. 

“Dengan mempertimbangkan kedua pihak dan saksi, aku akan memutuskannya hari ini,” ucap hakim dan menutup persidangan. 


Joong Won menemui Hye Kyung dan bertanya apa sidangnya lancar. Hye Kyung menjawab tidak tahu. Tapi Pengacara Oh akan memberitahunya saat putusannya sudah keluar. Hye Kyung kemudian menghela nafaas dan berharap putusannya cepat keluar agar rumor diantara mereka berdua bisa cepat mereda. 

“Aku berutang banyak padamu,” ucap Hye Kyung dan Joong Won tak mempermasalahkannya. Hye Kyung kemudian bertanya tentang kasus dengan Yeon Joo dan Joong Won langsung mengatakan kalau Hye Kyung sekarang adalah penasehat hukum di perusahaan Presdir Cho. Mendengar itu, Hye Kyung pun tahu kalau kasusnya berhasil dan Joong Won menang. 

Joong Won lalu bertanya apa Hye Kyung pertama kali bertemu dengan Tae Joon di Institut Pelatihan Yudisial? Hye Kyung mengiyakan, mereka bertemu saat kuliah khusus tentang penuntutan dan saat itu Tae Joon memberinya nilai buruk.

“Jika mengenang masa lalu, itu masa terbahagiaku. Aku masih muda dan masa depanku cerah. Tidak, kurasa itu akan cerah,” aku Hye Kyung.

“Astaga, kamu selalu mengeluh karena tidak menikmati masa kuliah,” ledek Joong Won.

“Aku memang tidak bisa menikmatinya. Kukira dua tahun di sana akan mudah, tapi kita harus belajar lebih giat daripada murid SMA kelas tiga.”

“Menurutmu itu berat, tapi kamu mabuk di lapangan sekolah setiap malam.”

“Itu karena aku sedih. Temanku hanya kamu,” jawab Hye Kyung.

Karena itu kamu mabuk dan kabur setelah memukul kepalaku? Kamu tersenyum dan menyuruhku menangkapmu kalau bisa.”

“Aku sedang mabuk. Aku tidak ingat. Aku ingat napasku terengah-engah setelah berlari. Lalu semuanya gelap.”

“Tentu saja. Lehermu tersangkut tiang. Kukira lehermu patah.”

“Aku terbangun di ruang gawat darurat. Kamu menangis di sisiku. Itu sungguh memalukan.”


“Seharusnya kamu tidak lari. Saat aku kembali bersama dokter, kamu sudah pergi. Aku sangat malu,” jawab Joong Won dan Hye Kyung tertawa senang mengingat masa lalunya yang menyenangkan. Joong Won kemudian bertanya apa Hye Kyung tidak ingin kembali ke masa itu? Tentu saja Hye Kyung mau. Dia bahkan berharap kalau semua yang terjadi sekarang ini adalah mimpi dan saat dia terbangun, dia ingin kembali pada masa dimana dia tak tahu apa-apa. Tapi Hye Kyung sadar semua itu tidak akan terjadi. Tepat disaat itu, ponsel Hye Kyung berdering dan itu adalah telepon dari Pengacara Oh Joo Hwan. 


Hye Kyung sudah berada di rumah bersama kedua anaknya. Mereka menunggu kedatangan Tae Joon. Seo Yeon kemudian bertanya dimana ayah mereka akan tidur nanti dan Ji Hoon langsung berkomentar kalau Seo Yeon tak seharusnye mengkhawatirkan hal tersebut. Seo Yeon menanyakan hal tersebut karena dia memikirkan ibunya. 


Tae Joon datang dan sepertinya hanya Ji Hoon yang menyambut kedatangan Tae Joon dengan senang. Seo Yeon dan Hye Kyung tak memperlihatkan ekspresi senang. Bahkan Seo Yeon tak melihat ke arah Tae Joon, padahal Tae Joon bertanya kabarnya.


Di ruangannya, Joong Won terus melihat artikel yang berjudul “Mahasiswa hukum mengalami kecelakaan mobil.” Tak lama kemudian Joon Ho muncul, ternyata dia bekerja sampai malam, karena Joong Won sudah mempercayainya untuk menangani negosiasi. Namun rasa senang itu langsung luntur ketika Joong Won berkata kalau dia memberikan pekerjaan itu bukan karena mempercayai kinerja Joon Ho, tapi karena Hye Kyung terlalu sibuk. 

“Begitu. Pasti Pengacara Kim kesulitan untuk fokus pada pekerjaan karena dia berkeluarga. Katanya Lee Tae Joon mendapat pembebasan bersyarat. Mereka pasti sedang merayakannya,” ucap Joon Ho.

“Siapa saja anggota keluargamu?”

“Orang tuaku, adik di AS, dan aku. Ada empat anggota keluarga. Bagaimana denganmu?” tanya Joong Won balik. 

“Aku punya kakak dan ayah.”

“Katanya kamu dan Pengacara Kim dari satu universitas dan institut. Karena kalian berteman sejak itu, dia pasti sudah seperti keluarga.”

Kami sangat dekat.”

“Kamu tidak kaget saat dia muncul di berita? Pasti kalian canggung setelah suaminya dibebaskan,” tanya Joon Ho. 

“Itu tidak membuat hubungan kami menjadi canggung. Jangan cemas,” jawab Joong Won. 

“Kamu harus memercayai Pengacara Kim.”

“Sebenarnya, aku benci kebanyakan orang. Mereka serakah dan bodoh, tapi Pengacara Kim berbeda. Tanpa berusaha terlalu keras, dia dipercaya oleh orang lain. Dia juga bisa memecahkan masalah secara naluriah. Pengacara Lee, kamu perlu bekerja lebih keras,” pesan Joong Won dan Joon Ho mengerti lalu pamit pulang.


Joong Won kembali fokus pada komputernya, dia membaca kalau kecelakaan itu terjadi pada tanggal 18 sekitar pukul 22.30. Dia kemudian menghubungkannya dengan pernyataan Tuan kang yang mengaku kalau 15 tahun yang lalu dia mengalami masa-masa sulit. Selain itu banyak yang berubah setelah dia bertemu dengan Tae Joon, salah satunya adalah kakinya yang terluka dan tak bisa digunakan berjalan dengan normal. 

Dalam artikel itu, ada kalimat yang bertuliskan, “Kim terlambat melihat Kang dan mobilnya menabrak dia.”



Paginya, Ji Hoon mengambil koran di depan rumah. Dia kemudian diam-diam mengambil kameranya yang dia letakkan di pot. Masuk kamar, Ji Hoon langsung menontot videonya. Tapi yang datang hanya bibi cleaning servis yang tanpa sengaja menyenggol kamera milik Ji Hoon sehingga gambar yang terlihat sedikit. Merasa tak ada sesuatu yang mencurigakan, Ji Hoon pun keluar kamar. Setelah Ji Hoon pergi, kita kemudian diperlihatkan kembali pada video rekaman, dimana ada seorang pria misterius yang berusaha membuka kunci pintu rumah Hye Kyung.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 5


No comments :

Post a Comment