July 14, 2016

The Good Wife Episode 2 - 2


Dalam perjalanan pulang Joong Won bertanya kenapa Hye Kyung pergi ke tempat itu sendirian.  Tak ada jawaban, kita sudah melihat Hye Kyung pergi ke penjara untuk bertemu dengan Tae Joon. Dia memberitahu Tae Joon kalau dia bertemu dengan Jaksa Choi dan mengingatkannya untuk tidak membantu Tae Joon. Jaksa Choi memberitahu Hye Kyung kalau Tae Joon sudah tidur dengan berlusin-lusin wanita. 


Tae Joon menjawab kalau Jaksa Choi berpola pikir politik, dia percaya akan menjadi sukses jika dia memenjarakan Tae Joon. To the point Hye Kyung bertanya apa Tae Joon menerima suap. Tae Joon menyangkalnya dan menyuruh Hye Kyung menunggu dan melihat dirinya membuktikan diri tak bersalah.



“Tentu saja, aku akan melihat. Aku sudah buta selama 15 tahun. Aku akan membuka mata lebar-lebar dan melihatmu mulai sekarang,” ucap Hye Kyung dan Tae Joon membahas kasus pemerkosaan yang Hye Kyung tangani. Ternyata Tae Joon yang merekomendasikan Hye Kyung untuk menangani kasus itu, karena hal tersebut akan sangat berguna bagi mereka berdua dan juga Eun Joo. 

Masih dengan rasa kesal, Hye Kyung berkata kalau Tae Joon pasti tidur dengan Eun Joo karena Tae Joon bisa tahu dan menyebut namanya.  Tae Joon menjawab kalau dia ingat karena pengacaranya yang mengatakannya. 

“Siapa nama wanita dalam videomu? Kenapa kamu mengingat Eun Joo, bukan perempuan yang tidur denganmu? Namanya Amber. Apa yang dia lakukan untukmu? SM? Memainkan suatu peran? Melakukannya tanpa kondom? Atau kamu harus membayar lebih untuk itu? Apa kamu mengajaknya berdinas ke AS?” ucap Hye Kyung kesal dan Tae Joon langsung memukul meja. Dia marah dan meminta agar Hye Kyung berhenti.


“Kamu tahu aku tidak seperti itu. Kapan kamu akan memaafkanku?” tanya Tae Joon.

Hye Kyung berkata kalau Tae Joon  pergi ketika ulang tahun Seo Yeon dengan alasan ada pekerjaan, dia pun ingin tahu kemana Tae Joon pergi pada hari itu. Tae Joon pun mengerti kalau Hye Kyung belum bisa memaafkan dirinya, sampai Hye Kyung siap memaafkan.

Tak mau membahas hal itu, Hye Kyung pun berkata kalau Jaksa Choi bilang Tae Joon yang mengarang kasus Eun Joo dan Hye Kyung menertawai pernyataan Jaksa Choi itu. Tapi sekarang, Hye Kyyung sudah tak tahu lagi siapa Tae Joon sebenarnya. Apa dia manusia atau bukan?

“Aku memang orang yang paling membebanimu. Tapi jangan salah paham. Aku merekomendasikannya karena aku sangat yakin itu akan membantumu. Jika kamu mengurus klien yang berguna, kamu bisa tetap berada di firma hukum itu,” ungkap Tae Joon dan Hye Kyung malah merasa kesal karena Tae Joon terus mencari tahu tentangnya. Tae Joon mengaku kalau dia melakukan semua itu karena perasaan bersalah, karena Hye Kyung terlambat memulai karirnya gara-gara dirinya. Namun Hye Kyung tak ingin dibantu, dia meminta agar Tae Joon tak melakukan apapun untuknya. 


Dan sedang berada di halte bis dan sembari menunggu dia hendak merokok. Do Sub muncul dan mengingatkan Dan kalau dia harus berhenti merokok sebab rokok buruk untuk Dan sendiri. 

“Ada apa dengan Choi tua itu?” tanya Dan.

“Mungkin dia takut. Tae Joon itu menakutkan. Ini rekaman yang kamu inginkan,” ucap Do Sub dan memberikan USB pada Dan.

“Apa Jaksa Lee benar-benar melakukan kejahatan?”

“Kamu mengenalnya. Dia tidak peduli saat memecatmu,” jawab Do Sub dan Dan berkata kalau dia tak menanyakan watak Tae Joon. Yang ingin dia tanyakan adalah apa Tae Joon benar-benar bersalah. Bukannya menjawab, Do Sub malah balik bertanya apa Dan ingin Tae Joon tak bersalah. Merasa tak akan mendapat jawaban pasti dari Do Sub, Dan pun pergi karena tepat disaat itu bus yang dia tunggu sudah datang. 


Dan menemui Hye Kyung dan berkata kalau dia sudah tahu penyebab Jaksa menghentikan penyelidikannya, semua itu karena spermanya. Hye Kyung dan Dan kemudian menemui Eun Joo di kampusnya. Saat mereka datang, Eun Joo sedang bersama teman – temannya. Eun Joo terlihat begitu akrab dengan pria-pria. 


Mereka bertiga kemudian berbicara di ruang kelas yang kosong dan mengaku kalau hasil tes-nya sudah keluar. Hasil pemeriksaannya mengatakan kalau sperma yang di temukan pada Eun Joo bukanlah sperma milik Jung Han Wook. Dengan hasil itu, jaksa bisa menggugat Eun Joo dengan tuduhan palsu. Eun Joo kaget dan tak percaya melihat hasil pemeriksaannya. Dia pun bertanya apa pihak Grup Mooil sudah memanipulasi hasilnya?

“Eun Joo, kamu harus berterus terang. Kamu tidur dengan orang lain saat itu?” tanya Hye kyung dan Eun Joo masih ngotot kalau orang yang memerkosanya malam itu adalah Han Wook. Melihat Eun Joo, Hye Kyung pun teringat pada Tae Joon yang berkata kalau dia yang sudah merekomendasikan agar Hye Kyung menangani kasus Eun Joo. Karena hal tersebut akan berguna bagi mereka berdua dan juga Eun Joo.


Eun Joo lalu bertanya apa sekarang Hye Kyung sudah tak percaya dengan dia lagi. Hye Kyung diam sejenak dan tiba-tiba dia malah bertanya apa Eun Joo juga tidur dengan Tae Joon? Tapi ternyata pertanyaan itu hanya ada di kepala Hye Kyung saja, dia hanya membayangkan dirinya bertanya seperti itu pada Eun Joo. Pada kenyataannya, Hye Kyung masih terdiam.


“Kamu pasti tidur dengan seseorang. Ada sperma yang ditemukan,” ucap Dan karena Hye Kyung masih terdiam. Dengan yakin Eun Joo menjawab kalau sperma itu milik Han Wook, kalau mereka tak percaya mereka bisa bertanya pada Ye Ji, karena Ye Ji bilang dia melihat Han Wook di hotel. Dan pun berkata kalau dia tak yakin Ye Ji akan bisa membantu, lagi pula sampai sekarang ponsel Ye Ji selalu tidak aktif. 

“Baterai ponselnya juga habis saat itu,” ucap Eun Joo yang  kemudian teringat kalau saat itu dia meninggalkan tasnya di kamar hotel dan Ye Ji yang mengambilnya. “Apa itu tidak akan membantu?” tanya Eun Joo dengan ekspresi sedih dan Hye Kyung hanya diam.  Eun Joo pun izin pergi karena dia harus masuk kelasnya.

“Mungkin kamu harus membolos mulai sekarang,” ucap Hye Kyung dan membuat Eun Joo menghentikan langkahnya. “Karena membuat tuduhan palsu, kamu bisa mendapat hukuman tambahan karena penangguhan dakwaan,” tambah Hye Kyung dan Eun Joo terlihat sedih mendengarnya. 


“Kamu terlihat tidak iba pada klien hari ini,” koment Dan ketika mereka jalan pulang. Hye Kyung pun menjawab kalau dia kecewa, karena dia sudah percaya pada Eun Joo tapi Eun Joo malah berkhianat. 

“Kamu belum tahu pasti. Bisa saja Han Wook punya teman. Dia bisa masuk saat Eun Joo tidak sadarkan diri,” ucap Dan yang kemudian merasa kalau dia dan Hye Kyung selalu berbeda pendapat. Hye Kyung kemudian bertanya kenapa Dan berubah pikiran, padahal sebelumnya Dan tidak percaya pada Eun Joo. Dan menjawab dia berpikiran seperti itu karena melihat tingkah Jaksa yang terlihat mencurigakan. Kenapa mereka harus mengancam Eun Joo, jika mereka tidak tidur bersama? Selain itu pengacara Han Wook juga berkata kalau mereka sudah mencapai kesepakatan. 


“Kamu benar,” ucap Hye Kyung pada akhirnya dan dia kemudian meminta Dan untuk menyelidiki apa mereka bisa membandingkan DNA orang yang datang ke club malam. Dan pun mengiyakan, dia juga menyuruh Hye Kyung istirahat karena Hye Kyung terlihat lelah. 


Hye Kyung pulang dengan membawa pizza. Melihat sang ibu pulang, Ji Hoon langsung menutupi wajahnya. Tentu saja hal itu membuat Hye Kyung penasaran dan langsung menarik Ji Hoon yang hendak pergi menghindari dirinya. 

“Kenapa wajahmu?” tanya Hye Kyung ketika melihat wajah Ji Hoon penuh luka. Ji Hoon hanya berkata kalau dia tidak apa-apa dan semua itu bukan masalah besar. Tentu saja Hye Kyung tak percaya, karena wajah Ji Hoon terdapat banyak memar dan luka. Hye Kyung hendak mengambil obat dan Ji Hoon mencegahnya dengan menangkap tangan sang ibu. Melihat tangan Ji Hoon juga penuh luka, Hye Kyung pun bisa menebak kalau Ji Hoon pasti berkelahi. 

Marah, Hye Kyung pun hendak mengajak Ji Hoon pergi ke sekolah untuk menanyakan apa yang terjadi pada sang guru. Namun Ji Hoon menolak, karena... kalau Hye Kyung datang ke sekolah maka hal itu akan malah memperburuk situasi Ji Hoon. Sebab semua orang di sekolah pasti akan mengenali Hye Kyung. 


Hye Kyung mengerti dan meminta maaf karena dia tak peka pada Ji Hoon. Jadi,  Hye Kyung akan pergi ke sekolah Ji Hoon sendiri. Di lift, Hye Kyung bertemu dengan Joong Won yang datang untuk menemui Hye Kyung dan membahas hasil tes DNA. Tak merespon perkataan Joong Won, Hye Kyung hanya menunduk dan meminta Joong Won untuk membiarkan dia seperti itu sebentar saja. Mereka turun sampai lantai 1.

Pintu lift terbuka dan Hye Kyung masih berada di posisi yang sama, dia menundukkan kepalanya ke dada Joong Won. 

“Aku ingin melakukannya dengan baik. Aku mencoba bertahan apa pun yang terjadi. Tapi mungkin inilah batasku,” aku Hye Kyung dan menangis.

“Tidak apa-apa. Kamu sudah melakukannya dengan baik. Kamu melakukannya dengan sangat baik,” ucap Joong Won berusaha menenangkan Hye Kyung.


Keluar dari lift, mereka pun langsung membahas tentang pekerjaan mereka, walau Hye Kyung masih terlihat sedih, karena masih ada sisa-sisa air mata di wajahnya. Joong Won kemudian berkata kalau dari hasil tes yang dilakukan, sperma yang ditemukan adalah milik Song Kyung Chul, pria berusia 48 tahun dan menjadi buronan karena kasus pemerkosaan yang di residivis. 

“Aku tidak mengerti. Dia juga berada di klab malam?” tanya Hye Kyung. 

“Klab malam mana pun melarang orang setua dan berpenampilan seperti dia,” jawab Joong Won dan Hye Kyung beranggapan kalau semua itu tidak masuk akal. Joong Won membenarkan, tapi intinya, Joong Won mengerti sudut pandang Jaksa, karena hasil tesnya adalah orang mencurigakan seperti Kyung Chul jadi mereka tidak akan menyelidiki Han Wook lagi. 

“Mereka masih memburu Song Kyung Chul? Setelah tertangkap...”

“Dia tertangkap kemarin,” potong Joong Won yang kemudian memberitahu Hye Kyung kalau sekarang Kyung Chul dalam kondisi koma. Dia tertabrak truk saat kabur dari polisi

“Apa Eun Joo berbohong? Apa dia serius saat dia menganggapku memahaminya?” tanya Hye Kyung penasaran.


“Jangan bimbang di tengah proses peradilan. Entah bagaimana dengan orang lain, tapi kamu tidak boleh bimbang. Percayalah padanya agar kamu bisa berusaha sebaik mungkin,” ucap Joong Won dan kemudian bertanya apa Hye Kyung tak mau cerita tentang apa yang terjadi pada dirinya, karena mungkin saja Joong Won bisa membantu. Namun Hye Kyung tak mau bercerita karena Joong Won sudah banyak membantunya, berkat Joong Won, Hye Kyung bisa menangis.

“Hye Kyung... Kalau terus seperti itu, kamu bisa sakit. Tidak apa-apa. Katakan saja padaku,” ucap Joong Won khawatir dan Hye Kyung menjawab kalau dia baik-baik saja. Kalau nanti dia butuh bantuan, pasti dia akan mencari Joong Won. 


Setelah Joong Won pergi, Ji Hoon menghampiri sang ibu dan meminta maaf. Dia sadar kalau ibunya pasti lebih merasa kesulitan di bandingkan dirinya. Hye Kyung kemudian bertanya kenapa Ji Hoon bisa terluka dan Ji Hoon menjawab kalau seseorang tak dia kenal mengejek Tae Joon. Jadi Ji Hoon berkelahi dengannya dan luka orang itu lebih parah dari Ji Hoon. Karena itulah Ji Hoon melarang sang ibu pergi ke sekolah. 

“Aku tahu Ibu sudah kesulitan. Aku tidak mau semakin membebani Ibu,” ucap Ji Hoon.


“Kamu bukan beban. Kamu putra yang ibu sayangi. Beri tahu Ibu dulu jika terjadi sesuatu, ya?” jawab Hye Kyung dan kemudian mengajak Ji Hoon masuk rumah karena lukanya harus diobati.


Hye Kyung pergi ke persidangan bersama Dan dan juga Eun Joo.  Di depan gedung dia sudah diserbu reporter yang menanyainyatentang kasus yang dia tangani. 

“Pengacara Kim, sebagai korban dari kasus suamimu, apa kamu tidak malu mengurus kasus ini?” dan “Apa Lee Eun Joo berubah pikiran mengenai pemerkosaannya?” tanya para reporter.

Setelah berada di dalam gedung, Eun Joo membuka masker dan topinya. Hye Kyung dan Eun Joo masih berada di ruang tunggu. Hye Kyung pun bertanya apa Eun Joo merasa gugup. Eun Joo kemudian berkata kalau sebenarnya ada sesuatu yang belum dia sampaikan pada Hye Kyung. 


“Saat itu, Han Wook melakukannya karena mengenaliku. Dia bilang pernah melihatku di tempat kerjaku sebelumnya. Meskipun aku berpura-pura tidak mengenalnya, dia bilang aku tetap PSK dan melempar uang padaku. Baginya, memerkosaku adalah tindakan wajar,” aku Eun Joo dan Hye Kyung meminta Eun Joo untuk menunjukkan pada Han Wook kalau dia salah.


Persidangan di mulai dan Do Sub memangil Kim Sang Man sebagai saksi. Melihat Sang Man sudah berubah haluan dengan memihak pada Grup Moooil, Eun Joo pun merasa cemas dan Hye Kyung menenangkannya. 

“Eun Joo memintaku mengancam Jung Han Wook untuk mendapat uang darinya,” aku Sang Man dan Hye Kyung mengajukan keberatan, namun di tolak oleh sang hakim. Do Sub kemudian bertanya pada Sang Man, saat Sang Man pergi ke hotel, apa Jung Han Wook ada di sana dan tanpa berpikir lagi, Sang Man langsung menjawab tidak. 

Do Sub melanjutkan pertanyaan, apa Eun Joo saat itu berkata kalau dia berhubungan badan dengan Han Wook dan Sang Man lagi-lagi menjawab tidak. Dia berkata kalau Eun Joo tidak berkata seperti itu, Eun Joo hanya berbicara soal uang. 

Sekarang giliran Hye Kyung dan dia membahas tentang pernyataan Sang Man kalau Eun Joo adalah korban perkosaan saat mereka mendatangi firma hukum. Dia ingin tahu kenapa Sang Man sekarang berubah pikiran. 

“Apa itu karena kamu dijanjikan imbalan untuk menjadi saksi?” tanya Hye Kyung dan Sang Man mengiyakan.


“Lee Eun Joo bilang jika aku mengikuti ucapannya, dia akan membayarku. Aku tergoda dengan tawarannya untuk sementara, tapi demi ekonomi Korea, aku memilih untuk memberi keterangan dengan jujur,” jawab Sang Man dan Dae Seok terlihat sangat senang. Bahkan dia sampai mengacungkan jempolnya ke arah Sang Man dan Sang Man membalasnya dengan senyuman. 


Hye Kyung sudah kembali ke kantornya dan Dan memberitahunya kalau masalah hasil tes DNA itu, ternjadi di ruang gawat darurat. Dan bahkan punya foto Seo Deok yang berada di rumah sakit dan berbicara dengan seorang dokter.

“Rumah sakit mengambil sperma pelaku untuk diserahkan ke forensik. Ini dokter yang bertugas. Dia kolega Jang Dae Seok. Setelah kejadian, mereka sering bertemu. Mencurigakan, bukan?” ucap Dan. 

“Jika dia yang menukar hasil tesnya, di mana dia mendapatkan sperma Song Kyung Chul?” tanya Hye Kyung.

Dan menjawab kalau ada korban pemerkosaan lain di ruang gawat darurat itu dan pelakunya adalah Sing Kyung Chul. Jadi Dan merasa kalau si dokter sudah menggantti sprema Han Wook dengan sperma Kyung Chul. 

“Apa ada cara untuk membuktikan ucapanmu?” tanya Hye Kyung yang merasa sudah ada titik terang dari permasalahannya, namun Dan menjawab tidak, karena Dae Seok pasti akan membantahnya dengan alasan dia hanya ingin bertemu dokter itu untuk urusan pengobatan. Si dokter juga pasti akan menuduh mereka dengan tuduhan pencemaran nama baik. Satu-satunya cara adalah Kyung Chul sadar dan memberikan keterangan, namun secara medis itu adalah hal yang mustahil.


Tepat disaat itu, Joon Ho masuk dan bertanya apa Hye Kyung dan Joong Won adalah teman. Tak mau berbohong, Hye Kyung pun mengiyakan. Mendengar itu Joon Ho pun tertawa. 

“Kukira kita bersaing secara adil dan sportif, ternyata tidak,” keluh Joon Ho kecewa dan Hye Kyung mengaku kalau dia sedang sibuk, jad dia berjanji akan menjelaskan semuanya dan minta maaf pada Joon Ho, nanti kalau Hye Kyung sudah tak sesibuk sekarang. 


“Bisakah kamu pergi?” pinta Hye Kyung.

“Aku mempertaruhkan hidupku dalam bekerja. Jadi, lakukan hal serupa,” jawab Joon Ho dan pergi. Dan kemudian meminta Hye Kyung untuk bisa memahami apa yang Joon Ho katakan, karena Joon Ho hanya sedang berada dalam ketakutan. Namun yang membuat Hye Kyung pusing bukan tentang kata-kata Joon Ho melainkan kasus Eun Joo. 

Tujuan mereka adalah untuk membuktikan kalau Han Wook bersalah atas pemerkosaan dengan tes lain, jadi apa sekarang mereka harus menghubungi dokter dan meminta tes lagi. Namun pihak Han Wook pasti akan menyerang balik mereka. 

“Kita harus membuka jalan untuknya agar dia bisa lolos,” ucap Hye Kyung dan kita sudah diperlihatkan pada persidangan pada hari berikutnya. 


Kali ini, dokter yang bertugas memeriksa hasil DNA yang menjadi saksi. Hye Kyung pun mengungkapkan kalau pada malam itu, di UGD juga masuk korban pemerkosaan dengan pelaku Kyung Chul. Dengan kemampuannya, Hye Kyung berhasil membuat si dokter mengaku kalau ada kemungkinan hasil DNA-nya tertukar dengan korban pemerkosaan lain. Namun sayang usaha Hye Kyung sia-sia, dia tak bisa melakukan tes DNA ulang, karena DNA-nya sudah rusak sehingga bukti hasil DNA-pun di hapuskan. 


Keluar dari ruang persidangan, Joong Won berkata kalau tidak ada yang dirugikan dalam persidangan kali ini, karena Kim Sang Man memiihak mereka. Dengan yakin, Hye Kyung berkata kalau masih ada satu orang lagi yang bisa bersaksi. Yaitu Kim  Ye Ji dan Hye Kyung tahu cara menemukannya. 

Mereka pergi ke hotel, dimana Eun Joo diperkosa. Pergi ke hotel berdua, membuat Joong Won bertanya apa Hye kyung tidak merasa malu. Joong Won pun meralat kalau mereka seharusnya tidak merasa apa-apa, karena mereka pergi ke hotel untuk urusan bekerja, lagipula mereka tidak akan bertemu dengan orang yang mereka kenal.


Pintu lift terbuka dan wanita yang keluar dari lift, mengenali Joong Won, namanya Ha Na. Melihat Hye Kyung, Ha Na pun berkomentar kalau selera Joong Won sudah banyak berubah. Ha Na juga mengeluh karena Joong Won berhenti menghubungi dirinya, dengan sedikit tak nyaman Joong Won menjawab kalau ponselnya rusak waktu itu. Hye Kyung sendiri hanya menahan tawanya, karena harapan Joong Won untuk tidak bertemu dengan orang yang di kenal, tidak kesampaian. 

“Unni... Hati-hati dengan pria ini. Bersiaplah untuk berpisah dengannya kapan pun. Kalau tidak, itu akan terlalu berat,” pesan Ha Na pada Hye Kyung dan Joong Won langsung meralat kalau dia dan Hye Kyung tidak punya hubungan yang seperti itu. Seperti tak mendengar ucapan Joong Won, Ha Na berpesan pada mereka berdua untuk memesan kamar dengan pemandangan Sungai Han yang bagus. 


Pada resepsionis, Joong Won bertanya apa mereka boleh meminta daftar panggilan di kamar 903 pada tanggal 30 April dengan nama pemesan Jung Han Wook. Untuk memverifikasi, si resepsionis membutuhkan KTP, namun Joong Won dan Hye Kyung tak bisa memberikan KTP mereka. Sehingga Hye Kyung pun mengeluarkan kartu namanya dan mengaku kalau dia adalah pengacara dari Firma Hukum MJ. 

“Choi Yoon Jin-shi....  Ada kasus pemerkosaan terjadi pada hari itu. Apa kamu ada di sini saat itu?” tanya Hye Kyung dan Yoon Jin menjawab tidak, tapi dia mendengar tentang kejadian itu. “Orang yang bisa memberi keterangan untuk korban mengunjungi kamarnya malam itu. Mungkin dia memakai telepon di kamar. Bolehkah kami melihat riwayat panggilan malam itu?” tanya Hye Kyung lagi, tapi Yoon Jin belum bisa langsung menjawab, diia harus meminta izin pada managernya dulu. 

“Setelah jadi direktur, aku mengikuti kencan buta untuk menambah koneksi. Begitulah aku menemuinya, tapi aku tidak terlalu mengenalnya,” jelas Joong Won pada Hye Kyung tentang Ha Na, ketika Yoon Jin pergi untuk menemui managernya. 

“Lalu? Kamu bertemu orang yang kamu suka?” tanya Hye Kyung dan Joong Won tak menjawab. Tepat disaat itu Yoon Jin kembali dan berkata kalau managernya sedang sibuk. Diam-diam, Yoon Jin memutar layar komputernya dan membiarkan Joong Won melihat daftar telepon-nya sebentar. Tak membuang kesempatan, Joong Won langsung menghubungi nomor telepon yang tertera dilayar dan menanyakan Kim Ye Ji.


Keesokanharinya, persidangan kembali di mulai dan Ye Ji sudah berada di sana menjadi saksi. Ye Ji mengaku kalau dia bertemu dengan Sang Man setelah kejadian itu. Saat itu Sang Man bilang kalau Ye Ji harus tutup mulut karena Jung Han Wook orang kaya. Ye Ji bisa terluka kalau dia sampai buka mulut. Deo Seok dan Do Sub terlihat kecewa karena mereka akan kalah berdasarkan kesaksian Ye Ji. 

“Apa itu alasanmu menghindari kontak dan tidak bekerja?” tanya Hye Kyung lagi dan Ye Ji mengiyakan, karena dia tak mau terlihat dengan kasus Eun Joo dan mendapat masalah. Ye Ji kemudian melihat ke arah Eun Joo dan meminta maaf karena dia takut. 

“Setelah pertimbangan panjang, kedua keterangan dari kedua pihak beralasan. Tapi tanpa hasil tes sperma ulang, hanya ada keterangan yang bertentangan. Meskipun memang benar dia diperkosa, tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa dia memalsukan kejadiannya untuk mengancam Jung Han Wook. Maka itu, dia tidak bisa didakwa dengan tuduhan palsu. Terdakwa dibebaskan,” putus sang hakim pada Eun Joo. 

 

Eun Joo langsung memeluk Hye Kyung dan berterima kasih. Do Sub sendiri langsung meninggalkan ruang persidangan tanpa melihat ke arah Dae Seok. 


Di luar ruangan persidangan, Hye Kyung meminta maaf pada Eun Joo, karena dirinya bukti tes DNA tidak bisa digunakan, sehingga membuat mereka mustahil untuk menangkap Jung Han Wook. Selain itu, Hye Kyung juga minta maaf karena sebelumnya sudah memberi Eun Joo saran yang salah. 

“Tidak perlu. Aku lega sudah melawannya. Rasanya seperti meninju orang yang tidak memperlakukanku sebagai manusia. Jika bukan karena kamu, aku tidak akan berani. Terima kasih. Kuharap kamu juga bernasib baik,” ucap Eun Joo dan Hye Kyung kemudian bertanya apa Eun Joo pernah bertemu dengan Tae Joon. Jujur Eun Joo menjawab kalau dia tak pernah bertemu dengan  Tae Joon.

“Begitu. Aku pasti salah paham,” jawab Hye Kyung dan Eun Joo pun berjalan pergi.


Hye Kyung kembali menemui Tae Joon di penjara dan bertanya apa Tae Joon masih mengenal banyak orang di kepolisian? Orang yang bisa mewujudkan penyelidikan ulang. Tae Joon pun mengiyakan dan Hye Kyung terus terang berkata kalau dia butuh bantuan Tae Joon, tapi konsekwensinya adalah hubungan Tae Joon dan orang itu bisa hancur. 

“Katakan saja,” ucap Tae Joon.


Belum ada jawaban dari Hye Kyung, kita sudah diperlihatkan pada Jung Han Wook yang berjalan keluar kantor bersama Dae Seok. Di lobi, Han Wook langsung diserbu oleh para reporter yang menayakan tentang kasus Eun Joo. 

“Hanya satu yang ingin kukatakan. Dia membuat tuduhan palsu untuk mendapat 100.000 dolar. Jika dia tidak dihukum karena itu, mana bisa aku mengelola perusahaan,” jawab Han Wook dan berjalan pergi. Baru beberapa langkah Han Wook berjalan, tiba-tiba sekelompok polisi datang dan menangkap Han Wook dengan tuduhan pemerkosaan terhadap Eun Joo. 


Karena pada saat itu, ada banyak reporter bersama Han Wook, maka berita tentang penangkapan Han Wook langsung tersebar dan Hye Kyung sekarang sedang menontonnya di laptop. Seorang reporter juga berkata kalau Han Wook ditangkap karena sampel DNA-nya ternyata tidak rusak dan masih di temukan di kamar hotel. Selesai menonton berita, Hye Kyung menelpon Dae Seok dan mengajaknya ketemuan. Dae Seok pun mau, bahkan dia ingin bertemu dengan Hye Kyung sekarang juga dan langsung datang ke kantor Hye Kyung. 


Setelah menutup telepon, Hye Kyung melihat Joon Ho lewat dan Hye Kyung pun langsung memanggilnya. Hye Kyung berkata kalau Joon Ho ternyata benar, kalau menonton berita di komputer lebih mudah. 


Malamnya, Hye Kyung memberanikan diri untuk mendengar audio perselingkuhan Tae Joo. Dalam audio itu, Tae Joon memuji si wanita kalau dia lebih hebat daripada Hye Kyung di ranjang. 


Paginya, Ji Hoon dan Seo Yeon keluar rumah untuk berangkat sekolah. Ji Hoon mengajak Seo Yeon untuk mengunjungi sang ayah, namun Seo Yeon menolak. Tepat disaat itu, Ji Hoon menemukan amplop di depan pintu dan isinya adalah foto-foto sang ayah ketika dia berselingkuh.


Tae Joon sendiri, sekarang sedang bersama Dae Seok dan bertanya apa kalau dia membantu Dae Seok dalam kasus Jung Han Wook, Grup Mooil akan membantunya juga. Dae Seok menjawab kalau semua keterangan yang merugikan Tae Joon akan diserahkan pada Tae Joon.

“Berarti kini kita berada dalam tim yang sama,” ucap Tae Joon dan tersenyum, namun senyumnya pelahan-lahan menghilang.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 3

3 comments :

  1. Terimakasih buat sinopsisnya mbak... ☺☺

    ReplyDelete
  2. mbak lilik makasih ya atas sinopnya. keren deh. Aq selalu setia menunggu kelanjutannya. ceritanya cerdas n bikin penasaran terus hehe

    ReplyDelete
  3. terimakasih karena sudah menyediakan sinopsisnya. saya suka banget sama drama ini semenjak pertama kali nonton ^^

    ReplyDelete