July 14, 2016

The Good Wife Episode 2 - 1


Hye Kyung menyiapkan makanan di rumah, ketika dia menyuruh anak-anaknya makan, mereka hanya diam terpaku di depan televisi tanpa menjawab Hye Kyung dan ketika Hye Kyung membuka pintu kamar, dia melihat Tae Joon sedang bersama wanita lain. Hye Kyung terbangun dari tidurnya dan ternyata kejadian tadi hanyalah mimpi belaka.


Di parkiran, Hye Kyung memeluk kedua anaknya dan berkata, “Semoga hari kalian menyenangkan, hati-hati.” Merekapun menjawab untuk ibunya juga seperti itu. Hye Kyung berkata seperti itu karena dia tahu kedua anaknya pasti mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan di sekolah disebabkan apa yang sudah ayah mereka lakukan.




Setelah kedua anak Hye Kyung pergi, Jaksa Choi muncul dan mengajak Hye Kyung bicara. To the point, Jaksa Choi bertanya apa Hye Kyung masih berpikir kalau Tae Joon tidak bersalah. Hye Kyung pun mengaku kalau sebelumnya dia tak berpikir seperti itu, tapi karena apa yang jaksa Choi lakukan sekarang, Hye Kyung pun mulai mencurigai sesuatu. 

“Kenapa dia berusaha mendekatiku? Mungkin Tae Joon tidak bersalah dan Jaksa memfitnahnya,” ucap Hye Kyung tentang pertanyaan yang mulai muncul di kepalanya. Jaksa Choi mengingatkan Hye Kyung pada video perselingkuhan Tae Joon dan berkata mana mungkin dia mengada-ada dengan bukti sekuat itu. 

“Dia bilang hanya melakukannya sekali, bukan? Sayangnya, itu bohong. Ada satu alasan kenapa kami tidak merilisnya. Kami kasihan padamu dan anak-anakmu,” jelas jaksa Choi dan Hye Kyung sudah tak perduli lagi. Dia bahkan menantang Jaksa Choi untuk memperlihatkan semua yang ingin dia perlihatkan, karena Hye Kyung merasa terlalu sibuk untuk mengurusi pemerasan yang sedang Jaksa Choi lakukan sekarang. Di bilang pemeras, Jaksa Choi langsung berkata kalau Tae Joon lah yang pandai memeras, bukan dirinya. 

“Dia selalu membual tentang mencari dana siluman. Dia mengancam perusahaan dan selalu mencari bukti. Dia akan mengancam temannya untuk menyerahkan haknya. Lalu dia sendiri akan mendapat uang suap. Dia bukan orang yang patut kamu beri simpati. Jangan dimanfaatkan olehnya,” pinta Jaksa Choi dan Hye Kyung kemudian menyuruh Jaksa Choi untuk menemukan bukti kejahatan Tae Joon lalu menghukumnya, tapi jangan mencoba untuk memanfaatkan Hye Kyung untuk mendapatkan keuntungan. 

Jaksa Choi kemudian mengaku kalau dia sudah memeriksa riwayat Hye Kyung dan dia tahu penyebab Hye Kyung tidak bisa menjadi pengacara 15 tahun yang lalu. Saat itu, Hye Kyung mengalami kecelakaan mobil bersama Tae Joon. 

“Aku belum menyelidikinya terlalu dalam. Sia-sia saja. Sebaiknya kulupakan saja kecuali jika itu sesuatu yang akan membuatmu tidak bisa menjadi pengacara. Bagaimana menurutmu?” ancam Jaksa Choi.

“Lakukan saja sesukamu,” jawab Hye Kyung tak perduli. 

“Kamu harus memikirkannya. Mana yang lebih penting? Suami yang berselingkuh atau hidupmu?” tanya Jaksa Choi memberikan penawaran dan Hye Kyung tetap tak perduli, dia masuk mobil dan pergi. 


Sesampainya di kantor, Hye Kyung harus berpapasan dengan Joon Ho yang membahas tentang peradilan Tae Joon, karena dia melihat pembahasan tersebut di televisi. Dia bertanya apa persiapan naik bandingnya berjalan lancar? Dengan setengah hati Hye Kyung mengjawab iya. Joon Ho kemudian bertanya apa Hye Kyung tidak melihat televisi karena orang-orang di televisi juga membahas tentang Hye Kyung yang menikah setelah kuliah. 

“Aku tidak suka menonton televisi,” jawab Hye Kyung dan Joon Ho pun menyuruh Hye Kyung menontonnya di internet, dia bahkan berkata akan mengirim tautannya pada Hye kyun walau Hye Kyung menjawab tak perlu. Tepat disaat itu Joong Won memanggil Hye Kyung dan hal itu lumayan membuat Hye Kyung lega, karena akhirnya dia bisa terbebas dari Joon Ho. 

Sambil jalan Joong Won bertanya apa Joon Ho sudah bersikap menyebalkan lagi, namun Hye Kyung tak mau membahasnya. Dia bertanya kenapa Joong Won memanggilnya. Joong Won menjawab kalau ada klien baru yang menanyakan Hye Kyung. Bahkan klie itu langsung menanyakan Hye Kyung saat dia baru datang. 

“Mungkin kamu tertekan, tapi biayanya sepadan. Kita akan menyelesaikannya sebelum peradilan dimulai,” jelas Joong Won dan menambahkan kalau itu adalah kasus pemerkosaan. 


Hye Kyung menemui klien barunya ditemani Joong Won dan Myung Hee. Klien Hye Kyung bernama Lee Eun Joo dan dia adalah korban pemerkosaan. Myung Hee bertanya apa Eun Joo pernah bertanya dengan pemerkosa sebelumnya dan Eun Joo menjawab tidak. Saat hari dia perkosa, itulah pertama kalinya dia bertemu dengan si pemerkosa dan Eun Joo awalnya tidak tahu kalau si permerkosa adalah orang kaya. 

Secara blak-blakan Joong Won bertanya berapa uang damai yang si korban inginkan. Tak menjawab langsung, pria yang menemani Eun Joo bertanya berapa kira-kira uang yang bisa mereka dapatkan. Pria itu berkata kalau polisi sedang melakukan penyelidikan, tapi dia merasa hal tersebut terlalu lama, jadi mereka meminta bantuan pengacara. 

“Apa hubunganmu dengan Eun Joo?” tanya Joong Won dan pria itu menjawab kalau dia adalah kekasih Eun Jo. Joong Won lalu berkata kalau mereka akan menyelidiki kasus Eun Jo dan kemudian berbicara dengan Grup Mooil. 

“Apa lagi yang akan diselidiki? Aku baru memberi tahu semuanya,” ucap pria itu dan Myung Hee menjawab kalau pria itu mau mendapatkan uang, maka mereka butuh banyak rencana, karena mereka pihak Grup Mooil bisa menyangkal dengan hal yang tidak terduga. 

“Begitu. Apa kamu takut dengan orang kaya?” tanya pria itu.

“Tentu saja. Sejujurnya, mereka sangat menakutkan. Banyak yang berpikir orang kaya akan menutupi kesalahan dengan uang, tapi bukan itu masalahnya. Mereka punya banyak pengacara berbakat. Untuk apa membayar? Kalau setuju berdamai, berarti mereka mengakui kejahatannya. Kami tidak perlu berhati-hati dengan kasus seperti ini,” jawab Joong Won dan Eun Joo minta maaf dengan mata berkaca-kaca. 

Saat ditanya apa yang dikatakan polisi, pria itu menjawab kalau mereka melakukannya berdasarkan suka sama suka. Dengan semangatnya, pria itu mengatakan pada ketiga pengacara kalau mereka tidak perlu khawatir, sebab mereka bisa menguji spermanya dan selain itu ada saksinya juga sehingga pemerkosanya itu tidak akan bisa mengelak lagi.  Eun Joo menitikkan air mata dan Hye Kyung memberikan tisu padanya.


Saat hanya bertiga, Myung Hee berkata kalau dia tidak yakin Eun Joo diperkosa. Dia menebak kalau Eun Joo dan pria yang mengaku pacarnya itu sudah melakukan tuduhan palsu. Karena ingin membahas kasus itu hanya dengan Joong Won, Myung Hee pun menyuruh Hye Kyung keluar, namun Joong Won melarangnya, Joong Won ingin mereka membahas bersama Hye Kyung, karena Hye Kyung yang akan menangani kasus tersebut. 

Myung Hee masih berpendapat kalau Eun Joo dan kekasihnya sudah berbohong, namun Joong Won berpendapat kalau tak ada salahnya percaya pada mereka. Joong Won yakin kalau kasus ini akan menghasilkan banyak uang. 

“Jika kita mengurus kasus kejahatan murahan, kesan firma ini bisa rusak,” ungkap Myung Hee tegas. 

“Itu terlalu detail untuk dianggap mengada-ada. Jika mereka berniat mengada-ada, mereka harus menjadi pengarang, bukan pemeras,” jawab Joong Won. 

“Dia tidak ingin terlihat seperti orang yang berbohong,” tambah Hye Kyung dan Myung Hee meminta Hye Kyung untuk tidak menilai klien dari penampilan mereka. Seorang pengacara harus menilai klien dari bukti dan kebenaran bukan menggunakan perasaan pribadi. 

“Aku tahu pengacara firma mereka. Namanya Jang Dae Seok. Kamu pasti mengingatnya. Dia murid tahun yang sama denganku,” ucap Joong Won pada Hye Kyung dan Hye Kyung masih mengingat pria yang bernama Dae Seok tersebut. Joong Won menambahkan kalau dia dan Dae Seok pernah berada dalam tim bisbol, jadi Joong Won berencana menemuinya dan membahas kasus Eun Joo. 

Mendengar itu, Myung Hee berpendapat kalau Joong Won akan terlihat seprti tukang peras, jika dia melakukan hal tersebut. Namun Joong Won membantah, dia melakukan semua itu sebagai pengacara yang melindungi kliennya. 

Keluar dari ruangan Myung Hee, Hye Kyung bertanya apa pemerkosanya dari Grup Mooil dan Joong Won mengiyakan. Pria itu adalah cucu termuda direktur Grup Mooil saat ini. Dia pembuat onar dan tersebar kabat kalau Grup Mooil membuangnya, tapi dalam kenyataannya pria itu masih kaya, karena sekarang dia menjabat sebagai wakil direktur Pengembangan Industri dan sekarang dia membuat masalah lagi. 


Joong Won kemudian menelpon Dae Seok dan mengajaknya ketemuan malam ini. Setelah menutup telepon, Joong Won mengajak Hye Kyung ikut serta untuk menemui Dae Seok. Hye Kyung mengiyakan, dia juga tahu kalau grup Mooil dan Jung Han Wook akan menyelidiki kasus tersebut. 

Joong Won lalu bertanya apa Hye Kyung sudah melihat berita tentang Tae Joon. Dia kemudian berkata pada Hye Kyung untuk mengatakan padanya jika Hye Kyung membutuhkan bantuan. Hye Kyung menanggapinya dengan kalimat terima kasih dan kemudian pergi. 


Hye Kyung mendapat sms dan itu adalah kiriman tautan dari Joon Ho. Karena sudah dikirimi, Hye Kyung pun menontonnya. Ternyata sebelum tertangkap, Tae Joon selalu berkata akan menangkap semua politikus yang menyuap dan menerima suap, tapi sekarang dia yang malah kena ciduk dan harus satu penjara dengan orang-orang yang dia masukkan ke dalam penjara. Awalnya Hye Kyung biasa saja melihat berita itu, namun ketika audio dari video perselingkuhan Tae Joon, Hye Kyung tidak kuat dan langsung mematikan laptopnya. Tepat disaat itu Dan muncul dengan membawa berkas tentang Jung Han Wook dari Grup Mooil. 


Dan melihat laptop Hye Kyung dan Hye Kyung reflek menutupnya. Dan pun berkata pada Hye Kyung untuk tidak menyembunyikannya, karena semua orang di kantor sudah melihat berita itu. “Kamu belum melihatnya?” tanya Dan menyadari hal tersebut dan Hye Kyung menjawab belum. 


Bersama Hye Kyung, Joong Won menemui Dae Seok dan Dae Seok begitu semangatnya bercerita tentang baseball. Selesai bercerita, akhirnya Dae Seok menyadari keberadaan Hye Kyung dan berkata kalau sepertinya mereka pernah bertemu. Hye Kyung pun mengenalkan diri dan berkata kalau sepertinya mereka pernah bertemu di Sekolah. Namun Dae Seok malah berkata kalau dia melihat Hye Kyung di televisi, dia bahkan berpendapat kalau Hye Kyung terlihat cantik di kamera. Dae Seok juga tahu kalau Hye Kyung sudah berhenti menjadi pengacara selama 15 tahun. 

“Pasti berat bagimu. Sayang sekali. Dulu aku suka Jaksa Lee Tae Joon,” ucap Dae Seok dengan nada tak senang.

“Kamu selalu kalah darinya,” ucap Joong Won dan Dae Seok meralat kalau dia hanya kalah tiga kali saja, lagi pula bukan hanya Dae Seok saja yang kalau, semuanya juga kalah dari Tae Joon. 


Mengganti topik, Joong Won kemudian membahas tentang Jung Han Wook yang selalu menyusahkan Dae Seok di Grup Mooil. Membahas kasus pemerkosaan itu, Dae Seok dengan yakin berkata kalau Han Wook dan Eun Joo melakukan hal tersebut dengan berlandaskan suka sama suka. Sebelum pergi dia menulis sesuatu di kertas dan berpesan pada Hye Kyung dan Joong Won untuk diberikan pada pihak Eun Joo, sebelum rumornya menyebar.


Dalam perjalanan kembali ke kantor, Joong Won dan Hye Kyung dengan yakin berpendapat kalau Eun Joo benar-benar di perkosa karena Dae Seok menulis jumlah yang besar untuk melakukan perdamaian. 


Saat hanya berdua dengan Eun Joo,  Hye Kyung bertanya pada Eun Joo, tentang alasan Eun Joo memilih dirinya sebagai pengacara. 


“Aku melihatmu di televisi. Saat melihatmu menderita karena hal yang tidak kamu lakukan, kurasa kamu akan lebih pengertian,” jawab Eun Joo. Tak lama kemudian Joong Won dan Myung Hee datang dan kekasih Eun Joo juga masuk lagi setelah menelpon. Joong Won mengatakan kalau pihak Grup Mooil berani membayar 400.000 dolar, untuk uang damai asalkan pihak Eun Joo mau membuat perjanjian untuk  tidak menyebut nama Han Wook lagi. 

“Itu tidak sulit. Lalu bagaimana dengan peradilannya?” tanya kekasih Eun Joo.

“Biasanya, pemerkosa tetap dihukum apa pun keinginan korban,” jawab Myung Hee. 

“Tapi untuk kasus ini, Jaksa menganggapnya tidak bersalah dan akan menutup kasusnya setelah perjanjian ditandatangani,” tambah Joong Won dan Eun Joo terlihat tak bisa terima. Hye Kyung pun terus melihat ke arah Eun Joo. Eun Joo kemudian bertanya apa setelah menerima uang itu, dia tak akan bisa  mengungkap tentang apa yang sudah Han Wook padanya. 

“Tidak bisa. Mereka tidak mengakui kejahatannya,” jawab Joong Won.

“Kenapa memberiku uang jika tidak melakukan kejahatannya?” tanya Eun Joo tak terima dan Hye Kyung menjelaskan kalau Eun Joo menandatangani perjanjiannya maka dia tak bisa mengatakan apapun lagi. Jika Eun Joo memilih buka mulut, maka pihak Grup Mooil akan mengambil kembali uang damainya dan menuntut Eun Joo dengan tuduhan pencemaran nama baik. Namun, jika Eun Joo tidak suka, maka dia tidak usah menandatangani perjanjiannya. Eun Joo kemudian bertanya tentang pendapat Hye Kyung. 

“Itu... 400.000 dolar itu banyak. Aku tidak bisa menjamin kamu akan mendapatkannya dari peradilan. Itu juga akan sangat menekanmu saat peradilan,” jawab Hye Kyung. 

“Mereka akan menuntut kamu mengarang cerita untuk mendapat uang dari mereka. Meskipun kamu tidak bersalah, mereka akan melakukan apa pun untuk memenangkan peradilan,” tambah Joong Won dan Eun Joo terlihat bimbang sehingga Joong Won memberi kode pada Hye Kyung untuk mengatakan sesuatu.

“Yang penting adalah apa yang kamu inginkan. Jika menerima tawarannya, itu seolah peristiwanya tidak pernah terjadi, tapi kamu punya uang. Itu akan berakhir menjadi sesuatu yang hanya diketahui kalian. Hanya dia dan kamu,” jelas Hye Kyung. 


“Aku menanyakan pendapatmu. Apa yang akan kamu lakukan kalau menjadi aku?” tanya Eun Joo memperjelas pertanyaannya. Hye Kyung terlihat bingung menjawab, dia terus melihat ke arah Joong Won dan Myung Hee, sehingga Joong Won mengajak Hye Kyung untuk bicara di luar, namun Hye Kyung tak langsung beranjak. Dia malah melanjutkan ucapannya bahwa jika dia berada di situasi Eun Joo, maka dia akan memperjuangkannya sampai akhir. 

“Dia pikir uang bisa memecahkan semuanya,” tambah Hye Kyung dengan sangat yakin dan Eun Joo sangat berterima kasih atas jawaban Hye Kyung. 

“Terima kasih. Aku menunggumu untuk mengatakan itu. Uang itu bagus, tapi aku ingin dia mengaku dan meminta maaf atas perbuatannya,” ucap Eun Joo dan Hye Kyung berjanji akan membuat Han Wook melakukannya. 


Joong Won mengajak Hye Kyung ke ruangannya dan bertanya kenapa Hye Kyung terus mempersulit kondisinya. Hye Kyung pun menjawab kalau dia hanya melakukan tugasnya sebagai pengacara yang harus melindungi hak kliennya. Joong Won pun mengingatkan kalau tugas mereka adalah memenangkan kasus dan dalam kasus Eun Joo, kata menangnya di dapat dengan cara membantu mereka mendapatkan uang. Hye Kyung menjawab kalau yang Eun Joo inginkan adalah permintaan maaf. 

“Apa harus ada yang berlutut dan memohon maaf? Mereka memohon maaf dengan 400.000 dolar. Bukankah itu cukup?” tanya Joong Won 

“Kebenarannya.”

“Kebenaran apa?”

“Bahwa dia korban. Mereka tidak mengakui pemerkosaannya. Orang akan mengira dia materialis dan pemeras,” jelas Hye Kyung dan Joong Won yakin kalau pihak Grup Mooil akan mengakuinya sampai Eun Joo sendiri lelah dan membuat Hye Kyung stres. Jika mereka mengajukan perdamaian ketika mereka telah berseteru, maka saat itu, mereka tidak akan mendapatkan uang sepeserpun. 

“Kamu yakin bisa memperjuangkannya sampai akhir? Meskipun firma hukum tidak mendukungmu?” tanya Joong Won dan Hye Kyung merasa kalau Joong Won yang ada di hadapannya tidak seperti Joong Won yang sebelumnya. Saat bertemu dengan Dae Seok tadi, Joong Won berkata akan menjadi pengacara yang berjuang demi kliennya.

“Dulu kita masih naif. Tapi waktu sudah berlalu. Meskipun kita berjuang demi keadilan dan kebenaran, serta mendedikasikan seluruh semangat dan waktu kita, dunia itu tidak mudah,” ucap Joong Won. 


“Aku hanya pegawai baru. Aku bisa dipecat enam bulan lagi. Mungkin karena itu aku naif,” jawab Hye Kyung dan Joong Won berkata kalau Hye Kyung tidak akan dipecat. “Mungkin aku mengatakan ini karena payah sebagai pengacara. Tapi sebagai manusia, kurasa kasus ini tidak boleh usai hanya dengan uang.”

Joong Won kemudian bertanya apa Hye Kyung mau bertanggung jawab jika kasus ini kalah. Dia ingin tahu apa Hye Kyung tidak apa-apa jika dia nanti kalah. Dengan yakin Hye Kyung menjawab kalau dia tidak akan apa-apa.

Joong Won kemudian menelpon Dae Seok dan meload speaker-nya, agar  Myung Hee dan Hye Kyung ikut mendengarnya. Dae Seok dengan yakin berkata kalau pihak Eun Joo pasti takluk setelah melihat jumlah uang yang sudah  mereka berikan untuk uang damai. Joong Won kemudian menjawab kalau pihak Eun Joo tidak menginginkan uang, mereka hanya butuh permintaan maaf dari Jung Han Wook. Mendengar itu, Dae Seok menghela nafas dan berjanji akan menelpon lagi nanti. 

Joong Won lalu bertanya apa Hye Kyung yakin akan memenangkan kasusnya. Myung Hee menambahkan kalau kasus itu harus berhasil, setidaknya untuk Hye Kyung. 


Ketiga pengacara kembali menemui Eun Joo dan kekasihnya, tepat disaat itu Dae Seok menelpon dan berkata kalau Han Wook tidak mau menuruti kemauan mereka, dia tak mau di manfaatkan oleh pemeras seperti Eun Joo. 

“Kamu ingin masalah ini dibawa ke pengadilan?” tanya Joong Won dan hendak memberitahu kalau media akan mulai tahu keburukan Han Wook, namun belum selesai dia bicara, ucapannya sudah dipotong oleh Dae Seok. 


“Kami tidak akan ke pengadilan. Mustahil wakil direktur kami melakukan itu. Penyelidikannya akan ditutup dan Jaksa akan menuntut pemeras atas tuduhan palsu. Semoga berhasil,” ucap Dae Seok dan menutup telepon. 


Setelah mendengar ucapan Dae Seok, kekasih Eun Joo marah dan berkata pada Eun Joo kalau seharusnya dia menerima uangnya saja. “Lihat hasil perbuatanmu! Apa yang akan kamu lakukan jika kita tidak mendapat apa-apa?” ucap pria itu emosi.

“Sang Man-shi, aku tidak melakukan kesalahan. Aku ingin permohonan maaf. Aku punya harga diri,” jawab Eun Joo.... Hmmm.. jadi nama pria itu adalah Sang Man. Sang Man pun memberitahu Eun Joo kalau untuk orang seperti mereka, uang adalah harga diri. 

“Kamu kira kenapa aku membuang-buang waktu berhargaku di sini? Itu karena aku berhak menerima sebagian uang itu. Kamu paham?” ucap Sang Man dan mendorong kepala Eun Joo dengan telunjuknya. Joong Won menangkap tangan Sang Man dan memintanya berhenti. 

“Semoga berhasil. Bagaimanapun, aku akan mendapatkan uangnya,” ucap Sang Man dan pergi. Joong Won kemudian menghampiri Hye Kyung dan meminta Hye Kyung untuk bicara berdua dengan Eun Joo. Mereka juga harus mencari tahu kenapa Dae Seok dengan yakin berkata kalau penyelidikan akan di tutup. 


Hye Kyung dan Eun Joo sekarang sudah berada di ruangan Hye Kyung dan Eun Joo mengaku kalau dia sudah lama tidak pergi ke klub malam, setelah kembali bersekolah, dia hanya belajar. Saat itu, Eun Joo berada di ruang duduk ketika pelayan bilang ada orang dari meja VIP memanggilku. Eun Joo pun pergi ke ke meja VIP yang diberitahukan si pelayan dan saat itulah dia pertama kali bertemu dengan Han Wook. Hye Kyung lalu bertanya apa saat itu, Han Wook sendirian? Dan Eun Joo menjawab kalau malam itu Han Wook sendirian. 

Malam itu, Han Wook mengajak Eun Joo berpesta dengan teman-temannya. Entah disengaja oleh Hun Wook atau tidak, Eun Joo diberi minum sampai dia mabuk berat dan tertidur. Setelah Eun Joo tak sadarkan diri, Han Wook menggendongnya pergi. Dan yang Eun Joo tahu, ketika dia bangun dia sudah berada di atas ranjang. Eun Joo berusaha memberontak, namun dia kalah kuat dari Han Wook. Setelah memuaskan nafsu birahinya, Han Wook melempati Eun Joo dengan uang. 

“Lalu apa kamu pergi ke rumah sakit dengan Kim Sang Man?” tanya Hye Kyung dan Eun Joo mengiyakan karena dia tak terpikir dengan orang lain lagi. Eun Joo tak bisa memberitahu temannya karena tak ingin beritanya menyebar. Eun Joo mengenal Sang Man di tempat kerja. 


Tepat disaat itu, Dan masuk dan Hye Kyung bertanya apa dia menemukan sesuatu. Dan menjawab kalau dia sedikit menemukan sesuatu. Sekarang giliran Dan yang menanyai Eun Joo, dia bertanya apa yang Eun Joo kerjakan disaat dia tidak bersekolah. Eun Joo menjawab kalau dia bekerja untuk mengumpulkan biaya sekolah. 

“Kamu bekerja di bar dewasa sebagai pelayan? Dakwaanmu ditangguhkan saat razia prostitusi. Apa kamu sadar seharusnya kamu memberi tahu kami soal itu?” tanya Dan.

“Apa hubungannya hal itu dengan ini? Apa perempuan boleh diperkosa jika bekerja di tempat seperti itu?” tanya Eun Joo tak mengerti.

“Tidak, tapi itu akan menjadi kelemahanmu di pengadilan. Bukankah itu tempatmu bertemu Kim Sang Man?” tanya Dan lagi dan Eun Joo menjawab kalau Sang Man adalah seorang yang mengantarkan para PSK, ketika mereka dapat panggilan. 

“Apa dia mantan narapidana?” tanya Dan lagi.

“Sepertinya begitu. Kenapa bertanya? Apa itu masalah?” tanya Eun Joo tak mengerti dan Hye Kyung menjelaskan kalau keabsahan keterangannya mungkin bisa hilang. Dia kemudian bertanya apa ada orang lain yang bisa memberi keterangan tentang kejadian malam itu. 

“Ye Ji ada di sana. Dulu kami bekerja bersama. Dia ada dalam mobil bersama Sang Man, jadi, dia ikut ke rumah sakit bersamaku,” jawab Eun Joo. 

“Apa dia akan memberi keterangan jika kita maju ke pengadilan?” tanya Hye Kyung dan Eun Joo menjawab tidak tahu, karena mereka berdua tidak terlalu dekat. Hye Kyung pun meminta Eun Joo menceritakan semua tentang Ye Ji, agar Firma yang akan menghubunginya.


Hye Kyung sekarang sedang bersama Dan. Hye Kyung berpikir kalau apa yang Eun Joo katakan itu benar, karena walaupun Eun Joo bekerja di tempat seperti itu, tidak berarti dia boleh di perkosa. 

“Jika berbohong sekali, orang akan berbohong 2-3 kali lagi. Dia sudah berbohong tentang masa lalunya. Mana bisa kita yakin bahwa dia tidak berbohong soal peristiwa ini?” ucap Dan dan Hye Kyung meminta agar Dan juga mempercayai ucapan Eun Joo, karena dia sudah mengorbankan uang sebesar 400.000 dolar demi permohonan maaf.


“Selain itu, kapan dia membohongi kita?” tanya Hye Kyung tak mengerti.

“Dakwaan dia ditangguhkan. Dia kemari bersama mantan narapidana. Siapa yang akan percaya jika dia mengaku diperkosa?” jawab Dan dan Hye Kyung bertanya siapa yang akan peduli dengan masa lalunya, Eun Joo tidak memilih untuk diperkosa. 


“Aku sudah bilang, bukan? Jika kamu merasa kasihan, itu akan mempersulitmu,” ucap Dan dan Joong Won ikut nimbrung dengan berkata kalau tingkah Dae Seok sangat aneh, jadi yang terpenting sekarang adalah hasil uji sperma. 

“Baik itu berdasarkan kerelaan atau paksaan, kita akan menemukan sperma Han Wook,” ucap Joong Won. “Berarti masa lalunya tidak penting. Mereka masih akan maju ke pengadilan. Lalu kita akan memperdebatkan apakah itu kerelaan atau paksaan. Han Wook sudah menikah, bukan? Semua orang akan tahu soal ini. Kenapa dia membiarkannya terjadi? Dae Seok bilang Han Wook tidak mungkin memerkosanya. Menurutmu kenapa dia berkata begitu?” tanya Joong Won dan Hye kyung menebak kalau sepertinya Ye Ji ada di pihak Han Wook sebagai saksi. Ye Ji memberitahu jaksa penuntut kalau Sang Man dan Eun Joo mengada-ada. 

“Itu salah satu kemungkinan. Mari mencari Kim Ye Ji dulu. Kita harus mencari tahu kenapa Dae Seok sangat percaya diri,” ucap Joong Won.


Hye Kyung berbalik lagi lalu berkata kalau mereka harus bersiap-siap menyerahkan gugatan kelompok hari ini dan ada pencatatan keterangan saksi. Joong Won diam sejenak dan kemudian memanggil  Joon Ho. Sebelum dia menyerahkan tugas itu, Joong Won sengaja memuji jas yang Joon Ho pakai dan Joon Ho dengan bangganya berkata kalau jas itu di belikan sang ayah di Italia. Karena sudah dipuji, Joon Ho pun dengan senang hati menerima tugas yang seharusnya di lakukan Hye Kyung. 

“Aku sudah memberimu waktu. Selesaikan ini secepatnya. Waktu kita sedikit,” ucap Joong Won pada Hye Kyung setelah Joon Ho pergi. Setelah Joong Won pergi, Hye Kyung bertanya darimana dia dan Dan memulai semuanya. 

“Kurasa kita harus melihat catatan penyelidikan Jaksa,” jawab Dan.

“Kamu mengenal orang dalam di sana juga?” tanya Hye Kyung dan Dan mengiyakan karena dia memang dulu bekerja disana. 


Dan menemui temannya yang bekerja di kantor jaksa dan sang teman memberikan informasi yang Dan inginkan. Ketika berada di ruangan sang teman, Dan mengaku kalau dia bekerja pada istri Tae Joon dan sang teman hanya berkata, “Daebak”

“Tampaknya dia juga terlibat dengan kasus ini,” sang teman ketika melihat data yang berhubungan dengan Grup Mooil. 

“Dalam hal apa?” tanya Dan. 


“Dream UGT. Grup Mooil memenangkan tender pekerjaannya. Kudengar Lee Tae Joon pernah kalah dari Grup Mooil,” jawab si teman dan mereka langsung kebingungan saat melihat Do Sub muncul. Do Sub kemudian sengaja mengambil foto mereka berdua dan bertanya apa yang mereka lakukan. Tentu saja Do Sub tahu kalau pegawainya sedang membocorkan informasi internal mereka. 

“Di mana Kim Hye Kyung?” tanya Do Sub  karena dia tahu Dan sekarang mejadi rekan kerjanya Hye Kyung. 


Hye Kyung sekarang sedang bersama Jaksa Choi, dimana Jaksa Choi sudah tahu tentang apa yang di lakukan Dan. 


“Aku hanya mengobrol dengan temanku. Kau sudah tahu itu, bukan?” jawab Dan yang ternyata duduk dibelakang Jaksa Choi. Tak mau ada keributan, jaksa Choi kemudian memberi kode pada Do Sub untuk membawa Dan pergi dan Do Sub pun menarik Dan ke meja yang letaknya lumayan jauh dari tempat Hye Kyung dan Jaksa Choi duduk. 

“Karena Lee Tae Joon lagi? Dia bilang apa kali ini?” tanya Jaksa Choi. 

“Kamu kira dia juga menyuruhku melakukan ini? Apa kamu mengidap paranoia? Yang dilakukan olehku dan pegawaiku tidak ada hubungannya dengannya. Firma hukum kami hanya ingin berdamai sebelum berjuang di pengadilan,” jawab Hye Kyung


“Kamu tahu perusahaan apa yang disayangkan Tae Joon? Grup Mooil. Dia mencari kesalahan seorang pegawai dari Dream UGT agar bisa dipakai untuk mengancam mereka. Tapi kini kamu mencoba melawan Grup Mooil dengan wanita aneh. Mana mungkin aku tidak curiga?” ungkap Jaksa Choi dan Hye Kyung bertanya apa Jaksa Choi tidak percaya dengan pernyataan Eun Joo. Euum.. Hye Kyung pun menebak kalau Jaksa Choi ingin menghilangkan kecurigaan pada Jung Han Wook. 

“Kenapa kamu melakukan ini?” tanya Hye Kyung dan Jaksa Choi menjawab kalau tidak ada bukti, jadi Hye Kyung harus menerima saran darinya. 

“Kamu harus berhenti berhubungan dengan Tae Joon dan menjalani hidupmu sendiri. Kami akan mengembalikan pegawaimu setelah menginterogasinya. Kuharap pertemuan kita berikutnya akan lebih menyenangkan,” ucap Jaksa Choi dan pergi. 

Hye Kyung kemudian memanggil Dan dan meminta maaf padanya. Dan tak mempermasalahkannya, dia mengaku kalau dia sudah lelah dan ingin istirahat. Dan kemudian memeluk Hye Kyung dan memasukkan sesuatu ke jas Hye Kyung sambil berbisik kalau itu adalah alamat tempat kerja Ye Ji yang terakhir. Setelah Dan pergi, Hye Kyung membuka kertas yang di berikan Dan tadi.


Tak perlu membuang waktu lagi, Hye Kyung langsung pergi kealamat yang Dan berikan. Itu adalah tempat hiburan dimana terlihat banyak wanita penghibur. Hye Kyung datang untuk meminta kontak Ye Ji, namun wanita itu tak mau memberikannya. Sampai Joong Won datang dan mengancam akan melaporkan pada jaksa karena mereka sudah memperkerjakan wanita di bawah umur. 

Wanita itu kemudian memberikan buku catatannya dan berkata mungkin kontak Ye Ji ada di buku itu. Saat menunggu Joong Won mencari kontak Ye Ri, Hye Kyung pun membuka-buka buku yang berisi data wanita penghibur. Dia kemudian menanyakan tentang wanita  yang bernama Amber. Belum selesai Hye Kyung bertanya, wanita itu langsung berkata kalau Amber adalah wanita yang ada di video skandal Tae Joon. Semenjak kejadian itu, Amber hilang. Namun wanita itu mendengar kabar kalau Amber dan Tae Joon masih suka bertemu diam-diam. Mendengar itu, Hye Kyung pun teringat kembali pada ucapan Jaksa Choi kalau Tae Joon berbohong jika dia berkata hanya melakukan hal yang tidak pantas itu hanya sekali. 

Joong Won sudah menelpon yang terdaftar di buku itu, tapi sepertinya tak aktif sehingga Joong Won meminta nomor telepon lain atau alamat rumahnya saja dan wanita itu menjawab tidak ada. 


“Jaksa yang kamu lihat di televisi... Apa dia meminta orang lain selain Amber?” tanya Hye Kyung.

“Kenapa kamu ingin mengetahuinya? Tunggu. Apa kamu...”

“Bukan,” potong Hye Kyung dan kemudian mengajak Joong Won pergi. Saat Hye Kyung pergi, wanita itu mengaku penasaran tentang siapa Hye Kyung sebenarnya, jadi dia menunggu Hye Kyung menghubunginya lagi.

Bersambung ke The Good Wife Episode 2 - 2

No comments :

Post a Comment