July 12, 2016

The Good Wife Episode 1 - 2


Ternyata Dan pergi ke mobil dan mengganti sepatunya, karena Hye Kyung berkata kalau mereka harus bekerja keras. Untuk mendapatkan rekaman CCTV mereka harus bersiap-siap. Apa yang sebenarnya Dan rencanakan? 

Sekarang, Dan sedang membujuk pengawas kamera CCTV untuk mengizinkan mereka melihat kembali rekaman CCTV dengan alasan mereka lupa tanggal dan waktu pada CCTV-nya. Namun Satpam itu enggan memberikannya, dia hanya memperlihatkan sejenak videonya. Tepat disaat ahjumma yang bertugas bersih-bersih muncul. Melihat si ahjumma, si Satpam langsung marah-marah padanya, karena si ahjumma masuk tanpa melihat situasi.



Hye Kyung kemudian meminta salinan video dengan baik-baik, tapi si satpam masih tak mau memberikannya dengan alasan kalau dia harus mematuhi peraturan. Namun jika mereka membawa surat perintah, maka si satpam pun akan memberikannya tanpa membantah. 


“Pak, bisakah kamu tetap memberikannya?” tanya Dan dengan menggunakan logat daerah dan si satpam terkejut mendengarnya tapi dia senang dan bertanya Dan berasal dari daerah mana.  Tak menjawab, Dan terus merengek agar si satpam membantunya. Ketika Dan sibuk membujuk si satpam, Hye Kyung keluar dan memberikan minuman pada ahjuma. 


Hye Kyung melihat foto yang terus di pandangai si ahjumma dan itu adalah cucu si ahjumma. Ahjumma mengaku kalau dia bertahan hidup untuk cucunya. Tepat di saat itu, si satpam teriak-teriak bertanya dimana letak kunci-nya. Tak mau ambil pusing, si ahjumma pura-pura tak dengar. Hye Kyung kemudian bertanya apa sikap si satpam memang kasar seperti itu. Si ahjumma pun berkata kalau si satpam sangat malas, setengah hari waktunya hanya di gunakan untuk menonton film dewasa di internet dan ketika harus melakukan ronda malam, dia tak bergerak sedikitpun dari tempatnya.  Si satpam baru mulai bekerja setelah di bangunkan oleh ahjumma keesokanharinya. 


Hye Kyung dan Dan kembali ke mobil. Mereka berhasil mendapatkan rekaman video CCTV dan itu berkat kerja keras dari Dan. Hye Kyung pun berterima kasih karena secara kebetulan si satpam berasal dari kota kelahiran Dan. 

“Aku dari Seoul,” jawab Dan singkat dan itu berarti Dan memang orang yang sangat berkopeten. 


Di kantor, Hye Kyung terus memperhatikan rekaman video CCTV, namun dia tak menemukan hal-hal yang mengganjal dari video tersebut, sehingga Hye Kyung pun memutuskan pulang. Keluar dari ruangannya, dia berpapasan dengan Joon Ho yang menawarkan diri untuk membawakan barang-barang yang Hye Kyung bawa. Joon Ho pun mengajak Hye Kyung kenalan, secara mereka sama-sama pengacara baru di MJ Firma. 

Sambil menunggu lift terbuka, Joon Ho mengaku kalau dia iri pada Hye Kyung, sebagai pengacara baru, Hye Kyung sudah di beri kasus yang berat seperti kasus pro bono, sedangkan dirinya hanya di beri kasus tentang hak waris. Mendengar rasa iri itu, Hye Kyung pun bertanya apa Joon Ho ingin bertukar tempat?

“Aku mau saja, tapi kita tidak bisa bertukar tempat karena bos kita yang memutuskan. Mari berjuang keras dan sportif agar yang kompeten yang menang,” ucap Joon Ho.

“Apa maksudmu dengan menang?” tanya Hye Kyung tak mengerti maksud ucapan Joon Ho. Merasa kalau sepertinya Hye Kyung belum tahu situasi diantara mereka berdua, Joon Ho pun hanya berkata kalau mereka berdua harus sama-sama bekerja keras, karena tepat disaat itu pintu lift sudah terbuka dan Hye Kyung harus pergi. 


Hye Kyung turun menggunakan lift dan ketika pintu lift terbuka dia melihat Joong Won sudah berdiri di depannya.  Melihat Hye Kyung, Joong Won sedikit menghela nafas. Mereka kemudian bicara berdua dan Joong Won meminta agar Hye Kyung tidak memperumit suasana. 

“Terima jika dia bersalah dan ajukan jika itu keadaan yang meringankan,” saran Joong Won. 

“Tapi...”

“Pembelaannya adalah rencana Direktur Seo. Jika kamu mengubahnya dan tidak berjalan lancar, itu akan menjadi tanggung jawabmu. Kamu ingin membuatnya kesal sejak awal?’

“Pegawai baru lainnya bilang dia ingin berjuang dengan keras dan sportif. Apa itu berhubungan dengan ucapanmu?” tanya Hye Kyung penasaran. 

“Sebenarnya, hanya ada satu lowongan. Seharusnya kami merekrutnya, tapi aku tidak mau kehilanganmu. Jadi, aku membujuknya untuk melihatmu selama enam bulan, lalu pilih pegawai yang lebih baik,” jawab Joong Won memberitahu situasi yang sebenarnya antara Hye Kyung dan Joon Ho. 

“Kami berdua bersaing?” tanya Hye Kyung dengan sedikit tawa. 

“Bersaing terlalu berlebihan. Mana mungkin kamu kalah kepada orang yang baru lulus. Kamu bahkan pernah mengalahkanku. Kamu sudah pasti akan menang,” ungkap Joong Won dan Hye Kyung menyimpulkan kalau itulah alasan dia harus mengakui In Young bersalah atas siituasi yang tak terduga. Joong Won pun menjawab kalau dia hanya ingin Hye Kyung bisa berpikir jernih dan merasa lebih aman. Aman untuk kliennya juga untuk Hye Kyung sendiri. Hye Kyung pun berkata kalau dia akan mempertimbangkan saran dari Joong Won, namun sebelum dia masuk ke dalam mobil, dia mengaku kalau selama ini dia selalu hidup di zona nyaman, jadi Hye Kyung memutuskan untuk tidak hidup seperti itu lagi. 


Hye Kyung menemui In Young di rumahnya dan ternyata di rumah In Young sedang mencari tahu tentang Hye Kyung di internet. Dengan santai Hye Kyung menjawab kalau belakangan ini, nama Hye kYung lumayan terkenal. 

“Aku hanya ibu rumah tangga sampai akhir-akhir ini,” aku Hye Kyung dan In Young bertanya apa Hye Kyung sedang berencana untuk bercerai. Hye Kyung mengaku kalau dia sudah menemui suaminya di penjara dengan membawa surat cerai, namun ketika Hye Kyung melihat suaminya memakai seragam tahanan, Hye Kyung tak sanggup mengeluarkan surat cerainya. 

“Tidak kusangka aku akan mengasihaninya. Itu aneh, ya?” tanya Hye Kyung dan In Young menjawab tidak aneh sama sekali. Hye Kyung kemudian balik bertanya, kenapa In Young tidak bercerai dengan suaminya, padahal si suami sudah berselingkuh. 

In Young kemudian mengaku kalau sepanjang hari, yang dia pikirkan hanya,  "Apa aku sungguh bisa bertahan sampai akhir?" dan "Apa yang akan terjadi kepada putriku jika aku masuk penjara?"

Hye Kyung kemudian menyuruh In Young untuk berpikir mengenai apa yang akan dia hadapi. Dia tahu apa yang akan In Young hadapi adalah hal sulit, namun In Young harus mengenakan pakaian terbaik, berdandan dan makan makanan lezat. Pikirkan semua yang terbaik untuk diri sendiri dan tidak usah perduli dengan orang lain, In Young harus berlagak kuat di depan semuanya. Lagipula In Young masih punya anak dan harga dirinya. 


Saat di tanya apa dengan melakukan semua itu akan bisa membantu permasalahan yang sedang In Young hadapi, Hye Kyung menjawab tidak. Tapi paling tidak setelah In Young terbiasa melakukan semua itu, In Young akan bisa bertahan.  Tepat disaat itu anak In Young keluar dan menghampiri mereka. 

“Keputusan penting yang kamu maksud pasti terkait dengan pembelaan kita, ya?” tanya In Young dan Hye Kyung mengiyakan. In Young pun memberikan kuasa penuh pada Hye Kyung untuk memutuskan semuanya, karena In Young mulai percaya pada Hye Kyung. 

Persidangan di mulai dan saat di tanya apa pembela menerima tuduhan yang di berikan. Hye Kyung dengan yakin menjawab “tidak”. Hye Kyung berkata kalau kliennya tidak bersalah dan dia punya bukti atas pernyataannya. Hye Kyung berkata kalau ada barang bukti yang tidak di masukkan ke dalam persidangan. 

“Tidak. Aku ingin mengajukan pledoi bahwa terdakwa tidak bersalah. Kami juga memohon bukti yang tidak diserahkan dari penyidikan mereka. Ada lebih dari sejuta barang di TKP. Bagaimana cara mengadakan peradilan jika semua bukti dicantumkan?” sanggah Do Sub dan hakim pun diperlihatkan pada daftar barang buktinya. “Itu bukti yang tidak terlalu terkait dengan tuduhannya,” tambah Do Sub sebagai jaksa penuntut. 


“Penuntut Umum tidak berhak memutuskan. Itu wilayah hukum pengacara. Dalam pasal 266 ayat 3 KUHAP, aku berhak melihat semua bukti yang ada di TKP.”


“Yang Mulia... Suami pengacara adalah Lee Tae Joon, orang yang didakwa karena menerima suap. Dia yang ahli menyingkirkan bukti, bukan aku,” bantah Do Sub dan hakim langsung bertanya barang bukti apa yang terdapat di halaman setelah halaman yang hakim tunjukkan. Do Sub langsung menjawab kalau apapun yang terdapat di halaman yang hilang, tidak ada sangkut pautnya dengan kasus mereka. Namun Hye Kyung langsung berkata kalau bukti tersebut akan menguntungkan si terdakwa. 

“Baiklah. Kuberi waktu 48 jam. Serahkan lembaran yang hilang ini. Aku yang memutuskan apa itu bisa menjadi daftar barang bukti. Paham?” ucap hakim pada Do Sub dan itu jelas membuat Do Sub kesal. 


Keluar ruang persidangan, Do Sub berkata kalau Hye Kyung mewarisi sikap buruknya Tae Joon. Karena Tae Joon juga sering tidak melihat siapa yang dia lawan. Dengan nada mengejek Do Sub kemudian bertanya apa tidak apa pemula seperti Hye Kyung bertindak nekad seperti itu. Hye Kyung pun menjawab kalau dia hanya perlu bertanggung jawab atas kliennya.

“Kapan kamu lulus dari Institut Pelatihan Yudisial?” tanya Hye Kyung. 

“Aku lulusan ke-39,” jawab Do Sub. 


“Kamu terlambat belajar, ya? Berjuanglah. Bekerja keraslah jika kamu ingin sukses,” ejek Hye Kyung dan berjalan pergi.


Hye Kyung menghadap Myung Hee dan Myung Hee bertanya apa Hye Kyung tidak mengerti dengan perintah yang sudah Myung Hee berikan. Dia menyuruh Hye Kyung untuk membuat In Young mengaku bersalah, bukan untuk membela diri. Tepat disaat itu Joong Won  masuk dan mendengar apa yang Myung Hee katakan. 


“Maafkan aku. Tapi, Bu Kim juga mengaku tidak bersalah. Aku terusik karena jaksa menyembunyikan bukti. Jadi, aku mengubah strategi berdasarkan penilaianku,” jawab Hye Kyung. 

“Apa kamu juga menilai untuk tidak mengabariku?” ucap Myung Hee dengan nada tidak senang dan kemudian menyuruh Hye Kyung keluar. Baru keluar kantor Myung Hee, dia mendengar Myung Hee berkata pada Joong Won kalau semua itu adalah salah Joong Won. 

“Hye Kyung menemukan bahwa ada bukti yang disembunyikan. Bukankah kamu harus membalas pengacara baru itu karena sudah bekerja keras?” tanya Joong Won. 

“Aku ingin tahu siapa yang bilang mengenai bukti yang hilang itu. Kini jaksa akan berselisih dengan kita,” jawab Myung Hee dan Joong Won bertanya apa Myung Hee takut. Myung Hee menjawab kalau semua itu hanya menyebalkan


“Lalu apa masalahnya? Berkat dia, kita berpeluang menang. Berarti kita harus berjuang dan menang sebagai pengacara,” ucap Joong Won dan Myung Hee mau saja hal seperti itu, tapi dia tidak ikhlas kalau pengacara yang melakukannya adalah Hye Kyung. Karena Hye Kyung tidak mau mematuhi kata-katanya. Untuk mencegah Hye Kyung melakukan semua itu, Myung Hee pun berencana mengganti pegacaranya, pengacara yang akan mendengarkan kata-kata Myung Hee. 


Di rumah, Hye Kyung terus mempelajari kasusnya. Tepat disaat itu dia mendapat telepon dari Dan yang memberitahunya kalau bukti yang hilang adalah bulu anjing dan bulu anjing itu di temukan di pakaian korban. Dan mengetahui semua itu dari laptop seseorang yang saat itu sedang tidur. Hmmm.... kita tidak diperlihatkan pada wajah orang itu. 


Dan pergi ke rumah Hye Kyung dan mereka membahas tentang bukti yang baru mereka temukan. “Korban memiliki anjing Shih Tzu, jadi, jaksa mengira bulu itu milik anjingnya. Tapi, hasil tes menunjukkan bahwa itu bulu anjing Greyhound. Itu bukan peliharaan yang umum di Korea. Selain itu, ada lagi yang ditemukan di bulunya. Carprofen. Itu obat untuk mengobati masalah sendi pada anjing,” jelas Dan setelah mengetahui semuanya. Saat ditanya dari mana Dan tahu semua itu padahal Jaksa belum mengumpulkan daftar barang buktinya, Dan  pun hanya menjawab kalau dia mendapatkannya dari orang yang dia kenal dari tim Forensik Nasional. 

Tepat disaat itu Seo Yeon keluar dan Hye Kyung berkata kalau dia sedang bekerja, jadi dia menyuruh Seo Yeon mengambil buah di dapur. 

“Apa kita berbicara besok saja?” tanya Dan dan Hye Kyung pun menjawab tidak apa-apa untuk membahas semuanya malam ini juga. 

Hye Kyung kemudian menunjuk sebuah nomor seri dan bertanya apa itu adalah nomor seri dari obatnya. Dan menjawab bukan, dia berkata kalau itu adalah nomor ponsel orang tersebut, karena mereka berjanji akan bertemu sekali lagi. 

“Berarti kita harus menemukan anjing besar dengan radang sendi?” tanya Hye Kyung. 

“Entahlah. Kurasa strategi kita bisa berubah lagi. Kamu diturunkan dari kasus. Ada orang lain yang akan menggantikanmu,” ungkap Dan dan Hye Kyung bisa menebak kalau orang itu pasti Joon Ho. Dan mengiyakan dan penggantian itu akan di lakukan mulai pekan depan, jadi waktu yang Hye Kyung punya tinggal satu kali peradilan. 


Hye Kyung mengantarkan Dan sampai lift dan ketika dia kembali ke dalam rumah, kedua anaknya sedang melihat-lihat berkas kasus yang Hye Kyung tangani. Hye Kyung langsung mengambilnya, karena dia tak ingin anak-anaknya melihat gambar yang seram. 

Seo Yeon kemudian bertanya apa terdakwa membunuh suaminya karena berselingkuh dan Hye Kyung menjawab kalau orang lain yang sudah membunuhnya. Mendengar itu, si anak laki-laki berpendapat kalau terdakwa seharusnya bercerai dengan suaminya. 

“Ibu. Ibu tidak akan bercerai, bukan?” tanya Seo Yeon dan Hye Kyung menjawab tidak untuk sekarang ini. “Kalau begitu, ibu berniat bercerai kelak?” tanya Seo Yeon lagi, tapi tak dijawab oleh Hye Kyung karena dia menemukan sesuatu pada rekaman video CCTV. 


Persidangan dimulai, Do Sub membahas tentang rekaman video CCTV dimana ada petugas yang sedang berpatroli, dia bertanya apa malam itu si petugas melihat orang yang misterius dan si petugaspun menjawab tidak. 


Sekarang giliran Hye Kyung dan untuk menjelaskan apa yang dia temukan, Hye Kyung butuh 3 layar PC. Joong Won muncul dan bertanya pada Dan apa semuanya berjalan dengan baik. Dan pun menjawab kalau hal pentingnya akan di mulai sekarang. Joon Won melihat kesamping dan disana dia melihat Choi Sang Il. 


Hye Kyung memperlihatkan video rekaman CCTV pada hari yang berbeda-beda. Yang tengah untuk tanggal 15, sebelah kiri tanggal 14 dan sebelah kanan pada tanggal 16, hari dimana terjadi pembunuhan. Hye Kyung kemudian meminta si petugas untuk melihat pada layar. 

“Seperti keterangan pada pukul 00.03 saat pembunuhan terjadi, saksi mata sedang meronda. Sehari sebelum dan sesudah pembunuhan, kamu terlihat sama saat meronda,” ucap Hye Kyung. 

“Ya, lagi pula, itu pekerjaanku,” jawab si petugas dengan bangganya. 

“Mari kita percepat videonya,” ucap Hye Kyung dan tepat disaat itu muncul plastik yang melayang. “Ini pukul 00.45 pada hari pembunuhan terjadi. Lihatlah di sebelah sini,” tunjuk Hye Kyung pada gambar plastik. “Apa yang kamu lihat?”

“Apa itu plastik?” jawab si petugas. 

“Benar. Ada plastik terbang karena angin,” ucap Hye Kyung dan Do Sub langsung mengajukan keberatan, dia beranggapan kalau apa yang Hye Kyung katakan tidak ada sangkut pautnya dengan kasus. Namun keberatan yang Do Sub lakukan, langsung di tolak oleh hakim dan menyuruh Hye Kyung melanjutkan. 


“Mari melihat video pada hari sebelum dan sesudah pembunuhan terjadi,” ucap Hye Kyung dan memutar videonya bersamaan. Tepat di jam yang sama, di video memperlihatkan plastik yang terbang di tiup angin. “Apa yang kamu lihat?” tanya Hye Kyung pada si petugas dan si petugas berpura-pura tidak tahu. 

“Kamu pasti tahu. Setiap malam di pabrik saksi mata, ada plastik yang terbang setiap 45 menit sekali atau mungkin ada yang menyalin rekamannya,” jelas Hye Kyung dan akhirnya si petugas tak bisa mengelak lagi. Dia akhirnya mengaku kalau pada malam terjadinya pembunuhan, si petugas tidak melakukan ronda malam dan untuk videonya si petugas sudah menyalin dari hari sebelumnya. Sudah bisa menebak hasil akhir persidangannya, Choi Sang Il langsung keluar ruangan persidangan. 

“Jadi, tidak ada rekaman pada hari kejahatan. Saksi mata tidak mungkin bisa melihat orang yang mencurigakan,” tanya Hye Kyung dan si petugas menjawab tidak. Do Sub mulai merasa gerah karena dia terancam kalah dari Hye Kyung. 


Hye Kyung sudah berada di ruang kerjanya, Joong Won menghampiri dan memberikan segelas kopi padanya. Joong Won kemudian bertanya apa Hye Kyung ingin mendengar kabar buruk atau kabar baik darinya. Hye Kyung meminta Joong Won memberitahunya kabar baik terlebih dahulu. Kabar baik-nya adalah Hye Kyung akan terus menangani kasus In Young sampai kasus-nya tutup dan kabar buruknya adalah Kim In Young masih jadi tersangka yang paling meyakinkan karena sidik jarinya ada di pisau, selain itu In Young juga  punya motif melakukan pembunuhan. Tepat disaat itu Joon Ho lewat dan dia melihat Joong Won dan Hye Kyung yang sedang mengobrol. 

“Bagaimana jika ada pihak ketiga yang ingin membalas dendam?” tanya Hye Kyung. 

“Kira-kira siapa? Mereka akan mencurigainya terus sampai ada tersangka lain.”

“Kuharap pembunuhnya akan muncul begitu saja,” jawab Hye Kyung dan Joong Won tertawa mendengarnya karena dia teringat ketika mereka berdua sedang melakukan peradilan tiruan saat latihan dulu. 

Ketika itu mereka menghabiskan waktu semalaman dengan pemikiran "Kita dalam masalah," "Kita butuh pelaku” dan "Kamu harus mengaku."


Joon Ho menghampiri mereka dan memberi selamat pada Hye Kyung karena Hye Kyung akan menangani kasus In Young sampai akhir. 

“Terima kasih, Joon Ho. Kamu tidak pulang?” tanya Hye Kyung.

“Aku suka menang dalam pekerjaan. Aku mengulas kasusnya semalaman dan berpikir mengambil alih kasusmu. Sungguh disayangkan,” aku Joon Ho blak-blakan dan sebelum pergi di berpesan agar Hye Kyung memenangkan kasusnya. 

“Kupikir, dia hanya anak angkuh dari keluarga kaya, tapi dia cukup tekun. Dia bekerja sekitar 14 jam sehari. Dia pasti tidak memiliki kehidupan pribadi,” komentar Joong Won tentang Joon Ho, ketika Joon Ho sudah pergi. 

“Baiklah. Aku tidak bisa bekerja selama 14 jam sehari, tapi aku akan bekerja keras,” janji Hye Kyung dan Joong Won mengaku kalau dia tak suka dengan orang yang hanya bekerja keras saja, karena dia suka dengan orang yang bekerja dengan baik. Joong Won pun pamit pergi karena besok pagi dia punya janji. 

“Tunggu. Mendiang Park Dong Hyun bilang kepada In Young bahwa dia ingin mereka kembali seperti semula. Bagaimana perasaan selingkuhannya jika dia mengetahui itu?” tanya Hye Kyung dan Joong Won menjawab kalau selingkuhannya itu pasti akan merasa terluka. Joong Won bertanya apa selingkuhan Tuan Park masuk ke dalam daftar saksi, Hye kyung mengiyakan dan Joong Won memberi saran agar Hye Kyung mendesak selingkuhan Tuan Park itu, karena pengacara  harus menang. 

Dalam perjalanan menuju ruang sidah, Dan memberikan data asuransi dan pekerjaan si selingkuhan. Dan bertanya apa perjuangan mereka akan berhasil dan Hye Kyung pun menjawab kalau dia akan membuatnya berhasil. Mereka kemudian berpapasan dengan Do Sub dan Do Sub menyampaikan pesan kalau Jaksa Choi Sang Il ingin bertemu dengan Hye Kyung. 


Tujuan Jaksa Choi meminta bertemu dengan Hye Kyung, karena dia ingin meminta Hye Kyung membuat In Young mengakui kalau dia bersalah dan Jaksa Choi akan mengajukan vonis yang paling ringan untuk In Young, yaitu penjara selama 2 tahun. 

“Kenapa kamu tiba-tiba menyarankannya?” tanya Hye Kyung.

“Semua orang memerhatikanmu.” 

“Aku? Kenapa?”

“Bukankah Tae Joon yang memberitahumu soal bukti yang dihilangkan? Dia pandai berpura-pura jujur selagi mengkhianati orang berdasarkan kelemahan mereka. Saat rumor tentang Tae Joon mulai menyebar, banyak orang ketakutan.”


“Maksudmu, kamu akan membiarkan kasus pembunuhan kecil?” tanya Hye Kyung dan Jaksa Choi menjawab kalau dia hanya ingin memberi Hye Kyung kesempatan untuk menjalani hidup baru. Menurut Jaksa Choi, Hye Kyung masih muda dan akan sangat disayangkan jika hidup Hye Kyung hancur bersama Tae Joon. 

“Tidak lama lagi, kamu akan memintaku mengkhianatinya selagi masih muda,” ucap Hye Kyung. 

“Aku menerima semua informasi yang bisa kamu berikan pada kami. Masalah perceraian dan pendidikan anak-anakmu, mungkin bukan hanya itu masalahmu,” ucap Jaksa Choi dan hendak pergi. 

“Hari terberat bagiku adalah saat kamu membocorkan video itu dan anak-anakku melihatnya. Itu hari terberatku,” ungkap Hye Kyung dan Jaksa Choi bertanya siapa yang memberitahu Hye Kyung tentang dia yang sudah menyebar video itu. 

“Jaksa Choi. Aku bukan penuntut umum selama 15 tahun. Aku pengacara. Aku tahu betul mengenai penuntutan. Siapa lagi yang akan membocorkannya?” jawab Hye Kyung.

“Kamu seharusnya memaki Tae Joon, bukan aku.”

“Ya, aku memakinya. Aku yang akan bercerai. Tapi, itu bukan karena ancamanmu,” aku Hye Kyung.

“Kamu masih memiliki perasaan kepada Tae Joon.”

“Mendengarmu menyebut suamiku membuatku yakin bahwa kamu tidak tahu cara menggusarkan wanita. Sampai jumpa di pengadilan,” ucap Hye Kyung dan pergi.


Persidangan di mulai dan Hye Kyung mulai menginterogasi selingkuhan Tuan Park dan wanita itu mengaku kalau dia tak mendapatkan uang setelah Tuan Park meninggal. Hye Kyung kemudian membahas tentang asuransi milik Tuan Park, dia bertanya apa si wanita tidak menerima uang dari asuransi Tuan Park. Tak bisa berbohong, wanita itu pun mengaku kalau Tuan Park punya asuransi atas nama wanita itu dan jumlah uang dari asuransinya adalah 300.000 dolar. Jumlah yang lumayan besar. 

“Kamu pernah mendengar Carprofen?” tanya Hye Kyung dan wanita itu dengan cepat menjawab kalau dia tidak tahu. “Ini juga kali pertamaku mendengarnya. Itu sejenis losion. Itu losion untuk mengobati anjing yang nyeri sendi dan otot. Pada pakaian korban, kami menemukan losion dan bulu anjing Greyhound. Kakakmu memiliki anjing, bukan? Apa ras anjingnya?” tanya Hye Kyung dan Do Sub mengajukan keberatan, namun keberatan Do Sub langsung di tolak oleh hakim. 

“Dia memiliki anjing Greyhound,” jawab wanti itu dan Hye Kyung tahu dari sosmed milik kakak si selingkuhan kalau memelihara anjing tua. 


“Pada hari pembunuhan, kamu makan malam bersama temanmu. Karena alibimu jelas, polisi tidak menginterogasimu. Tapi, di mana kakakmu saat pembunuhan berlangsung?” tanya Hye Kyung dan wanita itu kebingungan, sedangkan Do Sub terlihat lemas. 


Hakim belum memutuskan kasus-nya, namun persidangan di istirahatkan. Dan kemudian mengajak Hye Kyung ke bar dan menyuruh Hye Kyung minum bir segelas penuh agar bisa memenangkan kasusnya. Tapi ternyata apa yang di katakan Dan hanyalah bohong belaka, karena ketika dia melihat Hye Kyung benar-benar minum, dia tertawa dan mengejek Hye Kyung mudah sekali di tipu. 

Hye Kyung lalu bertanya-tanya apa dia akan bisa menang dan Dan menjawab tidak tahu. Dan kemudian bertanya tentang kasus Tae Joon, dia bertanya apa Hye Kyung yakin Tae Joon bisa menang dan Hye Kyung menjawab kalau dia akan kalah untuk kasus Tae Joon. 

“Aku tidak mengerti. kenapa kamu masih bersamanya. Aku pasti sudah akan meninggalkannya dan menerima alimentasi yang besar.”

“Tiada alimentasi yang bisa kutuntut. Dia terlalu banyak utang. Dia miskin, Aku memikirkan soal ini setiap hari. "Bukankah aku harus menceraikannya dan memulai hidup baru?" Pertama, aku ingin memulai hidup sebagai pengacara. Walaupun aku ragu apa aku bisa menjalankannya,” aku Hye Kyung dan Dan bertanya apa yang akan Hye Kyung lakukan? Apakah dia akan memaafkan suaminya. 

“ Tidak akan. Aku hanya tidak akan tergesa-gesa. Aku akan menyelidikinya sementara. Akan kulihat orang seperti apa dia dan hidup macam apa yang sudah kujalani. Pikirkanku akan bisa menyelesaikan masalah ini dan aku bisa menjalani hidup baru,” jawab Hye Kyung dan tepat disaat itu dia mendapatkan telepon dari seseorang.


Ternyata orang yang menelpon Hye Kyung adalah hakim untuk kasus In Young. Hakim itu memanggil Hye Kyung dan Do Sub untuk datang ke kantornya. Si hakim kemudian berkata kalau menurut penyelidikan polisi, mereka menemukan truk milik kakak si wanita selingkuhan di parkir di daerah itu di hari pembunuhan terjadi. Selain itu, ternyata benar, mereka juga mendapat resep dokter berupa Carprofen untuk anjing Greyhound-nya. 

“Dengan begitu, Penuntut Umum Park Do Sub mengaku kalau penyidikan lebih lanjut diperlukan. Jadi, mereka memutuskan untuk mencabut tuduhan kepada terdakwa Kim In Young,” ucap si hakim dan Hye Kyung langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Do Sub karena Do Sub sudah mengambil keputusan yang benar. Karena disuruh hakim, Do Sub pun mau berjabat tangan dengan Hye Kyung, namun dia hanya menempelkan tangan saja, lalu menarik kembali tangannya. Melihat itu si hakim tertawa kecil. 


Hye Kyung keluar gedung pengadilan dan dia melompat senang. Dia kemudian menemui Dan yang saat itu sudah bersama In Young dan anaknya. Hye Kyung memeluk In Young dan anaknya, sambil berkata kalau mereka berhasil. 

“Kamu bisa pulang bersama ibumu sekarang,” ucap Hye Kyung pada anak In Young.

Di depan gedung pengadilan, kita melihat Jaksa Choi yang sepertinya sedang bertengkar dengan seorang wanita dan wanita itu bertanya kenapa Jaksa Choi melakukan hal itu padanya. Hye Kyung melihat ke arah mereka. Tak ingin Hye Kyung mengetahui sesuatu, Jaksa Choi pun langsung membawa pergi wanita itu. 


Seorang pria menemui Tae Joon dan berkata kalau Hye Kyung berhasil memenangkan kasus pertamanya, karena Hye Kyung menemukan bukti yang sebenarnya dan jaksa penuntut pun mencabut tuduhan mereka pada klien Hye Kyung. 

“Bagaimana dengan Jaksa Choi?” tanya Tae Joon. 

“Dia mencari orang yang memberi informasi pada kita,” jawab temannya itu. 

“Dia serakah, tapi bodoh,” komen Tae Joon yang kemudian bertanya tentang firma hukum tempat Hye Kyung bekerja, apa itu firma hukum terkenal. Pria itu menjawab kalau firma hukum itu didirikan oleh Seo Jae Moon, pengacara hal sipil terkenal dan sekarang firma hukum itu di jalankan oleh putra dan putrinya. 

“Putranya bernama Joong Won terkenal buruk karena melakukan apapu demi memenangkan kasus. Universitas dan Istitut latihannya sama dengan istrimu. Apa kau mengenalnya?” tanya pria itu dan Tae Joon menjawab kalau dia pernah bertemu beberapa kali. Tae Joon kemudian meminta temannya itu untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang Joong Won, karena dia harus tahu Hye Kyung bekerja untuk siapa. 


Joong Won mendatangi Hye Kyung di ruangannya sambil membawa wine. Dia membawa itu sebagai bonus kecil dari firma karena Hye Kyung berhasil memenangkan kasusnya. Joong Won lalu bertanya apa Hye Kyung mau minum bersama setelah pekerjaan selesai. Belum mengiyakan ajakan Joong Won, ponsel Hye Kyung berdering. Diapun berkata pada Joong Won, kalau anak-anaknya yang menelpon karena Hye Kyung sudah janji akan pulang cepat. Joong Won terlihat kecewa mendengarnya, namun dia tahu Hye Kyung harus cepat pulang untuk anak-anaknya. Jadi dia berkata kalau mereka akan meminum wine itu lain kali. 


Sebelum pergi, Joong Won mengucapkan selamat pada Hye Kyung dan memujinya kalau dia adalah pengacara yang hebat. Setelah Joong Won pergi, Hye Kyung mengangkat telepon dan ternyata itu adalah telepon dari Tae Joon. Dia meminta maaf karena menelpon malam-malam, karena ada yang harus Tae Joon sampaikan pada Hye Kyung. 

“Tanggal bandingku sudah ditentukan. Aku akan berjuang sekeras mungkin. Sayang?” panggil Tae Joon dan Hye Kyung berkata kalau dia sedang mendengarkannya. “Satu-satunya orang yang harus aku mintai maaf adalah kau. Maafkan aku. Lalu, selamat atas kemenanganmu,” ucap Tae Joo dan Hye Kyung menutup teleponnya. Hye Kyung melihat kembali surat perceraian dan kemudian menyimpannya dalam laci.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 1 - 2


No comments :

Post a Comment