July 11, 2016

The Good Wife Episode 1 - 1


Tae Joon menggandeng Hye Kyung memasuki ruang konferensi pers. Di depan awak media, Tae Joon mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan anggaran dia tidak akan pernah menerima uang suap ataupun imbalan seksual. 

“Hal yang sudah dikatakan oleh media adalah kesalahan pribadiku. Aku meminta maaf kepada keluargaku. Tapi, aku tidak pernah menyalahgunakan wewenangku. Kenyataan akan terungkap setelah penyidikan usai. Terima kasih,” ucap Tae Joon dan ketika Tae Joon berbicara seperti itu, Hye Kyung teringat kembali pada video perselingkuhan suaminya. Hye Kyung melihat ada benang di lengan baju Tae Joon dan dia hendak mengambilnya, namun Tae Joon malah menggenggam tangannya dan mengajak Hye Kyung pergi. Mereka berdua meninggalkan ruang konferensi pers.



Keluar dari ruang konferensi Pers, Hye Kyung menarik tangannya dari genggaman Tae Joon, dia meminta Tae Joon untuk tidak mengajaknya ke tempat seperti itu lagi. Tae Joon dengan entengnya hanya meminta maaf dan alasan dia mengajak Hye Kyung karena dia ingin menunjukkan pada media kalau hubungan mereka berdua baik-baik saja. Tae Joon juga berjanji akan mengakhiri semuanya dan masalah seperti itu tidak akan terulang lagi. 


Tepat disaat itu Park Do Sub muncul dan memberikan amplop yang berisi ringkasan kejadian pada Tae Joon. Setelah memberikan ringkasan itu, Do Sub berkata kalau dia akan pergi ke kantor kejaksaan. 


Tae Joon mendapat telepon dari seseorang dan dia meminta maaf pada orang tersebut karena tidak mengurus semuanya dengan baik. Hye Kyung yang masih berada di sana, hanya menatap dengan ekspresi tak senang. 

Flashback!
~3 hari yang lalu~



Hye Kyung sedang memasak di rumah ketika Tae Joon menelpon. Tae Joon sendiri sedang dalam perjalanan pulang dan dia berpesan pada Hye Kyung untuk tidak membuka pintu untuk siapapun. Selain itu Hye Kyung juga tidak boleh menjawab telepon dan harus mematikan ponselnya. 

Tentu saja Hye Kyung penasaran dengan apa yang terjadi, dia melihat keluar rumah dan di depan rumahnya banyak wartawan. Hye Kyung pun bertanya apa Tae Joon sedang mengurus kasus yang buruk, sehingga membuatnya di cari awak media. 

“Kau memercayaiku, bukan?” tanya Tae Joon dan Hye Kyung mengiyakan. “Kalau begitu, turuti perkataanku. Akan kujelaskan semuanya setibanya di sana,” janji Tae Joon.

Setelah menutup telepon dari Tae Joon, Hye Kyung membaca sms yang bertanya "Hye Gyeong, apa kamu menonton televisi?"


Hye Jung mematikan ponselnya dan tepat disaat itu pintu rumahnya di gedor dengan kasarnya. Yang ada adalah jaksa penuntut yang datang dengan membawa surat perintah penggeledahan. Penasaran dengan apa yang terjadi, Hye Kyung pun menyalakan TV.
Flashback End!


Tae Joon meminta Hye Kyung untuk memberinya satu kesempatan lagi. Dia sadar kalau dirinya sudah berbuat salah tapi dia bukan seorang pengecut. Mendengar itu, membuat Hye Kyung kembali teringat pada apa yang sudah dia lihat TV 3 hari yang lalu.  

Saat itu, Tae Joon muncul dan langsung mematikan TV. Tae Joon memberitahu Hye Kyung kalau orang yang sedang menyelidiki dirinya yang sudah menjebaknya. Dia sangat berharap Hye Kyung percaya padanya.


Kita kembali lagi pada Hye Kyung dan Tae Joon yang sekarang, dimana Tae Joon meminta Hye Kyung untuk percaya padanya sekali ini saja. Dengan dingin Hye Kyung menjawab untuk apa dia percaya pada Tae Joon. Hye Kyung berjalan pergi, namun sebelum dia keluar dari tempat itu, di depan dia sudah di hadang oleh awak media yang ingin mewawancarainya. Hye Kyung pun menoleh ke arah Tae Joon dengan tatapan tak senang. 



~ The Good Wife ~
8 bulan kemudian.....


Hye Kyung duduk di ruangan dengan perasaan gelisah, dia seperti sedang menunggu sesuatu. Dia kemudian keluar dan bertanya pada Kim Dan tentang rapat firma yang di adakan pukul 10.00. Kim Dan pun menyuruh Hye Kyung naik ke lantai atas, karena rapatnya di adakan disana. Setelah mendengar informasi itu, Hye Kyung langsung bergegas pergi ke lantai atas. 


Di ruang rapat Joong Wan sedang menjelaskan bagaimana kinerja firma hukum mereka dan tepat di saat itu dia membuka pintu dan  Hye Kyung sudah berada di depan pintu. Hye Kyung minta maaf dan Joong Wan menyuruhnya untuk masuk tanpa menatap yang lain. Setelah Joong Wan selesai bicara, sekarang giliran Myung Hee yang menambahkan  kalau pengacara baru akan mengurus kasus lain yang sedang berlangsung.  Joon Jo di tugaskan untuk mengurus kasus pembagian warisandan Hye Kyung di tugaskan untuk mengurus kasus pro bono. 

Rapat selesai dan semua orang keluar. Joong Wan menghampiri Hye Kyung dan mereka berdua sama-sama minta maaf. Ternyata Joong Wan yang telah merekrut Hye Kyung untuk masuk ke dalam firma hukum itu, Hye Kyung pun berterima kasih, karena tidak ada firma hukum lain yang mau merekrutnya setelah 15 tahun menganggur. Joong Wan pun menjawab kalau dialah yang seharusnya berterima kasih, karena sulit menemukan pengacara hebat di zaman sekarang ini. 

“Selamat datang kembali, Pengacara Kim Hye Kyung,” ucap Joong Wan dan mereka pun berjabat tangan. 


Sambil berjalan, Hye Kyung bertanya tentang kasus seperti apa yang ditugaskan padanya. Joong Wan menjawab kalau itu adalah kasus pembunuhan, kasus milik Myung Hee yang diterimanya sebagai bantuan hukum resmi. Tepat di saat itu ponsel Hye Kyung berbunyi dan Hye Kyung memberitahu si penelpon kalau dia sibuk, jadi dia akan menelpon balik nanti. Ternyata yang menelpon Hye Kyung adalah ibu mertuanya yang tak lain adalah ibu dari Tae Joon.


Tepat disaat itu mereka bertemu dengan pengacara Lee yang berkostum aneh dan membagikan permen pada yang lainnya. Joong Won kemudian memperkenalkan Hye Kyung pada Pengacara Lee. Saat perkenalan, Pengacara Lee langsung blak-blakan bertanya tentang proses perceraian Hye Kyung. Joong Won pun memberitahu Hye Kyung kalau Pengacara Lee adalah pengacara yang ahli dalam kasus perceraian, dan  dia juga memberitahu Pengacara Lee kalau sekarang bukan waktunya membahas hal tersebut dengan Hye Kyung. 

“Ini waktu yang tepat. Mungkin kamu sudah merebut hak asuh anakmu sekarang. Masalahnya adalah merebut kekayaan Tae Joon yang tersembunyi. Berapa kisaran jumlahnya? Jangan khawatir. Akan kurahasiakan,” ucap Pengacara Lee dan Hye Kyung menjawab tidak tahu. “Ada cara untuk mengetahuinya. Tanyakan kepadaku semua yang ingin kamu ketahui. Aku memberikan diskon kepada rekan kerja,” tambah Pengacara Lee dan kemudian memberikan permen ginseng merah pada Hye Kyung. Sebelum pergi pengacara Lee berkata kalau dia akan tampil  dalam "Faust" di teater kecil dekat sini, jadi dia meminta Joong Wan dan Hye Kyung mampir jika ada waktu. 


Setelah Pengacara Lee pergi, Joong Won mengaku kalau dia ingin sekali memecat Pengacara Lee, namun tak bisa karena Pengacara Lee pandai menghasilkan uang. Hye Kyung tak mau tahu, dia ingin membahas kasus yang diberikan padanya. Sebelum Joong Won sempat menjawab, Hye Kyung di panggil Myung Hee dan menyuruhnya menghadap karena dia akan menjelaskan kasus yang akan di tangani oleh Hye Kyung. Sebelum Hye Kyung pergi menemui Myung Hee, Joong Won berpesan agar Hye Kyung menatap mata Myung Hee saat memberi salam karena Myung Hee menilai orang dari penampilan mereka. 


Di ruangannya, Myung Hee blak-blakan berkata kalau orang seusia Hye Kyung tidak pantas untuk di pekerjakan sebagai pengacara baru, tapi karena Joong Won yang merekomendasikan, Myung Hee pun setuju menerima Hye Kyung. 

“Kukira kalian seusia, tapi ternyata tidak,” ucap Myung Hee. 

“Dia lebih tua, tapi kami dilatih pada tahun yang sama. Kami berteman dan kami semakin dekat. Aku akan bekerja keras agar tidak mengecewakanmu,” janji Hye Kyung dan Myung Hee kemudian bertanya alasan Hye Kyung tidak menjadi pengacara setelah lulus pelatihan. Dengan percaya diri Hye Kyung menjawab kalau dia menikah tepat setelah pelatihan dan dia juga merasa lelah karena banyak belajar jadi dia memutuskan untuk menjadi ibu rumah saja. 

“Sejujurnya, aku enggan mempekerjakanmu. Kamu terlalu tua untuk belajar dan kamu bermasalah dengan suamimu,” ucap Myung Hee jujur dan kemudian menyuruh Hye Kyung bekerja lebih keras di banding yang lainnya. Karena untuk bisa diterima sebagai pengacara, satu-satunya cara adalah membuktikan diri kalau dia memang berkopeten. 


Myung Hee kemudian memberikan berkas-berkas yang berhubungan dengan kasus yang harus ditangani oleh Hye Kyung. “Mari beralih ke kasusnya. Aku memberikan bantuan hukum gratis pada beberapa organisasi sipil. Ini kasus yang paling banyak mengandung kekerasan,” ucap Myung Hee dengan cepat dan kemudian menunjukkan berkas yang berasal dari kepolisian Daerah Seyang. 

Tersangka bernama Kim In Young, dia ditangkap karena membunuh suaminya yang bernama Park Dong Hyun. 

“Katakan itu pembunuhan yang tidak disengaja karena kekerasan rumah tangga dan minta keringanan vonis,” pesan Myung Hee dan Hye Kyung bertanya apa In Young mengaku kalau dia yang membunuh suaminya. Myung Hee menjawab tidak, karena In Young terus berkata kalau dia tidak membunuh siapapun, terlepas dari bukti yang semuanya menyudutkan dirinya. Jadi tugas Hye Kyung adalah membujuk In Young untuk menerima hukumannya. 

“Pergilah ke pengadilan pukul 14.00. Ada surat perintah penahanan Kim In Young,” ucap Myung Hee dan itu membuat Hye Kyung shock karena dia belum mempelajari kasusnya tapi sudah harus mendatangi proses peradilannya hari itu juga. 

“Terserah kamu jika ingin menundanya. Anaknya akan dibawa pergi, tapi kamu bisa apa?” ucap Myung Hee memberi pilihan dan tanpa berpikir lagi, Hye Kyung langsung berkata kalau dia akan memeriksa kasusnya secara cepat dan kemudian pergi ke pengadilan. Myung Hee kemudian menyuruh Hye Kyung pergi ke bagian pemeriksaan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail lagi mengenai kasusnya. 


Joong Won sedang menelpon saat melihat Hye Kyung keluar dari ruangan Myung Hee dan Hye Kyung pun berterima kasih dari jauh pada Joong Won. Setelah menutup teleponnya, Joong Won langsung menemui Myung Hee di ruangannya dan bertanya “Kamu tidak membuatnya patah semangat saat dia baru bekerja, kan?”

“Kuminta dia bekerja keras sebab kamu merekrut orang yang tidak pantas. Aku memintanya membuktikan dirinya,” jawab Myung Hee jujur. 

“Pertama, aku tidak mempekerjakan orang yang tidak pantas. Kita sudah sepakat dan merekrut masing-masing satu pengacara,” ucap Joong Won dan Myung Hee berpendapat kalau dia sudah merekrut orang yang hebat secara objektif, sedangkan Joong Won merekrut orang tua. 

“Kedua, hanya Hye Gyeong pengacara yang kuterima. Dia dianggap genius selama latihan,” ungkap Joong Won. 

“Genius? Bekerja tidak sama dengan latihan. Kau tahu kau bisa gila pada hari pertama di pengadilan.”

“Lalu kenapa kau memberinya kasus pembunuhan? Apa kau tidak berniat bersikap adil?”

“Dia terlambat memulai. Dia harus melalui kesulitan agar bisa belajar. Kecuali kau mencoba melindungi mantan kekasihmu,” sindir Myung Hee dan Joong Won mengeluh karena Myung Hee tidak percaya kalau dia merekrut Hye Kyung karena dia memang berkompeten. 

“Dia hanya teman lebih dari 10 tahun lalu. Intinya, kita akan memutuskan setelah enam bulan berlalu. Pantau dia sampai saat itu untuk mencari tahu pengacara seperti apa Hye Kyung itu,” ucap Joong Won yakin. 


Hye Kyung masuk ruangan dan langsung keluar lagi karena dia mengira itu bukan ruangan untuknya. Orang yang ada di dalam ruangan itu adalah Kim Dan. Melihat Hye Kyung akan pergi lagi, Kim Dan pun langsung memanggilnya dan berkata kalau ruangan itu memang ruangan Hye Kyung. Ternyata Kim Dan bertugas sebagai pemeriksa untuk menangani kasus yang sedang Hye Kyung tangani. 

“Kita pernah bertemu. Kamu tidak mengingatku?” tanya Dan ketika mereka berjabat tangan dan Hye Kyung benar-benar tak ingat sudah pernah bertemu dengan Dan sebelumnya. 

“Di ruang periksa. Aku bekerja di kantor kejaksaan selama beberapa tahun,” jawab Dan.

“Sungguh? Apa kamu pindah kemari?” tanya Hye Kyung lagi.

“Tidak, aku dipecat oleh suamimu,” jawab Kim.


“Begitu rupanya,” ucap Hye Kyung dengan nada tak enak. “Aku juga tidak akur dengannya,” aku Hye Kyung dan Dan berkata karena alasan itulah dia berani cerita pada Hye Kyung. 

Mereka kemudian mulai membahas tentang kasus yang harus mereka tangani. Saat di tanya seberapa banyak yang Hye Kyung ketahui mengenai kasus pembunuhan itu, Hye Kyung pun menjawab kalau klien mereka adalah Kim In Young. Dia ditangkap karena membunuh suaminya, namun dia bersikeras mengatakan kalau dia tidak bersalah. Dan menambahkan kalau In Young berkata orang  yang membunuh suaminya adalah seorang pria yang sebelumnya bersembunyi di tempat parkir. 

“Apa kata jaksa?” tanya Hye Kyung. 

“Mereka berpikir dia berbohong. Hanya sidik jarinya yang terdapat pada pisau di TKP,” jawab Dan.

“Apa dia punya motif pembunuhan?”

“Ya, suaminya berselingkuh,” ucap Dan dan Hye Kyung langsung melihat ke arahnya.


Mereka berdua sekarang sudah berada di depan gedung pengadilan dan dalam perjalanan menuju ruang pengadilan mereka berdua masih membahas tentang kasus In Young. 

“Setelah undang-undang tentang perselingkuhan dicabut, suaminya pergi dari rumah dan tinggal bersama selingkuhan. Dia sering bertengkar dengan In Young mengenai hak asuh anak dan pembagian kekayaan. Pada hari kematiannya, dia dengan In Young di tempat parkir. Suaminya meninggal setelah mereka berkelahi. Saat ambulans tiba, In Young berlumuran darah. Dia mengaku itu karena dia mencoba untuk menghentikan pendarahannya. Karena itulah sidik jarinya membekas pada pisaunya,” jelas Dan.

Hye Kyung menghentikan langkahnya dan mengaku kalau dia merasa agak gugup ketika melihat tulisan  "Pengadilan Daerah Seyang Ruang 301, Pengadilan Kejahatan". Dia juga berkata kalau sudah 15 tahun sejak latihan dia tidak bertugas menjadi pengacara. 


“Itu saat aku baru lulus SD,” koment Dan dan itu membuat Hye Kyung merasa malu karena jarak umur diantara mereka memang terlampau jauh. 


Hye Kyung masuk ruangan pengadilan dan ternyata orang yang harus dia hadapi adalah Park Do Sub. Seperti tak senang pada Tae Joon, Do Sub terus mengungkit tentang kasus Tae Joon di depan Hye Kyung. 

“Ada perlu apa kemari?” tanya Do Sub masih tak menyadari kalau Hye Kyung yang akan menjadi lawannya. 

“Karena surat perintah penahanan. Aku bekerja di firma hukum.”

“Benar juga. Kamu mempelajari hukum. Dulu Tae Joon selalu membual. Katanya kamu lebih berbakat darinya. Dia sungkan karena kamu berhenti dan mengerjakan pekerjaan rumah,” ungkap Do Sub. 

“Aku akan berusaha keras mulai sekarang,” jawab Hye Kyung. 

“Sayang sekali. Kasus ini sudah jelas. Kamu tidak akan sempat menampilkan kecakapanmu. Tapi, kamu masih harus berusaha keras. Siapa yang tahu hasilnya, ya?” ucap Do Sub seolah-olah mengejek kemampuan Hye Kyung. Tepat disaat itu hakim datang dan peradilan pun di mulai. 


Melihat hakim yang bertugas, Hye Kyung kembali teringat pada saat sang hakim menjatuhi hukuman tiga tahun penjara pada Tae Joon. Terdakwa Kim In Young kemudian masuk ruangan dan dia terlihat kecewa ketika mengetahui pengacaranya di ganti jadi Hye Kyung. 

Tak senang Hye Kyung sibuk ngobrol sendiri dengan terdakwa, hakim pun bertanya apa Hye Kyung adalah pengacara pengganti untuk membela In Young dan Hye Kyung pun mengiyakan, dia menggantikan Myung Hee yang berhalangan hadir. 

“Kamu mengajukan penangguhan penahanan. Apa kamu mencoba mengulur waktu sampai terdakwamu meninggal karena tua di penjara?” tanya sang hakim dan Hye Kyung terlihat gugup menjawabnya. Melihat kegugupan Hye Kyung, Do Sub pun terlihat senang. Dia beranggapan akan dengan mudah  memenangkan kasus In Young. 

“Sebenarnya, maaf. Kuambil alih posisinya hari ini. Aku belum tahu banyak. Aku akan berbicara pada terdakwa untuk menentukan waktu lain,” ucap Hye Kyung.

“Setelah mendengarkanmu, aku cenderung menolak penangguhan penahanannya. Itu akan membuatmu bergegas, bukan?” jawab hakim. 


“Tidak, Yang Mulia. Aku tidak bermaksud mengulur waktu. Ada petisi yang ingin kuajukan,” tambah Hye Kyung dan mencari petisi yang dia bawa. Melihat ketidaksiapan Hye Kyung, In Young  pun bertanya apa Hye Kyung benar-benar seorang pengacara?

“Pengacara. Kamu tahu berapa peradilan yang kuurus hari ini? Ini bukan hari pertamamu. Kenapa kamu tampak linglung?” tanya sang hakim, namun sebelum Hye Kyung menjawab, Do Sub langsung berkata kalau persidangan ini adalah persidangan pertama untuk Hye Kyung.


“Berkat suaminya, Lee Tae Joon, dia mulai bekerja pada usia tua,” tambah Do Sub yang seolah-olah ingin memberitahu hakim kalau Hye Kyung adalah istri Tae Joon. 

“Aku mengajukan petisi tambahan dari kerabatnya,” ucap Hye Kyung dan memberikan petisinya pada hakim. 

“Maksudmu, tidak ada orang lain untuk mengasuh anaknya?” tanya hakim dan Hye Kyung mengiyakan karena orang tua In Young sudah meninggal dan kerabatnya yang lain tak mampu merawat anak In Young. 

“Menurut asas praduga tidak bersalah, dia tergolong tidak bersalah. Tolong pikirkan guncangan yang akan dihadapi anak dan Bu Kim jika anaknya dibawa ke panti asuhan karena hal yang tidak Bu Kim buat. Kuharap Yang Mulia akan mempertimbangkan itu,” ungkap Hye Kyung dan Do Sub langsung memprotes, dia tidak terima In Young mendapat penangguhan tahanan, dia takut In Young akan menghapus semua bukti dan kabur. 


Hakim menghela nafas dan kemudian menyuruh Hye Kyung dan Do Sub maju ke depan. Tepat disaat itu, Joong Won datang untuk melihat jalannya persidangan, apalagi itu adalah persidangan pertama untuk Hye Kyung.

“Pengacara Kim. Apa ucapan Penuntut Umum Park benar?” tanya hakim pada Hye Kyung. 

“Tidak, Pak. Terdakwa adalah korban kekerasan dalam rumah tangga. Dia tidak pernah berniat...”

“Tidak, bukan itu,” potong hakim karena yang ingin dia tanyakan adalah apa Hye Kyung benar-benar istri Tae Joon dan Hye Kyung pun mengiyakan dan Hye Kyung bertanya apa hubungannya hal tersebut dengan kasus In Young. 

“Memang benar aku dendam kepadanya. Tapi, aku tidak membiarkan itu memengaruhi keputusanku. Suamimu dihukum atas kejahatannya. Kamu mengerti?” tanya hakim. 

“Ya, Yang Mulia. Aku mengerti. Tapi, putusannya belum dipastikan,” jawab Hye Kyung dan sang hakim kemudian beralih pada Do Sub. 

“Kamu meremehkanku. Kamu kira aku akan menggila jika kamu menyebut namanya?” tanya hakim dan Do Sub menjawab kalau dia tidak bermaksud seperti itu. “Jangan pernah mencoba untuk memperdaya. Jika melakukannya, kamu akan membuatku marah.”

Hakim kemudian meminta Hye Kyung untuk tidak pernah menunda peradilan atau mengganti pengacaranya lagi, karena sang hakim tak mau membuang waktunya untuk kasus In Young lagi. Setelah melihat In Young sejenak, Hye Kyung pun berjanji akan melindungi In Young sampai akhir. Setelah mengatakan semua itu, hakim menyuruh mereka kembali ke kursi mereka masing-masing. 


“Penangguhan penahanan terdakwa Kim In Young sudah diterima,” putus sang hakim dan Hye Kyung pun senang mendengarnya. Joong Won juga ikut bangga melihat kemampuan Hye Kyung sebagai pengacara.  “Perjalananmu akan dibatasi dari apartemenmu, kantor pengacara, dan penitipan anak. Pemeriksaan terakhir akan diadakan Senin depan. Ada yang keberatan?” tanya hakim karena tidak ada yang keberatan, hakim pun menutus palu sebagai tanda persidangan selesai untuk hari ini. 


Hye Kyung pulang dan melihat anaknya menonton berita tentang pengakuan sang ayah ketika jumpa pers. Hye Kyung pun langsung mematikan TV dan menyuruh si anak untuk berhenti menontonnya. 

“Itu selalu ada di televisi saat aku menyalakannya,” keluh sang anak dan Hye kYung menyuruhnya untuk menonton drama saja atau belajar. 

“Seo Yeon sedang apa?” tanya Hye Kyung dan sang anak menjawab kalau Seo Yeon sedang menangis di kamarnya. Hye Kyung pun menemui anak perempuannya di kamar. Dengan mata sembab, Seo Yeon bertanya apa dia bisa pindah sekolah lain. 


“Kau baru saja pindah kemari hari ini,” jawab Hye Kyung dan Seo Yeon bertanya apa wanita yang berselingkuh dengan Tae Joon usianya masih remaja. Tentu saja Hye Kyung menjawab tidak dan balik bertanya siapa yang mengatakan hal tersebut. 

“Semua pria di sekolah mengatakan itu. Rumornya tersebar di seluruh sekolah,” jawab Seo Yeon. 

“Jangan pikirkan mereka dan lakukan apa yang seharusnya. Jika kamu tidak menanggapinya, mereka akan berhenti mengusikmu.”

“Mana bisa aku tidak menanggapi. Dia ayahku. Ibu tidak malu dengan kejadian yang menimpa Ayah?”

“Seo Yeon. Dia yang seharusnya malu. Bukan kita,” jawab Hye Kyung dan Seo Yeon bertanya bagaimana bisa Hye Kyung melakukan semua itu. Mendengar pertanyaan itu Hye Kyung tak bisa menjawab. 


Hye Kyung menemui Tae Joon dan meminta Tae Joon menandatangi  semua asetnya agar bisa di jual untuk biaya pendidikan anak mereka. Sambil memberikan tanda tangan, Tae Joon bertanya kabar anak-anak dan Hye Kyung menjawab kalau mereka baik-baik saja dan mereka menyukai sekolah baru mereka. 

Tae Joon membalik kertas dan dia melihat surat perceraian, namun Hye Kyung mengambilnya. Dia belum ingin meminta tanda tangan Tae Joon untuk surat tersebut. Tae Joon memegang tangan Hye Kyung dan berkata kalau mereka masih bisa membalik keadaan setelah mereka melakukan naik banding. Dia sangat berharap Hye Kyung percaya padanya dan mau menunggu, tapi sepertinya Hye Kyung sudah terlalu kecewa pada Tae Joon. 

“Hye Kyung, aku...”

“Aku tahu. Kasusnya palsu dan kamu terjatuh dalam perangkap. Kamu melakukan semuanya demi aku. Aku tidak peduli lagi. Kamu hanya orang berengsek bagiku,”ucap Hye Kyung dan pergi. 


“Selamat,” ucap Tae Joon dan membuat Hye Kyung berbalik lagi untuk menayakan selamat untuk apa. “Penangguhan penahanan pada kasus pertamamu. Aku tahu kamu akan berhasil.”

“Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?” tanya Hye Kyung. 
“Aku masih punya teman di luar,” jawab Tae Joon. 

“Siapa? Teman yang berhubungan badan denganmu demi uang?” sindir Hye Kyung, namun Tae Joon tak mau membahasnya. Dia kemudian memberitahu Hye Kyung kalau polisi suka menghapus datang penyelidikan mereka, seperti bukti yang tidak bisa mereka biarkan masuk ke pengadilan. 

“Tidak usah repot memberitahuku. Kamu kira aku akan berterima kasih jika kamu memberi tahu ini?” ucap Hye Kyung dingin. 

“Aku hanya ingin membantumu. Itu saja,” jawab Tae Joon. 

“Lee Tae Joon-shi. Alasanku datang kemari karena tidak ada apa pun yang berada di bawah namaku. Rumah, mobil, bahkan langganan koran, semuanya atas namamu. Kita sudah tinggal bersama selama 15 tahun, tapi yang ada di bawah namaku hanyalah ponselku. Tanda tangani surat cerainya nanti,” ungkap Hye Kyung dan berjalan pergi. 


“Hye Kyung-a...  Aku akan bersikap baik kepadamu. Aku berjanji. Aku akan meratapi perbuatanku sampai kamu memaafkanku. Semuanya akan kembali seperti sediakala. Aku akan melakukannya,” janji Tae Joon dan Hye Kyung menjamin kalau mereka berdua tidak akan bisa kembali seperti sedia kala. 


Hye Kyung menutup tirai kantornya, karena dia akan membicarakan masalah kasus dengan In Young. Dalam ruangan itu juga ada anak In Young yang sedang sibuk menggambar. In Young  masih mengaku kalau dia tidak membunuh suaminya. Saat itu, sang suami datang menemuinya di tempat kerja, dia mengaku kalau dia sudah bersalah dan ingin kembali pada In Young seperti sediakala. 

“Untuk apa aku membunuh orang yang meminta maaf?” ucap In Young dan saat di tanya apa yang akan terjadi setelah mereka bertemu, In Young menjawab kalau mereka akan bertemu dengan putri mereka, jadi mereka pergi ke rumah In Young. 


“Dengan pisau, dia terus menusuk suamiku. Aku sangat ketakutan sampai tidak bisa bergerak,” cerita In Young menangis teringat kejadian malam itu. Ketika itu mereka berdua baru saja keluar dari mobil dan tiba-tiba muncul seorang laki-laki dan menyerang suami In Young. Dalam kondisi ketakutan In Young mencoba menelpon polisi, tapi dia tak sanggup bicara. Setelah pria misterius itu pergi, In Young menghampiri suaminya yang sudah bersimbah darah.


In Young menangis dan anaknya langsung menghampiri. Namun di depan sang anak, In Young tak ingin menangis, jadi dia langsung menghapus air matanya dan berkata kalau dia tidak menangis. Karena Hye Kyung ingin bicara banyak hal dengan In Young, jadi dia meminta Dan untuk mengajak anak In Young keluar. 

“Se Bi, kamu ingin membeli makanan enak denganku? Mari beli untuk ibumu,” ajak Dan pada Se Bi dan Se Bi pun mau ikut dengan Dan. 

“In Young. Pembunuhannya terjadi di sini,” ucap Hye Kyung dan menunjuk denah perumahan In Young. “Ada dua arah ke pintu keluar. Kamu bilang pembunuhnya berlari ke arah sini,” tambah Hye Kyung dan In Young mengiyakan. Ada satu kamera pengawas di tempat itu, namun tak ada seorang pun yang lewat tempat itu berdasarkan video kamera CCTV. 

“Apa kamu keliru dengan arahnya?” tanya Hye Kyung mulai ragu pada pengakuan In Young. 

“Apa kamu juga berpikir bahwa aku membunuh suamiku?”

“Kamu membunuhnya?”

“Aku memang membencinya, tapi tidak cukup untuk membunuhnya. Aku tidak akan membunuhnya,” jelas In Young dan Hye Kyung sudah tak berkata-kata lagi.


Di meja kerjanya, Hye Kyung terus mempelajari kasus In Young dari hasil penyelidikan yang diberikan padanya. Saat kepalanya sedang buntu, Hye Kyung tiba-tiba teringat pada ucapan Tae Joon kalau polisi sering menghapus data penyelidikan mereka, bukti yang tidak bisa mereka biarkan masuk ke pengadilan. 

Mengingat ucapan itu, Hye Kyung melihat kembali daftar barang bukti dan dia pun merasa kalau memang benar ada barang bukti yang di hapus. 


Bersama Dan, Hye Kyung pergi ke lokasi dan lokasi pembunuhan berada tepat dii bawah kamera CCTV, jadi Dan pun beranggapan kalau In Young pasti bohong, sebab apa yang dia katakan tidak ada di video CCTV. 

“Bagaimana jika jaksa menyembunyikan buktinya?” ucap Hye Kyung dan Dan tak mengerti maksud ucapan Hye Kyung. 

“Bagaimana jika mereka yakin bahwa In Young bersalah dan menghilangkan bukti? Aku bertanya apa yang akan kamu lakukan,” tanya Hye Kyung.

“Kamu ingin bilang dia tidak bersalah saat peradilan akan dimulai?” tanya Dan. 

“Meskipun ada keadaan meringankan, dia akan dihukum dua tahun.”

“Aku tahu kamu mengasihaninya, tapi jika kamu emosional kepada klienmu, kamu tidak akan bertahan lama dalam pekerjaan ini,” ucap Dan mengingatkan Hye Kyung. 


“Mungkin In Young pembunuhnya. Kemungkinan besar begitu. Tapi, pengacara harus memercayai dan membela kliennya. Kita harus berusaha keras sampai akhir, bukan?” tanya Hye Kyung dan Dan malah berjalan pergi. Hmmm... apakah Dan benar-benar akan meninggalkan Hye Kyung sendirian untuk menyelediki kasus In Young? Tunggu jawabannya di part berikutnya ya...

Bersambung ke sinopsis The Good Wife episode 1 - 2


1 comment :